"Kau..? Namikaze Naruto?"
"Benar,mm anda Siapa?"
"Namaku… Uzumaki Jiraiya"
Chapter 10
"Ada apa Jii san? Apa Jii-san mengenalku?" sedangkan orang yang bersangkutan memandangi Naruto dari atas hingga bawah dan kemudian senyumnya terkembang lebar menatap sang keponakan yang sekian lama dicari-cari keberadaannya.
"Benar Jii-san mengenalmu Naruto,sebenarnya jii-san adalah.."
"Naruto.!" Panggil seseorang cepat
"Eh..? Kyu-nii… ada apa?"
"kembalilah keasrama Naru.." perintah Kyubi mutlak.
"Eh.. Tapi Kyu nii.. Jii-san tadi mencariku.."
"Naru.. Masuklah..!"
mendengar perintah Kyubi lagi Naruto langsung menurut tentunya setelah mengucapkan salam terlebih dahulu kepada Jiraiya.
Setelah Naruto pergi menuju asrama,Kyubi langsung berbalik kepada sang paman yang menatapnya dengan ekspresi yang tidak dapat dideskripsikan "Kau harus menjelaskan ini semua Uzumaki Kyubi" dan saat itu juga Kyubi tau bahwa sang paman sedang menahan kemarahannya.
"Kita bicarakan diruanganku saja" kemudian mereka berdua berjalan keruangan Kyubi (Ruang Ketua Osis) dalam diam hingga mereka berdua samai didalam ruang tersebut.
Tidak ada yang mau memulai pembicaraan,sepertinya Jiraiya tetap bersikeras untuk mendiamkan keponakannya sebelum sang keponakan menjelaskan semuanya,.
"Apa Paman sudah memberi tau nenek?" Tanya Kyubi memecah kesunyian di ruangan tersebut
"Jawab pertanyaan paman dulu,Kyubi!" Tegas Jiraiya. Mendengar itu Kyubi menghela nafasnya kemudian menarik nafas dalam-dalam untuk merilekskan dirinya,Kyubi tau dia tidak akan dapat menang melawan uzumaki.
"Aku memang sengaja tidak memberi tau kepada keluarga besar uzumaki jika aku telah menemukan Naruto,"
"Kenapa?" Tanya Jiraiya dengan desisan rendah,mengerikan.
"Kau tau paman,aku sangat menyayangi bibi Kushina.. ketika pertama kali tau bahwa Naruto ternyata putra satu-satunya dari bibi Kushina aku sangat senang… Tapi aku teringa kepada satu kenyataan, Nenek pasti akan membawanya lansung saat itu juga jika beliau mengetahui jika Naruto sudah ditemukan"
"Aku ingin terus bersama Naruto paman,setidaknya hingga aku lulus dari KHS dan kami berdua akan pergi ke kanada bersama-sama"
"Bukankah tindakanmu ini egois Kyubi?" Tanya Jiraiya sedikit melunak.
"Benar aku memang egois paman,jadi aku mohon jangan bawa Naruto. Biar aku yang membawanya nanti,kelulusanku hanya tinggal 3 Bulan paman,selama itu biarkan Naruto bersamaku"
Jiraiya sedikit terkejut mendengar penuturan Kyubi,Jiraiya hafal betul dengan watak sang keponakan,dan Jiraiya juga tau bahwa seorang Uzumaki Kyubi tidak akan pernah memohon,dan dia baru saja melakukan 'itu' demi sang adik.
"Paman belum memberi tau keluarga besar" Seketika Kyubi langsung bernafas lega mendengar penuturan Jiraiya. "Aku mohon paman,. Biaran Naruto tinggal disini,hanya sampai 3 bulan.. setelah itu aku akan mebawanya langsung kepada Nenek"
"Akan aku pertimbangkan kyu,tapi apakah Naruto sudah tau? Jika dia adalah seorang Uzumaki mengingat ketika menikah dengan Minato,Kushina juga mengganti marganya"
"Belum jii-san,Naruto sama sekali belum tau,aku berencana memberitaunya nanti,aku menunggu waktu yang tepat."
"Baiklah,paman setuju. Akan tetapi selama itu paman akan tinggal di Konoha, paman juga ingin sesering mungkin bertemu dengannya ." Kyubi tersenyum kepada sang paman.
"Tapi Kyu, aku tidak menjamin jika Nenek mu tidak tau,karena orang yang disuruh nenekmu untuk mencari Naruto tidak hanya aku" tambah Jiraiya.
"Baik paman."
oOo
Normal Pov
Ketika Sasuke baru sampai di KHS bersama Naruto dia mendengar namaya dipanggil,dia pun menoleh kearah pangilan tersebut berasal,ternyata itu adalah Sai. Dia adalah teman masa kecil Sasuke tapi sejak mereka masuk KHS ini mereka jadi tidak terlalu akrab. Sasuke pun berjalan menghampirinya,
"Ada apa Sai..?"
"Sasuke kun~.. kau darimana aku mencarimu dari tadi?"
"Kami jalan-jalan,mulai tadi pagi" Ucap Sasuke sambil tersenyum samar ketika membayangkan peristiwa menyenangkan tadi, kata kami pun tidak luput dari pendengaran tajam Sai,meskipun dia tau bahwa Sasuke pergi dengan Naruto tapi kata kami seolah memperjelas semuanya,hal itupun membuat Sai geram tapi masih tertutup dengan topengnya selama ini.
"Sasuke kun~, sebenarnya aku menyukaimu sejak dulu.." Ucap Sai sambil memandang manik onix yang sama dengan miliknya,
"Aku tau.." jawab Sasuke pelan,tak ada nada keterkejutan dari suaranya,justru sekarang Sai lah yang terkejut dengan jawaban Sasuke,
"Jadi…." Ucap Sai menggantung
"Maaf Sai,aku tidak bisa,aku sudah menganggapmu sebagai teman kecilku" ungkapan Sasuke yang menganggap Sai sebagai teman kecilnya secara tidak langsung menjawab bahwa Sai ditolak,dan yang kedua adalah Sai tidak dianggap sebagai seorang Teman oleh Sasuke.
Sasuke tau bahwa dalang dari penyerangan Naruto dulu adalah Sai sendiri,akan tetapi karna dia tidak mempunyai bukti dan juga Sasuke masih menghargai Sai sebagai teman kecilnya,maka kasus tersebut tidak diusut lagi.
"Tapi.. kenapa? Aku sangat mencintaimu Sasuke kun~" Pinta Sai tidak terima.
"Kau berubah Sai, dulu kau tidak seperti ini.."
"Aku.. Aku bersedia merubah sifatku.. Aku akan melakukan apa saja yang kau mau Sasuke kun~, jadi terimalah aku " Paksa Sai lagi
"Maaf Sai aku tidak dapat menerimamu, aku harus kembali ke asrama besok aku ada pertandingan aku harus beristirahat"
"Apa kau menyukai orang lain?" Ucapan Sai menghentikan langkah Sasuke yang sudah berada didepan pintu masuk Asrama
"Benar" jawab Sasuke tanpa menoleh,kemudian Sasuke langsung berjalan kembali menuju asrama.
"Cih… Awas saja.. jika aku tidak dapat memilikimu Sasuke kun~ maka tidak ada seorang pun yang boleh memilikimu termasuk si Blonde kesayanganmu" Desis Sai menakutkan, Hal ini semakin memantapkan hati Sai untuk segera melaksanakan rencananya,
Sebenarnya jika saja Sasuke tidak menolak Sai maka Sai akan mempertimbangkan,apakah rencananya akan tetap dilaksanakan atau tidak,tetapi karena jawaban yang diberikan oleh Sasuke salah maka semakin mantaplah hati Sai untuk terus melaksankan renananya.
oOo
"Hey Naru kau dari mana saja?" Tanya Kiba yang sedang duduk bersila di karpet tebal yang berada di Q-Room.
"Benar dari jam 9 pagi tadi kau sudah menghilang," Tambah Gaara yang sedang membaca buku sambil berbaring diranjangnya.
"Mm.. ano.. aku tadi pergi ke Taman Bermain" jawab Naruto malu-malu
"Apakah bersama Sasuke senpai juga?" Tanya Gaara,karena di latihan terakhir klub basket KHS hanya Sasuke yang tidak datang,sewaktu Gaara menanyakan kepada Neji, Neji hanya menjawab Sasuke izin untuk bertemu dengan temannya.
"Umb" jawab Naruto sambil mengangguk.
"Aku benar-benar gemas dengan hubungan kalian berdua..! Aku lihat kalian berdua sama-sama menyukai tapi tak ada inisiatif dari satu orang pun dari kalian untuk memulai" celoteh Kiba menggebu-gebu.
"Aku tidak yakin jika Suke suka padaku Kiba dan juga aku masih belum tau apakah aku suka padanya…"
"Naru.. apakah kau pernah berpacaran sebelumnya" Tanya Gaara sabar. Dan dijawab dengan gelengan kepala oleh Naruto.
"Pantas Saja..!" Teriak Kiba frustasi.
"Bagaimana perasaanmu ketika bersama Sasuke senpai?"
"Ketika aku bersama Suke aku merasa nyaman… Suke itu walaupun menyebalkan tapi ketika aku bersamanya aku merasa aman" Kiba dan Gaara mendengarkan penuturan Naruto dengan serius sesekali mereka menyunggingkan senyumnya ketika Naruto menceritakan keburukan Sasuke.
"Oh iya… tadi ketika aku bersama Suke dadaku berdebar cepaat sekali dan wajahku mendadak merah.. sepertinya aku menderita penyait serius, Kiiba Gaaraaa….." rengek Naruto dengan polosnya,
"Itu berarti kau menyukainya Naruto… coba fikirkan lagi tentang huungan kalian berdua"
"akan aku fikirkan,Kiba"
"Tapi jangan berfikir hingga larut malam Naruto, meskipun besok sekolah diliburkan akan tetapi besok jam 8 kita semua harus melihat Final Tim basket"
"baik Gaara"
Setelah itu para Queen naik ke tempat tidurnya sendiri-sendiri kecuali Gaara yang memang sudah berada di atas tempat tidur. Setelah mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur kecil yang berada di samping nakas Gaara,dan setelah menguapkan "Oyasumi" kepada masing-masing Queen,maka mereka mencoba untuk tidur.
Sudah hampir tengah malam tapi Naruto masih belum bisa tidur,Naruto hanya berguling kekiri dan kekanan Naruto memfikirkan ucapan Kiba dan Gaara tadi. Setelah bergulat dengan hati dan fikirannya sendiri Naruto kemudian berucap pelan "Aku menyukai Sasuke..",setelah mengucapkan itu Naruto tersenyum,Lega. Beberapa menit kemudian Naruto merasa kedua kelopak matanya berat dan tidak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari cucu uzumaki ini.
-S.K.I.P T.I.M.E-
KRIING…. KRIIINGG
Bunyi jam weker yang berbunyi nyaring di Q-Room.
"Kita Terlambaat…! NARUTO… KIBA.. BANGUUN" Teriak Gaara,saat ini jam menunjukkan pukul 07.45. 15 menit sebelum pertandingan final dimulai dan mereka bertiga baru saja bangun tidur.. #ckckck.
"Kyaaaa" Teriak mereka bertiga kompak.
Mandi dengan tergesa-gesa,memakai pakaian pertama yang berada di tumpukan Baju yang tersusun rapi di lemari pakaian masing-masing.
Ketika memakai gelang yang sama dengan yang dimiliki Kyubi tidak sengaja Naruto menjatuhkan sebuah benda yang sebelumnya berada di meja kecil disamping tempat tidurnya,Tak sempat mengambil maka Naruto lngsung mengabaikannya karena jam sudah menunjukkan pukul 08. sempat sarapan mereka bertiga langsung berlari menuju tempat berlangsungnya pertandingan di pusat Konoha,
Beruntunglah mereka bertiga letak KHS dengan Konoha Sport Center hanya dipisahkan dengan jalan sepanjang 100 M.
Sesampainya di Konoha Sport Center, mereka bertiga langsung berlari menuju lapangan Indoor basket, suara Riuh penonton sudah terdengar walaupun pertandingan belum dimulai,berdesak-desakan menuju tempat para pemain akhirnya mereka bertiga sampai juga…
"Kalian terlambat"
"Hah.. hah.. maaf tadi.. kami bangun.. kesiangan…" jawab Gaara dengan terengah-engah.
"Pertandingan ditunda 30 menit karena sesuatu hal,kalian duduklah dulu ini minumlah" Ujar Neji..
"Arigato" ucap mereka bertiga kompak. Diedarkan pandangan kearah para penonton,kursi-kursi penonton penuh,supporter kedua tim sangat bersemangat untuk mendukung timnya,
"Neji, kau mengerti kan yang tadi kita bicarakan" Tanya sang pelatih bernama Yugito,dan dijawab dengan anggukan mantab dan seringaian oleh Neji.
Kemudian Neji membisikkan sesuatu kearah kekasihnya entah apa yang dibisikkan oleh Neji,yang pasti sesuatu itu membuat Gaara merona,malu. "Gaa-chan kau mau kan?" Tanya Neji dengan menatap lurus manik jade Gaara,Gaara yang dipandang seperti itu semakin merahlah wajahnya,kemudian pertanyaan Neji tadi dijawab dengan anggukan Gaara pelan.
"Naru.."
"T..teme" ucap Naruto gugup karena teringat perbincangannya semalam dengan kedua temannya.
"Terimakasih sudah datang" Ucap Sasuke sambil tersenyum kearah Naruto.
"Ne..Teme.. berjuanglah agar menjadi pemenangnya" Ucap Naruto sambil tersenyum cerah kearah Sasuke, Kemudian terdengar bunyi bahwa pertandingan akan dimulai 5 menit lagi.
"Aku harus segera pergi" Ucap Sasuke pelan
"Ingat janjimu kemarin Teme.."
"Tentu saja Dobe,Oh iya..aku tagih janji yang kemarin dobe,kau membawanya kan?" Sedangkan Naruto hanya memandang Sasuke penuh Tanya 'membawa apa' fikir Naruto. "Jangan bilang kau lupa membawanya Dobe"
"K..kalaung nya.." Ucap Naruto pelan Karena baru teringat.
Naruto mencoba mencari benda tersebut dikantung bajunya,tapi ternyata tidak ada "T..teme.." panggil Naruto gugup campur menyesal, Sasuke yang bisa menebak bahwa kalungnya tidak dibawa menghela nafas pendek dan tak memandang kearah Naruto lagi.
"G..gomen Teme.."
"…"
" akan mengambilnya" Ucap Naruto cepat,Naruto sangat merasa bersalah.. karena di pertandingan sepenting ini dia lupa membawa benda yang penting bagi Sasuke.
"Tidak perlu,biarkan saja" ucap Sasuke terkesan dingin di telinga Naruto,menambah rasa bersalah yang semakin menumpuk.
Terdengar panggilan lagi untuk para pemain harus segera berkumpul,tanpa mengucapkan sepatah katapun Sasuke langsung berbalik tanpa menoleh lagi kearah Naruto.
"Teme..~ Gomen…" Lirih Naruto yang memandang punggung tegap Sasuke yang semakin menjauh
"Pelatih,Aku harus kembali ada sesuatu yang tertinggal"
"Baiklah,cepatlah kembali. Para Queen sangat dibutuhkan disini."
"Baik sensei." setelah pamit, Naruto langsung berbalik dan berlari kearah pintu keluar.
"Naruto kau mau kemana?" Tanya Gaara dan Kiba bersamaan akan tetapi karena Naruto keburu menghilang ditengah padatnya penonton maka pertanyaan tersebut dibiarkn tanpa jawaban.
Sementara itu Sasuke melihat sekilas kepergian Naruto dengan menghela nafas,'yang kubutuhkan kau Naru bukan benda itu,maaf aku tak dapat mengendalikan kembali..' batin Sasuke.
PRIIIIT…..
Pertandingan pun dimulai,kekhawatiran KHS benar pemain bernomor punggung 10 bernama shukaku benar-benar hebat.. bahkan keahlian Sasuke yang sangat hebat tidak dapat mengambil bola yang sedang di dribble oleh Shukaku.
oOo
Diarah bangku penonton para murid KHS dengan semangat menyemangati wakil seklahnya,bahkan khusus untuk final ini,sekolah sengaja meliburkan semua muridnya untuk menyemangati klub basket yang bertanding,tidak terkecuali para anggota Osis dan jajarannya. "Aku tidak melihat Naruto dimanapun"ucap Kyubi sambil melihat kearah bangku penonton dan juga kearah bangku pemain. "Tadi aku melihatnya ada dibangku pemain tapi tidak lama kemudian Naruto berlari keluar gedung" jawab Itachi. "Aku akan mencarinya"
"Tenanglah Kyu, dia pasti segera kembali"
"Tapi…"
"Naruto sudah besar Kyu… dia dapat menjaga dirinya sendiri,lagi pula belakangan ini tidak ada hal yang terjadi kepada Naruto" mendengar argument Itachi,Kyubi pun tak mengucapkan sepatah katapun meskipun hatinya gelisah.
oOo
Pertandingan berlangsung sengit ,kejar mengejar angkapun terjadi untuk sementara keunggulan diraih oleh tim Sunagakure dengan keunggulan tipis 2 point. Hingga wasit meniupkan peluitnya tanda Quarter pertama sudah habis.
Sasuke mengedarkan pandangannya kearah tempat istirahat para pemain,hanya ada Gaara dan Kiba disitu,'kenapa Naru belum kembali.. ini waktu yang lebih dari cukup untuk mengambil kalung tersebut diasrama' belum sempat Sasuke bertanya kearah Kiba dan Gaara,sang pelatih langsung menyeretnya untuk membicarakan strategi.
"Lama sekali Naruto,aku akan menyusulnya"
"Sebentar Kiba,tunggu Quarter ke-2 dimulai aku harus melakukan rencana pelatih sebentar"
"Ne.." ucap Kiba tak tau apa-apa.
"Gaa-Chan.."
"Sekarang?" Tanya Gaara dengan wajah yang memerah dan dijawab dengan anggukan oleh Neji, Gaara pun berjalan mendekat kearah Neji,Neji melirik kearah tempat istirahat tim suna yang tepat berada disamping Tim KHS.
"Gaara…" ucap Neji dengan mendekatkan tubuhnya kearah Gaara,Neji membuat gerakan seolah-olah akan mencium Gaara,padahal jika dilihat dari dekat,tampaklah jarak 3 cm antara wajah mereka berdua, Hal itu sontak menjadi pusat perhatian para pemain, ada beberapa penonton yang memekik terkejut,salah satunya adalah Shukaku ace tim Sunagakure yang melihat adegan tersebut dengan wajah yang memerah menahan amarah.
PRIIT
Tanda quarter kedua terdengar,tanpa sepengetahuan siapapun Neji memajukan wajahnya hingga 'cup',dan tepat dibibir walaupun hanya 2 detik. Setelah itu Neji berjalan menuju lapangan dengan wajah yang riang dan tanpa beban.
Sangat berbeda dengan wajah Sasuke yang sulit diartikan,sesekali pandangan Sasuke menuju kearah bangku pemain atau menyapu kearah penonton tapi orang yang dinanti tetap NIHIL, 'Naru,aku tidak peduli kau tidak membawa kalungnya,yang terpenting kau ada disini..' Sesal Sasuke yang sempat marah tadi hingga membuat Naruto merasa bersalah dan pergi kembali ke Asrama.
Pertandingan berlangsung dengan tensi yang langsung meninggi,Shukaku yang tersulut emosi melakukan beberapa pelanggaran-pelanggaran kepada pemain KHS yang membuat Shukaku menerima teguran wasit dan juga keuntungan bagi KHS karena menerima hadiah berupa Penalty.
Sang eksekutor Hyuga Neji tentu sukses melaksanakan perintahnya,kini keunggulan ada di fihak KHS,penonton pun semakn semakin semangat untuk meyemangati timnya masing-masing.
"Ini sudah lama sekali.. dia belum juga kembali…"
"Tenang saja Kyu,, mungkin Naruto sedang ada disalah satu bangku penonton,tapi kita yang tidak melihatnya" jawab Itachi menenagkan.
Hingga tiba-tiba gelang yang dipakai Kyubi tiba-tiba terjatuh,Kyubi yang kagetpun langsung mengambil gelang berornamen rubah ekor Sembilan,entah apa yang menyebabkan gelang itu terjatuh tapi seketika bayangan yang muncul dikepalanya adalah sosok Naruto,dan firasatnya sangat tidak enak.
Naruto Pov.
Maaf teme… aku akan mengambilnya untukmu. Langsung saja aku berlari menuju KHS, sudah 10 menit aku berlari rasanya sunguh melelahkan,.. akan tetapi aku teringat dengan janjiku kepada Sasuke senpai,kenapa aku bisa melupakan hal sepenting itu.. hampir 15 menit aku berlari sekarang aku sampai di kompleks KHS. KHS tampak sepi hanya ada beberapa Staf KHS yang bertugas untuk membersihkan taman,dan aku langsung saja aku berlari menuju Q-Room.
Dimana aku menaruhnya..? aku mencari di jaket yang aku pakai waktu kemarin,aku cari di saku-saku yang ada tapi tetap tidak ketemu. Aku keluarkan semua benda yang ada di laci meja kecilku,tapi hasilnya tetap Nihil. Kulirik jam yang ada dipergelangan tanganku.. Kuso. Quarter 1 hampir habis bagaimana ini…
Bertambahlah kepanikanku, aku sudah mencari dibawah bantal dan disekitar kasur,didalam lemari hingga baju-baju yang ada aku keluarkan semua… Kami-sama tolong aku..
Rasanya aku ingin menangis saja ketika benda tersebut tidak juga ketemu… krincing.. Gelang yang aku pakai terjatuh (Gelang yang sama dengan yang dipakai Kyubi) dan menggelinding kearah bawah kasur. Aku pun mencoba menggapai-gapai gelang yang masih ada di kolong kasurku.
Tuk
Eh..? apa ini? Langsung saja aku tarik. Ternyata tidak hanya Gelang yang aku temukan akan tetapi juga kalung dengan bandul kipas tersebut. Kami-sama~ Arigatou…
Langsung saja aku bergegas berlari kembali menuju KHS
Normal Pov.
Gaara dan Kiba sudah sampai didepan Konoha Sport Center ketika peluit babak kedua baru saja berbunyi,. "Hey bukannya itu Naruto!" seru Kiba keras ketika dia melihat siluet kuning yang belari dikejauhan. "Benar.. Kita tunggu disini saja.. tampaknya dia lelah sekali.."
"benar,Kau tau apa yang dicarinya Gaara.."
"Entahlah.. tapi benda itu ada hubungannya dengan Sasuke…" Selanjutnya yang terjadi seperti sebuah gerakan lambat.
"Naruu… Awaas….." Teriakan Kiba yang langsung berlari menuju Naruto yang sedang menyeberang di jalan raya tepat 10 meter didepan Kiba, Tiba-tiba saja mobil yang terparkir didepan Konoha Sport Center yang sedari tadi terdiam tiba-tiba melaju kencang tepat kearah Naruto berada.
Ckiiiiiiiittt…..
Braaakkk…..
Kiba yang tidak sempat mendorong Naruto akhirnya terserempet badan mobil hitam tersebut dan menyebabkannya jatuh terduduk dengan luka kecil disikunya,ketika melihat mobi kijang berwarna hitam melaju kencang kearah Naruto tadi,Kiba langsung reflex berlari untuk menyelamatkan Naruto
Sedangkan Naruto,karena tidak sadar dengan mobil yang tiba-tiba melaju kencang Naruto tetap berjalan santai akan tetapi dia dikejutkan dengan teriakan Kiba. Tubuhnya terkena bagian samping mobil. Kontan Naruto terlempar beberapa meter, dan bagian belakang tubuhnya menghantam mobil lain yang sedang diparkir didepan Konoha sport center. Benturan yang terjadi sangat keras, hingga mengakibatkan alarm mobil yang dipasang pada mobil yang dihantam tubuh Naruto sampai berbunyi.
Gaara yang baru saja tersadar dari keterkejutannya berlari kearah Kiba yang ada didekatnya "Kiba.. kau tidak apa-apa..?" Tanya Gaara dengan wajah pucat dan tangan yang bergetar.
"Naruto~ Naruto~" Ucap Kiba seperti orang linglung, dengan wajah yang pucat pasi Gaara mencoba mencari keberadaan sang Sahabat
Deg.
Sang Sahabat terlempar 20 Meter dari tempat kejadian tersebut,Gaara tidak tau apa yang sedang dia lakukan tiba-tiba saja kakinya yang bergetar panik berlari bersama Kiba dan sekuat tenaga menghampiri Naruto yang terlempar sejauh itu dengan tubuh yang DIAM tak bergerak dengan tubuh tertelungkup menghadap jalan beraspal yang sudah basah dengan cairan kental berwarna merah pekat.
Sedangkan pelaku penabrakan pengemudi mobil kijang tersebut langsung pergi dengan kecepatan yang maksimal,tanpa ada rasa menyesal telah melakukan hal tersebut.
"Naruto… Naruto… Banguun…" Gaara mengangkat kepala Naruto dan meletakkan dipangkuannya ditepuk-tepuk Pipi Naruto pelan, tak ada tanggapan yang diberikan oleh Naruto, Gaara terlalu panic ketika melihat pangkuan Gaara terasa basah dan ketika dilihat ada darah yang membasahi pangkuannya,rambut blonde Naruto sudah berubah dengan Darah merah pekat yang ikut mewarnai rambut pirangnya.
"Gaara… Naruto.. Naruto…" Suara Kiba bergetar ketakutan.. Tiba-tiba Naruto bergerak perlahan,kelopak matanya sedikit terbuka..
"Naruto… kau bisa mendengarku… Bertahanlah" Ucap Gaara mencoba menahan tangis,kejadian ini terlalu tiba-tiba baginya.
"Hiks.. Naruto… Hiks.." tangis Kiba,melihat sang Sahabat mencoba mengucapkan kata-kata tapi tak ada satupun yang terdengar.
Gaara mendekatkan telinganya dengan mulut Naruto untuk mendengarkan apa yang ingin diucapkan Naruto.
"T…tolong be.. uhuk.. rikan… ini Uhuk.. kepada T-teme..," Ucap Naruto dengan susah payah,tangannya yang lebam-lebam membuka genggamannya dan disanalah, sebuah kalung dengan bandul kipas yang terus digenggam erat dan dijaga oleh Naruto ketika tertabrak mobil,
"Ma..af.. ji-ka.. Selama Uhuk… ini.. aku.. menyusahkan… ka uhuk.. lian.."
"Bodoh.. apa yang kau bicarakan Naruto,jangan bicara lagi. Aku akan menelfon ambulance,jadi bertahanlah"
"aku.. lelah.. aku ak..an ti..dur seje..nak" dan dengan kalimat terakhir Naruto,maka Naruto tidak lagi bersuara ataupun bergerak sedikitpun bahkan nafasnya terdengar tersengal-sengal..
"NARUTOOO"
OoO
Drap.. Drap… Drap…
Dengan langkah yang cepat Gaara berlari menuju tempat pertandingan,digenggamnya kalung itu erat. Tidak dipedulikannya pakaian yang berlumuran darah yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang ditemuinya.
Sesaat setelah Naruto diam tak bergerak Gaara dan Kiba segera memanggil ambulance dan Kiba yang mendampingi Naruto kerumah sakit,dan Gaara memberikan kalung yang menjadi permintaan Naruto…
Tidak dipedulikannya umpatan dari orang-orang yang ditabraknya tidak dipedulikannya air mata yang tidak dapat terbendung,dia bukanlah orang yang cengeng tapi melihat kondisi terakhir Naruto hati Gaara terasa sakit,'Kau harus kuat Naru' itulah yang selalu diucapkannya dalam hati.
Hingga Gaara sampai dipinggir lapangan,pertandingan baru saja uSai dengan kemenangan ditangan KHS,euphoria penonton dan juga para pemain tidak dapat terbendung lagi para penonton bahkan sudah berhamburan menuju lapangan untuk ikut merayakan kemenangan .
"Gaara ada apa..? apa yang terjadi padamu?" Neji yang melihat Gaara langsung menghentikan acara mengangkat-angkat pelatih basket 'YUGITO' dan langsung berlari menghampiri Gaara dan bertanya secara beruntun,tak ada respons sama sekali dari Gaara,ketika Gaara melihat Sasuke yang baru keluar dari ruang ganti Gaara langsung berjalan menghampirinya.
"Puas kau.." Desis Gaara setelah melemparkan kalung yang dibawanya tepat kemuka Sasuke,Sasuke yang mendengar ucapan Gaara pun langsung tersulut emosinya tapi ketika dilihat kondisi Gaara,Sasuke langsung terdiam,dan firasatnya tiba-tiba tidak enak.
"Kenapa kalung ini berada ditanganmu? Dimana Naruto?"
"Semua ini Gara-gara kau… Jika saja…"
"Gaara ada apa? Tenangkan dirimu" Neji yang melihat Gaara sedang kalut langsung memeluk kekasihnya itu,erat.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Dimana Naruto?" Teriak Sasuke,sekarang dia sangat cemas dengan pemuda pirang kesayangannya itu.
"Naruto… Kecelakaan…" Ucapan Gaara terdengar parau dengan tubuh yang masih bergertar,Ucapan Gaara membekukan seluruh kegiatan orang yang mendengarnya. Sasuke membelalakkan matanya terkejut. Kenapa? Apa yang terjadi?...
Tak terkecuali Kyubi yang berdiri membeku tepat dibelakang Gaara… "Naruto…" lirih Kyubi,seluruh tubuhnya mendadak lemas mendengar apa yang terjadi dengan adiknya
"N... Naruta kecelakaan, Dia tertabrak mobil… PUAS KAU SASUKE!" Teriak Gaara dengan tangisan yang benar-benar tak dapat di bendung lagi. Neji pun semakin erat memeluk Gaara dan berbisik di telinga Garaa agar Dia tenang.
"Dimana? Dimana dia sekarang…?" sekarang topeng stoic Sasuke hancur sudah,digantikan dengan wajah panic yang sungguh tak dapat untuk ditutupi.
"Jangan harap aku akan memberi taumu… jika tidak gara-gara kau… Naruto pasti tidak akan mengalami kecelakaan.."
Sasuke mengepalkan tangannya erat. Berita ini sungguh mengejutkan baru saja tadi dia bertemu dengan dobenya dan sekarang dia mendengar bahwa sang Dobe mengalami kecelakaan
Bruk.
Sasuke jatuh terduduk didepan Gaara,tak didengarnya segala cacian dari Gaara yang ada difikirannya sekarang adalah bagaimana keadaan Naruto saat ini…
"Sudah Gaara… Sasuke juga sedang tertekan dengan berita ini" Bela Itachi…
"Cih… " dengus Gaara..
"Gaara… bawa aku ke rumah sakit sekarang…" perintah Kyubi yang terdengar lirih.
Hospital.
DRAP… DRAP… DRAP…
Suara lari beberapa orang yang menggema disepanjang lorong hingga mereka tiba didepan ruang UGD yang didepannya telah berdiri pemuda manis yang memandang pintu UGD dengan cemas,serta tampak beberapa plester dimuka manisnya…
"Kiba.. bagaimana keadaan Naruto?" Tanya Kyubi dengan muka pucat dan nafas yang memburu karena berlari sepanjang lorong.
KIba hanya menggeleng dan berkata pelan bahwa sedari tadi belum ada dokter yang keluar dari ruang UGD.
Mereka semua duduk dengan cemas,tak terkecuali Sasuke yang tertunduk dalam diam..
"Cklek"
"Apa ada keluarga pasien yang bernama Namikaze Naruto?"
"Saya dok.. saya kakak sepupunya…" ucapan Kyubi sontak membat siapapun yang mendengar terkejut kecuali Itachi. Akan tetapi belum juga selesai keterkejutannya sudah ditambah dengan berita dari dokter tersebut.
"Maaf sebelumnya saya harus menyampaikan berita ini,Adik anda sedang dalam keadaan sangat kritis, kemungkinan untuk dapat bertahan sangat kecil luka-luka yang diderita pasien sangat parah bahkan harus segera dioprasi.."
"Operasi saja sekarang dok…" Ucap Kyubi lirih dan sedikit berharap munculnya suatu keajaiban.
"sekali lagi saja minta Maaf,menurut prosedur pasien hanya akan dioprasi jika kondisi pasien memungkinkan dan sekarang adik anda tidak dalam kondisi itu…"
"Brak…"
"DOKTER… JANTUNG PASIEN BERHENTI BERDETAK….!"
TBC (bolehkah ditambah genre Angst disini #hahaha)
Gomen update telat… Tugas kuliah mulai banyak…. Terimakasih sudah mereview..
BIG THANKS UNTUK SESEORANG BERNAMA 'APA AJA BOLEH',. TARA UCAPIN TERIMAKASIH
BALESAN REVIEW MINNA…
Vianycka Hime: pasti Hime.. Tara punya komitmen buat namatin cerita yang udah Tara bikin… Naru enggak diculik kok yaah,,, kasian juga kalau ditabrak lari gitu
Dwi2: Nah di chap ini kejawab kan.. :3. Soal Gaara yag disakitin itu.. akan Tara pertimbangin masukannya..
Axa Alisson Granger: Udah dilanjuut, walaupun telat hehehe…. Ituu rencana Sai udah ketahuan…
Kuro To shiroi : udah kejawab di chap ini kan Shiroi…
Yunaucii: iya ini sudah hampir klimaks.. hehehe kecup yang lainnya dichap ending aja…. Biar special…
Juniel Is A Vampire Hybrid: Jiraiya mendukung Kyubi kok… kalo rencananya Sai,udah kejawab di chap ini kan…
Harpaairiry: Ini sudah dilanjuut , sayangnya rencana sai 'mm.. berhasil apa enggak ya…'
Zhiewon189: Gomen zhiewon.. tara telat update…. Semoga chap ini memuaskan.. ne..
Zara Zahra: Yeay.. terimakasih semangatnya… ini sudah dilanjuut
Arruka D,Uzushio: Terimakasih udah bilang fic ini kereen,walaupun ada yang bilang fic ini abal eh bilang ababil #Hiks.. tara pundung dipojokan..# tapi gak papa deh.. itu menjadi semangat buat Tara untuk buat 'dia' mengakui fic Tara enggak abal lagi #Lhooh yaa Tara curcol deh… -.-
Noaiy Kyukihae: hehehe panggil Tara aja…. Ok.. Tara akan lanjutin fic ini sampai tamat…
EstrellaNamikaze: arigato Estrella san….
Lefyya:Tara enggak bisa buat rate M kok. Jadi tenang aja… :3
0706: Arigato… #Tara sambil bungkuk2
Amour-Chan: Sankyuuu Amour chan udah suka sama fic ini… ;3
MIIRA: untuk jadiannya mungkin masih dichap-chap depan.. Miira san
Guest: Waah Naru keburu celaka ini… doakan Naru selamat yaa…
Ara Uchiha: enggak apa-apa Ara-san… Terimakasih udah mereview
Ukeri: Ini sudah diupdate Ukeri… :3
Terimakasih kepada semua Reader semua..^^ Special thanks nya untuk para Follower,terus yang memfaforite Fic ini dan juga Untuk para Reviewer..^^ oh iya untuk pembaca tinggalkan jejak ya.. walaupun hanya 1 kata… Itu sangat ,sangat,sangat, berarti
