NARUTO dan karakter milik Kishimoto Masashi (Disclaimer)
Fuga Yadu © Maha
Warning :OC, OOC, Divergence, sedikit Gore, don't Kitsching, maybe Parody, hayalan belaka dan amatir, kemungkinan terjadi salah ketik karena Human Error, jalan cerita sesuai kehendak Author.
Rating :T semi M
GENRE: Adventur, Action, Fantasi, Supranatural, Sedikit Humor/Lelucon, Friendsip, tragedy.
Charakter PEMERAN : Naruto, Fuga dan Sasuke.
Kisah Sebelumnya : Di dunia tanpa batas, ruang hampa dan yang jelas dunia ini masih di dalam pelanet bumi … "Aku bosan dengan kehidupan masa kini, haaahh!" …. "Masa depan sangat membosankan, haaaah… hanya menang tehnologi saja" dia adalah sang penjelajah waktu …. "Aku mempunyai nama, namaku Uzumaki Naruto. Kalian ingat itu" …. "kalian dengar baik-baik, suatu hari nanti aku akan menjadi Hokage" …. "Hahahaha! Kau bercanda, siluman berteman dengan manusia? Yang benar saja, yang ada aku akan dimamfaatkan oleh yang namanya manusia" ….. "Mau kau jadi temanku?" …. "Mulai besok aku akan melatihmu di tempat ini dengan rutin. Aku tidak ingin punya jinchuriki yang lemah. Sebaiknya kau pulang dan istirahat" …. "Fuga? aku tau kau juga senasib dengan Naruto, apa keputusanmu?" …. "Kau bisa lebih kuat dari itu jika kau berlatih dengan benar, aku ikut prihatin terhadapmu. Jadi aku akan membuat kelembutanmu itu menjadi kekuatan yang hebat" …. "Aku Fuga Yadu, Kesukaan dan ketidaksukaanku tidak ada hubungannya dengan sensei, hobiku sensei tidak perlu tau, lalu cita-citaku lebih rahasia dari cita-cita sensei" …. "Uzumaki Naruto itu namaku, kesukaanku makan ramen, aku sangat tidak suka orang sok cool, hobiku latihan dan cita-citaku menjadi Hokage" …. "Aku Uchiha Sasuke, yang ku suka tidak ada, yang ku tidak suka banyak termasuk si Dobe, aku tak punya cita-cita tapi ambisi ingin membunuh seseorang" …. Tiga pedang tetajam dan kuat di dunia shinobi : pedang kembar, Agni dan Ludra. Pedang iblis, Gokumonji. Pedang langit, Gleam Habakiri.
-000000-
Setelah berlatih selama bertahun-tahun di luar desa Konoha dengan seorang guru hebat salah satu dari legendaries sannin, tiga bocah yang dulunya ingusan sekarang telah menjadi kuat dan tumbuh menjadi remaja yang gagah. Tentunya tiga remaja ini sanggup menarik bergagai jenis perempuan dari klas balita hingga jompo menyebabkan ketampanan dan kegagahan mereka menjadi melegenda.
Syang!
Ting!
Trang!
Syiinggg!
Tinggg!
Suara pedang beradu.
Tiga orang remaja berumur ± 15 tahun sedang latihan Kenjutsu tanpa pengawasan sang guru. Tiga orang remaja itu sedang latihan seni pedang di sebuah sungai dekat air terjun dengan hanya mengenakan celana pendek.
Syang!
Trang!
Ting!
Ting!
"Katon : Goukakyuu No Jutsu!" jutus bola api dikeluarkan oleh seseorang dengan mata hitam gelap, bertubuh kekar dan ideal, memiliki rambut hitam pekat, poninya membingkai wajahnya dan rambut bagian belakang bergaya cikrak.
Lalu serangan bola api dari pria berambut gaya emo itu ditepis dengan ayunan pedang secara memutar seperti kincir oleh lawannya. Serangan bola api itu dinetralkan oleh pedang milik lawan latihan tanding pria emo itu, seorang pria gagah dengan tubuh yang mempesona para wanita, meiliki wajah halus tanpa coretan sedikitpun serta tampan yang sanggup membuat wanita menghayal setiap detik, memiliki iris mata berwarna biru seperti safir, memiliki rambut halus seleher berwarna pirang jabrik dan memiliki pony miring ke kiri serta tak menutup mata kirinya.
"Oi Teme! Element bola apimu kurang padat" ucap pria jabik itu. Lawannya tiada lain adalah Sasuke.
"Baiklah akan aku perbesar lagi dan apakah kau bisa menghindarinya, Dobe!" ucap Sasuke dan lawannya adalah Naruto. Garis kumis kucing di pipinya telah samar dan hampir menghilang.
Sasuke mengaktifkan Sharingannya dengan cepat lalu melakukan handseals. "Fire style : Mega Fireball Jutsu!"
"Wow wow wo! Jangan bercanda, Teme! Ini bola api raksasa namanya-tebayo" keluh Naruto.
Sebelum bola api raksasa itu menghantam tubuh Naruto, dia sudah menghilang dari tempatnya sehingga bola api Sasuke malah membentur permukaan sungai dan menciptakan ombak besar.
Tiba-tiba bahu kanan Sasuke disentuh dari belakang, ia langsung terkejut saat menoleh "bagaimana kau bisa berada di sini?".
"Aku menggunakan jutsu teleportasi seperti ayahku" ucap Naruto. "Sepertinya aku sudah bertambah cepat-tebayo" celotehnya.
"Heh, kau memang hebat, Dobe!" ucap Sasuke.
"Tapi jika aku tetap berdiri di sana bisa-bisa aku malah menjadi seongkok daging panggang-tebayo" ucap Naruto.
"Tapi tetap saja kekuatanku berada dibawahmu, Dobe!" ucap Sasuke.
"Tapi tadi kau menciptakan bola api raksasa, Teme!" ucap Naruto.
"Tapi kau menghindar dengan mudah, Dobe!" ucap Sasuke.
"Tapi kekuatan apimu itu-tebayo" ucap Naruto.
"Tapi tetap saja kau lebih kuat" ucap Sasuke.
"Tapi kau mampu mengimbangiku, Teme!"
"Tapi kau itu memang bebar-benar kua…"
Syet! Syet! Dua lemparan batu berkecepatan tinggi serta melesat lurus. Plak! Brug! Sasuke jatuh karena terkena lemparan sedangkan Naruto menghidar dengan tepat.
"Sial!" keluh Sasuke lalu bangun kembali.
"Lemparan batu yang sangat cepat" batin Naruto, ia lau menatap ke arah temannya yang lain yang tiada lain adalah Fuga, seorang pria tampan pemilik hidung mancung serta dagu sedikit lancip, rambut silver rurus yang panjangnya seleher, memiliki iris mata hitam gelap dan mata kanannya ditutup oleh poninya.
Fuga tadinya sedang tertidur di atas batu yang berada di hulu sungai dan terpaksa bangun karena perdebatan Naruto dan Sasuke.
"Fuga, apakah kau yang melemparnya-tebayo?" tanya Naruto.
"Haiyah… entahlah! … TAPI KENAPA KALIAN MENGGANGGU TIDUR SIANGKU HAH?" tanya Fuga dengan penuh amarah.
"Hah, ternyata benar kau yang melemparnya-tebayo" ucap Naruto santai.
"Heh!" Sasuke hanya mendengus.
Tiba-tiba seorang bandit dengan badan penuh tato menghampiri mereka. "Oi kalian, jangan latihan di sini! Kalian merusak ketenangan sungai saja" ucap bandit itu.
"Siapa kau?" tanya Naruto.
"Perkenalkan aku penguasa lembah ini, Daitsuke Kaitomaru" ucap bandit itu.
"Daitsuke?" Fuga yang berada satu meter di belakang 'Naruto dan Sasuke' sedikit terkejut, "nama itu mirip nama yang pernah aku dengar" ucapnya lagi.
"Oi bandit! Kami berhak latihan di sini-tebayo" ucap Naruto.
Bandit itu menatap ketiga remaja itu dengan lekan-lekan, ia memperhatikan penampilan ketiganya dengan teliti.
"Haiyah, orang ini benar-benar aneh" ucap Fuga.
"Jangan jatuh cinta kepadaku, bodoh!" umpat Sasuke sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Kau gey?" tanya Naruto.
"Aku ini pria normal, bodoh! Aku hanya memperhatikan penampilan kalian yang kurang menyenangkan dan mengecewakan mataku karena telah melihat kalian" ucap Kaitomaru. "Oi kau pirang! Rambutmu itu sangat buruk, seharusnya kau mencukurnya seperti gaya tentara. Lihat celanamu itu, warna orange itu buruk. Iyak! Kau juga tidak punya bulu dada bahkan kumis dan jenggot, kau itu tidak cocok menjadi pria. Kalau berpakaian, pakai kimono saja lalu jadi kunoichi" ucap Kaitomaru.
Karena kesal Naruto melangkah mendekati bandit itu namun dihentikan setelah melangkah beberapa langkah. "Langkahmu juga sangat buruk, tidak maco!" ucap Kaitomaru. "Kau juga! Rambutmu seperti pantat ayam!" tunjuknya ke arah Sasuke.
Sasuke juga mendekat dan berdiri di samping Naruto.
"Hey pantat ayam! Sebaiknya kau cukur rambutmu seperti gaya jenger ayam lalu pakai anting dan beberapa persing di hidung, lidah, bibir, puting, pusar dan dibawahnya. Dengan itu kau pasti maco. Cih penampilanmu sekarang sangat membosankan, aku sudah berbaik hati dan bersedia memberimu masukan" ucap Kaitomaru.
"Jangan mengatur gaya hidupku, keparat!" umpat Sasuke.
Kaitomaru lalu memandang ke arah di belakang Naruto dan Sasuke. "Oi silver, kau itu culun ya. Seharusnya kau botak biar lebih keren lalu kasi tato naga di batok kepalamu itu dan di jidatmu kasi enam titik biar kaya biksu. Kau pasti keren dengan itu. Dada dan punggungu juga dikasi tato. Satu lagi, jika berpakaian jangan pake baju biar terlihat tato-tatomu" ucap Kaitomaru.
"Fuck, jangan sok mengatur" keluh Fuga.
"Kalian bertiga harus mengikuti saranku maka kalian akan sangat keren" ucap Kaitomaru.
Sleb! Naruto menusuk perut bandit itu dengan pedangnya. "Diam cerewet! Jangan mengatur jalanku hidupku!" ucap Naruto sinis.
Seb! Sasuke juga menusuk perut bandit itu dengan pedangnya. "Aku paling tidak suka diatur jika aku tidak suka" ucap Sasuke dingin.
Kaitomaru malah tertawa "Hyahahahaha! Penampilan kalian itu membuatku bosan. Aku sudah mau berbaik hati untu…."
Syet! Sleb! Mulut Kaitomaru langsung tertusuk lemparan pedang dari Fuga hingga menembus kepalanya. "DIAM KAU, BITCH!" umpat Fuga.
Fuga lalu datang mendekati Kaitomaru yang sudah tergeletak untuk mencabut pedangnya. "Jangan sok mengatur hidupku! Aku punya kehendak sendiri" ucap Fuga sinis.
"Tau rasa kau cerewet!" umpat Naruto.
"Dia sudah mati" ucap Sasuke.
"Sasuke, bakar dia!" ucap Fuga.
"Baiklah" sahut Sasuke.
"Amateratsu!"
Sasuke lalu membakarnya hingga habis.
Author Note : -Api hitam dari neraka yang menghalangi seluruh pengelihatan para reader untuk melihat Kaitomaru terbakar habis sampai tak tersisa sekebispun-
The Great Ninja Uzumaki Naruto Ultimate Storm.
Chapter 1.
Amegakure, sore hari 04.00pm. Desa ini sangat gelap karena awan yang sangat pekat dan turun hujan sangat deras. Keadaan desa di sini bisa dibilang lebih modern dari desa lain, setiap bangunan di sini sudah memakai bahan dari besi dan aluminium.
Seekor anjing terlihat berjalan masuk melalui pintu utama Amegakure, bentuk anjing ini tidak normal. Seluruh tubuhnya berwarna hitam serta memiliki sepasang sayap kelelawar, ajing itu adalah siluman.
Jauh di tempat lain, di sebuah bangunan tertinggi di pusat Amegakure, terlihat seseorang pria berdiri tegak di bawah derasnya hujan. Pria itu memiliki penampilan aneh, pada tulang hidungnya tertancab tiga batang besi bundar yang sejajar dari atas ke bawah, pada telinga juga memakai persing secara berderet dan tertanjab besi bundar secara vertical di tengah telinganya, juga tertancab dua batang besi tajam di bagian bibir bawahnya. Pria itu memiliki rambut berwarna orange yang tak begitu panjang dan jabrik. Di belakang pria itu berdiri seorang wanita yang cantik serta memiliki rambut biru seleher yang lurus dengan hiasan bunga kertas di kepalanya.
"Konan! Sepertinya ada orang asing datang ke desa kita. Aku merasakan energinya dari tetesan hujan ini. Dia lumayan kuat." ucap pria berambut orange itu.
"Biar aku selidiki" ucap Konan, lalu tubuhnya berubah menjadi ribuan lembaran kertas dan terbang ke arah munculnya orang asing itu.
Dua orang itu mengenakan jubah hitam bercorak awan merah dan itu berarti mereka anggota Akatsuki. Wanita itu bernama Konan dan yang pria bernama Pain.
Konan sampai ke titik tempat kemunculan orang asing tersebut yang sempat dibicarakan oleh Pain, namun sesampai di sana dan masih sekitar gerbang utama, Konan malah terkejut karena hanya menemukan seekor anjing hitam yang aneh. "Anjing dengan sayap kelelawar? Apakah siluman?" Konan bertanya-tanya karena sedikit bingung antara percaya dan tidak percaya dengan penampakan yang ia lihat di hadapannya itu.
Anjing hitam seperti srigala dengan sayap kelelawar. Jauh sebelum anjing itu datang, terjadi fenomena alam jauh di luar kawasan Amegakure tepatnya sejauh 23 mil dari Amegakure.
Sebuah cahaya warna-warni berputar cepat membentuk sebuah kubah dengan diikuti aliran listrik di sekitar kubah cahaya tersebut. Setelah beberapa menit kubah cahaya itu lenyap lalu muncul seorang gadis remaja berambut hitam halus serta panjang, dilihat dari raut wajahnya gadis itu berumur sekitar 15 tahun dan tanpa tertutup sehelai benang sedikitpun.
Gadis itu menggumam "tubuhku jauh lebih muda dari sebelumnya dan semua pakaianku lenyap".
Karena keadaannya yang tak tertutup apapun, gadis itu merubah dirinya menjadi seekor anjing srigala bersayap lalu pergi menuju arah Amegakure.
Setelah sampai di Amegakure, ia bertemu dengan gadis berambut biru yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
….
"Siluman?" ucap Konan penasaran.
Anjing hitam itu lalu berubah menjadi seorang gadis cantik setinggi Konan, memiliki rambut hitam halus yang panjang hingga pinggang, mata hitam yang mempesona, dagu lancip dan bentuk wajah yang menawan.
Gadis berambut hitam itu sedang menghadap ke arah Konan dan tanpa menggunakan busana sedikitpun. Gadis itu menatap Konan dengan lembut sambil menutup bagian vitalnya dengan tangan.
Konan sangat terkejut melihat penampakan itu dan membuatnya diam sesaat lalu memulai bicara "kau manusia? Tadi kau memakai jurus henge?" tanya Konan.
Gadis itu hanya menggeleng karena tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Konan.
Melihat keadaan gadis yang tanpa busana di hadapannya, Konan langsung membuka jubah Akatsukinya untuk menutup tubuh gadis itu dan kemudian mengajaknya pulang menuju markas Pain.
Gadis itu lalu tersenyum manis terhadap Konan kemudian mengikutinya pergi ke markas Pain.
Jauh di tempat lain dan pada saat itu juga, di sebuah tempat yang bernama lembah Tengkorak sekaligus tempat persembunyian orang bertopeng orange dengan satu lubang di mata, anjing srigala bersayap kelelawar itu juga menemui orang bertopeng tersebut. Ada dua sosok anjing hitam saat ini, melakukan hal yang berbeda, di tempat yang berbeda dan di waktu yang sama dan yang jelas kedua anjing hitam itu adalah orang yang sama, orang yang bertemu dengan Konan.
Lembah Tengkorak.
"Siapa kau? Kenapa bisa kemari?" tanya orang bertopeng tersebut.
Sosok misterius itu masih tetap berbentuk anjing. "Apakah kau Uchiha Obito?" tanya anjing itu dengan suara wanita yang agak bass, datar dan seram.
"Kenapa kau tau namaku?" tanya Obito.
"Itu tidak penting, yang terpenting aku ingin berbisnis denganmu" ucap anjing itu.
"Bisnis?" tanya Obito.
"Aku punya musuh yang kuat di sini sementara kau juga memiliki ambisi untuk menciptakan dunia yang kau inginkan dengan menggunakan ilusi. Sebuah dunia yang damai seperti yang kau harapkan. Bisa dibilang tujuan kita hampir sama yaitu mencari siluman, kalau di sini itu disebut bijuu." ucap anjing itu.
"Kau tau banyak tentangku. Dan sepertinya kau tidak begitu berbahaya untukku. Apa usulmu?" tanya Obito yang tak menemukan kebohongan setelah melihat anjing itu dengan mata sharingannya.
"Aku hanya menginginkan satu dari mereka. Siluman Singa Putih, Shimma." ucap anjing itu.
Obito terkejut karena baru mengetahui kalau di dunia ini ada satu lagi bijuu. "Aku hanya mengetahui sembilan bijuu dan mustahil ada satu lagi, apa mungkin dia memiliki sepuluh ekor?".
"Siluman singa itu malah memiliki ekor srigala, bukan ekor singa. Dia raja siluman, dan dia sudah membantai semua clanku" ucap anjing itu. "Aku menemuimu untuk mengadakan kesepakatan" imbuhnya.
"Apa itu? Jika merugikanku aku tidak mau" ucap Obito.
"Bantu aku menangkap singa itu dan aku akan memberikan kekuatan yang tak terbatas kepadamu" ucap anjing itu. "Aku ingin sekali memakan roh singa itu agar aku abadi" imbuhnya.
"Baiklah kita sepakat. Dekat-dekat ini aku akan mulai bergabung dengan akatsuki, aku harap kau bisa bekerja sama" ucap Obito.
"Tenang saja, aku tak akan membocorkan identitasmu. Tapi ada orang lain yang mungkin tau tentangmu, seorang pemuda yang menyimpan siluman singa di dalam tubuhnya" ucap anjing itu.
"Jinchuuriki?" tanya Obito.
"Apalah itu yang jelas dia berbahaya untukmu" sahut anjing misterius itu.
"Kekuatan apa yang akan kau berikan kepadaku? Aku harap itu hebat" ucap Obito.
"Kekuatan yang abadi, kekuatan Dewa Penghancur" ucap anjing itu.
"Bisa kau buktikan?" tanya Obito.
"Jika kau ingin bukti, kau harus membayarnya dulu" ucap anjing itu.
"Kau ingin uang?" tanya Obito.
"Tidak, aku hanya ingin kau memberikan sedikit rohmu untukku" ucap anjing itu.
"Roh?" tanya Obito.
"Kau ingin kuat dan sukses dalam mencampai ambisimu kan? Jadi berikan sedikit rohmu dan itu tak akan membuatmu mati" ucap anjing itu.
"Baiklah dan ambil sedikit saja" ucap Obito.
"Hanya setetes saja sudah banyak" ucap anjing itu lalu menghembuskan asap hitam dari mulutnya kemudian masuk kedalam tubuh Obito lalu keluar lagi dan memutar disekitar tubuh Obito, sebagian kecil dari kepulan asap hitam itu kembali ke mulut anjing misterius itu dan sisanya masuk kembali ke tubuh Obito. Anjing itu puas begitu juga Obito yang seketika chakranya meningkat pesat hingga berlipat ganda.
"Ini… ini sungguh luarbiasa! Mwahahahaha!" Obito tertawa dengan bangga.
Di lain tempat, di markas Pain. Pain terkejut saat Konan membawa seorang gadis menemuinya.
"Diakah orang yang memiliki chakra besar itu?" Pain terlihat terkejut setelah melihat gadis yang dibawa oleh Konan.
"Sepertinya dia bukan orang jahat, aku menemukan dia tanpa busana" ucap Konan.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Pain.
Gadis itu menjawab "aku mendapati diriku sudah ada di dalam hutan dan tanpa busana lalu aku menuju desa ini dan bertemu dengan kakak cantik" ucap gadis itu lembut sambil memandang Konan.
"Jelaskan sebelumnya apa yang terjadi?" tanya Pain.
"Saat aku sendirian di rumah aku di serang oleh seseorang yang kuat, aku dibius dan selanjutnya aku tidak ingat. Hikz nasibku sangat buruk, mungkin aku telah diperkosa" ucap gadis itu sambil merunduk.
"Manusia memang seperti itu, mereka hanya ingin mencari kepuasan sepihak dan menindas orang lemah. Itu sebabnya aku ingin memberi mereka pelajaran tentang rasa sakit kemudian mereka akan belajar memahami satu sama lain dan dengan itu kedamaian akan tercipta. Kau berada di tempat yang tepat, kau akan aman di sini dan anggap saja kami ini keluargamu" ucap Pain yang merasa sangat prihatin dengan apa yang menimpa gadis itu.
"Terimakasih, kakak" ucap gadis itu.
"Jangan sungkan, mulai sekarang kita adalah keluarga" ucap Pain. "Konan, antar dia untuk mandi dan berikan pakain yang layak" ucap Pain lagi.
"Baik" sahut Konan. "Ayo ikut aku" ajak Konan kepada gadis itu. Konan mengajak gadis itu ke kamarnya untuk mandi dan ganti pakaian.
Setelah mereka sampai di kamar Konan, gadis itu bertanya "kenapa kakak itu langsung menerima aku menjadi keluarga, padahal kan baru bertemu?" tanya gadis itu polos.
"Itu karena dia sangat peduli dengan orang-orang yang tak mendapatkan keadilan" ucap Konan.
"Siapa nama kakak itu?" tanya gadis itu.
"Dia ketua Akatsuki, Pain." Ucap Konan.
"Hati kakak Pain sangat baik, tapi dia menyimpan kebencian yang besar dan juga sangat menderita" ucap gadis itu membuat Konan langsung terkejut.
"Bagaimana kau bisa tau?" tanya Konan.
"Aku mampu melihat kesedihan hati seseorang" ucap gadis itu.
"Jadi begitu ya" ucap Konan.
"Sudah sekian lama aku ingin memiliki keluarga, akhirnya di sini aku mendapatkannya. Terima kasih Kakak Cantik, karena telah mengijinkanku tinggal" ucap gadis itu lalu tersenyum manis kehadapan Konan.
Konan juga ikut tersenyum.
Sementara jauh di tempat lain, di sebuah penginapan tempat Jiraiya dan muridnya beristirahat, Fuga terlihat gelisah di tempat tidurnya.
Dug! Dug!
Detak jantung Fuga tiba-tiba berdetak kencang dua kali lalu ia merasa pusing.
"Kau kenapa, Fuga?" tanya Naruto yang sedang berbaring di kasurnya yang berada di samping kanan kasur Fuga.
Fuga lalu mengambil posisi duduk.
"Kau baik-baik saja?" tanya Sasuke yang berada di sisi kiri Fuga.
"Aku merasakan firasat buruk" ucap Fuga lalu secara tiba-tiba pandangan Fuga blank seketika kemudian tak sadarkan diri.
"Fuga! Kau kenapa? Fuga! Fuga!" pangil Naruto karena sangat cemas.
"Biar aku panggil guru" ucap Sasuke lalu bergegas.
Saat Fuga membuka mata, ia lalu menemukan dirinya telah berada di suatu tempat tanpa batas dan hanya ada hamparan tanah yang luas.
Tiba-tiba ada orang yang mendatangi Fuga dan orang itu sangat mirib dengannya hanya saja rambut orang itu berwarna hitam.
"Siapa kau?" tanya Fuga.
"Aku telah menungu lama kehadiranmu di sini, di sebuah ruang yang gelap di celah hatimu" ucap orang yang sama persis dengan Fuga itu.
"Jadi ini di dalam alam bawah sadarku" ucap Fuga.
"Lebih tepatnya di hatimu yang menyimpan penuh kebencian" ucap orang itu.
"Kau itu pasti sisi gelapku" ucap Fuga.
"Kau melupakanku, Fuga! Kau telah berubah, apa kau melupakan masa lalumu?" tanya sisi gelap Fuga.
"Aku sama sekali tak melupakannya. Kau tinggal saja di sini dengan tenang, suatu saat aku akan mengatasi kebencian ini" ucap Fuga.
"Heh! Kau terlalu naïf. Aku mau memberitaumu suatu hal bahwa iblis sudah datang" ucap Dark Fuga.
"Terimakasih atas informasinya, aku pergi dulu" ucap Fuga lalu kekbali ke dunia nyata.
Fuga tersadar lalu ia mendapati guru dan kedua temannya telah menunggunya siuman.
"Kau baik-baik saja, Fuga?" tanya Naruto.
"Aku baik-baik saja" sahut Fuga.
"Dua temanmu ini sangat menghawatirkanmu" ucap Jiraiya.
"Apa yang terjadi?" tanya Sasuke.
"Firasatku buruk, tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi" ucap Fuga.
"Itu pasti karena kau kurang istirahat-tebayo. Latihan kenjutsu tadi sudah masuk level tinggi dan pedangmu itu sangat berat, jadi beristirahatlah dulu, besok jangan latihan dulu-tebayo" ucap Naruto.
"Naruto benar, kau harus banyak istirahat" ucap Sasuke.
"Aku tak akan buang-buang waktu, lagipula besok adalah latihan tahap terakhir, aku tidak mungkin melewati ini. Aku baik-baik saja, Naruto" ucap Fuga.
"Besok latiahan level tertinggi, kalian harus segera istirahat" ucap Jiraiya.
Mereka bertiga lalu segera beristirahat mengingat besok adalah latihan final dalam seni Kenjutsu dan Ninjutsu.
Selama bertahun-tahun latihan, skill Naruto sudah meningkat pesat terutama dalam bidang taijutsu dan ninjutsu sementara dalam skill kenjutsu, Naruto masih dalam tahap penyempurnaan begitu juga kedua temannya.
Keesokan harinya, di sebuah hamparan padang rumput yang luas, di sebuah desa kecil yang masih dalam kawasan Iwagakure, Naruto dan kawan-kawan melakukan latihan tahap terakhir dan kini dalam pengawasan guru mereka.
Pertama, Naruto dan kawan-kawan latihan penyempurnaan tehnik kenjutsu yang diawasi langsung oleh Tomas.
Ting!
Trang!
Syang!
Sying!
Ting!
Suara pedang beradu.
Naruto dan Sasuke sedang mengadu kehalian mereka masing-masing sementara Fuga sedang asik tidur di ranting pohon apel yang berada jauh di pingir lapangan. Naruto dan Sasuke terlihat saling mendorong satu sama lain dengan mata pedang yang saling beradu.
"TEMEEE! Kau tak akan bisa mendorongku mundur" ucap Naruto.
"Jangan sombong dulu, Dobe! CIAAAAA!". Sasuke menambah tenaga untuk mendorong, ia juga menambah level element petir pada pedangnya.
"HYAAAAA!" Naruto juga bersemangat.
Setelah beberapa saat mengadu ketajaman pedang, mereka berdua lalu melompat jauh ke arah belakang masing-masing.
"TEME! Rasakan ini, Wave Flame!". Naruto mengayunkan pedangnya untuk menciptakan lima gelombang pisau api yang mengarah ke arah Sasuke dengan cepat.
Sasuke menghindar dengan cepat lalu ia mengaktifkan sharingannya dan membalas dengan 'Lightning Wave'. Naruto langsung menghilang dari tempatnya sehingga wave Sasuke hanya membentur tanah.
Naruto menggunakan 'Teleportasi Jutsu' lalu langsung berada di belakang Sasuke namun berhasil ditepis walau Sasuke terlambat satu detik untuk menepis tebasan dari Naruto.
"Kau sudah ada kemajuan juga, Sasuke"
"Heh!" Sasuke hanya mendengus.
Mereka kembali melompat jauh ke arah belakang masing-masing dan kembali mengadu pedang.
Seng!
Syang!
Sing!
Trang!
Ting!
Gerakan Naruto sangat cepat, ia dapat berpindah-pindah sesuka hatinya dengan jutsu teleportasinya dan membuat Sasuke kewalahan membaca gerakannya. Naruto dapat berpindah tempat secepat kilat ke suatu tempat asalkan di tempat tujuannya ia merasakan chakra yang sudah di kenalnya.
Walaupun sulit membaca gerakan Naruto, Sasuke mampu menepis serangan Naruto berkat mata sharingannya walau terlambat beberapa detik saat menepis.
Pedang mereka kembali beradu dan saling mendorong. Sasuke terlihat menepis dorongan pedang dari Naruto.
"Teme, kemajuanmu sudah lumayan. Kau sudah bisa menepis semua seranganku. Selamat, latihan tehnik kenjutsumu sudah lulus-tebayo" ucap Naruto.
"Heh" dengus Sasuke.
"Oi bocah kuning, yang berhak meluluskan itu adalah aku lagipula akulah guru yang mengajarkan tehnik kenjutsu pada kalian. Kau jangan sombong pirang!" ucap Tomas kesal.
"Maaf-tebayo" ucap Naruto.
"Ngomong-ngomong dimana si Silver?" tanya Tomas.
"Biar aku cari" ucap Naruto lalu menghilang dengan cepat lalu muncul di pohon apel Fuga.
Akibat Naruto muncul tiba-tiba di ranting bagian kiri ranting tempat Fuga bermimpi, mimpi Fuga langsung bersambung karena tersadar tiba-tiba kemudian jatuh ke tanah dari ketinggian satu meter.
"Haiyah…" keluh Fuga. ia lalu bangkit dan mengusap pantatnya yang kotor.
"Kenapa kau tidur saja di setiap latihan kenjutsu akhir-akhir ini, Fuga?" tanya Naruto.
"Aku sudah merasa cukup untuk mempelajari tehnik itu" ucap Fuga.
"Kalau begitu ayo kita adu skill kita dalam tehnik pedang-tebayo" ucap Naruto.
"Haiyah… baiklah, ayo ke tengah lapangan" ucap Fuga.
"Oke" Naruto langsung menghilang kemudian langsung muncul di samping Sasuke sementara Fuga masih berjalan santai.
"Kau terlalu sering muncul secara tiba-tiba, Dobe. Membuatku merasa risih" ucap Sasuke.
"Hehe" tawa Naruto ringan, "kenapa Fuga lama sekali ya?" tanya Naruto.
"Aku merasa dia semakin pelan akhir-akhir ini" ucap Sasuke.
12 menit kemudian Fuga akhirnya tiba di tengah lapangan.
"Kenapa baru nyampai, Fuga?" tanya Naruto.
"Aku tadi tersesat di jalan yang namanya kehidupan" ucap Fuga santai.
"Hah… jangan mengikuti gaya hidup Kakasi-sensei tebayo" ucap Naruto.
Sasuke hanya diam saja.
"Oi Silver, tunjukkan kemampuanmu" ucap Tomas.
"Haiyah, kau ini hewan kochiyoseku. Jangan cerewet" ucap Fuga.
"Aku ini yang mengajarimu tehnik kenjutsu tau" ucap Tomas.
"Naruto, ayo tanding" ucap Fuga.
"Oi kau, jangan mengacangi mastermu!" ucap Tomas.
"Huaaaaahem!" Fuga malah menguap membuat Tomas sweatdrop.
"Ayo bertanding, Fuga" ucap Naruto.
"Huaaahem…. Ayo lakukan" ucap Fuga.
Naruto sudah siap dengan Agni dan Ludranya sedangkan Fuga terlihat belum mengeluarkan Gokumonjinya dari sarungnya dan mata Fuga masih redup karena ngantuk.
Keduanya saling berhadapan dengan jarak 10 meter di antara mereka berdua.
"Aku akan mengalahkanmu-tebayo" ucap Naruto lalu lari cepat ke arah Fuga.
"Huaaahem…." Respon Fuga lalu menyiapkan pedang dan berjalan santai menuju arah Naruto.
Sying!
Syet!
Syet!
Hanya hitungan detik mereka berdua sudah saling membelakangi. Naruto tersenyum lebar dan di ujung pedangnya terderet lima kancing baju milik Fuga. "Bajumu terlepas, Fuga!" ucap Naruto bangga.
Fuga lalu menunjukkan satu kancing yang berada di ujung pedangnya kepada Naruto "Lihatlah, Huaahem…..".
"Kau hanya mendapat satu kancing-tebayo" ucap Naruto.
"Lepas!" ucap Fuga dan saat itu juga celana Naruto langsung terlepas.
"Heh!" Naruto berusaha sedikit lebih cool walau celanya sudah terlepas. "Untung di sini hanya ada laki-laki saja dan jika ada wanita, mereka semua pasti langsung luluh melihat kegantengan bagianku ini" ucap Naruto lalu tersenyum.
Sasuke hanya mendengus sedangkan Tomas mersa sangat bosan melihatnya.
"Ilmu pedang Dewa Tidur ciptaan Fuga memang tidak bisa diremehkan, walau gerakannya malas dan lambat ketepatan saat menyerang dan menepis sangat sempurna" ucap Sasuke.
"Baiklah kalian semua telah lulus" ucap Tomas, "kalau begitu aku pulang dulu" ucapnya lalu menghilang.
Setelah istirahat jam makan siang ketiga pemuda ini melanjutkan latihan untuk tehnik ninjutsu di lapangan itu juga dengan diawasi oleh Jiraiya.
"Sekarang kalian gabungkan kekuatan lalu lawan bunshinku" ucap Jiraiya "sementara aku akan mengawasi kalian dari sini" ucapnya lagi.
"Baik" sahut ketiganya.
Guru dan tiga muridnya telah berhadapan lalu pertandingan langsung dimulai.
Latihan Tahap terakhir.
Tiga pemuda itu membentuk formasi ciptaan mereka 'formasi yang diberi nama Te-Do-Ban oleh Jiraiya'. Jiraiya berkata kalau nama itu sangat cocok.
Te-Do-Ban (Teme Dobe Uban) adalah formasi berbentuk segitiga. Teme dan Uban berada di depan sedangkan Dobe berada di belakang membentuk sebuah garis segitiga. Teme dan Uban sebagai pengecoh sementara Dobe sebagai pengeksekusi.
Sasuke dan Fuga melancarkan serangan, menyerang bagian kanan dan kiri musuh dengan ninjutsu andalan masing-masing.
Sasuke menyerang terlebih dahulu dengan "Katon : Gokakyuu No Jutsu! (Fire style : Fireball Jutsu)"
Jiraiya berhasil menghindar dengan cepat, Fuga langsung menggunakan kesempatan untuk memukul "Lightning Fist!".
Jiraiya lagi-lagi berhasil menghindar dan dari arah belakangnya tiba-tiba Naruto memukul dengan "Double Rasengan Flame!". Jiraiya langsung lenyap karena hanya sebuah bunshin.
"Yosha… berhasil-tebayo!" ucap Naruto.
"Kalian jangan senang dulu" ucap Jiraiya lalu ia melakukan handseals.
"Kuchiyose no jutsu : Gamabunta!". Jiraiya memanggil katak raksasanya.
"Menggunakan hewan panggilan hah!" ucap Sasuke.
"Aku juga bisa-tebayo" ucap Naruto.
"Sekarang saatnya pertunjukan" ucap Fuga.
"Kuchiyose no jutsu : Phoenix! Degorah! Medusa!". Naruto spesialis mahluk mitologi memanggil mahluk andalannya.
Phoenix, burung api raksasa yang selulur tubuhnya diselimuti api yang abadi.
Degorah, anjing raksasa jenis helder berkepala tiga berelemen es.
Medusa, seorang wanita yang memiliki rambut ular dan memiliki kekuatan mistis pada matanya. Jika melihat matanya saat mengeluarkan cahaya merah dipastikan orang itu berubah menjadi batu.
Fuga juga memanggil beberapa hewan, "Kuchiyose no jutsu : Citah! Tigras!"
Citah, pelari tercepat di dunia suka mengenakan kimono berwarna merah dan bermotif awan.
Tigras, boss para hewan dari bukit harimau, penampilan sangar dengan membawa pedang besar di pungung dan mata kirinya tertutup kain hitam.
Sasuke juga ambil bagian, "Kuchiyose no jutsu : Shen Long!"
Shen long, Raja Naga laut timur. Sosok naga raksasa berwarna hijau tua yang memiliki nafas api.
…
"Apa-apan ini? Oi jiraiya, kau bercanda jika menyuruhku melawan mahluk-mahluk di depanku ini. Ini penindasan namanya" ucap Gamabunta.
"Kita kan belum bertarung" ucap Jiraiya yang berada di atas kepala Gamabunta.
"Tidak bisa, aku harus pergi dari tempat ini" ucap Gamabunta lalu menghilang begitu saja sehingga Jiraiya terjatuh ke tanah.
"Bagaimana sensei? Apakah sudah bisa bertarung?" tanya Sasuke.
"Aku akan mencoba kekuatan medusa pada, kakek tua mesum-tebayo!" ucap Naruto.
"Jangan sembarangan bodoh! Kau ingin membuat gurumu menjadi patung hah?" ucap Jiraiya sengit.
"Aku hanya bercanda-tebayo" ucap Naruto.
"Haiyah… jadi kita rugi mengeluarkan mereka ya" ucap Fuga.
"Kalian memang hebat, kalian semua telah lulus tapi kalian harus meperagakan jutsu terkuat kalian" ucap Jiraiya.
"Baiklah-tebayo". Naruto yang berada di atas punggung Phoenix lalu turun dengan jutsu teleportasinya.
Naruto merapal heanseals dan yang lainnya mingir ketempat yang sedikit jauh dari Naruto.
"Fire style : Fire Fox release! Kurama Bomb!". Naruto memuntahkan ratusan api berbentuk Kurama seukuran kucing. Fire Kurama bisa berlari sesuai kehendak Naruto dan meledak seperti geranat saat menyentuh target.
Ledakan itu menciptakan asap hitam tebal lalu mengepul di langit lalu Naruto mengunakan chakra Kurama kemudian melakukan heanseals lagi."Wind style : Wind Storm!", Naruto menghembuskan badai angin ke arah awan hitam tersebut kemudian ia membuat angin itu memutar awan sehingga menciptakan petir yang menyambar ke segala arah secara liar yang membuat lawan tak akan bisa kabur dari penjara petir buatan Naruto.
Clap! Clap!
Blar!
Gruduk!
Dar!
Der!
Suara petir menyambar.
Petir ciptaan Naruto menyambar tanah di sekitar ia berdiri dengan liar bahkan menyambar es yang sedang dimakan oleh Fuga. "Shit!" keluh Fuga.
"Bagaimana-tebayo?" tanya Naruto.
"Heh" Sasuke hanya mendengus.
"Sangat bagus, baiklah sekarang giliranmu Sasuke!" ucap Jiraiya.
"Baik" sahut Sasuke lalu ia memilih tempat yang pas untuk mengeluarkan jutsu element terhebatnya.
Sasuke melakukan heanseals. "Katon : Fire Dragon release!".Sasuke menembakkan beberapa bola api ke langit sehingga atmosfir menjadi hangat dan dengan alami menciptakan arus udara yang kuat naik kemudian selanjutnya menghasilkan awan tebal yang menciptakan petir. Sasuke kemudian menciptakan raikiri lalu menaikkan tangan ke langit untuk menarik petir yang lebih besar menuju sasarannya. "Kirin!". Petir raksasa berbentuk naga menyambar tanah hingga cekung.
Lagi-lagi es Fuga menjadi korban, Fuga menjatuhkan esnya karena getaran akibat sambaran petir milik Sasuke.
"Haiyah…" keluh Fuga.
"Wow keren Sasuke" ucap Naruto.
"Sekarang giliranmu, Fuga" ucap Jiraiya.
"Baiklah" sahut Fuga lalu mencari tempat yang pas untuk melancarkan jutsunya.
Fuga mencari tempat yak cocok untuk berpijak lalu ia segera melakukan headseals, "Fire style : Boma flame release! (api berwajah Oni)".Fuga menyemburkan puluhan api berwajah iblis dan mencari target sendiri sama seperti jutsu Fire Fox milik Naruto. Jutsu api Fuga juga meledak jika menyentuh target dan juga tercipta awan pekat, tapi Fuga menyelesaikan jutsunya begitu saja.
"Haiyah… cukup sampai di sini saja. Ayo kita pulang" ucap Fuga.
"Kenapa berhenti-tebayo?" tanya Naruto.
"Heh… Fuga memang seperti itu" ucap Sasuke.
"Baiklah, kelak kalian harus mengunakan kekuatan kalian untuk membela kebenaran. Sampai di sini saja aku mengajari kalian ninjutsu, selanjutnya kalian harus belajar sendiri" ucap Jiraiya, "Ayo pulang! Sebelumnya kita pergi kepemandian umum dulu" imbuhnya.
Di pemamdian umuh terdekat, Air Panas Alam Angsri.
Di pintu masuk pemandian, para wanita sedang ricuh histeris melihat tiga pria tampan yang mengunjungi pemandian tersebut.
"Kyaaaa! Cowok ganten!"
"Kyaaaa! Bule! Keren!"
"Kyaaa! Ganteng mancung!"
Para gadis berteriak histeris melihat ketiganya. Ada yang sengaja jatuh biar bisa dipeluk oleh Sasuke, ada yang mencuri kesempatan biar bisa megang tangan Naruto bahkan lebih parahnya ada yang memencet-mencet hidungnya Fuga.
"Haiyah… kenapa hidung lagi" ucap Fuga sambil hidungnya di pencet gadis cantik.
"Dasar wanita!" geruto Sasuke.
"Hai gadis-gadis, kami mau mandi dulu-tebayo. Tolong kasi jalan ya-tebayo" ucap Naruto.
Setelah 15 menit, mereka akhirnya lepas dari kerumunan para gadis dan siap untuk berendam di kolam.
"Haiyah… setelah mandi bawa kita langsung ke penginapan dengan jutsu teleportasimu, Naruto" ucap Fuga.
"Aku setuju dengan Fuga" ucap Sasuke yang berada di samping kiri Fuga yang berdiri di bibir kolam.
"Tenang saja-tebayo" ucap Naruto.
Mereka bertiga lalu berjebur bersama lalu menyelam sebentar.
Satu tahun kemudian.
Di pemandian Air Panas Alam Angsri, ketiga pemuda itu mandi untuk terakhir kalinya sebelum berangkat kembali ke konoha.
"Ayo cepat selesaikan mandinya, aku sudah tidak sabar melihat desa kelahiranku-tebayo" ucap Naruto.
"Haiyah… sabar sedikit, Naruto" ucap Fuga.
"Fuga benar" ucap Sasuke.
Setelah 15 menit mereka akhirnya selesai mandi, mereka lalu segera berangkat kembali Konoha bersama guru mereka, Jiraiya.
Butuh satu minggu untuk mereka menempuh perjalanan dari Iwakagure menuju Konoha dan pada saat pagi hari setelah seminggu akhirnya mereka sampai di gerbang Konoha, tapi yang terlihat baru sampai hanya Sasuke dan Fuga sementara Naruto dan Jiraiya entah kemana, padahal tadinya mereka berempat masih bersama.
"Kemana Naruto dan old man?" tanya Fuga.
"Entahlah, mungkin ada urusan lain" ucap Sasuke.
Penjaga gerbang yang melihat kedua pemuda itu langsung mengenal mereka lalu berita dengan cepat menyebar ke teman-teman mereka hingga ke Hokage sendiri.
"Jadi mereka sudah kembali ya" ucap tsunade setelah mendengar kabar dari salah satu anbunya.
"Mereka pasti telah banyak berubah" ucap Shizune.
"Kakasi, kau sambut mereka dulu" ucap Tsunade.
"Baik" sahut Kakasi lalu segera bergegas.
Dua pemuda gagah sedang berdiri di depan gerbang Konoha, mereka enggan masuk dulu, mereka memilih menunggu guru dan temannya terlebih dahulu.
Seorang pemuda berambut hitam gelap, memiliki poni yang membingkai wajahnya, rambut bagian belakangnya dicikrak. Berpakaian serba biru, mengenakan T-shirt biru dongker dengan kerah tinggi dan di bagian punggung terdapat gambar kipas merah sebagai lambang Uchiha, mengenakan celana jounin biru. Dari bergelangan hingga siku tangan mengenakan pelindung baja yang beratnya sampai setengah kilo di kedua tangannya. Mengenakan pelindung baja pada kedua betisnya dan memiliki berat yang sama dengan pelindung tangannya, mengenakan sepatu boot ninja berwarna biru dongker, menggunakan sabuk yang memiliki lebar 10 cm yang memiliki kepala sabuk berbentuk kepala ular yang besar dan terselip pedang yang memiliki berat total 2 kilo. Hitai-ate Konoha-nya diikat di lengan kirinya. Pemuda ini adalah Uchiha Sasuke, pewaris tunggal klan Uchiha.
Di sisi kanan Sasuke, berdiri pemuda berambut silver lurus seleher, 75% poninya menutup mata kanannya dan 25%membingkai wajah kirinya. Berpakaian serba merah padam, mengenakan jubah kulit berwarna merah padam tanpa di kancing dan bagian dalam jubah berwarna hitam dengan sibakan di bagian belakang dari bawah hingga pinggang. Sebelum jubah, pemuda ini hanya mengenakan baju armor ninja serta tergantung kalung perak berliontin batu ruby. Pada tangannya juga memakai pelindung seperti Sasuke, mengenakan celana kulit merah padam yang tak begitu ketat dan longgar serta mengenakan sepatu boot ninja berwarna merah padam yang bagian betisnya masuk ke dalam celana bagian bawahnya, di pinggang ia menggunakan sabuk tebal dengan kepala sabuknya berbentuk kepala oni. Di punggung pemuda ini terdapat pedang lurus yang berat totalnya mencapai 3.5 kilo, pemuda ini adalah Fuga Yadu. Fuga mengikat hitai-atenya pada lengan kanannya.
"Konoha masih tetap seperti dulu" ucap Fuga.
"Lihat, di tebing itu sudah dicetak muka Hokage yang baru" tunjuk Sasuke.
"Yo!" sapa Kakasi yang langsung berada di hadapan mereka.
"Kau masih saja tetap sama" ucap Fuga.
"Kalian sudah banyak berubah ya, ngomong-ngomong dimana Naruto?" tanya Kakasi.
Tiba-tiba Jiraiya dan Naruto muncul di belakang Fuga dan Sasuke, Naruto tiba dengan jurus teleportasinya. Naruto terlihat memebelakangi semuanya.
"Yo, sudah lama menunggu ya" ucap Jiraiya.
"Se-sensei?" Kakasi terlihat kebingungan karena melihat sosok Yondaime Hokage di hadapannya.
Naruto membelakangi semuanya, ia mengenakan jubah putih berlengan pendek bergambar api di bagian bawah serta di bagian punggung tertulis 'Uzumaki', di punggungnynya juga terdapat sebuah pedang lurus yang berat totalnya mencapai 3 kilo. Rambut pirangnya sekarang lebih panjang dari sebelumnya serta masih tetap jabrik, bergaya poni miring ke kiri namun matanya tak tertutup oleh poninya. Sebelum jubah, ia mengenakan baju kaos berlengan panjang berwarna biru serta mengenakan waistcoat tipis berkerah tinggi berwarna biru padam, mengenakan celana jounin berwarna hitam dan mengenakan sandal ninja hitam. Di bagian paha, terlilit kain putih untuk menyimpan sebuah belati ninja 'mirib belati tentara'. Hitai-atenya ia ikat di lengan kanannya serta di lengan kirinya tertempel lambang pusaran yang menandakan clan Uzumaki.
Naruto lalu berbalik menghadap Kakasi, "Yo, apa kabar Kakasi-sensei? Lama tidak berjumpa ya, sensei masih tetap sama seperti dulu" ucap Naruto.
"Kau sangat banyak berubah, Naruto. Kau sangat mirib dengan ayahmu" ucap Kakasi.
"Perubahan itu kan yang abadi, sensei" ucap Naruto.
"Yap, seperti itulah. Sekarang kau sudah menjadi pemuda yang gagah" ucap Kakasi.
"Jangan terus memuji Naruto, Kakasi" ucap Jiraiya, "aku membawa novel Icha Icha edisi terakhir untukmu, ambilah!" ucapnya lagi.
"Oh, baiklah" sahut Kakasi.
"Aku tidak tau apa isi novel itu. Haiyah aku penasaran juga" ucap Fuga.
"Benar kata Fuga" ucap Sasuke.
"Kalian tidak tau? Novel itu isinya yang mesum-mesum sama seperti penulis mesumnya-tebayo" ucap Naruto.
"Haiyah… aku kira tentang rahasia sebuah Negara" ucap Fuga.
"EEe.. kalian jangan salah, buku ini mencakup sebuah rahasia besar lo" ucap Jiraiya.
"Rahasianya berisi, rahasia gadis-gadis yang sering kau intip kan. Sudah ketahuan-tebayo" ucap Naruto.
"Hehe" Jiraiya hanya tertawa ringan.
"Sudahlah, kalian harus segera menemui Hokage" ucap Kakasi.
"Tapi aku sudah berjanji dengan seseorang-tebayo. Aku harus segera menemuinya dan mengajaknya makan ramen ichiraku yang sudah lama tak aku cicipi" ucap Naruto.
"Aku juga ingin makan ramen" ucap Fuga.
Semtara Sasuke hanya diam saja.
"Baiklah, tapi jangan lama-lama" ucap Kakasi.
"Kalau begitu sampai jumpa di tempat Hokage, Kakasi-sensei" ucap Naruto lalu pergi untuk berkeliling Konoha terlebih dahulu bersama dua temannya.
To be continued.
Silahkan review mengenai ceritanya ya-tebayo!
