Chapter 4: Karin dan Gadis Misterius

Chapter sebelumnya, sosok makhluk yang tak dikenal datang ke Sekolah Rendah Pulau Rintis. Karin terkejut siapa sosok makhluk tersebut dan langsung melakukan perlawanan pada makhluk tersebut. Sedangkan para elemental Boboiboy berusaha menghabisi robot kelelawar yang begitu banyak sebelum membantu Karin.

Disaat yang bersamaan, muncul seorang gadis misterius datang saat Mika mengalami masalah dengan robot-robot yang begitu banyak. Mika terkejut dengan kuasa yang dimiliki oleh gadis tersebut. Dan lebih terkejutnya, gadis itu mengenali Yasha.

Siapakah makhluk yang ditemui Karin dan gadis misterius yang ditemui Mika? Dan apa hubungan gadis itu dengan sosok Yasha?

"Siapa kau? Dan kenapa kau bisa memiliki kuasa kristal seperti Yasha?"

"... Namaku adalah..."

"Rahma! Akhirnya aku temukan kau!" mereka berdua menoleh ke sumber suara dan menemukan seorang gadis datang dengan tatapan tajam dan sedikit kesal.

"A...ah, Putri. Apa kabar? Kau baik-baik saja?" tanya gadis yang dipanggil Rahma.

PLETAK!

Gadis yang bernama Putri langsung menjitak kepala Rahma dengan kasih sayang/?/hingga sang korban jitakan meringis kesakitan.

"Sakitnya..."

"Ish! Kau ini! Aku sudah capek mencarimu kesana-kemari dan ternyata kau disini... Eh?" ucapan Putri terputus saat ia menyadari kehadiran Mika di belakangnya.

"Ah, maafkan aku ya. Kau siapa ya?" tanya Putri sambil tersenyum.

"A...aku Mika" jawab Mika gugup.

"Kau tak perlu segugup itu pada kami. Kami tidak akan menyerang kau" ucap Putri.

"Namaku Putri. Dan yang disampingku ini adalah Rahma" sambungnya sambil menunjuk Rahma yang masih mengelus kepalanya.

Setelah mereka memperkenalkan diri, Mika pun membawa Putri dan Rahma pergi ke gua kristal yang tak lain adalah tempat persembunyian Karin dan dirinya. Sesampainya mereka bertiga, Mika menyediakan 3 gelas air dan juga makanan kecil seperti kue dan biskuit.

"Jadi, kalian berdua memiliki kuasa kristal ya?" tanya Mika terlebih dahulu.

"Ha'ah. Walaupun kuasa kami sama, tapi jenisnya berbeda" jawab Rahma sambil memakan biskuit.

"Jenisnya berbeda?" bingung Mika

"Begini, kuasa kristal Rahma yang digunakan untuk menolong kau adalah jenis kuasa kristal untuk bertahan. Sebenarnya ia bisa bertarung, tapi hanya 1 kemampuan saja seperti Rantai Kristal yang kau lihat tadi" jelas Putri panjangXlebar=luas *dijitak*.

"Jadi, kuasa Yasha itu..." guman Mika dan didengar oleh Putri yang mau mengambil gelas air.

"Aih? Kau kenal dengan Yasha?" kejut Putri.

"Ha'ah. Saat ini ia berada di Pulau Rintis, dalam tubuh seseorang yang bernama Karin" jelas Mika.

"Cih! Jadi mereka tidak mendapatkannya ya? Aku harus mundur"

Makhluk itu langsung melompat jauh dari Karin yang bersiap dengan Cakra Api berada di tangannya. Karin pun bingung dengan tindakan makhluk tersebut yang tiba-tiba mundur begitu jauh darinya.

"Sepertinya kita harus mengakhiri pertempuran kita dulu, Karin. Sampai aku mendapatkannya, aku tak akan pergi begitu saja" makhluk tersebut langsung menaiki kapal angkasanya dan langsung terbang menghilang di langit.

"Pengecut kau, Kira Ra!"

DEG!

Tiba-tiba, Karin merasakan kesakitan yang luar biasa dari perut dan juga lengan kanan atasnya.

"Ugh! Apa yang terjadi?! Argh!" guman Karin sambil kesakitan.

"Karin!" Karin menoleh dan melihat para elemental berlari ke arahnya dengan wajah yang sedikit khawatir-kecuali Halilintar dan Ice-.

"Kau oke?" tanya Gempa.

"Hanya sakit bagian perut dan lengan kanan atas saja. Aku baik-baik sa-"

BRUK!

"Karin!"

Karin POV

Perlahan aku membuka mataku dan langsung menghalangi mataku dengan cahaya yang menyilaukan mataku. Setelah membiasakan mataku dengan cahaya disini, aku langsung duduk dan melihat sekeliling ruangan tempat dimana aku sekarang.

Seketika aku kembali memegang perutku yang mulai kesakitan kembali. Ugh! Apa yang terjadi dengan perutku?

KREK..

"Ah, akhirnya kau sadar juga" aku menoleh dan melihat Yaya dan Ying masuk sambil membawa buah-buahan dan meletakkannya di atas meja sampingku.

"Aku...dimana?" tanyaku dengan suara sedikit serak.

"Kau di hospital. Nah, minum air dulu. Hampir seharian kau pingsan tahu" jawab Yaya sambil memberikan segelas air padaku.

"Ha'ah. Kita hampir khawatir tadi" sambung Ying.

Aku mengambil segelas air yang diberikan oleh Yaya dan langsung meminumnya hingga habis.

"Hahhh...leganya tenggorokanku" ucapku pelan.

"Haiya, kau tadi kenapa pingsan di sekolah? Kita terkejut saat kau pingsan tadi lah" aku meletakkan kembali gelas kosong tersebut dan memandang Yaya dan Ying.

"Aku tak tahu. Aku hanya kesakitan di perut dan lengan kanan atas saja. Dan entah kenapa pandanganku langsung gelap" jelasku pada mereka berdua.

"Eh, mana Boboiboy? Aku baru sadar kalau mereka tidak ada" sambungku sambil menoleh ke arah pintu.

"Oh, mereka pulang dulu karena capek. Katanya mereka akan datang nanti atau esok" balas Yaya.

Aku langsung meng'oh' setelah mendengar jawaban Yaya dan menatap langit yang sudah berwarna jingga.

"Aku punya firasat buruk tentang ini"

Author POV

Keesokan harinya...

BRAK!

"Ocopot! Kaki naga ada tiga!" latah Karin setelah mendengar dobrakan keras dari arah pintu.

"Aih, sejak kapan ada naga berkaki tiga?"

"Ish! Kau ni, Blaze! Nasib aku tidak punya kelainan jantung" kesalku sambil melipat pakaian hospital.

Sedangkan Blaze hanya bisa terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

"Ehehe... Sorry"

"Hhh... oke, aku maafkan. Lain kali jangan seperti itu lagi" ucap Karin.

"Okay"

"Sudahlah, aku harus kembali ke Pulau Terapung. Kau nak ikut?" ajak Karin pada Blaze.

"Pulau Terapung?! Nak ikut!" girang Blaze.

"Oke"

Kuasa Teleportasi. Lokasi: Pulau Terapung

Langsung Karin memegang pergelangan tangan Blaze dan seketika sebuah sinar putih menyelimuti mereka dan mulai menghilang.

Beberapa detik kemudian, mereka berdua sampai di depan gua kristal.

"Mika! Kau dimana?!" Karin langsung berteriak setelah memasuki gua tersebut.

"Oh, Karin. Selamat datang. Eh, ada Blaze juga" langsung muncul Mika dari belakang dengan memakai apron biru dan pisau dengan berlumuran cairan merah.

"Uwaah! Ka..kau habis bunuh siapa, Mika?!" kejut Blaze setelah melihat kondisi Mika tersebut.

"Hhh... sudah kubilang kalau membuka saos itu pakai gunting, bukan dengan dipotong pakai pisau" ucap Karin sambil meletakkan tas sandangnya diatas kursi.

"Aih, saos?"

"Ehehe, sorry" ucap Mika.

Saat Karin dan Blaze sudah duduk di atas kursi-

"Mika, kau kedatangan tamu ya?'

-muncul 2 gadis dari belakang yang juga memakai apron berwarna cokelat dan merah. Karin dan Blaze menoleh dan terkejut dengan kehadiran 2 gadis yang tak dikenal oleh mereka berdua.

"Siapa ka-"

"Ah, kau pasti Karin kan? Dimana Yasha?"

"Yasha?"

To Be Continue

Thorn: Hai readers semua~~

Gempa: Aih, mana author?

Solar: Dia kena masalah dengan ayah ibunya

Taufan: Karena masalah nilai ujiannya yang hancur

Blaze: Ish 3X

Halilintar: Sudahlah, mari kita tutup chapter ini.

Ice: Ha'ah. Aku dah ngantuk lah

All Elementals: Sampai bertemu di chapter selanjutnya!