GAME lOVE
Sword Vampire Lover
.
.
.
…
'darah?sial!' Kai mengumpat saat darah pink miliknya keluar.
Seketika Sehun memejamkan matanya mencium wangi darah Princess Scarlet Wolf Love yang dapat membuat seluruh makhluk terhanyut dalam kenikmatan.
Semua prajurit juga hafal wangi darah Kai yang bak lautan bunga itu.
Sehun segera tersadar dan melihat kearah datangnya wangi itu.
Bercakan darah pink di tembok.
Namun Sehun tak melihat siapapun. Kai sudah kabur dengan teleportasinya.
"Hm.. sepertinya temanku sudah memakannya dan ia menyisakan daging Princess Scarlet Wolf Love untukku.." Sehun langsung menghilang dalam sekali jentikan jari.
Sehun menggunakan tekanan udara perpindahan dengan cepat mencari Kai.
-sword vampire lover-
Disebuah danau dipinggir kota tua..
"Hah.. hah.." Kai mendudukkan dirinya di batu besar pinggir danau.
Nafasnya tersengal karena sakit yang diderita dan perpindahan dimensi yang terlalu cepat.
"Untunglah.. aku harus segera mengobati ini.." Kai memandang miris bahunya yang remuk itu.
"Fineartrune" seketika cahaya putih bersinar membentuk organ bahu Kai yang remuk dan perlahan menyatu.
Sedikit demi sedikit cahaya meredup dan bahu Kai beserta pakaian robek Kai sudah kembali rapih dan Kai merasa lebih sehat.
TAP!
"Kau disini rupanya.. makhluk tak bernama.." suara itu..
Kai mengalihkan pandangannya kedepan dan menemukan makhluk gagah rupawan itu berjalan melayang diatas danau mendekatinya.
"P..Prince Sehun V..vineo Erald.." suara Kai bergetar. Ditangan Sehun sudah tidak ada sabit bulan mengerikan itu lagi. Tapi..
TES.. TES..
Air mata Kai jatuh membentuk Kristal begitu jatuh kebumi. Untungnya Sehun tidak melihat Kristalnya karena Kristal itu langsung jatuh kedasar danau.
"Hiks.." Kai terisak. Entah apa yang membuatnya takut.
Deg!
Sehun menghentikan langkahnya sejenak. Tiba-tiba Sehun merasa ada sesuatu dihatinya yang sakit melihat Kai menangis.
Sret..
Kai merasakan jemari dingin menghapus airmatanya. Dipandanginya wajah itu.. wajah yang kian rupawan.. mata itu.. bibir itu.. rambut.. wangi tubuh yang membuatnya gila itu.. semua didirinya..
"Jangan menangis.. aku tidak suka melihatnya" Sehun memeluk Kai.
Tubuh Kai sedikit terlonjak kaget. Sehun sendiri kaget kenapa ia bisa lemah dihadapan makhluk yang sedang dipeluknya ini.
"Prince.." Kai membalas pelukan Sehun.
"Panggil aku Sehun.." Sehun merasakan kehangatan dari pelukan Kai.
"Aku.." Kai menggantung kalimatnya. Ia tidak mungkin memberitahukan namanya pada penjagal nyawanya sendiri.
"Namamu.. aku akan memanggil kau Jonginnie.." Sehun mengeratkan pelukannya. Entah mengapa ia teringat akan Kai. (jelas.. yang dipelukanmu itu kan Kai, dasar Sehun tidak peka! -_-)
"Gomawo.. Sehun" Kai merebahkan kepalanya dipundak tegap Sehun. Kai merasakan kenyamanan yang sama seperti saat dipeluk di dunia nyata, terus terang ia benci berada dalam game ini karena harus menyembunyikan identitas aslinya yang seorang princess heaven dari Sehun.
Ia takut mati, tapi jujur ia ingin selalu bersama Sehun.
-sword vampire lover-
"Jangan pergi lagi dariku.." Sehun berujar lalu melepas pelukannya. Kai agak kecewa namun segera bibir hitam tipis Sehun menyambut bibir merah Kai.
"Manis.." Sehun berbisik pelan di tengah ciumannya dengan Kai. bibir yang dicium Sehun semanis bibir Kai.
Jujur Sehun merindukan Kai. Sangat. Dan Jonginnie mengingatkannya pada Jongin-nya.
Malam itu dua namja(?) tersebut berciuman dan menyalurkan rasa masing-masing melalui sentuhan.
-sword vampire lover-
Tok! Tok!
Pendengaran Kai menangkap suara ketukan kayu. Perlahan mata Kai terbuka dan cahaya pagi menyilaukannya.
"Eungh.." Kai bangun dan mengerjapkan matanya.
"Bangunlah.. aku tak menyangka ada makhluk neraka yang membutuhkan tidur.. ck ck.." Sehun berdecak memandang aneh pada Kai.
"Se.. Sehun.. sejak kapan kita ada disini? Ini dimana?" Kai mengalihkan seluruh pandangannya keruangan sederhana dan ranjang putih yang tadi ditidurinya.
Sehun sendiri sedaritadi duduk di bingkai jendela besar ruangan itu.
"Ini rumah salah satu warga dekat Cinnamon Lake, danau kemarin malam" Sehun mengatakan dengan santai sambil memejamkan mata.
-sword vampire lover-
BLUSH..
Pipi Kai memerah teringat dengan kejadian didanau semalam.
"Kau kenapa? Mau kucium lagi?" Sehun bertanya dengan masih memejamkan mata.
"MWO!? ANI!" Kai menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya dan menggelengkan kepalanya.
"Hari sudah pagi, sebaiknya kita segera pergi" Sehun masih memejamkan matanya.
"Kemana?" Kai memandang kearah Sehun. Kai terpaku seketika..
Rambut emas itu.. begitu indah dibelai angin, ingin rasanya Kai memeluk tubuh tegap yang selalu menghangatkannya.. ia ingin kembali sekolah bersama Sehun.. rindu kehidupannya yang dulu..
"Jangan memandangiku seperti itu, aku tahu aku tampan" Sehun narsis. Tapi memang dirinya tampan. Dan orang pertama dan paling setuju tentang itu pastilah Kai!
"A.. aniyo.." Kai segera mengalihkan pandangannya.
"Cepat hilangkan pakaian iblismu itu, pakailah pakaian manusia yang ada di almari itu" Sehun menunjuk almari klasik yang ada diujung ruangan.
"Kenapa harus pakai pakaian manusia?" Kai bertanya heran.
"Karena aku amat malas membunuh manusia yang menyerang kita saat diperjalanan. Lebih baik kita menyamar saja.." Kai terperangah mendengar alasan Sehun.
Ternyata pangeran iblis Prince Sehun Vineo Erald tidak sejahat kedengarannya.
Bahkan iblis lain akan tertawa bahagia membunuh banyak manusia yang dilewati sepanjang perjalanan. Dan menyombongkan kekuatannya, tapi Prince, sosok nakhluk neraka yang paling kuat, malah cenderung menutupi kekuatannya yang luar biasa tersebut?
-sword vampire lover-
"Aku tetap jahat Jonginnie, aku sudah membunuh pemilik rumah ini dan menjadikan tubuh mereka sebagai bahan perapian semalam.." Sehun seolah menjawab semua pemikiran Kai tadi. Sehun kemudian turun dari bingkai jendela.
Kaki Sehun menapak tanah.
"Se.. Sehun tampan dan keren sekali.." Kai bergumam.
Mata Kai sibuk mengamati makhluk indah didepannya. Lihatlah, Sehun mengacak asal rambutnya sehingga poni emasnya sangat keren.
Mata merah Sehun tetap merah namun bibirnya menjadi lebih segar muda agak pucat, tidak hitam lagi.
Kulitnya tetap seputih porselen dan badannya dibalut kemeja putih yang lengannya dinaikkan hingga siku, bagian bawah kemeja dikeluarkan serta celana hitam dan sabuk klasik. Sepatu Sehun berwarna coklat. Sehun menggunakan blazer hitam dengan untaian Kristal dipundaknya.
"Kau lekas pakai baju di almari itu" Sehun berujar dingin. Namun tersenyum ketika Kai sudah terbirit-birit berbalik menuju almari.
-sword vampire lover-
"Hng? Ini.." Kai memegang hanger yang menggantungkan pakaian manusia yang akan digunakannya.
"Itu pakaian yeoja, aku yang memilihkannya" Sehun berjalan mendekat kearah Kai.
"Ya!" Kai takut dan langsung terbang dan menempel di langit-langit kamar.
"Tenanglah. Cepat pakai itu, hilangkan sayapmu" Sehun berujar dengan wajah datarnya.
"Tapi Sehun harus pergi dulu dari sini, tidak baik melihat orang lain berganti pakaian!" Kai memejamkan matanya karena mengatakan hal yang memalukan menurutnya.
"Kita sama-sama namja. Kenapa harus malu" Sehun mendudukkan tubuhnya di ranjang putih yang ditiduri Kai tadi.
"Tetap saja.." wajah Kai mulai memerah.
"Arraseo.. aku menunggumu di ruang tengah" Sehun beranjak menuju pintu ruangan, keluar dan menutupnya kembali. Kai bisa mendengar suara langkah Sehun menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
"Fyuuuh.. selamat.." Kai langsung menghilangkan seluruh mantranya dan mulai memakai pakaiannya.
Tubuhnya kembali menjadi yeoja.
(note: disini Sehun dan Kai adalah makhluk tingkat tinggi-prince&princess-jadi tubuhnya sama-sama wangi dan tidak perlu mandi. Author malas menceritakan orang mandi)
-sword vampire lover-
Sudah agak lama Sehun menunggu.
Rupanya Prince Sehun Vineo Erald tidak bisa sabar.. ia sudah membakar anjing peliharaan yang ada dirumah ini dan membuangnya ke Cinnamon Lake sedetik yang lalu..
"Sehun.." Kai menuruni tangga. Langkahnya agak malu-malu.
Sehun mengalihkan pandangannya setelah mendengar suara lembut itu.
"Apa.. ini tidak aneh..?" Kai memandang ragu kearah Sehun setelah ia sampai dihadapan Sehun yang sedaritadi duduk menunggunya di kursi mewah berwarna merah di ruang tengah.
Sedangkan Sehun kini..
Ehem.. mas-mas, kedip dong.. hei mas! Lanjutin ni ceritanya! Woy! (mas Cadel malah ngiler liat pacar seksehnya -_-)
Dapat dilihat kini seorang Kim Jongin benar-benar melepas mantranya jadi tubuh Kai kembali menjadi yeoja.
-sword vampire lover-
-TBC-
*Game Love*
Uri jonginnie gak dimakan! Horee..
Ada yang tahu tidak? Di chap ini, Kai melepas mantranya dan menjadi yeoja lagi, tapi ada SATU yang tidak bisa kembali seperti saat pertama ia masuk jadi yeoja di game ini!
Apa hayo? Ayo tebak! hehe
Terimakasih buat semua review kalian! Sangat-amat-benar-benar menyemangatiku untuk melanjutkan FF ini! Yey!
Review jangan lupa ya!
