Anyeong readers….

Gomawo atas comments and reviews dari kalian semua.

Selamat membaca…

.

.

Previous story.

"Baiklah, aku akan menyusun rencana untukmu. Kau tunggu saja, dan jangan melakukan hal - hal yang mencurigakan. Kau sedang diawasi saat ini, jadi jangan menelponku sebelum aku menelponmu lebih dulu." Perintah Tuan Cho pada Kyuhyun.

"Aku mengerti." Jawab Kyuhyun setengah hati. Tuan Cho memutuskan panggilan tersebut setelah Kyuhyun mengakhiri ucapannya. Suasana semakin parah saja. Kyuhyun mengerang frustrasi. Tiba - tiba terdengar lagi suara langkah kaki seseorang di ruangan tersebut. Kyuhyun pun akhirnya menyadari bahwa ia sedang tidak sendirian di ruangan itu. Ia membuka tirai yang ada di pojok ruangan tempatnya menelpon tadi. Perlahan ia pun keluar dan mencari tahu siapa yang sedang bersamanya di ruangan tersebut.

Chapter 9

Dilihatnya seorang namja berpakaian serba hitam lengkap dengan topi dan kacamata hitamnya sedang melakukan sesuatu di dekat tumpukan barang - barang para member. Kyuhyun langsung melangkah mundur dan kembali ketempat ia menelpon tadi. Ditutupnya perlahan tirai yang ada didekatnya. Ia pun mulai mengawasi gerak gerik orang tak dikenal tersebut dari kejauhan.

"Yeoboseo."

"Ne. Aku sudah melakukannya hyung. Aku tidak menyangka pekerjaan ini begitu mudah."

"Aku akan segera kembali. Kau tenang saja, tidak ada yang mencurigaiku disini. Kalaupun ada yang melihatku aku tidak akan segan - segan menghabisinya hyung."

Kyuhyun bisa mendengar dengan jelas perkataan namja tersebut. Namun ia tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukannya, karena jarak mereka yang cukup jauh dan terhalang oleh beberapa pakaian yang di gantung diluar. Kyuhyun tidak keluar saat itu. Bukan karena ia takut, namun ia teringat perkataan Appanya tadi bahwa saat ini ia sedang diawasi. Namun, disisi lain Kyuhyun juga ingin mengetahui apa yang sudah dilakukan orang asing itu di ruang ganti khusus Super Junior member.

Akhirnya, dengan sedikit keraguan, Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar dan menghardik namja tersebut.

"Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kyuhyun sedikit panik.

'Sial, ternyata ada orang disini, apa dia melihat semua yang sudah aku lakukan?' batin namja tersebut. Tanpa pikir panjang namja tersebut mendekati Kyuhyun dan mencoba memukulnya. Namun dengan sigap Kyuhyun berhasil menghindar. Walaupun Kyuhyun bukanlah Siwon yang bisa taekwondo atau Sungmin yang menguasai material art, kalau hanya sekedar menghindari pukulan lawan ia juga bisa. Karena adegan perkelahian sudah sering dilihatnya di dalam games yang pernah dimainkannya. 'Ternyata main game sampai larut malam itu ada gunanya juga' batin Kyuhyun sambil mengeluarkan evil smirknya.

Namja itu tidak menyerah, sekali lagi ia mencoba mengeluarkan ilmu bela dirinya. Namun, untuk yang kedua kalinya Kyuhyun juga berhasil menghindari pukulan namja itu, walaupun ia sampai terduduk dilantai. 'Ternyata anak ingusan ini boleh juga, tapi aku tidak mau buang - buang waktu hanya untuk bermain - maindenganmu.' batin namja itu. Kemudian namja ia pun mengeluarkan sebuah suntikan dari jaket kulitnya, lalu dengan cepat menancapkannya di lengan Kyuhyun yang saat itu masih terduduk dilantai.

Kyuhyun sangat shock dengan serangan tiba - tiba dari namja itu. Ia pun baru menyadari bahwa namja itu sudah menyuntikkan sesuatu padanya. Mendadak Kyuhyun merasakan sakit yang teramat sangat di bagian perutnya. Kyuhyun pun meremas perutnya, mencoba mengurangi rasa sakit yang dirasakannya. Namun, rasa sakit diperutnya semakin menjadi.

"Huh, dasar pengacau! Untung saja aku membawa benda kecil ini. Ternyata benda ini memang sangat dibutuhkan dalam kondisi terdesak. Sampai jumpa anak ingusan. Aku harap teman - temanmu bisa menyelamatkanmu tepat waktu, hahaha!" Namja itu pun pergi dan meninggalkan Kyuhyun yang sedang menahan sakit dilantai.

Wajah Kyuhyun mulai memucat, seluruh badannya terasa lemas dan keringat mulai bercucuran di sekujur tubuhnya. Selain sakit yang terasa di bagian perutnya, ia juga merasakan sakit dikepalanya, nafasnya mulai terputus - putus, kaki dan tangannya mulai kesemutan, pandangannya perlahan juga menjadi kabur.

Kyuhyun tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Kyuhyun mencoba untuk berteriak, namun suaranya seperti tercekat ditenggorokkan. Yang bisa ia lakukan saat ini adalah memejamkan matanya dan berdo'a semoga salah satu hyungnya masuk keruang ganti dan menyelamatkannya.

.

.

.

"Ya! Kenapa kau lama sekali! Apa saja yang kau lakukan disana?"

"Sorry hyung. Tadi ada anak ingusan yang sedikit menggangu. Tapi kau tenang saja, aku sudah membereskannya."

"Kau ini ceroboh sekali! Bagaimana kalau dia melaporkanmu!"

"Tidak mungkin hyung. Kurasa saat ini ia sudah sekarat dan tinggal menunggu ajalnya saja, hahaha."

"Aisshh. Kenapa kau bisa seyakin itu? Apa kau tadi langsung membunuhnya ditempat?"

"Aku hanya menyuntikan racun yang pernah kau berikan padaku hyung. Ternyata benda kecil itu ada gunanya juga."

"Mengapa kau tidak langsung membunuhnya saja! Dasar kau! Kalau dia masih hidup dan mengacaukan semua recana kita, boss besar pasti akan marah!"

"Kau jangan khawatir hyung. Aku sangat yakin dia tidak akan selamat. Sudahlah hyung jangan dibahas lagi! Aku lelah!"

"Aisshh. Aku tidak akan membelamu kalau terjadi apa - apa lagi!"

"Kau tidak perlu repot - repot membelaku hyung. Hahaha!"

.

.

.

"Hyung, apa kau melihat Kyuhyun?" Tanya Eunhyuk pada Sungmin.

"Mwo? Bukankah tadi dia masih ada disini?" Jawab Sungmin seraya beranjak dari tempat duduknya.

"Kau ada perlu apa dengan Kyuhyun, Hyukie?" Tanya Donghae.

"Aku…, sebenarnya aku, ingin menanyakan sesuatu pada Kyunie." Ucap Eunhyuk ragu.

"Menanyakan apa Hyukie? Tidak biasanya kau seperti ini? Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?" Tanya Kangin curiga.

"Kau jangan ikut - ikutan bertingkah seperti Kyuhyun Hyukjae! Satu saja sudah membuat kami khawatir!" Cetus Heechul.

"Ani, aniyo…, aku tidak bermaksud seperti itu hyung. Sebenarnya…aku, aissh.., aku tidak tahu harus menceritakan ini pada kalian atau tidak hyung. Aku-" belum sempat Eunhyuk melanjutkan perkataannya, terdengar teriakan Ryewook dari depan pintu.

"HYUNGDEUL!" Teriak Ryewook. Ia terlihat sangat panik dan ketakutan.

"Kau kenapa Wookie-ah?" Tanya Shindong sambil menghampiri Ryewook.

"Kyu, Kyunie…." Ryewook tidak mengatakan hal lainya, ia hanya menyebut nama Kyuhyun kemudian berlari ke ruangan lain. Seketika semua hyungdeul pun mengikutinya.

Ternyata Ryewook berlari menuju ke ruang ganti mereka. Didalam ruangan terlihat Kyuhyun sudah tergeletak dilantai. Wajahnya sangat pucat dan tubuhnya sudah terbujur kaku. Sontak semua hyungdeul menjadi panik dan ketakutan melihat keadaan magnae mereka yang sudah seperti mayat hidup. Tanpa membuang banyak waktu mereka segera melarikan Kyuhyun ke Rumah Sakit.

.

.

.

Untuk yang kesekian kalinya hyungdeul menunggui Kyuhyun dengan penuh kecemasan. Selama dua bulan terakhir, mereka sudah tiga kali menunggui magnae mereka di Rumah Sakit seperti ini. Mereka seperti merasakan Déjà vu. Sejak kecelakaan yang hampir merenggut nyawa magnae mereka beberapa tahun silam, hyungdeul maupun Kyuhyun sendiri sangat tidak menyukai Rumah Sakit.

"Waeyo?" Suara sang leader memecahkan keheningan.

"Kau bertanya pada siapa hyung?" Tanya Hankyung, sedikit mengerutkan keningnya.

"Hyung, jangan menyalahkan dirimu lagi, jebal.." Donghae mulai merangkul pundak hyung tertuanya.

"Mengapa selalu Kyuhyun? Mengapa hal seperti ini selalu menimpa magnae kita?" Leeteuk bertanya, namun ia tidak tahu kepada siapa ia harus meminta jawaban.

"Sudahlah hyung, tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi bukan?!" Shindong ikut bicara.

"Tenanglah hyung, si evil magnae itu pasti akan baik - baik saja." Kangin mencoba menghibur sang leader.

"Apa tidak cukup dengan kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya waktu itu? Belum lagi dengan penyakit pneumothoraxnya yang belum sembuh. Lalu apa lagi sekarang?!" Leeteuk mulai menangis. Ia sudah tidak sanggup menahan emosinya.

"Hyung…sudah cukup… jangan bicara lagi..." Donghae memeluk Leeteuk. Ia pun tak kuasa menahan tangisnya.

"Kalau aku boleh memilih. Aku pasti akan mengantikan Kyunie untuk mengurangi rasa sakitnya." Kibum tiba - tiba bicara, sontak semua member menatapnya. Kibum sangat jarang bicara. Namun kali ini, sepertinya ia juga tidak dapat menyembunyikan perasaannya.

Siwon yang sejak tadi berdiri disamping Kibum segera merangkul dongsaengnya. Kibum hanya bisa menundukan wajahnya dalam - dalam. Ia tidak ingin memperlihatkan raut wajah sedihnya pada hyungdeul. Siwon tahu bahwa Kibum sangat memperhatikan kesehatan Kyuhyun. Kibum adalah orang yang paling sering menegur Kyuhyun jika Kyuhyun sudah sering melalaikan kesehatannya dengan bermain games tanpa ingat waktu. Ia juga sering membawakan Kyuhyun berbagai macam vitamin ketika ia kembali dari syuting dramanya dari luar negeri. Dan tentu saja vitamin itu tidak dalam bentuk obat - obatan, melainkan dalam bentuk permen, minuman kaleng dan sebagainya. Kibum sengaja melakukan itu agar Kyuhyun tidak menolak untuk meminumnya.

"Aku tidak ingin…hiks… terjadi apa - apa, pada Kyuhyunnie hyung hiks… Aku…aku tidak mau… kehilangan Kyunie..hiks..hiks.." Ucap Ryewook yang sejak tadi sudah menangis. Suara tangisnya semakin menjadi.

"Apa yang kau katakan Wookie-ah! Uri magnae akan baik - baik saja! Jangan bicara yang tidak - tidak!" Bentak Heechul. Ia sungguh tidak mengiginkan terjadi hal yang buruk pada Kyuhyun. Walaupun selama ini ia terlihat seperti hyung yang kurang memperhatikan dongsaengnya, namun sebenarnya ia sangat memperhatikan mereka semua, khususnya sang magnae.

"Wookie-ah, Kyuhyun adalah dongsaeng yang sangat kuat. Ia pasti bisa melewati ini dengan mudah." Ucap Yesung mencoba meredakan tangisan Ryewook. Namun bukannya mereda, tangisan Ryewook malah semakin kencang. Yesung pun segera memeluk dongsaeng kesayangannya itu, kemudian mengusap punggungnya perlahan berharap bisa menenangkannya.

"Aku juga takut hyung… Apa kau tidak lihat Kyuhyun tadi?…Hiks… Dia sudah seperti…hiks… Dan ini sudah yang ketiga kalinya hyung… Kalian juga tahu kan, hiks.., semenjak kecelakaan itu, tubuh Kyunie tidak sekuat dulu..hiks.. Ia lebih gampang sakit… Kibum benar, kalau boleh memilih, aku juga mau menggantikan Kyunie…hiks… Dia sudah terlalu sering… sakit, hiks… Aku tidak ingin, hiks.., dia merasakan sakit seorang diri hyung…hiks.." Eunhyuk pun ikut mengutarakan perasaannya.

Suara isak tangis Eunhyuk dan Ryewook semakin terdengar jelas. Donghae, Yesung, Siwon dan Leeteuk juga menangis, namun mereka menangis dalam diam. Sedangkan member lainnya, masih berusaha untuk terlihat tegar, meskipun sebenarnya hati mereka juga ikut menangis.

"Kalian semua tenanglah. Kyunie pasti selamat! Aku yakin itu!" Tegas Sungmin. Namun, jauh di lubuk hatinya ia merasakan sedikit keraguan. Entah mengapa, pikirannya terus mengatakan bahwa Kyuhyun akan selamat dan akan baik - baik saja. Akan tetapi, perasaannya mengatakan sebaliknya.

Beberapa saat kemudian suasana kembali hening. Hanya suara isakan tangis dari beberapa member yang sesekali masih terdengar.

.

.

.

Tuan Cho berlarian memasuki Rumah Sakit tempat Kyuhyun dirawat. Ia terlihat sangat panik. Bahkan saking paniknya, ia tidak sempat untuk menggunakan penyamaran seperti biasanya. Orang - orang yang ada di rumah sakit sempat menoleh kearahnya. Ia terus berlari sampai kemeja resepsionis. Kemudian menanyakan ruangan tempat Kyuhyun dirawat.

Setelah mendapatkan yang ia inginkan. Tuan Cho kembali berlari sambil mencari ruangan yang ia tuju. Tidak lama kemudian, ia sudah berada didepan pintu kamar tempat Kyuhyun dirawat. Tanpa pikir panjang Tuan Cho langsung membuka pintu ruangan tersebut. Hyungdeul secara serempak menoleh kearah pintu. Mereka sempat kaget dengan kedatangan Tuan Cho.

Tuan Cho seketika menyadari bahwa semua pandangan sedang tertuju padanya saat ini. Ia juga baru menyadari kalau saat ini ia sedang tidak menggunakan penyamaran apapun. Lee Soo Man yang saat itu sedang bersama para member segera mendekati Tuan Cho dan mengajaknya masuk.

"Bagaimana keadaan Kyunie Soo Man-shi?" Tanya Tuan Cho yang masih panik.

"Uisa mengatakan massa kritisnya sudah lewat. Untunglah hyungdeulnya dengan sigap segera membawa Kyuhyun-shi ke Rumah Sakit." Jelas Lee Soo Man.

"Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" Tuan Cho bertanya lagi.

"Uisa mengatakan kalau Kyuhyun keracunan. Tapi Uisa belum menjelaskan semuanya lebih detail. Saat ini kami juga masih menunggu Uisa." Kali ini Leeteuk yang menjawab pertanyaan Tuan Cho.

Tuan Cho menatap Leeteuk, kemudian mengarahkan pandangannya pada member lainnya. Ia bisa melihat kekhawatiran diwajah setiap member. Beberapa dari mereka bahkan terlihat menangis dalam diam. Tuan Cho merasa bersyukur karena selama ini ia sudah membiarkan Kyuhyun tinggal bersama orang - orang yang tepat. Jelas terlihat bahwa semua member sangat menyayangi Kyuhyun. Tuan Cho pun akhirnya memutuskan untuk memperkenalkan dirinya.

"Mianhae, kalian pasti bingung dengan kedatanganku. Perkenalkan saya Cho Young Hwan, Appa Kyuhyun." Tuan Cho hanya memperkenalkan dirinya dengan singkat. Ia tidak ingin menjelaskan pada semua member alasan mengapa ia baru muncul saat ini.

Beberapa member sempat kaget dengan apa yang baru saja mereka dengar. Ternyata pria yang pernah mereka lihat digedung SM beberapa pekan yang lalu adalah Appa Kyuhyun. Kemudian mereka semua serempak memberi salam pada Tuan Cho dan memperkenalkan diri mereka satu - persatu.

Tidak lama setelah acara perkenalan mereka selesai, Uisa Park masuk keruangan Kyuhyun.

"Maaf mengganggu." Ucap Uisa Park membuka pembicaraan. Semua hyungdeul menoleh kearahnya, termasuk Tuan Cho.

"Jung Hyun-ah." Ucap Tuan Cho setelah melihat Uisa Park. Ternyata ia mengenal Uisa Park.

"Omo! Youngie. Apa ini benar kau?!" Tanya Uisa Park sambil melangkahkan kakinya mendekati Tuan Cho.

"Ne, ini aku, Uisa Park Jung Hyun." Jawab Tuan Cho sambil memeluk sahabatnya.

Ruangan Kyuhyun mendadak berubah menjadi lokasi reunian antara Tuan Cho dan Uisa Park. Ternyata mereka sudah menjalin persahabat sejak duduk dibangku Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Mereka berdua sangat akrab. Namun beberapa tahun setelah lulus dari perguruan tinggi mereka berpisah, dikarenakan Uisa Park akan melanjutkan kuliahnya diluar negeri.

"Kenapa kau bisa ada disini Youngie?" Tanya Uisa Park.

"Oh, em.., pasien yang saat ini sedang kau tangani. Dia anakku dan Hye Rin. Cho Kyuhyun." Jawab Tuan Cho agak ragu.

Uisa Park telihat kaget setelah mendengar pernyataan sahabatya. Ia tidak menyangka pasien yang selama ini sudah mempunyai tempat tersendiri dihatinya adalah anak dari sahabatnya. Tenyata rasa pedulinya terhadap Kyuhyun yang ia rasakan selama ini adalah rasa kasih sayangnya pada anak dari sahabat baiknya dan juga anak dari wanita yang selama bertahun - tahun sudah menetap di hatinya. Ya, Uisa Park sampai saat ini masih menaruh hati pada istri sahabatnya sendiri. Ia sudah berusaha untuk melupakannya, namun ia tidak bisa. Mereka sudah saling kenal bahkan sebelum Eomma Kyuhyun bertemu dengan Tuan Cho.

Sebenarnya, alasan utama kepergian Uisa Park keluar negeri 23 tahun yang silam adalah karena pada saat itu ia ingin melupakan Eomma Kyuhyun. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya sendiri yang saat itu sudah resmi bertunangan dengan wanita yang di cintainya. Uisa Park dan Tuan Cho bukan hanya teman dekat, namun mereka sudah seperti saudara sedarah. Oleh karena itu, Uisa Park mencoba mencari alasan agar dapat pergi dari kehidupan mereka dan mengobati luka di hatinya dengan melanjutkan studinya ke luar negeri.

Tiba - tiba suara Tuan Cho menyadarkan Uisa Park yang teringat akan kenangan masalalunya yang cukup pahit.

"Oh ya, mianhae sudah membuat kalian bingung. Sebenarnya Aku dan Jung Hyun sudah bersahabat sejak lama. Namun kami sempat berpisah selama kurang lebih 23 tahun yang lalu dan baru bertemu kembali hari ini." Jelas Tuan Cho pada Lee Soo Man dan para member.

"Tidak masalah Tuan Cho. Kami sangat mengerti. 23 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Kalian pasti sudah saling merindukan satu sama lain dan ingin bercengkrama lebih lama." Ucap Lee Soo Man diikuti anggukan dari para member lainnya.

"Oh, aku baru ingat. Aku kesini ingin memberitahu kalian bahwa saat ini aku akan memeriksa kondisi Kyuhyun-shi untuk mengecek perkembangannya dan kalian baru bisa kembali menjenguknya besok." Jelas Uisa Park.

"Ne Uisa. Kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Lee Soo Man sambil memberikan kode pada semua member untuk mengikutinya. Tanpa protes sedikitpun, para member menurutinya, karena mereka tahu Lee Soo Man tidak akan senang jika ada yang membantahnya.

Setelah Lee Soo Man dan semua member meninggalkan ruangan, Uisa Park segera memeriksa keadaan Kyuhyun. Ia memeriksa Kyuhyun sambil menatapnya intense. Ia baru menyadari bahwa wajah Kyuhyun sangat mirip dengan Eommanya. Sekali lagi suara Tuan Cho membuyarkan pikiran Uisa Park.

"Jung Hyun-ah apa sebenarnya yang terjadi pada anakku?" Tanya Tuan Cho yang mulai cemas.

"Ikut aku keruanganku sekarang. Aku tidak ingin menggangu istirahat Kyuhyun dengan membicarakan kondisinya disini." Uisa Park segera melangkahkan kakinya keluar ruangan. Tuan Cho pun segera mengikut dibelakangnya.

Sesampainya di ruang kerjanya, Uisa Park segera menutup pintu rapat - rapat dan menguncinya dari dalam.

"Jung Hyun-ah, bisa kau jelaskan padaku sekarang, apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun?" Tuan Cho kembali bertanya.

"Justru akulah yang seharusnya bertanya padamu Young-ah. Mengapa kondisinya bisa seperti ini? Saat ini ia terkena racun arsenic. Aku rasa ada yang dengan sengaja menyuntikkan racun itu pada Kyuhyun, karena aku mendapatkan bekas suntikan dilengannya." Jelas Uisa Park, ia mulai menatap Tuan Cho dengan tatapan curiga.

"Mwo? Racun arsenic? Bukankah itu racun yang mematikan?" Tuan Cho semakin panik.

"Ne, itu memang racun mematikan. Untungnya racun yang diterima Kyuhyun tidak dalam dosis yang mematikan. Namun, yang jadi masalahnya saat ini adalah efek dari racun tersebut." Uisa Park berhenti sejenak, lalu menarik nafasnya dalam - dalam. "Walaupun saat ini kami sudah berhasil mengeluarkan semua racun dari dalam tubuhnya, tapi tetap saja racun tersebut sudah merusak sel - sel jaringan pada tubuh Kyuhyun." Kali ini Uisa Park juga terlihat sangat cemas.

"Apa maksudmu Hyun-ah? Katakan dengan jelas! Jangan berbelit - belit!" Tuan Cho sudah tidak dapat mengotrol emosinya.

"Ketika racun arsenic sudah memasuki tubuh seseorang, maka ia akan menyisakan zat karsinogenik... Itu adalah zat penyebab kanker." Uisa Park menghembuskan nafas beratnya.

Tuan Cho hanya bisa terdiam. Ia sudah tidak sanggup untuk berbicara. Beberapa jam yang lalu ia baru saja memperingatkan Kyuhyun untuk lebih waspada dan berhati - hati, namun sekarang hal buruk sudah terjadi. Tuan Cho semakin merasa bersalah dan merutuki dirinya. Tubuhnya tiba - tiba terasa lemas. Ia pun mendudukan dirinya di kursi yang berada tidak jauh dari meja kerja Uisa Park.

"Young-ah, apa sebenarnya yang terjadi pada Kyuhyun? Beberapa pekan yang lalu ia baru saja dirawat disini karena pneumothoraxnya yang kambuh. Dan sekarang, siapa yang sudah dengan sengaja meracuninya?" Uisa Park mencoba meminta penjelasan dari Tuan Cho.

Tuan Cho masih diam seribu bahasa. Saat ini perasaannya sudah tidak karuan. Ia merasa takut, kesal, sedih, kecewa, semua perasaan itu dirasakannya dalam satu waktu.

"Lalu, apa kau sudah tahu berapa banyak bekas luka yang ada ditubuh Kyuhyun? Apa saja yang kau lakukan selama ini? Apa kau tidak bisa menjaganya dengan baik?! Ayah macam apa kau!" Uisa Park sudah mulai kesal dengan Tuan Cho yang hanya diam saja.

Tuan Cho hanya bisa menundukan kepalanya. Matanya mulai terasa panas. Ia tak dapat membendung air matanya yang hendak keluar. Uisa Park semakin dibuat bingung oleh sahabatnya yang sejak tadi hanya bisa diam dan saat ini tiba - tiba meneteskan air matanya.

"Mianhae…Youngie, apa aku masih kau anggap sebagai sahabatmu? Kau bisa membagi semua beban hidupmu padaku. Aku sungguh tidak keberatan. Justru aku sangat senang jika aku bisa membantu meringankan bebanmu. Kumohon Youngie, ceritakanlah padaku apa yang sebenarnya terjadi?" Uisa Park mendekati Tuan Cho dan mendudukan dirinya tepat disamping Tuan Cho.

Tuan Cho sadar bahwa selama ini ia merasa sangat tersiksa. Ia tidak punya seseorang yang dapat mendengarkan kisah hidupnya. Ia tidak punya seseorang yang dapat dijadikan sebagai tempat bersandar dan berkeluh kesah. Apalagi dalam kondisi yang begitu pelik seperti saat ini. Disatu sisi Tuan Cho tidak ingin membiarkan Kyuhyun terlibat dalam dunia bisnis dan perniagaan yang bisa membahayakan nyawanya sendiri, namun disisi lain ia juga tidak bisa memungkiri bahwa Kyuhyun merupakan satu - satunya orang yang bisa menyelamatkan kehidupan banyak orang.

Tuan Cho tak kuasa lagi menahan bebannya sendirian. Ia pun menceritakan segalanya pada sahabat satu - satunya yang ia miliki saat ini. Ia mencurahkan semua kesedihannya, kekecewaanya, penyesalannya, serta dilemma dari semua masalah yang sudah menemani hidupnya selama ini. Mulai dari kejadian mengerikan yang merenggut nyawa wanita yang sangat dicintainya, kemudian tentang kesalahan fatal yang telah dilakukannya dengan menitipkan Kyuhyun pada Jin Hoo, sampai dengan takdir Kyuhyun sebagai seorang pewaris tunggal perusahaan milik Appanya.

Uisa Park sungguh tidak menyangka bahwa sahabatnya yang sangat ia sayangi dan dibanggakannya karena kecerdasan, ketenaran, serta segala kemujuran hidupnya, saat ini sedang menangis pilu dipelukannya. Menangisi kehidupannya yang selama ini sudah membuatnya sulit untuk menemukan kata kebahagiaan. Sosok tegar seorang Cho Young Hwan yang ia kenal selama ini sudah menghilang, yang tersisa hanyalah sosok Cho Young Hwan yang rapuh dan menyedihkan.

.

.

.

TBC

Gomapseumnida... tuk para reader dan reviewer yang sudah membaca ff ini.

Tuk para reviewers setia, gomawo atas semua komen dan saran kalian yang sudah menginspirasi author.

Mianhae, balasan review ch. 8 dirapel di ch. selanjutnya yach.. Boleh kan? Boleh ya? Boleh donk? Author gak terima jawaban No! kekeke... maksa bgt! #dikeroyok reviewers.

Tuk para readers yang belum sempat ngereview, author selalu menunggu review kalian... pliiiizz don't be silent reader... wokeh!

Mian lagi kalo ch kali ini lebih pendek dari yang kmaren, coz author msh banyak kerjaan (gak da yang nanya ya,hehe). Tapi untungnya masih bisa nyicil tuk buat ff ini disela kesibukan author (sok sibuk bgt yach). #jangan heran author lg cuap2 gak jelas... author lg berusaha ngilangin kosa kata 'hiatus' yang sudah sedari tadi mengganggu pikiran author, coz ceritanya bikin nyesek, jd gak sanggup tuk ngelanjutinnya (kog jadi curhat thor? mianhae)

Ditunggu reviewnya, OK! Gomawoooo...