Naruto belongs to Masashi Kishimoto.

Chapter ini terlepas dari jalan cerita Boruto the Movie. Saya gak tahu sih ceritanya kayak apa, karena belum nonton (belum rilis di Indonesia juga), lol. Ya pokoknya ini headcanon saya :')

Ours by Taylor Swift was on repeat *love*

...

Thick Bundle

by daffodila

Ten: Okaeri

...

Desa Konoha masih saja memiliki rasa percaya tinggi terhadap orang luar. Terbukti dengan mutlak, gerbang utamanya sangat jarang dijaga. Kalau ada pun, paling dua orang. Tidak ada tim penjaga seperti bagaimana desa-desa lainnya. Untungnya, kepercayaan itu terbukti dengan baik jika dilihat dari kondisi desa yang masih aman-aman saja.

Sakura memaku kaki pada tanah di ambang gerbang. Dia benar-benar sendiri di sana. Udara yang ada hanya dikuasai Sakura, hewan-hewan kecil, serta tumbuhan. Arah pandangnya dilempar sejauh yang dia bisa.

Sasuke akan segera pulang. Maka, dia ingin menyempatkan diri untuk menjadi orang pertama yang menyambut kepulangannya. Sayang sekali Sarada masih disibukkan oleh persiapan ujian Chuunin sehingga tak bisa bergabung di sini. Namun, dalam genggaman tangan Sakura sudah terdapat segala salam rindu yang mau Sarada katakan ketika bertemu dengan sang ayah, begitu pula salam-salam dari dirinya.

Sakura menangkap siluet yang bergerak di kejauhan. Siluet dengan warna serba hitam. Sakura belum mau menggantung asa tinggi-tinggi bahwa itu Sasuke. Karena jika salah, dia akan terhempas dengan sakit sekali. Matanya dipicing untuk terus memastikan. Udara dicuri untuk mencari-cari aroma kesayangan dari suaminya. Belum. Masih belum ada. Sakura belum mau berharap lebih tinggi.

Siluet itu semakin mendekat, perbesaran objeknya terasa semakin cepat. Sakura bisa berkonklusi bahwa sosok itu kian sigap dalam melangkahkan kaki. Bentuk rambut mulai dapat dikenali. Napas Sakura tertahan. Dia kenal rambut itu! Dan kian sosok itu mengeliminasi jarak, kian Sakura yakin siapa di sana. Itu Uchiha Sasuke! Suaminya yang sudah pergi lama! Sakura nyaris melompat dengan girang jika dia lupa akan umurnya.

Senyum terus berkembang di bibir Sakura. Dia mengontrol diri untuk tidak bertindak kekanakan. Dia tak akan meminta cium kemudian dipermalukan secara lucu seperti apa yang sudah-sudah. Tidak. Dia hanya akan menyambut dengan senyum. Tidak peluk, tidak cium, atau apa pun. Segala interaksi intim dia simpan untuk nanti saja.

Jarak yang terbentang semakin menipis. Sakura nyaris meloloskan air matanya. Dia bahagia dengan apa yang tersuguh di depannya. Yang berjalan mendekat padanya benar-benar Sasuke! Tanpa dia sadari, segala sel di dalam tubuhnya seolah menjadi magnet berbeda kutub dengan tubuh Sasuke. Dia ingin berlari, mendekat, memeluk, mencium, apa pun untuk melampiaskan kebahagiaannya. Namun, paku gengsi masih menahan kakinya. Sementara tubuhnya sudah berusaha maju dengan mati-matian.

"Tadaima, Sakura."

Jarak yang ada sudah cukup untuk menyampaikan kata. Sakura tersenyum semakin lebar. Setetes air mata sudah tak bisa lagi ditahannya.

"Okaeri," gumam Sakura penuh haru. Dadanya bergejolak hingga dia nyaris jatuh bersimpuh. Okaeri, okaeri, okaeri, okaeri, okaeri.

Kakinya masih memijak di tanah yang sama. Namun, terangkat begitu saja ketika Sasuke memeluknya erat hingga tubuh Sakura melawan gravitasi. Refleks tangannya balas melingkari tubuh sang suami untuk menjaga keseimbangan, sekaligus melepas kerinduan.

Masih dengan tubuh yang terangkat ke udara, Sasuke mendaratkan kecupan demi kecupan pada sekujur paras Sakura yang jelita. Sakura hanya bisa membalas sesuai dengan apa yang dia bisa. Kebahagiaan membuncah melalui air mata ketika prinsipnya runtuh karena perilaku Sasuke yang semanis gula. Untung, untuuung saja di sini tidak ada orang. Kalau ada, mana mau Sasuke bertindak seperti ini?

Kulit Sakura tergelitik setiap kali Sasuke berbisik, "Aku cinta kau, aku rindu kau," sebanyak berkali-kali. Darahnya mendidih dan merambat ke pipi. Sakura merasa terjebak di dalam euforia tak berujung. Suaminya ada di sini! Memeluk, mencium, dan mengucap kata cinta tanpa henti! Dia hanya bisa terkikik geli ketika Sasuke menempelkan hidung pada tengkuknya, kemudian menghirup dan mengembuskan napas di sana.

Ketika kaki Sakura sudah memijak bumi, dia menggantungkan tangan pada leher Sasuke. Diciumnya bibir sang suami penuh cinta. Ciuman atas nama rindu. Ciuman atas nama balasan dari kejutan. Ciuman atas nama hati mereka yang saling terhubung. Ciuman yang baru saja menghancurkan prinsip yang dibangunnya sendiri.

Tidak, batin Sakura, prinsipku tidak runtuh. Sasuke-kun yang memulai segalanya.

Sakura menarik diri dan tertawa-tawa hingga air matanya kembali jatuh. "Kau merindukanku sebesar ini, eh?" katanya dengan nada tersipu.

Sasuke menyeringai. "Kau tidak akan pernah tahu, Sakura." Sebuah kecupan mendarat di bibir, hidung, dahi, dan pipi Sakura. "Kau tidak akan pernah tahu."

"Aku juga sangat merindukanmu, Sasuke-kun," kata Sakura. Tangan yang tadinya menyentuh tengkuk, kini semakin merambat ke bawah hingga ke telapak tangan. Diselipkannya jemari pada ruas yang tersedia. "Ayo, pulang. Katakan 'tadaima' lagi, dan aku pun menjawab 'okaeri' kembali."

Sasuke mengerutkan alis, sedikit merasa bingung. Kemudian dia cepat-cepat bertanya, "Kenapa?"

Sakura tersenyum penuh arti. "Karena aku ingin benar-benar mendengar bahwa kau sudah pulang kali ini, dari depan rumah, layaknya seorang suami yang baru selesai dari tuntutan profesinya selama sehari-hari."

Sasuke langsung memahami. Sakura hanya ingin memerankan pasangan suami istri yang tak pernah dipisah misi panjang untuk yang pertama kali. Dan, untuk seterusnya juga dimulai dari hari ini.

...

Word count: 752 (story only)

A/n:

Hai. Belum bisa balas review sekarang :') mudah-mudahan bisa nyusul, ya.

Dan soal chapter kemaren, saya tersanjung ada beberapa yang mengatakan bahwa di chapter itu ciri khas saya hilang. Entah via review atau langsung bicara ke saya. Iya, tersanjung. Habis saya sendiri gak paham ciri khas saya, tapi orang lain justru tau XD memang, chapter kemaren saya keluar dari zona saya. Iseng sih itu. Pengen coba sesuatu yang baru karena punya cinta baru. Iya, rima cintanya. Untuk ke depannya saya akan kembali pada diri saya. Mungkin sesekali akan saya buat seperti chapter kemarin, atau saya selip-selipkan di fic 'berdiksi normal'. Maaf banget buat yang gak paham sama chapter kemaren, dan terima kasih banyak untuk yang sudah apresiasi. :)

Saya mau promosi dua hal. Satu, saya mau promosi Forehead Poke Celebration! Event baru, ya? Iya! FPC ini diadakan untuk syukuran canon-nya SasuSaku yang akan menjadi satu tahun di tanggal 10 November 2015 nanti :) inget gak gimana senengnya waktu SasuSaku canon tahun lalu? Siapa yang nangis kayak saya? :"") yuk ramaikan peringatan satu tahunnya melalui FPC! more info cek twitter BTContest, (facebook . com (/) banjirtomatceri), dan (banjirtomatceri . tumblr . com).

Dua, sekarang udah masuk bulan nominasi IFA! Yuk, nominasikan karya-karya dan author favoritmu ke IFA melalui (bit . ly / nom-ifa15). IFA? Apaan tuh? Kalau masih ada yang belum tahu apa itu IFA, buka link (bit . ly / IFA2015_). Jangan lupa hilangkan spasi dan tanda kurung pada semua link!

Oh, iya. Jangan protes, ya, kalo ini per-chapter-nya pendek. Karena tujuan fic ini memang maksudnya kumpulan ficlet/antologi ficlet. Jadi yaa semuanya di bawah 1000 kata, hehe. Daaaaan ini adalah fic pertama saya yang mencapai chapter 10! Yeay! Makasih banget buat yang udah ngikutin kumpulan fic conflict-less ini dari awal sampai sekarang. Makasih pokoknya buat yang baca, menyempatkan review, fav, dan follow. Makasiiih! Gak nyangka sih fic yang uhukbisadibilanggajeuhuk yang bacanya terhitung banyak kalo dilihat dari traffic graph. Hihi.

Dan buat Guest yang udah lama request soal momen Sakura baru tahu dia hamil, saya belum bisa tulis. Fic kayak gitu udah banyak dan takut jatuhnya klise :( saya lagi menyusun ide agar nggak klise. Btw, saya hanya terima request prompt buat fic ini, lho! :p selain ini gak terima lagi. Hanya beta-reading aja. Jadi kalo ada yang mau request prompt buat fic ini, boleeeeeh banget. Ditunggu! :p

Aduh ini a/n-nya panjang banget haha. Makasih ya yang udah baca sampai sini! Kritik dan saran akan sangat diterima. :)

daffodila.