Complicated Love
Genre : Romance, Friendship, Hurts
Rate : T
Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), Kim Ryeowook (yeoja), etc.
Pairing : KyuMin, HaeMin, ChangToria, YeWook, KangTeuk, KyuYou etc.
Part : 10
Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs
Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.
.
..
Kyuhyun membuka matanya perlahan, mencoba menyesuaikan diri karena baru bangun dari tidurnya. Seperti teringat akan sesuatu, dia segera mendongak, memastikan apakah Sungmin masih tetap di sana.
Dia tersenyum melihat gadis yang tengah tertidur itu masih berada di sisinya. Bahkan jemari tangan kirinya masih terpaut dengan jemari tangan kanan Sungmin.
Kyuhyun mencoba bangkit dan duduk bersandar di headboard. Dia mengangkat jemarinya yang terpaut erat dengan Sungmin, lalu mencium punggung tangan Sungmin dengan lembut.
Merasa tidurnya terganggu, Sungmin mulai membuka matanya. "Kyuuu."
"Hmmm." Kyuhyun berdehem sambil tersenyum, memperhatikan Sungmin yang sedang mengucek kedua matanya. Sungmin terlihat sangat adorable saat bangun tidur.
"Maaf aku ketiduran. Apa kau sudah baikan?" Sungmin bertanya sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Kyuhyun.
"Sudah tidak panas lagi. Syukurlah."
Kyuhyun sama sekali tidak merespon ucapan Sungmin. Dia hanya sibuk memperhatikan gadis manis itu sambil tersenyum bahagia.
Merasa dipandangi seperti itu, Sungmin jadi salah tingkah.
"K-kenapa kau tersenyum sambil memandangiku begitu?"
Kyuhyun tersenyum lagi. "Aku hanya sangat bahagia. Kau menepati janjimu untuk tetap di sini saat aku terbangun. Terimakasih Ming."
"Tentu saja. Kau adalah sahabatku Kyu."
DEG.
Perasaan bahagia Kyuhyun seperti menguap begitu saja mendengar pernyataan Sungmin barusan.
Sahabat?
Bagaimana bisa Sungmin tetap menganggap dia sahabat setelah Kyuhyun sudah mengutarakan perasaannya.
"Jangan bohongi perasaanmu sendiri Ming. Aku tahu kau juga mencintaiku."
Sungmin terdiam. Tidak tahu harus menjawab apa.
"Katakan sesuatu Ming."
Sungmin menatap Kyuhyun sebentar, lalu menundukkan kepalanya. "Maaf Kyu. Aku tidak bisa. Aku sudah bersama Donghae sekarang."
Kyuhyun mengeram kecil. "Kau tidak mencintai Donghae."
Sungmin menatap Kyuhyun lagi. "K-kyu."
"Katakan kau mencintaiku Ming."
Sungmin menggeleng. "Tidak Kyu. Aku tidak bisa."
"Kenapa?" Kyuhyun bertanya dengan suara datarnya.
"Aku tidak mau menyakiti Dong-
"Donghae Donghae dan Donghae. Kau selalu menjadikan dia alasan Min. Kau hanya tinggal memutuskan hubunganmu dengannya." Suara Kyuhyun sedikit meninggi.
Sungmin menggeleng. "Tidak. Tidak semudah itu Kyuhyun. Donghae sudah sangat baik padaku. Dia selalu ada saat aku sedih, dia selalu disampingku saat aku membutuhkan sandaran dan aku sudah berjanji padanya, juga diriku sendiri, kalau aku akan mencoba mencintainya, Kyu."
Kyuhyun terdiam.
'Benar. Donghae memang sudah menjaga Sungmin selama ini. Bahkan disaat dia membuat Sungmin menangis, Donghae yang akan menghibur Sungmin. Ya, Donghae memang pantas mendapatkan Sungmin. Tidak seperti dirinya yang selama ini hanya membuat Sungmin bersedih.'
Perlahan Kyuhyun melepaskan tautan jemari mereka berdua. Dia menghembuskan nafas beratnya.
"Ya. Donghae memang layak mendapatkanmu Min. Dia pria baik, yang selalu bisa menjagamu. Tidak seperti aku yang hanya bisa membuatmu menangis. Maafkan aku. Seharusnya aku tahu diri."
Air mata yang sedari tadi Sungmin tahan, akhirnya jatuh juga. "Bukan Kyu." Sungmin menggeleng. "Bukan seperti itu."
Kyuhyun hanya terdiam dan menunduk.
"Hiks." Satu isakan dari Sungmin membuat Kyuhyun terhenyak.
"M-min. Maafkan aku."
"Hiks."
Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, lalu segera membawa Sungmin dalam pelukannya. "Maaf. Tolong jangan menangis lagi."
"Hiks."
"Sshh. Jangan memangis lagi Min." Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Mengusap punggung Sungmin dengan sayang.
Refleks, Sungmin ikut melingkarkan tangannya memeluk tubuh Kyuhyun. "Hiks. Jangan membuat posisiku menjadi semakin sulit, Kyu. Hiks."
"Shhh. Iya. Maafkan aku." Kyuhyun memberikan satu kecupan di pucuk kepala Sungmin. Berharap bisa menenangkan gadis itu.
Lama mereka dalam posisi seperti itu. Kyuhyun dengan sabar menunggu Sungmin berhenti menangis sambil terus menepuk punggung Sungmin dan mengucapkan kata maafnya.
Sungmin melepas pelukan mereka dengan perlahan. Gadis itu menunduk, tidak berani menatap Kyuhyun. Beberapa saat kemudian, Kyuhyun menangkupkan tangannya di kedua pipi Sungmin. "Hey."
Sungmin mendongak.
"Jangan menangis lagi." Kyuhyun tersenyum sambil mengusap air mata Sungmin yang hampir mengering.
Sungmin tidak menjawab, hanya menatap Kyuhyun dengan pandangan sendu.
Kyuhyun tersenyum maklum, lalu dengan gerakan perlahan dia mendekatkan bibirnya ke dahi Sungmin, mengecupnya lama.
Kedua mata Sungmin refleks terpejam. Merasakan hangat bibir Kyuhyun yang ada di dahinya. Pria itu mencium keningnya dengan lembut dan penuh perasaan. Setelah melepas ciumannya, Kyuhyun menempelkan dahi mereka berdua. "Aku sangat mencintaimu Min."
"K-kyu."
"Tidak. Kau tidak perlu berkata apa - apa sekarang Min. Aku hanya ingin mengutarakan apa yang aku rasakan saat ini."
Kyuhyun makin mendekatkan wajah mereka berdua.
"K-kyuhyun." Lirih Sungmin.
"Dan aku mohon... jangan menolakku kali ini."
Seperti mantra, Sungmin tidak menolak sama sekali saat Kyuhyun mempertemukan bibir mereka berdua. Sungmin memejamkan matanya, begitu juga dengan Kyuhyun. Bibir Kyuhyun bergerak perlahan, dan pria itu sangat bahagia saat merasakan Sungmin membalas ciumannya.
.
Untuk malam ini, biarlah mereka melupakan persoalan yang ada dan tenggelam dalam dunia mereka sendiri.
.
_ComplicatedLove_
.
Tuk.
Sungmin mendongak ketika seseorang menempelkan air mineral dingin di dahinya.
"Hae."
Donghae tersenyum, lalu mendudukkan diri di samping Sungmin. "Aku pikir kau dimana. Kenapa tidak membalas pesanku?"
"Ah, maaf Hae. Aku tidak membawa ponselku."
Donghae mengangguk mengerti, "Minumlah." lalu menyerahkan sebotol air mineral tadi kepada Sungmin.
Sungmin mengambil botol itu dan meminum air yang melegakan itu.
Donghae memandangi Sungmin. "Kau baik - baik saja?"
"Eum?" Gadis manis itu menatap penuh tanya ke arah Donghae.
"Bukankah biasanya kau akan kemari saat suasana hatimu sedang tidak baik? Apa telah terjadi sesuatu yang membuatmu sedih?"
Sungmin tersenyum, lalu menggeleng pelan. "Aniyo Hae. Entahlah, tiba - tiba aku ingin ke taman belakang. Aku hanya merindukan tempat ini saja."
Donghae mengacak rambut Sungmin dengan sayang. "Aku akan menemanimu kalau begitu."
"Hmm. Gomawo Hae."
Donghae mengangguk. "Apa pun untukmu sayang."
"Ah, Hae. Pulang sekolah nanti aku akan ke rumah Wookie. Jadi aku sekalian pulang bersamanya. Tidak apa - apa kan?"
"Tentu." Donghae tsersenyum. "Nikmati waktumu kalau begitu."
.
_ComplicatedLove_
.
Bruk.
Sungmin segera menghempaskan tubuh lelahnya dihamparan kasur bersprei kuning bermotif jerapah milih Ryeowook.
"Jadi, apa yang ingin kau ceritakan, Ming?" Ryeowook mendudukkan dirinya di samping Sungmin.
"Aku bingung, Wookie." Jawabnya, sambil menatap langit - langit kamar.
Kedua alis Ryeowook terangkat. "Bingung kenapa, eoh?"
Sungmin tidak menjawab. Hanya terus memandang langit - langit kamar bercat cream itu.
"Yak!" Wookie memukul Sungmin dengan salah satu boneka jerapahnya.
"Ish. Kenapa kau malah memukulku?"
"Kau sebenarnya mau cerita atau tidak?" Wookie menunjukkan ekspresi sebalnya.
Sungmin terkekeh kecil lalu merubah posisinya menjadi duduk. "Ini tentang aku, Kyuhyun dan Donghae, Wook."
"Ada apa lagi dengan kalian? Kau, bukannya sudah baikan dengan Kyuhyun? Lalu bukankah kau juga sudah memutuskan untuk merelakan Kyuhyun dengan Soyou dan mencoba menerima Donghae. Lalu ada apa lagi?"
"Ishh. Makanya dengarkan dulu ceritaku."
Ryeowook mengangguk. "Baiklah. Ceritakan sekarang kalau begitu."
"Kyuhyun... Tiba - tiba saja dia... Dia mengatakan, kalau dia mencintaiku Wook."
"MWO?" Sungguh kali ini Ryeowook benar - benar terkejut.
"Yak! Kau mengagetkanku." Sungmin memandang Ryeoook dengan sebal.
"Mian. Tapi aku benar - benar terkejut Min. Bagaimana bisa bocah itu tiba - tiba menyatakan cinta padamu. Kapan dia mengatakan itu?" Ryeowook semakin penasaran.
"Malam itu, sepulang kita berlibur dari Jeju."
"Oh ya ampun. Lalu apa yang katakan padanya?"
Sungmin menggeleng. "Entahlah. Kemarin aku menjenguknya. Dan dia memintaku agar aku memutuskan Donghae. Tentu saja aku tidak bisa begitu saja memutuskan Donghae yang sudah begitu baik padaku."
Wookie mengangguk setuju. "Kau benar. Donghae sudah begitu baik padamu. Tapi, bagaimana dengan hatimu sendiri?"
Terdengar helaan nafas berat dari Sungmin. "Jujur, aku memang masih mencintai Kyuhyun Wook. Dari awal memang hanya Kyuhyun. Meski pun aku sudah berusaha keras untuk mencintai Donghae, tapi usaha itu tidak pernah berhasil. Jadi aku harus bagaimana?"
"Apa kau benar - benar tidak bisa mencintai Donghae sedikitpun Ming?"
"Awalnya bisa. Aku sudah mulai menerimanya. Tapi, ketika tiba - tiba Kyuhyun datang dan menyatakan perasaannya padaku, rasanya hatiku langsung terpusat lagi pada Kyuhyun." Sungmin menghela nafas berat lagi. "Haah. Aku benar - benar bingung harus bagaimana."
"Hmm. Kalau menurutku Ming. Kalau memang kau pada akhirnya tidak bisa membalas perasaan Donghae, memang lebih baik kau putuskan dia sekarang. Memang terkesan jahat. Tapi, akan lebih jahat lagi jika kau terus memberi harapan padanya, padahal hatimu tidak akan pernah bisa menerima dan membalas perasaannya."
Sungmin mengangguk perlahan. "Kau benar Wook. Tapi aku tidak tega."
"Kau harus bisa Ming. Sebelum semuanya akan menjadi tambah rumit."
Satu helaan nafas berat Sungmin terdengar lagi. "Ya. Aku akan mencobanya. Terimakasih Wook" Sungmin memeluk Ryeowook dengan erat.
"Sama - sama Ming."
.
_ComplicatedLove_
.
Saat ini Sungmin sudah berada di depan rumah mewah itu. Hanya karena pesan yang bersisi 'Hari ini kau tidak datang menjengukku?' Gadis itu segera pergi ke rumah Kyuhyun. Setelah menekan bel dan dipersilahkan oleh Shim ahjumma, Sungmin segera menuju ke atas. Ke kamar Kyuhyun.
Tok tok.
Sungmin mengetuk pintu kamar Kyuhyun.
"Masuk saja." Suara bass pria itu menyapa gendang telinganya. Membuat jantungnya berdegup kencang seketika.
Sungmin masuk dan ternyata Kyuhyun sedang menonton TV.
"Min."
Sungmin tersenyum dan segera mendudukkan dirinya di sebelah Kyuhyun. "Kau sudah sembuh kan?"
Kyuhyun mengangguk. "Aku sudah baikan. Dan setelah kau datang, keadaanku menjadi sangat baik." Jawaban Kyuhyun membuat semburat merah muncul di kedua pipi Sungmin.
"Jangan menggodaku." Gadis itu memukul lengan Kyuhun dengan pelan.
"Aku tidak menggodamu. Memang seperti itu kenyataannya."
"Terserahmu saja." Sungmin memutar kedua bola matanya malas.
Kyuhyun terkekeh kecil.
"Kalau begitu kau sudah bisa masuk sekolah kan besok?"
Kyuhyun mengangkat alisnya. "Kenapa? Kau merindukanku ya?"
"Ish. Aku pulang saja kalau kau terus menggodaku seperti ini." Sungmin bangkit dari sofa itu. Namun belum satu langkah dia berjalan, Kyuhyun sudah menariknya. Membuat Sungmin jatuh di pangkuannya.
Sungmin terdiam seketika. Apalagi saat lengan Kyuhyun membungkus perutnya dengan erat. "Kyuuu."
"Kenapa kau mudah sekali marah eoh?"
"Karena kau menyebalkan."
Lagi - lagi Kyuhyun terkekeh. "Itu karena aku sangat menyayangimu."
Sungmin tersenyum kecil. "Sama sekali tidak ada hubungannya."
Mereka terdiam sejenak. Lalu Sungmin teringat akan satu hal. "Kyu?" Sungmin membuka suara.
"Hmm..?"
"Kau.. Bagaimana dengan Soyou?"
Kyuhyun tersenyum, menyingkirkan rambut Sungmin ke samping, mengecup pundak gadis itu, sebelum menjawab. "Kami sudah putus."
Sungmin sedikit terkejut. "Benarkah?"
"Ya. Bahkan dia mengatakan bahwa dia sudah tahu kalau aku mencintaimu sejak lama." Kyuhyun terkekeh sebentar. "Aku bodoh ya? Bahkan Soyou lebih tahu perasaanku daripada diriku sendiri."
Sungmin merubah posisinya menyamping. Tangannya terangkat untuk membelai wajah Kyuhyun. "Jangan bicara seperti itu." Lirihnya.
Kyuhyun menangkap jemari Sungmin dan mengecupnya. "Lalu... Bolehkan aku bertanya sesuatu juga?"
Sungmin mengangguk pelan. "Apa?"
"Kapan kau akan memutuskan hubunganmu dengan Donghae?"
Sungmin menyelami manik Kyuhyun yang sedang menatapnya. "Beri aku waktu, ya?"
Apa?
Beri aku waktu?
Itu berarti Sungmin sudah mengambil keputusan, bahwa dia pada akhirnya akan memilih Kyuhyun. Kyuhyun sangat bahagia mendengarnya.
"Jadi kau sudah mengambil keputusan? Kau memilihku kan?" Kyuhyun masih berusaha menyembunyikan rasa bahagianya.
"Tidak. Kau dan Donghae bukan pilihan, Kyu. Dari awal, hatiku memang milikmu." Jeda sejenak. "Tolong beri aku waktu untuk memberi pengertian pada Donghae. Aku tidak ingin hubunganku dengannya menjadi buruk setelah aku putus dengannya."
Kyuhyun mengeratkan pelukannya. "Berapa pun waktu yang kau minta, asal pada akhirnya kau akan bersamaku, aku tidak akan mempermasalahkannya."
Sungmin tersenyum. "Terimakasih."
"Bukan. Bukan kau yang seharusnya berterimakasih sayang."
Pipi Sungmin memanas mendengar Kyuhyun memanggilnya sayang.
"Hei.. Kau kenapa?" Tanya Kyuhyun, menyadari perubahan air muka Sungmin.
"T-tidak. Hanya aneh saja mendengarmu memanggilku sayang."
Kyuhyun terkekeh. Jemarinya mengelus pipi chubby Sungmin. "Kalau begitu... kau harus terbiasa mulai sekarang."
.
_ComplicatedLove_
.
Di sekolah, Kyuhyun benar - benar menepati janjinya untuk memberi Sungmin waktu. Dia bersikap biasa pada Sungmin. Berpura - pura tidak terjadi apa pun diantara mereka berdua. Tidak dipungkiri Kyuhyun seringkali cemburu melihat kemesraan Sungmin dengan Donghae. Tapi, mengingat perasaan Sungmin yang sebenarnya, hatinya kembali tenang.
Begitu juga dengan Sungmin. Dia bersikap biasa pada Kyuhyun saat di sekolah. Dia belum siap mengatakan yang sebenarnya pada Donghae, dan belum bisa memutuskan hubungannya dengan pria itu. Dia belum menemukan waktu yang tepat.
Tapi hari ini, tiba - tiba Sungmin merasa dia harus segera mengatakan semuanya. Sepulang sekolah, saat mobil Donghae yang memang selalu menjemput dan mengantarnya berhenti di depan rumahnya, dia membuka suara. "Hae."
"Ya sayang?"
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
Donghae tersenyum mendengarnya. "Aku juga. Ada yang mau aku bicarakan denganmu."
"Ah." Sungmin sedikit gugup. "Kalau begitu kau duluan saja."
"Kau yakin?" Tanya Donghae memastikan. Sungmin mengangguk.
"Bagaimana kalau Sabtu ini kita pergi ke namsan tower?"
"Huh?"
"Ya. Kita belum pernah pergi ke sana kan? Kita sudah lama tidak pergi kencan."
Sungmin bingung seketika. Bagaimana tidak. Di saat dia ingin memberitahukan hal yang sebenarnya pada Donghae, pria itu malah mengajaknya pergi kencan. Jujur Sungmin tidak tega melihat raut berbinar dari ajah Donghae.
"Bagaimana? Kau bisa kan?"
"Ah. Hmm. Baiklah." Ya. Sungmin rasa tidak masalah memberi satu kesempatan lagi untuk Donghae. Mungkin setelah itu, dia baru akan memberitahu Donghae yang sebenarnya.
Donghae tersenyum bahagia. "Terimakasih sayang."
Sungmin tersenyum. "Hmm"
"Lalu apa yang ingin kau katakan?"
"Soal itu. Aku tidak jadi mengatakannya sekarang."
"Kau yakin?"
"Hmm."
Donghae mengangguk mengerti. "Baiklah."
Sungmin sangat bersyukur, Donghae selalu pengertian terhadapnya.
"Hmm. Kalu begitu aku masuk dulu, Hae. Sampai jumpa besok."
"Iya sayang. Sampai jumpa."
Sungmin turun dari mobil itu, menunggu mobil Donghae melaju, lalu masuk ke dalam rumahnya.
.
Saat Sungmin memasuki kamarnya, ponselnya berdering. Sungmin tersenyum melihat siapa yang sedang menelponnya.
"Kyu." Ucapnya setelah menekan tombol hijau.
"Hai, sayang. Sudah sampai rumah?"
Sungmin mengangguk. "Hmm. Baru saja. Kyu?"
"Hmm?"
"Tadi aku akan mengatakan bahwa aku ingin putus dengan Donghae. Tapi, belum sempat aku mengatakannya, Donghae lebih dulu mengajakku kencan Sabtu ini."
"Kalian akan pergi kemana?"
"Dia mengajakku ke namsan tower. Aku pikir setelah itu baru aku akan mengatakan semuanya."
"Hmm. Ya. Nikmati waktumu kalau begitu."
Sungmin sedih mendengar nada dingin dalam suara Kyuhyun. "Maaf."
"Untuk apa?" Jawab Kyuhyun di seberang sana.
"Maaf harus membatmu menunggu lebih lama lagi."
"Tidak apa. Yang penting hatimu masih untukku. Kalau begitu kau istirahatlah. Aku mencintaimu."
"Hmm. Aku juga, Kyu."
.
_ComplicatedLove_
.
Hari Sabtu sudah tiba. Saat ini Sungmin sedang mematut dirinya di depan cermin. Sedikit menambahkan riasan tipis di wajahnya yang memang sudah cantik. Dia baru selesai memakai wedges 3cm-nya saat pesan dari Donghae masuk di ponselnya. Memberitahukan bahwa pria itu sudah di depan rumahnya.
"Kau sangat cantik sayang." Puji Donghae saat Sungmin sudah duduk di sebelahnya.
"Terimakasih Hae."
"Kita makan malam dulu ya?"
Sungmin mengangguk. "Hmm."
Lalu mobil Donghae melaju dengan kecepatan sedang menuju restoran di sekitar namsan tower. Setelah selesai dengan makan malam mereka, Donghae segera membawa gadis itu ke tempat tujuan utama mereka. Sebelum naik ke atas, tidak lupa Donghae membeli dua pasang kunci dan gembok. Tentu saja untuk menuliskan nama mereka di atas sana.
Setelah sampai di atas, Donghae mengajak Sungmin untuk duduk di salah satu bangku yang ada di sana.
"Ini untukmu." Seru Donghae sambil menyerahkan satu gembok lengkap dengan kertas juga kuncinya.
Setelah itu Donghae segera menulisi kertas miliknya dengan kata - kata manis. Tidak lupa mencantumkan nama mereka berdua di sana.
Setelah selesai, Donghae baru sadar kalau Sungmin hanya berdiam diri sedari tadi. "Min? Kenapa dia saja? Cepat tuliskan sesuatu di sana sayang." Serunya sambil membelai pipi Sungmin.
Sungmin bingung. Sejujurnya ia ingin mengungkapkan semuanya sekarang. Tapi lagi - lagi dia tidak tega. Sungmin tersenyum canggung lalu mulai mengangkat tangannya untuk menuliskan sesuatu di kertas yang tadi Donghae berikan.
"Bodoh. Lalu sampai kapan kau akan membohongi perasaanmu sendiri?"
Suara itu sontak membuat kedua orang itu menoleh ke belakang.
Mata Sungmin membulat. "K-kyuhyun."
.
.
.
.
TBC
.
.
Untuk Complicated Love memang selalu saya update di WP + FFn beberapa hari setelah saya update di WP. Karena Complicated Love memang dari awal saya post di sini. Tapi setelah Complicated Love selesai, mungkin saya akan update cerita baru saya di Wordpress. Alamatnya di pinkkyumin137.wordpress.com
^^Terimakasih^^
