Chapter 9: Everyone "Final"

.

Selasa pagi.

Tidak terlalu menyenangkan untuk sebagian orang yang sudah memprediksi tentang apa yang akan mereka lakukan pada hari ini. Namun untuk sebagian lagi, ada beberapa perubahan bagus. Mungkin untuk mereka yang menunggu tentang kelahiran seorang anak, atau tentang berita gembira lainnya. Mungkin juga tentang berita menyedihkan.

Seperti apa yang baru saja Krystal dengar.

"Amber, bisa kau jemput aku dan skip sekolah?"

Begitulah kira-kira kabar yang Amber dengar saat pertama kali ia membuka mata pada hari ini. Setelah mendapatkan kabar itu, Amber bergegas menjemput Krystal di rumahnya lalu mengantarnya pergi.

Pada sebuah rumah yang sedang diselimuti duka.

Amber bertanya tentang anak siapa yang Krystal gendong. Dan Krystal menjelaskan bahwa itu anak Park Hyekyeong, sahabatnya. Hyekyeong hamil saat kelas 2 SMP, dan kekasih yang menghamilinya kabur, tidak mau bertanggung jawab. Hal itu mengubah Hyekyeong yang manis dan periang itu menjadi kasar. Ditambah dengan keadaan kedua orangtuanya yang penuh masalah.

Hyuna juga skip sekolah, setelah Amber tahu bahwa Hyuna juga mengenal Hyekyeong, ia memberikan kabar lalu mengirimkan pesan singkat berisi alamat.

Kini, Amber tengah berdiri di samping Hyuna yang menggendong Hyemin. Menatap Krystal yang menangisi mayat Hyekyeong di peti mati. Merasa begitu kehilangan. Berbeda dengan kedua orangtuanya yang merasa beban mereka terangkat.

Hyekyeong ditemukan bunuh diri dengan cara menggantung dirinya di kamar. Orangtua Hyekyeong yang memberitahu Krystal, setidaknya hanya sebuah simbolis.

Amber melirik Hyuna disampingnya. "Hidup ini berat, Hyuna. Sampai-sampai banyak yang tidak tahan untuk melaluinya."

.

.

TEENAGE

Love, Lies and Lust

A Drama Fanfiction

.:o Yuri Masochist Presents o:.

"Look around you"

Generation 1

FINAL

.

.

.

Junhong tidak pergi ke sekolah seperti biasanya.

Ia menatap tisu yang berisikan nomor di tangannya. Berpikir untuk yang kedua kalinya kemudian memilih untuk menekan nomor itu di handphone-nya dan menghubunginya. Ketika terangkat, Junhong tidak tahu tentang apa yang ia katakan, ia hanya meminta bertemu.

Jonghyun meminta Junhong menunggu. Duapuluh menit kemudian, Jonghyun sudah menjemputnya dan mereka pergi ke sebuah taman kota yang tidak jauh dari sana.

"Apa orangtuamu sudah tahu?"

Jonghyun menggeleng pelan. "Mereka masih diluar kota."

"Apa yang akan kau bilang?"

"Alasanku yang kemarin."

Junhong menatap Jonghyun pada matanya dan sama sekali tidak menemukan penyesalan disana.

"Apa kau terpaksa melakukannya?"

"Aku tulus." kata Jonghyun. "Tidak ada yang dipaksakan."

"Apa Minki sedang memikirkanmu sekarang?"

Jonghyun menatap rumput di dekat kakinya dan menggeleng pelan. "Aku tidak tahu. Kurasa iya."

"Apa cinta memang seperti itu?"

Jonghyun menatap Junhong perlahan. "Aku tanya itu padamu."

"Aku tidak mengerti."

"Kau sendiri melakukan apapun untuk kekasihmu. Kau melakukan apapun, asalkan dia bahagia. Benar bukan?"

Junhong terdiam.

"Tidak jauh beda denganku. Kita satu nasib, Junhong."

.'. .'. .'. .'. .'.

Melihat Amber memeluk Krystal sedikit membuat Hyuna dibakar cemburu. Tapi Hyuna kini yakin, dia memang tidak mencintai Amber. Dia hanya ingin tidur dengan Amber. Dia ingin merasakan hubungan seksual dengannya.

Tetapi Amber tidak bisa ia gapai, selama status mereka masih bersahabat.

Hyuna tidak tahu kesalahan siapa ini. Tapi di tengah kerumuman orang yang sedang berduka, Hyuna tetap membayangkan bahwa Amber sedang menjalari tubuhnya. Memeluknya—bahkan lebih—seperti apa yang sedang ia lakukan sekarang.

Hyuna sadar akan gejolak nafsu itu. Yang selalu datang disaat yang tidak tepat. Tapi setidaknya kini Hyuna mengerti dan bisa membedakan, mana itu cinta, mana itu nafsu.

Dan yang ia miliki untuk Amber, hanyalah nafsu.

.'. .'. .'. .'. .'.

Sudah cukup lama Junhong dan Jonghyun berdiam di taman itu, hingga akhirnya Junhong tersadar akan sesuatu. Kemudian ia meminta Jonghyun untuk ikut ke rumahnya, sekedar untuk melihat kondisi kekasihnya.

Jonghyun mengiyakan dan kemudian naik ke atas motor bersama Junhong, kemudian melajukan ke arah rumah susunnya.

Setelah sampai dan memakirkan, mereka menaiki tangga menuju lantai lima dan masuk ke dalam. Namun lagi-lagi Junhong tidak menemukan Daehyun di sekitar. Ia mencarinya ke seluruh ruangan, lalu berakhir pada kamar.

Dan betapa terkejutnya Junhong melihat kamar yang berantakan, dengan Daehyun terbaring di samping ranjang. Mulutnya berbusa, di sampingnya terdapat empat bungkus serbuk yang Junhong sembunyikan dan beberapa botol alkohol.

Tanpa berpikir panjang, Jonghyun segera menghubungi rumah sakit untuk mengirimkan ambulans.

Melihat Junhong yang menangisi Daehyun, mata Jonghyun menemukan secarik kertas yang berisi surat terakhir.

Jonghyun memberikannya pada Junhong.

Untuk permataku, Choi Junhong.

Aku minta maaf atas perbuatanku selama ini. Kau menjagaku sejak pertama kali aku berubah. Kau mengurusku. Kau tetap ada disampingku walau yang kau dapat tidak setimpal dengan apa yang kau beri.

Aku sering menyakitimu. Bukan hanya fisik, melainkan hati. Aku tidak bermaksud, Junhong. Aku juga tidak ingin seperti ini. Tetapi tekanan ini membuatku berubah menjadi monster.

Aku tidak pantas untukmu. Aku tidak pantas untuk siapapun. Aku memilih untuk pergi karena sudah merasa tidak berguna. Aku benci merepotkanmu. Aku benci membebanimu.

Aku yakin, kau akan mendapatkan orang yang lebih layak. Yang pantas menerima cinta darimu, selain aku yang brengsek ini.

Mungkin, jika aku bisa memutar waktu, aku tidak akan pernah mencoba barang haram itu. Dan mungkin kita masih hidup bahagia sampai sekarang.

Selamat tinggal, Junhong.

Maafkan aku, dan terima kasih untuk segalanya.

With love, Jung Daehyun.

Tangis tidak bisa terbendung lagi oleh Junhong. Dia meraung, meminta kepada Tuhan untuk mengembalikan kekasihnya. Sampai ambulans datang dan membawa mereka ke rumah sakit. Berharap ada mukzizat yang bisa menyelamatkannya.

Tetapi takdir memang sudah pada jalannya.

Nyawa Daehyun sudah tidak bisa terselamatkan.

.'. .'. .'. .'. .'.

Sepeninggal dari menemani Junhong di rumah sakit, Jonghyun memilih untuk pulang. Membiarkan Junhong untuk menghabiskan waktunya dengan segala memorinya. Jonghyun tidak berniat untuk mengusiknya. Apalagi dia mempunyai permasalahan sendiri.

Dengan mengendarai motornya lumayan kencang, Jonghyun dapat sampai di rumahnya dalam beberapa menit. Namun betapa terkejutnya ia ketika mendapati orang yang masih dicintainya sedang duduk di pekarangan rumahnya.

Menekuk lututnya. Tubuhnya bergetar. Matanya sembab. Dan ia berantakan.

Jonghyun menghampirinya kemudian merengkuhnya.

Minki meminta maaf sambil terisak berulang kali. Mengatakan bahwa ia terlalu hina untuk mengharapkan kembali, tapi ia sangat menginginkannya.

Jonghyun membawanya masuk ke dalam dan berusaha menenangkannya. Sesuai dugaanya, Minki menangis bukan karena masalahnya bersama Jonghyun.

Melihat penampilannya, Jonghyun sudah bisa menyimpulkan satu hal.

Minki diperkosa.

"O-orang suruhan Yunho-sonsaengnim hiks... yang melakukannya.. hiks, dia membenciku karena merasa aku yang membuat ia menjadi tidak terpandang hiks..."

Hati Jonghyun teriris. Pedih.

Dia membawa Minki ke kamar mandi, lalu memandikannya dengan lembut. Sementara Minki tidak berhenti menangis mengingat segala kesalahannya.

Setelah selesai, Jonghyun memakaikannya pakaian, dan memperlakukannya dengan begitu lembut. Kemudian dia menggendongnya menuju ranjang dan menidurkannya, setelah itu memeluknya erat.

"Aku mencintaimu, Minki. Apapun yang terjadi."

Minki tetap menangis dalam pelukan Jonghyun.

.'. .'. .'. .'. .'.

Hidup tidak bisa kau tebak jalannya. Kita hanya perlu menjalaninya dan menunggu kejutan apa yang akan kita dapat. Sesungguhnya segala kejutan itu merupakan bayaran atas apa yang kita lakukan sebelumnya.

.

.

.

.

Generation 1: END

Saya tahu ini sangat super duper muper luper cepat :v

Maaaaaaaaff, soalnya saya ingin buru-buru masuk ke Generation 2

Okay, untuk yang penasaran bisa meninggalkan reviewnya dan menunggu siapakah yang muncul di G2

TERIMA KASIH UNTUK SEGALA REVIEWNYA :D

Pertanyaan yang ingin di jawab langsung bisa melalui

FB : Yuri Mamasochist

Twitter : littlerape

Ask fm : littlerape

KAMSAHAMNIDA

Maaf jika mengecewakan *bow* sampai berjumpa di Generation 2