Because Of My Brother's Fault

Kyuhyun, Jongin, Kibum

Sehun, Siwon

Huffffff!

Lo semua boleh ikut menghirup nafas panjang bareng gue sekarang, lalu menghembuskannya panjang juga diakhir chap ini!

Selamat membaca!

Lawan Imbang

Jongin dan Dasom bangun pagi-pagi seperti yang diperintahkan Kyuhyun sore kemarin. Mereka mau ikut senam yang diadakan panitia kemah. Jongin dan Dasom sudah siap tapi Kyuhyun, Sehun dan Kibum belum muncul. Dasom dan Jongin berniat membangunkan mereka, siapa tahu semalam mereka tidur larut hingga tak bisa bangun pagi ini. Ketika keduanya sampai di tenda Kyuhyun, Sehun ternyata sudah siap, tapi Kyuhyun masih terlihat meringkuk di dalam tenda.

"Kyuhyun hyung tak mau bangun?", adu Sehun pada keduanya.

"Hyung, katanya kau mau mengajak kami senam. Senamnya hampir mulai", kata Jongin yang agak-agak sebal dengan Kyuhyun. "Hyung!"

"Ck, kalian ini berisik sekali!", tegur Kyuhyun yang sebenarnya juga sudah bangun. "Kalian pergi duluan kan bisa"

"Iya, tapi kau ketua kita. Kita berangkat sama-sama saja"

"Justru karena aku ketua, kuperintahkan kalian pergi duluan!". Jongin, Sehun dan Dasom cuma adu pandang. "Cepat pergi sana!"

"Iya, iya kita pergi. Tapi Kibum mana?". Memang seharusnya Kibum ada di tenda itu, patut kalau Dasom menanyakannya.

"Bukankah Kibum hyung tidur dengan kalian?", tanya balik Sehun.

"Kau ini bagaimana, ini kan tendanya Kibum, Hun. Tentu dia tidur dengan kalian lah!"

"Semalam kusuruh dia tidur dengan kalian!"

Dasom dan Sehun tidak mengerti dimana Kibum tidur semalam. Kalau tidak tidur dengan Kyuhyun dan Sehun, tidak tidur juga di tenda Jongin dan Dasom, lalu dimana dia sekarang?

"Hyung, kau tahu dimana Kibum hyung?", tanya Jongin kepada Kyuhyun yang kembali meringkuk dalam selimutnya.

"Mana kutahu. Kau pikir aku istrinya apa?", jawab Kyuhyun kasar.

"Kau memang istrinya, Hyung". Kyuhyun ingat statusnya itu, tapi untuk sekarang Kyuhyun tak ingin menyebut dirinya istri Kibum. "Dimana dia?"

"Aku tak tahu. Dimakan setan mungkin, atau sengaja mengumpankan diri biar dimakan setan", jawab Kyuhyun ketus. "Cepat pergi sana!"

Kyuhyun kenapa? Sebelum berangkat tidur dia dalam keadaan baik. Bangun kali ini dia berubah aneh tanpa sebab. Kyuhyun memang suka menyuruh-nyuruh, tapi biasanya tanpa membentak-bentak. Kyuhyun memerintah dengan ancaman, bukan bentakan kasar seperti ini.

"Jadi kau tak ikut senam?", tanya Jongin lagi.

"Kubilang cepat pergi, pergi sana. Jangan banyak tanya!"

Jongin, Sehun dan Dasom akhirnya pergi. Sebodoh Kyuhyun mau melakukan apa. Toh tak ada Kyuhyun keadaan jadi makin baik. Mereka bisa melakukan kegiatan semau mereka. Sehun ingin jelajah hutan. Jongin ikut jelajah hutan juga meng-copy kegiatan Sehun, ditambah main game perkemahan dengan anak-anak lain. Dasom ingin mengikuti masak memasak ala pramuka. Semuanya bisa mereka lakukan kalau tak ada Kyuhyun.

Tengah hari, setelah semua peserta diistirahatkan dari segala kegiatan, Kyuhyun baru muncul dan bergabung dengan yang lain. Dilihat dari penampilannya yang bersih dan sedikit basah, Kyuhyun pasti baru mandi.

"Kau dari mana, Hyung?", tanya Jongin.

"Dari tenda", jawabnya singkat.

"Iya, kita juga tahu itu. Maksudku dari tadi kau tak terlihat, kemana saja?"

"Di tenda", jawabnya singkat juga.

"Tuan, Kibum kemana ya. Aku juga tak melihatnya", kali ini giliran Dasom angkat bicara.

"Kau tanya padaku, aku tanya pada siapa?"

"Dia kan suamimu"

"Lalu?", tanya balik Kyuhyun. "Aku harus tahu kemana saja dia pergi, begitu?"

"Tidak juga. Tapi apa kau tak khawatir?"

"Kalau dia tak mengkhawatirkan kita, untuk apa kita mengkhawatirkannya"

Kyuhyun benar-benar aneh hari ini. Jongin tak merasa Kyuhyun pernah bersikap sedemikian selama mereka bersama dari kecil. Dasom juga tak bisa mengetahui penyebab majikannya jadi berubah. Beda dengan Sehun, apa iya itu karena semalam dia mengusir Kibum dari tendanya? Tapi saat Kibum pergi, Kyuhyun tak menanggapi apapun. Bahkan saat mereka ngobrol, Kyuhyun masih dalam keadaan baik-baik saja. Apa Kyuhyun yang ada dihadapannya sekarang, bukan Kyuhyun yang kemarin-kemarin ya?

"Hyung, kau bertengkar dengan Kibum hyung?"

Kyuhyun tak segera menjawab, tapi akhirnya dia bilang tidak. Karena jawaban Kyuhyun terdengar ragu-ragu, akhirnya mereka menyimpulkan memang ada pertengkaran antara Kyuhyun dan Kibum. Yang jadi masalah sekarang, kapan mereka bertengkar, sedangkan Sehun sendiri tahu Kyuhyun dalam keadaan baik saat Kibum meninggalkan tenda.

"Memang masalah apa yang kalian ributkan?", tanya Sehun sedikit khawatir. Memang kalau siang begini Sehun tak butuh Kyuhyun, tapi kalau malam dia sering resah kalau tak tidur dekat dengan Kyuhyun. "Siapa tahu kita bisa bantu, Hyung"

"Aku tadi bilang tidak. Berarti memang tak ada masalah antaraku dengan Kibum"

"Tapi kau terlihat benci sekali kalau kita tanya soal Kibum hyung"

"Kalian ini, susah diajak bicara. Memangnya aku tak boleh betingkah semauku seperti yang kalian lakukan", omel Kyuhyun. "Kalau aku menjawab dengan ketus, kalau aku tak mengetahui keberadaan Kibum, lalu aku harus ada masalah dengannya?"

"Tapi kau tak perlu mengomel juga kalau tak mau menjawab peranyaan kami", bela Jongin.

"Terserah aku!", jawabnya lagi-lagi ketus. "Malas bicara dengan kalian. Lebih baik aku makan saja!"

Kyuhyun baru bergabung, sekarang pergi lagi cuma gara-gara tak cocok dengan pembicaraan mereka. Itu bukan Kyuhyun. Pasti ada sesuatu yang mengganggu atau mengambil alih kendali badan Kyuhyun. Jangan-jangan penghuni hutan semalam datang lalu merasuki Kyuhyun?

Ketiganya menyusul Kyuhyun di tempat makan, mereka ikut makan juga dengan Kyuhyun. Disitulah mereka baru ketemu dengan Kibum. Kibum sedang akan mengambil makanan berlawanan arah dengan pergerakan Kyuhyun. Ketika mereka sudah sama-sama dekat, Kyuhyun tiba-tiba menghindari berpapasan dengan Kibum. Bahkan ketika Kibum akan bergabung dengan Kyuhyun dan yang lainnya, Kyuhyun langsung pergi begitu saja.

"Kibum, kau bertengkar dengan Tuan Kyu?". Kibum menggeleng. "Kenapa dia menghindarimu?"

"Iya, Kyuhyun hyung juga tak mau menjawab pertanyaan kami seputar dirimu, Hyung", adu Jongin pula.

"Kau benar-benar tak bertengkar dengan Kyuhyun hyung, kan?", tanya ulang Sehun.

"Tidak"

Kibum juga bingung. Kenapa Kyuhyun seperti itu? Menghindarinya dan tak mau menjawab sesuatu yang berkaitan dengannya. Seingat Kibum, mereka tak bertengkar sama sekali. Kemarin sore Kibum masih menurut terus dengan apa yang Kyuhyun katakan, termasuk waktu diusir oleh Sehun.

"Semalam kau kemana, Hyung?", tanya Sehun.

"Hah?". Kibum sedikit grogi kalau ditanya soal semalam. Semalam dia menginap di tendanya Donghae. Dia ingin meniduri namja itu, tapi ditolak. Duh, Kibum benar-benar tak mau mengingat itu lagi. "Aku menginap di tenda panitia"

"Jangan-jangan Kyuhyun hyung marah gara-gara itu"

"Maksudnya?"

"Aku menyuruhmu tidur dengan Kai dan Dasom, kenapa kau tak menginap disitu?"

"Semalam aku bertemu seorang petugas jaga, dia mengajakku berjalan-jalan sekaligus memeriksa keamanan perkemahan. Setelah itu dia menawarkan padaku untuk tidur di tenda panitia"

"Mungkin Kyuhyun hyung tahu kau menginap disana. Kau tak minta ijin padanya, makanya dia marah", terang Jongin yang langsung membuat Kibum was was.

Kalau Kyuhyun marah karena dia mengetahui kemana Kibum pergi semalam, akan jadi sangat rumit ceritanya. Kibum cuma takut Kyuhyun dan Donghae bertengkar. Membayangkan keduanya bertengkar karena dirinya itu tidak mengenakkan. Apa kata orang kalau tahu Kibum tidur dengan teman istrinya? Walau tak melakukan apapun, tetap saja hal itu tabu. Untuk ukuran namja yang sudah menikah lalu ketahuan tidur dengan sahabat istrinya, adalah kesalahan terburuk dalam sejarah. Kibum tak mau ketahuan soal itu.

Ok, Kibum perlu berpikir positif. Bisa jadi Kyuhyun marah karena hal lain. Soal semalam Kibum tak memeluknya saat tidur, bisa jadi penyebab juga. Siapa tahu Kyuhyun menyukai tidur dengannya. Lalu karena semalam Kibum tak menemaninya dan memeluknya saat tidur, Kyuhyun jadi merindukannya dan akhirnya kecewa seperti sekarang.

"Aku akan tanya dia nanti. Kalau memang itu permasalahannya, aku akan minta maaf padanya"

"Iya Hyung. Walaupun kita tak suka Kyuhyun hyung karena suka memerintah, tapi kita lebih tak suka lagi kalau Kyuhyun hyung mengacuhkan kita"

Jongin dan Dasom setuju dengan Sehun. Kyuhyun walaupun cerewet dan galak, mau menang sendiri, tetap saja dialah sumber penghidupan Jongin dan Dasom.

Lil' Bro

"Kyu!", panggil Kibum yang terus mengekor Kyuhyun. "Kyuhyun!"

"Jangan mengikutiku!"

Hari cepat sekali menjadi malam, tapi Kibum masih belum bisa mendekati Kyuhyun. Ketika dia mendekat, Kyuhyun menjauh. Ketika Kibum berusaha mencegah perginya Kyuhyun, Kibum dibentak Kyuhyun. Kyuhyun tak mau bicara, berdekatan dan juga tak mau disentuh Kibum. Sampai sekarangpun tak tahu apa penyebab Kyuhyun menjadi seperti ini.

"Apa salahku?"

"Salahmu adalah mengikutiku"

"Lalu kenapa aku tak boleh mengikutimu?"

"Karena aku tak suka kau ikuti"

Kibum terpaksa menarik pergelangan Kyuhyun dan menghentikan langkah Kyuhyun saat itu juga.

"Ku bilang jangan sentuh aku!"

"Aku tak akan menyentuhmu kalau kau mau diam disini dan menjelaskan ada apa denganmu hari ini?"

"Lepaskan aku!", perintah Kyuhyun sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman Kibum. "Kubilang lepas, Kibum!", perintahnya lagi.

"Kalau kau mau menjelaskan sesuatu padaku"

"Aku tak perlu menjelaskan apapun. Aku cuma tak mau kau sentuh", kata Kyuhyun sambil menarik tangannya lepas dari Kibum. "Aku cuma tak mau kau sentuh!", ulangnya.

Kyuhyun terlihat mantap mengatakan itu, tapi dibalik kemantapan kata-katanya, Kibum merasakan keraguan. Kyuhyun terlihat sangat sakit. Ada apa dengan Kyuhyun, apa yang salah dari istrinya itu? Apa Kyuhyun telah sadar kalau menikah dengan Kibum cuma sekedar kedok jadi Kyuhyun tak mau lagi berperan jadi suami istri seperti biasanya? Walau pernikahan mereka cuma untuk melindungi masa depan Jongin dan Sehun, harusnya Kyuhyun membicarakan baik-baik kalau memang dia tak mau berdekatan dengan Kibum. Kibum pasti akan mengerti, tidak perlu melakukan hal seperti ini juga.

"Katakan saja apa yang kau inginkan, tak perlu bersikap seperti ini", kata Kibum berniat berbaikan dengan Kyuhyun. "Bukankah aku selalu mengiyai apa yang kau minta, jadi seribu kali lagi kau mintapun tetap akan ku iyai"

Kyuhyun melengos sejenak medengar penuturan Kibum. Dia kemudian melangkah lagi.

"Kyu!". Sekali lagi Kibum mencekali pergelangan Kyuhyun.

"Aku sudah bilang jangan sentuh aku! Aku tidak mau kau sentuh!", katanya lebih keras tapi tak menyerupai teriakan. Kyuhyun masih sadar kalau sekarang mereka sedang ada di perkemahan. Membuat keributan cuma akan memperpanjang masalah, jadi dia menolak Kibum tanpa perlu berteriak.

"Ok ok!", janji Kibum. "Aku tak akan menyentuhmu. Tapi jelaskan kenapa?"

"Tak ada penjelasan apapun!"

Kibum menarik Kyuhyun mendekat padanya. Dia bermaksud merengkuh Kyuhyun, tapi Kyuhyun terus berontak.

"Kalau kau tak menjelaskan apapun, bagaimana aku bisa tahu kesalahanku? Kalau kau tak menjelaskan apapun berarti aku tak punya salah. Kenapa kau tak mau kusentuh, kau harus punya alasan"

Plaaakkkk!

Kyuhyun berhasil meloloskan diri lalu menghadiahkan sebuah tamparan itu pada Kibum.

"Salah atau tidak, aku tetap tak suka kau sentuh.", katanya lirih, lirih sekali hingga hanya Kibum yang mendengarnya. "Jangan ikuti aku lagi. Jangan bicara denganku lagi, dan jangan coba-coba menyentuhku lagi. Aku tak ingin kau sentuh mulai sekarang dan selamanya!". Kyuhyun memperingatkan lebih keras hingga Jongin, Sehun dan Dasom yang menguntit mereka sedari tadi ikut merasakan kebingungan Kibum.

Kenapa? Cuma itu pertanyaannya. Kyuhyun tak menjawab, tak mau menjawab lebih tepatnya. Dia hanya berlalu begitu saja, membiarkan Kibum terpaku sambil mengoreksi apa yang salah pada dirinya.

"Hyung, maaf!", kata Jongin sambil mendatangi Kibum bersama kawanannya.

"Itu bukan salahmu"

"Apa karena aku?", tanya Sehun yang malam begini sudah mulai bertranformasi jadi Sehun yang melow. "Aku minta maaf, Hyung!", pinta Sehun sambil memeluk Kibum.

"Kenapa kau jadi ikut minta maaf padaku?"

Kibum tak sedang marah pada siapapun sekarang ini. Ditampar Kyuhyun, dia juga tak merasakan sakit, kejatuhan ban motor beserta velg-nya di bengkel malah jauh lebih sakit dari ini. Dan karena tamparan barusan tak berarti apa-apa, berarti juga Kibum tak menyerah mencari jawaban atas penolakan Kyuhyun padanya.

"Hyung, nanti malam kita bisa tidur bertiga. Kyuhyun hyung pasti tak akan marah kalau kau ikut tidur bersama kami", kata Sehun yang masih memeluk tubuh besar hyung-nya.

"Tapi kau tak perlu memelukku juga", tolak Kibum sambil melepaskan Sehun darinya. "Kau sadar tidak, kau ini jadi kekanakan di malam hari begini?"

"Itu karena anak Kyuhyun hyung di perutku. Dan kau harus ingat Hyung, anak Kyuhyun hyung itu anakmu juga". Kata Sehun menegaskan kalau Kibum perlu maklum dengan keadaannya sekarang. "Aku mau kau peluk!", katanya sambil memeluk Kibum lagi.

Pelukan saudara, pelukan sahabat dan pelukan rekan, Kibum bisa maklum. Kalau pelukan Sehun kali ini, Kibum malah jijik. Dia dipeluk seperti kekasih, oleh adikkya sendiri pula. Kalau ada orang sekitar sampai tahu, Kibum kan malu. Dasom dan Jongin yang sudah tahu sifatnya Sehun berubah siang malamnya, masih tak bisa menerima dengan benar sifat manjanya Sehun itu.

"Kai!"

"Siap, Hyung!"

"Kau tak ada pekerjaan setelah ini?"

"Tak ada. Kenapa?", Jongin siap sedia semua yang ditugaskan padanya. Dia berjanji jadi agen yang baik untuk Kibum dan Kyuhyun. Sebagai ganti pengorbanan keduanya yang telah menyelamatkan masa depannya. "Apa yang bisa kulakukan?"

"Kemari dan gantikan tempatku!"

Tempat mana? Dipeluk Sehunkah?

"Hun, kau peluk Kai saja!"

Jongin sudah mendekat pada keduanya. Menunggu Kibum melepaskan pelukan Sehun dan mengoper Sehun padanya, Jongin bergemin di sebelah mereka.

"Sehun, kau peluk Kai dulu!"

"Tidak mau!"

Kibum merenggangkan tangan Sehun, membuatnya terlepas dari tubuhnya. Kibum lalu menarik Sehun dan menempelkannya pada Jongin sambil masih memeganginya. Sehun berontak sampai-sampai berteriak-teriak seperti orang disiksa saja.

"Hyung, kau tak mengerti penderitaanku. Aku diperkosa olehnya, tapi kenapa kau menempelkan aku padanya?", protes Sehun.

"Aku sudah bilang tak sengaja, Hun", bela Jongin yang sekarang dalam keadan bergeming. Dia ditempeli Sehun dan dipeganggi Kibum.

"Kau dengar, Hun. Kai tidak sengaja!"

"Tidak mungkin, Hyung. Dia sengaja!", tuduh Sehun. "Lepaskan aku. Aku tak mau bersentuhan dengannya!". Ini seperti permintaan Kyuhyun tadi. Kalau Kyuhyun tak mau bersentuhan dengan Kibum, Sehun tak mau bersentuhan dengan Jongin. "Aku alergi Kai, Hyung", pinta Sehun sambil memohon dilepaskan dari pegangan Kibum.

"Baiklah anggap Kai memang sengaja memperkosamu, tapi kenapa kau tak menolak?". Pertanyaan Kibum sebenarnya aneh, yang namanya diperkosa jelas-jelas selalu berunsur paksaan.

"Aku tak tahu. Aku tak ingat"

"Kau mau-mau saja ditiduri olehnya. Jangan pura-pura lupa!"

"Aku tak ingat betulan, Hyung. Kai pasti membuatku lupa waktu itu"

Kai menyengir. Dia sendiri tak ingat telah melakukan itu dengan Sehun. Dia cuma ingat bagian akhir yang tiba-tiba dia telanjang dengan Sehun di tenda yang sama. Ngomong-ngomong soal tenda, mereka sekarang ada di acara yang sama walau tempatnya berbeda. Mereka sedang berkemah, seperti waktu itu. Jangan-jangan ini salah satu alasan Sehun tak ingin tidur setenda dengan Jongin. Sehun mungkin teringat kejadian yang mengakibatkan persoalan ini terjadi.

"Iya-iya mungkin Kai memang membuatmu lupa kejadian waktu kalian berhubungan intim". Sehun dan Jongin agak risih saat mendengar Kibum menyebut kejadian waktu itu sebagai hubungan intim. Kibum memang sudah dewasa, dia tak merasa tabu dengan istilah seperti itu, tapi adik-adik mereka jelas merasa sedikit tidak nyaman. "Tapi untuk saat ini, ikutlah dengan Kai dulu, aku ada urusan dengan Kyuhyun"

"Aku mau tidur dengan Kyuhyun hyung", pintanya sambil masih berontak dan mendorong tubuh Jongin agar tak bersentuhan dengan tubuhnya.

"Kalau Kyuhyun masih marah begitu memangnya dia mau tidur denganmu?"

"Hun, kau ikut aku dulu. Kalau Kyuhyun hyung sudah tak marah lagi, kau bisa tidur dengannya"

"Aku alergi padamu!", tolak Sehun.

"Kan ada aku, Hun!", kata Dasom sambil menunjuk diri sendiri.

Dasom lagi-lagi harus ambil peran dalam masalah majikannya. Kali ini Dasom menjelaskan soal Kyuhyun yang kalau marah sipapun tak bisa menyentuhnya. Bukan hanya menyentuhnya, dekat dengan Kyuhyun saja tak mungkin bisa. Kalau Sehun memaksa tidur dengan Kyuhyun, apa yang akan dilakukan Kyuhyun untuk mengenyahkah Sehun nanti?

Dasarnya Sehun kalau malam bertransformasi jadi sesuatu yang manja dan melow, Sehun jadi takut mendengar Dasom bercerita sebegitu seram. Masak iya Kyuhyun bisa jadi jahat dan suka main kasar kalau sedang marah? Sehun percaya begitu saja omongan Dasom, kemudian dengan terpaksa ikut apa kata Dasom. Dia mau tidur dengan Dasom, dan menyuruh Kibum secepatnya menyelesaikan malasah dengan Kyuhyun, agar dia bisa tidur dengan Kyuhyun lagi.

Sehun sudah dilepaskan Kibum tapi bukannya mau dengan Jongin dia berpindah dan merangkul Dasom. Dia kan bilang alergi Jongin, Dasom sajalah sebagai ganti Kyuhyun dan Kibum.

"Hyung, cepat buat Kyuhyun hyung tak marah lagi!", perintah Sehun yang sekarang kuat-kuat melingkarkan tangannya ke leher Dasom.

"Berdoa saja!"

Setelahnya Kibum menyusul perginya Kyuhyun. Sehun juga digiring Dasom ke tendanya. Sedangkan Jongin masih bergeming di tempat awal. Dia sedang merenungi nasibnya. Jongin mungkin memang salah, tapi dia sudah minta maaf, hanya saja Sehun tak segera memaafkannya. Jongin cuma ingin berteman lagi dengan Sehun, bisa terus bicara dengannya walau jarang sekali ditanggapi. Yang terpenting bagi Jongin adalah ketika dia tidak dijauhi siapapun, termasuk Sehun.

Lil' Bro

Sehun sedang berbicara dengan Dasom dalam tenda saat Jongin masuk. Ketika Jongin ikut merebah di samping Sehun, Sehun buru-buru menggeser tubuhnya lebih mendekat pada Dasom. Dia tidak mau dekat dengan Jongin.

"Hun, kenapa kau anti sekali dengan Kai?", tanya Dasom yang penasaran.

"Dia memperkosaku", jawabnya lirih tapi bisa terdengar oleh Jongin juga.

"Kai sudah bilang tak sengaja. Iya kan, Kai?". Jongin mengangguk.

"Aku tak sadar, Hun. Sama dengan dirimu. Aku juga tak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi"

Kan pangkalnya dari jus jeruk milik Siwon, jadi Jongin tak sepenuhnya salah. Bahkan bisa dikatakan dia tak salah.

"Jangan menyangkal!", bentak Sehun.

Sehun akan memukul Jongin, tapi Dasom segera mencekali tangannya. Ternyata Sehun di malam hari kebalikan dari Sehun siang hari. Sehun biasanya acuh dan tak banyak omong, tapi sekarang hampir mirip Kyuhyun cerewetnya. Selain manja dan melow, dia juga kasar. Kalau yang merubah Sehun itu adalah bayi yang dikandungnya sekarang, berarti itu juga termasuk salah Jongin. Seumpama dulu Dasom tahu akhirannya seperti ini, dia akan minta Jongin membawa pengaman. Kan banyak pengaman yang sering Dasom jumpai di laci meja kamarnya Kyuhyun. Dia bisa mengambilkan satu dua buah untuk dibawa Jongin ke tempat kempingnya. Kalau Jongin meniduri Sehun pakai pengaman, Sehun tak akan hamil dan jadi seperti sekarang.

"Tunggu dulu, Hun. Aku adakan investigasi pada kalian". Dasom bersiap mengatur suara. "Kalian berdua mengaku tak sadar saat kejadian itu berlangsung. Tapi apa kalian masih ingat hal terakhir yang kalian lakukan sebelum tak sadar itu?"

"Aku tidak ingat", jawab Sehun cepat. Dia kan tak ingin membahas soal perkosaan yang dialaminya.

"Kita ngobrol di tenda yang sama dengan teman-temanku", jawab Jongin. Yang memang masih ingat kejadian mereka ngobrol.

"Apa ada orang lain yang datang saat itu?"

Siapa tahu ada orang yang sengaja menghipnotis mereka lalu memberi sugesti agar Jongin memperkosa Sehun. Ya memang bukan hal yang wajar penghipnotis melakukan hal demikian, tapi bisa jadi itu terjadi.

"Aku tidak tahu", jawab Sehun.

"Seingatku tidak ada. Cuma ada kami berenam saat itu"

"Apa kalian makan atau minum sesuatu?"

"Aku tak makan dan tak minum". Ikut bicara dengan Jongin cs saja tidak. Sehun cuma duduk bersama mereka tanpa melakukan apapun.

"Ada camilan dan jus yang waktu itu kau berikan padaku. Ada kue-kue yang dibawa oleh Chanyeol dan snack keju yang dibeli Chen sebelum kita berangkat kemah"

"Dan kau makan yang mana saja?"

"Aku makan semua"

"Bagaimana dengan teman-temanmu?"

"Mereka juga makan semuanya, kecuali Sehun"

Sehun memang tak makan apapun. Tapi dia ikut minum jus jeruk dari Jongin. Jongin dan Sehun ingat soal itu. Jongin juga tahu awal mula dia tak ingat karena jus itu, hanya saja dia tak mau membongkar masalah jus berisi obat perangsang di depan Sehun. Kalau Sehun tahu jelas Sehun akan menuduhnya sengaja memberi jus berisi obat perangsang padanya.

"Setelah itu apa lagi yang kalian lakukan?"

"Aku tak ingat", jawab Sehun lagi. Ingat atau tidak, Sehun tidak akan mengaku. Dia tak mau dikorek-korek di depan Jongin.

"Aku ingat Chanyeol pergi ke toilet. Lalu Luhan juga ke toilet. Kemudian Tao dan Chen juga ke toilet. Setelah itu aku tak ingat lagi"

Aneh. Tidak ada hal yang mencurigakan hasil dari invertigasi Dasom. Lalu bagaimana bisa Jongin dan sehun bisa tak sadar tidur bareng tanpa ada teman-temannya yang tahu? Apa jangan-jangan investigasinya Dasom ada yang terlewat? Atau ada mahkluk dunia lain yang merasuki Jongin dan Sehun kala itu? Tapi masak iya ada mahkluk kasat mata yang ingin bersenggama dengan meminjam raga keduanya?

"Ini pertanyaan terakhir. Biasanya walau orang tertidur pulas masih bisa merasakan ada sesuatu yang terjadi saat dia tidur. Contohnya rasa gatal digigit nyamuk, atau capek miring terus lalu merubah posisi tidur. Bagaimana dengan kalian?"

"Aku bilang aku tak ingat apapun!"

"Aku juga tak ingat!"

"Rasa gatal-gatal?", keduanya menggeleng. "Rasa kebas tidur salah posisi?", keduanya masih menggeleng. "Kalau rasa geli-geli?", kali ini cuma Jongin yang menggeleng. Selang beberapa saat baru Sehun ikut menggeleng.

"Sudahlah tidak usah investigasi-investigasi lagi. Aku mau tidur", kata Sehun sambil miring dan segera memeluk Dasom.

Gelengan terakhir Sehun tadi mencurigakan. Jangan-jangan Sehun ingat bagian geli-geli itu? Bagian geli-geli bisa berarti saat mereka sedang aktif berhubungan, atau ada geli-geli lainnya. Belum juga pukul sepuluh malam dan Sehun sudah pamitan ingin tidur. Tidak seperti malam kemarin, Sehun pamit dan pindah ke tenda Kyuhyun hampir tengah malam. Jadi makin bertambah saja kecurigaan soal ini.

"Hun!", bisik Dasom tepat di telinga Sehun. "Sebenarnya kau ingat saat sedang berhubungan dengan Kai, kan?"

Sehun terkejut, tapi dia tetap menanggapinya dengan gelengan.

"Kau boleh jujur padaku, aku tak akan beritahu siapapun", bisik Dasom lagi. "Aku paham perasaanmu soal ini, jadi kalau kau beritahu aku, aku bisa membantumu"

Sehun menghela nafas panjang, pertanda sesuatu yang disembunyikannya memang telah diketahui Dasom. Sekarang berbohong juga percuma. Dari pada Dasom salah tangkap lebih baik Sehun jujur. Tidak semua yang diketahui Dasom bisa jadi benar. Kalau Sehun menerangkan semuanya dengan jelas, Dasom tak akan salah paham padanya.

"Sedikit, tapi tak begitu jelas. Aku benar-benar tak tahu apa yang terjadi", terangnya membuat Dasom manggut manggut tanda mengerti.

Sehun menyembunyikan mukanya di tubuh Dasom. Dia hanya tak mau Dasom melihat mukanya ketika mengatakan kalimat tadi. Sehun sudah tidak berbohong, tapi dia tidak begitu komplit menjelaskannya. Sehun memang merasakan sedikit geli-geli dikala dia tak sadar itu. Tapi ada sedikit gatal-gatal juga. Dia juga merasa kebas dan kesemutan, lalu yang paling dia ingat adalah nyeri yang amat sangat. Sehun seperti ingin berteriak, ingin memukul-mukul dan juga ingin lari dari rasa nyeri itu, tapi dia tak mampu berbuat apapun. Paginya Sehun sadar dia telah digagahi Jongin. Dan nyeri saat dia tak sadar itu diasumsikannya sebagai tindakan perkosaan Jongin terhadapnya.

Jongin ijin untuk mengambil air minum saat ini, makanya Dasom dan Sehun bisa bicara sedikit keras.

"Tapi apa kau bisa lihat Kai saat itu?"

"Tidak jelas"

"Kalau Kai juga dalam keadaan sama tak sadarnya denganmu, berarti bukan semua salah Kai, Hun"

"Tapi aku yang diperkosanya, aku yang hamil, Dasom. Katanya kau akan paham penderitaanku kalau aku cerita padamu"

"Iya aku paham, Hun. Kau anti dengan Kai, aku juga paham. Tapi kau harus tahu satu hal, walau anak yang ada diperutmu akan jadi anak Tuan Kyu dan Kibum, dia tetap buah dari hubunganmu dengan Kai". Sehun mau protes, tapi segera ditambahkan penjelasan oleh Dasom. "Kau selalu ngidam di malam hari begini kan? Karena anak itu adalah hasil investasinya Kai, jadi hal yang dimintanya coba kau utarakan pada Kai"

Sehun menggeleng bukan berarti dia tak mau, tapi dia tak paham.

"Begini maksudku, untuk sekarang tahan alergimu pada Kai. Kalau kau mau dipeluk, mintalah pada Kai, lalu rasakan apakah bayi itu merasa nyaman dipelukan Kai"

"Tapi kan yang dipeluk tubuhku, bukan bayinya", protes Sehun.

"Maka dari itu kusuruh kau mengabaikan alergimu pada Kai", saran Dasom. "Lagi pula kalau kau meminta segala hal padanya, selain kau tak perlu resah karena terus-terusan direpotkan anak itu, kau juga bisa sekalian balas dendam pada Kai"

"Aku bisa membalas penderitaanku?" Dasom megangguk. "Aku bisa mengerjainya!"

"Tepat sekali!"

"Tapi kalau Kai memperkosaku lagi bagaimana?"

Dasom menepok Jidatnya sendiri. Mungkin sebaiknya tak ada hari malam biar Sehun tetap waras berfikir. Jongin tidak mungkin memperkosa Sehun setelah dia ketahuan melakukannya sebelum ini. Sehun hamil, apa iya Jongin tega melakukannya lagi? Dan yang paling penting, Jongin takut dengan Sehun.

"Tenang, Hun. Ada aku disini. Ada Kibum dan Tuan Kyu juga yang akan membelamu. Kalau Jongin sampai berani melakukan hal seperti yang kau takutkan, kita bisa patahkan lehernya"

Jongin kembali saat itu. Dasom dan Sehun pura-pura tak bicara ketika tahu Jongin datang. Mereka juga pura-pura saling berpelukan lagi. Pokoknya Jongin tak boleh tahu kalau Sehun dan Dasom baru saja merencanakan pembalasan keji jangka panjang.

"Kalian sedang apa?", tanya Jongin menyelidik. "Kalian membicarakanku?"

"Hah?", tanya Sehun dan Dasom sambil melepas pelukan masing-masing. "Tidak. Tidak bicara apa-apa ya, Hun?"

"Iya. Kita tidak bicara apa-apa", jawab Sehun mencoba berakting seperti Dasom. "Ngomong-ngomong, malam ini kenapa jadi lebih dingin dari kemarin ya"

"Kau benar. Ayo kita berpelukan lagi, Hun!", ajak Dasom mengajak Sehun bersandiwara.

"Tadi kita berpelukan, tapi aku tetap kedinginan. Badanmu terlalu kecil, Dasom, jadi kau tak bisa membuatku hangat.

"Yaak, kau jangan begitu, Hun!", protes Dasom pura-pura tak rela. "Ini namanya habis manis, serpah dibuang"

"Kau peluk tas ranselku sajalah. Aku akan peluk Kai", katanya spontan. "Kai, peluk aku ya. Aku kedinginan!"

"Kau yakin?"

"Iyalah. Kau tak mau? Kalau anak Kyuhyun hyung ikut kedinginan dan dia jadi sakit, kau pasti akan dimarahi Kyuhyun hyung dan Kibum hyung"

"Aku tak mau dimarahi mereka!", kata Jongin.

Jongin segera menarik Sehun ke pelukannya. Saat Sehun masih bilang tubuhnya belum hangat, Jongin membawa kepala Sehun ke dadanya. Dia menggosok-gosok punggung Sehun, dia juga menumpukkan kakinya ke kaki Sehun. Tujuannya biar hawa hangat di tubuhnya pindah ke tubuh Sehun. Beberapa menit kemudian Sehun telah jatuh ke alam mimpi, hingga Jongin dan Dasom punya kesempatan adu tos di belakang Sehun.

Ini namanya kerja sama saling menguntungkan. Semua pihak senang. Jongin bisa menahklukkan Sehun, lalu Dasom bisa dapat bonus bulanan dari kantong Jongin.

Lil' Bro

Ini sedikit melenceng dari pemikiran Kyuhyun. Dia sebenarnya sadar kalau pernikahannya dengan Kibum hanya sebatas penutup aib adik-adiknya. Mereka melakukan ini agar Sehun dan Jongin tetap bisa sekolah, tetap bisa meraih mimpi-mimpi mereka sampai mereka benar-benar siap untuk berkeluarga. Tapi setelah dia menyandang status istri selama hampir tiga bulan, pulang pergi dari rumahnya ke apartemen Kibum yang jauh, serta kebiasaan menginap dan tidur degan Kibum, rasanya dia benar-benar jadi istri betulan untuk Kibum. Dan kejadian kemarin malam itu telah merusak semuanya.

Selang beberapa menit Kibum pergi dari tenda, Kyuhyun pergi juga ke toilet. Selesai ke toilet dia melihat Kibum menghampiri seseorang di tenda lain. Bermaksud untuk membuktikan penglihatannya, Kyuhyun mendekat dan dia malah mendapati kejadian buruk itu. Kibum menggendong Donghae, Kibum berpelukan, berciuman dan berhubungan badan dengan sahabatnya itu. Awalnya Kyuhyun bisa tahan emosinya ketika dia ingat dia dan Kibum tak terikat apapun kecuali status pernikahan, tapi setelah semalaman berfikir Kyuhyun menyatakan kalau kejadian itu tak adil untuknya.

Ketika Kyuhyun mulai meringkuk di bawah selimut dalam tendanya, Kibum menyibakkan pintu tenda dan ikut masuk ke dalam.

"Aku sudah bilang jangan ikuti aku!"

"Ini tendaku juga. Aku perlu tidur disini"

"Kau bisa tidur di tenda lain. Siapa tahu tenda lain lebih hangat dari pada disini", celetuk Kyuhyun sambil meringkuk membelakangi Kibum.

"Kemarin aku diusir dari tendaku sendiri, jadi aku menerima undangan dari pemilik tenda lain"

Oh, jadi sebegitu mudahnya Kibum tertarik dengan orang lain? Mentang-mentang Kyuhyun bukan orang yang disukai Kibum, lalu Kibum seenaknya tidur dengan orang lain tanpa peduli status. Walau tanpa cinta, harusnya Kibum ingat ikatan pernikahan itu sakral dan dosa hukunmya untuk berselingkuh. Lagi pula kenapa harus Donghae, bukankah ada banyak orang di dunia ini yang lebih keren dari pada dia. Kyuhyun sendiri selama menjadi istri Kibum, selama dia sering menginap di rumah Kibum, selama itu pula dia menahan diri untuk tak bermesraan dengan Siwon. Dia berkencan tapi tak melakukan hal buruk. Tapi kenapa Kibum membalasnya seperti ini? Donghae itu sahabat Kyuhyun, dan Kibum membuat Kyuhyun kecewa dengan meniduri sahabatnya.

"Cari tenda lain lagi sana!"

"Sebenarnya aku lebih suka tidur di tenda sendiri, cuma kesempatanku selalu direbut orang lain juga. Aku jadi sedikit kecewa"

"Lalu kau memilih menerima undangan pemilik tenda lain dan sebagai imbalannya kau menservice-nya sepanjang malam?"

Kibum terkejut, berarti Kyuhyun memang tahu kalau dia tidur dengan Donghae. Jangan-jangan Kyuhyun juga tahu saat Kibum sedang mesra-mesraan dengan Donghae. Ini perlu diluruskan, bahwa sebenarnya Kibum tidak jadi berhubungan intim dengan Donghae.

"Kau salah paham", pangkas Kibum. "Aku akan jelaskan!"

"Tidak perlu. Tapi aku minta lain kali jangan dengan Donghae. Donghae itu sahabatku, tak enak kalau sampai orang mengira kau berselingkuh dengan sahabatku"

Sejujurnya Kyuhyun tak rela mengatakan ini, tapi terlanjur. Memang tidak seharusnya Kyuhyun bersikap seperti istri yang sedang merajuk. Apa haknya melarang Kibum dengan orang lain? Bahkan dia sendiri pernah berpikir untuk tidur kembali dengan Siwon sebelum ini. Tapi melihat dengan mata kepala sendiri ketika Kibum menggendong Donghae, lalu mendengarkan pembicaraan ketika keduanya akan berhubungan, itu membuat hati Kyuhyun panas. Kyuhyun tidak iklas. Entah itu Donghae atau siapapun, dia tidak iklas

Kibum menyentuh pundak Kyuhyun, bermaksud mengajak Kyuhyun menghadapnya lalu berdiskusi secara baik-baik. Namun Kyuhyun mengelak.

"Jangan sentuh aku! Kau tak ingat aku mengatakannya!"

"Baiklah, aku tak akan menyentuhmu, tapi kau harus mendengar dulu penjelasanku"

"Kubilang tidak perlu!"

"Perlu. Kau perlu tahu aku ditolak oleh Donghae!", Kibum memang ditolak Donghae. Dan dengan mengatakan ini Kyuhyun tak akan bertengkar dengan sahabatanya itu. "Semalam dingin sekali, ketika harusnya aku tidur berpelukan dengan istriku, seseorang meyerobot tempatku dan mengusirku"

"Sehun itu adikmu. Dia sedang ngidam. Sudah kukatakan berapa kali kau tetap saja tak mau paham". Meskipun Kyuhyun tetap mengomel, dia sudah sedikit lega setelah mendengar Kibum ditolak oleh Donghae. Tapi dia masih khawatir dengan yang lain. Kalau Donghae bisa menolak Kibum, belum tentu orang lain menolaknya juga. "Sehun itu hamil, wajar kalau…."

"Aku minta maaf!", potong Kibum. "Aku cuma sedikit merindukan pelukan istriku"

Kyuhyun berguling menghadap Kibum. Dia bisa melihat Kibum seperti orang frustasi. Mungkin saja permintaan maaf Kibum itu benar.

"Aku sering tak bisa tahan hawa dingin luar ruangan". Penyebab aslinya adalah karena Kibum suka berhubungan di alam bebas, jadi mendapati situasi yang seperti ini libido Kibum naik tanpa bisa dikontrol.

"Kau tahu aku sudah punya kekasih sebelum menikah denganmu?". Kibum menggeleng. "Dan Aku tak berhubungan dengannya lagi demi menghormati pernikahan kita", terang Kyuhyun.

Yang dulu Kyuhyun khilaf waktu menyetujui ajakan menginap dari Siwon. Itu kan karena dia belum terbiasa dengan Kibum. Kalau sekarang beda lagi, Kyuhyun bahkan sudah dikatakan biasa tidur dengan Kibum dan berpelukan tiap malam.

"Kau tahu aku ini laki-laki kan? Laki-laki tak bisa tahan sebegitu lama tanpa hubungan badan"

"Kau pikir aku bukan laki-laki?", kata Kyuhyun sambil memelototi Kibum.

Iya, Kibum salah bicara. Maksudnya Kibum saja yang tak bisa tahan tanpa hubungan badan dalam jangka panjang.

Terakhir kalinya Kibum berhubungan adalah sehari sebelum dia menikah dengan Kyuhyun. Waktu itu dia datang ke rumah Yesung. Yesung punya tetangga yang cantik dan seksi. Yeoja itu naksir dengan Yesung, tapi Yesung tidak menyukainya. Dia terus mengejar-ngejar Yesung dan waktu kedatangan Kibum si yeoja bertandang ke rumah Yesung juga. Yesung serahkan urusan itu pada Kibum. Sedangkan Yesung sendiri berdalih ada kencan dengan kekasih barunya. Nampaknya Yesung jatuh cinta dengan kekasihnya itu sampai-sampai dia menolak yeoja cantik tetangganya. Yesung keluar lewat pintu belakang, lalu Kibum yang menyambut dan menjamu tetangga sahabatnya itu. Awalnya Kibum menjamunya dengan minuman ala kadarnya, namun lama-kelamaan jamuan dari Kibum merembet-rembet sampai berakhir sofa Yesung jadi tempat menjamu badan.

"Kalau kau menginginkannya kenapa harus dengan Donghae?". Apa Kyuhyun mau kalau Kibum mengajaknya? "Donghae itu temanku, Kibum. Kau bisa melakukannya dengan orang lain"

"Kaki Donghae terkilir dan aku menolongnya. Saat aku menemaninya tidur, saat itu baru terasa. Karena ada Donghae, ya dia yang kutuju", terang Kibum. Dia sedikit malu, bukan bagian dia butuh berhubungan tapi soal penolakan itu. Seumur-umur baru Donghae yang menolaknya. "Tadi sudah kubilang dia menolakku"

"Kau ini asal saja. Jangan-jangan saat kau sedang ingin, lalu ada kambing di depanmu kau akan melakukannya dengan kambing"

Kibum mendengus menyuarakan protes. Kibum masih waras untuk tidak berhubungan dengan hewan. Lebih baik dia main solo dari pada tidur dengan binatang.

"Tapi kau memaafkanku kan?"

Mendengar Kibum telah ditolak, Kyuhyun langsung memaafkannya. Hanya saja, tidak perlu dikatakan pada Kibum.

"Tapi jangan lakukan itu lagi. Berusahalah menahan diri"

Kyuhyun membalik badannya lagi. Dia meringkuk membelakangi Kibum. Setidaknya sekarang dia bisa tidur lebih nyenyak dari pada semalam. Walau masih geram, tapi Kyuhyun sudah merasa benar-benar lega.

Sebuah gerakan berawal dari punggung Kyuhyun, merayap kemudian melingkar di perutnya. Itu tangan Kibum yang kemudian disusul badan besar si empunya tangan menempel di tubuh belakang Kyuhyun. Kyuhyun juga merasakan tengkuknya dijatuhi selembar muka yang mengalirkan hawa hangat ke kulit belakang lehernya.

"Ijinkan aku tidur denganmu!", pinta Kibum.

"Kau sudah tidur denganku"

Bukan itu maunya Kibum. Kyuhyun kan sudah tahu apa yang dimaksudnya, masih pura-pura tak sadar. Kibum mau Kyuhyun untuk urusan yang satu itu.

"Ijinkan aku menidurimu!", pintanya lebih gamblang lagi.

"Sudah kubilang berusahalah menahan diri. Kalau tak mampu, cari saja orang lain. Tapi jangan Donghae"

"Aku punya istri tapi harus tidur dengan orang lain, apa gunanya kau melarangku?"

"Aku punya kekasih"

"Itu urusanmu dengan kekasihmu. Kalau kau sadar posisi dan menghormati pernikahan, kau akan lebih mementingkan suamimu dari pada kekasih"

Kyuhyun mendesah kalah. Harusnya memang dia diam saja sedari tadi. Memusuhi atau berbaikan dengan Kibum di masalah seperti ini ujung-ujungnya dia yang kalah. Kyuhyun mati langkah kalau pembicaraannya meyangkut tema suami istri, siapa sangka Kibum akan menuntut balik soal hubungan begini. Iya memang tugasnya melayani Kibum, tapi menghormati nilai pernikahan bukan harus dengan berhubungan intim dengan Kibum.

"Kau malah menyuruhku tidur dengan orang lain"

Kyuhyun sadar posisi. Dan untuk kali ini saja dia mengalah. Dia tak tidur dengan Siwon, jadi kalau dia tidur dengan Kibum, Siwon tak akan tahu.

"Sehun sebentar lagi pasti akan datang kesini", katanya beralasan.

"Dia tak akan datang" jawab Kibum sambil mengecup tengkuk Kyuhyun. Dia tahu Kyuhyun menyetujui ajakannya. "Dia bilang sendiri tak akan datang padamu kalau kau masih marah seperti tadi siang".

Kibum menyibak selimut Kyuhyun, kemudian dia masuk satu selimut dengan Kyuhyun. Dalam selimut itu, Kibum melepas kaosnya kemudian melempar sembarangan.

"Kenapa kau melepas kaosmu? Aku tidak bilang iya". Kyuhyun menjauhkan diri dari Kibum. Kibum terlihat menjijikan dalam mode kegirangan begini.

"Iyakan saja dari pada kau kuperkosa", katanya sambil melepas celana panjangnya dan melemparnya menyusul kaos tadi.

"Aku sedang tidak mood. Lain kali saja!", kata Kyuhyun sambil berpaling muka.

Kyuhyun sering melihat Kibum telanjang, mondar-mandir pakai celana dalam di kamar, biasanya biasa-biasa saja. Tapi kali ini melihat Kibum telanjang demi dirinya, Kyuhyun jadi sedikit canggung melihatnya.

Kibum menyibakkan selimut tebal itu, dia berpindah pada Kyuhyun. Maunya Kibum membantu Kyuhyun melepas bajunya, tapi Kyuhyun tak mau.

"Aku tidak mood tidur denganmu!", tolak Kyuhyun.

"Aku mood tidur denganmu", balas Kibum. "Kau menurut saja kenapa sih? Aku tanggung semuanya"

"Ck!". Kyuhyun menyerah lagi. "Aku lepas sendiri!", katanya kemudian.

Ini sulit, tapi apa boleh buat. Lebih baik diikuti saja maunya Kibum, dari pada dia diperkosa seperti kata Kibum tadi. Akan sangat memalukan berteriak-teriak kesakitan di tempat kemah begini. Kalau banyak orang tahu, apa dia akan bilang kalau dia diperkosa oleh Kibum? Oleh suaminya sendiri? Jelas semua orang akan menertawakannya nanti.

"Apa kau senyum-senyum?", tanya Kyuhyun yang mendapati Kibum menyeringai setelah merayap naik ke atas tubuhnya.

"Tidak apa-apa.", jawab kibum sambil pelan-pelan menurunkan badan telanjangnya di atas dada Kyuhyun. "Kau suka olah raga apa?"

Kibum, mengelus sisi kanan tubuh Kyuhyun. Dari bawah ketiaknya hingga pinggul Kyuhyun. Kibum meremat pinggul itu kemudian.

Kibum bisa merasakan tubuh Kyuhyun lebih kecil dari Donghae. Teksture kulitnyapun lebih lembek dari sahabatnya itu. Kulitnya putih, lembut tapi tak berotot. Biasanya yang seperti ini tidak tahan lama kalau lawannya Kibum. Tapi karena adanya cuma Kyuhyun dan dia saja yang halal untuk saat ini, jadi tak perlu ditolak. Toh sudah kepalang tanggung menolak Kyuhyun sekarang. Mau cari pelampiasan kemana lagi kalau dia menolak Kyuhyun?

"Kenapa? Kalau kau mau protes, tak jadi saja. Kau bisa cari orang lain"

"Memangnya siapa yang mau menerimaku sekarang?", tanya Kibum sambil menggesekkan pinggulnya pada Kyuhyun. "Yang ada orang-orang akan menolakku dan menertawakanku dengan keji"

Kibum hendak mencium Kyuhyun tapi Kyuhyun menutup mulut Kibum.

"Aku mau karena aku kasihan padamu. Jadi lebih baik langsung saja ke inti tanpa ada ciuman"

"Tidak masalah kalau itu maumu". Bukankah Kibum bilang dia yang akan tanggung semuanya. Dia akan lakukan apapun yang diminta Kyuhyun, asal malam ini tidak ditolak seperti kemarin malam. Ditolak saat-saat seperti ini sakitnya itu menembus jiwa dan raga.

Kibum mengangkat tubuhnya kembali. Dia tidak berpindah, dia cuma merangkak turun. Kibum menesupkan kedua tangannya ke lipatan lutut Kyuhyun dan menariknya berlawanan arah.

"Pengalaman sebelum ini, pasanganku selalu berteriak kalau melakukannya tanpa pemanasan. Mereka bilang sakit". Tapi kalau Kibum yang bilang itu nikmat. "Kuharap kau tak berteriak, banyak orang disekitar sini dan aku tak mungkin bisa berhenti"

Begitulah pengalaman Kibum. Salah satunya saat pasangan Kibum beteriak lalu Yesung datang dengan muka panik. Dia kira Kibum melakukan kejahatan apa, tak tahunya Kibum sedang berusaha masuk. Saat Yesung menyuruhnya berhenti, Kibum menolak. Tidak bisa dan tidak mungkin. Kibum tak mau menahan kesakitan itu tanpa pelampiasan. Ketika giliran pasangan Kibum yang ditanya, dia bilang tak apa-apa. Cuma refleks berteriak. Padahal jelas-jelas Yesung lihat orang itu meringis-ringis menahan sakit. Kalau Yesung menyimpulkan, orang itu bodoh mau bersakit-sakit demi ditiduri Kibum.

Kyuhyun juga pernah merasakan hal seperti itu. Waktu itu dia dan Siwon pulang dari nonton film dan makan malam. Diperjalanan yang sepi dan udara yang dingin itu tiba-tiba Siwon menepikan mobilnya. Siwon mengatupkan kedua tangannya sambil memohon untuk dilayani. Kyuhyun setuju asal tak berlebihan. Belum juga mereka mulai berciuman, tapi Kyuhyun mendapat telepon dari Jongin. Jongin mengabarkan Harabojie dan halmony-nya menunggu di rumah dari sore dan Kyuhyun belum datang hingga malam. Alhasil Kyuhyun menolak Siwon dan mengajak Siwon segera pulang. Kyuhyun bisa pulang saat itu, tapi Siwon mana bisa? Sebelum permintaan isi celana Siwon dituruti, dia tak mungkin bisa beranjak dari tempat itu. Kyuhyun menyetujui untuk seronde dan dengan gerak cepat, tapi sayangnya persetujuan Kyuhyun itu jadi petaka untuk dirinya sendiri. Baru juga mulai, Kyuhyun sudah teriak teriak kesakitan yang akhirnya Siwon ketakutan dan berhenti. Setelah kejadian itu, Kyuhyun kapok berhubungan tanpa pemanasan.

"Tunggu dulu.", cegah Kyuhyun. "Kau boleh menciumku, tapi jangan berbekas!", Kibum mengangguk. "Dan pelan-pelan"

"Aku cukup berpengalaman untuk hal ini"

Kibum merayap naik, menyejajarkan mukanya dengan muka Kyuhyun. Dia segera menjatuhkan ciuman ke kening Kyuhyun. Selang beberapa saat Kibum menjatuhkan ciuman lagi ke bibir Kyuhyun. Ciuman kecil dan kering untuk pembukaan. Lalu dia menjatuhkan ciuman baru yang lebih basah. Ciuman yang butuh tenaga, yang butuh keahlian dan cuma bisa dilakukan orang dewasa seperti mereka. Mereka saling beradu bibir, bergulat lidah dan sekali dua kali saling mengigit.

Kyuhyun mendongakkan kepalanya ketika Kibum merambatkan mulutnya turun. Dari bibir Kyuhyun ke dagu lalu ke leher. Seperti yang Kibum lakukan pada Donghae kemarin malam, tapi kali ini Kibum sudah tak mungkin ditolak. Kibum mengecup pangkal leher Kyuhyun, kemudian mejilatnya. Dia menyeret lidahnya turun melewati pertengahan dada Kyuhyun, turun lagi ke ulu hati, lalu perut dan berakhir di pusar Kyuhyun. Kibum mengisikan ludahnya penuh ke pusar itu, mengaduk dengan lidahnya lalu menyesap dan menelannya.

Kyuhyun harus sering-sering menahan suaranya. Terkadang lolos satu dua kali ketika Kibum mengelus sisi-sisi tubuhnya dengan telapak tangan Kibum yang kasar. Saat jari jemari Kibum membuat gerakan ambigu, maju mundur, kanan kiki, atas bawah atau berputar-putar, entahlah Kyuhyun mengatakannya ambigu karena dia tak tahu apa maksud Kibum. Dan sebagai jawaban, Kyuhyun mengeluarkan dengusan berat bak banteng yang sedang marah. Dia juga mengeram hebat ketika sesuatu dari tubuhnya lolos karena ulah mulut jail Kibum.

Giliran Kibum tiba. Kibum kesetanan saat sedang beraksi. Semua hal dia lakukan, hanya teriakan yang tak keluar dari mulutnya. Itu adalah hal terhebat yang pernah dia lakukan, atau mungkin karena sudah hampir tiga bulan tak melakukannya Kibum jadi maruk. Dia ingin menggali sedalam-dalamnya. Ingin bergerak secepat cepatnya dan memenangkan ronde demi ronde saat dia bergulat dengan Kyuhyun. Kibum mendesis licik setelah lolos babak pertama. Setelah istirahat mereka melakukan ronde kedua, istirahat lagi lalu ronde ketiga, istirahat lagi kemudian ronde keempat. Dan yang paling akhir sebelum Kibum menjatuhkan diri kesebelah Kyuhyun, Kibum dan Kyuhyun sempat melenguh bersamaan. Kibum memeluk tubuh Kyuhyun erat lalu menggigit punggung Kyuhyun hingga Kyuhyun terpaksa menyikut rusuk Kibum karena kesakitan.

"Kyu!", kata Kibum setelah mereka memutuskan berhenti bergulat. "Besok kau jangan terlalu dekat denganku". Kyuhyun cuma melirik Kibum tanda tak paham. "Aku akan bilang pada Sehun kalau kau masih marah"

Maksudnya agar Sehun tak datang pada Kyuhyun dan tidur dengan Kyuhyun lagi.

"Ini belum selesai. Kita ulang lagi besok!", katanya dengan santai.

Ploook!

Kyuhyun menempeleng Kibum.

"Besok aku tak menginap di apartemenmu"

Minggu sore, perkemahan sudah bubar.

"Aku yang akan menginap di rumahmu".

Kibum menarik selimut menutupi tubuhnya dan Kyuhyun. Ternyata telanjang di tempat seperti ini dingin sekali, apa lagi kegiatan panas-panasannya sudah selesai begini. Kibum memeluk Kyuhyun dan bermaksud menenggelamkan muka Kyuhyun ke dadanya. Biasanya pasangan Kibum suka melakukan itu setelah mereka selesai bercinta, Tapi Kyuhyun menolak.

"Kau bau, Kibum"

"Kau juga bau"

"Ini baumu, bukan bauku!", bantah Kyuhyun sambil membelakangi Kibum. Kyuhyun mencoba mengistirahatkan badannya, dia terlalu capek saat ini.

Kibum memeluk Kyuhyun lagi dari belakang. Dan untungnya Kyuhyun tidak menolak. Ketika Kibum menjilat bekas gigitannya dipungguh Kyuhyun, Kyuhyun mengaduh.

"Itu sakit!", Kibum minta maaf, kemudian mencoba diam di tempatnya. "Kau jangan tidur, bangunkan aku dua jam lagi". Kyuhyun mau membersihkan diri saat itu.

Untung kemarin Kibum bertemu Donghae. Untung juga Donghae menolaknya. Karena kejadian itu dia mendapatkan lawan yang seimbang malam ini. Iya, Kibum salah memprediksi kalau ukuran tubuh Kyuhyun itu tak ada apa-apanya bagi Kibum, nyatanya Kyuhyun bisa mengimbanginya. Kibum bisa betah jadi suami Kyuhyun kalau pelayanan istrinya sendiri sememuaskan malam ini.

Lil' Bro

"Hyung, kau ikut senam hari ini?", tanya Jongin yang menyambangi tenda.

"Tidak, seorang panitian meminta bantuanku setelah ini"

Kyuhyun sudah rapi pagi-pagi sekali, beda dengan Kibum yang sedang meringkuk terbungkus selimut di dalam tenda. Kibum menggantikan posisi Kyuhyun kemarin pagi.

"Hyung, kau sudah berbaikan dengan Kibum hyung?"

"Memangnya kenapa?"

"Cuma tanya", jawab Sehun acuh.

"Tuan, Kibum tidak sakit kan?"

"Orang seperti dia mana bisa sakit", jawab Kyuhyun sambil bersiap meninggalkan tenda.

"Baiklah, kita akan ikut senam dulu", pamit Jongin sambil mengaba Sehun dan Dasom. Jongin memegangi tangan Sehun saat ada genangan air di tanah berumput di depan mereka. "Hati-hati, Hun. Melangkahlah lebih lebar!". Jongin memegangi tubuh Sehun setelah Sehun berhasil melangkahi genangan itu.

Kyuhyun mengerutkan dahi melihat tingkah keduanya. Sejak kapan kedua adiknya itu akrab? Lalu bagaimana bisa adiknya jadi lebai dan Sehun terima-terima saja diperlakukan berlebihan seperti itu?

"Itu salah satu usahaku untuk meringankan bebanmu, Tuan", kata Dasom yang mengerti arti tatapan Kyuhyun pada Jongin dan Sehun. "Ngomong-ngomong, tendamu bau. Sepertinya aku kenal bau yang seperti ini"

Dasom melirik ke dalam tenda ketika Kibum merubah posisi tidur. Selimut Kibum tersingkap hingga seluruh tubuh Kibum terlihat oleh Dasom. Kibum telanjang, dari ujung kepala sampai bawah pusar. Ada kaos yang semalam Kyuhyun pakai menutup area itunya Kibum, bagian bawah lagi masih tak pakai apa-apa. Kyuhyun juga melihat pemandangan itu, Kuhyun bau ingat kenapa dia tak menyuruh Kibum memakai bajunya lagi setelah mereka selesai melakukannya semalam.

"Sebaiknya kau menutup pintu tendamu", tutur Dasom.

Kyuhyun segera meraih tas Kibum. Dia mengambil dompet Kibum yang letaknya dia sudah hafal. Di saku tas sebelah kanan. Kyuhyun mengambil separoh lebih uang cash di dompet itu lalu menyerahkannya pada Dasom.

"Kau butuh belanja, kan? Ini untukmu!", ini namanya uang tutup mulut. Dasom tahu rumitnya hubungan Kyuhyun, Kibum dan Siwon, jadi Dasom mulutnya perlu dikunci dengan uang.

Baru tiga malam diajak kemah oleh Kyuhyun, Dasom sudah dapat bonus berlipat-lipat. Dasom jadi makin betah mejadi pembantu mereka kalau begini caranya.

To be continue

See you kapan-kapan!