Naruto: The Legend of Ninja

Author : Kazune Uzumaki

Disclaimer : Punyanya Masashi Kishimoto, cuma minjem doang...

Genre : Adventure & Friendship

Pair : tar juga tahu...

Warning : gaje, typo, banyak spoiler, ooc, strong!naru, good!naru, smart!naru, life!MinaKushi, jinchuuriki!Menma

Summary : Uzumaki Naruto, seorang anak yang tak dianggap oleh keluarganya dan penduduk desa, menyimpan kekuatan besar dalam dirinya, berusaha untuk menjadi kuat untuk melindungi orang yang berharga baginya dan mendamaikan dunia. Akankah dia bisa melakukannya?

Chapter 9

Tok Tok Tok

"Ya, tunggu sebentar." Terdengar sebuah suara cempreng khas milik Naruto.

Cklek

Setelah pintu iyu dibuka terlihatlah Naruto yang menggunakan kaos putih dengan lambang klan Uzumaki di bagian depan dan celana pendek hitam. " Oh, Hatake-sensei. Ada apa?"

"Kita akan melaksanakan misi. Berkumpul di ruangan Hokage sekarang."

Pooft

Setelah mengatakan hal itu, Kakashi meghilang dalam kepulan asap tanpa memperdulikan wajah Naruto yang memerah menahan emosi. "Dasar Sensei kampret." Gerutunya sambil masuk kedalam apartemennya.

Skip Time

Di kantor Hokage, tim 7 telah berkumpul. Mereka menunggu satu orang lagi untuk bisa mengabil misi.

Tok

"Hah... Masuk." Suara seorang kakek yang berdiri sambil menatap luar jendela.

Cklek

Setelah pintu terbuka terlihat Naruto yang masuk mengenakan kaos biru dongker lengan pendek dengan rompi berwarna oranye dan celana panjang oranye serta sepatu ninja biru. Naruto masuk ruangan dengan wajah yang kalem bercampur kesal. "Setidaknya ketuklah pintu sebanyak tiga kali, Naruto-kun." Ucap Hiruzen yang menasehati Naruto.

"Kalau satu saja sudah cukup kenapa harus tiga?" Balas Naruto yang terkesan cuek. Mendengar balasan dari Naruto membuat Hiruzen sedikit emosi. "Kau ini... Kalau dinasehati orang tua itu didengarkan.!" Ucap Hiruzen setengah berteriak. "Ha'i, ha'i." Ucap Naruto tidak peduli.

'Sepertinya kami dilupakan.' Batin mereka yang ada di sana kecuali Hiruzen dan Naruto. "Ya-yah, kita kembali ke fokus pembicaraan kita. Karena kalian berlima, maka aku akan memberikan kalian misi rank-C, mengantar seorang pembuat jembatan pulang ke rumahnya. Tazuna-san Silahkan masuk."

"Jadi ini ninja yang akan mengantarku? Lemah sekali... Bahkan dari mereka berlima yang terlihat meyakinkan hanya pria bermasker itu." Ucap seorang kakek yang mengenakan caping sambil membawa sebotol sake di tangan kanannya.

"Jadi... seorang Uchiha dan kedua putraku belum cukup untuk melindungimu?" Ucap Minato tersenyum dengan aura yang mengerikan. 'Sekarang aku tahu bagaimana Naruto bisa semengerikan itu.' Batin Sasuke dengan keringat sebesar biji jagung di dahinya. Sedangkan Naruto yang mendengar ucapan Minato tertegun. Lalu tersenyum sesaat walau tidak ada yang menyadarinya.

"O-oh, ma-maaf. Sa-saya tidak tahu kalau ada putra anda... a-aha-ahahaha..." Ucap Tazuna yang gelagapan. Yah, mengatai putra Hokage di depan wajahnya sendiri itu merupakan sebuah kekeliruan.

"Ya, tidak apa-apa. Sekarang silahkan perkenalkan diri anda dan tujuan anda menyewa ninja kami." Ujar minato yang sudah kembali seperti sebelumnya.

"Ha'i. Namaku Tazuna, aku menyewa kalian untuk melindungiku selama aku menyelesaikan jembatan yang kubuat di Nami no Kuni."

"Ano... Bukankah Nami no Kuni itu lebih dekat dengan Kirigakure? Kenapa anda tidak meminta bantuan dari sana?" tanya Naruto yang memasang wajah seriusnya.

"Memang desa kami lebih dekat dengan Kirigakure, hanya saja saat ini di Kirigakure sedang ada perang saudara. Jadi tidak mungkin kalau aku meminta batuan dari sana." Jawab Tazuna sambil tersenyum hambar.

'Perang ya...' Batin Naruto miris.

"Sumimasen, Hokage-sama. Bisakah kami bersiap sekarang?" Sebuah suara feminim mengintruksi pandangan mereka semua menjadi ke arah asal suara itu. "He? Ke-kenapa kalian menatapku seperti itu? Memangnya ada yang salah?"

"Seperti yang dikatakan muridku, bisakah kami pulang dan bersiap, Hokage-sama?"

"A-ahh... Baiklah kalian bisa keluar sekarang. Dan untuk Tazuna-san..." Minato menyela ucapannya yang sukses membuat orang yang dipanggilnya berkeringat dingin. "Ha-hai?"

"... Silahkan menunggu di gerbang utama." Lanjut sang Hokage membuat Tazuna lega. Akhirnya mereka semua meninggalkan ruangan itu. Namun sebelum mereka benar-benar meninggalkan tempat itu Naruto kembali bersuara.

"Sandaime-Jiji, bisa kau temui aku di tempat biasa? Ada satu hal yang ingin aku bicarakan denganmu." Ucap Naruto dan hanya diberi anggukan oleh Hiruzen sebagai tanda 'ya' pada permintaan Naruto tadi.

Skip Time

Tempat Naruto cs nogkrong (Taman dekat sungai, yang gak tahu

tempatnya ada di beberapa chapter kemarin waktu naruto ngobrol sama

sasuke.)

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Naruto-kun?" Tanya Hiruzen pada Naruto. Naruto yang mendengar ucapan Hiruzen hanya menundukan kepala merahnya. "Bisa Jiji ceritakan padaku perang yang terjadi di Kirigakure?" tanya Naruto. "Yah, kalau yang Jiji tahu hanya sebatas perang antara pendukung Yondaime Mizukage Yagura dengan Pasukan yang memiliki Kekkei Genkai. Selebihnya aku tidak tahu lagi."

Mendengara cerita dari Hiruzen membuat Naruto menjadi geram. Ia mengepalkan kedua tangannya menahan emosi. "Bisakah..."

"Bisakah Jiji mengirimkan beberapa ANBU terbaik yang Jiji miliki?" Pinta Naruto dengan suara yang agak lemah dan masih menundukkan kepalanya. "Sudah cukup... Sudah cukup, tidak perlu ada pertumpahan darah lagi. Sudah cukup mereka berkorban demi perdamaian... Aku ingin membantunya walau hanya sebuah hal kecil... Aku... Aku... Sangat ingin membantunya. Jadi, kumohon jiji, tolong hentikan perang di Kirigakure." Sambil bersujud di depan Hiruzen, Naruto menangis.

Hiruzen yang mengerti dengan arah pembicaraan ini hanya menghela napas. "Jiji mengerti, dan akan Jiji usahakan." Balas Hiruzen. Mendengar ucapan dari orang di depannya ini akhirnya mendongakkan kepalanya dan terlihat kegembiraan di wajah Naruto.

Naruto pun bangkit dan berogiji di depan Hiruzen. "Arigatou Hiruzen-jiji. Sekarang aku harus menjalankan misi, doakan semoga aku berhasil ya, Jiji." Ucap Naruto lalu pergi dengan melompati atap rumah. 'Suatu saat nanti, kau akan menjadi seorang Hokage yang hebat, Naruto.' Batin sang Sandaime sambil menatap kepergian Naruto.

Namun, baru beberapa saat, Naruto kembali lagi. "Jiji, sekalian ajak mereka beraliansi dengan kita." Imbuhnya sebelum pergi lagi. 'Harus ku akui walau dia itu jenius, kadang dia juga mudah lupa.' Batin Hiruzen tersenyum membayangkan sifat Naruto.

Gerbang Utama Konoha

Tim 7 place

"Kenapa mereka berdua lama sekali... Ini sudah lewat dari perjanjian awal." Gerutu Sakura karena jengkel dengan kebiasaan senseinya yang tidak bisa hilang itu, dan kini ditambah Naruto. Tak lama kemudian terlihat dari kejauhan seorang anak laki-laki yang sedang berlari ke arah mereka sambil melambaikan tangan.

"Hn." Ucapan singkat, padat, dan nggak jelas dari Sasuke. Ciri-ciri Uchiha, hemat kata...

"Oi... Minna... Maaf sudah membuat kalian menunggu..." Teriak seseorang dari kejauhan sambil berlari menuju arah Sakura cs. Seseorang itu memiliki ciri fisik berambut hitam jabrik, mengenakan kaus lengan pendek berwarna biru yang dibalut rompi oranye dan celana panjang berwara oranye dengan ujung yang digulung. Dia adalah Naruto, yang katanya akan jadi Hokage melampaui pendahulunya.

Pooft

"Yo, maaf tadi sensei tersesat di jalan kehidupan." Sapa Kakashi sambil memberikan eye smile. "Sensei, bukankah sudah kubilang untuk tidak terlambat?"

"Baka Dobe, kalau mau mengingatkan orang berkacalah terlebih dulu." Sindir Sasuke pada Naruto. "Urusai Teme, lagipula sensei sudah berjanji pada kita sedangkan aku belum berjanji." Balas Naruto tidak mau kalah. "Akui saja Naruto, tidak ada yang marah jika kau mau mengakuinya... Yah tapi kalau kau mungkin tidak mau mengakuinya bukan, Usuratonkachi." Kini Naruto sedang dipojokan oleh kata-kata indah Sasuke. Sedangkan Naruto terlihat kesal dengan apa yang Sasuke ucapkan tentangnya. "Siapa yang kau panggil Usuratonkachi, Ahosuke?" Balas Naruto setengah berteriak. "Tentu saja kau Bakaruto, memangnya siapa lagi."

"Kau menantangku hah?"

"Aku tidak menantang, tapi jika itu yang kau inginkan, akan ku layani."

Sedangkan yang lainnya hanya panik dan sweatdrop dengan keadaan saat ini. "Ka-kalian berdua... BERHEN- "

"JAN KEN PO" Belum selesai Sakura berteriak, Sasuke dan Naruto terlebih dahulu berteriak dan sukses membuat yag lain makin ketingg-eh... membuat yang lain terjungkal.

"BAKAYARO!"

Duagh...

Teriak Sakura dan Menma sambil menjitak kepala Naruto (Sakura) dan Sasuke (Menma) tepat di belakang kepala mereka sehingga membuatnya terdorong ke depan.

Chuup...

Alhasil Naruto dan Sasuke berciuman dan membuat Sakura menjadi shok. "KONOYARO... APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!"

Yah... kita skip aja ya bagian ini...

Perjalanan ke Nami no Kuni

Dalam perjalanan, terlihat wajah Naruto dan Sasuke yang kesal. Terbukti dari wajahnya yang seperti sedang menahan 'sesuatu'. Yah karena kejadian tadi, mereka jadi seperti itu. Sedangkan sang pelaku hanya senyum-senyum sambil menggaruk bagian belakang kepala. "Yare yare.. kalian lebih baik berdamai saja, tidak baik kalau teman satu tim bertengkar." Lerai Kakashi yang melihat situasi sedang kurang baik.

Mendengar nasehat dari Kakashi, Naruto hanya menghela napasnya agar tidak emosi lagi. "Ne, Ossan. Apa perjalanan kita masih jauh?" Ucap Naruto mencairkan suasana. "Yah, kalau kita berjalan kaki dan tidak ada halangan, kemungkinan kita akan sampai nanti sore." Jawab Tazuna sambil memasang pose berpikir.

"Tidak ada halangan? Memangnya apa yang akan menghalangi kita? Apa itu Shinobi dari desa lain?" Ucap Naruto semangat. "Ini hanya misi rank-C, Naruto. Kita tidak akan melawan Shinobi, mungkin hanya bandit." Penuturan dari Kakashi membuat semangat Naruto pudar. Namun, beberapa detik setelah itu wajahnya menjadi bingung. "Bukankah saat ini Kirigakure sedang ada perang? Bisa saja kita bertemu satu atau dua Shinobi dari Kirigakure."

"Yah, itu bisa juga. Tapi kalau mereka bertemu kita, apa yang mereka incar? Mereka pasti tidak mengenali kalian." Balas Kakashi menanggapi argumen Naruto. "Mereka memang tidak mengenali kami, tapi bagaimana dengan Sensei? Pasti mereka mengenalmu bukan? Ditambah jika mereka mengetahui marga Menma-sama, dan Ahosuke. Mereka pasti akan mengincar kalian." Naruto kembali mengeluarkan argumen yang kuat sampai membuat kakashi kuwalahan menjawab argumen itu. 'Analisa yang mengerikan.' Batin Kakashi beridik ngeri mendengar argumen Naruto. Dan setelah itu, keheningan melanda kelompok Kakashi.

Setelah beberapa menit perjalanan, mereka sampai di Perbatasan Konoha. "Oy, Teme. Jika nanti kita beremu ninja apa yang akan kau lakukan?" Tanya naruto memecah keheningan. "Tergantung jumlah dan pangkat mereka." Balas Sasuke. "Hmm... bagaimana jika dua dan setara dengan Chuunnin atau Jounnin?" Tanya Naruto lagi. "tergantung posisi mereka dengan kita." Balas sasuke lagi. Mendengar pecakapan itu Kakashi menjadi bingung. 'Apa yang sebenarnya mereka bicarakan.' Batinnya penasaran.

"Jika mereka berada di sisi kiri dan kanan kita?" Naruto kembali bertanya. "Aku akan menghajar yang kiri." Balasnya. "Lalu yang kanan mau kau apakan?" Tanya Naruto yang agak kesal. "Tentu saja kau yang menghajarnya. Aku masih ingat kawan."

"Hahh... kau ini, sepertinya kau mulai terkena syndrom Shikamaru. Yah, tidak usah dipikirkan... Hmm... Kalau begitu... Sakura, tolong kau hitung mundur dari... Umm... 15."

"Memangnya kenapa?" Tanya Sakura bingung dengan permintaan Naruto. "Sudah lakukan saja..."

"Ha'i... 15... 14... 13... 12... 11..." Sakura pun mulai mengitung mundur.

'Jadi begitu ya. Naruto... Kau memang jenius.' Batin Kakashi setelah mengerti dengan situasi saat ini.

"10... 9... 8... 7... 6..." Naruto dan Sasuke saling pandang (jangan jorok ya...) seakan mengerti maksud dari temannya itu, Sasuke hanya diam dan bersiap. Mereka pun melewati genangan air yang ada di sisi kanan dan kiri jalan.

"5..." Tepat pada hitungan kelima, muncul riak pada genangan air yang mereka lewati tadi seakan ada getaran yang yang membuat riak itu.

"4..." Muncul gundukan di tengah kedua genangan air itu.

"3..." Genangan itu semakin tinggi. " 2..." denangan itu berhenti bergerak pada tinggi yang sama dengan Kakashi. "1..." Dari kedua gundukan itu muncul dua orang. "0."

"Ikuzo, Sasuke." Ucap Naruto sambil membuat sebuah Hand seal. "Chakura fuin : Kai!"

Craang

Craang

Craang

Lima rantai cakra keluar dari punggung Naruto dan mengikat kedua Shinobi yang terlihat kembar itu. "KONOYARO! APA YANG KAU LAKUKAN? KAU MERUSAK RENCANAKU!" Teriak Sasuke yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Naruto. "Bagaimanapun juga, rencanamu itu tidak efisien dan terlalu membuang tenaga. Benar 'kan, Hatake-Sensei?" Seakan tidak takut dengan sang Uchiha, Naruto bersikap tenang dan terlihat serius. Sasuke yang tahu kalau Naruto saat ini sedang serius langsung diam. Dia tahu bagaimana kemampuan Naruto saat dia sudah serius. Hanya ada satu kata, Mengerikan.

"Sensei, aku tidak bisa mengintrogasi. Bisakah sensei mengintrogasi mereka?" Tanya Naruto denga nada yang agak datar. "Yah, baiklah. Aku akan mengintrogasi mereka." Setelah mengatakan itu, Kakashi melangkah mendekati kedua Shinobi yang masih dirantai oleh Naruto. "Gouzu (kanan) dan Meizu (kiri) dari Kirigakure. Katakan, apa tujuan kalian sebenarnya." Ucap Kakashi datar.

"Kheh, kau pikir aku akan mengatakannya? JANGAN BODOH!" Teriak salah satu dari mereka. 'Kalau dilihat dari Hittai-ate mereka, sepertinya mereka dari Kirigakure.' Batin Naruto. "Ku akui kalau dia memang hebat. Tapi..."

"... Jangan pernah meremehkan kami, gaki." Tiba-tiba mereka sudah berada di belakang Naruto. 'Se-sejak kapan?' Batin Naruto yang terkejut sambil menoleh ke belakang. Gouzu mengambil posisi untuk memukul kepala Naruto. Sedangkan Naruto yang masih terkejut tidak sempat menghindar dan hanya melindungi kepalanya dengan menyilangkan kedua tangannya di depan kepalanya.

Duagh

Braak

Naruto yang terkena hantaman dari Gouzu menabrak pohon. "Ohok..." Naruto sedikit memuntahkan air liurnya karena kejadia tadi. "Sakura, Menma. Kalian berdua, cepat lindungi Tazuna-san." Perintah dari Kakashi langsung dilaksanakan oleh Sakura dan Menma. "Ha'i"

"Selanjutnya..." Mereka pun menghilang dan muncul di depan Sakura dan Menma. Naruto yang melihat itu tidak tinggal diam, dia bangkit dan berlari menuju mereka. Begitu pula Sasuke, berlari menuju kedua Ninja Kiri itu. "JANGAN PERNAH MEREMEHKAN AKU!" Teiak Naruto dan Sasuke sambil meninju kepala Gouzu dan Meizu. Gouzu dan Meizu yang mati langkah pun hanya pasrah menerima bogeman dari dua bocah itu.

Buaagh...

Buaagh...

Braak

Dua pukulan itu sukses menjatuhkan Ninja kiri itu. Melihat sebuah kesempatan, Menma dan Kakashi berlari menuju kedua orang yang terkena double punch tadi dan langnsung mengunci pergerakan kedua Shinobi itu. "Kerja bagus, Naruto, Sasuke, dan Menma. Sekarang kita akan mengintrogasi mereka." Ucap kakashi yang kini duduk di atas badan Meizu.

"Ano... Sensei, sepertinya kita tidak bisa melakukan introgasi. Lihat, mereka berdua sudah pingsan." Ucap Sakura sambi menunjuk kedua korban tadi bergantian. Mendengar ucapan dari Sakura, Kakashi dan Menma melihat ke arah korban kuncian mereka dan ternyata mereka berdua benar-benar pingsan.

"Yare yare, termyata pukulan kalian berdua kuat juga ya..." Puji Kakashi pada Naruto dan Sasuke sambil memberikan eye smile pada mereka berdua. Pandangan Kakashi pun beralih ke arah Tazuna. "Tazuna-san, kenapa mereka berdua yang notabene adalah Shinobi menyerang kita? Bukankah ini hanya misi rank-C?" Ucapnya serius.

"Hah... sepertinya aku harus jujur. Yah, saat ini Nami no Kuni sedang dalam kekuasaan Gatou, seorang mafia. Dia sering menyelundupkan barang dari pasar gelap dan memeras kami warga Nami no Kuni. Dan aku bertekad untuk membuat jembatan agar keadaan ekonomi desa kani membaik." Jelas Tazuna.

"Kenapa harus menggunakan jembatan? Kenapa tidak menggunakan perahu saja?" Tanya Menma. " Karena kalau menggunakan perahu, pasti akan dikenakan pajak oleh Gatou, jadi satu-datunya cara adalah membuat jembatan." Jawabnya.

"Jadi Sensei, apa rank misi kita sekarang naik menjadi rank-B?" Tanya Naruto antusias. "Yah, kalau dilihat dari musuh, kemungkinan misi ini akan menjadi misi rank-B." Jelas Kakashi. "YOSHA... Ini akan jadi misi yang seru... Ayo Tazuna-Ossan, kita akan ke rumahmu."

"Oi, Naruto... Jangan seenaknya memutuskan. Ini bukan misi yang mudah. Bisa saja di tengah jalan kita akan bertemu dengan ninja setingkat atau melebihi Kakashi-sensei." Ucap Menma. "Itu tidak mungkin, saat ini Kirigakure sedang terjadi perang. Jadi tidak mungkin jika Gatou itu mengirimkan Ninja sekelas Kakashi-sensei yang dikirim." Balas Sasuke. "Yah, apalagi dia itu mantan ketua ANBU. Jadi sangat tidak mungkin jika orang yang benama Gatot itu mengirimkan Shinobi elit yang setingkat dengan Hatake-sensei ." Imbuh Naruto sambil memasang pose berpikir.

"HEEH?" Teriak Menma dan Sakura. "Namanya Gatou, bukan Gatot, Naruto." Koreksi Kakashi. "Maa... sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan sebelum matahari terbenam." Usul Kakashi. "OAH!" Jawab Naruto semangat. Dan akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Nami no Kuni.

Other Side

Di sebuah ruangan yang remang-remang, terlihat ada dua buah sofa panjang behadapan dengan meja yang berada tepat di tengah-tengah kedua sofa itu. Beberapa orang sedang berkumpul, dua orang duduk bersebrangan di sofa dan dikelilingi beberapa orang bepakaian rapi. "Jadi, mereka berdua sudah kalah?" ucap salah satu pria yang duduk di sofa. "Cih... percuam aku membayar mahal, kalau untuk membunuh tukang bangunan sialan itu saja tidak bisa. Ku harap kau bisa melakukannya." Tambahnya.

Sriing

Tanpa aba-aba, pria yang berada di seberang tempat duduknya menodongkan pedang besarnya ke arah pria yang terlihat lebih pendek dari si penodong pedang itu. "Yah, ku akui kalau mereka kalah karena mereka itu memang lemah. Tapi jangan samakan aku dengan mereka. Level kami itu berbeda kau tahu?" Ucap pria bermasker yang menodongkan pedang itu. "Aku tidak akan meremehkanmu. Tapi, jika kau sampai gagal membunuhnya... aku akan membunuhmu dan rekanmu itu. Apa kau mengerti?" Balas si pria pendek. "Janga membawanya ke dalam masalah kita... Gatou. Atau aku akan membunuhmu lebih dulu dari kau yang akan membunuhku." Ancam pria bermasker itu pada orang yang kita ketahui bernama Gatou itu. "Kheh... Tenang saja, aku tidak akan melakukkannya jika kau berhasil membunuh tukang kayu sialan itu, Kirigakure no Kijin, Momochi Zabuza." Balas Gatou sambil menyeringai.

Naruto dkk Side

Kini rombongan Naruto telah melewati perbatasan negara Hi-Mizu, mereka melewati hutan yang lumayan lebat. "Ne, Ossan. Kapan kita sampai?" Tanya Sakura pada Tazuna. "Yah mugkin sekitar 1 atau 2 jam lagi... itupun kalau tidak bertemu ninja lagi." Balasnya. "Kenapa di sini banyak kabut? Ini seperti cerita hantu saja..." Gumam Naruto lirih namun masih bisa didengar oleh Sasuke. "Hoo... Tidak disangka, ternyata kau takut dengan hantu ne, Dobe." Ucap Sasuke sambil menyeringai ke arah Naruto.

Mendengar sindiran dari temannya Naruto langsung memalingkan wajahnya karena memerah. "Ba-baka, me-memangnya siapa juga yang takut dengan h-ha-hantu. H-hantu itu kan tidak ada." Elak Naruto yang tetu saja disadari oleh Sasuke. "Akui saja, Ushuratonkachi."

"Urusai, Teme."

Namun, saat mereka tengah asik bercengkrama, Kakashi merasakan adanya bahaya dari arah belakang mereka. "Merunduk!" Ucap Kakashi setengah berteriak.

Swush

Benar saja, setelah mereka merunduk tiba-tiba ada sebuah pedang yang terbang dari arah belakang mereka.

Jleb

Tap

Pedang itu tertancap di sebatang pohon dan dijadikan pijakan oleh seseorang yang masih tertutupi oleh kabut. "Pantas saja dua bersaudara itu bisa kalah dengan mudah. Rupanya kau menyewa ninja elit ya, pak tua Tazuna." Ucap seseorang yang suaranya seperti laki-laki dewasa. Tim 7 plus Naruto memasang kuda-kuda bertarung mereka. "Pahlawan perang Konoha, Copy ninja no Kakashi. Suatu kehormatan bisa membunuhmu." Setelah mengucapkan kalimat itu, kabut yang menutupinya pelahan menghilang memperlihatkan seorang laki-laki dewasa bermasker perban dengan celana panjang loreng hitam-abu-abu tanpa menggunakan baju dengan Hittai ate Kirigakure yang dipasang menyamping di sisi kiri kepalanya (Saya lupa di sebelah kiri atau kanannya, tapi saya ambil kiri aja).

"Tidak kusangka aku akan bertemu dengan salah satu Kirigakure Shinobi Gatana Shichininshuu, Kirigakure no Kijin, Momochi Zabuza. Maaf saja, aku belum mau mati saat ini." Balas Kakashi. "I-itu... Ku-Kubikiribocho!" Ucap Naruto terbata.

"Hoo... sepertinya kau tahu tentang pedangku ini, bocah." Ucap Zabuza menanggapi Pernyataan Naruto. Kakashi menatap anggota timnya. 'Tidak ada pilihan lain...'

"Kalian lindungi Tazuna-san, orang itu biar aku yang mengurusnya." Ucap Kakashi sambil membuka (menaikkan) hittai ate miliknya yang menutupi mata kirinya. Terlihat bekas luka membujur di tengah mata kirinya yang masih tertutup. Dan setelah dibuka terlihat iris matnya berwarna merah dengan tiga buar tomoe. 'Sha-sharingan!'

T.B.C.

Yo, maaf update lama... yah akhir-akhir ini saya sibuk mengurusi berbagai hal di dunia nyata... ah ya, bagaimana Chapter kali ini? Maaf ya kalau adegan fightnya kurang greget, ini karena saya kurang mahir dalam membuat adegan fight dan ini chapter pertama tanpa campur tangan kakak saya. Saya harap kalian senang membacanya... ya sudah lah, saya sudah capek nulis, mau istirahat dulu... sampai bertemu di chapter berikutnya...

Uzumaki Kazune log out...