HarinJoy Present
Darkness of Destiny
Chapter 8
A fanficion about Kyumin
.
.
.
Changmin menatap wajah-wajah asing di depannya. Ia menatap serius semua orang yang berada di sekelilingnya. Tak beda jauh dari Changmin, wajah yang sedang di tatap Changmin pun mengekspresikan kecemasan dan keseriusan. Changmin begitu geram namun tak dapat berbuat apa-apa.
Beberapa jam yang lalu, salah satu wajah di depannya ini berhamburan masuk ke caffe dimana ia bekerja dengan panik. Awalnya Changmin hanya kebingungan melihat mereka begitu panik, mengetahui Sungmin sudah pulang dari tempat bekerjanya. Namun, beberapa menit kemudian Shindong ahjussi menyampaikan hal yang mengagetkan dan ia pun akhirnya mengerti apa yang terjadi dengan Sungmin. Ia geram karena ia tahu Sungmin dalam bahaya seperti sekarang akibat seseorang yang terbaring di salah satu kamar di rumah ini. Karena alasan itulah ia berada dalam satu ruangan asing dan wajah-wajah asing.
"GPS ponsel Sungmin terputus di suatu tempat. Rekanku sedang mengirimkan lokasinya lewat email." Ucap Siwon yang baru saja datang dari arah dapur.
"Yang benar saja?! Bagaimana bisa mencari Sungmin jika seperti itu? Bukankah kalian adalah orang-orang kaya? Apa teknologi yang kalian punya hanya segini untuk menolong Sungmin?" Ucap Changmin kasar. Ia sungguh mengkhawatirkan Sungmin.
"Ya! ucapanmu sangat kasar sekali!" Balas Eunhyuk angkat bicara. Ia menatap Changmin tajam.
"Apa ada yang salah dengan ucapanku?" ucap Changmin sinis. "Memang benar, bukan? Seharusnya jika kalian memang kaya lakukanlah sesuatu yang bisa menolong Sungmin! Jika bukan karena permainan masa lalu salah satu dari kalian mungkin Sungmin sekarang dalam keadaan aman di rumahnya!"
"Ini bukan soal kaya atau miskin. Tak ada hubungan status tersebut dengan masalah yang kita hadapi ini. Seharusnya kita berkepala dingin dan mencari solusinya bersama-sama." Kata Yesung dari arah pintu. Ia berdiri menatap Changmin dan menatapnya tajam namun tenang.
"Ada apa dengan Sungmin?"
Semua mata menatap arah suara dari dapur. Suara Kyuhyun terdengar bergetar. Changmin yang melihat Kyuhyun langsung berdiri dan menerjang Kyuhyun, kemudin ia melesatkan bogem mentah padanya.
"Sebenarnya apa yang sudah kau lakuka pada Sungmin hah?! Permainan apa yang kau lakukan pada Sungmin?! " teriak Changmin kesal. "Apa kau tahu? Sungmin sekarang sedang diculik oleh temanmu yang sama brengseknya sepertimu!" Changmin kembali melancarkan tinjunya pada Kyuhyun yang hanya terdiam di bawah Changmin.
"Ya! apa yang kau lakukan?!" Kibum berusaha menarik Changmin dari atas Kyuhyun di bantu oleh Siwon.
"Dia pantas mendapatkannya!" geram Changmin.
"CUKUP HENTIKAN!" Teriakan Ryeowook terdengar menggema di ruangan tersebut. seketika semua terdiam. Ryeowook berdiri dari duduknya. "Hentikan sikap kekanakanmu Changmin-ssi! Di sini kita berkumpul untuk mencari tahu solusi menemukan Sungmin dan menolongnya! Ya, mungkin kau benar bahwa kami adalah orang yang sangat mampu dalam finansial, oleh karena itu kami sedang amat sangat berusaha memanfaatkan status tersebut untuk menolong Sungmin saat ini. Jadi, tolong jangan memperkeruh suasana di sini dengan emosimu yang meledak-ledak itu." Ucap Ryeowook tegas membungkam semua ucapan Changmin yang ingin di lontarkannya.
Changmin melepaskan Kyuhyun sembari mendengus dan kembali pada tempat duduknya.
Kibum membantu Kyuhyun berdiri. Kyuhyun menatap kosong. Tubuhnya melemas mendapat informasi yang amat sangat buruk bagi Kyuhyun. Rasanya waktu menertawakan dirinya dan mengolok-olok dirinya yang sekarang tak mampu untuk merasa sombong. Dirinya lemah akan Sungmin, wanita itu ialah kelemahannya sekaligus kekuatannya. Ia tak tahu sejak kapan ia merasakan hal itu dan entah sejak kapan ia mulai menyadarinya.
"Kyuhyun!" suara Ryeowook menyadarkan dirinya yang termenung dengan pikirannya. Kyuhyun menatap Ryeowook yang menatapnya juga dengan campur aduk namun tetap menampilkan ketegasan.
"Aku tidak bisa membelamu atas insiden Sungmin yang kau perbuat dulu. Namun aku juga tidak bisa menyalahkan dirimu seratus persen, karena aku yakin kau mempunyai suatu pertimbangan. Aku ingin sekali menonjokmu saat tahu kau terlibat dalam rencana bengis itu, maka dari itu kau harus bisa menemukan Sungmin agar aku bisa menonjokmu dengan puas! kau harus menyelamatkannya kali ini!" ucap Ryeowook lugas. Kyuhyun terdiam lalu tersenyum getir. Ia memantapkan hatinya dan kemudian mendongakkan kepalanya seperti Kyuhyun biasanya.
"Ya, kau benar Noona. Simpan tonjokanmu untukku setelah aku menemukan Sungmin." jawab Kyuhyun mantap.
"Dan kau juga harus menghentikan pikiran-pikiran konyol yang berseliweran di otakmu, hal itu hanya membuatmu terlihat bodoh dan tidak membantu sama sekali." Sela Eunhyuk menimpali ucapan Kyuhyun. "Persetan dengan penyakit jiwamu itu, sampai kau melakukan hal bodoh seperti menonjok Donghae lagi, kubunuh kau!"
Kyuhyun mengangguk, "Soal itu... hyung aku minta maaf." Donghae hanya mengendikan bahunya dan tertawa kecil.
"Aku tak apa," jawabnya di balas dengan death glare Eunhyuk yang tak terima Donghae memaafkan Kyuhyun begitu saja.
Kibum tersenyum melihat Kyuhyun yang dapat mengatasi gejolak emosi pada dirinya disaat seperti ini, "Aku sebagai dokternya yakin kalau saat ini Kyuhyun berada dalam emosi yang stabil. Pertahankan itu, Kyu."
"Terima kasih Noona." Kata Kyuhyun tulus.
"Lokasi terakhir GPS Sungmin sudah terlacak!" ucap Siwon setelah mendapat pesan dari ponselnya.
"Bagus! Ayo kita berangkat!" Balas Eunhyuk sembari berdiri dari tempat duduknya yang kembali di tarik oleh Donghae untuk duduk. "Ya!" decak Eunhyuk kesal.
"Sebaiknya kau menunggu di rumah." Tegas Donghae.
"Tidak, aku mau ikut. Menunggu di rumah tidak membuatku tenang." Dengan kekerasan kepalanya Eunhyuk mengabaikan perintah Donghae.
"Kau ikutpun itu tidak membantu banyak, Hyuk!" bentak Donghae kesal menghadapi kekerasan kepala sang kekasih.
"Benar, Hyuk. Kita harus menolong Sungmin dengan seefisien mungkin. Jika kau dan Wookie ikut bisa-bisa kita malah menambah korban. Kita tidak tahu keadaan di sana bagaimana. Jadi lebih bijaksana jika para wanita menunggu di rumah." Yesung dengan tenang mencoba pengertian dari para wanita yang merasa resah tersebut. Yesung menatap mata Ryeowook untuk meminta pengertian, yang di balas anggukan Ryeowook.
Eunhyuk mendengus, "Baiklah aku akan menunggu di sini." Wanita itu membalikkan badannya kesal pada Donghae yang sudah membentaknya. Donghae hanya bisa menghela napas, kemudian beranjak pergi meninggalkan rumah mengikuti Kyuhyun, dan Siwon.
"Hyung," Kyuhyun menghampiri Donghae. "Kupikir aku harus menemui Victoria terlebih dahulu. Aku yakin dia terlibat dalam hal ini, mengingat Jungmo adalah sepupunya."
"Ah! Betul, aku baru mengingatnya."Donghae mengangguk, "kalau begitu kita berpencar saja. Apa kau butuh kutemani?"
Kyuhyun menggeleng, "Tidak, Hyung. Aku akan mengurus Victoria dengan tanganku sendiri. Kabari aku jika ada suatu kabar tentang Sungmin dengan cepat, oke?"
"Ya, pasti. Hati-hati Kyu!" teriak Donghae melihat lelaki itu berlari kearah mobilnya.
.
.
.
"Hai, Minum sendiri?" seorang pria yang bisa dilihat dari tampilannya adalah seorang anak konglomerat datang menghampiri Wanita bertubuh menggoda yang sedang duduk di kursi bar. Wanita itu melirik sinis kemudian kembali meminum minumannya. Tak di gubris pria itu mulai mendekatkan tubuh bawahnya pada kaki telanjang wanita tersebut.
"Ayolah, tidak usah sok jual mahal, sayang." Pria itu membisikkan suaranya di belakang telinga sang wanita. Bukannya terangsang, wanita itu mendengus jijik. Tangan sang wanita kemudian bergerak mengelus kaki bagian dalam sang pria dengan gerakan menggoda.
"Oh, sayang! Enyahlah dari hadapanku, karena aku tidak tertarik untuk tidur dengan pecundang sepertimu." Balas sang wanita tajam. Dengan kesal pria itu beranjak dari kursinya menjauhi wanita tersebut.
Wanita bergaun merah yang memiliki belahan baju minim tersebut menggeram kesal, mengingat seorang lelaki yang sudah menjadi obsesinya dari lama. Ia tidak sabar untuk menjalani hubungan panas dan romantic dirinya dengan pria tersebut. Membayangkan mereka melakukan aktivitas ranjang saja sudah cukup membuat wanita itu terangsang.
"Oh, sialan!" umpatnya saat mengingat penghalang bagi hubungan mereka. "Akan kuhancurkan kau , wanita jalang!"
Ia membalikkan badannnya untuk beranjak dari tempat tersebut tapi gerakannya terhenti melihat pria tinggi dengan rambut ikal coklat yang mampu membuat hati wanita tersebut berdesir kencang. Ia melayangkan senyuman menggoda terbaik yang ia punya pada pria yang tengah dating menghampirinya dengan wajah tak ramah. Pria tersebut menatap tajam wanita di hadapannya dan tak tergoda sama sekali dengan penampilannya.
"Oh, Kyu. Aku tahu kau akan dating padaku cepat atau lambat." Tangan wanita itu bergerak membelai dada Kyuhyun yang bidang. Tangan Kyuhyun bergerak dengan cepat untuk menampik tangan wanita bergaun merah tersebut.
"Dimana Sungmin, Vic?" tanya Kyuhyun dengan suara yang dalam.
Victoria mendelikkan matanya, lagi-lagi wanita jalang itu, pikirnya kesal. "Apa maksudmu? Sungmin? Kau tidak ingat? Aku dan dia sudah tidak saling berkomunikasi dan aku sudah bukan sahabat dia!"
Kyuhyun memandang remeh Victoria, "Aku yakin kau terlibat dengan semua ini, Vic! Karena Sungmin menghilang karena perbuatan sepupu brengsekmu, Jungmo!"
"Vic, aku sedang tidak main-main." Kyuhyun menggeram. Kyuhyun menarik lengan Victoria dan mencengkram lengan wanita itu kasar, "Kau tahu aku tidak segan-segan menyakiti perempuan iblis sepertimu!"
Victoria berusaha menahan sakit di lengannya dan menunjukan senyum remeh pada Kyuhyun, "Kau juga tidak suci Kyu. Kau sama bajingannya denganku dan Jungmo. Kau menyerahkan Sungmin pada Jungmo, lalu setelah itu apa kau bertobat? Kau malah meniduri wanita sewaan di New York! Berkacalah pada dirimu,Kyu. Kita itu sama. Dan kita cocok bersama."
Tangan Kyuhyun gemetar sesaat dan cengkaramannya terlepas begitu saja dari Victoria. Sesaat hatinya gentar dan pikirannya terasa berkecamuk. Kau memang sama dengan wanita di depanmu, Kyu. Kau sama-sama brengsek. Tak pantas bersama Sungmin. Suara dikepalanya perlahan mulai bermunculan dan mulai menguasai Kyuhyun dengan halusinasi-nya. Sungmin. Kau harus fokus, untuk menolong Sungmin... Persetan dengan penyakit jiwamu itu...Kyuhyun berada dalam emosi yang stabil. Pertahankan itu, Kyu. Suara Eunhyuk dan Kibum yang memperingati Kyuhyun tadi terlintas di otaknya. Saat itu juga Kyuhyun mengepalkan tangannya dan menarik napas dalam.
"Setidaknya, aku merasakan penyelasan dalam hidupku. Dan penyesalan itu yang masih membuatku menjadi manusia." Ucap Kyuhyun tajam stelah berhasil mengatasi emosinya. "Dimana Sungmin?"
"HAHAHA sebegitu pentingnya Sungmin untukmu? Hah?!" Tangan Victoria merogoh tasnya dan mengeluarkan Ponselnya. "Oh! Perutku sangat sakit menahan tawaku. Kalian begitu menggelikan. Kau ingin melihat Sungmin jalang itu? Karena aku begitu baik, aku akan memberi Sungmin-mu itu!"
Alis Kyuhyun mengernyit melihat tawa Victoria seperti orang tak waras. Kyuhyun tidak pernah mengerti apa yang ada di otak wanita ini. Kyuhyun melihat jari Victoria menekan beberapa digit nomor di ponselnya sembari tertawa seakan-akan sedang menonton acara komedi.
"Penyesalan, katamu?" Tanya Victoria sambil menempatkan ponselnya di telinga menunggu seseorang di ujung telepon menjawab panggilannya. "Aku akan memberikan Sungmin.. Beserta penyesalan lagi bagimu karena lebih memilih Sungmin daripada aku. Oh Jungmo! Ada seseorang yang ingin melihat sahabat manisku disana. Ganti jadi mode video call, oke?"
Victoria menyodorkan ponselnya pada Kyuhyun. Layar hitam itu berubah menampilkan keadaan gedung tak terpakai dan berantakan. Kemudian suara Jungmo terdengar dari ponsel tersebut. Dan pemandangan selanjutnya dari ponsel itu membuat mata Kyuhyun terbelalak marah.
"YA! BRENGSEK, JANGAN SENTUH SUNGMIN SEDIKITPUN!" teriak Kyuhyun melihat Sungmin tengah terikat di kursi reyot dengan pakaian atasnya tercompang-camping memperlihatkan bra yang tengah di pakai oleh Sungmin. Terlihat pula kepala Sungmin yang terkulai lemas dan badannya yang bergetar ketakutan. Ia tersentak kala mendengar suara Kyuhyun.
Sungmin menangis, "Kyu... Tolong..." Isaknya bergetar membuat amarah Kyuhyun berada di puncak. Belum sempat Kyuhyun membalas ucapan Sungmin tawa Jungmo menusuk indra pendengara Kyuhyun.
"Kyu.. Aku tak tahu mengapa wanitamu ini tetap terlihat menarik walaupun aku sudah pernah mencobanya sekali.. Ah tidak! Waktu itu berapa kali ya aku memasuki lubang hangatnya itu? HAHAHA dua kali? Ah aku ingat! Aku memasuki wanita manis ini tiga kali!" Tangan Jungmo terlihat mengelus-elus paha Sungmin. "Apa kau merasa marah? Lebih baik kau segera datang menolongnya sebelum aku memasukinya kembali. Ah, aku harap kau datang saat suara Sungmin sedang mendesah meneriakan namaku. Baiklah, aku tunggu kedatanganmu Kyu." Layar itu berubah kembali menjadi hitam.
"Bagaimana? Aku—YA!" Ucapan Victoria tertahan ketika Kyuhyun mencengkram wajah Victoria sesaat setelah panggilan tersebut berakhir. Kyuhyun menggertakan giginya. Garis-garis mukanya menegang sepenuhnya. Matanya menyipit menatap tajam Victoria.
"Jika terjadi sesuatu pada Sungmin atau terdapat luka seujung jaripun pada Sungmin.. Akan kupastikan kau.. dan Jungmo membusuk dalam penjara atau jika perlu aku akan membunuh kalian berdua." Kecam Kyuhyun penuh amarah. Dia mendorong Victoria hingga membentur meja bar yang ada di belakang wanita itu kemudian pergi meninggalkan klub tersebut.
Kyuhyun memasuki mobilnya dengan tergesa sembari menelepon Donghae. "Hyung! Kau sudah di lokasi terakhir gps Sungmin terlacak?" Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah kota Seoul yang sudah berselimut gelap.
"Ya, kami sudah sampai dan sedang mengecek keadaan sekitar. Kau mendapatkan informasi?"
"Kirimkan alamatnya padaku, Hyung. Dan beritahu Siwom Hyung untuk mencari bangunan tak terpakai daerah sana yang dapat melihat seoul tower dengan cukup jelas. Saat tadi Jungmo menelpon aku melihat pantulan seoul tower di kaca jendelanya." Ucap Kyuhyun mengingat keadaan sekitar gedung dalam video call tadi.
"Oke, aku akan memberi tahu Siwon Hyung secepatnya." Balas Donghae kemudian menutup panggilannya.
Kyuhyun menginjak gasnya dalam-dalam begitu mendapatkan alamat terakhir gps Sungmin. Dia merasa marah dan lagi-lagi menyesal. Victoria sukses 100% memberikan penyesalan yang begitu mendalam untuknya. Dia memukul setir mobil berkali-kali untuk menumpahkan kekesalan, tapi dia tidak tahu siapa yang patut untuk menjadi target amarahnya. Dia marah pada Victoria dan Jungmo, tapi ia juga tidak berhak untuk merasa marah dan menghakimi mereka. Semua peristiwa ini berawal darinya yang masih kekanakan dan ingusan. Hanya sekali ini saja ia memohon pada waktu dan takdir untuk memberikannya kesempatan menebus semua dosa-dosanya. Untuk sekali lagi saja ia ingin menyelamatkan Sungmin dari kegelapan takdir yang menghisapnya. Hanya satu dan tidak ada yang ia inginkan lagi selain senyum bahagia Sungmin menghiasi wajahnya kembali. Hanya itu dan ia tidak peduli apa imbalan yang diminta darinya untuk mewujudkan permohonannya tersebut.
Hanya sekali ini saja ia memohon pada waktu dan takdir untuk memberikannya kesempatan menebus semua dosa-dosanya. Untuk sekali lagi saja ia ingin menyelamatkan Sungmin dari kegelapan takdir yang menghisapnya. Hanya satu dan tidak ada yang ia inginkan lagi selain senyum bahagia Sungmin menghiasi wajahnya kembali. Hanya itu dan ia tidak peduli apa imbalan yang diminta darinya untuk mewujudkan permohonannya tersebut.
.
.
.
Jungmo bersiul sembari mengambil beberapa gunting yang telah dibawanya dalam tas ransel hitam. Ia mengedipkan matanya pada Sungmin dengan memperlihatkan gunting tersebut. Sungmin menatapnya dengan ekspresi menantang saat Jungmo berjalan mendekatinya tanpa menghentikan siulan.
"Nah, apa yang harus kulakukan pada tubuhmu dengan gunting ini?" Ucap Jungmo dengan nada bersemangat yang seketika Sungmin ingin menonjok mulut lelaki brengsek di depannya. "Ayolah, Sungmin jangan menatapku seperti itu. Kalau matamu mengeluarkan laser mungkin badanku sudah bolong." Candanya yang tidak lucu dimata Sungmin.
"Kau tidak punya selera humor, Min." Decak Jungmo menyayangkan. Ia mendekatkan gunting tersebut pada leher Sungmin. Rasa dingin besi menjalar di sekitar leher Sungmin membuatnya berjengit kaget. "Tenang. Aku tidak akan membunuhmu. Aku hanya ingin merobek pakaianmu sedikit, oke? Jadi kuharap kerja samanya darimu untuk diam tenang karena aku tidak ingin melukai tubuhmu yang indah ini." Lanjutnya lagi.
"Ya! Jangan brengsek!" Sungmin menggeliatkan tubuhnya yang terikat saat gunting itu turun menuju kerah kaus putihnya. "Jungmo... Kumohon.. Hentikan.." Pinta Sungmin sembari menangis.
Jungmo mulai menggunting baju Sungmin secara acak meninggalkan kesan yang lebih erotis dan menantang birahi lelaki tersebut. "Wah.. Kau memilih pakaian dalam yang sangat hari ini." Jungmo sangat menyukai pemandangan di depannya. Menurutnya, pemandangan Sungmin dengan bra pink berendanya membuat adik di selangkangannya mulai terbangun.
Sungmin kembali menangis. Ia malu. Sangat malu saat badannya terekspos dan ia tidak mampu untuk menutupinya. Perasaan hina dan kotor pada saat lima tahun yang lalu kembali menghinggapi dirinya saat ini. Ia membenci perasaan ini kembali mendatanginya tanpa belas kasihan.
"Sstt.. Jangan menangis, sayang." Jungmo menyentuh bra Sungmin dan meraba renda-renda yang tersemat di bagian atas branya,"kau sangat manis dan sexy sayang. Jadi tidak perlu khawatir dan menangis. Hmm.. Wangimu payudaramu sangat memabukkan sayang. Aku tidak sabar untuk mencium yang bagian bawahmu. "
Kepala Sungmin menggeleng keras saat Jungmo menyentuh payudaranya dan menenggelamkan kepalanya diantara payudara Sungmin. Ia terisak dan memohon tanpa henti tapi seolah Jungmo tidak mendengarnya lelaki itu mengabaikannya. Ketika Sungmin mengumpat yang ia dapatkan adalah tamparan yang menyakitkan di pipinya. Rasanya ia ingin mati saja saat ini agar ia tidak perlu merasakan rasa sakit, hina dan takut untuk kedua kalinya dalam hidupnya.
Ponsel Jungmo berdering membuat lelaki itu menjauh dari Sungmin untuk sementara. Wanita itu menghela napas, merasa lega untuk sepersekian detik karena Jungmo menjauh dariny dan tidak menyentuh Sungmin lebih lanjut. Wanita berbibir merah tersebut menunduk lemas dan badannya tak henti-hentinya bergetar.
Suara teriakan marah Kyuhyun tiba-tiba menyapu indra pendengaran Sungmin. Jantung Sungmin berdetak kencang, secercah harapan datang padanya saat mendengar suara bass tersebut memenuhi pendengaran Sungmin. Sungmin menegakkan kepalanya dan mencari sumber suara yang memberinya secercah hrapan bahwa ia akan segera selamat dari keadaan ini.
Isak tangis Sungmin mengeras melihat wajah Kyuhyun memenuhi layar ponsel milik Jungmo, "Kyu… Tolong…" ucapnya dengan getaran pada suaranya. Air mata Sungmin mengalir dengan deras. Ia tahu bahwa berharap lebih untuk Kyuhyun menolongnya adalah suatu petaka menyakitkan seperti waktu lampau. Ia juga paham betul Kyuhyun bisa saja meninggalkannya di sini bersama Jungmo mengingat ia dulu menyerahkan Sungmin pada bajingan ini. Tapi, pria ini juga satu-satunya orang yang selalu ada di hati Sungmin dan ia satu-satunya seseorang yang Sungmin percaya kan menolongnya, walaupun wanita ini tidak menyadari persaan itu.
Panggilan itu terputus.
Perasaan takut mulai menguasai Sungmin kembali. Ia kembali sendirian berhadapan dengan bajingan di depannya yang bisa kapan saja menyerangnya. Ia bergidik ngeri saat Jungmo kembali menatap tubuhnya dengan pandangan liar.
"Janngn mendekat! Kubilang jangan mendekat brengsek!" Teriak Sungmin sekencang-kencangnya.
"Kau tidak dengar pembicaraanku dengan Kyuhyun? Aku menyarankan untuk dia segera datang agar dia bisa melihat kau, Sungmin.. Sedang meneriakkan namaku dengan penuh kenikmatan. Jadi, aku perlu melakukan pemanasan dulu sayang." Jawab Jungmo sembari membuka kaosnya dengan kasar. "Oh, aku dari tadi sudah menahan adik kecilku untuk tidak bangun." Racau Jungmo sambil meraih kepala Sungmin mendekat pada selangkangnya.
Sungmin meludah ke arah area selangkangan Jungmo, matanya menyipit penuh emosi menatap wajah Jungmo. Nafasnya tersengal-sengal lelah. Tapi ia tidak bisa merasa lelah. Ia harus melawan sebisa mungkin untuk bertahan.
"ARH—hmmp" Jungmo menarik rambut Sungmin dan mencium Sungmin dengan kasar. Lelaki itu menggigit bibir Sungmin yang tertutup rapat dengan keras hingga cairan berwarna merah mengalir keluar. Sungmin menahan denyutan perih di bibirnya dengan menutup bibirnya sebisa mungkin. Namun, tak hanya sekali, Jungmo menggigit bibir Sungmin. Ia menggigit bibir manis tersebut hingga dua kali dan pada akhirnya bibir Sungmin terbuka secara refleks. Lidah Jungmo menerobos masuk dan langsung membelitkan lidahnya pada lidah Sungmin. Menyesap. Membelit. Menggigit. Semua dilakukan Jungmo dengan kasar tanpa memedulikan lenguhan sakit dari Sungmin.
Jungmo melepaskan tautan bibir mereka dan menatap Sungmin tajam, "Kau tahu? Tadinya aku akan bermain lembut. Tapi sepertinya kau memang selalu menginginkan diperlakukan kasar." Ucap Jungmo marah. "Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu, Hah?!" Lanjut Jungmo geram melihat Sungmin menatapnya dengan tajam dan tak bersahabat.
"HAHAHA dengan tatapan seperti itu kau malah membuatku ingin memasukkan penisku pada vaginamu dengan kasar hingga kau akan berbalik memohon padaku!" Jungmo mencoba membuka kancing celana Sungmin dengan terburu-buru dan menarik ziper kebawah hingga terlihat penampakan sebagian celana dalam milik Sungmin.
Jungmo membuka ikatan pada kaki Sungmin dan menarik celana Sungmin. Tak tinggal diam setelah ikatan kakinya terbuka Sungmin berusaha menendang-nendangkan kakinya ke arah Jungmo yang sedang berusaha menarik celananya. Tapi, Tak ada tendangannya yang berhasil mengenai bagian vital milik Jungmo. Beda hal dengan Sungmin, Jungmo berhasil menarik celana Sungmin hingga benar-benar tinggal celana dalam milik Sungmin yang tertinggal di kakinya. Sungmin otomatis merapatkan kakinya dan menggeleng ketakutan. Oh! Tidak! Tidak! Pikirnya seketika kalut dan panik.
"Buka kakimu, sayang." Ucap Jungmo melihat kaki Sungmin tertutup rapat. "KUBILANG BUKA SEPERTI INI!" Jungmo melebarkan kaki Sungmin dan menatap Sungmin dengan puas.
Dalam tahap ini, Sungmin menyerah dan pasrah. Ia tahu dan sadar bahwa harapannya untuk tidak mengalami hal seperti ini lagi adalah harapan yang tidak akan pernah terwujud baginya, seseorang yang sudah kotor. Harapan Kyuhyun menolongnya pun hanya akan terjadi di mimpinya saja. Ia memejamkan matanya saat tangan Jungmo menggerayangi kakinya. Air matanya keluar saat ia harus menahan desahannya saat Jungmo mulai menyesap kulitnya meninggalkan tanda kemerahan di sekitar dadanya. Ia merasa jijik pada dirinya sendiri saat tubuhnya merespon aksi Jungmo.
Kyu.. Kyuhyun. Hatinya memanggil Kyuhyun dengan lemah.
Ponsel Jungmo kembali berbunyi membuyarkan aksi lelaki tersebut. Dia mengumpat kesal lalu melihat layar ponselnya dan kembali mengumpat begitu melihat siapa yang menelponnya. Dia beranjak dari atas tubuh Sungmin lalu pergi entah kemana ke luar ruangan.
Sungmin melepaskan napasnya perlahan. Kepalanya merasakan sakit luar biasa. Matanya mengerjap-ngerjap lemah, sesekali air mata keluar dari matanya. Bibirnya berdenyut dan perih di saat ia hendak menggerakkan mulutnya. Rasa darah masih terasa di mulutnya yang menandakan darah dari bibirnya masih mengalir keluar. Tangannya terasa perih karena tergesek-gesek oleh tali yang mengikatnya dan betapa ia mengepalkan tangannya sedari tadi menahan takutnya.
"Ah.. Dingin.." Ucapnya pelan saat tubuhnya merasakan dingin menusuk tubuhnya seraya matanya terasa makin memberat. Mata wanita itu akhirnya terpejam dengan gerakan lambat. Kepalanya terjatuh menunduk membiarkan rambutnya menutupi wajahnya yang penuh air mata dan memar. Wanita malang itu mengucapkan dua kata pelan dari mulutnya. Sangat pelan hingga suara angin berdesir pelan pun menutupi suaranya.
"Kyu.. Annyeong.."
Continue..
.
.
Hallo~~
Maaf update yang terlalu ngaret ini karena susah nyari waktu luang untuk melanjutkan menulis. Dan sempat mengalami fase dimana aku kehilangan rasa antusias dalam menulis dikarenakan terlalu lelah mengerjakan tugas kuliah. Jadi, aku mau minta maaf bgt bagi readers yang udah nungguin update-an cerita ini.
Terus aku mau kasih pengumuman lagi setelah update cerita ini, selanjutnya aku bakal upload cerita ini di blog aku sendiri. Jadi, klo kalian berminat kalian bisa datang ke www . Harinjoy . Wordpress. com (ilangin spasinya ya)
Sampai bertemu di blog aku ya, siapa tau kita bisa lebih dekat.
Regards,
HarinJoy
