Title : Falling Star Chapter 10
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : Kyuhyun, Leeteuk, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kibum. Changmin & hyungdeul. Henry.
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : Aku sudah berkali-kali kecewa padamu, Cho Kyuhyun… / "Kangin hyung, jangan menyentuhku!" / Aku bercerita padanya bahwa aku mengidap penyakit gawat, dan mungkin umurku hanya sebulan lagi. / "Kau tidak berpikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah mempermalukan SM, bukan?"
.
.
Kyuhyun mendekat dengan wajah gembira karena berhasil melunakkan hati appanya dan kini temannya berkunjung. Tetapi namja itu terkejut bukan kepalang ketika Changmin menariknya dengan kasar.
"Kyuhyun-ah, mulai saat ini, aku yang akan menjagamu!"
.
.
Chapter 10
.
Semua yang ada di dorm langsung kehilangan kata-kata termasuk Kyuhyun. Changmin telah menariknya ke belakang punggungnya, seakan ingin memisahkannya dari hyungdeul.
"Jangan main-main, Changmin-ah!" Kyuhyun melepaskan pegangan namja itu, dan hendak berjalan kembali ke arah hyungdeulnya. Tetapi lagi-lagi tangan Changmin menariknya. Kali ini Kyuhyun bertahan. "Lepaskan! Apa maksud kata-katamu tadi?!"
Saking terkejutnya atas reaksi Kyuhyun, Changmin melepaskan genggamannya. Kini Kyuhyun berdiri di sisi hyungdeul dan berhadapan dengan Changmin.
"Kyuhyun-ah, apa otakmu tidak beres? Aku mau mengeluarkanmu dari tempat ini, dari hyungdeul-mu yang tidak becus menjagamu!"
"Apa kau bilang? Dasar kurang ajar!" Heechul menjadi berang. Ia hendak bergerak maju, tetapi tiba-tiba kaki kirinya terasa sakit. Hangeng segera memapah Heechul, membujuknya untuk duduk. Tetapi namja itu menolak.
"Sebaiknya kita keluar." Kyuhyun menarik Changmin meninggalkan dorm SUJU. Ia sedikit memaksa namja itu memasuki lift.
"Changmin-ah, kau sudah meremehkanku. Kau pikir aku tidak bisa menjaga diri sendiri?" tegur Kyuhyun begitu pintu lift menutup.
"Kalau kau bisa menjaga diri, tidak ada kejadian tanpa tempat tidur sampai selama ini! Mereka tidak pantas kau anggap hyungdeul! Waktu itu, kau juga mengucapkannya, bukan? Bahwa kau sudah tidak tahan la…."
"Cukup!"
Hardikan itu membuat Changmin terkejut sekaligus terluka.
"Cho Kyuhyun, kenapa kau selalu membohongiku?!" Changmin mati-matian mencoba mengecilkan suaranya, namun tidak bisa. Kepalanya sudah terasa panas sejak membaca surat kabar itu.
"Aku tak pernah berpikir meninggalkan hyungdeul. Kalau kau tidak bisa mengerti keputusanku, jangan menganggapku sahabat, Changmin-ah!"
Changmin tertegun. Ternyata apa yang dikatakan Yunho hyung benar. Tetapi mengapa begitu? Bukankah Kyuhyun-ah diperlakukan tidak baik? Kenapa ia masih ingin bersama-sama mereka?
"Mereka tidak seperti yang kau lihat," jelas namja itu. "Aku sudah lama bersama mereka. Mereka hanya, orang-orang yang unik. Tapi mereka sangat baik. Kau akan tahu suatu saat nanti. Aku bangga menjadi bagian dari mereka, dan aku sangat bahagia bersama Super Junior."
Changmin mencoba tersenyum, tetapi ia tahu ia gagal. "Aku sudah berkali-kali kecewa padamu, Cho Kyuhyun… Kau tidak pernah jujur terhadapku. Kau tidak pernah menganggapku sebagai sahabatmu, bukan? Hanya aku saja yang menganggap kita ini bersahabat."
Kyuhyun tertegun mendengar kata-kata Changmin.
"Itu benar," kata Kyuhyun akhirnya sambil memandang lurus ke arah Changmin. "Karena itu, jangan pernah mendekatiku lagi, Changmin-ah, karena kau sangat mengganggu."
Changmin hendak membuka mulutnya, tetapi tak ada kata-kata yang keluar. Hatinya terlalu sakit mendengar kata-kata Kyuhyun. Begitu lift terbuka di lantai dasar, namja itu langsung melangkah keluar.
"Akan kukabulkan permohonan sahabatku untuk terakhir kalinya… Aku takkan pernah mengganggumu lagi."
Kyuhyun hanya diam mendengar kata-kata Changmin. Ia memandang punggung namja itu hingga pintu lift menutup. Ditekannya tombol naik, menuju dorm Suju. Begitu pintu terbuka, tampak Ryeowook tengah menunggunya dengan pandangan khawatir.
"Kau melukainya, Kyuhyunnie?" tanya Ryeowook ketika Kyuhyun tiba di dekatnya dengan wajah muram. Padahal tadi Kyuhyun terlihat senang dengan kedatangan Changmin.
"Ini yang terbaik untuknya. Aku tak mau menyeretnya ke dalam masalahku," kata Kyuhyun tanpa menghentikan langkahnya. Kyuhyun pun menghilang ke balik pintu kamar tidur. Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepala melihat sifat keras kepala dongsaengnya.
Namun begitu pintu kamar ditutup, Kyuhyun terkejut karena Sungmin sedang berada di sana. Mata namja aegyo yang sedang membaca itu memandangnya penuh selidik. Kyuhyun tidak berkata apa-apa. Ia beranjak untuk mengambil Bible. Ia ingin menenangkan diri.
Sebuah kartu terjatuh dari salah satu halamannya. Kartu Natal dari Changmin. Kyuhyun berjongkok untuk mengambil kartu itu dengan perasaan bercampur aduk.
Tiba-tiba Sungmin berjongkok di sisinya, menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya dan mengelus kepalanya dengan lembut. "Kalau kau sedih, kau bisa menangis di bahuku, Kyuhyunnie… Kau sudah cukup keras bertahan. Berbaik hatilah pada dirimu sendiri…"
Pertahanan Kyuhyun runtuh mendengar kata-kata itu. Sungmin hyung, entah bagaimana, selalu bisa mengerti dirinya, meski ia tak mengucapkan apapun. Kyuhyun pun menangis di bahu Sungmin. Sungmin hanya diam dan mempererat pelukannya.
.
Persoalan Bedless Kyuhyun semakin marak, apalagi pada tanggal 18 Januari 2007, Kyuhyun diminta menyanyikannya di Mnet TV yang sedang meliput pengambilan gambar Super Junior untuk sebuah iklan pakaian. Saat itu member Suju yang lain hanya bisa tersenyum, tidak tahu harus menjawab apa.
"Coba kalian berbaris, urutkan mulai yang paling tinggi di kiri!" Pengarah gaya mulai meminta perhatian member SUJU yang sudah mengenakan jeans dan kaos putih. Heechul mengamati dari pinggir. Hangeng dan Kibum tidak hadir. "Sekarang masukkan tangan kalian ke saku belakang orang yang di depan!"
Semua langsung melakukan yang diperintahkan kecuali Kyuhyun. Dia belum terbiasa dengan pemotretan. Tangannya bergerak-gerak tak nyaman di saku Siwon.
"Kyuhyunnie, kau membuatku geli," protes Siwon. "Tenanglah sedikit."
"Andwae!" Kyuhyun justru merangsek ke depan hingga Siwon nyaris terjatuh. "Kangin hyung, jangan menyentuhku!"
"Siapa yang menyentuhmu? Aku hanya melakukan yang diminta pengarah gaya."
"Aku masih trauma dengan Kangin hyung, ganti urutan saja!"
Sementara keduanya ribut mulut, Sungmin justru sibuk memijat bahu Ryeowook yang sedang kelelahan. Saking seriusnya, ketika semua sudah siap, justru mereka berdua yang masih berantakan. Eunhyuk dan Donghae pun dance di posisinya masing-masing.
"Ya! Kalian! Kalau tidak serius, aku akan menghukum kalian satu persatu!"
Ancaman Heechul sangat manjur. Semua menjadi lebih perhatian. Tetapi saat pengambilan gambar lainnya, situasi bermain-main kembali terulang. Leeteuk hanya bisa menghela nafas pasrah melihat sekumpulan namja yang dipimpinnya lebih mirip segerombolan anak taman kanak-kanak.
"Biarlah, setidaknya aku jadi tak perlu ditanya-tanya soal bed song," gumam Leeteuk sambil mengamati Shindong yang baru saja meluncur dengan kursi berodanya.
.
Akhirnya, masih di bulan Januari, tempat tidur yang diimpikan Kyuhyun pun datang. Sebuah tempat tidur berwarna coklat tua, berbeda dengan milik hyungdeul yang serba putih, diangkut ke dalam dorm. Leeteuk melihat ke dalam kamar Sungmin dan Donghae.
"Tempat tidur ini tidak cukup diletakkan di sini. Bagaimana kalau di tempatku saja?" usul sang leader.
Mereka kemudian mencoba memaksakan tempat tidur Kyuhyun di antara Leeteuk dan Ryeowook. Memang cukup, tetapi hampir tak ada sisa ruang lagi di kamar itu.
Dengan gembira, Kyuhyun mulai meletakkan peralatan tidurnya, kemudian berbaring melintang di atas tempat tidurnya dan Leeteuk yang berdempetan. Direntangkannya kedua tangannya dengan senyum puas, ketika punggungnya merasakan kasur yang empuk.
"Hyungdeul! Cepat potret aku!" serunya, membuat hyungdeul yang sedari tadi menonton tingkahnya menggelengkan kepala. "Ayolah! Ini buat bukti kepada fans kalau aku sudah punya tempat tidur. Jadi keributan ini akan mereda."
"Oh, ide bagus!" Donghae yang suka memotret segera mengambil kameranya dan memotret Kyuhyun yang masih berbaring, kali ini dengan memejamkan mata dan tersenyum puas.
Mereka melihat hasil foto itu bersama.
"Kita muat ini di website SUKIRA dan SUJU." Shindong mengusulkan.
Semua mengangguk setuju.
.
.
DBSK sedang mempersiapkan 'The 2nd Asia Tour Concert' yang akan dimulai 6 Februari nanti. Kesibukan itu membuat Changmin bisa melupakan kekecewaannya terhadap Kyuhyun. Namun saat ia berada di kantor SM bersama hyungdeul, otomatis matanya mencari sosok Kyuhyun di antara bangku lantai basement.
Bulan Februari nanti, sebelum kami tour, Kyuhyun-ah berulang tahun. Aish! Apa yang kupikirkan? Bukankah kami tidak ada hubungan apa-apa?
Yunho yang melihat sang magnae diam-diam mencari sosok Kyuhyun, sedikit merasa iba. Ia menepuk pundak Changmin pelan, tetapi namja yang sedang melamun itu sampai nyaris terlompat.
"Mianhe, hyung membuatmu terkejut. Kau sedang mencari Kyuhyun-ah? Dia sedang ke Thailand bersama Super Junior."
"Aku tak ada hubungan apa-apa dengannya." Changmin membantah, membuat Yunho tersenyum. "Aku tidak peduli dia mau ada di mana."
"Aish! Ternyata magnae kami lebih manja dari Kyuhyun-ah." Yunho mengacak rambut Changmin dengan gemas. "Kau itu ternyata polos sekali ya. Tidak selamanya yang terlihat itu adalah yang sebenarnya. Kalau begini terus, kasihan Kyuhyun-ah."
Belum sempat Changmin bertanya maksud perkataan sang leader, Yunho sudah berlalu menuju kantor Petinggi SM. Dengan sedikit kesal, Changmin akhirnya duduk di bangku basement, tempat di mana dia makan jjangmyon bersama Kyuhyun. Ingatannya kembali ke percakapan saat itu…
"Kau ini aneh, …artis terkenal sepertimu malah meminta berteman. Siapapun tak akan menolak, bukan? Malah mereka akan berlomba-lomba menjadi sahabatmu."
"Tapi kau tidak. Kau tidak mencari teman untuk menaikkan popularitasmu. Kau bahkan tak pernah berpikir ke sana. Aku benar kan?"
Changmin tersenyum getir. Dia bukannya tidak suka mencari teman untuk popularitas, tapi dia memang tidak mau berteman dengan siapapun.
Tengah Changmin merenung, para peserta trainer mendapat jam istirahat. Mereka bubar dengan riuh. Melihat Changmin duduk di sana, bisik-bisik pun terdengar. Namja itu sudah terbiasa, jadi ia tidak merasa terganggu.
"Aigoo… Itu Changmin sshi!"
"Dia keren sekali."
"Ne. Aku ingin seperti dia."
"Aku juga."
"Kau jadi seperti evil magnae saja. Kyuhyun sshi. Hahaha."
"Ommo! Aku tidak mau!"
"Mengerikan, kau tahu yang dia buat? Dia mempermalukan SM!"
"Anehnya, kenapa tak ada sanksi dari SM sampai hari ini?"
"Pasti ada! Tidak mungkin kesalahan sebesar itu ditolerir."
Changmin kali ini sedikit terganggu dengan bisik-bisik itu.
Tak lama, lewat serombongan staff SM yang hendak makan siang.
"Aku benar-benar dibuat pusing oleh Kyuhyun Super Junior."
"Aku juga. Entah berapa banyak telepon yang harus kujawab waktu itu."
"Kau tahu? Dia memotret dirinya dengan tempat tidur barunya. AIgoo… Senyum evilnya menyebalkan sekali."
"Ne. Apa ia tidak sadar telah membuat banyak orang repot?"
"Hei, ada Changmin sshi!"
"Eh, bukannya dia berteman dengan Kyuhyun sshi?"
"Ne, ada yang melihat mereka makan bersama di sini."
"Itu hanya sekali, hubungan biasa saja."
"Untunglah, Changmin sshi bisa kena juga jika terlalu dekat dengan Kyuhyun sshi."
"Kena apa maksudmu?"
"Kena label jeleknya."
"Ah! Andwae! Kalau dia benar-benar artis yang bisa dijadikan contoh. Tidak seperti Kyuhyun sshi. Ck, aku merasa kesal jika mengingat ulahnya."
"Beberapa artis senior juga berkomentar soal dia."
"Oh ya?"
"Ne. Katanya, mereka menganggap Kyuhyun sshi sangat kurang ajar sebagai seorang junior di dunia artis."
"Aku setuju."
"Dia sering berkata-kata tajam."
"Aish! Kurasa ke depannya, Kyuhyun sshi tidak akan jadi artis besar. Kau tahu kan, apa akibatnya jika dibenci para senior di dunia hiburan?"
"Dia benar-benar harus bekerja keras untuk menghilangkan image buruknya."
"Seonsaengnim juga aneh. Bukannya menghukum Kyuhyun sshi, dia malah meminta kita mencari dorm baru untuk para artis yang terletak di pusat kota, memiliki pengamanan ketat dan canggih. Untuk Super Junior, beliau berpesan agar di cari 2 dorm yang besar dan berdekatan."
"Kau sudah menemukannya?"
"Ne. Seonsaengnim akan meninjau ke sana lebih dahulu."
"Seharusnya, Kyuhyun sshi dikeluarkan saja. Aku takut dia akan membuat ulah yang lebih memalukan lagi."
"Sudahlah, itu bukan urusan kita. Yang penting kita jangan terlalu dekat dengannya."
"Ne. Bisa-bisa kita kena getah akibat ulah evil magnae itu."
Changmin kali ini benar-benar terganggu. Kepalanya seperti berisi puzzle yang berisi kepingan-kepingan yang mengganggunya, tetapi ia tidak tahu hal apa yang membuatnya terganggu.
Akhirnya namja itu memutuskan berjalan-jalan di sekitar kantor SM.
"Jangan dekat-dekat aku!"
Seruan keras itu membuat Changmin menoleh. Tampak dua orang anak kecil sedang berjalan melewati kantor SM. Sepertinya mereka baru saja pulang sekolah, dan dari kemiripan wajahnya, Changmin bisa menduga mereka adalah kakak adik.
"Tapi, hyung, aku mau bersamamu…hiks…" Namja kecil itu mulai menangis. Hyungnya yang berjalan di depannya, akhirnya berbalik menghampirinya.
"Jangan bodoh! Aku ini yang anak nakal. Kalau kau terlalu dekat denganku, appa bisa mengira kau juga nakal sepertiku. Sekali kau dianggap nakal, tidak ada yang akan mempercayaimu."
"Tapi…hyung sering berkelahi karena menolongku. Aku tak mau hyung disalahkan."
"Pabo! Hyungmu ini kuat. Apa kau meragukannya? Yang penting, kau tidak di apa-apa kan. Appa marah hanya sebentar. Jangan kuatir. Yang penting, kau harus menurut apa kata hyungmu, arrachi?"
"Aku harus apa, hyung?"
"Jadilah anak baik, jangan terlalu dekat denganku di depan orang lain. Cukup aku yang dicap anak nakal. Yang penting, kau tahu aku menyayangimu, saeng." Sang kakak menepuk lembut kepala dongsaengnya dan memeluknya, sebelum akhirnya berjalan lebih dulu seperti tadi.
Kalau begini terus, kasihan Kyuhyun-ah. Kata-kata Yunho hyung kembali terngiang di benaknya. Kemudian kalimat para peserta training, staff SM, dan kedua kakak adik itu bergabung menjadi satu. Puzzle yang tercerai berai itu akhirnya menjadi utuh. Apa Kyuhyun-ah sengaja menyingkirkanku agar tidak terseret semua berita negatif ini?
Dia pun teringat Kyuhyun yang lebih sering menyendiri jika ada masalah, dan selalu menutupi perasaannya dengan senyuman. Bahkan ketika namja itu berada di batas akhir kekuatannya, ia masih mencoba untuk tersenyum kepada Changmin. Kyuhyun-ah menyembunyikan masalahnya, bukan karena tidak menganggapku sahabatnya. Justru karena aku sahabatnya, dia menyembunyikannya.
"Kyuhyun-ah Pabo!" gumam Changmin sambil menghapus air matanya. "Berani-beraninya kau membodohi Shim Changmin."
.
.
4 Februari 2007
Pk. 15.20
Aula Utama Universitas Sejong Seoul
Pintu aula dibuka. Semua fans dipersilahkan masuk ke dalam ruangan. Hari itu, SM mengadakan pesta ulang tahun bersama untuk Sungmin, Kangin, Kyuhyun, Hangeng dan Siwon. Aula dihias dengan balon berwarna blue sapphire dan silver. Dua belas bangku dipasang di tengah panggung. Heechul masih harus beristirahat di dorm.
Kyuhyun mengintip dari balik layar dengan penuh semangat. Hyungdeulnya hanya bisa menggelengkan kepala. Sejak menerima kiriman hadiah dari para fans kemarin, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-19, Kyuhyun tak henti-hentinya terkejut setiap membuka kado. Hal itu membuat Kibum dan Ryeowook iri. Iri akan sifat Kyuhyun yang bisa berbahagia hanya untuk hal-hal kecil.
Sejak pagi namja itu sangat sibuk bersiap-siap untuk perayaan hari ini. Hampir setengah member SUJU berulang tahun antara Januari dan Februari. Karena itulah SM memilih hari ini untuk merayakannya secara bersama-sama, meski ulang tahun Hangeng dan Siwon belum tiba.
Mereka semua mengenakan jas hitam, kemeja hitam dan dasi berwarna gelap. Sebelum masuk, mereka melapisi jas tersebut dengan jaket dari Nylon berwarna blue sapphire.
Ketika acara di mulai, mereka memasuki aula, sambil satu per satu melemparkan jaket tersebut. Fans yang beruntung mendapatkannya, boleh membawanya pulang.
Shindong dan Eunhyuk pun memimpin acara ulang tahun. Pesta itu berlangsung meriah. Ada acara kuis dan lainnya. Bahkan Kyuhyun mendapat hadiah dua buah trisula. Fans memberinya gelar evil yang hanya bisa disambut Kyuhyun dengan senyum.
Masing-masing yang berulang tahun diberi kue tart bersusun empat dengan hiasan warna emas dan blue sapphire. Setelah acara pemotongan kue, mereka semua mendapat sebuah kado. Kyuhyun mendapat sebuah PSP. Dia tersenyum manis sambil menunjukkan hadiahnya.
Sepanjang acara Kyuhyun, Ryeowook, Hangeng dan Kibum yang paling tenang, sementara member SUJU yang lain membuat suasana menjadi heboh dengan semua gurauan mereka.
Begitu di mobil…
"PSP! Aku dapat PSP lagi!" Kyuhyun melonjak-lonjak untuk kesekian kalinya. Membuat hyungdeul yang semobil dengannya mulai sakit kepala.
"Ya! Cho Kyuhyun! Padahal kau kalem sekali di dalam pesta. Kenapa tidak lonjak-lonjak sedari tadi?" Eunhyuk protes.
"Malu, hyung, aku kan ingin mereka berpikir aku itu cool Kyu," kata Kyuhyun sambil mengembangkan senyum evil smirk nya.
"Kau lebih cocok dengan trisula tadi itu." Shindong tertawa ketika melihat wajah sang magnae merengut.
"Shindong hyung, aku itu malaikat keindahan, bukan evil!"
Hyungdeul terbatuk-batuk mendengar jawaban Kyuhyun.
"Hei, bagaimana dengan sahabatmu, Changmin-ah?" Kibum mendadak bertanya.
"Kami sudah tidak berteman lagi."
"Kenapa? Apa karena kasus kemarin itu?" Donghae menatap prihatin.
"Aniyo. Kami memang tidak cocok. Pemikiran kami berbeda."
"Kau membohonginya ya?"
Pertanyaan Kibum membuat Kyuhyun mengerutkan kening. Aku tidak membohonginya. Changmin-ah sudah mengambil kesimpulan sendiri. Aku hanya mengiyakan ketika kurasa itu yang terbaik buatnya.
"Aku kenal Changmin-ah sejak masih menjalani training. Meski kadang jahil, dia polos sekali." Kibum tertawa kecil ketika mengingat masa lalunya. "Saat itu aku hendak menguji bakat aktingku. Aku bercerita padanya bahwa aku mengidap penyakit gawat, dan mungkin umurku hanya sebulan lagi."
"Lalu?" Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae, Shindong, Ryeowook dan Yesung menatapnya penasaran.
"Kalian tahu aku tukang bolos kan? Setelah itu, aku bolos sekitar seminggu."
"Dan?" Enam pasang mata masih memandang dengan serius.
"Dan selama seminggu itu, dia mencariku. Itu yang temanku katakan." Kibum kembali tersenyum lebar. "Ketika akhirnya aku masuk, dia memelukku dan berkata bahwa dia pikir aku sudah mati. Dia bersyukur aku masih hidup."
"Sepolos itu?" Shindong takjub.
"Kau mengatakan yang sebenarnya kepada Changminnie?" tanya Yesung.
"Tentu saja, Hyung. Dan dia terkejut karena aku hanya berakting."
"Aktingmu memang hebat, Kibummie," puji Donghae.
"Kalau aku jadi Changmin, aku juga akan percaya kata-kata Kibum-ah," ujar Ryeowook.
Eunhyuk memberi kode kepada yang lain ketika melihat Kyuhyun hanya memandang keluar jendela mobil setelah mendengar kisah itu.
Changmin-ah, apakah aku membuatmu sangat kecewa? Mianhe, kalau kata-kataku kemarin melukaimu. Aku sadar, kau berniat baik. Tapi aku tak mau meninggalkan hyungdeul. Jangan menjadi orang kedua yang memintaku seperti itu …
"Kyuhyunnie." Panggilan itu membuat Kyuhyun menoleh. Yesung menunjuk keluar. Saat itu dua mobil yang membawa Super Junior sudah memasuki parkiran. Tampak sesosok bertubuh tinggi menghampiri mereka. "Tidak mudah mendapat seorang sahabat. Kau tak perlu memilih di antara kami. Sampai kapan pun, kami tetap hyungdeulmu."
Semua member SUJU turun dan memasuki gedung menuju dorm. Hanya Kyuhyun yang tetap di parkiran. Ia berjalan pelan ke arah Changmin yang tengah tersenyum lebar ke arahnya.
"Saengil chukaderimnida, Kyuhyun-ah." Changmin mengangsurkan sebuah bingkisan untuk Kyuhyun. "Mianhe, baru hari ini aku sempat ke sini. Besok aku akan mulai tour DBSK."
"Apa isinya?"
"Isinya…" Tiba-tiba Changmin tersadar. "YA! Caramel macchiato! Mana ada yang tanya isi kado saat begini?"
"Apa kau tuli? Bukankah aku barusan bertanya? Berarti ada kan?"
"Aish! Kau memang menyebalkan. Seperti…."
"Seperti apa?"
"Seperti…." Changmin memandang Kyuhyun yang masih melihat ke arahnya. "Ani. Aniyo… Aku tak bisa menyebutkan satu pun makanan yang tidak enak. Bagiku semua makanan itu enak."
"Kau ini!" Kali ini Kyuhyun yang tertawa lepas. Benar kata Kibum hyung, Changmin-ah polos sekali. "Kalau isinya tidak lebih dari 100.000 won, akan kukembalikan."
"Jangan menyebalkan seperti itu." Protes Changmin. "Apa kau tak tahu semua menjulukimu evil magnae? Kata usil sudah kurang untuk menggambarkan kau yang sekarang."
"Aku tahu." Kyuhyun mengangguk sambil mengocok hadiahnya. "Jam tangan."
"AAARGH!" Changmin berteriak kesal sambil mengacak rambutnya sendiri. "Ternyata benar! Kau selalu bisa menebak isi bingkisan! Aku mendengar rumor itu di ruang training."
"Aku memang jenius." Kyuhyun mengangguk puas.
"Menyebalkan. Aku rasa, aku terlalu dekat dengan kalian, sehingga menjadi aneh." Changmin mengeluh. "Apa bagusnya seorang Cho Kyuhyun? Kenapa aku mati-matian ingin menjadi sahabatnya?"
"Mumpung otakmu masih waras, ini aku kembalikan. Cepat pergi! Kau tidak mau menjadi aneh kan?"
Changmin terkejut ketika Kyuhyun mengangsurkan kembali kadonya. "MWO?" Wajahnya menjadi panik. "Caramel macchiato, jangan marah. Aku tidak serius. Jangan bilang kita tidak bersahabat lagi, arrachi? Aku sudah menelan kata-kataku sendiri dengan menemuimu."
"Aku bukan sahabat yang baik. Bukankah begitu?"
"Aniyo. Aku yang salah mengerti." Changmin menggeleng. "Mungkin prinsipmu memang aneh. Tapi kalau kau membutuhkan sahabat untuk berbagi hal yang menyenangkan saja, aku tidak keberatan. Aku takkan memaksamu berbagi hal-hal yang tidak ingin kau bagi. Setiap kau membutuhkan teman untuk tertawa bersama, aku akan selalu siap."
"Shim Changmin, kau bisa dapat masalah jika bersahabat denganku," kata Kyuhyun dengan mimik serius. "Kau tidak takut?"
"Tidak." Changmin merangkul pundak Kyuhyun sambil tersenyum lebar. "Aku akan menemanimu menjadi evil hehehe."
"Kau serius?"
"Ya. Dan aku sudah punya sasaran. Yunho hyung."
Kyuhyun hanya bisa menggelengkan kepala melihat Changmin lagi-lagi tersenyum lebar.
"Kalau begitu, kau kuberi satu." Kyuhyun menyerahkan salah satu trisula yang didapatnya kepada Changmin. "Anggap saja itu hadiah ulang tahun dariku."
.
Udara masih terasa dingin di awal musim semi, ketika Kyuhyun terbangun. Ia melihat Leeteuk dan Ryeowook masih tertidur lelap. Kyuhyun melirik jam dinding. Pukul 5 pagi. Perlahan Kyuhyun turun dari tempat tidur, mengenakan sandal rumahnya, dan beranjak keluar.
Matanya tertumpu pada sebuah koper besar di ruang tengah. Namja itu menghela nafas panjang. Kewarganegaraan Hangeng lagi-lagi menjadi masalah. Meskipun seonsaengnim sudah mendapatkan parpor E 6 untuk Hangeng sehingga bisa bekerja di dunia hiburan dan tinggal di Korea lebih lama, tetapi ia hanya boleh tampil di SBS dan KBS.
Dan karena visa yang dibawa Hangeng adalah visa turis, ia harus menyelesaikan masalah visanya sebelum kembali naik ke atas panggung bersama Super Junior.
Kyuhyun baru mengerti mengapa di awal-awal ia masuk SUJU, Hangeng jarang ikut tampil di televisi. Hyungdeul pun tidak mengatakannya secara terus terang sampai akhirnya ia mengetahui sendiri ketika seonsaengnim berbicara tentang hal itu di Harvard Korean Wave awal tahun 2007.
"Hankyung hyung, kau jadi berangkat hari ini?" tanya Kyuhyun ketika Hangeng muncul dari kamar mandi.
"Ne, saeng." Hangeng menunjuk ke arah koper besarnya yang sudah rapih.
"Maukah hyung membuatkan aku fried rice Beijing?"
Kedua alis Hankyung bertaut. Tapi mulutnya tersenyum. "Kau mandi dulu sementara aku membuatnya."
Kyuhyun menurut. Ketika ia selesai mandi, Hankyung sedang menyendokkan nasi ke piring. Hyungnya itu selalu makan jam 5 pagi. Sesekali member yang bangun menemaninya makan. Tetapi Hangeng juga biasa makan sendirian.
"Masitke, Hyung," kata Kyuhyun begitu memakan sesendok. "Tidak ada yang masak fried rice seenak buatan Hankyung hyung."
"Kalau begitu, makanlah yang banyak." Hankyung tersenyum sambil mengambil tempat duduk di depan Kyuhyun dan mulai makan. "Kenapa kau tiba-tiba minta dimasakkan?"
"Sebelum Hankyung hyung kembali China, aku ingin memakan masakan ini. Siapa tahu aku tak bisa memakannya lagi."
Sendok yang dipegang Hangeng nyaris jatuh saat mendengar kata-kata Kyuhyun. Ia menatap dongsaengnya yang sedang asyik makan itu dengan jantung berdebar lebih cepat dari biasanya. Perasaannya menjadi tidak enak.
"Apa maksudmu, Kyuhyunnie?"
"Mwo? Ada apa, hyung?" Kyuhyun justru balik menatapnya dengan bingung.
"Tidak apa-apa. Lanjutkan makanmu." Hangeng menatap nasinya, ia menjadi kehilangan nafsu makan. Ada apa ini? Kenapa aku mendadak takut tidak bertemu lagi dengan Kyuhyun? Semoga ini hanya perasaanku.
"Aku pulang sedikit lama. Di sana, ada tiga acara TV yang bekerjasama dengan kita, dan aku akan membawakannya sambil mengurus visa-ku untuk Korea. Kau harus menjaga kesehatan, Kyuhyunnie. Album kedua kita sudah tertunda karena Heenim kecelakaan. Jadwal mundur dari akhir 2006 menjadi pertengahan tahun ini. Kau tidak boleh sakit. "
"Tenang saja, hyung, aku ini sangat kuat." Kyuhyun tersenyum lebar. "Hyung juga harus jaga kesehatan di sana. Jangan lupa mengirim pesan kepadaku."
.
17 April 2007
Seorang namja tersandung sehingga biolanya nyaris terjatuh dan partiturnya berhamburan. Kyuhyun segera membantunya mengumpulkan kertas-kertas yang mulai beterbangan karena angin yang masuk setiap kali pintu lobby kantor SM terbuka.
"Gomawo, sunbaenim," kata namja itu ketika ia menerima kertas partitur yang berhasil dikumpulkan oleh Kyuhyun.
"Panggil saja aku Kyuhyun. Kau pandai bermain biola?"
"Aku sangat menyukai banyak alat musik."
"Kapan-kapan, kau harus mengajariku, arrachi?"
"Arasseo, Kyuhyun hyung. Jae ireumen Henry imnida."
"Aku harus pergi sekarang. Henry, hwaiting!" Kyuhyun tersenyum sambil mengacungkan kepalan tangannya, kemudian berlalu dari hadapan namja itu.
Jadi dia yang disebut evil magnae? Tapi sepertinya dia sangat baik. Henry memandang hingga Kyuhyun menghilang ke dalam lift.
Hari itu Kyuhyun kembali diundang oleh Petinggi SM untuk menemuinya. Karena itulah ia berada di gedung ini sekarang. Kyuhyun memberi hormat setibanya di ruangan. Petinggi SM memandangnya sambil tersenyum.
"Bagaimana kabarmu, Kyuhyun sshi?"
"Seperti yang seonsaengnim lihat, aku sangat baik."
Kyuhyun mengambil tempat duduk di depan meja besar di mana Petinggi SM duduk di pinggir meja sambil mengamatinya.
"Ulahmu waktu itu bagus sekali, Kyuhyun sshi. Aku berhasil kau buat terkejut."
"Mianhe, aku sudah merepotkan seonsaengnim."
Petinggi SM itu tertawa. "Kuberitahu satu hal, Kyuhyun sshi. Jangan pernah mengucapkan maaf kepada lawanmu."
"Aku tak pernah menganggap seonsaengnim sebagai lawan. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku dan hyungdeul bisa membuat anda bangga, seonsaengnim. Kuharap seonsaengnim sudah bisa lebih menghargai hyungdeul."
"Itu keinginanmu?"
"Ne. Lagipula, jika seonsaengnim menganggapku seorang lawan, seonsaengnim sudah berbuat salah dengan memberiku nasihat."
Petinggi SM itu kembali mengamati Kyuhyun. Untuk beberapa saat dia terdiam.
"Super Junior kini sudah dikenal oleh lebih banyak orang. Tapi kau pasti tahu, penjualan album kalian belum setinggi popularitas yang kalian raih."
"Ne. Aku tahu, seonsaengnim." Kyuhyun mengangguk. "Asal mereka sudah menoleh ke arah kami, mereka pasti akan tahu bahwa kami memiliki kualitas yang baik. Aku pun tak pernah menggantungkan harapan pada sebuah popularitas yang sementara."
"Tapi jika kau memancing perhatian seperti ini terus menerus, nama baikmu yang akan jatuh, Kyuhyun sshi."
"Aku sudah memikirkannya sejak awal. Yang penting, semua orang melihat Super Junior dahulu. Jika itu sudah tercapai, giliranku membuktikan bahwa aku tidak sekedar orang yang menyebalkan."
"Itu tidak akan mudah. Dan belum tentu berhasil."
"Aku pasti berhasil!"
Nada mantap itu membuat Petinggi SM mengerutkan kening. Kyuhyun tersenyum lebar. "Sebenarnya seonsaengnim lah yang membuatku percaya diri. Aku yakin, orang yang seonsaengnim anggap telur emas akan mampu melakukannya."
Petinggi SM mau tak mau tersenyum. Ia benar-benar tak bisa menganggap remeh namja berusia 19 tahun yang ada dihadapannya ini.
"Aku akan mengakui kalian, jika kalian berhasil meraih Golden Disk Award."
"Mwo?" Kyuhyun terperanjat.
"Kenapa? Apa sekarang kau meragukan kemampuan Super Junior?"
Kyuhyun memandang seonsaengnim sejenak, sebelum menggeleng dengan mantap.
"Aku hanya kaget karena ternyata seonsaengnim menilai kami setinggi itu," katanya sambil tersenyum ketika melihat kedua alis Petinggi SM bertaut. "Terima kasih atas kepercayaan Anda, seonsaengnim, kami akan membuktikan bahwa kami bisa meraihnya."
Petinggi SM mati-matian berusaha menahan senyumnya. Lagi-lagi ia dikejutkan oleh jawaban Kyuhyun yang di luar perkiraan.
"Bolehkah saya permisi, seonsaengnim? Kami sedang mempersiapkan movie Attack on the Pin-Up Boys. Film pertama yang diproduksi oleh SM. Sepertinya seonsaengnim sangat mengerti kemampuanku dan hyungdeul."
Kali ini Petinggi SM tak dapat menyembunyikan senyumannya lagi mendengar sindiran itu. Ia berdiri ketika Kyuhyun berjalan menuju pintu.
"Aku menantikan kejatuhan kalian, karena itulah kuberikan kesempatan pertama untuk mencoba hal yang baru." Kata-kata Seonsaengnim membuat langkah Kyuhyun terhenti. "Kau tidak berpikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah mempermalukan SM, bukan?"
"Tentu tidak. "
.
Ryeowook tiba di kantor SM untuk membuat kejutan. Ia tahu hari itu Kyuhyun diminta datang oleh manager hyung ke kantor SM. Kyuhyun tidak sadar Ryeowook mendengar pembicaraan mereka ketika di telepon. Aku akan mentraktirnya makan siang. Kyuhyunnie pasti senang.
Namja itu tersenyum melihat Kyuhyun muncul dari dalam ruangan manager Super Junior. Saat ia hendak menyapanya, tiba-tiba manager hyung muncul dan menarik tangan Kyuhyun sehingga keduanya kembali ke dalam ruangan. Ryeowook bergerak mendekati pintu yang terbuka itu.
"Kyuhyun sshi!" Wajah manager hyung tampak cemas, membuat Ryeowook tanpa sadar menyembunyikan dirinya. "Jebal, Kyuhyun sshi, kau batalkan saja niatmu untuk menentang petinggi SM!"
"Apa yang manager hyung maksud?"
"Aku sudah mendengarnya…. Aku mendengar kau menolak permintaan beliau untuk keluar dari SUJU. Kau bahkan menantangnya untuk membuktikan bahwa SUJU bisa lebih terkenal tanpa bantuan seonsaengnim."
"Aku tak tahu dari mana gossip itu…."
"Itu bukan gossip! Jangan membohongiku! Karena itulah aku memanggilmu ke sini." Manager hyung kini memegang pundak Kyuhyun dengan kedua tangannya dan mengguncangnya dengan tidak sabar. "Kyuhyun sshi, kau menantang orang kuat. Dia bisa memisahkan kalian dengan mudah. Dia juga bisa menghancurkanmu kapan pun dia mau."
"Manager hyung…"
"Kumohon, demi dirimu dan demi SUJU, lakukanlah apa yang dia minta."
"Kau ingin aku berpisah dengan hyungdeul? Jangan bercanda!"
"Jebal, tapi daripada kalian hancur bersama…."
"Aku tak keberatan hancur bersama-sama!" Kyuhyun mulai kesal. "Kalau pun aku yang harus hancur untuk membuat mereka naik, aku tidak keberatan!"
"Aku tahu… Aku sangat tahu. Saat ini pun, banyak orang yang mulai memusuhimu. Banyak sunbae menganggapmu seorang hoobae yang tidak tahu sopan santun. Karena itu…"
"Kyuhyunnie…" Ryeowook muncul dari persembunyiannya dengan wajah pucat pasi. Ia sama sekali tak menyangka ada kejadian seperti itu. Dia mendekati Kyuhyun dan manager hyung yang terkejut menyadari kehadirannya. Ia melangkah mendekat.
PLAK! PLAK!
Tiba-tiba dua buah tamparan mendarat di kedua pipi Ryeowook. Namja itu sendiri yang melakukannya.
"Hyung…?! " Kyuhyun terkejut bukan kepalang. Tanpa sadar ia menyebut kata-kata yang belakangan ini tidak diucapkannya pada Ryeowook.
Ryeowook memandang dongsaengnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Kedua pipinya terasa sakit, tetapi itu tak seberapa dibanding perasaan sakit di hatinya saat ini.
"Ternyata…. Itu yang membuatmu aneh belakangan ini. Jangan-jangan… saat kau mabuk malam itu…. saat kau menangis karena takut kami membencimu…. ini penyebabnya?"
Kyuhyun tidak menjawab. Tapi dari perubahan raut wajahnya, Ryeowook bisa menduga kalau tebakannya benar.
"Gwenchana, saeng? Apakah hyungdeul-mu sama sekali tidak bisa melindungimu, sehingga kau harus menanggung semua ini sendiri? Aku sudah berkali-kali bertanya kepadamu, tetapi kau selalu mengelak. Tamparan tadi untuk kebodohanku! Aku tak pernah menyangka, aku yang selalu ingin menjadi magnae, kini benar-benar berharap bisa menjadi seorang hyung untukmu. Kau sungguh membuatku sedih!"
Kyuhyun tidak berani menjawab. Ia hanya bisa memandang kepergian Ryeowook yang menangis tanpa menoleh lagi ke arahnya.
.
.
TBC
.
.
Akhirnya semua diketahui oleh Ryeowook
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
.
Mianhe update nya agak lambat
Tapi apa yang buat author mentok
telah dicairkan dengan sukses oleh usulan-usulan yang masuk kemarin
Gomawo buat yang sudah mereview
Buat yang sudah membaca, gomawo
Author tunggu reviewnya yach…
Kamsahamnida
.
Buat yang ingin lihat foto bed nya Kyuhyun, bisa lihat di FB author :
Iyagi (tapi kudu di add dulu…author batasi soalnya)
.
.
Jawaban Review chapter 9
Guest 10/10/12 . Gomawo sudah membaca ff ini chingu
Winnie 10/10/12 . Ada, katan reader lain, Ryeowook masuk hehehe
PrincessKyu 10/10/12 Whoaa! Reviewnya banyak! Tapi author suka sekali hehehe. Iya, memang akan ke sana. Ikuti saja ff ini yach Chingu. Soal bocoran, kayaknya lebih seru kalau diikuti saja (^_^) Gomawo sudah ngasih masukan
10/10/12 .Gomawo sudah mereview dan baca ff ini Chingu. Ditunggu saja, Chingu. Ini mendekati akhir
Ay 10/9/12 Gomawo buat usulannya Chingu. Tadinya author sempat bikin soal dorm baru, btw, akhirnya dapat sumber kalau dorm baru itu sesudah kecelakaan 2007, so, author hapus. Makanya agak mundur uploadnya karena author rombak ulang. Author mencoba mengikuti line story nya. Tapi usulan akan author tampung buat cerita lainnya. Gomawo
dhianelf4ever 10/9/12 Gomawo sudah mereview, chingu
Keyra Kyuunie 10/9/12 Karena Changmin saying banget sama Kyuhyun hehehe
UrrieKyu 10/9/12 Iya, persahabatan yang aneh, namun bertahan hingga sekarang. Gomawo sudah mereview
lalalala 10/9/12 Gomawo reviewnya chingu
umi elf teukie 10/9/12 Gomawo udah ngasih semangat ke author
heeeHyun 10/9/12 Usulannya akan author tamping dan jadikan cerita baru, Chingu. Mianhe, di yang FS ini nggak bisa, karena author berusaha ngikutin line true story untuk FS dan RS. Tapi author sungguh-sungguh berterima kasih buat idenya. Karena review chingu, ide author jadi mencair hehehe
shizuku m 10/9/12 . Gomawo sudah menyempatkan diri nulis review, chingu.
Riyu 10/9/12 . Gomawo reviewnya chingu
SunakumaKYUMIN 10/9/12 . Gomawo reviewnya chingu. Ne, author juga pernah baca tentang itu, makanya ada cerita ini
violin diaz 10/9/12 Ha ha ha…gpp. Selamat mengikuti ff ini chingu. Gomawo
Gyurievil 10/9/12 . Gomawo banget review nya chingu. Untung bukan Heechul hyung dosennya hehehe
ChiharuKatou 10/9/12 . Soal Kibum dan SHindong, itu karena author baca, kalau mereka berdua aja yang nggak mempan ditipu ama Kyuhyun. Dan Kibum radarnya kuat kalau si Kyuhyun mau iseng. Makanya author bikin begitu chingu. Gomawo reviewnya.
Ne, bisa jadi. Tapi memang nggak semua orang bisa lolos dari cara yang begitu, chingu. Bahkan kadang harus ada yang direlakan kalau ada yg gagal dan tidak tahan. Semua tetap gambling. Kebetulan oppadeul punya mental baja semua
lee gyura 10/9/12 . Betul chingu. Bisa search di internet soal bed song kyu, lalu chingu nyanyikan saja dengan nada believe. Kayaknya masih ada rekaman sukira saat kyu nyanyi lagu itu, dan ada rekaman suara saat kangin di chujin bersama kyu dan sungmin
pinKYU 10/9/12 Gomawo reviewnya chingu
Momo ShinKaI 10/9/12 . Bukan cuma di sukira. Ditayangkan di Mnet TV juga, chingu. Kyuhyun benar-benar nggak setengah-setengah
Magieapril 10/9/12 . Mungkin 1-2 chapter lagi, chingu. Gomawo reviewnya
misskyuKYU 10/9/12 Appanya marah karena dengar kabar Kyuhyun bedless selama 8 bulan, chingu, jadi mau narik Kyuhyun pulang ceritanya. Gomawo sudah mengikuti ff ini.
Sunny 10/9/12 . Gomawo reviewnya chingu
Park Nara Quinnevil 10/9/12 Gomawo buat reviewnya chingu
Red Velvet 10/9/12 Gomawo sudah baca dan review, chingu.
ana 10/9/12 Pasti mimiknya lucu kalau bisa di foto. Sayang yang kelihatan Cuma Sungmin aja he he he. Gomawo sudah mereview chingu
Perisau SUJU 10/9/12 He he he…semuanya belum berjalan kea rah sana, chingu. Gomawo sudah mereview
Hikari tsuky 10/9/12 Iya, tanduknya muncul berkat gemblengan oppadeul. Gomawo sudah mereview
Bella 10/9/12 Semoga author bisa memenuhi harapan chingu. Gomawo
Isnaeni love sungmin 10/9/12 Yeoja, chingu. Gomawo sudah mereview
riyuri 10/9/12 Iya, author paling suka kalau Kyu lagi ngerjapin mata dengan polos, padahal otaknya sedang berputar hehehe.
Blackyuline 10/9/12 Terus terang, author kagak tahu harus bagaimana jika appa Kyu datang dan melabarak hyungdeul…apa bisa begitu ya? Tapi pastinya appa dkk marah ama hyungdeul.
umi elf teukie 10/9/12 Gomawo udah mereview chingu
sparkyu cyn 10/9/12 Andwae… Jangan ambil Kyuppa…. Nanti author nggak bisa dapat inspirasi
Yuli Sagitharia 10/9/12 .Gomawo reviewnya, Chingu hehehe. Changmin tipe yang total kalau buat sahabatnya
Kim ryokie 10/9/12 Mianhe, dari awal memang ke situ, sesuai judulnya chingu. Gomawo sudah mereview
Ahjumma Namja 10/9/12 . Mianhe membuat chingu sedih. Jujur selama nulis ff ini author juga nyesek. Tapi author netralin dengan lihat mv-mv yang baru di mana Kyuppa sudah sehat hehehe. Gomawo reviewnya
ryeofha2125 10/9/12 Masuk chingu, ditunggu saja. Gomawo
GaemRa Kyu-Uke 10/9/12 . Chingu memang dalem banget bacanya hehehe. Memang Changmin kecewa. Prinsip berteman mereka sedikit beda di awal. Gomawo sudah mereview, chingu
kyukyu712 10/9/12 Mau nyulik Kyuhyun, chingu. Ha ha ha. Jelas bikin geger lha. Soalnya dia umumkan seperti itu. Ada demo di depan dorm SUJU segala
kyulover 10/9/12 . Thanks buat infonya, chingu. Karena Kyu-line udah agak jauh dari ff ini, jadi mmg author kurang cari bahan. Gomawo sudah membantu.
kyuzi 10/9/12 . Iya, SUngmin masih bisa tertawa, mungkin memang dia berbakat jadi pawing si evil seperti sekarang ini hehehe. Nggak kebayang mukanya Leeteuk dan Eunhyuk. Kayaknya yang ngerekam juga nggak kepikiran buat pindah ke muka keduanya, karena pasti pada shock juga dengar nyanyian itu. Gomawo buat usulnya, chingu.
Shin Min Hwa 10/9/12 Based nya memang true story, jadi author mencoba mengikuti jalurnya, nggak terlalu banyak improve. Btw, maaf jika ada yg tertukar urutannya, krn byk yg nggak ada tanggal kejadiannya. Gomawo sudah mereview.
Fitri MY 10/9/12 Itulah kata-kata yang nggak bisa author hilangkan, sekaligus bikin author mentok. Salah sedikit aja, ff ini bisa belok jadi romance wkwkwk. Untung berkat semua review yang masuk, author berhasil melewatinya. Gomawo
10/9/12 Belum deket waktu itu, baru setelah Kyuhyun di SUJU mereka deket. Tapi mungkin author salah sumber. Jangan dipikirkan he he he. Gomawo sudah mereview
FiungAsmara 10/9/12 Hatinya Kyuhyun memang gigih, chingu. Ryeowook pernah cerita kalau Kyuhyun sebenarnya selalu merasa Teuki hyung tidak menyukainya. Tapi Kyuhyun hanya curhat ke wookie soal itu kalau dia mabuk, selain itu, dia akan menyembunyikan semuanya dibalik senyuman.
XxStarLitxX 10/9/12 . Gomawo sudah mengikuti ff ini dan sudah menyempatkan diri mereview, chingu. Gomawo
.
Jawaban review sebelum chapter 9 yang baru masuk:
UrrieKyu 10/9/12 Iya, lucu pas nyanyi tiga beruang itu. Benar chingu, masukin tenda ke dorm itu anhe. Tapi itulah usaha Kyu agar kagak kedinginan di lantai hehehe. Dan itu sungguh-sungguh terjadi
Kangin orang yang paling sering nge bully Kyuhyun katanay. Yup, Kyuhyun memang manis sekaligus gigih
ana 10/9/12 Author juga sedih nulisnya. Gomawo sudah mereview chingu
Andaikan author bisa melihat mimic benerannya oppadeul saat itu hehehe. Katanya yang paling kaget itu Kangin.
Perisai Suju 10/9/12 Hampir semuanya real, tapi yang baby wook itu fiction
ana 10/9/12 Kyuhyun jatuh cinta pandangan pertama pada SUJU hehehe
Cuma nulis nama-nama member dan kebiasaannya masing-masing
kyuhyun narinya yang itu tuh chingu, yang waktu awal-awal suju dia nari pasti kayak gitu. Sampai sekarang juga kadang begitu kalau lagi di konser
Sayangnya, tidur dilantai itu adalah kenyataan, juga tendanya juga kenyataan
Yuli Sagitharia 10/9/12 Leeteuk punya kebijakan agar semua member bebas mengungkapkan perasaannya, tidak dibatasi terlalu banyak aturan. Jadi katanya perkelahian antar mereka pernah ada yang menjadi baku hantam. Kangin dan Kyuhyun salah satunya. Tapi justru karena itu, mereka bisa lebih saling dekat satu sama lain, benar-benar seperti saudara.
Dan leeteuk terpilih sebagai leader terbaik he he he. Dengan caranya sendiri, dia bisa menyatukan segitu banyak sifat dongsaengnya.
