"Last man"
"a Kyumin Fanfiction"
"REMAKE from one of novels by Phoebe"
Chapter 9
000000000000
MENGETAHUI cerita antara Sungmin dan Donghae pada mulanya membuat Kyuhyun semakin protektif dan selalu melarang Sungmin mengobrol dengan laki-laki itu atau berkunjung kerumahnya meskipun hanya untuk melihat Eunhyuk. Kyuhyun sangat cemburu dan dia tidak bisa menyembunyikannya. Tapi setelah Yesung menemukan pekerjaan dan memutuskan untuk pindah rumah, hati Kyuhyun mulai melunak. Ia menyadari kalau Sungmin akan sendirian dan keberadaan Eunhyuk bisa menemaninya. Apalagi kandungan Sungmin yang sudah memasuki bulan kesembilan tentu saja mengharuskannya agar ada setidaknya satu orang disekitar Sungmin.
Pada akhirnya semua mulai membaik. Kyuhyun mulai mau berbicara dengan Donghae tanpa pandangan sinisnya dan kata-kata sengitnya lagi. Kedua laki-laki itu juga perlahan-lahan menjadi cukup dekat. Bahkan mereka sering makan malam bersama dengan mengajak si kecil Kibum ikut serta. Perasaan kikuk Sungmin yang pada awalnya sangat tampak, perlahan-lahan juga mulai sirna. Sungmin sudah berani berbicara lebih banyak dan lebih cerewet seperti adanya dirinya.
Seringkali Kibum bermain-main di rumah Sungmin selama Eunhyuk berbelanja, dan setelah Eunhyuk pulang mereka akan memasak makan siang bersama. Menu makan sehari-hari di rumah itu juga selalu serupa dengan menu makanan di rumah sebelahnya. Sungmin senang mereka bisa akur lagi, bisa melakukan semuanya bersama-sama lagi seperti dulu.
Baginya, maaf dari Eunhyuk membuatnya merasa lebih tenang untuk melangkah ke kehidupannya di depan. Maaf dari Eunhyuk juga membuat Sungmin merasa lebih nyaman untuk tersenyum dan tertawa seperti dulu.
Malam ini, Kibum bermain lagi bersamanya. Anak itu menemani Sungmin karena Kyuhyun pergi bersama Changmin sejak sore. Kibum selalu merasa senang bersama dengan Sungmin karena Sungmin suka membuat biskuit yang manis yang sangat di sukainya. Selain itu, Sungmin juga menyayanginya dengan sepenuh hati sehingga Kibum merasa memiliki dua orang tua. Kyuhyun juga mulai berlatih menjadi ayah dan dia selalu melatih diri dengan Kibum. Pada mulanya anak itu seringkali menangis saat bersamanya. Tapi, lama kelamaan Mereka berdua sudah bisa bermain kuda-kudaan di sekitar rumah.
"Paman tidak pulang ya?" Kibum bertanya sambil menyuap biskuitnya yang pertama.
Sungmin baru saja membuatnya dan merasa tidak ada salahnya memberikan Kibum biskuit sebelum waktu tidurnya tiba. Mungkin Kibum akan menginap di rumah Sungmin malam ini.
"Paman pasti pulang!" Ucap Sungmin sambil membersihkan remah biskuit di sekitar mulut Kibum
"Paman kemana?" Tanya gadi kecil itu
"Pergi bersama temannya, sayang!" Kali ini Sungmin mencubit lembut pipi gembil Kibum
Kibum diam dan melahap habis biskuitnya . Ia mengambil biscuit kedua dan menggigitnya lagi, tangan kecilnya menyentuh perut Sungmin yang besar.
"Kapan baby pumpkin dan baby bunny keluar? Kata ibu di dalam sini ada dua calon adik Bummie yang lucu dan menggemaskan?" Tanyanya dengan mata berbinar-binar, dan Sungmin tersenyum sambil membelai kepala Kibum.
"Bummie sudah memberikan adik bayi nama? Lucunya, dan apa Bummie ingin mendengar mereka?" Tanya Sungmin menawarkan
"Boleh?" Kibum kembali menampilkan wajah sumringahnya
"Tentu saja! Kesini, mendekat!" Sungmin melambaikan tangannya sebagai tanda kalau ia memberi izin Kibum untuk mendekat. Bocah itu merapatkan diri dan merebahkan kepalanya di atas perut Sungmin. Beberapa waktu kemudian ia mengangkat kepalanya dan memandangi Sungmin dengan senang.
"Bibi, baby-nya bergerak!" Pekik Kibum senang
"Mereka sudah mau keluar sayang, sebentar lagi. Makanya terus bergerak!" Ucap Sungmin sambil tersenyum
"Laki-laki keduanya? atau perempuan laki-laki? atau perempuan keduanya?" Cerewet Kibum lagi
Sungmin menggeleng. Ia sama sekali tidak tau apa jenis kelamin anaknya. Kyuhyun tidak pernah ingin mengetahui itu, dan tidak pernah mengizinkan Dokter untuk mengatakannya. USG hanya dilakukan untuk memastikan kondisi dan keadaan ibu dan bayi-nya dalam keadaan baik-baik saja. Kyuhyun menginginkan semuanya menjadi kejutan dan ia harap apapun jenis kelamin anaknya, bisa di terima dengan baik oleh dunia. Dan akan mendapatkan kebahagiaan dan jauh dari penderitaan. Sungmin tidak ingin anaknya menderita sepertinya, tidak boleh.
Kibum menguap, padahal baru jam delapan malam. Mungkin anak itu terlalu banyak makan hari ini sehingga rasa kantuk menyerangnya lebih cepat. Ia mulai menyandarkan kepalanya kepada tubuh Sungmin, masih berusaha membuka matanya agar tidak tertidur. Sungmin merangkul Kibum erat-erat dan membelai lengannya. Ia memandangi anak itu dan berkhayal seperti apa wajah anaknya nanti. Tidak ada satu hal pun yang bisa terbayang. Sungmin tidak bisa menebak seperti apa rupa anaknya.
"Bibi, ada orang!" Sungmin terkejut. Jika saja Kibum tidak menegakkan kepalanya, Sungmin pasti mengira kalau Kibum sedang mengigau. Anak itu melihat ke jendela dan Sungmin melakukan hal yang sama. Sekelebatan itu datang lagi. Begitu cepat.
"Itu, ada orang!" Kibum menunjuk kearah jendela dan turun dari sofa.
Sungmin segera meraih tubuhnya dan memeluknya erat-erat. Perasaannya tidak enak. Mungkin ia harus segera lari. Dia harus menyelamatkan diri. Sungmin sudah menduga gangguan itu akan datang, tapi dia sama sekali tidak menduga secepat ini dan dengan keadaan seperti ini.
"Sayang, ayo kita pergi!" Beberapa detik setelah kata itu terucap, Sungmin mendengar bunyi yang keras menghantam pintu rumahnya.
Secepat mungkin Sungmin mencari pintu belakang. Ia harus melarikan diri dengan berbagai cara. Tapi begitu pintu di buka, Dua orang laki-laki bertubuh besar memaksa untuk masuk. Sungmin berusaha menanhan pintu untuk menghambat, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi untuk melarikan diri. Tapi bagaimana dengan Kibum.
"Bummie, masuk ke kamar Bibi dan kunci pintu!" Perintah Sungmin
Kibum sempat termenung sejenak. Tapi keributan yang di hadapinya pada akhirnya membuatnya ketakutan dan segera melarikan diri ke kamar depan. Bunyi Klik yang keras terdengar, si kecil sudah mengunci pintunya. Beberapa detik kemudian pintu depan sudah terdobrak. Ada dua orang laki-laki lagi yang masuk dan segera menarik rambut Sungmin lalu menyeretnya ke ruang tengah. Sungmin merasa kesakitan dan berusaha melawan. Ia bergantung kepada apa saja yang bisa menahannya. Beberapa saat kemudian dua orang laki-laki yang sempat Sungmin tahan masuk dan mengangkat kakinya. Mereka menggotong Sungmin dan melempar tubuhnya sehingga Sungmin terjatuh di lantai. Perutnya terbentur dan Sungmin mulai merasakan nyeri.
Sungmin tidak bisa berteriak, mulutnya segera di bekap saat ia igin melakukan itu. Seorang di antara mereka menginjak-injak tubuh Sungmin dengan sol sepatu yang sangat keras. Laki-laki itu memulainya dari kaki dan perlahan-lahan mulai naik menuju perut seolah-olah orang itu menginginkan Sungmin mencerita terlebih dahulu dengan membayangkan apa yang akan terjadi dengan perutnya. Sungmin berusaha berusaha memberontak sekaligus melindungi perutnya, tapi tubuhnya di pegangi. Ia juga berusaha berteriak, sayangnya suaranya hanya keluar berupa dengungan karena tertahan oleh telapak tangan.
Sebuah gigitan Sungmin usahakan untuk menyingkirkan tangan itu, tapi daya tahan mereka begitu kuat. Sungmin tidak bisa menyerah, ia tidak ingin menyerah. Bagaimana bila terjadi sesuatu dengan bayi-bayinya? Sungmin tidak akan membiarkan kebahagiaannya terenggut.
Sebuah keluhan keras kemudian terdengar. Entah apa yang terjadi, Sungmin hanya bisa memandangi dua orang dari laki-laki itu berkelahi dengan seseorang, Donghae? Sungmin merasa bisa bernafas lega saat injakan itu belum sempat menghantam perutnya. Ia tertolong, bayinya juga. Sungmin berusaha menjauh dari perkelahian, ia menepi dan duduk bersandar ke dinding. Beberapa orang lain mulai masuk membantu Donghae. Sesaat kemudian ke empat orang asing yang berusaha mencelakakan Sungmin sudah di keroyok. Mereka berusaha melarikan diri dan semua orang memukuli mereka berusaha mengejar. Sungmin tinggal sendiri dan ia merasa sangat lelah, perlahan matanya terpejam. Sungmin ingin tidur.
"Sungmin" Eunhyuk memanggil namanya.
Sungmin berusaha membuka matanya lagi dan mengangkat wajahnya untuk memandangi Eunhyuk. Senyumnya mengembang pasrah.
"Sungmin, kau baik-baik saja?" Eunhyuk sangat khawatir
"Aku sangat lelah. Aku ingin tidur!" Ucap Sungmin lemah
0000000000
KYUHYUN benar-benar khawatir karena firasatnya hari ini benar-benar sangat tidak enak. Sejak sore tadi Kyuhyun merasa ragu untuk pergi. Jika saja bukan karena menghargai permintaan Changmin yang seringkali membantunya, Kyuhyun tidak akan membiarkan dirinya menjauh dari Sungmin. Seharusnya ia menjaga Sungmin dan tidak beranjak dari sisinya. Kyuhyun melangkah dengan lebih cepat dan harus tertegun beberapa saat ketika melihat pintu rumahnya yang rusak. Rasa khawatirnya semakin mendesak, memaksanya untuk berlari ke dalam rumah. Sayangnya Kyuhyun tidak menemukan siapa-siapa. Dari mulutnya mulai keluar nama Sungmin. Pelan kemudian mengeras, lalu Kyuhyun berteriak. Sungmin tidak ada disana.
"Kyuhyun, dia di rumahku!" Kyuhyun segera keluar dari rumah dan melihat Donghae berada di depan rumahnya.
Ia merasa lega mengetahui itu, tapi tidak cukup untuk membuatnya lebih tenang. Kyuhyun segera berlari secepat mungkin ke rumah sebelah dan langsung masuk tanpa izin pemiliknya. Ia tau kalau Donghae juga berlari untuk mengimbanginya, tapi Kyuhyun tidak bisa perduli dengan itu sekarang, yang di perdulikannya hanya Sungmin.
"Dimana istriku?" Kyuhyun bertanya kepada Donghae Lee saat laki-laki itu baru saja sampai di dekatnya. Kyuhyun baru merasa kalau ia sedang lelah setelah melihat Donghae bernafas dengan terengah-engah.
"Di kamar. Tadi dia bilang kalau dia merasa lelah dan ingin tidur" Jelas Donghae
Kyuhyun segera berlari, membuka kamar satu persatu dan ia menemukan Sungmin di kamar tengah. Sungmin sedang berbaring di temani oleh Eunhyuk dan dia tidak tidur. Keadaannya benar-benar kacau, pakaian yang di kenakannya juga kotor. Melihat Kyuhyun datang, Sungmin berusaha bergerak tapi mungkin rasa sakit menyerangnya sehingga ia mengerang pelan. Kyuhyun segera menyongsong Sungmin untuk membantunya duduk. Beberapa detik kemudian, Sungmin memeluknya dan menangis sejadi-jadinya. Sejak tadi Sungmin berusaha untuk terlihat kuat, berusaha untuk tidak menangis. Tapi saat bersama Kyuhyun, ia merasa sangat lemah dan sangat ingin di lindungi. Kyuhyun membalas pelukan Sungmin dengan sama eratnya. Cukup lama sampai ia sanggup mengendurkan dekapannya dan membelai kepala Sungmin agar bisa lebih tenang. Kyuhyun memandangi Eunhyuk dan Donghae meminta penjelasan. Sejak tadi, ia sama sekali tidak tau apa yang sudah terjadi pada rumahnya dan juga pada istrinya.
"Tadi ada orang yang menyerang ke rumahmu!" Donghae berusaha memberi penjelasan.
"Aku juga tidak tau pada awalnya, sampai anakku datang dan mengatakan kalau Bibi Sungmin-nya sedang berkelahi dengan banyak laki-laki. Aku segera datang begitu mendengar satu teriakan, Sungmin tidak berteriak lagi dan kami sudah sangat khawatir kalau terjadi sesuatu dengannya. Karena itu aku segera meminta Eunhyuk menelpon polisi dan aku meminta bantuan kepada tetangga yang lain" Jelas Donghae yang membuat rahang Kyuhyun mengeras
"Bummie melompat dari jendela kamar kalian!" Eunhyuk menambahkan.
"Dia bilang, Sungmin menyuruhnya masuk kamar dan mengunci pintu. Aku rasa pastilah sesuatu yang berbahaya, makanya Sungmin menyuruh anakku melakukan hal itu!" Lanjut Eunhyuk
Kyuhyun memandang Sungmin lagi, ia masih membenamkan wajahnya di dada Kyuhyun dan terisak ketakutan. Perlakuan seburuk apa yang di terimanya?
"Bagaimana dengan pelakunya?" Tanya Kyuhyun dengan tangan yang terkepal erat
"Polisi sedang menanganinya. Sampai saat ini, mereka sama sekali belum mengakui apa-apa" Jawab Donghae,
Kyuhyun mempererat lagi dekapannya dan berharap Sungmin bisa segera tenang. Sungmin masih menangis seperti itu dalam waktu yang panjang. Akhirnya Kyuhyun bosan menunggunya merasa lega dan berkata.
"Tenanglah, Sungmin! Kau sedang hamil besar. Kau tidak boleh tertekan" Bujuk Kyuhyun berusaha menenangkan istrinya
"Aku tidak bisa tenang" Sungmin mengeluh di sela-sela tangisannya. Air mataya sudah membasahi T-shirt yang Kyuhyun kenakan.
"Mereka akan merenggut anak-anakku Kyuhyun. Kalau terjadi apa-apa pada anakku lebih baik aku mati!" Tangis Sungmin semakin menjadi-jadi
"Apa yang kau katakan ini? Anak kita baik-baik saja, kan?" Sungmin tidak menjawab, ia meringis? Kyuhyun nyaris tidak bisa membedakannya karena isakan Sungmin lebih kencang.
Ia kesakitan dan Kyuhyun baru sadar kalau Sungmin sedang memegangi perutnya. Beberapa saat kemudian Eunhyuk berteriak karena melihat darah keluar dari sela-sela kaki Sungmin. Kyuhyun tidak tau harus melakukan apa, dia terpaku.
"Sungmin, apakah tadi kau terbentur?" Donghae bertanya dan Sungmin mengangguk.
"Mereka menghempaskan tubuhku ke lantai. Aku sempat merasa nyeri tadi, tapi sudah hilang. Sekarang terasa lagi!" Ringis Sungmin sambil memegangi perutnya yang mulai mengencang
"Astaga, seharusnya kau mengatakannya dari tadi! Kami seharusnya sudah membawamu kerumah sakit!" Panik semua orang yang berada di ruangan itu
Sungmin menangis lebih kuat. Ia menarik pakaian Kyuhyun menahan rasa sakit.
"Kyuhyun, apa yang akan terjadi dengan anakku?" Pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun tidak tau harus menjawab apa. Ia memandang Donghae penuh harap.
"Bisakah kau antarkan kami kerumah sakit sekarang?" Pinta Kyuhyun
"Ya, tentu! Cepatlah!"
Dan semua orang menjadi sangat terburu-buru. Kyuhyun menggendong Sungmin meskipun ia tau kalau berat Sungmin sekarang dua kali lipat dari berat tubuhnya. Tenaga sekuat itu entah datang dari mana. Yang pasti, Sungmin harus segera di bawa ke rumah sakit. Melihat Sungmin saat itu, Kyuhyun sudah putus asa dengan kehidupan anaknya. Tapi ia masih terus berharap untuk tidak kehilangan Sungmin. Bila terjadi sesuatu pada istrinya, Kyuhyun tidak tau akan melakukan apa, tidak tau akan menjadi seperti apa hidupnya.
Lee Donghae mengemudikan mobil dengan kecepatan super. Ia harus bertanding dengan polisi lalu lintas karena itu. Untungnya Donghae tidak menyerah begitu saja dengan berhenti dan mengikuti kehendak polisi-polisi yang mengejarnya. Ia terus mengungguli sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Donghae harus mengurusi mobilnya karena polisi lalu lintas langsung menyambarnya. Tapi Kyuhyun bersyukur karena beberapa orang perawat langsung datang dan membawa istrinya keruangan gawat darurat untuk segera mendapatkan penanganan. Semua yang dilakukan serba cepat hingga Kyuhyun berakhir di ruang tunggu unit gawat darurat. Ia menunggu keputusan dokter tentang Sungmin. Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya meskipun Donghae sudah berulang kali menepuk bahunya untuk menenangkan. Ia khawatir dan juga ketakutan, Kyuhyun selalu berdoa agar tidak terjadi sesuatu pada istrinya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada istrinya.
"Bila terjadi sesuatu pada istriku dan anak-anakku, aku besumpah akan membunuh mereka!" Desisnya.
"Sudah, Kyuhyun. Tenanglah! Jangan bersikap seperti ini!" Dongahe berusah menenangkan
"Bagaimana mungkin aku bisa tenang? Istriku sedang sekarat di dalam. Apa yang akan terjadi padanya benar-benar membuatku ketakutan. Aku takut kehilangan mereka!" Kyuhyun mulai tersulut kembali emosinya
"Aku mengerti! Tapi tenanglah. Bersikap seperti ini tidak akan memperbaiki keadaan!" Donghae menepuk bahu Kyuhyun sekali lagi.
Beberapa saat kemudian Kyuhyun merasa di rong-rong berbagai macam perasaan negatif. Ia melihat dokter keluar dari ruang ICU. Dokter menatap Kyuhyun dan Donghae secara bergantian dan kemudian bertanya siapa suaminya. Dengan agak kesal, Kyuhyun menjawab.
"Tentu saja aku, kau tidak bisa lihat memangnya?" Ia hampir saja membuat tawa Donghae meledak.
"Dokter tidak tau, Kyuhyun!" Donghae lagi-lagi menepuk pundak Kyuhyun, jangan sampai pria ini menyerang Dokter tidak bersalah itu
"Seharusnya dia tau!" Kyuhyun mengerang lagi.
Dokter menggeleng-gelengkan kepalanya dan mencoba untuk lebih mengerti, juga lebih bersabar dalam menghadapi Kyuhyun. Dia hanya panik.
"Istri anda akan segera melahirkan. Anda harus menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu..."
"Aku akan melakukannya" Ujar Donghae cepat tapi Kyuhyun memandangnya dengan tatapan tidak suka.
"Aku suaminya!" Bentak Kyuhyun tidak suka,
"Iya, karena itulah kau harus menemaninya di dalam. Aku yang akan membayar semuanya!" Ucap Donghae menengkan Kyuhyun yang kembali tempramental
"Kenapa kau bisa sangat baik kepada istriku?" Lagi-lagi Kyuhyun menatapnya sinis
Donghae hanya memutar bola matanya. Sudah lama Kyuhyun tidak menunjukkan kecemburuan seperti ini lagi. Donghae kira hubungan mereka sudah membaik. Tapi ternyata Kyuhyun masih menyimpan kecemburuan terhadap Donghae. Padahal demi Tuhan, ini bukan waktu yang tepat untuk Kyuhyun memulai perang dengan mantan kekasih istrinya
"Karena aku punya hutang pada istrimu. Dia membayar semua biaya perawatan Eunhyuk saat istriku mengalami kecelakaan di Guangzhou. Sekarang cepatlah masuk dan berhentilah untuk bersikap penuh kecemburuan seperti ini" Donghae menjelaskan alasannya
"Terang saja aku cemburu kalau mengetahui bagaimana hubungan kalian sebelum ini!" Kyuhyun semakin menaikan suaranya
"Astaga, Kyuhyun! Itu semua sudah berlalu. Aku mencintai istriku dan kau juga mencintai istrimu, kan? Sungmin selalu memikirkanmu. Dia tidak pantas mendapatkan sikap seperti ini!" Donghae menepuk-nepuk bahu Kyuhyun beberapa kali kemudian berbicara dalam nada yang jauh lebih lembut bila di bandingkan dengan sebelumnya.
"Istrimu menunggu di dalam, Kyuhyun. Dia membutuhkan dukungan untuk bisa bertahan melahirkan anaknya. Dia pasti sangat ingin menggenggam tanganmu. Jangan sampai kau menyesal karena melewatkannya!" Petuah Donghae.
Kyuhyun terdiam sejenak. Donghae sudah berlari menjauh menuju bagian Administrasi. Laki-laki itu benar, semua kejadian itu sudah berlalu dan tidak ada lagi alasan untuk curiga. Sungmin tidak mungkin menghianatinya. Apapun yang terjadi di antara mereka bahkan sudah tak pernah terbahas lagi jika Kyuhyun tidak memulai. Kyuhyun tidak akan memulainya lagi. Tidak akan pernah.
Dengan perasaan gugup, Kyuhyun memasuki ruangan ICU dan memakai pakaian yang higienis. Jantungnya berdegup kencang saat berjalan di balik tirai, ia akan segera melihat Sungmin, akan segera. Dan saat tirai berwarna putih itu di buka, Kyuhyun bisa melihat Sungmin disana memandangnya dengan tatapan penuh harap. Sekuat tenaga Sungmin menjulurkan tangannya dan Kyuhyun langsung menyambarnya. Beberapa detik kemudian tangan mereka saling menggenggam erat. Kyuhyun terkesima melihat ruangan putih yang di penuhi perawat dengan bau obat yang sangat mengganggu. Sama sekali tidak nyaman. Ia juga terkesima melihat Sungmin berteriak saat air ketubannya mengalir deras. Kyuhyun juga merasakan sakitnya. Beberapa menit kemudian Dokter memastikan tekanan darah Sungmin, memastikan apakah Sungmin cukup kuat untuk melahirkan secara normal dan memulai proses persalinan setelah mereka yakin dengan kesanggupan Sungmin.
Genggaman tangan Sungmin semakin kuat. Ia berteriak kesakitan namun penuh semangat. Melihat perjuangannya Kyuhyun sama sekali tidak bisa menahan perasaan haru. Ternyata sesakit ini, dan Sungmin masih mau melahirkan anaknya? Dadanya benar-benar sesak. Kyuhyun berusaha menahan diri untuk tidak melangkahkan kaki keluar. Usaha Sungmin benar-benar sangat luar biasa padahal dia baru saja mengalami kejadian buruk. \Saat Sungmin berusaha menarik nafas sebanyak-banyaknya, Kyuhyun merasa kalau ia bahkan sanggup memberikan nafasnya untuk membantu. Seorang ibu mempertaruhkan nyawa untuk anaknya. Kyuhyun sudah mendengarkan cerita itu dari dulu. Tapi ini pertama kalinya ia melihat kenyataannya. Sungmin kembali mengingatkan Kyuhyun kepada ibunya. Ibu yang memberikan nyawanya untuk kehidupan Kyuhyun. Ibu yang menghela nafas untuk terakhir kalinya saat Kyuhyun menghela nafasnya yang pertama di dunia. Kyuhyun menangis, ia tiba-tiba saja menjadi sangat cengeng dan kekanak-kanakan. Menggigit bibirpun tidak cukup untuk menahan isakannya.
"Berjuanglah, Sayang. Dan kau harus hidup!" Bisiknya pria itu stelahnya mencium pelipis wanitanya
Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun semakin erat dan saat itu Kyuhyun berjanji tidak akan pernah meninggalkan Sungmin selamanya. Tidak akan pernah meninggalkan wanita yang pernah sesakit ini untuk melahirkan anaknya. Sungmin bahkan tidak mengeluh sakit meskipun ekspresinya menunjukkan betapa kesakitannya dia. Proses persalinan yang begitu lama membuat Kyuhyun merasa frustasi. Sungmin tiba-tiba menghela nafas berat. Ia tidak berteriak lagi dan memejamkan matanya yang sudah basah. Apakah sudah selesai? Kyuhyun membatin. Tapi dia tidak mendengar suara tangis bayi. Yang di dengarnya hanya Dokter yang berteriak menyiapkan Operasi. Semua perawat mulai terlihat sibuk menyiapkan segalanya. Kyuhyun tidak tau harus melakukan apa. Ia memandang wajah Sungmin yang tanpa darah. Bibirnya bahkan membiru. Kyuhyun akan kehilangan Sungmin seperti ayahnya kehilangan ibunya. Entah mengapa fikiran seperti itu terlintas. Ia tidak akan sanggup kalau itu terjadi. Dia tidak bisa berpisah dengan Sungmin sekarang, dia tidak bisa berpisah dengan Sungmin selamanya.
"Istri anda tidak cukup kuat untuk melahirkan secara norlmal. Kami harus melakuakn Operasi sekarang juga!" Ucap Dokter itu
Kyuhyun masih membeku. Dokter baru menyadarinya sekarang? Saat Sungmin sedang berada di ambang kematiannya? Mengapa tidak dari tadi? Kenapa ia harus merasakan sakit seperti ini terlebih dahulu? Padahal Sungmin lah yang meminta pada dokter, jika memungkinkan ia ingin melahirkan secara normal.
Kyuhyun merasakan genggaman Sungmin mengencang pada tangannya. Ia menoleh dan ternyata Sungmin belum membuka mata. Perlahan-lahan Kyuhyun mencium keningnya, lalu bibirnya dan berbisik,
"Bertahanlah Sungmin. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu!" Ucap Kyuhyun sambil memanjatkan doa-nya untuk sang istri dan kedua anak mereka
000000000000
KERLIP cahaya matahari pagi tiba-tiba saja membuat Kyuhyun terbangun dengan perasaan terkejut yang sangat luar biasa. Sejak kapan ia tertidur? Dia masih bisa tidur saat Sungmin sedang berjuang untuk melahirkan anaknya? Kyuhyun mencoba bangkit dan merasakan sebuah medan yang empuk membuat bokongnya merasa sangat nyaman. Ternyata kakinya terjulur, ia berbaring di atas ranjang putih dengan bantal busa yang empuk. Setidaknya itu jauh lebih baik bila di bandingkan dengan tertidur di ruang tunggu. Tapi, walau bagaimanapun ia tetap tidak boleh merasakan kenyamanan ini sekarang. Bagaimana dengan Sungmin?
"Kau sudah sadar?" Donghae tiba-tiba masuk ke dalam ruangan melalui sebuah pintu.
Perlu waktu yang cukup banyak bagi Kyuhyun untuk menyadari kalau ia sedang berada di dalam ruang rawat rumah sakit. Kyuhyun meyakini itu saat seorang perawat masuk bersama dengan Donghae dan membawa alat pengukur tensi darah. Kyuhyun masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi, bukankah dia sedang menemani Sungmin berjuang? Lalu mengapa dia ada disini?
"Semuanya sudah kembali normal. Anda sudah boleh keluar dari rumah sakit hari ini juga!" Perawat itu berujar dengan sangat manis.
Dengan sedikit basa-basi, ia keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Kyuhyun bersama Donghae yang duduk di dekat kakinya.
"Aku kenapa bisa ada disini?" Tanya Kyuhyun kebingungan
"Kau pingsan di ruang Operasi!" Jawab Donghae, tangkas.
Kyuhyun berfikir sejenak, mencoba mengingat-ingat. Sayangnya ingatan tentang ruang operasi masih enggan muncul. Tapi perlahan-lahan bayangan tentang lampu yang terang benderang, tentang pisau bedah yang membelah perut istrinya membuat Kyuhyun takut. Ada darah, lalu Sungmin terbangun dan Kyuhyun kembali memegang tangannya. Beberapa saat kemudian dokter kembali menyuntikkan obat bius. Ruang operasi membuat manusia terlihat seperti binatang.
"Sudah ingat?" Donghae melanjutkan ucapanya.
"Ruang operasi sangat gaduh begitu kau jatuh pingsan. Armada perawat tiba-tiba saja terbagi dua, mengurusimu dan terus membantu Dokter mengoperasi istrimu" Jelas Donghae yang sebenarnya kalau dilihat dari kata-katanya seperti ingin mengejek Kyuhyun
Ya, Kyuhyun pingsan kerena ia melihat dokter menyelipkan tangannya kedalam perut Sungmin. Dia tidak tahan melihatnya, tidak tega. Jika Sungmin sempat terbangun, pasti ia sempat juga merasakan sakitnya disayat pisau operasi. Dada Kyuhyun kembali sesak.
"Bagaimana dengan istriku?" Kyuhyun bertanya dengan suara bergetar.
"Anakku?" Sambungnya lagi
"Ikuti saja aku!" Donghae menggelengkan kepalanya menunjukkan arah kemana Kyuhyun harus mengikutinya.
Kyuhyun sempat merasa limbung ketika berusaha turun dari ranjang rumah sakit. Tapi ia berusaha untuk lebih kuat. Kyuhyun harus melihat keadaan Sungmin sekarang juga. Untungnya langkah Donghae tidak begitu cepat. Mungkin dia tau bagaimana keadaan Kyuhyun saat ini. Langkah laki-laki itu mendampinginya melewati beberapa buah kamar lalu turun ke lantai bawah dengan Lift. Semakin dekat dengan Sungmin, detak jantung Kyuhyun terdengar semakin cepat. Sampai akhirnya Donghae berhenti di depan sebuah kamar dan membukakan pintunya untuk Kyuhyun. Sebuah pemandangan yang sama sekali tidak pernah di bayangkannya menyeruak. Sungmin sudah lebih baik. Meskipun harus di infus, ia tetap menyusui anak-anaknya dengan beberapa tetesan air mata menjatuhi tubuh bayinya. Wanita itu berusaha menyeka setiap tetesan yang menyentuh tubuh anaknya dengan cepat agar anak itu tidak kedinginan.
Langkah Kyuhyun semakin kikuk, ia mendekat secara perlahan dan Sungmin menyadari kehadirannya. Sejenak, Kyuhyun menoleh kepada Eunhyuk yang duduk di atas Sofa memangku Kibum yang masih tidur. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya, Kyuhyun hanya bisa berusaha untuk terus mendekat dan berakhir di sisi Sungmin dalam jarak yang sangat intim. Sungmin memandangnya lama.
"Kenapa menangis seperti ini?" Kyuhyun mengeluarkan kata pertamanya dengan agak parau. Tangannya menyentuh wajah Sungmin dan berusaha menghapus air matanya.
"Ada sesuatu yang terjadi padamu? Atau anak kita?" Sungmin menggeleng.
"Semuanya baik-baik saja. Aku hanya sangat bahagia, Kyuhyun. Aku sempat takut kehilangan anak ini. Aku fikir kejadian itu akan membuatku kehilangan anakmu. Tapi lihat, dia baik-baik saja, kan? Dia kehausan. Dokter tidak memberikan apa-apa, mereka menunggu aku sadar dan cukup kuat untuk menyusuinya" Jelas Sungmin
Kyuhyun memandang anaknya, mereka begitu kecil dan—Sungmin benar—terlihat sangat kehausan. Dia menyusu dengan semangat dengan beralaskan sebuha bantal menyusui yang unik seperti bantal leher namun lebih besar. Seulas senyum bangga hadir di bibir Kyuhyun. Akhirnya Kyuhyun melihat sosok yang selalu di bicarakannya selama ini. Sosok yang sangat di harapkannya. Melihat bayinya membuat Kyuhyun sama sekali tidak menyesal dengan keputusannya untuk memilih Sungmin dan meninggalkan Cho. Kyuhyun meraih kepala Sungmin dan menyandarkannya di tubuhnya.
"Kau pasti sangat lelah, Jika aku tau melahirkan sangat sakit, aku mungkin tidak akan pernah membiarkanmu mengandung anakku. Aku hampir mati saat melihat betapa menderitanya dirimu sewaktu persalinan. Sama sekali tidak bisa bernafas" Ucap Kyuhyun mengingat saat itu lagi, saat ia melihat betapa istrinya begitu berjuang keras untuk anak-anak mereka
"Tapi aku menginginkan itu!" Ucap Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya, masih sempat-sempatnya wanita ini melakukan aegyo
"Keinginanmu ternyata sangat berbahaya. Kalau aku tau perutmu akan di belah seperti tadi malam, aku tidak akan memberimu izin untuk melahirkan anakku" Kyuhyun menepuk kepala Sungmin kesal
"Kata-katamu bisa di dengar anak-anak kita, Kyuhyun. Dia akan mengira kalau ayahnya tidak menginginkan mereka!" Cemberut Sungmin
"Aku menginginkan mereka. Tentu saja mereka akan maklum karena ibunya mempertaruhkan nyawa untuk melahirkannya" Kyuhyun lalu menyentuh kepala anak-anaknya dengan lembut.
"Kenapa mereka menyusu dengan posisi seperti ini?" Tanya Kyuhyun yang sepertinya pertama kali melihat anak kembar yang menyusu dalam satu waktu pada ibunya, dengan posisi masing-masing kepala yang di sangga oleh kedua telapak tangan Sungmin, sementara tubuh mereka diselipkan di di bawah kedua tangan (seperti membawa sebua tas tangan)
"Memang seperti ini Kyuhyun, mereka selalu ingin menyusu bersamaan" Ucap Sungmin sambil memandangi anak-anaknya sementara Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya
"Hei, Bocah. Kalau kau nakal dan membuat ibumu susah, aku akan menghukummu. Mengerti? Kau tidak tau rasanya melahirkanmu, kan? Ayahmu saja juga hampir mati karena ini!" Ucap Kyuhyun seakan anak-anaknya akan mendengar semua yang di ceritakannya
"Astaga, Kyuhyun! Kau jangan menyalahkan anakmu karena pingsan di ruang Operasi!" Donghae ambil suara dan menertawakannya.
"Yah, aku mungkin tidak sekuat dirimu saat menemani Eunhyuk melahirkan!" Kyuhyun memandangnya sinis
"Dia tidak pernah melakukan itu!" Sela Eunhyuk.
"Saat aku melahirkan Kibum, kakakku yang menemaniku. Suamiku terlalu pengecut" Sinis Eunhyuk
"Sayang, kau tau kalau aku tidak akan tega melihatmu menderita. Makanya saat itu aku tidak bisa menemanimu. Jika saja aku ada disana, maka aku akan pingsan pada menit-menit awal. Ah, ahirnya aku terpaksa mengakuinya" Donghae menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
"Mengakui betapa pengecutnya kau?" Ejek Eunhyuk
"Aish!" Donghae berdesis.
"Kalau mau bertengkar, di rumah saja! Kenapa harus berdebat disini? Istriku butuh istirahat!" Ketus Kyuhyun
Sebuah gelak lemah hadir menyeruak ke Seantero ruangan. Semua orang memandangi seseorang yang berdiri di depan pintu dan menyaksikan perdebatan Donghae dan Eunhyuk. Mungkin Donghae dan Eunhyuk tidak mengenalnya, tapi jelas Kyuhyun dan Sungmin mengenalnya. Mereka saling pandang sebentar sebelum kembali melemparkan pandangan tak menyangka kepada seseorang yang berdiri di ambang pintu. Cho Heechul.
Heechul pasti menyadari keheranan yang tiba-tiba saja muncul. Suasana mendadak sepi dan beku beberapa saat hingga tiba-tiba Kibum terbangun dan memanggil ibunya. Eunhyuk segera meraih anaknya dan menggendongnya. Beberapa saat kemudian ia sudah menggandeng Donghae dan bersiap untuk pergi.
"Baiklah, Kyuhyun. Kami harus pulang dulu. Aku harus mandi dan kerja" Donghae bergumam dengan nada bicaranya yang biasa.
"Nanti Eunhyuk akan kesini lagi membawa pakaian untuk Sungmin. Kami permisi dulu!" Kedua orang itu akhirnya keluar sambil bergandengan tangan dan menghilang.
Keheningan itu menyeruak lagi, hingga langkah-langkah Heechul mendekati mereka dengan ketukan yang teratur. Kyuhyun tidak tau harus mengatakan apa, tapi melihat senyum Heechul perasaan gamangnya mulai memudar. Meskipun begitu Kyuhyun sama sekali tidak bisa mengataka sepatah katapun.
"Aku mengganggu?" Heechul berujar dengan suara terhalus yang di milikinya dan Kyuhyun menggeleng.
"Kau tidak kesini untuk membuat istriku tertekan, kan?" Sinis Kyuhyun
"Tidak. Aku ingin melihat anak kalian" Ia lalu menoleh kepada Sungmin dan menatapnya.
"Boleh aku menggendong salah satu dari mereka?" Pinta Heechul seperti memohon, Sungmin menatap Kyuhyun lekat-lekat meminta persetujuan.
"Mereka sedang menyusu!" Kyuhyun menjawab menggantikan Sungmin dengan ekspresi yang lebih halus lagi.
Heechul menghela nafas, tapi ia semakin berani untuk lebih dekat lagi lalu duduk di dekat Sungmin. Wanita itu menatap bayi mungil yang berada di dalam gendongan Sungmin dan membelai tangan kecilnya. Bayi itu sangat mengagumkan, suatu keajaiban yang terjadi dalam kehidupan dan mengobati segala kegetiran yang sudah terjadi selama ini.
"Bibi," Kyuhyun menyapa Heechul seperti biasanya. Akhirnya. Heechul menghela nafas lalu tersenyum.
"Ada apa Kyuhyun?" Heechul menjawab dengan wajah bahagianya
"Bagaimana kau tau kami disini?" Tanya Kyuhyun
"Temanmu tadi tidak menceritakannya?" Dahi Kyuhyun berkerut. Donghae? Kyuhyun menggeleng. Donghae tidak menceritakan apa-apa kepadanya.
"Kami bertemu di kantor polisi. Beberapa orang Polisi datang mencari Seulgi kerumah karena dia menjadi tersangka di balik penganiayaan istrimu. Karena itulah aku langsung berangkat ke Tokyo demi melihat keadaan kalian" Jelas Heechul
"Sudah ku duga" Kyuhyun berujar kesal, karena ia sudah menyangka bahwa Seulgi adalah dalang dari masalah yang terjadi.
"Lalu mereka menemukan Seulgi di rumahmu?" Tanya Kyuhyun lagi, benar-benar ingin tahu apakah wanita jalang itu sudah benar-benar mendapatkan hukumannya apa belum. Kalu belum dia sendiri yang kan mencarinya
"Aku sudah lama mengusirnya. Victoria sudah menceritakan segalanya kepadaku dan itu cukup mengejutkan. Semua pelayan di rumah juga sudah membuka mulut mengenai Seulgi. Aku juga melaporkan Seulgi ke polisi dengan tuduhan penipuan. Aku merasa tertipu hidup bersamanya selama ini" Ucap Heechul menyesal
"Jadi selama ini dia buronan?" Kyuhyun cukup terkejut mendengarnya
"Seulgi sudah berbulan-bulan menghilang. Aku bahkan sudah melupakan keberadaannya dan juga laporanku karena tidak ada lagi informasi tentang itu. Tapi temanmu tadi benar-benar mengurusi semuanya sampai ke akar-akarnya. Dia sangat perduli!" Ucap Heechul menceritakan betapa pedulinya Donghae, pria yang selalu membuatnya cemburu
"Dia tetangga kami di rumah baru. Istrinya adalah Sahabat Sungmin dan pria itu juga mantan kekasih Sungmin!" Jelas Kyuhyun
"Benarkah?" Heechul kelihatan terkejut dan memandang Kyuhyun dengan tatapan tak menyangka.
"Aku hanya ingin mencoba untuk jujur kepadamu, Bibi. Aku seharusnya membenci Donghae dan kau juga akan melakukan hal itu jika kau tau apa saja yang sudah terjadi di antara mereka. Tapi kedua suami istri itu menjaga Sungmin sepanjang waktu. Jika tidak ada mereka, Aku mungkin sudah kehilangan Sungmin dan anakku!" Ucap Kyuhyun
"Ya, orang yang baik seharusnya tidak di lihat dari masa lalunya" Lalu membelai kepala Sungmin.
"Aku minta maaf kepada kalian atas perlakuanku saat itu. Victoria benar, kau sudah banyak memberi perubahan di rumahku semenjak kehadiranmu. Apalagi saat kehamilanmu, aku melupakan semua kesedihanku. Sungguh tidak adil jika aku membencimu hanya karena kau adalah Sung Min-Ah. Padahal kami juga memisahkanmu dari Siwon dan menyebabkan penderitaan dalam hidupmu!" Sesal Heechul
Lagi-lagi Sungmin memandang Kyuhyun sebelum memberanikan diri untuk memandang Heechul dalam-dalam.
"Aku tidak mungkin menerima maafmu" Jawab Sungmin lemah.
"Kau tidak mau memaafkanku?" Sungmin menggeleng.
"Tidak ada yang perlu di maafkan!" Ucapan Sungmin benar-benar membuat wanita paruh baya itu bernafas lega
"Aku lega mendengarnya. Sungguh!" Heechul menghela nafasnya, lalu kembali memperhatikan bayi-bayi mungil yang masih berada di dalam pelukan Sungmin.
"Anak kalian laki-laki atau perempuan?" tanya Heechul penasaran
"Astaga, aku juga melupakan hal itu!" Ujar Kyuhyun.
"Anak kita berjenis kelamin apa, sayang?" Tanya Kyuhyun dengan semangat
"Yang sebelah kanan Perempuan, dia anak perempuan yang cantik. Dan sepertinya, aku tidak bisa memberikan nama Siwon kepadanya, tapi yang dikiri laki-laki, sama tampannya seperti pria-pria yang berada di keluarga Cho, sepertinya dia agak mirip Siwon. Jadi seperti permintaan umma kita akan memberi dia nama Siwon, bagaimana Kyuhyun? Apa kau setuju?" Tanya Sungmin pada Suaminya
"Tentu saja, kita telah kehilangannya, dan sekarang kita telah mendapatkannya kembali" Ucap Kyuhyun sambil memandang anak-anaknya haru
Heechul tersenyum melihat pemandangan di depannnya, begitu bahagia dan manis
"Ya, baiklah. Lalu nama apa yang kalian pilih untuk menamai anak perempuan kalian yang cantik ini?" Tanya Heechul antusias
Kyuhyun dan Sungmin saling pandang lalu Kyuhyun membelai kepala istrinya.
"Bolehkah aku menghidupkan lagi Sung Min-Ah sayang? Aku ingin memberikan nama Min-Ah kepada anak kita!" Pinta Kyuhyun
"Menarik sekali," Heechul memotong.
"Cho Min-Ah! Artinya bagus kan, putri dari keluarga Cho yang cantik" Ucap Heechul semangat
"Tapi aku tidak suka dengan nama Cho!" Tolak Kyuhyun
"Kau tidak akan pernah bisa menghilangkan nama Cho dari hidupmu Kyuhyun!" Heecul menggerakkan jari telunjuknya kekiri dan kenanan di depan wajah Kyuhyun
"Haruskah nama Cho merusak keindahan nama Min-Ah?" Kyuhyun membuat wajah merengut yang benar-benar ingin membuat Sungmin tertawa
"Anakmu seorang Cho, didalam tubuhnya mengalir darah Cho. Kau tidak bisa menghilangkan Cho dari hidupmu. Sudah ku bilang, kan?" Heechul terdengar lebih galak bila membicarakan nama keluarga.
"Setelah ini kalian akan ikut aku pulang ke Seoul kan?" Tanya Heechul penuh harap
"Kami tidak bisa. Sungmin tidak bisa melakukan perjalanan jauh. Lagipula, aku meragukan bisa meninggalkan kehidupanku di Tokyo. Aku punya pekerjaan yang menjadi tanggung jawabku disini" Tolak Kyuhyun lagi
"Lalu siapa yang akan menjaga Sungmin kalau kau pergi bekerja?" Tanya Heechul
"Ada Eunhyuk, bibi! Sungmin akan baik-baik saja. Aku akan mencari Yesung untuk kembali menjaga Sungmin sampai Seulgi di temukan" Kata Kyuhyun
"Itu tidak perlu!" Ujar Heechul.
"Seulgi sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dia meninggal karena kecelakaan saat pengejaran semalam. Pagi ini, jenazah Seulgi akan di kembalikan ke keluarganya di Daegu, Jadi pulanglah. Aku membutuhkan kalian!" Heechul kembali memohon dan Kyuhyun menggeleng, ia masih keras kepala.
"Kau akan tetap menjadi seorang nenek. Kami pasti akan mengirimnya ke Seong dong-gu lebih sering. Kalau putra-putriku sudah sekolah, dia akan tetap kesana pada hari libur. Aku berjanji akan sering-sering menemanimu di Seong Dong-gu" Bujuk Kyuhyun agar bibi-nya tidak memaksa mereka kembali ke Seoul, ia sudah merasa nyaman disini
Heechul putus asa. Dia tampak kecewa karena Kyuhyun menolak untuk kembali kerumahnya. Ia memandangi Sungmin berharap Sungmin membujuk Kyuhyun untuk ikut dengannya ke Alberta. Tapi sayangnya Sungmin-pun sepertinya tidak begitu tertarik untuk kembali.
"Bagaimana kalau kau tinggal saja bersama kami untuk sementara ini?" Sungmin tiba-tiba saja bicara.
"Setelah aku cukup kuat, kita bisa berangkat ke Seoul bersama- sama!" Ucap Sungmin yang membuat kedua orang lainnya disana membulatkan matanya
"Sayang, apa yang kau katakan? Kita akan pindah ke Seoul?" Kyuhyun mendesah.
"Kita harus membawa anak kita untuk melihat makam nenek dan kakeknya. Aku ingin membawa anak kita kesana, Sebentar saja. Hanya beberapa hari dan Changmin pasti mengizinkanmu untuk libur kerja, kan?" Sungmin merangkul pinggang Kyuhyun erat-erat
Kyuhyun menatap Sungmin dan Heechul secara bergantian. Ia tampak memikirkan sesuatu untuk beberapa lama. Lalu,
"Baiklah. Apapun yang kau inginkan, yang Mulia!" Ucap Kyuhyun lalu mencium kening istrinya.
000000000000
SUNGMIN tertidur karena merasa lelah. Hari ini ia dan keluarga kecilnya pergi ke Naksan untuk mengajak kedua anaknya melihat makam neneknya. Mereka cukup lama berada disana hingga akhirnya Heechul menyusul karena merasa tidak sabaran.
Selama disana, Siwon kecil dan Minah yang baru bisa bicara itu terus mengoceh sehingga menimbulkan kejenakaan yang luar biasa. Sungmin sangat sayang kepada kedua anaknya, tidak ingin berpisah. Sayang sekali ia harus kecewa karena baby pumpkin dan baby bunny—sesuai dengan nama buatan Kibum—di bawa oleh Heechul ke Seong Dong-gu lebih dulu sedangkan Kyuhyun menahannya di Naksan dan membawanya kerumah peninggalan orang tuanya dimana mereka pernah bercinta untuk pertama kali.
Sayangnya memikirkan kedua anaknya membuat Sungmin terus gelisah. Ia hanya tertidur beberapa jam hingga terbangun lagi sebelum pagi tiba. Jam didinding bahkan belum menunjukkan tengah malam. Sungmin ingin membangunkan Kyuhyun dan mengajaknya ke Seong Dong-gu saat itu juga. Sayangnya ia tidak menemukan Sungmin di sebelahnya.
Mungkinkah Kyuhyun sedang ke kamar mandi? Ia segera menoleh ke sisi kanana dan kecewa saat melihat pintu kamar mandi terbuka. Laki-laki itu tidak ada di kamar mandi. Sungmin berusaha bangkit dari ranjang dan berjalan menuju keluar kamar, ia harap Kyuhyun sedang di dapur, atau dimana saja di rumah itu. Sungmin berjalan menuju ruang tengah, ia tidak menemukan Kyuhyun. Begitu juga di ruang tamu dan ruangan yang lainnya. Sungmin kemudian mempercepat langkahnya menuju dapur dan terkesima saat melihat Eunhyuk ada di dapurnya. Ia termenung sesaat hingga Eunhyuk menoleh kepadanya secara tidak sengaja.
"Sungmin?" Gumam Eunhyuk
"Eunhyuk? Apa yang kau lakukan?" Tanya Sungmin
"Seharusnya Kyuhyun memberikanmu obat tidur agar kau tidak terbangun. Kau bangun terlalu cepat!" Eunhyuk mendesah kesal lalu kembali menuang Sampanye ke empat buah gelas kristal di hadapannya.
"Akan ada pesta?" Sungmin tersenyum.
"Pesta kejutan untukmu seharusnya. Tapi kau sudah memergokiku!" Kesal Eunhyuk
"Kapan kau sampai?" Sungmin mendekati Eunhyuk dan membantunya menyiapkan banyak hal.
"Bagaimana kau tau tempat ini?" Tanya Sungmin sambil mencoba membawa barang-barang yang diperlukan
"Aku baru sampai dua jam yang lalu. Kyuhyun menjemput kami di Gimpo dan harus meninggalkan Bummie Seong Dong-gu bersama Nyonya Cho dan tentunya baby pumpkin dan baby bunny. Semoga saja anakku tidak menangis ketika dia terbangun tanpa ibunya!" Ucap Eunhyuk
"Bummie sudah cukup besar untuk menangis. Yang harus khawatir itu aku! Baby-ku baru berusia delapan belas bulan. Aku bahkan belum berhenti menyusuinya!" Ucap Sungmin semakin merawa khawatir dengan anak-anaknya
"Tapi ku rasa neneknya cukup lihai menangani anak-anak. Saat kami tiba disana sore tadi, Bummie langsung dekat dengannya" Eunhyuk memandang Sungmin sejenak lalu berujar sambil berbisik.
"Tunggulah disini jangan membantu apa-apa lagi. Aku akan membawa semua ini ketaman belakang!" Ucap Eunhyuk mengambil barang-barang yang sudah berada di tangan Sungmin
"Tapi aku ingin membantu" Rengek Sungmin
"Tidak usah! Kalau kau melakukanya, Kyuhyun bisa kecewa. Ia menyiapkan banyak hal untuk menyambut pagi bersamamu! Duduklah disini dan jangan keluar sebelum aku panggil!" Perintah Eunhyuk dan Sungmin akhirnya mengangguk.
Eunhyuk mulai mengangkuti semua barang-barang yang disiapkannya hingga saat ia membawa barang-barangnya yang terakhir, Eunhyuk tidak kembali kedapur dalam waktu yang lama. Sungmin gelisah menunggu, apa yang mereka lakukan? Sungmin menatap jam di dinding. Sekarang sudah tengah malam. Mereka memakan banyak waktu untuk membuat pestanya!
"Sekarang sudah saatnya Sungmin!" Eunhyuk menyembulkan kepalanya dari pintu belakang dengan sebuah senyum.
Sungmin mendekat dan mendengar bisikan Eunhyuk yang mengucapkan kata 'bersiap-siaplah' sambil membuka pintunya secara perlahan. Selang beberapa detik kemudian, Sungmin melihat sebuah tenda megah menghalangi pemandangannya.
"Apa ini?" Sungmin bingung melihat sebuah tenda besar
"Kyuhyun sudah menyiapkan ini untukmu. Jadi begitu kita masuk di dalam, kagumilah meskipun kau harus memaksakan diri untuk bersandiwara!" Eunhyuk menarik lengannya dan mereka mendekati tenda besar itu. Mereka melangkah terlalu cepat hingga Sungmin melihat Donghae membukakan pintu tenda untuknya dengan senyuman bangga. Setelah berada di dalam, Sungmin tidak perlu berakting kagum. Ia benar-benar terkagum-kagum karena apapun yang di lihatnya seperti lokasi garden party dengan luas 5x5 meter. Lantainya di penuhi rumput yang sangat lembut membuat Sungmin melepaskan sadalnya dan menginjaknya dengan perasaaan nyaman. Semua yang Eunhyuk siapkan tadi tersusun rapi di atas meja di hadapannya dengan empat buah kursi taman yang terbuat dari besi. Di balik meja-meja itu ada sebuah tempat yang lebih tinggi berbentuk segi empat, seperti ranjang yang luas namun di lapisi rerumputan. Lampu yang terang berasal dari puncak tenda sehingga Eunhyuk juga dapat melihat warna-warni balon yang indah melayang di setiap sudut. Dinding tenda yang terbuat dari bahan yang sangat tebal di tutupi oleh tanaman-tanaman rambat sehingga memberikan efek kalau dirinya tengah berada di sebuah tempat yang megah di sebuah hutan. Sungmin menoleh ke sisi lain, ada sebuah bathub di penuhi air dengan teratai berwarna merah jambu mengapung di atasnya, lalu sebuah pinus buatan meneduhinya dan Kyuhyun bersandar disana.
"Bagaimana?" Gumamnya.
Sungmin tidak bisa memungkiri kalau ia terkesima. Sungmin bahkan tidak perah bermimpi mendapatkan kejutan seperti ini.
"Cantik sekali!" Gumam Sungmin masih merasa takjub
Kyuhyun mendekat hingga mereka berhadapa-hadapan.
"Untukmu!" Ucap Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya
"Dalam rangka apa?" Tanya Sungmin penasaran
"Tunggu sebentar. Aku perlu mereka untuk mengatakannya" Kyuhyun berjalan keluar tenda lalu masuk kembali bersama Eunhyuk dan Donghae.
Mereka berdua pasti banyak membantu dalam hal ini. Sungmin menatap keduanya dengan rasa terimakasih. Beberapa waktu kemudian mereka berempat sudah duduk di atas empat buah kursi taman yang menghadapi beberapa gelas Sampanye. Eunhyuk mengajak mereka bersulang atas kejutan mereka yang tampaknya berhasil. Ya, mereka memang berhasil. Meskipun Sungmin bangun lebih cepat dari rencana, meskipun ia juga memergoki Eunhyuk menyiapkan sebagiannya, Sungmin tetap tidak bisa memungkiri kalau dirinya sangat terkesima. Ini benar-benar luar biasa.
"Balon-balon itu ideku!" Ujar Donghae bangga.
"Ya, tapi ide balon melayang itu dariku!" Eunhyuk menambahkan.
"Para laki-laki ini ingin agar balon itu di letakkan di atas rumput saja. Tapi aku tidak setuju karena itu bisa merusak pemandangan hutan mini yang dengan susah payah di rancang" Jelas Eunhyuk
"Terimakasih. Kalian sudah membantu Kyuhyun menyiapkan ini semuanya" Ucap Sungmin, dan menoleh kepada Kyuhyun yang duduk disebelahnya.
"Terimakasih" Ucap Sungmin kini sambil memandang suaminya
"Ah, ya! Cepatlah lakukan, Kyuhyun. Aku dan Eunhyuk akan segera masuk kedalam rumah karena kami harus menemui Bummie dirumah bibimu besok pagi!" Mendengar kata-kata Donghae itu Sungmin segera menatap Kyuhyun dengan penuh tanya.
Tentunya semua ini di buat karena sesuatu. Ia menanti Kyuhyun bertindak, Kyuhyun sempat terdiam sejenak lalu mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru dan meletakkannya di depan Sungmin. Ia membuakanya dan memperlihatkan sebuah kalung mewah yang di penuhi Swarowsky yang berkilauan.
"Pakailah ini saat pernikahan kita nanti!" Gumam Kyuhyun.
"Kita sudah menikah, kan?" Sungmin tersenyum heran.
"Ya, tapi bibiku menginginkan pernikahan itu di ulangi! Pernikahan kita pada waktu itu juga terlalu mendadak. Aku bahkan tidak memberikanmu kesempatan untuk mengatakan 'aku bersedia'..." Ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya
"Saat itu aku sudah cukup bahagia!" Ucap Sungmin sambil menghusap pipi Kyuhyun
"Aku tidak meragukan itu, sayang. Tapi aku ingin melakukan ini. Aku ingin memperlakukanmu dengan wajar, memberikan apa yang di inginkan oleh kebanyakan wanita. Aku ingin kau bahagia dan menceritakan sebuah lamaran yang indah jika suatu saat nanti kedua anak kita, terutama Minah bertanya" Jelas Kyuhyun
"Jadi sekarang kau sedang melamar?" Sungmin tertawa sebentar
"Ya, karena itulah Sungmin. Aku tau kalau kau tidak memerlukan ini. Tapi apapun itu, menikahlah denganku, lagi!" Pinta Kyuhyun
"Seharusnya kau memberikan cincin" Ucap Sungmin sambil memamerkan jarinya
"Kau sudah memakai cincin kawin, lihat ini" Ucap Kyuhyun menunjukan cincin yang sudah berada di jari manisnya.
" Jadi, sekarang apa jawabanmu?" Lanjut Kyuhyun
Sungmin terdiam lama, sengaja untuk membuat Kyuhyun tidak sabar menantinya. Ia tersenyum senang saat melihat ekspresi kesal Kyuhyun.
"I do. Aku akan menikah denganmu, Kyuhyun. Lagi!"
Mendadak suasana menjadi riuh. Eunhyuk dan Donghae meramaikannya dengan tepuk tangan lalu memaksa Kyuhyun untuk memakaikan kalung itu di leher Sungmin. Sungmin tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Terlebih saat menyentuh kalung yang sudah bergantung di lehernya. Kontras sekali dengan gaun tidurnya yang sederhana.
"Aku tidak menyangka bisa melihat mantan kekasihku di lamar oleh orang lain!" Donghae mengerang.
"Lamaran yang indah, kan?" Kali ini Donghae menelengkan kepalanya menatap Eunhyuk
"Tentu saja!" Ucap Eunhyuk senang
"Kalau begitu ayo kita keluar sayang. Kita harus memberikan waktu untuk mereka!" Donghae mengulurkan tangannya dan Eunhyuk menyambutnya.
Mereka berdua kemudian bergandengan tangan menuju keluar dari tenda. Samar-samar terdengar di telinga Sungmin bahwa Eunhyuk mengejek Donghae karena tidak pernah berniat untuk melakukan lamaran atau pernikahan ulang dengannya. Mereka berdebat lagi, terus begitu hingga suara mereka menghilang saat pintu belakang tertutup.
Sungmin memandangi kesekelilingnya lagi. Ternyata di sisi sebrang, dimana pintu masuk berada. Berjejer semak-semak yang di tumbuhi berbagai bunga. Tempat ini sangat hijau dan di temani banyak warna lainya sehinga suasanya menjadi sangat semarak. Lampu yang berada di puncak tenda bersinar seperti matahari. Begitu terang seolah-olah mereka sedang berada di siang hari.
"Kita pindah ke ranjang, sayang?" Kyuhyun berbisik.
Sungmin segera memadangnya. Kyuhyun sedang menunjuk ke ranjang rumput itu. Ya, Akhirnya Sungmin tau untuk apa benda itu di ciptakan.
"Kita perlu bantal dan selimut!" Ucap Sungmin
"Untuk apa? Ada aku yang bisa jadi bantal dan selimutmu, kan?" Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk menggapai tangan Sungmin lalu menggandengnya menuju benda yang di sebutnya sebagai ranjang.
Begitu duduk di atasnya Sungmin merasakan kesegaran siang hari, seolah-olah dirinya sedang berada di tengah padang rumput dan akan berbaring di atasnya. Perlahan Sungmin merebahkan tubuhnya. Dan Kyuhyun juga. Laki-laki itu berbaring miring dengan sebelah tangan menumpu kepala. Ia memandangi Sungmin dengan penuh kasih.
"Nyaman?" Kyuhyun berbisik.
"Ya, sangat nyaman! Darimana kau dapat ide seperti ini?" Tanya Sungmin ikut memiringkan tubuhnya sehingga mereka kini saling menghadap
"Dari fikiranku untuk bercinta denganmu di alam bebas. Jadi aku membuat tiruannya. Aku tidak akan melakukan itu dalam keadaan sebenarnya jika kau tidak ingin aku membunuh orang yang melihat kita!" Sungmin tertawa.
"Ini mahal,Kyuhyun?" Ucap Sungmin
"Lumayan!" Kyuhyun mengangkat bahunya sedikit
"Kau menyiapkannya dengan uangmu atau uang Cho?" Mata Sungmin mulai menyipit
"Uang Lee Donghae" Jawab Kyuhyun mantap
"Astaga, kau berhutang untuk ini?" Sungmin membulatkan matanya
"Ya, begitulah. Setelah ini aku akan meminta Heechul membayar hutangku" Kyuhyun lalu terkekeh karena rencana liciknya.
"Setidaknya ia tidak menggunakan harta Cho secara langsung karena aku tau kau akan menolaknya" Alasan Kyuhyun,
Sungmin meyentuh wajah Kyuhyun dan mengusap pipinya lembut.
"Terimakasih, Kyuhyun. Kau sudah terlalu banyak mengabulkan impianku. Dimulai dari anak kita,Siwon dan Minah. Pernikahan yang sebenarnya, juga lamaran yang indah ini meskipun kau terlambat!" Sungmin merasa sangat terharus dengan semua yang dilakukan suaminya
"Aku akan melakukannya lagi. Aku akan mengabulkan impianmu lebih banyak lagi. Kau tidak usah khawatir!" Kyuhyun tersenyum saat mengatakannya
"Mungkin inilah bayaran dari semua penderitaanku selama ini!" Ucap Sungmin kembaling membawa tubuhnya terlentang
Kyuhyun tidak mengatakan apa-apa. Ia menyentuh bibir Sungmin dan menelusurinya dengan jarinya, sesaat kemudian membelai pipinya, hidung lalu kelopak mata. Kyuhyun menyentuh ujung bulu mata Sungmin dengan perlahan beberapa lama. Lalu membelai kepalanya penuh kasih.
"Kau jangan pernah membicarakan hal itu lagi. Berjanjilah. Aku tidak ingin mendengar tentang penderitaan, tentang China dan tentang masa lalumu lagi. Kau hanya akan membuatku semakin menyesal karena terlambat menemukanmu!" Ucap Kyuhyun sedih
"Ya, aku berjanji. Mulai sekarang masa lalu itu tidak pernah ada" Sungmin mengangguk dan membuat janjinya
"Aku sudah megurus semuanya Sungmin, di pernikahan nanti kau akan mendapatkan kejutan yang lebih indah dari ini. Lalu Siwon akan mengenakan tuxedo yang keren, Minah juga akan mengenakan gaun yang cantik. Kita akan menggendong mereka , dan kau akan menggendong Minah saat berjalan di Altar nanti" Ucap Kyuhyun menceritakan rencana pernikahan mereka
"Ya, tentu saja aku akan melakukannya! Tapi Bolehkah aku meminta satu hal" Pinta Sungmin
"Katakanlah!" Kyuhyun mempersilahkan istrinya untuk meminta apapun yang ia inginkan
"Bisakah kau membawa Sooman kemari? Aku ingin meggandeng lengannya di altar nanti. Aku ingin dia yang memberikan tanganku untukmu. Bukan maksudku mengungkit masa lalu, Kyuhyun. Aku hanya..."
"Ya, kau pernah mengatakannya. Bagimu Sooman seperti ayah hanya saja dia tidak pernah tau apa yang sudah dilakukan anak buahnya kepadamu!" Sela Kyuhyun seakan tahu apa yang akan dikatakan istrinya. Sungmin mengangguk membenarkan.
"Jadi, bolehkah…" Sungmin menatap Kyuhyun penuh harap
"Aku akan mendatangkannya untukmu. Aku juga akan memberikannya lima asisten yang baru karena asisten yang sudah menyakitimu itu akan segera ku habisi" Ucap Kyuhyun
"Aku juga menginginkan itu. Kau akan menghukum mereka?" Tanya Sungmin penuh semangat
"Aku akan menghilangkan nyawa mereka!" Sungmin tertawa senang dan Kyuhyun juga melakukan hal yang sama.
Setelah puas tertawa, Sungmin melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun dan menyentuh bibir laki-laki itu dengan bibirnya beberapa lama. Lalu ia memandang Kyuhyun dan berbisik di atas bibirnya.
"Apa yang harus ku lakukan untuk berterimakasih?" Tanya Sungmin dengan tatapan innocent sekaligus menggoda miliknya
"Tugasmu, nikmati saja malam ini. Biarkan aku melakukan segalanya dan kau tidak perlu melakukan apa-apa!"
Kyuhyun memulai, ia benar-benar tidak mengizinkan Sungmin melakukan apa-apa. Selama ini, Sungmin selalu bertindak dengan sangat agresif tanpa disadarinya. Meskipun hal itu sangat menyenangkan, tapi Kyuhyun merasa di kalahkan. Seharusnya Sungmin yang puas padanya, bukan sebaliknya seperti yang terjadi selama ini. Kali ini ia harus membalik lagi keadaan itu. Kyuhyun membuka gaun tidur Sungmin dengan sangat perlahan, terlalu perlahan sehingga dirinya sendiri mulai kesakitan menahan hasratnya.
Dua menit kemudian, mereka berciuman lama. Dua puluh menitkemudian Kyuhyun sudah berhasil membuat Sungmin memohon untuk segera bercinta dengannya Tiga puluh menit kemudian, mereka benar-benar sedang berusaha mendaki puncak kepuasan bersama-sama. Kyuhyun memberikan Sungmin ciuman yang sangat panjang. ia tidak ingin melepaskannya begitu saja dan mereka melakukan semuanya hingga fajar menyingsing. Sungmin merasa sangat lelah dan terbaring lemah dalam pelukan Kyuhyun. Laki-laki itu tidak beranjak sedikitpun dari sisinya dan Kyuhyun berjanji tidak akan pernah.
"Jangan terlalu sering seperti ini, Kyuhyun!" Sungmin berbisik. Ia hanya mampu berbisik saat ini.
"Aku malah berencana untuk melakukannya sesering mungkin" Ucap Kyuhyun
"Aku belum siap melahirkan anak lagi. anak-anak kita masih kecil!" Kyuhyun tertawa. Ia juga belum siap melihat Sungmin mengandung lagi.
Persalinan kedua anak kembarnya saat itu membuat Kyuhyun benar-benar trauma. Ia sudah kehilangan ibunya karena persalinan. Kyuhyun tidak ingin kehilangan istrinya juga. .Kita bisa mengunjungi dokter untuk berkonsultasi mengenai hal ini!.
"Kyuhyun!" Sebuah teriakan terdengar dari luar, suara Donghae.
"Kau sudah bangun? Bolehkah aku masuk?" Donghae meminta ijin
"Tidak!" Kyuhyun langsung menjawab dengan suara lantang. Ia sudah membuang gaun tidur Sungmin entah kemana dan tidak mungkin ia membiarkan Donghae masuk dan melihat Sungmin tanpa pakaian. Ia memandangi Sungmin sejenak lalu berbisik.
"Aku keluar dulu menemuinya!" Sungmin mengangguk. Kyuhyun bengkit dan memakai celananya piamanya lalu keluar dari tenda.
Ia dan Donghae tampaknya mengobrol terlalu lama. Sungmin menunggunya dan merasa bosan. Ia menggeliat dan merasakan kembali betapa indahnya semua ini jika matahari yang sebenarnya menyinari. Perlahan-lahan Sungmin duduk dan memeluk lutunya. Lalu Eunhyuk masuk dan tertawa melihatnya dalam keadaan telanjang.
"Sudah ku duga. Kalian pasti melakukannya!" Ucap Eunhyuk sambil terkekeh kecil
"Ya, tertawalah sepuasmu!" Sungmin berdesis
"Aku sebenarnya membawakan bantal dan selimut. Tapi Kyuhyun menahannya di luar. Aku aka berangkat ke Seong Dong-gu sekarang. Donghae sudah menunggu di luar. Kau ada pesan untuk mertuamu?" Tanya Eunhyuk
"Ku rasa tidak. Berapa lama kau akan tinggal di Seoul?" Tanya Sungmin
"Tentu saja sampai hari pernikahanmu di akhir minggu ini!" Jawab Eunhyuk enteng
"Akhir minggu ini?" Sungmin terbelalak ia tidak menyangka kalau rencana Kyuhyun secepat ini.
Kyuhyun memang tidak mengatakan kapan pernikahan mereka akan di langsungkan. Mungkin Kyuhyun lupa, Seharusnya Sungmin bertanya.
"Ia belum mengatakan itu kepadaku" Kesal Sungmin
"Kalau begitu kau tanya saja nanti" Ucap Eunhyuk sambil melemparkan sebuah kimono mandi
"Ya, pasti" Sungmin berujar dengan yakin.
"Eunhyuk, jaga baby pumkin dan bunny sampai aku kesana, ya" Pinta Sungmin
"Tentu saja. Aku sudah menelpon kesana pagi ini dan menurut Nyonya Cho, Bummie sedang bermain-main bersama baby-baby mu yang lucu itu disana. Bummie jadi terus mendesakku untuk memberikannya adik karena ia menyukai Minah. Dia ingin punya adik perempuan juga yang bisa di dandaninya setiap saat!" Eunhyuk memutar bola matanya mengingat perminataan anak semata wayangnya itu
"Kalau begitu kabulkanlah permintaannya!" Sungmin tertawa.
"Itu tidak mudah" Jawab Eunhyuk
"Kenapa? Bummie sudah cukup umur untuk memiliki adik. Kau tidak akan menjadikannya anak satu-satunya, kan?" Suara deheman Kyuhyun terdengar.
Kepalanya menyembul di sela pintu tenda, ia sedang memberi isyarat kepada Eunhyuk untuk segera menyelesaikan obrolannya. Eunhyuk memandangnya sekilas lalu kembali menatap Sungmin.
"Aku pergi dulu. Suamiku sudah menunggu terlalu lama. Sampai jumpa di Seong Dong-gu Sungmin!" Eunhyuk melambai-lambaikan tangannya lalu pergi.
Butuh beberapa waktu lagi hingga Kyuhyun masuk dengan bantal dan seluimutnya. Ia memberikannya kepada Sungmin dengan senyum.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini. Tapi ku fikir kau butuh selimut karena kita akan melakukan sesuatu yang penting dan aku tidak ingin kau kedinginan karena udara pagi. Rumput- rumput yang kau tiduri mulai mengeluarkan embun" Ucap Kyuhyun
Kyuhyun membuat Sungmin berbaring lagi. Kali ini kepala Sungmin merasa nyaman karena menindih bantal. Kyuhyun juga menyelimutinya dan berbaring di dalam selimut yang sama. Mereka sangat rapat, Kyuhyun bahkan bisa mencium telinga Sungmin berkali- kali sebelum ia menekan sebuah remote dan membuat atap tenda itu terbuka lebar. Balon-balon yang beraneka warna melayang semakin tinggi ke udara, menuju langit pagi yang masih kebiru-biruan. Akhirnya Sungmin melihat langit yang sebenarnya hari ini. Matahari sudah bersinar meskipun belum terik.
"Setelah ini bisakah kita melakukannya lagi?" Sungmin menatap Kyuhyun sambil berdelik. Ia tau ucapan Kyuhyun mengarah kemana.
"Aku sudah bilang, kan? Jangan melakukan ini terlalu sering! Sudahi, Kyuhyun. Aku harus melihat bayiku segera!" tolak Sungmin mentah-mentah
"Seong Dong-gu tidak sejauh Tokyo sayang! Kita bisa kesana kapan saja. Aku hanya tidak ingin meninggalkan tempat ini terlalu cepat!" Pinta Kyuhyun
"Tapi rumput-rumputmu ini akan layu. Ini hanya bertahan beberapa hari, Kyuhyun!" Sungmin masih menolak
"Tapi cintaku padamu tidak pernah layu, Sungmin!" Rayu Kyuhyun
Sungmin kembali memandang Kyuhyun dengan tatapan heran. Ia tidak menyangka kalau Kyuhyun melakukan itu lagi. Kyuhyun merayunya seperti yang selalu Kyuhyun lakukan di awal-awal keberadaan Sungmin di rumah keluarga Cho. Sungmin bahkan tidak bisa melupakan saat dimana Kyuhyun pernah mengatakan kalau Sungmin bersinar seperti bintang saat tersenyum. Sungmin harap Kyuhyun akan terus merayunya seperti itu untuk selamanya.
END
-Omake-
Kyuhyun dan Sungmin kini sudah berada di kediaman keluarga Cho, mereka bersama Eunhae dan Heechul sedang berbincang-bincang disana. Membicarakan beberapa hal yang menyenangkan, tentu saja dengan Heechul yang masih membujuk pasangan Kyumin untuk kembali tinggal bersamanya.
"Kyuhyun, bibi sangat kesepian disini, temanku hanya Victoria. Kami sudah seperti janda-janda kesepian" Rengek Heechul
"Tidak, aku tidak bisa meninggalkan kehidupanku begitu saja di Tokyo, bi" Kyuhyun masih menolak dengan tegas, keras kepala Kyuhyun masih saja bertahan sampai sekarang.
Sementara kedua orang dengan generasi berbeda itu masih berdebat, ada satu orang disana yang sangat berubah menjadi pendiam. Dia masih mendiamkan kedua orang tuanya dengan tangan yang di lipat di depan dada.
"Bummie-ah, kamu kenapa sayang? Bibi masih punya biskuit manis kesukaanmu" Tanya Sungmin sambil menoel pipi gembil Kibum yang masih tidak bergeming.
Sungmin menatap Donghae dan Eunhyuk bergantian, berusaha mencari jawaban kenapa anak mereka seperti sedang ngambek. Tapi Donghae hanya melirik istrinya, sementara Eunhyuk hanya menghela nafas berkali-kali.
Nii...niiii" Minah mulai kembali mengeluarkan kata-kata acaknya setelah biskuit bayinya habis setengah dan meninggalkannya begitu saja di atas karpet, sambil berusaha merangkak mendekati kaki Kibum yang menggantung di sisi sofa, karena tentu saja kaki mungilnya belum sepanjang itu.
"Bumm...bumm" Kini Siwon kecil mengikuti adiknya merangkak ke arah Kibum dan setelah mencapai tujuan ia menepuk-nepuk kaki Kibum seakan mengajak gadis kecil itu bermain.
Kibum menoleh kepada kedua adik-adik manisnya, dan segera turun dari sofa dan mengikuti adik manisnya untuk bermain. Setelah Ketiga anak itu sedang sibuk bermain, Eunhyuk mulai membuka suaranya
"Kemarin sudah kubilang kan Sungmin, Kibum ingin adik lagi" Desah Eunhyuk
"Dan kali ini sampai merajuk seperti itu, dari tadi pagi dia tidak bicara sedikitpun pada kami" Ucap Donghae sambil menatap anaknya yang berjongkok sambil memandangi kedua anak kembar itu bicara satu sama lain dengan bahasa yang hanya mereka sendiri yang mengerti.
"Ya buatkan saja, susah sekali, apalagi Kibum sudah waktunya mendapatkan adik" Ucap Kyuhyun yang ternyata sudah berhenti beradu argumen dengan Heechul
"Benar sekali, dan rumah ini akan semakin dipenuhi oleh suara anak-anak yang lucu" Heechul ikut berbicara dengan matanya yang berbinar-binar
"Aku belum setuju akan kembali kesini bi, dan juga itu kan anak Donghae kenapa bisa disini?" Tanya Kyuhyun sedikit pedas
"Kan mereka akan sering main kesini Kyuhyun-ah" Ucap Heechul lalu merengut tidak suka dengan perkataan Kyuhyun
"Tidak, tidak semudah itu, tapi aku juga masih takut untuk melahirkan lagi" Ucap Eunhyuk
"Ya...aku tahu, aku juga sedang mengalaminya, tapi kau bisa berkonsultasi dengan dokter kan, apalagi ini anak kedua, kau sudah berpengalaman. Kau tidak perlu cemas" Sungmin memberikan saran
"Dari pada Kibum jadi membenci kalian selamanya, kalau aku jadi kalian tentu saja aku akan langsung mengiyakannya" Kyuhyun menimpali, yang membuat Eunhae kembali mempertimbangkan mengenai anak kedua
"Hikz..." Terdengar sebuah isakan dari seorang gadis keciil
Kelima orang dewasa itu langsung menolehkan kepala mereka ke sumber suara, bahu Kibum terlihat bergetar. Seketika itu Eunhyuk langsung menghampirinya
"Kenapa Sayang?" Tanya Eunhyuk sambil menghusap lembut kepala anaknya
"Huweeee...lihat Mommy, baby bunny sangat lucu...hikzz...dan menggemaskan...aku mau punya a..hikz...a-adik" Tangis gadis itu pecah sambil menunjuk kearah Minah yang menatap kakaknya dengan tatapan bingung
"Huwaaaaa..." Tangis gadis itu makin kencang sehingga membuat kedua baby yang sedang menatap Kibum itu mulai ikut menangis
"Aaa...aaa...huweee" Tangis kedua baby ikut mengisi ruang keluarga ini
"Omo...baby, kakak kalian tidak sedang marah pada kalian" Ucap Sungmin sambil menggendong Minah sementara Kyuhyun menggendong Siwon kecil
"Mereka pasti terkejut mendengar tangis Bummie" Ucap Heechul memandangi ketiga bocah itu
"Sayang, kedua adikmu menangis karena Bummie menangis, berhenti ne, mommy dan daddy akan memberikanmu adik" Bujuk Donghae
"Benar? Hikz..." Tanya Kibum mulai mengentikan tangisnya begitu juga kedua bayi kembar itu
"Tentu saja" Jawab Eunhyuk dan Donghae sambil tersenyum, akhirnya Kibum akan berhenti merajuk
"Benar ya, Bummie ingin adik bayi yang seperti Minah besok!" Ucap Kibum tegas
"MWO? Besok? Tidak bisa sayang" Pekik Eunhyuk, yang benar saja membuat anak tidak seperti membuat mi instan
"Mom tidak mau? Huwaaaaaa...mommy jahat!" Tangis Kibum kembali pecah, dan tentu saja kembali diikuti oleh kedua bayi kembar itu lagi. Sehingga hari ini kondisi rumah keluarga Cho tidak sesunyi biasanya.
.
.
"DONGHAE-Ahhh...hentikan tangis anakmu, kau tidak lihat wajah anak-anakku jadi memerah begini!" Teriak Kyuhyun yang sama sekali tidak memperbaiki keadaan
.
.
THE END
Spesial buat akhir tahun...^^, seperti kaya Teuk oppa aku juga ingin melupakan th 2014 karena terlalu banyak kenangan buruk, tahun dimana aku terlalu banyak mengeluarkan air mata, Pada tahun 2015 dan tahun-tahun berikutnya lagi semoga akan menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua...^^
Akhirnya end juga, terima kasih sama semua reader, dan tentu saja bagi yang menyempatkan review...#Hug
Ada yang bingung dengan hubungannya Kyuhyun sama Seulgi, jadi bagaimana ya seperti yang di katakan salah satu reader *tunjuk review*, karena ceritanya berasal dari sudut pandang yang berbeda makanya ceritanya juga berbeda tapi memiliki makna yang sama. Bedanya Kyuhyun menceritakan tidak secara detail, tapi Mrs. Song menceritakannya secara detail, ya jadi pokoknya gitu deh hehehe*pusing, susah jelasin*
Jadi di chapter terakhir, bagi viewers yang benar-benar hanya view aja, boleh kok sekarang di review kan tinggal chapter ini aja, tidak harus menyempatkan diri lagi untuk mereview chapter selanjutnya, hehehehe #nyengir
Special thanks to:
kyuxmine, xelo, abilhikmah, Bunnyming1186 ,ChoLee, jijidonghae, Guest, pinzame, Tika137, Frostbee, dirakyu, onaleeumin18, Park Heeni, PaboGirl, lee kyurah, Farihadaina, TiffyTiffanyLee, dewi . , 143 is 137, kyumin pu, Lee Muti , kyubong, SparkyuVil, fariny, minzy, Maira-Chan, nikyunmin, Lee Minry, Dorakyumin, LM, GaemXian137, babymingie, jihae kyumin, Park Heeni, asdfghjkyu, ratu kyuhae, Tiktuk, kyumin, Gye0mindo, anonim, , Kyuminsimple0713, Ega EXOkpopers, LeeDiah, KimMyongiNara, ChBkh-16, xelo, , sasya, kmskjw21, Isnaeni love sungmin, Rinda Cho Joyer, fariny, Cywelf, guess , Cho Kyuna, , pinkkyumin, , maximumelf, unicorn ajol , ulvha, Alfiani Vinc, melee, babychoi137 , choming86 , Chella-KMS, banana, Ekaa, Chikyumin, PopySalang137.
Sekali lagi makasi yang udah review, kalian bukan hanya sebagai reader dari ff ku tapi kalian sudah kuanggap sebagai saudara ku, karna kita memang saudara dalam keluarga Kyumin...begitupun bagi Joy'ers lainnya, semoga di tahun berikutnya kita menjadi semakin kuat...*Hug #alay kumat
at last...
KYUMINjjang!
