Move On
Chapter 10 : Jealous
Hontou ni gomenasai ne, reader! Saya banyak tugas dan berbagai tanggung jawab jadinya saya lama update. Nah, saya pikir kata pengantar dan sedikit alasan saya telat update sudah cukup. Jadi silahkan dibaca Move on chapter 10 nya. Happy Reading!
Sekarang pukul 09.00, Sakura telah selesai bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya. Sederhana saja, Sakura mengenakan kemeja merah dengan kerah hitam dengan celana jeans sebagai bawahannya. Hari ini Sakura memutuskan untuk tidak berangkat bersama Ino karena dia ingin berangkat sendiri, lalu dipakainya jam tangan putih di pergelangan kirinya sambil berjalan menuruni beberapa anak tangga.
"Kaa-san, aku pergi dulu ya!" seru Sakura sambil memakai flat shoes hitamnya.
"Iya! Hati-hati ya!" balas Kaa-san Sakura dengan seruan juga.
Sakura melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya. Ia berjalan dengan santai, sambil mendengar alunan lagu Die in your arm yang dinyanyikan oleh Ariana Grande. Dan juga karena mata kuliahnya yang pertamanya dimulai dua jam lagi, Sakura berjalan santai. Di tengah perjalanannya, Sakura diserempet mobil sampai ia tersungkur. Sakura bangkit berdiri dan menghampiri mobil sport mewah itu.
"Hey! Keluar kau!" bentak Sakura sambil mengetuk kaca mobil yang membuatnya tersungkur itu. Pintu mobil itu dibuka, keluarlah pemuda berambut merah dan mempunyai iris mata berwarna pale green.
"Kau! Kau ini bisa menyetir tidak?! Membahayakan orang saja kau ini, kau lihat, karena kau aku tersungkur!" sembur Sakura marah-marah, namun pemuda bertato 'ai' di dahinya dengan huruf kanji itu memasang wajah dingin, seakan tak mendengarkan ucapan Sakura tadi.
"Kau dengar tidak apa yang kuucapkan tadi?! Minta maaf, atau apalah" sambung Sakura.
"Hn. Gomen," jawab pemuda itu dengan singkat. Sakura mengehela nafas menahan amarahnya.
"Yup! Aku duluan," Sakura membalasnya dengan singkat. Sakura pun melanjutkan perjalanannya menuju Universitas Konoha.
Setelah 30 menit berlalu Sakura pun sampai di Universitas Konoha. Dia langsung melangkahkan kakinya ke kelasnya. Ia langsung duduk di tempatnya yang ada di belakang. Tak lama dari itu, dosen pun masuk ke kelas.
"Ohayou," sapa dosen itu.
"Ohayou" balas para mahasiswa kecuali Sakura yang lagi malas bicara.
"Kita punya teman yang belum kalian kenal. Pada hari pertama, dia sakit, hari ini dia masuk karena dia sudah sembuh. Sabaku-san masuklah," jelas dosen itu. Pemuda itu keren karena dia memakai kemeja merah dengan celana jeans sebagai bawahannya. Iris pale green yang memikat sangat kontras dengan rambut merahnya, ditambah dengan tatto ai dengan huruf kanji.
"Namaku Sabaku No Gaara" pemuda itu mengenalkan dirinya dengan singkat.
"Hm… baiklah. Sabaku-san kau bias duduk di samping Haruno-san" ucap dosen itu. Pemuda yang bernama Gaara itu segera melangkahkan kakinya ke bangku di samping Sakura.
"Baiklah. Kita akan bahas tentang penyakit yang sering melanda anak-anak" lanjut dosen itu.
"Ada yang bisa menyebutkan salah satu contohnya?" tanya dosen itu.
"Demam berdarah" sahut Uzumaki Karin.
"Influenza" Hyuuga Hinata bersuara pelan.
"Tifus!" seru Tenten.
" Ya, sudah cukup. Saya mau kalian mencari satu contoh penyakit untuk presentasi. Untuk tugas ini, saya mau ini dikerjakan oleh dua orang. Untuk teman kalian, silahkan pilih sendiri" ujar dosen.
"Gaara-kun, sekelompoklah denganku!"
"Jangan Gaara-kun! Denganku saja!"
"Tidak boleh! Denganku!"
"Harus denganku!"
"Denganku saja, Gaara-kun!" gadis-gadis berseru, kelas pun menjadi bising. Sakura menjadi sakit kepala mendengarkan seruan gadis-gadis yang genit ini.
"DIAM!" bentak Sakura keras. Kelas pun menjadi sunyi, semua gadis mematung di tempat.
"Sudah. Saya putuskan Sabaku-san sekelompok dengan Haruno-san" dosen pun angkat suara. Para gadis yang mengharapkan sekolompok dengan Gaara menghela nafas kecewa karena sudah diputuskan Gaara sekelompok dengan Sakura.
Sekarang Sakura sedang ada di kaferia bersama Ino. Mereka sedang menikmati minuman masing-masing dan mengobrol seperti biasanya. Dan Gaara pun datang menghampiri meja Sakura dan Ino.
"Haruno, kapan mau mengerjakan tugas?" tanya Gaara to the point.
"Terserahmu saja. Kapan kau bisa?" tanya Sakura balik.
"Lusa," jawab Gaara. Saat itu juga ada Sasuke, Sasuke yang memandang pale green Gaara yang mengartikan suka pada Sakura langsung menghampiri mereka.
"Hai sayang, kamu kok nggak ke kelas?" ucap Sasuke yang langsung merangkul leher Sakura. Sakura yang merasa bahwa tingkah Sasuke itu ganjil mengkerutkan dahinya bingung.
"Hn. Aku duluan Haruno-san," Gaara pun berlalu pergi meninggalkan Sakura, Sasuke, dan Ino.
"Ish… kau kenapa sih?" Sakura langsung menyingkirkan tangan Sasuke yang bertengger di lehernya. Lalu menempelkan telapak tangannya di dahi mulus Sasuke.
"Suhu badanmu normal. Jadi kau kenapa?" sambung Sakura bingung. Ino hanya terkekeh melihat tingkah polos Sakura.
"Hmph… Saku, aku ke kelas duluan ya" sahut Ino lalu berlalu pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.
"Haduh… kamu ini. Kadang-kadang nggak nyambung ya," Sasuke tersenyum tipis sembari mengusap pucuk kepala Sakura pelan.
"Heh? Nggak nyambung? Haah… ya sudahlah, terserahmu saja" balas Sakura.
"Jalan yuk habis selesai mata kuliah terakhir. Nanti aku ke kelas, aku duluan ya, kami mau rapat sebentar lagi" ucap Sasuke lalu mengecup dahi Sakura cepat, setelah itu Sasuke berlari menjauh meninggalkan Sakura yang wajahnya memerah.
Mata kuliah terakhir pun berakhir. Semua mahasiswa langsung bubar dan keluar dari kelas. Sakura pun membereskan barang-barangnya lalu memasukkannya ke dalam tas ransel hitamnya, setelah itu Sakura pun keluar dari kelasnya, dan disamping pintu kelas Sasuke telah berdiri menunggu Sakura.
"Ayo. Aku sudah lapar," ajak Sakura. Sakura dan Sasuke pun langsung berjalan ke lapangan parkir. Sasuke menstarter motornya lalu Sakura pun naik ke motor itu, dan saat itu motor Sasuke melaju kencang di jalanan.
Setelah beberapa menit, motor Sasuke pun berhenti dan Sakura turun dari motor, lalu Sasuke segera memarkirkan motornya. Kemudian mereka pun masuk ke dalam Strawberry Caffe. Mereka langsung mengambil tempat di sebelah jendela besar kafe favorit Sakura itu.
"Hm… ayo katakan kenapa kau bertingkah aneh seperti tadi?" tanya Sakura sambil membuka topik pembicaraan.
"Kau bisa menebak dulu?" tanya Sasuke balik, Sakura menganggukan kepalanya lalu berpikir.
"Karna kau… ah! Aku tau, kau cemburu kan?!" jawab Sakura dengan berseru kuat. Para pengunjung kafe ini sontak melihat Sakura dan Sasuke.
"Maaf, silahkan lanjutkan makannya. Abaikan saja kami," ucap Sasuke. Para pengunjung pun melanjutkan kegiatannya kembali. Setelah itu Sasuke pun menyentil dahi lebar Sakura, Sakura meringis kesakitan.
"Hey, kau ini kenapa?! Sakit tau," Sakura berseru kesal.
"Kukira kau tidak bisa menebaknya. Sebenarnya aku ingin menyentil bibirmu itu, karna seruan kerasmu itu" jawab Sasuke sambil menyeringai, Sakura pun memukul bahu Sasuke.
"Kau tau Saku, aku tidak suka melihatmu bersama dengan Gaara" sambung Sasuke to the point, Sakura pun megerutkan dahinya bingung.
"Gomen, ini pesanannya" Kiba membawa pesanan Sasuke dan Sakura lalu menyusunnya di atas meja.
"Arigatou Inuzuka-san," ucap Sakura. Kiba pun tersenyum lalu mengangguk dan pergi dari situ.
"Memangnya kenapa sih Sasuke-kun?" tanya Sakura setelah ia menyeruput milkshake strawberry pesanannya.
"Kau tak lihat? Matanya itu memancarkan ketertarikan padamu. Dan aku tak suka kalau ada orang lain yang ingin memilikimu. Karena kau itu adalah mi-lik-ku se-orang" jawab Sasuke dengan penuh penekanan pada kata 'milikku seorang'. Sakura merona malu mendengar jawaban Sasuke.
"Mm… iya, akan aku usahakan. Tapi Sasuke-kun juga, jangan dekat-dekat dengan orang lain" balas Sakura.
"Eh, iya. Sasuke-kun, tapi lusa aku ada tugas sekelompok dengannya. Jadi, mau nggak mau aku harus dekat dengannya" sambung Sakura. Sasuke menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua pun memakan pesanannya dalam diam.
To Be Continue
Nah, maafkan saya bila masih ada typo atau kesalahan apapun.
Minta reviewnya ya supaya fict ini menjadi bagus kedepannya.
