Disclaimer :Naruto itu karyanya Masashi Kishimoto-sensei ^^ X3 saya sebagai fansnya cuma iseng bikin cerita tentang karakter yang beliau buat.

Warn : OOC, AU, maaf ya kalau ada yang typo , maaf kalo bawa nama merek mainan hehe

Balasan Review , : yap, sengaja pengen bikin kakashi ooc banget dari karakternya hehe. Makasih ya :3

I can , You can , We can!

Chapter : 10

"Uchiha! Jangan meleng! Bisa main sepak bola gak? Karena kau seorang, seni permainan olahraga ini tidak ada." –Deidara-

"Woi! Itachi! Kamu bisa seriusan dikit gak sih mainnya?! Aku tau kamu malesnya kebangetan sama kayak aku tapi jangan sampai bikin kelas kita kalah terus dong! Hal ini membuatku kerepotan tau." –Nara Shikamaru-

"Oi! Itachi, aku tidak suka, bahkan aku sangat membencimu tapi aku mohon, untuk kali ini, aku harap kau bisa bekerja sama denganku, maksudku dengan kami semua, anak kelas 10-2. Aku, Inuzuka Kiba telah menahan diriku untuk membencimu dan membuka diriku untuk menerimamu apa adanya. Kumohon, bukalah pikiranmu dan mari kita bekerja sama mengalahkan kelas 10-5! Juga memenangkan turnamen antar sekolah ini!" –Inuzuka Kiba-

"Yah... memang susah untuk bekerja sama dengan bocah-bocah di kelas ini, Itachi. Mereka egois dan keras kepala. Aku tahu, kalau kau tidak mau bermain basket dengan mereka, entah alasanmu karena malas, mereka tidak sebanding denganmu atau bagaimana, tapi aku mengharapkan untuk bisa bekerja sama dengan pemain basket unggulan di kota Konoha ini. Lagipula, kapan kesempatan ini datang dua kali? Hahaha. Kembalilah menjadi pemain berdarah dingin lagi di lapangan basket saat kau masih SMP, Uchiha Itachi yang pernah mendapat gelar di suatu majalah sebagai 'calm, mysterious, and fantastic basket player from Konoha.' Setidaknya, aku dan Kakashi-sensei memilihmu karena alasan ini. Banyak orang yang tidak tahu kalau kau pemain basket yang profesional'kan? Jadi tunjukkan saja pada bocah-bocah itu kalau kau ahlinya basket, hehee." –Aburame Shino-

"Uchiha Itachi... ayolah semangat main olahraganya, begini-gini aku juga lumayan kok untuk menjadi teman dalam bermain olahraga tapi bukan sebagai bolanya, hahaha." -Akamaru Chouji-

"Asal kau tahu, Dewa itu banyak macamnya, dari dewa kematian hingga dewa basket. Agak tidak masuk akal sih,tapi firasatku mengatakan kau bisa menjadi salah satu dari dewa basket. Soalnya aku pernah membaca majalah olahraga yang membahasmu sebagai pemain basket yang banyak diincar klub basket nasional." –Hidan-

"Sebagai temanmu (hanya) saat bermain basket. Aku mengerti kenapa kau tidak bersungguh-sungguh dalam permainan kali ini, penyebabnya Hatake Kakashi-sensei yang selalu memancing amarahmu kan? Haha, aku memang tidak terlalu dekat denganmu kalau tidak ada basket, tapi permanainanmu seperti memberitahuku kalau kau males dengan ocehan Kakashi-sensei itu kan? Ada satu hal yang ingin kuberitahukan padamu, jika kau ingin mengubah dirimu (aku tahu dari Haruno, kalau kau ingin mengubah sikapmu menjadi lebih baik) inilah adalah salah satu dari banyak kesempatan untuk membuktikan kalau kau peduli dengan kelasmu." –Kisame-

"... Semangat Uchiha-san... mari kita bermain dengan hati yang senang... bekerja sama lebih baik daripada bekerja sendirian... itu menurut buku tentang pertemanan yang aku baca." –Sai-

"Itachi! Ayoayoayo cemungudh~! Kita bisa kok! Kelas 10-2 akan menaang~!" –Tobi-

"HMM... Aku masih mau memaklumi kamu kalau kamu main-main untuk latihan ini, Uchiha. Namun, jika dalam turnamen sebenarnya kamu tidak bermain serius, tiada ampun untukmu. Akan ada sesuatu yang berbahaya yang akan menimpamu dan Haruno." –Hatake Kakashi (Sensei tampan yang baik hati :p)

"APA-APAAN INI?!" teriak Itachi yang geram setelah membaca kumpulan surat-surat yang dibuat oleh anak laki-laki di kelas 10-2 + gurunya yang resenya luar biasa.

"Kasarnya sih itu surat peringatan dari anak kelas yang telah dirugikan sama kamu karena kamu males banget main basketnya." Jawab Sakura yang sedang menemani Sasuke main di kamar Itachi. Kali ini Sakura bermain lagi di kediaman keluarga Uchiha.

Sebulan telah berlalu setelah Kakashi-sensei dan Guy-sensei merencakan untuk berlatih olahraga bersama antara kelas 10-2 dengan kelas 10-5. Untuk kegiatan olahraga yang dilakukan putri, putri kelas 10-2 dapat melakukannya dengan baik, kemampuan mereka dapat menyeimbangi anak putri dari kelas 10-5 yang terkenal dengan kepintaran otaknya dan kemampuan olahraga yang baik. Berbanding terbalik dengan tim putra kelas 10-2, yang selalu kalah dengan kelas 10-5 karena ada satu murid yang selalu menjadi biang kekalahan, Uchiha Itachi.

Festival olahraga yang selalu dilakukan SMA Konoha ini mempunyai beberapa bidang, olahraga futsal, basket, tennis, bulu tangkis, tenis meja, voli, renang, karate, panahan, baseball dan catur. Namun, hanya beberapa olahraga yang dilakukan oleh kelas 10-2 dan 10-5 untuk berlatih rutin saja. Olahraga tersebut adalah futsal, basket, bulu tangkis dan teins meja. Alasan kenapa hanya olahraga tersebut saja yang dilatih secara rutin, karena olahraga tersebut adalah inti dari turnamen ini. Jika ada satu kelas yang bisa memenangkan salah satu cabang olahraga dari olahraga tersebut itu, maka kelas itu akan populer selama setahun ke depan. Bahkan ada rumor yang mengatakan kalau kelas yang menang, murid-murid kelas itu akan bertambah kemampuannya, dari kecerdasan akademik hingga non-akademik. Untuk wali kelas akan mendapatkan ketenaran dan bisa naik gaji.

Makanya dengan alasan seperti inilah Kakashi-sensei sangat ambisius untuk memenangkan turnamen ini. Ia hanya memikirkan kata 'naik gaji', sehingga ia sangat mendorong murid-muridnya, terutama murid yang suka ia ganngu, Uchiha Itachi, untuk aktif berpartisipasi. Masalahnya adalah turnamen SMA Konoha ini bisa diikuti oleh setiap kelas jika semua murid yang ada di kelas berpartisipasi pada cabang olahraga yang diadakan.

"Sakura, justru ini kesempatan kita untuk menjatuhkan si guru berambut perak yang menyebalkan itu!" Kata Itachi.

"Aku setuju, Itachi. Tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat! Jangan menyia-nyiakan kepercayaan teman-teman kelas 10-2! Lihat surat-surat ini, anak laki-laki kelas kita sangat serius dan bersemangat untuk bisa memenangkan turnamen." Sakura berbicara dengan Itachi sambil menunjukkan tangannya ke tempat surat-surat yang telah dibaca Itachi.

"Kak Itachi, jangan egois~" Tambah Sasuke. Sedikit kesal karena mendengar adikknya menceramahi dia, Itachi menjitak kepala Sasuke. "Jangan sok tau, dasar bocah."

"Aku bukan bocah lagi tau!" Sasuke marah, lalu ia menatap Sakura, "Lagipula Kak Sakura, Kak Itachi itu gak ada sisi baiknya tau! Dia selalu jahat sama aku!" Sasuke yang masih merasa sakit akibat jitakan itachi yang cukup keras langsung menangis.

Saat Sasuke menangis, muncullah Minato. "Kau berbuat jahat, huh?"

Itachi yang mendengar suara Minato langsung mengatakan sesuatu kepadanya melalui pikiran, "Aku tidak jahat, ini adalah bentuk kasih sayang dan perhatianku untuk adikku."

"Kau pikir aku bisa kau bohongi? Jelas-jelas yang kau lakukan itu adalah suatu kejahatan dalam bentuk kecil kepada adikmu, butkinya adikmu menangis kesakitan." Itachi yang merasa kesal dengan Minato langsung menjawab.

"Kau pikir kamu tau segalanya tentang aku? Bagaimana aku berperilaku baik kepada orang-orang?" Minato yang merasa geram dengan Itachi langsung mengeluarkan tongkat sihirnya dan mengucpakan mantera yang terdengar oleh Itachi seperti suara bisikan.

"Apa yang kau lakukan, Minato?!"

"Memberimu pelajaran kehidupan yang berharga."

"Hah, Apa maksudmu?" Saat Itachi ingin mengetahui lebih lanjut, Minato sudah menghilangkan dirinya. Itachi merasa akan ada sesuatu yang terjadi akibat ulah dari peri yang sudah menemaninya itu, tapi ia tidak tahu apa yang akan terjadi.

Sasuke yang merasa masih sakit langsung berlari keluar dari kamar Itachi. Sakura lalu menampar Itachi yang kelihatannya hanya bengong saja daritadi tanpa membantu meredakan tangisan adiknya (padahal Itachi habis berbicara dengan Minato, namun Sakura tidak bisa melihat atau mendengar peri orang lain. Jadi, Sakura mengira kalau Itachi cuma begong.)

"Kau! Kenapa sikapmu kembali jadi cuek lagi sih! Ok, aku menghargai usahamu sudah mulai berinteraksi dengan anak kelas, namun, kenapa cuma sama adikmu kamu gak bersikap seperti itu?! Bagaimanapun, terkadang seorang adik itu butuh perhatian dari sang kakak, walaupun hanya beberapa kata atau sedikit tindakan. Kenapa kamu cuma bengong doang daritadi?" Itachi yang merasa tidak melakukan hal itu langsung berkata balik kepada Sakura.

"Aku tidak bengong, tapi tadi ada si Mi—"

"Mi apa Itachi? Ada apa sesuatu yang kau pikirkan selain adikmu saat ini? Ya sudah ayo kita kejar Sasuke, soalnya kalau dia menangis'kan biasanya dia langsung pergi ke rumah Kakek dan Nenekmu. Akan sangat berbahaya jika dia berlarian seperti itu di tengah jalan." Setelah Sakura mengatakan itu kepada Itachi, ia langsung bergegas lari keluar dari kamar Itachi. Itachi masih terdiam di kamarnya.

"Tunggu sebentar... Sasuke,jalan besar, rumah Kakek dan Nenek, berbahaya, perbuatan Minato...!"

Itachi yang mulai mengerti apa yang akan dilakukan Minato kepadanya untuk memberi pelajaran kehidupan langsung lari dari kamarnya, menuju ke luar rumah. Ia terus berlari hingga lupa mengenakan sendal untuk melindungi kakinya dari panasnya aspal jalanan.

"Bertahanlah! Kau bisa melakukan itu bocah!"

Akhirnya Itachi melihat Sakura yang sedang berjalan menemani dengan Sasuke. Itachi langsung menghampiri mereka. "Syukurlah~ kalian tidak apa-apa."

"Aku juga berharap seperti itu, tapi ada sesuatu yang terjadi pada Sasuke." Kata Sakura dengan nada yang lemas. Itachi yang kebingungan pun heran, "Lihat kondisi adikmu..." Itachi pun terkejut saat melihatnya. Kaki dan pundak bagian kiri Sasuke berdarah, baju dan celana yang dikenakannya sobek. "Sasuke..." ucap Itachi, lalu tanpa ragu-ragu ia langsung menggendong adiknya dan bergegas ke rumah Kakek dan Nenek.

Setibanya mereka di rumah Kakek dan Nenek Itachi, Kakek dan Nenek langsung membawa Sasuke ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil, mereka menyuruh Itachi dan Sakura untuk menjaga rumah. "Sakura, bisa kau jelaskan apa yang terjadi kepada Sasuke?"

"Ada mobil melaju dengan kecepatan tinggi, aku tak sempat menghentikan larinya Sasuke. Saat aku berteriak 'Sasuke awas!' tapi Sasuke malah berusaha pergi menuju ke aku dan akhirnya ia tertabrak..." Ucap Sakura sambil mengeluarkan air mata, "Ini semua salahku.. maafkan aku Itachi, aku tidak bisa menjaga adikmu."

"Bukan, ini bukan salahmu Sakura, ini adalah takdir, yah kecelakaan ini juga disebabkan oleh kesalahan pengemudi itu."

"Pasti ini adalah perbuatan Minato!" Pikir Itachi.

"Kamu tidak apa-apa'kan?" Itachi bertanya kepada Sakura sambil menepuk pundak kanan Sakura. Tiba-tiba Sakura mengeluarkan suara teriakan kecil, seakan-akan ia merasa kesakitan. "Sakura? Kenapa?"

"Gak apa-apa kok hehe, sedikit kaget aja pas kamu nepuk pundakku hehe."

"Haaa~ kukira kamu kenapa-napa tau! Aku udah panik nih." Cemas Itachi, "Oh ya kusiapin teh dulu ya, soalnya teh buatan Kakek itu adalah teh paling enak dan kue buatan Kakek juga kue favoritku. Tunggu bentar ya, Sakura." Itachi pun pergi menuju ke dapur, meninggalkan Sakura seorang diri di ruangan keluarga.

Kushina yang sudah daritadi memunculkan dirinya, mulai mengajak ngobrol Sakura. "Kenapa kamu bohong?"

"Eh? Bohong apanya, Kushina?" tanya gadis berambut merah muda ini kepada perinya.

"Kamu itu.. emangnya aku bisa kamu kibulin~"

"Ya, ya.. aku lupa kalo Kushina peri serba tahu tentang aku deh~"

"Kasihan Itachi, udah repot dia mikirin adiknya. Aku gak mau nambah beban pikiran buat dia."

"Cieee~ cieee~ jadian,jadian, jadian dooong!"

"KUSHINAAAAA!"

Itachi yang sedang berada di dapur mendengar teriakan Sakura, namun ia hiraukan saja, karena ia sedang fokus untuk memanggil Minato untuk menampakkan gagal, merasa kesal tapi ia berusaha untuk meredakan emosinya.

"Jika kau bisa mengendalikan emosimu seperti ini terus menerus, aku akan memudahkan ujian pelajaran hidup. Ah! Kalau kau bisa merubah perilakumu tanpa paksaan, aku akan menghilang dari sisimu." Suara Minato terdengar oleh Itachi, Itachi langsung celingak-celinguk mencari keberadaan Minato, namun tetap tidak terihat sosok peri berambut jabrik kuning.

"Baiklah! Akan aku buktikan bahwa aku bisa berubah tanpa paksaan dan ancaman darimu!"

"Oh, good job, Itachi Boy, itu akan memudahkanku menjalankan tugasku. BYE."

"Tunggu! MINATOO! Aku belum selesai berbicara denganmu!"

Kushina yang mendengar teriakan Itachi mengenai Minato langsung kaget, matanya terbelalak dan ia menghentikan kepakan sayapnya yang membuatnya langsung jatuh ke kepala Sakura. Sakura yang merasakan ada sesuatu yang jatuh di kepalanya.

"Kushina. Apakah kau jatuh di kepalaku?"

"Hmm.." jawaban Kushina dianggap tidak ada oleh gadis berambut merah muda itu, ia lalu memegang rambut Kushina yang terlihat kecil bagi ukuran manusia. "Kenapa, Kushina?"

"Minato..."

"Peri Itachi? Kenapa?" tanya Sakura yang keherenan dengan tindakan aneh Kushina.

"Ah.. tidak ada apa-apa kok. Aku merasa tadi Minato ada disini tapi pas aku lihat dia malah menghilang."

"Ya ampun, lebay banget daah!."

"Ok, Sakura.. aku pergi dulu yaak!" Kushina lalu menghilangkan dirinya dari Sakura. Setelah kepergian Kushina, datanglah Itachi yang membawa beberapa makanan dan teh hangat, terlihat jelas oleh Sakura bahwa Itachi sedang memasang muka bete.

"Itachi boy kenapa? Mukamu seperti sedang bertemu Kakashi-sensei aja." canda Sakura yang berusaha membuat suasana hati Itachi berubah menjadi senang, Itachi yang menyadari suara Sakura pun tersenyum. "Ahaha, yah.. tadi aku lupa tempat gula biasanya ditaruh dimana jadinya, aku harus membuka semua laci yang ada di dapur. Jadinya, aku kesal sendiri."

"Oh.. yaudah, aku ingin coba teh dan makanannya boleh."

"Sip, silahkan." Mereka berdua pun menikmati waktu bersama sambil mencemaskan Sasuke.

-000000000000000000000000000-

Dua minggu sudah berlalu, keadaan Sasuke sudah membaik, kaki kirinya sudah bisa digunakan untuk melangkah seperti biasa walaupun masih agak kaku, sedangkan pundak bagian kirinya masih belum bisa digerakkan secara leluasa. Luka yang dialami Sasuke termasuk luka yang lumayan parah, dikarenakan bagian tubuhnya terkena bagian plat mobil. Sasuke menceritakan bahwa pengemudi mobil itu mabuk, sehingga ia menabrak Sasuke dengan keadaan mobilnya seperti mau belok. Tapi, Sasuke merasa aneh, karena setelah menabrak Sasuke, pengemudi itu panik dan langsung kabur, yang ia perhatikan adalah tatapan matanya seperti orang yang sudah sadar, padahal saat ia menabrak Sasuke, tatapannya masih seperti orang yang mabuk berat.

Walaupun Sasuke sudah lebih mendingan, tetapi ia masih dirawat di rumah sakit, dikarenakan para dokter masih mengkhawatirikan keadaan jiwanya juga masih belum stabil, begitu juga dengan keadaan fisiknya. Itachi sering mengunjungi adiknya, tentunya bersama Sakura. Hal ini membuat Sasuke senang, apalagi ia mulai menyadari kalo kakaknya ternyata adalah orang yang baik walaupun memang sikap 'cuek bebeknya' dan hobi ia menjitak adiknya tersebut masih ia lakukan.

Belakangan ini, Sakura merasa senang karena Itachi sudah mulai memperbaiki sikapnya, yah walaupun ada sikap baik yang ia lakukan masih harus dibilang dulu oleh Sakura. Di satu sisi ia senang kalau Itachi sudah mulai memperhatikan dan memperlakukan Sasuke seperti adik kesayangannya, di sisi lain ia justru khawatir tentang teman masa kecilnya ini. Sudah satu setengah bulan berlalu tapi masih saja Itachi ogah-ogahan melakukan latihan tanding dengan kelas 10-5. Hal ini membuat Kakashi-sensei makin geram terhadap kelakuan Uchiha Itachi, ia lantas menyeret Itachi ke ruangan guru sebelum pertadingan latihan antara kelas 10-2 dengan kelas 10-5.

"Uchiha boy! Kumohon, jika kau tidak mau bermain di latihan pertandingan ini. Tolong keluar dari kelasku dan pindah ke kelas lain, kalau bisa ke sekolah lain biar aku tidak stress melihatmu." Perkataan ini sontak membuat Itachi kaget, sekejam-kejamnya guru, jarang kan ada guru yang ngambek kalau anak muridnya gak main di turnamen olahraga, tapi hal ini bisa berlaku di SMA Konoha.

"Kakashi-sensei, sebegitunya kau ingin aku bermain.." keluh Itachi, walaupun ia sebenarnya sangat senang kaena ia berhasil membuat Kakashi-sensei kesal padanya. Kakashi pun menarik telinga sebelah kanan Itachi dan membisikkan sesuatu.

"Kau tahu' kan apa hadia bagi wali kelas jika kelas yang diasuhnya menang, naik gaji!"

"Aku tidak mau menurutimu~" Ledek Itachi yang kupingnya makin dijewer sama wali kelasnya sendiri, "AAA! Sakit Kakashi-sensei!"

"Biarin,Aku gak bakal segan-segan menyiksamu seperti ini jika kamu gak ikutan berpartisipasi dalam turnamen ini, mau kubuat kau dikeluarkan dari sekolah atau menderita seumur hidup selama kau bersekolah di sini?" saat Itachi ingin mengelak perkataan wali kelasnya, "Sepintar-pintarnya kau, aku tetap bisa membuat nilai nol di semua pelajaranmu, tanpa terkecuali."

Glek, Itachi tertegun mendengar semua itu. "AAAH! Iya, iya aku akan lakukan, aku akan melakukan permintaan Kakashi-sensei, aku akan seirus melakukannya! Terutama basket, jadi lepaskan tanganmu di telingaku, sakit tau!"

Kakashi-sensei pun melepaskan tangannya, lalu ia melihat sosok muridnya tersebut keluar dari kelas dan melakukan sumpah serampah untuk dirinya. Kakashi-sensei hanya tersenyum melihat tingkah laku anak tersebut.

"Terkadang, berbuat kebaikan itu harus sedikit dipaksa. Paksaan itu bagaikan dorongan yang akan membuatmu melakukan sesuatu karena jika tidak kau lakukan, maka kau tidak akan terbiasa melakukannya dan kau tidak akan tahu resiko apa yang akan datang jika kau tidak berbuat baik sama sekali. Aku hanya mengancamnya saja, tapi cara yang kau lakukan sangat parah sekali ya...

Minato.."

-000000000000000000000000000-

`Neee! Gomen, gomen! Baru posting sekarang, mudah-mudahan tanggal 30 malam (paling telat 1 oktober, soalnya minggu kemarin kebanyakan tugas kelompok jadinya telat deh hehe) chapter berikutnya udah bisa diposting, makasih ya buat dukungannya X3

*masih shock soalnya kartun favorit kayak HxH, Barakamon, Free season 2, Kuroshituji book 3 udah pada tamat, sekarang lagi nyari anime baru yang buat ditonton hehe~ kalo ada yang mau rekomendasiin silahkan yaa hehe XD