BlueSky : memang yang benar adalah Phoenix bukan Peonik, di Bab sebelumnya sudah saya beritahukan.
Terima kasih Saran, Masukan, Dukungan dan Kritikannya.
Sekali lagi saya Mohon Maaf kalau masih banyak Typo, Karena saya masih baru
dan sangat Hijau dalam Menulis, lagi pula saya Menulis di HP, jadi Harap Dimaklumi.
Naruto bukan punya saya,
tapi kepunyaan Oom Masashi Khisimoto.
Title : Aku Uzumaki bukan Namikaze.
Genre : Drama, Adventur ( mungkin ada sedikit terselip Family, persahabatan )
Rating : T
Pair : Naruto X ?
Warning ! : Geje, Abal-abal OC, OOC, Typo, banyak lagi yang aneh deh.
"BAGI YANG TIDAK SUKA JANGAN DI BACA..!"
Aku cuma iseng menulis fanfic ini
dan aku juga tidak dibayar.
I
I
I
Seorang Anak yang tidak dianggap dan dibuang,
tapi dia dilatih oleh Hantu Uzumaki dan akan menjadi legenda di dunia Sinobi.
Malam hari di kediaman Sarutobi terlihat 2 orang berbeda generasi sedang berbincang-bincang. perbincangan yang ngelantur, ngelor ngidul tidak jelas, tapi terlihat sekali mereka bahagia, pelum pernah mereka rasakan suasana seperti ini sebelumnya. dan terlontar pertanyaan dari sang pemuda tampan kepada sang Kakek.
"Saat Jiji umur berapa pada masa jaya dulu?" tanya Naruto sedikt menyelidiki tentang seorang Kakek yang di juluki The Profesor dan Dewa shinobi pada masanya itu.
Terdengar suara dari sang Kakek menjawab pertanyaan dari sang pemuda itu.
"Di saat aku berusia 20an s/d 40an" jawab Sandaime agak curiga pada Naruto dengan pertanyaan aneh yang menurut Sandaime itu sedikit mencurigakan.
"Dalam arti kata batas Jii-san saat di umur 45 tahun begitu ya" tebakan dari Naruto dan meneruskan ucapannya.
"Seandainya ada jutsu yang bisa membuat Jiji kembali muda, atau ada jutsu yang membuat tulang-tulang tua, Stamina dan Cakra kuat kembali, mana yang Jiji pilih, tetap tua tapi bertenaga, atau kembali menjadi muda seperti dulu, mana yang Jiji pilih" tanya Naruto pada sang sosok Kakek itu.
Hiruzen Sarutobi tidak langsung menjawab, tapi dia memperhatikan Naruto dengan cermat. dia tidak dijuluki The Profesor, atau Dewa Shinobi dimasanya, kalau tidak mengerti dengan yang tersirat.
"Kamu tau Naruto-kun, seandainya bukan kamu yang bertanya seperti itu, aku tidak akan menjawab, dan akan mengacuhkannya, aku akan mengatakan orang itu sudah gila atau sudah tidak waras lagi, Ini di karenakan kamu yang bertanya, aku akan menjawab begini Naruto-kun, seandainya ada jutsu begitu, aku akan memilh dengan tubuh tua ini tapi bertenaga, aku tidak perlu melakukan Henge, dari pada muda kembali tapi selalu di balik topeng buat apa," kata Sandaime menjelaskan alasannya.
"Jiji, jika kamu berkata seperti itu, sempat terdengar oleh Tsunade Baa-chan, kamu bisa kena tehknik Human Strengnya loh" Canda Naruto. Haha...hahahaha...Terdengar ketawa bahagia mereka berdua.
"Sekarang kamu boleh melakukan jutsu itu kepada orang tua ini Naruto-kun," Pinta Sandaime.
"Heh.. Kenapa Jiji bisa seyakin itu, bahwa aku bisa melakukan jutsu seprti itu?" tanya Naruto penuh selidik.
"kamu tau kan Naruto-kun, aku tidak di juluki Profesor kalau tidak mengerti yang terisirat dari pertanyaan mu tadi Naruto-kun, tidak mungkin kamu bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal itu, jika kamu tidak mengetahui dan memiliki jutsu itu di gudang mu Naruto-Kun. Dan yang lebih penting lagi kita juga tau kehidupan masa kecil mu, semua ak..." perkataan Hiruzen langsung dipotong Oleh Naruto.
"Cukup... jangan di teruskan lagi Jii-san, aku tidak mau kembali kemasa lalu, aku harus maju, aku tidak mau lagi melihat kebelakang" kata Naruto yang memotong ucapan Sandaime.
"Hehehehe..." Hanya kekehen yang keluar dari mulut Sandaime. Mendengar keterangan dari Naruto.
"Baiklah Jiji,.. aku akan Meregenerasi seluruh Tulang-tulang mu, Cakramu dan juga Tenagamu, saat di mana masa jayamu dulu Jii-san, tapi ini mungkin agak sakit" kata Naruto menjelaskan tentang jutsunya, dan dia juga melanjutkan kata-katnya.
"Baiklah, kita mulai sekarang, disaat kau bangun besok, semua nya sudah seperti baru", kata Naruto.
Mereka masuk kekamar, setelah semua pesiapan dan perlengkapan yang di butuhkan telah lengkap.
"Silahkan buka baju dan berbaring Jiji," kata Naruto.
Saat Hiruzen mengangkat bajunya menutupi penglihatannya Naruto langsung menotok titik nadi Hiruzen Sarutobi membuatnya pingsan. 'Maaf Jiji ini sangat sakit, karena kamu bukan dari Uzumaki, jadi terpaksa aku membuat mu pingsan,' kata hati Naruto.
di baringkannya Hiruzen, dan langsung melukis kanji segel ditubuh hiruzen, selama 15 menit lebih Naruto menulis segel ditubuhnya, 'saat nya mengaktifkan segelnya' batin Naruto. 'ini pasti banyak menguras tenaga, seandainya saja kamu bukan orang penting dalam hidupku, aku tidak akan mau melakukan ini Jiji,' gumam Naruto dalam hatinya.
'Baik lah saatnya untuk melakukan yang paling penting.
'Chakura Yokusei Keyaku Fuin' Naruto menyebutkan nama jutsunya.
Taphh..
Sssttt..
Naruto menyalurkan KI dan Chakranya ditengah segel yang ada di tubuh Sandaime, sekitar 1 menit lebih dia menyalurkan Chakra dan Kinya dalam segel di tubuh Sarutobi Hiruzen.
'FUIN' terdengar suara Naruto' Hos... Hah... Hhhuuuhh ...' Terlihat sekali Naruto ngosn gosan kehabisan tenaga Kinya. tidak lama setelah mengatakan FUIN, terlihat tubuh Hiruzen bergetar menandakan sedang terjadinya proses regenerasi tulang, Chakra, Stamina, dan Tenaganya, ada sekitar 5 menit lebih tubuh Hiruzen bergetar. Setelah itu terdengar detak jantung yang teratur dan terlihat dadanya naik turun, menandakan prosesnya berjalan lancar dan berhasil. 'hos hah...hah...hos...Capeknya,...' Kata Naruto ngos ngosan.
Dan akhirnya tertidur pulas Sampai .
Setelah minta izin dari Yondaime, Hiruzen bersama Naruto pergi keluar desa mencari Tsunade, tujuan utamanya ke kota yang terkenal dengan tempat perjudiannya, yaitu kota Tanzaku Gai atau Kota Kaifuuku gai, juga disana terdapat rumah judi Naruto, kalau tidak salah ada 5 Kasino milik Naruto disana, memangsih dulunya milik Gatou, tapi sekarang sudah hak milik Naruto, saat ini mereka bearada di luar tembok Konoha.
Kemana kita mencari Tsunade Baa-Chan, Jiji" tanya Naruto pada Sandaime, memang perjalanan mencari Tsunade mereka berdua saja tidak di temani ninja lain.
"Kalau menurut kamu sendiri kita mencarinya kemana?" Tanya Sandaime balik.
'Ck..ihhh... di tanya malah balik nanya,' gerutu Naruto, tapi masih dapat di dengar oleh Sandaime.
Sandaime yang mendengar gerutuan dari Naruto dia cuma Senyum Kecut saja.
"Baiklah...Kalau menurut ku, lebih baik kita langsung cari saja ketempat surganya para pencandu Judi," Jawab Naruto sambil nyengir, memperlihatkan sederet gigi putihnya.
"Naruto-kun" panggil Sandaime. "ada apa Jii-san" jawab Naruto kembali.
"Kamu memakai Jubah itu di desa sama saja dengan bunuh diri" kata Sandaime memperingati Naruto.
"Kenapa begitu, ini kan cuma jubah, apa hubungannya dengan kematian" kata Naruto pada Sandaime.
"Sudah lah tidak usah dibahas, lebih baik kita terus saja jalan mencari Tsunade-Chan, Ohh.. Kemana kita tadi mencarinya katamu Naruto-kun," ucap Sandaime menanyakan kembali arah tujuan mereka.
"Ayo Jiji, ikuti saja aku, tujuan kita,...Naruto menggantung katanya, eh.. berjalan atau naik kendaraan" tanya Naruto pada Sandaime.
"Lebih baik kita berjalan sajalah, lagi pula aku ingin melatih tubuh baruku Naruto kun,. Hehehehe... Terima kasih atas regenerasi tulang tua ku, aku merasa kuat sekarang," kata Hiruzen Sarutobi pada Naruto, dengan kekehan yang bahagia. Sandaime meneruskan ucapannya.
"Aku mau mencoba jutsu yang sudah lama sekali tidak pernah aku keluarkan karena faktor usai, tapi sekarang aku merasa bisa melakukannya, kenapa Aku dulu disebut dengan Dewa shinobi, ini alasannya," kata Hiruzen sambil membuat Handseal.
Kage Bunshin No Jutsu
Puff.., Puff, ...puff...puff...
muncul 4 bunsin Hiruzen Sarutobi.
"Mari kita coba jutsu yang sudah lama tidak di gunakan" ajak Hiruzen asli pada Bunshinnya.
"hai mari kita lakukan Boss," kata Bunshin-bunshin Sandaime bersamaan.
Bunhsin 1 KATON : Garyuu Endan No Jutsu,
Bunshin 2 FUTON :Singkyuu Rempa No Jutsu,
Bunshin 3 RAITON: Dengki Ryuubakuhatsu No Jutsu,
Bunshin 4 DOTON : Giryuunauma No Jutsu,
sementara yang asli mengeluarkan jutsu.
SUITON : Suiryuudan Baku Souha No Jutsu,
Keluar bentuk Naga-naga barong berbeda jenis yang sangat besar, mereka melepas jutsu itu secara bersamaan, mengaum memekakan telinga karena terjadinya ledakan yang sangat dahsyat akibat benturan kelima elemen tersebut, asap menjulang sangat banyak, terlihat tanah tempat lepasnya jutsu tadi sudah berbentuk kawah yang sangata besar, sekitar lapang sepak bola.
Naruto yang baru pertama kali melihat sosok Kakeknya mengeluarkan jutsu seperti itu membuat dia sedikit terkejut, dia tidak menyangka sama sekali orang tua yang ada di depannya ini sangan berbahaya, bisa mengeluarkan 5 Lima elemen perubahan Chakra.
"Wooow... Itu luar biasa, kelima elemen di keluarkan secara bersamaan jutsu sangat menakutkan Jiji" teriak Naruto.
"Hos...hhhah..hhaah hoss ..iya tapi aku hosss.. Hhhahh hhaah... harus banyak latihan lagi, Chakra ku sangat hosss... banyak terkuras, tidak hoss...hhhaahh seperti dulu, terlihat sekali Sandaime sangat kelelahan setelah mengeluarkan Jutsu 5 elemennya kalau dulu aku bisa malakukan 2x berturut-turut, tapi sekarang 1x kali saja semua bunshin ku langsung hilang hoss.. hhaahh," kata Sandaime yang kelelahan dan ngos-ngosan.
"Itu wajar saja Jiji, usia mu sudah tidak muda lagi, ditambah kamu juga jarang berlatih dan banyak menghabiskan waktu mu di belakang meja, berurusan dengan kertas-kertas yang tidak jelas. Tapi sekarang aku bisa jadi lawan sparing mu, Jiji bagaimana,?" tawaran Naruto pada Sandaime.
"Itu sanagat membantu ku rasa, Sebaiknya sekarang fokus dulu mencari Tsunade, ayo kita jalan lagi Naruto-Kun" Ajak Hiruzen kepada teman seperjalanannya itu.
=== SKIP TIME ===
Sampailah mereka di desa yang dituju, ada tulisan Selamat Datang di Kaifuuku Gai, mereka memasuki desa tersebut berniat mencari tempat penginapan, karena hari sudah mulai gelap.
"Naruto-Kun," panggil Sandaime pada Naruto yang berjalan di sampingnya.
"Ada apa Jii-San?, Apa ada yang salah?," tanya Naruto kembali.
"Tidak ada yang salah, aku hanya heran saja kenapa kita kesini?, Katamu kita mau ke Tanzaku Gai, ini bukan Tanzaku Gai setau ku Naruto-Kun?," Tanya Sandaime pada Naruto.
"Hadeeeeh.. aku jadi curiga pada mu Jii-San, kamu ini memang Hiruzen Sarutobi bukan sih? Tannya Naruto sedikit Bingung sama sosok Kakeknya ini.
"Ya jelas lah aku ini Hiruzen Sarutobi, The Profesor, Dewa shinobi, Sandaime Hokage, kenapa kamu bertanya pertanyaan bodoh itu BAKA" jawab Sandaime dengan sedikit Narsis dan membentak Naruto.
"Ehh.. Heheheh" dengan cengiran Naruto mendengar jawaban Sandaime yang kesal. Dan terus mau mengatakan maksudnya.
"Begini maksud ku Jii-San, kita cari disini dulu, kalau seandainya dia tidak ketemu disin, baru kita cari dia Di Tanzaku Gai, lagi pula disana 3 bulan lagi baru diadakan Festifal, sekarang di kota ini dadakannya Festifalnya begitu maksud ku Jii-San," kata Naruto menjelaskan panjang kali lebar.
Sandaime hanya manggut-manggut saja menandakan dia mengerti mendengar penjelasan dari Naruto.
"Bagai mana kalau kita istirahat dulu Jiji, besok saja kita mencari Baa-Chan, lagi pula hari sudah mulai gelap" kata Naruto menawarkan pendapatnya pada Sandaime.
"Itu ide yang tidak buruk sama sekali Naruto kun" Mari kata Sandaime mengajak Naruto.
Keesokan harinya mereka melanjutkan pencarian berkeliling kota Kaifuuku gai, sudah hampir seharian mereka berdua mencari orang yang bernama Tsunade tapi belum juga ketemu, bahkan dengan bantuan Kage Bunshin.
"Bagaimana kalau kita cari makanan dulu Jiji, aku mulai lelah dan juga lapar," Keluh Naruto.
"Ayo Naruto kun, aku juga lelah dan juga lapar " Ajak Sandaime.
Mereka berdua memasuki restoran dan mencari tempat duduk, tapi ujung mata Naruto sekilas melihat seseorang memegang seekor Babi, Tersungging senyum dibibir Naruto melihat orang yang di carinya sekarang sudah berada di depan mata.
"Jii-san" bisik Naruto Pada sosok Kekenya itu, Sandaime tidak menjawab panggilan Naruto, dia hanya melihat arah pandangan Naruto.
"Nanti jangan memperkenalkan aku dulu yah, aku mau memberi kejutan buat Baa-chan" bisik Naruto Pada Sandaime.
"Ohh baiklah Naruto-kun" kata Sandaime dengan senyum, dia tau akan ada kejutan buat Mantan Muridnya itu.
Sandaime dan Naruto berjalan menghampiri Tsunade.
"Sudah lama Tsunade-chan" sapa Sandaime pada Tsunade Mantan anak didiknya.
"Sensei kenapa ada disini?, dan siapa dia yang bersama Sensei?," Tsunade memburu Sandaime dengan pertanyaan sambil menunjuk orang yang berada di samping Sandaime.
Sandaime tidak Langsung menjawab pertanyaan Mantan muridnya itu, Sandaime menarik kursi dan duduk sedikit menyunggingkan senyum pada mantan anak didiknya, setelah merasa duduknya nyaman baru terdengar suara dari Sandaime.
"Kalau bertanya pada orang tua, satu persatu Tsunade-chan" kata Sandaime dengan senyum masih menghiasi wajah tuannya tidak lupa pipa tembakau masih tetap setia terselip di jarinya. Dia melanjutkan ucapannya.
"Baiklah aku akan menjawab pertanyaan mu satu persatu Tsunade-Chan.
Pertama, kenapa aku ada disini?, itu karena aku ingin berada disini..!, melihat mantan anak didikku. Mengapa aku kesini?, memang sengaja mencari mu Tsunade chan, karena permintaan seseorang, sudah lama dia ingin melihatmu dan ingin kamu pulang," jawab Sandaime Pada Tsunade mantan anak didiknya itu.
"Tidak, aku tidak akan menginjakan kaki kedesa terkutuk itu, sebelum aku bisa menemukan Naru-chan" jawab Tsunade dengan sangat sedih. Mengingat kejadian yang menimpa dirinya.
"Kenapa begitu Tsunade-Chan" tanya Hiruzen Sarutobi.
"Sensei, dulu aku pernah pergi dari desa, benar?, karena permintaan Minato, dengan terpaksa aku kembali, itu di karenakan Kushina yang membuat ku ingin di Konoha, karena bagai manapun juga Kushina masih Sepupu ku Sensei, dia sendirian tidak ada sanak saudara yang tersisa, karena dari itu aku bersedia berhenti sejenak, menghela nafas. Mereka yang ada disiti hanya bisa diam mendengar cerita Tsunade.
Tapi setelah melihat mereka memperlakukan Naruto, seperti Naruto itu wabah yang mamtikan, aku mulai muak dengan mereka, tapi melihat Naruto selalu tersenyum ceria seakan dunia ini hanya milik dia, walaupun dia tersakiti, melihat Naru-Chan kecil tersenyum membuat ku bahagia, aku senang bisa melihat dia tersenyum, melihat senyumnya yang sehangat mentari pagi itu membuat aku kembali bersemangat, tersungging senyum Tsunade, membayangkan wajah ceria Naruto dulu. Tapi senyum itu tidak pernah lagi aku lihat Sensei, maaf sensei aku tidak bisa lagi ke desa itu, sebelum mentari pagi ku aku temukan," penjelasan dari Tsunade Panjang kali lebar nan mengharukan itu.
"Seandainya Naruto-kun sudah ditemukan, apakah kamu mau pulang kedesa Tsunade-Chan?," tanya Sandaime kepada Tsunade dengan harap-harap cemas.
"Itu terserah Naru-chan, Naru-chan yang menentukannya Sensei, kalau dia bersedia memaafkan orang-orang didesa dan mau kembali kedesa, aku akan bersedia pulang ke Konoha menemaninya, bagai manapun juga desa itu dibangun oleh kakek ku, tapi jika Naru-chan tidak bersedia untuk pulang, Tsunade langsung Melepaskan Kinya Dengan mengatakan, walau Shinigami sekali pun memaksa, aku akan menghadapinya" Kata Tsunade sekaligus menghilangkan niat membunuhnya.
"Ohh...Dan untuk pertanyaan mu yang terkhir Tsunade-chan, siapa orang bersama ku ini?, dia adal..." Sandaime tidak sempat melanjutkan ucapannya, karena keburu dipotong oleh suara cempreng khas Uzumaki Naruto.
"Aku terluka Baa-chan, apa Baa-chan tidak ingat sedikit pun tentangku dattebayou," kata Naruto dengan membuat expresi wajah pura-pura sedih.
Lama Tsunade memandang memperhatikan pemuda yang ada di hadapannya ini, rasanya memang tidak pernah dia mengenal pria yang satu ini, tapi kata-kata antiknya mengingatkan dia seseorang yang sangat dia rindukan. Terbayang kilas balik waktu dulu diotak Tsunade.
'tunggu datebayou kapan aku pernah mendengarya' batihn Tsunade.
"Bagai mana kalau begini, Naruto membuat Expresi Baa-chaaaan Ramen chan Naru diamana" kata Naruto yang sediki merubah suara seperti suara anak anak.
'Ramen chan, Naru-chan', otak Tsunade sedikit bleng, mengingat kilas balik yang dulu pernah iya alami.
Lama Tsunade terdiam membisu, terasa mimpi lalu terdengar suaranya sedikit lirih seakan-akan berbisik.
"Apakah kamu Naruto" tanya Tsunade sedikit ragu karena suaranya amat pelan, tapi masih dapat di dengar dengan jelas.
Naruto hanya membalas dengan cengiran khasnya, disitu baru Tsunade ingat semua kilas balik tentang Naruto 'Baa-chan, Ramen chan, Naru, datebayou kata-kata antik yang hanya Naruto pernah ucapkan'.
Tanpa malu-malu Tsunade meloncat memeluk Naruto, Naruto dengan cepat menahan Baa-chan agar tidak jatuh, dan mengangkat Tsunade sambil berputar.
Ohhh..
Ehhh...
"Kamu sudah besar ternyata Naru chan", terlihat Tsunade salah tingkah karena malu dilihat orang banyak.
"Ya beginilah aku sekarang Baa-chan" Jawab Naruto dengan cengirannya.
"KEMANA SAJA KAMU SELAMA INI, DAN KENAPA KAMU TIDAK MENCARI KU" tanya Tsunade dengan teriakan emosi bercampur bahagia. Tsunade mulai menguasai emosinya dan mulai tenang.
"Kemana saja kamu selama ini Naru chan" tanya Tsunade kembali tapi sekarang agak tenang.
"Ini pertanyaan yang sama yang di lontar kan oleh Jiji dan belum aku jawab, nah sekaranglah saatnya pertanyaan itu akan ku jawab" kata Naruto pada kedua Orang terdekatnya itu.
"Karena kamu tidak mau menjawab pertanyaan yang sama dua kali begitukan," tebak dari Sandaime.
"hehehee... Jiji tau saja, Tidak salah kamu di juluki dengan Profesor," kata Naruto dengan cengirannya.
"Kalau begitu mari kita pulang" teriak Naruto, "tunggu Naru chan, aku mau menebus kalung ku di Kasino itu" kata Tsunade. " kamu menggadaikan kalung Sodaime sama Tsunade chan" teriak Sandaime.
"benar Sensei, aku ter bawa suasan saat itu", kata Tsunade.
/
/
/
/
Terimakasih kepada Reader/Author Yang sudi membaca tulisan Cakar Kyubi ini.
Saya tetap Angkat Topi buat para AUTHOR - AUTHOR Senpai, yang selalu menulis dan tidak mengenal lelah buat menghibur kita para READER. Terima kasih, sekali lagi saya ucapkan Terima kasih.
