"[Name]-chan!"

"Ah, Ene-kun! Lama tidak bertemu!" Aku berkata sambil tersenyum, melihat laki-laki cyber berambut biru yang tersenyum senang di dalam ponselku. Jarang-jarang Ene-kun ada disana, karna biasanya dia selalu mengganggu Shintaro-kun di ponsel laki-laki berambut hitam itu. "Apa kamu perlu sesuatu dariku?"

"Ne, ne, ayo kita jalan-jalan ke luar bersama-sama!" Ene-kun berkata dengan bersemangat.

"Ke luar?" Tanyaku bingung. "Tapi kita sudah pergi ke luar bersama dengan yang lain kan? Dan itu baru saja dua hari yang lalu."

"Aku ingin pergi berdua bersama [Name]-chan!" Ene-kun berkata sambil tersenyum lebar, membuat wajahku berubah merah. Uh... Ene-kun selalu punya cara untuk membuatku semakin suka—Tidak, tidak! Apa yang kamu pikirkan, [Name]!?

"[Name]-chan? Kamu baik-baik saja?" Ene-kun bertanya dengan bingung.

"A-Aku baik-baik saja! Kalau begitu ayo kita pergi, Ene-kun!" Aku berkata dengan panik, langsung memasang jaket kesayanganku sebelum keluar dari kamarku dan berjalan pergi sambil membawa Ene-kun di dalam ponsel. Aku berjalan tanpa tujuan, memegang ponselku dengan layarnya mengarah ke luar agar Ene-kun bisa melihat jalan.

"Ooh, pemandangan luar memang benar-benar indah!" Kata Ene-kun dengan senang. "Master jarang pergi ke luar dan memperlihatkan pemandangan seperti ini kepadaku, jadi ini pengalaman terbaikku selama ini!"

"Ah, Shintaro-kun lebih sering menghabiskan harinya di kamarnya, kudengar?" Aku bertanya kepada Ene-kun yang tersenyum lebar. Kido memberitahuku kalau ada julukan untuk orang seperti itu—Hm, apa ya? Aku lupa...

"Master hanya seorang NEET penakut yang tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain!" Ene-kun berkata dengan nada menggoda, membuat aku menepuk kedua tanganku.

"Itu benar! NEET!" Kataku dengan senang karena berhasil mengingat apa yang dikatakan Kido. Baru aku sadari setelah itu kalau suaraku terlalu besar, membuat orang di sekitar melihatku dengan bingung. Karena ini, wajahku kembali berubah merah karena malu dan segera berjalan pergi dengan cepat, ditemani dengan tawa dari Ene-kun.

"Ahaha! [Name]-chan, ada apa tadi!?" Ene-kun berkata sambil mengusap air matanya dengan lengan jaket birunya. "Kamu tiba-tiba berteriak seperti itu... itu benar-benar luar biasa!"

"Mmph, Ene-kun!" Aku menggembungkan pipiku dan menaruh ponselku kembali ke kantong jaketku.

"Ah, bercanda [Name]-chan! Hanya bercanda! Jangan masukkan aku ke dalam sini!" Ene-kun berkata dengan panik. "Hanya saja—"

"Hanya saja apa?" Tanyaku sambil melihat Ene-kun, masih dengan pipi yang menggembung. Aku memandang Ene-kun selama beberapa saat, sampai tiba-tiba dia memalingkan kepalanya, membuatku bingung.

"...han."

"Ene-kun?" Aku bisa melihat telinga Ene-kun memerah, dan laki-laki cyber itu langsung melihat ke arahku sambil tertawa gugup dan mengelus bagian belakang kepalanya.

"B-Bukan apa-apa! A-Aha, ahaha!"

...Aku tidak tahan melihat wajahmu yang benar-benar manis setelah digoda.