Hai! Ruru balik lagi bawa chapie 10
Gomen kalo telat lagi, coz minggu kemaren aku baru bikin fic buat GIST Event, semoga kalian nggak bosan menunggunya (emangnya ada yang nungguin? PD sangat kau Ruru?)
Ruru pundung di pojokan meratapi nasib.
Saya berterimakasih sekali pada kalian yang sudah mau membaca fic ini, juga terimakasih pada yang udah review.
El Cierto
Vaneela
Airi princess'darkness angel
Master-OZ
9th Revolver
Mugiwara 'Yukii' Uzumaki sakura
SUKie-Fox
Minami22
Thank you so much ^_^
Enjoy this chap!
Disclaimer: Sudah berkali-kali saya bilang, Naruto itu bukan punya saya tapi punya Om Kishimoto, jangan paksa saya buat mengakuinya (author dibuang kelaut rame-rame)
Chapter 10
=Hacker=
Ino masuk ke dalam kamar dengan tergesa, melewati Sasuke yang masih duduk di meja makan, dan menatapnya dengan pandangan heran.
"Kau tidak makan Ino chan? Seru Sasuke dari meja makan.
"Nanti saja!" Jawab Ino dari dalam kamar.
Sasuke mengernyitkan keningnya, kemudian turun dari kursi tempatnya duduk, lalu berlari kecil menyusul Ino ke kamar.
"Kau sedang apa Ino-chan?" Tanya Sasuke saat melihat Ino duduk di tempat tidur sambil memainkan laptop di atas pangkuannya.
Sasuke merangkak naik ke ranjang dan mengintip layar laptop yang menyala.
"Apa yang sedang kau kerjakan?"Tanya Sasuke saat melihat layar laptop yang menampilkan logo Uchiha, kemudian berganti dengan gambar api di dalam lingkaran yang berbentuk seperti gambar yang tercetak pada pistol Mangenkyo Sharingan, di bawah logo itu tertulis nama 'Cyber Amaterasu' mungkin itu adalah nama PC yang Ino pakai.
"Aku akan menyelidiki sesuatu Sasu, kau belajar dulu saja, besok ada ulangan kan?" Tanya Ino tanpa mengalihkan pandangannya ke layar laptop.
"Iya, tapi aku boleh belajar di sini kan?" Tanya Sasuke lagi.
"Biasanya juga begitu kan?" Tanya Ino yang masih fokus di depan layar, dan setelah Sasuke berlalu untuk mempersiapkan peralatannya, Ino memulai misinya malam ini.
"Aku memang memalsukan data Sasuke di sekolah, tapi data asli Sasuke di luar sana masih bisa beredar" Ino menggigit kuku ibu jarinya tanda kesal, karena dia baru menyadari satu hal setelah mengingat ucapan Karin malam itu.
"Kau tahu? Uchiha Sasuke telah menjadi incaran organisasi hitam di seluruh dunia, seberapapun kau berusaha melindunginya, akan ada organisasi lain yang akan memburunya, selama dia masih hidup dan otaknya belum hancur, dia akan tetap menjadi bulan-bulanan."
Lagi-lagi ucapan Karin terngiang di kepala Ino, gadis itu menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menyadari keteledorannya.
"Sial!" Decaknya kesal.
Ino menarik nafas panjang, kemudian menghembuskannya, mencoba menetralkan perasaannya saat ini, dia harus dalam keadaan tenang jika ingin misinya kali ini sukses.
"Aku harus menyusup ke server yang menyimpan dokumen negara, data Sasuke pasti tertulis lengkap di sana." Pikir Ino yang kemudian mulai memainkan jemari lentiknya di atas keyboard.
Cyber Amaterasu Activate
Terlihat kotak aktivasi program Cyber Amaterasu, setelah itu, muncul beberapa kotak aktivasi lain seperti Server Protection, Net Protection, User Protection, Data Protection dan lain sebagainya yang isinya semua merupakan sederetan program pelindung yang terpasang pada PC Cyber Amaterasu.
Setelah semua sistem proteksi diaktifkan, Ino mulai memulai penjelajahannya di dunia maya.
"Pertama aku harus mencari server yang menyimpan dokumen negara." Pikirnya sambil menekan tombol keyboard dengan kecepatan tinggi.
Sasuke yang tengah belajar di samping Ino hanya melirik gadis itu dari ekor matanya, kemudian melanjutkan aktivitasnya kembali, takut mengganggu Ino jika bertanya macam-macam lagi.
"Eh?"
Ino terkesiap saat menatap layar yang tampil di depannya.
"Dokumen negara...berpusat di...komputer admin Kyuubi no Kitsune?" Ino melebarkan matanya, kedua tangannya mulai bergetar hebat.
"Tidak mungkin! Mereka bilang mereka itu organisasi ilegal" Gumam Ino sambil menggenggam tangannya sendiri, berusaha menahan getaran pada kedua tangannya itu.
"Atau mereka itu sebenarnya...organisasi rahasia yang dilindungi negara?" Batin Ino sambil menatap nanar ke depan layar.
Tangannya kembali terulur ke arah keyboard.
"Semoga...semoga saja mereka belum menyadari data asli Sasuke" Ino berharap dalam hati, jemarinya kembali bermain di atas keyboard, mengetikkan berbagai macam password untuk menembus keamanan yang dipasang pada server admin Kyuubi no Kitsune.
Meskipun program proteksi yang dipasang memang cukup rumit, namun Ino mampu menembusnya dalam waktu cukup singkat, mungkin jika dia memakai PC biasa, akan sulit menembus pertahanan itu, tapi saat ini dia memakai Cyber Amaterasu, PC khusus buatan Itachi yang mampu membobol admin manapun dengan kecepatan tinggi, PC yang dilengkapi dengan 20 lapisan keamanan yang passwordnya mampu berganti secara otomatis setiap 1 jam, juga PC yang mampu memanipulasi jaringan network, dan masih banyak lagi spesifikasi canggih yang menyempurnakan Cyber Amaterasu, sampai saat ini belum ada yang bisa mendeteksi keberadaan PC ini, karena kegeniusan Itachi dalam merancangnya.
"Got it!" Lirih Ino saat dirinya sudah berhasil menghack admin Kyuubi no Kitsune.
=oooooo=
Shizune berjalan menyusuri lorong gedung khusus, malam ini dia bertugas untuk mencari informasi tentang kelompok yang menyerang pabrik elektronik Z-nyth beberapa hari lalu, maka saat ini wanita itu bergegas menuju ruang komputer Kyuubi no Kitsune, namun betapa terkejutnya dia saat melihat layar besar admin Kyuubi no Kitsune telah dipenuhi dengan tulisan 'Warning' berwarna merah menyala yang berkedip-kedip, menandakan adanya penyusup.
"Gawat!" Serunya yang kemudian langsung menghampiri jajaran layar besar yang memenuhi ruangan itu.
"Ini benar-benar gawat!"
Shizune meraih earphone yang terhubung dengan PC dan sambungan telepon di seluruh Konoha International.
"Ini gawat Tsunade-sama! Admin kita dihack!" Seru Shizune pada Tsunade di seberang earphone.
"APA? Bagaimana itu bisa terjadi? Bukankah kita sudah memakai sistem keamanan tingkat tinggi?" Tanya Tsunade gusar.
"Saya tidak tahu Tsunade-sama, begitu saya masuk, admin kita sudah dibajak, sepertinya ini ulah provesional, saya tidak bisa menangani ini!" Kata Shizune tak kalah gusar, jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard, mencoba melawan pembobol PC-nya, namun usahanya sia-sia, karena berkali-kali dia menemui jalan buntu.
"Panggil Shikamaru! Dia masih di gedung khusus kan?" Tanya Tsunade kemudian.
"I...iya!"
Dan Shizune pun memutus sambungan dengan Tsunade, untuk menghubungi Shikamaru yang saat ini masih berada di perpustakaan gedung khusus.
=oooooo=
"Data asli Sasuke benr-benar tertulis lengkap di sini, bahkan fotonya juga..." Batin Ino sambil masih mengetikkan sesuatu melalui keyboard.
"Semoga saja...datanya belum tersebar luas di luar sana" Ino masih berkutat dengan laptopnya sambil berucap dalam hati.
DEG!
Ino melebarkan matanya saat melihat deretan negara-negara yang sudah mem-back up data Sasuke, keringat dingin mengalir dari pelipisnya, meskipun baru beberapa negara kecil yang tampil di layar, namun itu sudah cukup merepotkan bagi Ino.
"Cukup sampai di sini saja penyebarannya!" Gumam Ino, kemudian menghapus data Sasuke dari dokumen negara.
Ino mengernyitkan dahinya saat merasakan adanya perlawanan dari admin Kyuubi no Kitsune, padahal dia baru akan menghapus data Sasuke yang berada di luar negeri.
"Sepertinya perlawanan kali ini lebih agresif dari yang tadi" Pikir Ino.
"Sasuke!" panggil Ino.
"Ya?" Sasuke yang merasa dipanggil menoleh cepat pada Ino, dan beringsut mendekat ke arah gadis itu.
"Bisakah...kau melihat siapa yang sedang berada di ruang komputer utama sekolah?" Tanya Ino tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptop, Gadis itu terlihat berseringai tipis, seolah menikmati permainan virtual batle itu.
Tanpa banyak tanya, Sasuke langsung memejamkan matanya, mengonsentrasikan pikirannya untuk menjelajah ke seluruh Konoha, mencari titik lokasi yang diinginkan Ino, tak berapa lama Sasuke kembali membuka matanya.
"Di sana ada Shizune-sensei dan teman sekelasmu yang berambut nanas tengah duduk di depan komputer besar." Kata Sasuke.
"Shikamaru ya?" Seringai Ino semakin lebar saat menduga lawannya kali ini adalah Shikamaru.
"Baiklah Shikamaru...this is our batle!" Desis Ino, sepertinya Shikamaru menjadi lawan yang cukup kuat dalam virtual batle ini.
Ruang komputer utama Kyuubi no Kitsune
"Apa-apaan orang ini?" Decak Shikamaru, dia cukup kewalahan menghadapi hacker yang tak lain adalah Ino, pemuda itu sudah berkali-kali menutup akses servernya, namun berkali-kali pula dia keduluan, PC Ino telah masuk lebih dulu sebelum Shikamaru menutupnya, hingga saat ini, Shikamaru bahkan belum mengetahui nama PC yang dipakai hacker untuk menyerangnya.
Sedangkan Ino malah menikmati pertarungan ini, dia sudah menghapus semua data Sasuke yang berada di luar negeri dan memblokir servernya.
Setelah yakin datanya telah lenyap sepenuhnya, Ino berencana untuk hengkang dari server Kyuubi no Kitsune, namun pergerakannya terhenti.
Ino menatap layarnya lekat-lekat, kemudian kembali berseringai.
"Jadi karena tak bisa melawanku, kau menggunakan quarantine untuk mengurungku ya Shikamaru?" Lirihnya.
"Baiklah...kita bermain sebentar lagi" Ino kembali memainkan jemarinya pada keyboard dan memulai kembali pertarungannya.
"Dia sudah terperangkap, sekarang aku akan mencari lokasinya" Kata Shikamaru yang wajahnya telah basah karena peluh yang mengalir di sana, cukup lama dia mengaktivkan berbagai macam pengamanan, namun yang bisa menahan hacker sekarang ini hanyalah server quarantine, meskipun mungkin itu hanya akan menghambat sedikit pergerakan hacker yang sepertinya sudah provesional itu.
Di tempat Ino
"Khufufu...jadi kau ingin melacak kebaradaanku ya? Baiklah coba saja kalau bisa!" Ino kembali berseringai, jemarinya yang lentik bergerak lincah di atas keyboard, mengetikkan beberapa password untuk menghancurkan hacker quarantine yang dipasang Shikamaru.
"Nah, ikuti saja apa yang kau lihat khufufu..."
Sementara itu Shikamaru masih mengikuti jejak hacker dari adminnya, rupanya dia masih berusaha mencari titik keberadaan PC hacker.
"Ini dia!" Serunya.
"Kau sudah menemukannya Shikamaru?" Tanya Shizune yang kemudian mendekat ke arah Shikamaru.
" Aku baru saja mendapatkan lokasinya, kerahkan beberapa orang untuk menuju lokasi!" Kata Shikamaru yang sepertinya yakin dengan hasil kerjanya.
Tapi Ino tak sebodoh itu hingga keberadaannya mudah terlacak, dia memakai Cyber Amaterasu yang bisa memanipulasi jaringan network ingat?
Dan itu lah yang dia lakukan sekarang, memanipulasi keberadaan PC-nya sehingga Shikamaru terkecoh dengan lokasi palsu yang dia buat.
"Nah, selagi kalian fokus pada admin, aku pinjam usernya ya!" Kata Ino, seolah bicara dengan orang yang berada di seberang server.
Gadis itu kemudian menyusup ke dalam komputer user Kyuubi no Kitsune, ketika menjelajah tadi, gadis itu menemukan hal menarik di dalam data rahasia Kyuubi.
Saat ini dia tengah mem-back up semua data mengenai organisasi itu, tentu saja tanpa sepengetahuan Shikamaru dan Shizune yang masih berkutat di admin, dan tak menyadari komputer lain di ruangan itu telah aktif dan tertera window copy yang telah berjalan setengahnya.
Lalu kemana Ino mengalihkan jejak lokasinya?
Ternyata Ino memilih XP net yang jaraknya cukup jauh dengan apartemen Ino sebagai lokasi palsunya, dua orang telah dikirim ke sana untuk menangkap pelaku hacker, namun mereka hanya menemukan bilik kosong dengan layar komputer yang menyala dan bertuliskan 'Too Bad...' seolah hacker tengah mempermainkan mereka.
"Tak ada apa-apa di sini Shika! Kita sedang dipermainkan!" Decak Izumo yang ditugaskan mendatangi lokasi.
"Apa? Tidak mungkin! Aku yakin aku sudah mengikuti jejak yang benar!" Kata Shikamaru dari seberang telepon.
"Nyatanya tak ada siapa-siapa di sini, kau sudah ditipu mentah-mentah!" Kata Izumo kesal.
"SIAL!" Shikamaru memukulkan kepalan tangannya pada meja di depannya, sedangkan Shizune hanya bergerak gelisah, namun dari pergerakannya itu dia menyadari sesuatu, salah satu komputer user berada dalam keadaan aktif, dan menampilkan window copy yang telah berjalan 98% Shizune melebarkan matanya.
"TIDAK!" Serunya saat menyadari datanya dicuri.
Namun terlambat, proses copy telah selesai, yang tersisa hanyalah sebuah kotak pesan yang berisi tulisan 'See Ya!"
Dan itu cukup membuat Shikamaru semakin naik pintam.
Shizune lagsung terduduk lemas, menyadari data rahasia organisasinya telah tercuri sepenuhnya.
Sedangkan Shikamaru hanya bisa mengumpat frustasi, dalam hati dia bertekat akan menemukan penyusup itu dan memberinya pelajaran.
Di apartemen Ino
Ino menutup laptopnya setelah selesai dengan misinya yang cukup sukses, dia tersenyum puas karena selain itu dia juga mendapatkan informasi tambahan tentang organisasi Kyuubi no Kitsune.
"Aku belum tahu apa-apa tentang mereka, siapa tahu ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku"
Ino melirik ke arah samping, di mana Sasuke telah tertidur dalam posisi meringkuk kesamping, tepat menghadap ke arahnya.
Anak itu terlihat begitu lucu dan polos saat tidur, membuat Ino tersenyum geli melihat wajah imut Sasuke yang mirip anak kucing minta dipeluk.
Ino pun meletakkan laptopnya di meja kecil dekat ranjang, kemudian melepas ikatan rambutnya, hingga rambut pirang panjangnya tergerai bebas di belakang punggungnya, kemudian gadis itu beringsut merebahkan dirinya sejajar dengan Sasuke.
"Aku janji, aku akan melindungimu Sasu, apapun yang terjadi" Lirihnya sambil menyingkirkan helaian rambut hitam Sasuke yang menutupi sebagian wajah imutnya, Ino tersenyum lembut kemudian mengecup pelan dahi Sasuke.
"Oyazumi Sasuke" Lirihnya sambil menatap Sasuke.
"Oyazumi Ita-kun" Lanjutnya dengan melirik foto yang terpajang di atas meja kecil di samping ranjang yang berada di belakang Sasuke.
Tak berapa lama Ino terlelap, gadis itu merasakan adanya sepasang lengan yang memeluk pinggangnya, Ino membuka matanya perlahan saat merasakan hembusan nafas di tengkuknya.
"Barbie" Suara desahan itu terdengar jelas di telinga Ino.
Gadis itu tersenyum lembut, kemudian memejamkan matanya kembali.
"Kau selalu begini Itachi, tak bisakah kau menemuiku dengan tubuh aslimu?" Tanya Ino kemudian.
"Hn? Kau benar-benar merindukanku ya?" Tanya Itachi, bermaksud menggoda Ino.
"Berhentilah menggodaku!" Decak Ino, namun kedua tangannya membalas pelukan Itachi.
Itachi mengeratkan pelukannya dan mengusap-usapkan bibirnya di tengkuk Ino, dan sesekali menciumnya, Ino hanya mendesah tertahan, membiarkan Itachi meyentuhnya, dan menikmati setiap hal yang dilakukan Itachi padanya.
"Kau tahu Ino? Aku amat sangat merindukanmu" Bisik Itachi tepat di telinga Ino.
"Hn...aku juga, makannya kau cepatlah datang menjemput kami" Lirih Ino sambil mengecup pelan tangan Itachi.
"Iya, aku akan berusaha...secepatnya" Kata Itachi lagi.
Pemuda itu kemudian membalik tubuh Ino untuk menghadapnya, kemudian meraih tubuh gadis itu dalam pelukan hangat, dan mencium bibirnya.
Ino membalas pelukan Itachi dengan melingkarkan kedua lengannya di leher kekasihnya itu, dan memperdalam ciuman mereka, saling melumat mencurahkan semua rasa rindu yang mereka tahan selama beberapa waktu.
Meskipun ciuman itu hanya terjadi di dalam mimpi, namun semua yang mereka rasakan itu tetap terasa hangat dan nyata, seolah mereka sedang berciuman di dunia nyata, dengan kontak tubuh yang sebenarnya.
"Jangan nakal selagi aku tak ada ya!" Pesan Itachi sambil mencolek pelan hidung Ino.
"Makannya kau cepatlah dating!" Kata Ino dengan bergelayut manja pada Itachi.
"Iya iya My Barbie Babe!" Janji Itachi yang kemudian kembali mendaratkan bibirnya di bibir Ino.
*Promise*
Ino memasuki ruang kelas khusus, mata aquamarinenya langsung tertuju pada bangku dekat jendela yang telah dikerumuni penghuni lain.
Tanpa berlama-lama, gadis itu langsung berjalan menuju bangku ramai itu, dan mendapati Shikamaru tengah duduk menghadap ke arah laptop, sepertinya dia sedang mencari sesuatu lewat laptopnya, Ino hanya tersenyum kecil saat menyadari Shikamaru tengah mencari nama PC yang membajak admin Kyuubi no Kitsune tadi malam.
"Ano...dia sedang apa?" Tanya Ino pura-pura tidak tahu dengan apa yang sedang dilakukan Shikamaru, padahal dia tahu dengan jelas apa yang sedang pemuda itu lakukan.
"Semalam admin kita diserang hacker, katanya Shikamaru tak bisa melawan hacker itu, makannya dia melacaknya saat ini" Kata Naruto santai.
"Bukan tak bisa Naruto! Tapi belum bisa!" Sentak Shikamaru yang merasa diremehkan.
"Iya-iya tuan genius!" Balas Naruto kesal.
"Admin kita diserang? Kenapa bisa begitu?" Tanya Ino lagi dengan tampang polosnya.
"Katanya saat Shizune-sensei sampai di ruang komputer utama, admin kita sudah dalam keadaan terbajak." Sakura ikut memberi penjelasan.
"Memangnya keamanan admin kita seburuk itu sampai mudah terbajak?" Tanya Ino lagi.
"Program keamanan admin kita sudah merupakan versi terbaru, dan memiliki kemampuan proteksi tingkat tinggi, PC hacker itu lah yang memiliki sistem hacking yang belum pernah kutemui sebelumnya!" Kata Shikamaru, sulit sekali mengakui kalau hacker semalam lebih hebat dibandingkan dirinya yang menyandang predikat Genius Konoha.
"Ini pertama kalinya Shikamaru dikalahkan dalam virtual batle, makannya dia kesal sekali" Bisik Temari pada Ino, takut pendapatnya didengar oleh yang bersangkutan.
"Begitu ya? Pasti orang itu lebih genius dari Shikamaru ya?" Ino sengaja tak mengurangi nada suaranya untuk membuat Shikamaru marah.
Dan binggo!
Pemuda itu langsung berdiri di hadapannya dengan tatapan mata yang menyorot tajam pada aquamarine Ino.
"Kau mau ngajak perang?" Tantang Shikamaru pada Ino.
"Hm...tak kusangka kau itu ternyata gampang ngambek juga ya?" Kata Ino tanpa rasa takut sedikitpun dengan tatapan Shikamaru.
"Kau ini...!" Shikamaru mengarahkan cengkraman tanganya di samping wajah Ino, seolah ingin meremas wajah polos namun menjengkelkan itu, namun dia mengurungkan niatnya, dan menurunkan tangannya dengan kasar, kemudian kembali duduk menghadap laptop.
"Aku sedang tidak ada waktu untuk berdebat denganmu Ino! Jangan menggangguku saat ini!" Kata Shikamaru tanpa menatap Ino yang hanya memicingkan matanya.
"Ya~ah aku tak akan mengganggumu hari ini, silakan bermain-main dengan gadgetmu itu!" Kata Ino yang kemudian berlalu menuju bangku kosong, namun mata aquamarinenya masih melirik Shikamaru lewat ekor matanya, seringai tipis menghiasi bibir Ino, dan tak seorangpun yang menyadarinya.
Sreek!
Suara pintu kelas yang terbuka membuat perhatian seluruh isi kelas teralih ke arah pintu, dari sana muncul kepala Kakashi yang menyembul dari sela pintu, kedua bola mata berbeda warnanya mengamati seluruh isi kelas dan terhenti di satu titik.
"Ino, kau ikut aku sebentar!" Seru Kakashi dari depan pintu.
Ino yang merasa dipanggil pun langsung bergegas menghampiri Kakashi dengan tampang bingung, karena dia belum tahu apa tujuan Kakashi memanggilnya.
"Ada apa sih?" Tanya Ino yang kini berjalan di belakang Kakashi.
"Nanti kau juga tahu!" Jawab Kakashi asal.
Dan Ino pun hanya bisa berdecak kesal sambil menggerutu tidak jelas.
Tak berapa lama, merekapun sampai di ruang kepala sekolah.
Ino mengerutkan keningnya.
"Untuk apa datang ke sini? Tidak mungkin kan kalau identitasku sebagai hacker semalam sudah ketahuan? Shikamaru kan masih menyelidikinya di kelas tadi?" Pikir Ino.
"Hei, kau mau berdiri di situ sampai kapan?" Tanya Kakashi yang sudah masuk duluan.
"Eh? Hah? Ma...maaf" Ino pun masuk dengan sedikit canggung, namun diusahakan untuk senormal mungkin.
Dan mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan dan berhadapan langsung dengan Tsunade.
=oooooo=
"Bagaimana Shikamaru, apa sudah ketemu?" Tanya Kankuro yang kini duduk di depan bangku Shikamaru.
"Belum, aku belum menemukannya sama sekali" Shikamaru menggeleng frustasi.
"Tapi aku menemukan beberapa kasus yang sama terjadi 2 tahun lalu" Kata Shikamaru tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptopnya.
"Benarkah? Dimana?" Serentak, para penghuni kelas yang lain langsung mengerumuni Shikamaru lagi, tapi sepertinya Shikamaru tidak terlalu terpengaruh dengan serangan 1000 toa teman-teman sekelasnya itu.
"Admin dokumen rahasia Hongkong, Inggris, dan Amerika" Shikamaru mengepalkan tangannya, sedangkan yang lainnya hanya mampu tercengang mendegar hal itu.
Bahkan admin Amerika pun sempat dibajak?
Ini benar-benar sudah diluar kemampuan Shikamaru, tapi pemuda itu tetap tak menyerah untuk menemukan pelaku pembajakan itu.
"Aku mendapatkan sedikit informasi dari tempat-tempat yang pernah dihack sebelumnya," Kata Shikamaru yang membuat teman-temannya kembali memusatkan perhatiannya pada pemuda yang memiliki IQ 200 itu.
"PC yang dipakai hacker dilengkapi dengan sistem pelindung yang passwordnya mampu berganti secara otomatis setiap 1 jam, dan jumlah pelindung yang dipakai sebanyak 20 lapis, padahal memecahkan 1 pelindung saja sudah memakan waktu 1 jam lebih bagi provesional sekalipun." Kini Shikamaru hanya menumpukan kedua tangannya di depan laptop, kedua matanya menyorot tajam pada layar di depannya.
"Ternyata ada mesin penyusup yang seperti itu" Gumam Neji tak habis pikir.
Selama ini Shikamaru tak pernah kalah dalam menghadapi para hacker yang dengan seenaknya masuk ke admin mereka, Shikamaru juga yang telah memperbarui sistem keamanan admin Kyuubi no kitsune, tapi kini, pemuda itu bahkan tak bisa menemukan nama dari PC yang telah membobol admin mereka.
Shikamaru mendegus kesal, kemudian beranjak dari bangkunya.
"Kurasa aku harus mencari udara segar dulu!" Katanya yang kemudian langsung pergi begitu saja menuju tempat favoritenya.
=oooooo=
"Ini adalah misi pertamamu Ino, lakukanlah jangan sampai gagal!" Kata Tsunade dari balik mejanya.
"Disaat seperti ini mereka masih menjalankan misi? Ternyata...mereka provesional juga ya?" Batin Ino kagum akan kinerja Kyuubi no Kitsune.
"Cepat laksanakan! Kenapa kalian masih di sini? Nanti perampoknya keburu kabur!" Sembur Tsunade yang langsung membuat nyali Kakashi dan Ino menciut.
"Ba...ba...baik Tsunade-sama!"
Keduanya pun langsung berbalik, bersiap meninggalkan ruangan.
"Ino!"
Ino menghentikan langkahnya saat merasa dirinya dipanggil.
"Ya?"
Ino membalikkan badannya kembali ke arah Tsunade.
"Jangan membunuh mereka, kau hanya perlu melumpuhkan mereka kemudian kembali ke sini, sisanya serahkan saja pada polisi!" Kata Tsunade, ekspresi keseriusan terpancar jelas di kedua matanya.
"Anda terlalu naif Tsunade-sama" Desis Ino yang membuat Tsunade memicingkan matanya.
"Tapi yah...akan kuusahakan untuk tidak mengarahkan mata pedangku pada mereka" Kata Ino yang kemudian membalikkan badannya dan keluar dari ruangan Tsunade.
"Kalau bisa" Gumam Ino sambil lalu.
Ino sudah akan berjalan mendahului Kakashi, namun terhenti, karena pria itu menahan lengannya.
"Apa sih?" Tanya Ino kesal.
"Kau tidak akan pergi dengan seragam itu kan?" Kakashi menunjuk seragam yang dikenakan Ino, dan Ino pun mengamati seragamnya.
"Akan sangat mencolok kalau kau beraksi di sana dengan seragam itu!" Kata Kakashi
"Aku nggak bawa baju ganti! Lagi pula kalamaan kalau musti ganti baju dulu!" Ino pun melenggang pergi, namun lagi-lagi lengannya ditarik Kakashi.
"Perampoknya belum sampai di Bank Central, kau ganti baju dulu!" Kakashi pun menyeret Ino ke ruang ganti, dan langsung memasukkan Ino kedalam ruangan penuh loker itu, kemudian menutup pintunya.
Kini Ino berdiri dengan tampang bloon di dalam ruang ganti, sedangkan Kakashi menunggu di luar.
"Cepat pakai salah satu baju di sana!" Seru Kakashi dari luar.
"Iya iya!" Seru Ino dari dalam.
Tak berapa lama Ino keluar dengan memakai tank top putih sebagai atasan dan celana pendek 15 cm di atas lutut dan sepatu kets sebagai bawahannya.
"Ini sudah cukup! Kita pergi sekarang!" Kata Ino yang langsung berlari melewati Kakashi yang masih terdiam.
"Oi, kau mau berdiri di situ sampai kapan?" Seru Ino dari kejauhan, mengcopy ucapan Kakashi tadi.
Kakashi terperajat saat mendengar panggilan Ino, dan pikirannya pun ditarik paksa kedunia nyata.
"Maaf maaf" Kakashi langsung menyusul Ino begitu sadar.
"Shit! She's so damn hot!" Batin Kakashi sambil memencet hidungnya, menahan sesuatu yang akan keluar dari sana.
=oooooo=
Di suatu gedung perkantoran di tengah kota, beberapa polisi tengah mengepung salah satu gedung yang merupakan tempat berdirinya Bank Central.
Di dalam gedung itu terdapat sekitar 10 orang perampok, dengan 30 orang sandera, para polisi itu bergerak seefisien mungkin agar tidak terjadi kesalahan yang bisa memakan korban.
Dari keadaan yang hiruk pikuk di bawah sana, Ino dan Kakashi menyusup dari gedung sebelah dan masuk ke dalam gedung Bank Central lewat jendela kaca di lantai 10, jadi aksi mereka tak begitu disadari oleh orang-orang di bawah sana.
"Kita bereskan secepatnya kemudian kita kembali sebelum polisi masuk!" Kata Kakashi yang dijawab dengan anggukan oleh Ino.
Dan merekapun berpencar untuk melumpuhkan target mereka.
Keduanya memakai kaca mata GPS yang memudahkan mereka untuk menemukan posisi lawan tanpa takut adanya kesalahan.
Ino berdiri satu lantai di atas seorang perampok yang mondar mandir dengan senapan di tangannya, kemudian dengan sigap Ino bersalto dan menerjang perampok itu, kedua kakinya bertumpu tepat di tengkuk si perampok, dan mendarat dengan menginjak kepalanya, hingga pria itu pingsan.
Kawanan perampok lain yang berada di sana terbelalak kaget mendengar suara gaduh itu, kemudian menembakkan peluru mereka kesembarang arah, karena mereka tak menemukan siapapun di dekat kawan mereka yang pingsan.
Para sandera hanya bisa berteriak ketakutan sambil merundukkan kepala mereka, takut terkena peluru.
"Ino! Perhatikan keselamatan sandera juga!" Bisik Kakashi dari seberang earphone.
"Ck iya iya, aku tahu, maaf soal yang tadi!" Kata Ino dengan sedikit malas.
Sebenarnya, tindakan melumpuhkan itu 'bukan Ino sekali', karena dia selalu menghabisi lawannya sampai tuntas, tak membiarkan satu nyawa pun selamat untuk musuh-musuhnya.
Ino pun kembali menyerang, namun kali ini lebih hati-hati.
Gadis itu melesat dengan sangat cepat, dan dalam waktu seper sekian detik, dia telah melewati musuh-musuhnya, yang dia lakukan tak hanya melewati mereka saja, tapi dia telah menebas persenjataan yang mereka punya hingga hancur brantakan di lantai.
Para perampok itu terkejut saat tiba-tiba senjata mereka telah hancur berantakan, mereka tak mampu melihat pergerakan Ino yang sangat cepat, sehingga mereka hanya menemukan serpihan senjata mereka saja.
"Sekarang giliranmu Kakashi!" Kata Ino melalui earphone.
Kakashi pun memulai aksinya, pria itu melesat ke arah para perampok yang masih kebingungan karena senjata mereka yang tiba-tiba hancur, kini mereka dikejutkan lagi dengan terpentalnya beberapa teman mereka secara tiba-tiba.
Rupanya Kakashi menyentuhkan tangannya yang teraliri listrik bertegangan tinggi di tubuh lawannya hingga terpental, kemudian melakukan hal yang sama pada yang lainnya, namun dengan manuver yang berbeda, dia bisa mengeluarkan segatan listrik bertegangan tinggi dari seluruh tubuhnya, dari tangan atau kaki yang biasa dia gunakan untuk memukul mundur lawannya, dan tak berapa lama kemudian, para perampok itu telah tumbang, menyisakan tubuh-tubuh lemas mereka yang berserakan di lantai.
"Hm...tidak buruk juga" Gumam Ino dari seberang earphone, sedangkan Kakashi hanya mendegus saja,
"Memangnya standar hebat di matamu itu yang seperti apa?" Tanya Kakashi kemudian.
"Yang bisa mengalahkanku tentunya" Kata Ino lagi.
"Bagaimana kalau kita bertanding setelah ini hm?" Tantang Kakashi masih melalui earphone.
"Sebelum itu, kubereskan dulu dua orang yang masih tersisa" Kata Ino yang langsung melesat pergi mencari keberadaan brankas.
"Eh?"
Rupanya Kakashi tidak sadar kalau jumlah orang yang dia lumpuhkan tadi baru 8 orang termasuk yang diterjang Ino tadi, padahal menurut laporan Shizune, ada 10 orang perampok yang masuk.
Di ruangan brankas
"Well, cukup sampai di situ saja!"
Tiba-tiba Ino sudah sampai di depan pintu ruangan brankas, dan membuat kedua orang perampok yang berada di dalam sana terkejut, dan langsung menembakkan peluru mereka ke depan pinitu, namun mereka tak menemukan apapun di sana.
Tentu saja, karena Ino telah berada di belakang mereka saat ini.
Kedua perampok itu seolah mati rasa, dan tak dapat menggerekkan tubuh mereka saat melihat kilatan pedang dari balik tubuh mereka.
DUAK!
BRUK!
Ino menebas kedua orang itu dengan punggung pedangnya hingga mereka tumbang.
"Kheh, rasanya aku tidak puas kalau harus membiarkan kalian hidup!" Kata Ino sambil menginjak kepala salah satu perampok yang masih sadar.
"Aku ingin sekali membelah tubuh kalian dengan pedangku ini, sepertinya mereka sudah haus akan darah khufufu..." Ino menjilat bibir atasnya sambil berseringai mengerikan.
"Ja...jangan...kumohon jangan...!" Mohon perampok itu ketakutan.
Wajah Ino tak terlihat jelas di dalam ruangan itu, karena lampu di dalam ruangan itu dimatikan, dan hanya mendapat cahaya remang-remang dari lampu senter yang dibawa kedua perampok itu, senter itu pun berada agak jauh dari tempatnya berdiri, karena sempat terpental saat Ino menebas mereka.
"Kurasa membunuh satu atau dua orang saja tidak akan jadi masalah" Ino mulai mengangkat pedangnya, mengarahkannya pada leher perampok di bawahnya.
"J...j...jangan...!"
"Mati kau!"
"Ino!"
Gerakan Ino terhenti tepat sebelum ujung pedangnya menusuk leher lelaki di bawahnya, tinggal beberapa mili lagi hingga leher lelaki itu tertembus ujung pedang Ino.
"Ada apa?" Tanya Ino kesal.
Rupanya Kakashi yang memanggilnya dari seberang earphone.
"Apa kau sudah selesai? Cepatlah! Kita harus keluar sekarang, polisi akan segera masuk!" Kata Kakashi.
"Tch, sial!" Decak Ino, karena tidak berhasil membunuh satu orang pun.
"Kali ini kau sedang mujur tuan, lain kali jika aku bertemu denganmu lagi, akan kupastikan kepalamu terlepas dari tempatnya khufufu..." Kata Ino yang kemudian beranjak pergi dari ruang brankas, meninggalkan kedua orang perampok yang sepertinya mulai mengalami tekanan batin.
"Kheh, gadis itu lumayan juga" Gumam seorang pria berambut merah yang berdiri di salah satu atap gedung tak jauh dari lokasi perampokan, pria itu menggunakan teropong untuk mengamati kejadian di dalam Bank Central itu.
"Siapa yang kau amati Sasori?" Tanya seorang pemuda berambut pirang dengan model rambut hampir sama dengan Ino.
"Gadis dari Kyuubi, sepertinya aku baru melihatnya kali ini" Kata Sasori dengan menunjukkan seringainya.
"Kheh, memangnya gadis dari kyuubi ada yang sehebat itu?" Cibir pemuda pirang di belakang Sasori.
"Kau belum melihatnya, makannya kau tidak percaya!" Kata Sasori yang kemudian berlalu meninggalkan pemuda pirang itu.
"Yang mana sih orangnya?" Tanya pemuda pirang itu yang kemudian menyambar teleskop yang dibawa Sasori tadi, dan menggunakannya untuk melihat gedung Bank Central.
"Dia sudah pergi, percuma saja kau mencarinya sekarang!" Kata Sasori sambil lalu.
"Huh, aku pasti bertemu dengannya suatu saat!" Kata pemuda pirang itu kesal, kemudian berjalan mengikuti rekannya.
TBC again
Gomen cuma dikit, ini aja Ruru udah bela-belain di tengah sakit buat publish nih fic uhuk….uhuk….(lebay)
Okay, chap depan akan saya usahakan lebih panjang dari ini, oh ya, sebagai pemberitahuan
Mulai chap depan mungkin akan ada death chara, jadi untuk para fans chara yang akan saya bunuh nanti, saya mohon maaf, ini semata-mata untuk memper lancar jalannya cerita, kehidupan itu kan nggak ada yang selalu mulus ya kan?(mulai ngeles biar nggak dibantai)
Nah minna-sama, silakan masukkan pendapat kalian lewat review ^_^
*Salam Cute*
