Between us
Disclamer : Kurobas selalu milik Fujimaki Tadatoshi-Sensei
Cast : Akashi, Generation of Miracle, OC
Genre : Semi-Canon, Romance, Friendship, Hurt and Comfort
Rate : PG 15
Summary : Ini merupakan Sequel dari My Daily Activity, masih ada yang inget? Semoga minna-san pada inget ;). Babak baru kehidupan SMA Hotaru dan Kiseki no Sedai telah dimulai setelah pertandingan di Winter Cup berakhir.
Note: jika tanda 'titik spasi tiga kali' maka itu sudah memasuki cerita sebenarnya alias bukan previous lagi :D, selamat membaca minna-san!
Previously,
Namun disisi lain, secara tak sengaja Akashi melihat pemandangan dimana Aoi mencium puncak kelapa Hotaru dari balkon rumahnya, Akashi tak bodoh. Ia tahu kalau Takahashi Aoi itu sudah mencintai gadisnya sejak mereka masih anak – anak. Dan ia juga bisa melihat jelas adegan itu mengingat horden yang berada di pintu kamar Hotaru terbuka lebar sehingga Akashi bisa melihat itu semua dari balkon rumahnya.
"Kuso! Aoi tak akan aku biarkan kau mendapatkan hati Hotaru!". Akashi mengepalkan kedua tangannya sambil menahan emosi untuk tidak melempar sesuatu ke arah balkon rumah milik keluarga Mikaido tersebut.
'Hotaru, berilah aku kesempatan sekali lagi untuk bisa bersama denganmu kembali'. Batin Akashi
.
.
.
Chapter 10 : Alter Ego!?
.
.
.
Kagami Taiga, pemuda bersurai scarlet itu hanya bisa mondar – mandir di ruang keluarganya dengan wajah yang sedikit cemas. Bahkan iris scarletnya itu tak luput memandang handphone-nya yang tergeletak di atas meja, ia tidak bisa mengambil keputusan di pagi ini untuk menelepon bayangannya atau tidak.
"Kuso, bagaimana ini? Apa aku harus menelepon Kuroko untuk menanyakan nomer handphone Mikaido? Tapi kalau tidak menelepon Kuroko juga pasti aku makin penasaran dengan kondisi Mikaido". Kagami tidak bisa berpikir jernih saat ini ditambah tingkat kebodohan yang dimiliki Kagami sepertinya bertambah untuk saat ini.
Dddrrtt...dddrrrttt...
Kagami langsung menoleh ke arah meja, dimana handphone-nya sedang bergetar. Ia bisa melihat ada tertera nama pada panggilan masuk yang ada di handphone-nya itu, dengan terburu – buru Kagami mencoba menjawab panggilan tersebut.
"Ohayou Kuroko! Ada apa kau meneleponku?".
'Ohayou Kagami-kun. Aku cuma mau bilang maaf kalau semalam dengan secara tak sengaja aku dan Momoi-san langsung menghilang ditengah – tengah keramaian'
"Ah, soal itu lebih baik lupakan saja Kuroko. Oh ya, kau pasti punya nomer handphone Mikaido kan? Bisakah aku memintanya?".
Kuroko terkejut mendengar ucapan yang dilontarkan Kagami bahkan ia sempat terdiam sejenak dan berpikir untuk apa Kagami menanyakan 'nomer handphone Mikaido-san?' Tapi tentu saja Kagami tidak tahu keterkejutkannya karena saat ini ia sedang berbicara dengan Kagami melalui telepon.
'Hai, ada perlu apa Kagami-kun menanyakan nomer handphone Mikaido-san?'.
"Yokatta. Jadi begini Kuroko kemarin malam aku bertemu Mikaido dan secara gak sengaja aku melihat dia terjatuh dari tangga.." Belum sempat Kagami menyelesaikan pembicaraannya namun Kuroko sudah memotong pembicaraan Kagami di sambungan teleponnya.
'Mikaido-san terjatuh dari tangga? Apa kau tidak menolongnya Kagami-kun?'.
"Tentu saja aku menolongnya Kuroko, maka dari itu berikan nomernya dan aku akan menghubunginya untuk memastikan kondisinya sekarang!".
'Hai, nanti aku kirimkan nomer handphone Mikaido-san beserta e-mailnya'.
"Sankyu, Kuroko!".
'Hai'. Lalu pembicaran melalui telepon berakhir dengan putusnya sambungan dari Kuroko, tak lama selang dari Kuroko memutuskan sambungnya. Ada sebuah e-mail masuk ke handphone Kagami, pemuda scarlet itu langsung membuka e-mail tersebut dan langsung menyimpan nomer yang dikirimkan oleh Kuroko ke kontak pribadinya.
"Jadi sekarang, apa yang harus aku isi dalam e-mail yang akan aku kirimkan ke Mikaido?". Kagami berpikir keras kembali, jari – jarinya dengan lihat mengetik pesan yang akan dikirimkan kepada Hotaru namun belum saja mengirimkan pesan itu ke Hotaru tapi sudah dihapus kembali oleh Kagami.
To : Mikaido Hotaru
Subject : Doumo! Kagami Taiga desu!
Text : Mikaido, bagaimana kabar kakimu? Aku harap kau dalam kondisi baik. Maaf jika lancang mengirimi e-mail ini kepadamu. Hanya saja aku sedikit cemas dengan kakimu itu lalu apakah laki – laki berbicara sesuatu tentangku?Oh ya, bagaimana kalau saat malam tahun baru kita pergi bersama?
Setelah melihat isi pesan yang akan dikirim untuk Hotaru yang menurutnya terlalu berlebihan dan sangat singkat, akhirnya Kagami menghapus kembali pesan itu dan mengetiknya kembali.
To : Mikaido Hotaru
Subject : Doumo! Kagami Taiga desu!
Text : Mikaido, bagaimana kabar kakimu? Aku harap kakimu sudah dalam kondisi yang lebih baik. Maaf jika lancang mengirimi e-mail ini kepadamu. Yah, kau tahu kan kalau aku juga sedikit mencemaskan kondisimu juga, jadi aku meminta e-mailmu dari Kuroko agar bisa menanyakan kondisimu. Cepat sembuh Mikaido!
Akhirnya Kagami mengetik pesan untuk Hotaru dengan isi yang cukup panjang dari yang awal ia ketik. Pemuda itu menaruh kembali handphone itu ke atas meja, sambil menunggu balasan pesan dari Hotaru, Kagami mencoba membuat sarapan untuknya.
.
.
Disisi lain, seorang gadis bersurai pink fanta baru saja terbangun dari tidurnya. Ia berjalan menuju meja rias yang ada di depan tempatnya tidurnya itu. Iris emerald itu menatap sejenak smartphone-nya itu dan melihat ada sebuah pesan masuk dari nomer yang tak ia kenal, ia membuka pesan itu dan membacanya.
To : Mikaido Hotaru
Subject : Doumo! Kagami Taiga desu!
Text : Mikaido, bagaimana kabar kakimu? Aku harap kakimu sudah dalam kondisi yang lebih baik. Maaf jika lancang mengirimi e-mail ini kepadamu. Yah, kau tahu kan kalau aku juga sedikit mencemaskan kondisimu juga, jadi aku meminta e-mailmu dari Kuroko agar bisa menanyakan kondisimu. Cepat sembuh Mikaido!
Tanpa Hotaru sadari ia menyungingkan senyuman manisnya saat membaca pesan dari cahaya Kuroko itu, dengan cepat ia membalas pesan itu.
To : Kagami Taiga
Subject : Doumo! Mikaido Hotaru desu!
Text :Tenang saja kakiku sudah lumayan sembuh koq. Terima kasih telah mencemaskanku Kagami-kun, aku sungguh senang sekali. Soal Kagami-kun meminta e-mail ku dari Kuroko-kun itu juga tak masalah bagiku, Kagami-kun juga bisa menghubungiku terus jika itu diperlukan ^.^
Setelah membalas pesan dari Kagami, Hotaru meletakan smartphone-nya kembali lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hotaru menyalakan keran air yang berada di bathtub itu, setelah air yang berada di dalam bathtub itu penuh. Gadis bersurai pink fanta itu masuk ke dalam bathtub itu dan berendam disana, ia menyadarkan dirinya di ujung bathtub itu sambil berdiam diri.
Iris emerald itu menatap langit – langit kamar mandinya itu, "Apa maksudnya Ahomine itu mengatakan aku mirip Seijuurou? Sudah jelas aku berbeda darinya!". Hotaru tidak mengerti apa yang membuat mirip dengan Akashi padahal menurutnya ia itu berbeda dari Akashi, "Daripada pusing memikirkan ucapan Aomine lebih baik aku segera menyelesaikan ritual mandiku".
Tok..tok..tok..
"Hotaru, sampai kapan kau berada didalam kamar mandi!? Okaa-sama sudah menyuruhmu turun untuk sarapan!". Sebuah suara terdengar dari luar pintu kamar mandi, Hotaru langsung buru – buru menyelesaikan mandinya.
Setelah hampir satu jam di kamar mandi, Hotaru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju mandinya. Iris emerald itu menatap iris amethyst milik sang kakak, "Ara nee-sama? Apa yang nee-sama lakukan dikamarku?". Tanya Hotaru
"Tentu saja menunggumu untuk sarapan". Jawab Seara yang melihat Hotaru berjalan menuju arah meja rias yang saat ini Seara sedang berdiri didepan meja rias itu.
Hotaru mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer, "Yang lain memangnya kemana?". Seara berjalan kearah ranjang dan duduk di pinggir ranjang yang ada berada di dalam kamar Hotaru.
"Sudah lebih dulu menyelesaikan sarapan mereka. Oh ya, aku dengar dari Aoi semalam kau kabur dari pesta keluarganya Seijuurou kan?". Hotaru berhenti mengeringkan rambutnya sejenak dan menoleh kearah kakak perempuannya itu.
"E-eh? Tahu darimana Seara nee-sama kalau aku kabur dari sana?". Tanya Hotaru terkejut, siapa yang tidak terkejut mendengar penuturan kakak perempuannya padahal seingat Hotaru, semalam kakaknya itu tidak hadir ke dalam pesta itu.
"Tentu saja dari Aoi, Hotaru". Jawab Seara namun Hotaru hanya tersenyum canggung, gadis bersurai pink fanta itu akhirnya telah selesai menggunakan pakaiannya.
"Ayo kita turun ke bawah Seara nee-sama!". Ajak Hotaru yang diikuti oleh Seara untuk turun ke lantai bawah di kediaman keluarga Mikaido itu.
.
.
Setelah sarapan selesai, Hotaru dan Seara duduk di ruang keluarga sambil menonton acara TV pagi ini, sampai akhirnya ada seseorang yang mengintrupsi keasyikan mereka berdua.
"Hotaru-sama!". Gadis bersurai pink fanta itu menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya, "Are, Aoi-kun? Nani?".
"A-ano, bagaimana kalau hari ini kita pergi keluar bersama! Mungkin pergi ke daerah Akiba atau sekitarnya?". Ajak Aoi sambil memalingkan wajahnya menutupi rasa malunya, sedangkan Seara hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan Aoi seperti itu namun Hotaru hanya tersenyum tanpa memberi jawaban terlebih dahulu.
"Oke! Ayo kita jalan – jalan keluar! Lagipula aku juga bosan berada didalam rumah". Hotaru tersenyum kembali dan Aoi hanya bisa tersipu malu.
Akhirnya mereka berdua pergi keluar bersama, untuk pertama kalinya Aoi mengajak jalan – jalan Hotaru tanpa menaiki mobil pribadi karena khusus hari ini ia akan mengajak Hotaru jalan – jalan menggunakan transportasi umum.
Hotaru menggandeng tangan Aoi dengan erat, ia senang sekali bisa pergi bersama Aoi kembali setelah hampir 2 tahun lebih Aoi selalu menolak untuk diajak pergi jalan – jalan berdua saja.
"Hotaru-sama, Anda ingin kemana saja hari ini? Yakin hanya ingin berjalan – jalan disekitar Akiba?". Tanya Aoi
"Mou, Aoi-kun jangan berbicara terlalu formal denganku. Ini bukan dirumah! Cukup panggil aku Hotaru saja tanpa suffix –sama atau –san, wakatta?". Titah Hotaru
"E-eh? Itu mustahil bagi saya!". Tolak Aoi halus, Hotaru menggembungkan wajahnya kesal. Siapa yang tidak kesal jika orang yang sebaya denganmu ditambah pernah satu sekolah denganmu tetapi berbicara menggunakan bahasa formal itukan aneh sekali?
"Hai-hai, aku tidak akan berbicara formal lagi Hotaru!". Aoi hanya bisa pasrah menuruti permintaan Hotaru daripada nanti ia juga yang repot nantinya menanggani emosi Hotaru yang sukar ditebak ini.
"Nah, begitu lebih baik! Ayo sekarang kita jalan – jalan lagi!". Hotaru langsung mengapit lengan Aoi dengan erat dan Aoi hanya bisa tersenyum senang, Aoi berharap jika ia bisa menikmati momen ini dengan sebaik – baiknya.
Namun disisi lain, Akashi Seijuurou dengan sengaja membututi Hotaru dan Aoi yang sedang pergi bersama itu secara diam – diam. Ia tidak mau melihat Hotaru dekat – dekat dengan Aoi, ditambah tadi pagi ia tak sengaja melihat Aoi mencium kening Hotaru saat Hotaru masih terlelap. Dengan penuh hati – hati ia mengikuti langkah kedua orang itu yang tak jauh darinya, Akashi bisa melihat jelas Hotaru mengapit lengan Aoi dengan erat. Tentu saja, Akashi kesal dengan apa yang ia lihat.
Akashi Seijuurou benar – benar seperti detektif handal saat mengikuti kearah mana Hotaru dan Aoi berjalan bersama tanpa ketahuan sedikit pun oleh mereka, dari saat ia mulai mengikuti dari rumahnya hingga saat ini Akashi sedang duduk di dalam sebuah maid cafe.
Baiklah, saat ini Akashi Seijuurou tahu bahwa selera tempat makan yang dikunjungi Hotaru agak nyeleneh sedikit. Akashi duduk tidak terlalu jauh dari meja yang sedang diduduki Hotaru bersama Aoi yang hanya sedikit terhalang 2 buah meja yang sedang ada diisi oleh pengunjung maid cafe itu.
Seorang pelayan datang menghampiri meja Akashi, "Tuan, ingin pesan apa?".
"Secangkir kopi hitam panas saja". Setelah mendengar pesanan Akashi lalu pelayan itu pergi sambil tersenyum, Akashi sedikit risih dengan para pelayan maid cafe itu yang memandang wajahnya seperti 'Hei lihat disana ada pemuda tampan! Ayo coba dekati'. Ayolah Akashi tahu kalau dia tampan tapi tak perlu juga pelayan maid cafe itu menatapnya dengan tatapan menggoda seperti itu.
Setelah pesanan secangkir kopi hitam panas itu datang, Akashi menatap kembali Hotaru dan Aoi yang masih tengah asyik duduk disana sambil menikmati hidangannya. Akashi hanya meminum secangkir kopinya perlahan – lahan. Namun sudah hampir setengah jam disana Akashi masih bisa melihat Hotaru dan Aoi masih menikmati makanannya, lalu Akashi terkejut melihat Hotaru dan Aoi telah menyelesaikan acara makannya itu dan pergi meninggalkan maid cafe itu setelah mereka membayar makanannya. Akashi sendiri tak mau ketinggalan langsung dengan cepat mengeluarkan beberapa lembar uangnya dan ditaruh dimeja begitu saja, ia harus cepat mengejar mereka berdua sebelum kehilangan jejak mereka.
Akashi keluar dari maid cafe itu, ia melirik kanan – kirinya untuk melihat dimana keberadaan dua mahluk itu, "Cih, dimana mereka? cepat sekali menghilangnya!".
Yah, Akashi Seijuurou kehilangan jejak mereka. Tentu saja, Akashi kesal karena kehilangan jejak mereka namun Akashi menggunakan instingnya untuk berjalan kearah kanan dari maid cafe itu, Akashi menelurusi jalan yang ada di Akihabara sampai ia melihat kembali Hotaru dan Aoi baru saja keluar dari sebuah toko. Dengan terburu – buru Akashi menyembunyikan dirinya di antara sudut bangunan yang ada di daerah pertokoan distrik Akihabara itu, iris ruby itu menatap lurus kearah Hotaru, melihat Hotaru berjalan disamping Aoi dengan gembira seperti itu membuat hati Akashi sendiri sakit.
Akashi Seijuurou masih mengingat jelas bahwa semalam Hotaru menolak ajakannya untuk bermain ice skate di daerah Minato, "Hotaru". Tanpa Akashi sadari ia mengucapkan nama gadis bersurai pink fanta itu, Akashi sendiri hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosinya. Tiba – tiba saja saat Akashi sedang fokus memperhatikan Hotaru dan Aoi yang masih bercanda di depan sebuah toko itu, ia merasakan ada orang yang menepuk pundaknya.
Puk..
Akashi Seijuurou menoleh saat ada seseorang yang menepuk pundaknya itu, "Kuroko!?".
"Doumo, Akashi-kun! Apa yang Akashi-kun lakukan disini!?". Tanya pemuda bersurai baby blue itu, Akashi menghela nafas sejenak, "Doumo Kuroko! Aku baru saja keluar membeli sesuatu". Akashi hanya bisa menjawab seadanya saat iris baby blue itu menatap Akashi dengan penuh tanya.
"Maji? Akashi-kun tidak berbohongkan!?". Tanya Kuroko lagi
Akashi menatap kearah jalan, "Hai". Namun sepertinya Akashi tidak tahu kalau Kuroko melihat Akashi yang sedari tadi yang berusaha bersembunyi dari penglihatan Hotaru ataupun Aoi karena sebelum Kuroko menyapa Akashi, ia sudah melihat lebih dulu Hotaru dan Aoi yang bediri di depan toko yang tak jauh dari tempat ia berdiri saat ini.
"Baiklah, Akashi-kun aku pergi dulu". Kuroko meninggalkan Akashi yang masih berdiri disitu, namun langkah Kuroko terhenti setelah melewati Akashi. Kuroko menoleh kearah Akashi, "Hati – hati Akashi-kun, jangan sampai Mikaido-san tahu kalau Akashi-kun mengikutinya sejak tadi!".
Kuroko lalu pergi meninggalkan Akashi seorang diri disitu, Akashi Seijuurou hanya bisa mematung sesaat ketika ia tertangkap basah oleh mantan teman setimnya sendiri saat mengikuti Hotaru. Padahal Akashi pikir Kuroko tak mungkin bisa tahu kalau ia mengikuti Hotaru padahal Akashi sudah memasang poker face saat bertemu Kuroko tadi.
Akhirnya Akashi kembali mengikuti Hotaru dan Aoi hingga mereka pulang kerumah masing – masing, untung saja baik Hotaru atau Aoi tidak tahu kalau satu harian ini mereka diikuti oleh Akashi Seijuurou.
.
.
Tak terasa sekarang sudah memasuki malam tahun baru, Kagami Taiga hanya bisa menguap saja karena ia tidak tahu harus kemana saat malam tahun baru begini. Ia tidak begitu mengenal Jepang begitu baik setelah lama tinggal di Amerika, jadi ia tidak tahu kebiasaan apa yang dimiliki orang Jepang saat menjelang malam tahun baru begini.
Tiba – tiba Kagami teringat akan pesan Hotaru beberapa waktu lalu, buru – buru ia mengambil handphone-nya itu yang berada disaku celananya. Ia mulai mencari kontak Hotaru didalam handphone-nya setelah menemukannya dengan buru – buru juga ia langsung menelepon Hotaru tanpa pikir panjang pula.
Sambil menunggu jawaban dari sambungannya, Kagami berpikir apa yang harus ia katakan kepada Hotaru nanti jika teleponnya ini diangkat. Belum sempat Kagami berpikir tiba – tiba saja sudah ada suara masuk dari sambungannya.
'Moshi – moshi!? Kagami-kun!?'. Suara Hotaru telah terdengar dari sambungannya.
"Hai, Kagami desu. Konnichiwa!".
'Ada apa meneleponku, Kagami-kun?'.
"Apa kau merasa terganggu saat aku meneleponmu, Mikaido?".
'Iie, aku senang Kagami-kun menghubungiku'.
"Yokatta! E-etto, saat malam tahun baru biasanya kau pergi kemana Mikaido?". Kagami sedikit malu saat menanyakan ini kepada Hotaru, tapi untung saja Hotaru tidak tahu karena saat ini ia sedang berbicara dengan Hotaru melalui telepon.
'Ah, soal itu biasanya kami pergi ke kuil saat tengah malam hari nanti. Apakah Kagami-kun tidak memiliki acara saat malam tahun baru nanti?'.
"Iie, maka dari itu aku bertanya denganmu Mikaido".
'Souka, bagaimana kalau Kagami-kun pergi bersamaku ke kuil Sensoji pada tengah malam hari nanti? Atau kita bertemu disana saja?'.
Kagami terkejut mendengar ajakan Hotaru, 'Bagaimana Kagami-kun?'.
Suara Hotaru membuyarkan keterkejutan Kagami, "Hai, kita bisa ketemu disana nanti malam Mikaido".
'Ryokai, aku menunggumu disana Kagami-kun!'. Lalu sambungan itu terputus dengan Kagami yang masih mematung disana.
Kagami Taiga tidak percaya kalau Mikaido Hotaru mengajaknya untuk menghabiskan malam tahun baru bersama, "Kuso! Apa yang harus lakukan saat bertemu Mikaido nanti!?".
TBC...
Note : Hola~ Ichi kembali lagi! Ini update pertama Ichi ditahun 2017 sebelum Ichi hiatus sejenak dari FFN, semoga seluruh viewers senang dengan fic buatan Ichi ini ^^ dan sekali lagi jangan lupa RnR ato Fav dan Follow yah! Sebagai pembaca yang baik hargailah dengan cara RnR!
