When Innocent Boy Fall In Love

Cast : ● Byun Baekhyun

● Park Chanyeol

● Lu Han

● Oh Sehun

● Wu Yifan

● Do Kyungsoo

● (Bertambah seiring berjalannya waktu) ^^

Author : PeachyBloom

Genre : Romance, School Life, Teenagers, Drama

Rated : M

Warning: Yaoi, Typo(s).

a/n : Demi apapun cerita ini muncul gitu aja dari pikiranku. Please jangan diplagiatin, ini cerita pertamaku. Maaf kalo ada scene yang sama dengan cerita lain. Ini bener-bener dari otak cerdasku (?) *narsis -_-

.

.

.

.

Happy Reading! ^^

PeachyBloom – WIBFIL

Chapter 9 : Wake up Luhan Hyung!

.

.

.

Gerutuan-gerutuan tidak jelas terus meluncur dengan bebas dari mulut Baekhyun. Sambil menggigiti bantalnya, ia terus mengutuk yeoja cantik yang kini berada didalam kamar mandi kamarnya.

Bayangkan saja, sedari tadi Xing Lau terus mengoceh tanpa henti mengenai hal-hal tidak penting yang hampir membuat kepala Baekhyun terasa pecah. Apalagi saat yeoja itu merengek pada eomma-nya kalau ia ingin satu kamar dengan Baekhyun. Ughh, adakah seseorang yang bersedia membunuh Baekhyun sekarang?

"Oppa! Aku memakai shampoo strawberry-mu ne?"

"NOOOO!"

Baekhyun ingin bangkit dan memukuli yeoja itu sekarang. Tapi rasanya sangat malas meladeni yeoja super berisik dan narsis macam Xing Lau itu. Akhirnya ia pun memilih untuk merebahkan tubuhnya diranjang dengan earphone yang menyumbat telinganya. Berharap bahwa suara menyebalkan yeoja itu tidak akan terdengar lagi.

.

.

.

Satu setengah jam berlalu dan Xing Lau belum juga keluar dari dalam kamar mandi. Baekhyun hampir saja mendobrak pintu kamar mandinya bermaksud menyeret keluar Xing Lau yang terus bernyanyi tidak jelas didalam sana. Bukan masalah besar jika suaranya terdengar sangat lembut -tetap saja masalah, karena Baekhyun tidak mengerti apa yang Xing Lau nyanyikan-. Tapi, suara memekik bak seekor tikus kecil itu terus saja mengganggu Baekhyun yang bahkan sudah mendengarkan musik dengan volume full.

"Tidak usah bernyanyi Xing! Aku pusing mendengarnya. Lebih baik kau cepat selesaikan mandimu dan pergi dari kamarku! Tidur saja dikamarmu!" Baekhyun berujar dengar keras sambil mulutnya yang ia dekatkan dengan pintu kamar mandi.

"Oppa mengusirku? Aku tidak mau. Lagipula kamarku masih berantakan dan berdebu!"

"Terserah!"

Baekhyun kembali keranjangnya dengan wajah yang sangat menyeramkan. Wajahnya ia tekuk dengan bibir yang terus menggerutu. Ia kembali menjatuhkan dirinya diatas ranjang. Membiarkan spreinya berantakkan karena ia terus berguling tak tentu arah.

"Baekkie?"

Matanya langsung terpejam saat suara dingin khas Park Chanyeol menyapa pendengarannya. Dengan posisi menyamping (membelakangi pintu kamarnya), Baekhyun terus berusaha menahan tawanya.

Saat dirasa derap langkah kekasih tiang-nya kian mendekat, Baekhyun membuat dirinya serileks mungkin agar tidak ketahuan kalau ia hanya pura-pura teridur.

"Jangan pura-pura tidur kalau kau baru saja berteriak!"

Baekhyun masih tetap memejamkan matanya dan tetap pada posisinya walau ia sangat ingin berbalik dan membalas pelukan Chanyeol.

Chanyeol yang merasa tidak mendapatkan jawaban itu langsung mengeratkan pelukannya diperut Baekhyun. Kepalanya ia lesakkan diperpotongan leher kekasihnya. Meresapi bagaimana aroma khas yang selalu ada ditubuh Baekhyun.

"Kau tidak lelah seperti itu? Tidak ingin memelukku juga?"

Baekhyun benar-benar tidak tahan saat Chanyeol juga menjilati kulit lehernya. Apalagi tangan kekasih tampannya itu sudah mulai berkeliaran disekitar perutnya. Rasanya ingin meledak hanya karena sentuhan-sentuhan yang bahkan belum seberapa itu.

Merasa tidak cukup kuat untuk menahan Chanyeol, Baekhyun pun berbalik dan langsung memeluk Chanyeol. Matanya tetap terpejam dengan wajah yang langsung ia benamkan didada Chanyeol.

"Baekkie" Chanyeol berucap dengan manis. Tangannya terangkat dan mengusap poni yang menutupi kening kekasihnya. Ia kecupi beberapa kali puncak kepala Baekhyun sambil tangan satunya mengusap secara naik turun tubuh bagian belakang Baekhyun.

"Hahaha… Ge-geli Yeollie! Ye-yeollie, hentikan hahaha! Ahaha perutku haha. Yeollie!"

Baekhyun mengambil bantal yang ada disebelahnya dan memukuli Chanyeol dengan brutal. Salahkan saja Chanyeol yang tidak mau berhenti menggelitiknya. Membuat Baekhyun menyerah untuk pura-pura tidur dan malah tertawa kegelian saat itu juga.

Chanyeol yang telah merubah posisinya menjadi menindih Baekhyun pun juga ikut tertawa saat melihat bagaimana tersiksanya Baekhyun saat itu. Sebelah tanganya mencengkran kedua tangan kekasihnya, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk melepaskan kancing piyama yang Baekhyun kenakan.

Kepalanya langsung ia lesakkan kedalam leher Baekhyun saat tangannya benar-benar sudah melepaskan penghalangnya. Dengan perlahan, ah tidak bisa dibilang perlahan kalau nyatanya Chanyeol terlihat seperti orang gila saat ini.

Ia terus menjilat dan menghisap, membuat tanda keunguan yang sudah banyak kini makin banyak terlukis dileher dan dada Baekhyun.

"Ye-yeo anghh. Sshh-sudahh!"

Detik demi detik berlalu menemani Chanyeol yang masih saja meninggalkan tanda disekitar dada Baekhyun. Tidak hanya dada, bahkan kini perut Baekhyun pun sudah mulai dibuatkan tanda kepemilikan oleh Chanyeol.

Sementara itu, Baekhyun masih terus berusaha melepaskan tangannya yang dicengkram erat oleh Chanyeol. Ia menggeleng beberapa kali, mencoba mencari pelampiasan saat ia benar-benar merasa melayang ketika Chanyeol menghisap nipplenya cukup rakus.

"Ahh, Le-lepashh tangan Baekkie! Ye-yeolliieehh, Ba-Baekkie mohon"

Sejenak Chanyeol melepaskan kulumannya, menatap wajah Baekhyun yang terlihat ingin menangis dengan mata yang terpejam.

Dengan berat hati pun Chanyeol melepaskan tangannya yang mencengkram tangan Baekhyun.

Ia memperhatikan bagaimana Baekhyun yang langsung membuka matanya dan mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkraman Chanyeol.

"Sudah ayo lanjut!"

Chanyeol tidak pernah menduga hal ini akan terjadi. Baekhyun. Baekhyun yang sangat menggemaskan dan masih buta dengan hal-hal berbau mesum melingkarkan tangannya dileher Chanyeol dan mendorong kepala namja itu untuk kembali bermain dengan nipple-nya.

Apa Chanyeol baru saja bermimpi? Kalau ini mimpi, Chanyeol berharap semoga ia tidak akan pernah bangun dari mimpinya. Oh, ia sangat menyukai Baekhyun yang seperti ini. Sedikit agresif bukan masalah bukan?

Dengan senang hati Chanyeol langsung meladeninya. Ia kembali mengecupi dada rata itu, membuat pola melingkar dengan lidahnya disekitar tonjolan cokelat yang kini sudah sangat tegang akibat hisapan-hisapan kecil yang ia berikan sebelumnya.

"Ahh B-Baekkie sukkaa nghh! A-yo lagi yeollie. Y-yang kuatthh!"

"Yang seperti apa baby?"

"Ye-yeollie, Ayo hisap lagi! Nipple Baekkie jadi sakit saat yeollie berhenti menghisapnya huwee! Ahhh, yeollie lihat? Ini sangat sakiit dan keras. Baekkie tidak suka hiks. A-yo hisap lagi!"

"Tapi hisapnya yang seperti apa?" Oh, bisakah Chanyeol berhenti menggoda Baekhyun? Lihatlah, wajah anak itu kini sudah sangat menyedihkan. Wajah terangsangnya sangat kacau dengan air mata yang hampir keluar dari sudut matanya.

"Yang seperti waktu itu hiks. Saat dirumah Yeollie! Nghh, a-ahh"

"Kalau begini saja bagaimana? Nikmat bukan?" Chanyeol menyeringai, matanya tak pernah lepas dari wajah Baekhyun yang terlihat makin menggoda. Apalagi dengan bibir tipis yang kini sedang digigit oleh pemiliknya. Chanyeol jadi merasa sesuatu dibalik celananya terasa sangat sesak.

Tangan yang sedari tadi menggantikan mulutnya mengulum nipple Baekhyun kini merambat turun dan menurunkan sedikit celana Baekhyun. Menunjukkan underwear putih polos yang terlihat menggembung dibagian tengahnya.

"Boleh aku buka ini?" Chanyeol bertanya dengan polos. Tangannya sudah memegangi ka. Tak sadar ia pun sampai menjilat bibir bawahnya saat memperhatikan gundukan yang tidak cukup besar dibalik celana Baekhyun.

"Oohh, Ye-yeolliehh, Buka saja sem-nghhh se-semuanya! Ahhhh,,, te-terushh"

Baekhyun mengangkat pantatnya, berusaha meyakinkan Chanyeol yang kini sedang meremas-remas penisnya dari luar celana bahwa ia membolehkan namja tinggi itu membuka seluruh kain yang ada ditubuh mungilnya.

"Ini akan lebih nikmat dari pada yang lalu baby!"

CUP

Chanyeol kembali merangkak diatas Baekhyun. Ia memilih kembali bermain dengan tubuh bagian atas Baekhyun dan menunda untuk bermain dengan gundukan yang masih terlapisi kain itu.

CKLEK

"Ya tuhan!"

.

.

.

"Ah, Sehun-ah. Ayo masuk!"

"Terimakasih"

Sehun yang baru saja memasuki kediaman keluarga Luhan langsung mematung ditempatnya saat matanya mendapati Luhan yang sedang duduk diatas sofa besar diruangan itu sambil menatapnya terkejut.

Appa Luhan yang merasa ada kecanggungan diruang tamunya langsung menarik Sehun dan menyuruhnya duduk disamping Luhan.

"Ada apa Sehun-ah? Tak biasanya kau kesini malam-malam?"

Lelaki paruh baya itu mencoba menghilangkan kegugupan yang dari tadi terus menyelimuti mereka.

Sehun hanya tersenyum canggung. Ia memaklumi pertayaan yang dilontarkan lelaki paruh baya itu. Memang sebelumnya ia belum pernah datang kerumah Luhan malam-malam seperti ini. Ia biasanya akan datang pagi hari atau saat pulang sekolah sampai malam hari.

"Aku…. Hanya ingin menemui Luhan hyung. Ada banyak hal yang perlu dibicarakan."

"Ah, begitu. Kurasa aku harus pergi sekarang! Aku tidak mau ikut campur dengan urusan kalian!"

"Tidak perlu!"

Tuan Xi yang baru saja bangkit dari duduknya menatap penuh tanda tanya kearah Luhan yang kini juga sudah berdiri dengan wajah yang menunduk.

"Aku akan kekamarku! Kalian mengobrol saja disini!" Dan Luhan pun sudah pergi kekamanya sebelum Appa-nya dan Sehun sempat menghalanginya.

"Apa kau ada masalah dengannya?"

Sehun mengikuti tuan Xi dan tak pernah sadar bahwa lelaki paruh baya itu menuntunnya menuju kamar Luhan.

"Ah, a-aku…. Sepertinya iya hehe"

"Oh, kalau begitu cepat selesaikan! Aku akan pergi sekarang. Orang tuamu sudah berangkat?" Sehun mengangguk dan membalik tubuhnya menatap tuan Xi yang meninggalkannya sendirian didepan pintu kamar Luhan.

"Orang tuamu selalu meninggalkanku! Padahal kami semua akan mengadakan meeting ditempat yang sama. Huh, kurasa aku akan berangkat berdua dengan istriku lagi. Sudah sana masuk dan berbaikanlah dengan rusa kecilku! Saat aku pulang nanti, kalian sudah harus berbaikan arra?" Dan Sehun mengangguk (lagi) sebagai jawaban

Setelah tuan Xi benar-benar sudah hilang dari pandangannya, Sehun kembali berbaik dan berhadapan dengan pintu kamar Luhan. Ia menarik nafasnya dalam dengan mata yang terpejam dengan erat berusaha mencari sebuah keberanian.

Dan dengan sedikit keberanian yang ia punya pun Sehun memutar knop pintu itu dengan perlahan. Ia merasa takut mendapati reaksi Luhan nanti saat ia masuk kedalam sana. Jujur, ia tidak pernah berani masuk kekamar Luhan kalau namja rusa itu sedang bertengkar dengannya. Namun kali ini, apapun yang terjadi pada dirinya nanti ia tidak akan peduli. Kalaupun Luhan akan mengamuk dan melempari dengan apapun didalam sana nantinya, Sehun benar-benar harus masuk dan meluruskan semua masalahnya dengan Luhan.

"L-Luhan hyung! Astaga"

.

.

.

"Ahhhhh,,,mphhhhckck"

Seorang yeoja yang kini berdiri dengan kaku disamping pintu kamar Baekhyun hanya bisa membulatkan matanya. Ia hampir saja melepaskan handuk yang melilit tubuhnya saat mengetahui apa yang terjadi dihadapannya.

CKLEK

"Oh, kau sudah selesai mand- Baekhyun! A-apa apaan ini? Se-sebaiknya kita keluar saja dari sini sayang! Jangan ganggu Oppa-mu!"

Xing Lau pun mengangguk dan langsung terbirit meninggalkan kamar Baekhyun. Padahal ia sama sekali belum memakai pakaian, hanya handuk putih besar yang menutupi dada sampai pahanya.

.

.

.

"A-ayo buka yeollie! S-sakit rasanya hiks"

Baekhyun berusaha merengek pada Chanyeol agar membuka celana tidur yang kini makin terasa sempit dan sesak. Seandainya ia masih punya tenaga untuk membukanya sendiri. Ia pasti akan membukanya. Rasanya benar-benar sesak. Gundukan dibawah sana makin membesar dan Chanyeol hanya diam memperhatikan sambil menjilati bibirnya kelaparan.

"Uhh, kau sexy sekali baby! Bisakah kau tahan sebentar lagi? Aku sangat menyukai ini"

Chanyeol mengangkat tangannya, meletakkannya diatas kejantanan Baekhyun yang bahkan masih terlapisi kain. Ia merabanya perlahan. Membuat Baekhyun juga menaikkan kembali pinggulnya agar Chanyeol mengerti bahwa ia ingin penisnya dimanjakan oleh remasan-remasan memabukkan milik Chanyeol.

"Ahh…A-yo remas! B-buka yeollie ahh! Yeollie, Buka sekarang atau ngghhh Baekkie tidak mau berma- OHHHH…. Anghh ha-hangathhh"

Baekhyun memekik keras hingga kepalanya mendongak keatas. Chanyeol benar-benar mesum dan gila. Ia langsung menarik satu-satunya kain yang menutupi kejantanan Baekhyun dan melahap benda mungil itu dengan ganas. Sedotan-sedotan kuat terus ia berikan sambil tangannya ia gunakan untuk memermainkan twinsball milik Baekhyun.

"Ohhhh,,Yeolliehhhh! G-gelihhh, j-janganhhh nhh yeolliehh!"

Baekhyun menarik kepala Chanyeol, ia benar- benar tidak kuat. Perutnya terasa melilit saat chanyeol menghisap penisnya seperti orang kehausan. Sesuatu benar-benar mendesak ingin segera keluar dari sana.

Dan Baekhyun kembali mendongak dengan pinggang yang ia naikkan saat ia sampai di klimaks pertamanya. Nafasnya terengah dengan mulut yang terbuka. Matanya terpejam merasakan bagaimana cairan putih kental yang terus keluar karena sedotan Chanyeol masih belum berakhir.

"Ngghh!"

Ia melenguh sambil membuka matanya perlahan merasakan tangan Chanyeol yang kini mengurut juniornya yang masih mengeluarkan setitik precum.

.

.

.

Chanyeol tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan sekarang. Kejantanannya sudah sangat mengeras, tapi ia masih belum puas untuk menggoda setiap inch bagian tubuh Baekhyun. Apalagi dengan namja cantik yang kini sangat menggoda dihadapannya.

Kakinya sedikit mengangkang dengan junior kecil yang sudah terkulai lemas diselangkangannya. Wajahnya terlihat sexy dengan beberapa bulir keringat sebesar biji jagung yang ada dipelipisnya.

Tangannya terangkat menghapus keringat itu, ia yang kembali merangkak diatas Baekhyun tidak pernah bisa melepas pandangannya dari bibir pulm yang kini sedikit membengkak dan mengkilat itu.

"Aku mencintaimu!"

Bibir tebal itu kembali meyapu dengan ganas permukaan bibir Baekhyun yang sudah sangat merah. Ia kembali mengulumnya dan memberikan sengatan -sengatan luar biasa pada tubuh Baekhyun dengan kedua tangannya yang mempermainkan nipple Baekhyun.

"Ahh~ Mphhthhh! Yeolhhh, mphthhhh." Baekhyun mendongakkan kepalanya. Berusaha membalas ciuman Chanyeol yang sudah sangat liar itu. Jemari lentiknya bergerak menyusuri punggung Chanyeol. Ia memasukkan tangannya kedalam T-shirt Chanyeol dan mencengkram kulit punggung yang terasa dingin milik kekasihnya.

"Kau yang meminta ini! Jangan memintaku untuk berhenti kalau sudah begini Baekkie!"

Chanyeol menyerah, ia membuka secara kasar T-shirt yang ia kenakan. Membuangnya kesembarang arah dan kembali membawa Baekhyun kedalam ciumannya. Ia menuntun tangan Baekhyun yang bebas agar membuka celana jeans yang masih ia kenakan.

Baekhyun yang memang sudah sangat terangsang hanya menurut sambil membuka dengan perlahan pengait yang ada dijeans Chanyeol. Tangannya bergetar dengan hebat ketika berusaha membuka celana tersebut.

Bunyi keciplak yang sedikit tercampur dengan desahan terdengar sangat nyaring disana. Keduanya sudah sangat terhanyut oleh kegiatannya sendiri. Peluh pun sudah membanjiri tubuh mereka masing-masing, menandakan betapa panasnya kegiatan yang mereka lakukan saat ini.

"Baby. Kita langsung ke inti bagaimana? Kau tidak kasihan melihat milikku yang sudah sangat hard ini?" Chanyeol melepas ciumannya secara sepihak ketika sakit pada kejantannannya kian terasa. Dan ia sempat melihat Baekhyun mengangguk walau sangat lemah.

Ia mengocok sebentar kejantanannya didepan hole Baekhyun. Tangan satunya ia gunakan untuk menahan lutut Baekhyun agar sedikit mengangkang.

Chanyeol mengesek-gesekkan ujung kejantanannya dipermukaan hole yang berkedut itu. Mendorongnya perlahan sambil mulutnya kini mengulum nipple Baekhyun.

Baekhyun terus menggigit bibirnya ketika merasa sesuatu yang besar mendesak masuk kedalam lubangnya yang sempit. Ia memeluk kepala Chanyeol yang ada didadanya untuk menghilangkan sedikit rasa sakitnya.

"Emhhh, Kau masih sangat sempit Baekhh!"

Chanyeol masih terus bergumam dan mendorong pinggulnya berusaha memasukkan kejantanannya. Ia sangat menikmati hisapan-hisapan hole Baekhyun pada kejantanannya.

Chanyeol hanya bisa memejamkan matanya tanpa bisa berbuat apapun selain mendorong masuk kejantanannya. Hingga ia yang terlalu menikmati hisapan hole Baekhyun tak sadar dan langsung menghentakkannya dengan kuat.

"Ahh. Saranghae Baekkie!"

Chanyeol mengangkat kepalanya dari dada Baekhyun. Membulatkan matanya ketika Baekhyun langsung menyambutnya dengan tatapan menyedihkan.

"Yeollie~"

"J-jangan menangis oke. Yang barusan itu aku tidak sengaja. Mian Baekkie"

"hiks" Satu isakkan meluncur begitu saja dari mulut Baekhyun. Membuat Chanyeol harus menunda untuk menggenjot hole sempitnya.

"Kau tahukan kalau ini akan berakhir dengan sangat menyenangkan. Pecayalah!" Chanyeol mengusap air mata yang ada disekitar mata Baekhyun. Sedikit tersenyum manis saat namja mungil itu menatapnya dengan tatapan polosnya. Membuat Chanyeol SEDIKIT tidak tega untuk melakukan hal yang lebih.

Namun bukan Chanyeol namanya jika ia berhenti ditengah jalan seperti ini. Ini sudah terlambat untuk membatalkannya. Ia menggerakkan pinggulnya perlahan, masih sambil menenangkan Baekhyun yang terisak.

"Yeollie! Nghhh,, nghhh,, ahhh yeolliehhhh oohhhh!"

Baekhyun bernar-benar tidak merasakan apapun ketika Chanyeol mulai menggenjot hole sempitnya dengan brutal. Tangannya terus berpegangan pada lengan Chanyeol yang mengurung sisi kepalanya.

"B-Baekkieh! Arrgghh, buka matamu Baekhhh!"

Mendengar suara Chanyeol yang sangat dekat ditelinganya Baekhyun langsung membuka matanya. Mendapati Chanyeol yang wajahnya hanya berjarak beberapa cm darinya.

Ia memajukan kepalanya, tangannya menarik kepala namja yang kini sedang berkuasa atas tubuhnya kedalam sebuah ciuman yang ia kuasai. Baekhyun mengerang tak jelas saat rasa geli mulai menjalar disekujur tubuhnya.

"Ahh~ ahhh~ Rasanya nghhh ohhhhhh! Yeolllieehhhh! A-ayo lebih cepathh"

"I know babe! Nikmati saja ini dan jangan berusaha menolak apa yang kulakukan padamu. B-buka dengan lebar kakimu!"

Baekhyun menurut, tangannya menarik lututnya dan memeganginya agar terus mengangkang. Sedangkan Chanyeol, ia malah menyeringai dan terus menggenjot hole itu dengan brutal.

Merasa klimaksnya sudah dekat, Chanyeol makin bergerak dengan cepat bahkan sampai membuat Baekhyun terhentak-hentak dengan keras.

"Yeolhhh, anhhh,,,emhhhh."

Baekhyun pun demikian. Ketika penisnya yang tidak terrmanjakan oleh tangan Chanyeol makin mengacung, ia berinisiatif untuk mengocoknya sendiri seperti apa yang Chanyeol lakukan sebelumnya. Ia mengocoknya perlahan diawal, namun makin tak beraturan ketika sesuatu terus mendesak keluar hingga penisnya terlihat membesar.

"AHH!/ARGHH"

Chanyeol terdiam menikmati klimaks pertamanya. Meresapi bagaimana hole Baekhyun yang penuh dan becek oleh cairannya sendiri.

"Berbalik Baekkie!"

Chanyeol mencabut penisnya sebentar danan membantu Baekhyun berbalik sambil menungging dengan tangan sebagai tumpuan.

"B-baekkie lelah! Nanti lagi saja Yeolliehh! Ahh~ nghh"

Baekhyun yang belum sempat menyelesaikan ucapannya harus bersabar ketika Chanyeol sudah kembali menggenjot holenya. Lelaki tampan itu terus memegangi pinggul Baekhyun sambil mulutnya yang juga mengecupi permukaan tubuh bagian belakang Baekhyun.

Beberapa Kissmark sudah nampak jelas terlihat dipunggung namja manis itu. Chanyeol benar-benar tidak melewatkan barang 1 inch pun lahan kosong disana.

"Emhh, G-geli yeollhhh! T-tusuk bagian nghh itu lagihhh ahh~"

"A-aku akan keluar Baek!"

"K-keluar? Ahh~ ahh,,, J-janganhh dikeluarkan! Nghh, T-tusuk lagihh Yeolliehh. B-Baekkie sangat suk- Ahhh~ B-baekkie pipis yeolliehhh!"
"Maksudku-arggh! T-tunggu sebentar! S-sebentar lagi aku keluar Baekhh!"

Chanyeol terus memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat. Berusaha mengeluarkan cairannya yang sudah sampai diujung. Matanya terpejam dengan erat saat hole Baekhyun terus menjepit penisnya sejak Klimaks namjanya.

"ARGHH, Baekhh!"

Cairan putih yang kental itu merembes keluar hingga menuruni paha putih milik Baekhyun. Namja mungil itu kini sudah terkulai lemas dengan posisi telungkup. Kepalanya ia benamkan diatas ranjangnya, dadanya naik turun mengatur nafasnya yang cukup tersenggal.

Chanyeol pun demikian. Ia menarik nafasnya dalam sebelum ikut terbaring desebelah Baekhyun sambil memeluk dengan erat namja manis itu.

"Tidurlah! Ini sudah malam dan besok kita harus kesekolah!"

Chanyeol merapatkan tubuhnya dan tubuh Baekhyun hingga punggung Baekhyun menempel pada dadanya. Tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuh naked yang sangat lengket milik keduanya.

Baekhyun hanya mengangguk lemah menanggapi semua ucapan Chanyeol. Ia benar-benar lelah hingga tidak sanggup melakukan hal lain selain mengangguk.

Pip,,Pip,,Pip

Chanyeol yang barusaja memejamkan matanya harus kembali membukanya ketika suara ponsel miliknya terdengar cukup keras diruangan itu.

Ia mengangkat kepalanya, mengambil celana jeans miliknya yang tersangkut dikepala ranjang Baekhyun. Ia mengambil ponsel yang ada disakunya, menggeser layarnya kearah bulatan hijau dan menempelkan benda pipih itu ditelinganya.

"…"

"Ya, besok malam jam 8! di Club biasa dan bawakan juga aku alat pengaman untuk jaga-jaga jika aku kalah darimu! Aku tidak mau kena masalah dengan yeoja murahan disana!"

"…"

"Bye hyung!"

Setelah panggilannya terputus, Chanyeol kembali meletakkan ponselnya. Tangannya kembali memeluk tubuh Baekhyun dengan erat. Seolah tidak membiarkan apapun mendekati Baekhyun kecuali dirinya.

Dan tidak menunggu beberapa lama, akhirnya kedua namja yang kelelahan akibat aktivitas ranjang mereka itu pun terjatuh kealam mimpinya masig-masing. Meninggalkan kesunyian dan dua orang yeoja yang sedari tadi terus berdiri didepan kamar Baekhyun sambil menempelkan telingannya kepintu.

.

.

.

"L-Luhan hyung! Astaga"

Secepat kilat Sehun langsung berlari dan memeluk tubuh Luhan. Memeluknya dengan sangat erat hingga keduanya terjatuh diatas ranjang dengan posisi Sehun yang terus mendekap Luhan.

"Hyung! Hyung, ayo bangun! Luhan hyung!"

Sehun terus berusaha membangunkan Luhan yang kini kehilangan kesadarannya. Wajah tampannya terlihat sangat panik dan berkeringat dingin karena Luhan benar-benar tidak menunjukkan reaksi apapun. Dan terlihat makin panik saat menyadari ada darah yang mengotori bajunya dan baju Luhan.

"Hyung! Ayolah kumohon. Ini serius hyung! Hyung, bangun!"

Tepukkan-tepukkan kecil terus Sehun berikan dipipi Luhan. Meninggalkan sedikit bekas merah karena ia menepuknya dengan cukup keras. Maklum, itu efek kekhawatiran yang berlebih.

"M-mian!"

"HYUNG, BERTAHANLAH!"

˻TBC˺

Yeeayyy, apa kabar kalian semua? Baik kan? *kuharap iya ^^*. Maaf banget buat NC-nya hehe. Aku mau muntah bacanya! Gimana kalian? Pasti iyakan? Haha Mian, mian! Nanti, kalo ChanBaekh NC-an lagi, bakal kuperbaiki oke ;)

Buat yang nanya siapa itu XING LAU. Dia itu adik iparnya Suho oke ^^ Usianya kubuat sedikit lebih muda dari Baekkie :D Dan kenapa namanya XING LAU? Karena waktu itu yang ada di pikiranku cuma nama itu hehe ^^. Chapter depan dia bakalan muncul dengan cara yang lebih elit daripada dichapter ini ^^

Makasih buat yang udah review di Chapter sebelumnya. Aku bakal cari waktu-waktu luang buat bales review kalian ^^. ANNYEONG…..^^

Jangan Lupa REVIEW kalo mau ketemu ChanBek atau HunHan :) Couple lainnya juga deh :D REVIEW yaaaaaaaa ^^

MAKASIHHH! GO CHANBAEK SHIPPER ^^ *yeayyy*