Author :Lee Eun San
Title :The million dollar catch
Genre :Romance
Length :Chaptered
Cast : luhan, sehun, yifan, kyungsoo, zitao and guest the rest…
T
his story based on Sussan Marelly novel, but this story belongs to me.
Previous chap…
Dia merengkuh wajah luhan dengan sebelah tangannya lalu menempelkan kedua kening mereka. "dengar sayang, kau boleh masih tidak percaya padaku tapi aku tidak akan menyerah untuk meyakinkanmu sampai kapanpun." Katanya
Luhan memejamkan matanya, sungguh kini jantungnya nyaris meledak menahan dentuman kencang yang melandanya. Sehun dengan segala tutur kata manis dan indahnya sudah hampir melelehkan tubuh dan hatinya, jika ia terbuat dari bongkahan es, pastilah kini tubuhnya sudah menghilang bergantikan dengan tetesan air.
"ssse,,hun.." racau luhan saat ia merasakan sentuhan dan kecupan lembut sehun di bahunya.
"ya,, sayang.." desah sehun seduktif sambil mencium area sempit leher luhan yang menggoda.
"eeuungghh…" luhan mendesah kecil saat merasakan kecupan-kecupan itu.
Sehun menghentikan kecupannya lalu beralih menatap wajah luhan yang mulai memerah. "jadilah milikku kim luhan…"
.
.
Chapter 10
"sss..ssehun.." luhan berusaha menjawab namun sentuhan lembut sehun di tubuhnya membuat otaknya seperti berhenti berfungsi.
sehun mengecup lembut bibir luhan. bibir tipis nan menggoda itu membelai tiap inci bibi luhan dengan sentuhannya yang memabukkan. Luhan harus akui sehun hebat dalam hal ini.
"hhmmm…"
Keduanya saling memandang tanpa suara saat sehun melepas ciumanya. Di saat itulah luhan mencoba mencari setitik kebohongan dari mata sehun yang kini Nampak begitu lembut menatapnya. Mata tajam itu menghipnotisnya,lagi, lagi dan akan terus berulang mungkin sampai luhan bosan. Dia tak mengerti kenapa dengan begitu mudahnya sehun bisa memporak porandakan benteng yang ia telah buat selama bertahun-tahun ini hanya dengan hal sepele.
"sayangku…" bisik sehun lembut. Tangannya yang putih pucat mengelus pipi luhan.
"aku mungkin bukanlah pria yang pantas mengatakan ini padamu setelah apa yang sudah aku torehkan di hatimu. Aku sadar aku seharusnya mundur dan menjauh darimu sejak awal. Namun aku tak bisa. Kau sudah terlalu dalam menjeratku dengan segala pesona yang kau miliki didalam dirimu. Setiap hari hanya wajahmu yang terlintas di dalam otakku. Aku tak bisa menggalihkannya barang sedetikpun."
"lalu apa itu salahku?" jawab luhan
Sehun menggeleng. "bukan, tentu saja itu bukan salahmu sayangku"
Kening luhan mengkerut. "lalu?"
"ini karma untukku. Tuhan sedang menghukumku dengan siksaan cinta yang begitu dalam. Dia membuatku menderita dengan menempatkanmu disisiku namun hatimu jauh dari jangkauanku. Tubuhmu memang sepenuhnya bersanding di sampingku, tapi aku tak yakin hatimu sama." Jawab sehun lemah
"aku punya alasan kuat kenapa aku masih menutup hatiku. Salah satunya mungkin karena sikapmu dulu." Jawab luhan.
Sehun mengangguk paham. "aku tahu. Tapi kumohon izinkan aku mencoba memahamimu, menyembuhkan luka hatimu sehingga jika saatnya kelak kau sudah membuka hatimu hanya akulah yang terlihat berdiri paling depan di sana." Mohon sehun.
Luhan menunduk, memutus kontak mata mereka sejenak.
"baiklah…." cicit luhan
"eh… apa yang kau katakan?" ulang sehun
Luhan mendongak dan tersenyum cerah. "baiklah tuan oh, aku menerimamu." Katanya.
Perasaan suka cita di dalam hati sehun tak bisa lagi ia gambarkan dengan kata-kata. Dia sangat lega, karena akhirnya segala usahanya mendapatkan hasil yang sempurna.
"kau,, kau mau menerimaku? Sungguhkah kau baru saja mengatakkannya sayang?" racau sehun tak percaya.
Luhan tersenyum lalu merengkuh wajah rupawan namja albino itu dan mengecup kilat bibir tipisnya. "ya, sayang." Jawab luhan yakin.
Sehun langgsung menyambar bibir luhan cepat dan membawa mereka kedalam ciuman lembut yang manis. Sehun menciumi seluruh wajah luhan sampai membuat sang pemilik terkikik geli.
"ahahahah,, hentikan hun-ah,,, ahahahah…" luhan terlihat begitu bahagia.
"aku mencintamu oh luhan…!" teriak sehun kencang.
Luhan memukul lengan sehun "yak! Margaku kim bodoh!" gerutunya
"oh,, sayangku.. aku bersumpah aku akan segera merubahnya..!" serunya yakin diselinggi dengan tawa lucu yang jarang sehun perlihatkan pada siapapun.
Sehun menerjang luhan cepat, ia membuat rusa cantik itu terbaring tanpa perlindungan di bawah kungkungannya.
"yyak!" luhan berteriak kesal.
Namun sehun justru tersenyum senang. "kau sangat cantik, sayangku." Katanya sambil membelai wajah luhan yang sedikit bersemu merah.
"aku sudah sering mendengarnya.." jawab luhan berani.
"ohohoo… kau berani melawan eoh.. tsskk,, rusa kecil ini nakal juga." Goda sehun sambil mengendus leher luhan.
"bagaimana ini,eoh? Singa ini sedang lapar?" kata sehun sambil kembali menatap wajah lembut luhan.
"lalu apakah tuan singa akan memakan rusa cantik ini?" Tanya luhan tak kalah sinting.
Sehun terkekeh. "ah,, sepertinya.." gumam sehun
"ah,, betapa malang nasib rusa ini.." kata luhan pura-pura sedih.
"tapi sepertinya tuan singa tidak jadi memakannya.."
"wae? Bukankah tuan singa lapar?"
Sehun mengangguk "memang, tapi tuan singa tak sanggup memakan rusa ini."
Luhan mengalungkan tanggannya keleher sehun "wae?" katanya manja
Sehun menipiskan jarak mereka hingga kini jarak antara keduanya hanya bersisa beberapa centi saja."karena tuan singa sadar, bahwa ia jatuh cinta pada rusa cantik ini." Katanya.
Luhan tertawa senang mendengarnya."how stupid lion…" katanya.
Sehun juga ikut tertawa. "I love you my love…"
Tanpa aba-aba sehun segera mempertemukan lagi kedua bibir mereka. Sebuah pagutan lembut antara dua bibir yang saling menyatu mengatarkan sejuta gairah dalam tubuh mereka. Seolah telah lama terpendam akhirnya gairah itu terbebaskan. Keduanya terpaut dalam gerakan-gerakan sensual yang saling mendamba. Ciuaman yang awalnya hanya berupa kecupan lembut beralih menjadi pagutan liar dan penuh gairah.
"eeuunghh,,,mmppckk,,,mpckk…" desahan liar mereka menggema memenuhi kamar mewah sehun yang seolah menjadi saksi bagaimana keduanya bercumbu indah dalam tarian erotisme yang panas, liar bak api membara.
Dengan sedikit tergesa, sehun berusaha melucuti pakaian yang menempel di tubuh luhannya. Nyaris sehun merobekknya jika saja ia tak ingat luhan akan memanggangnya setelahnya.
Sama halnya dengan sehun, luhan juga terlihat lihai melepas satu persatu kancing kemeja sehun.
Satu persatu kain-kain itu terlepas dari tempatnya dan tergeletak berserakan akibat terempar begitu saja. luhan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja sedangkan sehun masih mengenakkan celana panjangnya.
Saat keduanya sedang asik bercumbu, terdengar ketukan dari luar kamar mereka.
"tuan muda, ini teh anda.." kata pak kim
Sehun mengeram kesal. "singkirkan saja, aku tak lagi membutuhkannya."
"b,,baik tuan muda." Jawabnya.
"ah.. dan satu lagi. Jangan datang lagi sebelum aku meminta." Imbuhnya kesal. Luhan hanya tersenyum kecil melihatnya.
"baik tuan muda." Jawab suara itu lagi.
"kau terlalu arogan tuan oh.." cibir luhan.
Sehun hanya mengendikkan bahunya "aku hanya tak suka ada yang mengganggu momen indahku bersamamu cantik,.." rayunya.
Luhan mendecih "oh,, so cheesy…" ejeknya.
"jadi? Sampai mana kita tadi huh?" kata sehun sambil mengedipkan sebelah matanya nakal.
Sehun kembali mencium luhan. keduanya tertawa bahagia dalam ciuman mereka. Sehun dengan gemas menciumi leher dan tulang selangka luhan yang mencuat indah.
"kurasa disini tidak terlalu nyaman, kita pindah keatas saja ya?" tawar sehun.
Luhan hanya mengangguk "up to you my lion boy.." desahnya seduktif.
Sehun mengerang frustasi. Gairahnya sudah sampai di titik maksimal. Sehun sudah berusaha tidak segera menerjang luhan karena dia tak ingin terlihat terburu-buru namun luhan seolah tak menyadari itu. rusa itu justru dengan mudahnya menggoda sehun dengan sentuhan2 intimnya yang sangat berpengaruh besar pada tingkat gairah sehun.
"eerrmmhh….. jangan katakan aku tidak memperingatkanmu rusa nakal…" geramnya
Luhan tak gentar justru dia semakin menjadi. Lututnya sengaja ia benturkan ke kejantanan sehun yang sudah sekeras batu. "ooppss.. my fault..!" katanya
"aaghhh… oh luhan.. kau akan habis di tanganku…" kata sehun.
Sehun langsung menarik luhan dalam gendonganya. Sehun menggendong luhan seperti koala. Dengan masih saling berciuman panas, sehun perlahan menaikki tangga menuju ranjangnya. Meski harus membagi konsentrasi antara menggendong luhan dan naik tangga, rupanya itu bukan jadi soal untuk tuan muda oh kita yang tampan.
Selesai urusan dengan tangga, sehun setengah melempar luhan ke atas ranjangnya yang super besar dan mewah. Kembali lagi keduanya saling bergumul panas. Sentuhan sehun membuat luhan hanya bisa mengerang frustasi sambil mengeratkan pelukannya di tubuh polos sehun yang merengkuh tubuh polosnya.
Tangan sehun sibuk mengaduk kewanitaan luhan sedangkan mulut hangatnya sedang menyapa pucuk payudara luhan yang mengeras.
"aaagghh,,, sehun…eung,,ah,,ah.." racau luhan.
Sehun dengan sentuhannya membuat luhan tak berhenti berteriak dan menyebut nama namja itu disela erangan erotisnya.
"oh,, god…! Aahhhhh…."satu erangan panjang luhan mengantarkannya pada sebuah titik kenikmatannya. Tubuhnya bergetar hebat dan penuh dengan keringat. Kewanitaannya berkedut-kedut dan memerah.
"manis…" kata sehun sambil menjilat sisa cairan di tangannya sebelum beralih mencium bibir bengkak luhan.
Tangan luhan sibuk melucuti kain terakhir milik sehun yang masih setia menutupi bagian terindah dari laki-laki itu. luhan dengan sengaja meremas kejantanan sehun sehingga pemilknya mengerang. "aarrgghh… eenngghh.."
Sehun melepas ciumannya dan beralih menatap mata luhan "how naughty deer…!"
"yes I am.." tantang luhan,
Sehun tersenyum miring lalu dengan gerakan cepat ia melepaskan celana dalamnya. Saat kain itu menghilang barulah kini luhan sadar dia dalam bahaya.
"oh god!" batinnya.
"mulai menyesali tindakanmu rusa nakal?" kata sehun
"no way..!" lalu dengan gerakan cepat ia memutar tubuh mereka sehingga kini luhanlah yang ada di atas tubuh sehun.
"let me show you how naughty I am, my lion boy…"
Tubuh mungil luhan duduk diatas perut berotot sehun dengan santainya. Dengan gerakan seduktif dia mengelus kulit sehun dengan ujung jarinya. Tangan luhan berhenti di bibir sehun. Dengan berani dia memasukkan jarinya kedalm mulut sehun. "kulum.." perintahnya.
Sehun menurut dan mulai mengulumnya dengan gerakan pelan dan penuh gairah. Saat tangannya yang satu sibuk dengan kuluman sehun tangan luhan yang lain meneruskan perjalanannya diatas tubuh sehun. Dia mencubit keras putting sehun sehingga membuat namja itu melepaskan kulumannya.
"aarrgghh…" erangnya.
"woow.. easy.. boy.. easy…" kata luhan.
Sehun hanya bisa mengeram dan mengeram frustasi. Luhan kali ini benar-benar sedang menguji kesabarannya. Demi tuhan sehun ingin segera menenggelamkan milikknya di goa sempit luhan yang hangat.
"fuck..!" rutuknya dalam hati.
Luhan merosot turun dari perut sehun dan beralih ke selangkangan namja itu. "hai,,, aku luhan." katanya pada junior sehun yang sudah mengacung tegak.
"just suck it baby.." kata sehun frustasi.
Luhan hanya tersenyum tanpa dosa. Tangannya yang mungil lalu meraih milik sehun dan dengan gerakan perlahan mengocok benda tak bertulang itu lembut.
"aahhh,, yeah….baby.." racau sehun nikmat. Matanya terpejam saat merasakan tangan mungil itu menyentuh miliknya.
Lama-lama kocokan luhan semakin kuat dan intes."ahh,, yeah,, suck it baby.. suck.." pinta sehun.
Luhan menurut dan memasukkan milik sehun kedalam mulutnya. Ia mengemut benda itu layaknya lollipop kesuaknnya. Masuk keluar masuk keluar begitu terus menerus.
Sehun merasa tubuhnya akan meledak, tapi dia tak mau kalah dengan rusa ini. Sehun segera membalik tubuh luhan sehingga kini luhan kembali ke posisi awalnya.
"that's enough baby. The game is over!" kata sehun sebelum melumat bibr luhan.
Tangannya mengocok juniornya lalu menuntunya kedalam goa sempit luhan yang sudah berkedut memanggil miliknya.
"JLLEEEB"
"AAGGGHHH…"luhan mengerang kuat saat kembali merasakan kejantannan sehun didalam miliknya.
Sehun mulai menggerakkkan pinggulnya perlahan,
"ah,,ah,,,ah.." luhan mengerang sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh sehun.
Sehun terlihat seribu kali lebih tampan di mata luhan saat ini. Matanya setenagh terpejam, rambutnya basah akan keringat dan yang pasti tubuh mereka menempel satu sama lain. Begitu intim begitu bergairah. Luhan meraih bibir sehun dan menciumnya dalam.
Sehun bergerak dengan kekuatannya, namun tak melupakan fakta bahwa kini calon anaknya sedang bersemayam dalam rahim kekasihnya. Sehun tahu dia tak boleh bertindak melebihi batasannya atau anaknya akan terancam di dalam sana.
Setiap hentakannya selalu sanggup membuat luhan mengerang dan meminta lebih.
"ah,, sehun,,, deeper…eeungghh…" racau luhan.
"my pleasure my lady.." katanya lalu dengan sekali hentaka ia menerobos titik terdlaam luhan sekali lagi.
Erangan demi erangan masih terus setia terdengar sampai berjam-jam berikutnya. Ketika matahari sudah tak lagi terlihat terik barulah keduanya menyudahi kegiatan mereka.
Luhan sudah nyaris tak sadarkan diri lagi setelah orgasmenya yang ke empat. Namun tidak dengan sehun. Namja tampan itu masih terlihat perkasa diatas tubuhnya. Meski nafasnya terengah namun sehun masih tampak bersinar.
"kau hebat sayang.." puji sehun sambil menyeka keringat yang ada di kening luhan.
"dan kau luar biasa tuan oh.." puji luhan.
Sehun hanya tersenyum singkat lalu mengangkat tubuh luhan dan setengah menududknya. Ia menyandarkan tubuh polos luhan di sandaran ranjang sebelum dirinya memposisikan kepalanya tepat di depan baby tummy luhan. dia mengacupnya berkali-kali.
"hai jagoan, maaf ya jika daddy sedikit menggangumu tadi. Your mom so hot boy!" katanya sendiri.
Luhan tak bisa mengehentikan tawanya. "ahahaah.. kau ada-ada saja hun-ah.."
"tumbuhlah sehat di dalam sana araseo."
"yes daddy..!" jawab luhan dengan suara yang ia buat menyerupai anak kecil.
Lalu keduanya tertawa bahagia bersama. Sehun memeluk luhannya erat. "aku sangat mencintaimu lu…"
Luhan mengelus punggung polos sehun "aku tahu…" katanya.
"berjanjilah kau tak akan lagi menyakitiku…" kata luhan
Sehun mengangguk yakin "pasti, dan jika aku melakukannya maka kau boleh menghukumku seberat-beratnya."
Luhan kembali tersenyum dan memeluk sehun lebih erat. "nado saranghae, oh sehun…"
END?
GAG DING MASIH TBC KOK…!
Ffiiuuhh,,,, satu chap full nc..? apa pendapat kalian? Udah sweet beloom?
Kisah pasangan hunhan masih akan terus berlanjut kok, dan gag menutup kemungkinnan di chap-chap depan bakalan bermunculan kopel-kopel lainnya, yang minta kaisoo sabar dan yang minta taoris oke2 mereka ada tapi masih jauh munculnya. Yang suka ama chanbaek? Ehhmm,,, gag janji tapi diusahain.
Oke fine, sudah panjang ini curhatnya. Mian sedikit lama update, lagi kena demam males nulis kemaren-kemaren tapi sekarang udah rada mendingan kok. Ahaahha apa deh..
Cukup sekian dulu, See ya people…
Sign
Lee Eun San
EunhyukLegalWife
