Gagal Paham. A Naruto Fanfiction by Kuroshi Len.
Semua karakter punya Masashi Kishimoto tapi cerita punya saya.
Warning! Kemungkinan OOC itu ada, multipairing, typo, gak jelas, dan mungkin akan menyindir pihak-pihak yang merasa tersentil. Woles aja…
.
Gagal Paham by Kuroshi Len featuring Boruto and Himawari
.
Apa yang lebih menyebalkan dan merepotkan bagi Boruto selain ayahnya yang merupakan seorang Hokage? Jawabannya adalah Himawari yang mulai memasuki usia puber. Dulu waktu Himawari masih kecil dan menggemaskan tentu jadi favorit anak sulung Nandaime itu. Tapi semenjak hormon-hormon yang bekerja secara fluktuatif mengambil alih adiknya, adiknya berubah menjadi menyebalkan dan merepotkan.
Persis seperti kata sahabatnya, Shikadai. Wanita itu merepotkan. Eh, atau itu kata Paman Shikamaru? Entahlah. Yang pasti Himawari yang mulai puber itu menyebalkan. Titik.
Apa perlu Boruto mengabsen perilaku-perilaku menyebalkan Himawari yang tidak bisa Boruto pahami? Satu gulungan perkamen besar mungkin tidak akan cukup. Perubahan-perubahan yang ada di diri Himawari terlalu banyak.
Pagi ini di hari tanpa misi, Boruto melihat adiknya pergi menggunakan tas warna krem. Kemudian di sore harinya saat pulang, Boruto melihat Himawari memindahkan barang-barangnya dari tas warna krem ke tas warna merah. Esoknya lagi, Himawari kembali memindahkan isi tasnya ke dalam tas warna coklat. Besoknya lagi dari tas coklat ke tas hitam. Lalu dari tas hitam ke tas putih, putih ke biru, biru ke ungu, lalu dari ungu kembali lagi ke krem.
Sungguh, Boruto tidak mengerti maksud pindah-memindah itu!
Didorong rasa penasarannya, saat adiknya berbenah alias kembali memindahkan barang-barangnya dari tas satu ke tas lain, Boruto bertanya, "Kenapa kau selalu memindahkan barang-barangmu dari tas satu ke tas lain? Kenapa kau tidak memakai satu tas saja? Bukankah itu lebih mudah dan tidak merepotkan?"
Tanpa mengalihkan fokusnya, Himawari menjawab, "Nii-san mana mungkin mengerti hal-hal semacam ini."
Boruto tertawa hambar walau di dalam ia sweatdrop. "Yah, mana mungkin aku mengerti."
OWARI
