Hehehehehehe…..
Hai Minna!
Lagi-lagi saya update lemot! Gomen deh. Dan lagi-lagi kesibukan disekolah adalah alasan utama lemotnya saya ngupdate fic gaje saya ini. TAT.
Saya mau ngasih tau kalo di chap ini bakal jadi ending dari kisah MadaKyuu tapi buat SasuNaru-nya masih ngegantung jadi akan saya buat satu cerita bonus buat SasuNaru. Apa ada yang keberatan?
Dan satu warning dari saya, di akhir chap ini ada scene yang nyerempet-nyerempet lemon tapi nggak nabrak *lah? Maksudnya?*
.
.
.
"Karena elo ngerasain itu semua ke gue. Akui saja, My Devil~"
.
.
.
Naruto by Masashi Kishimoto.
This fic by Qiesha d' Ariaseta.
CHAPTER 10
Lampu kamar Kyuubi masih terang, itu menandakan bahwa penghuninya belum terbuai dalam mimpi indah, padahal sekarang sudah hampir jam 2 pagi tapi otaknya terus-terusan bekerja sampai membuat dia terpaksa tetap terjaga.
Kyuubi mengacak-acak rambut merahnya, kesal. Jujur aja, Kyuubi benar-benar bingung saat ini. Dia merasa dipermainkan. Argh! Mana mungkin gue jatuh cinta ama tuh orang! Tapi… apa yang dikatakan Madara tadi memang benar. Cuma didekat Madara dia bisa gugup n jantungnya berdetak kencang tidak bisa dikendalikan.
Kyuubi terduduk ditempat tidur, frustasi. Bisa-bisa mata gue muncul lingkaran hitam kayak si Mata Panda! Gerutunya kesal.
"Huahhhmmm…." Entah sudah berapa kali dia menguap, tetap saja matanya tidak mau tertutup.
TOK TOK
Kyuubi tersentak dengan seseorang yang tiba-tiba mengetuk pintu kamarnya tengah malam begini.
"My Devil? Elo belum tidur, ya?" Madara muncul dari balik pintu kamar Kyuubi. Ck! Padahal tuh kamar udah gue kunci! Pasti si Muka sendu itu pegang kunci cadangannya!
"Mau apa loe?" tanya Kyuubi malas.
"Kenapa belum tidur?" tanya Madara tanpa menjawab pertanyaan Kyuubi.
"Bukan urusan elo, kan?"
"Hm~ mikiran Naru-chan ya?" tebak Madara sambil duduk ditepi tempat tidur, tepat disamping Kyuubi yang sedang duduk bersandar.
Kyuubi memutar bola matanya. "Ck! Buat apa gue mikirin tuh anak?" decaknya. Tentu aja dia nggak mungkin bilang apa yang lagi dipikirkannya. Meski tadi sempet juga sih dia mikirin nasib adiknya yang dirumah entah dengan siapa.
"Atau lagi mikiran gue?" tebak Madara lagi.
"What the….!"
Madara tersenyum. "Bercanda. Tenang aja, gue udah nyuruh Itachi, Deidara n Sasuke buat nemenin adik loe kok." Kata Madara bermaksud membuat Kyuubi tenang dan bisa beristirahat malam ini.
"A-Apa? Loe nyuruh Sasuke buat nemenin adek gue!" Kyuubi berteriak. Mana mungkin dia bisa tenang kalo yang nemenin adiknya itu…. Cih! Dari awal gue udah mencium sesuatu diantara mereka!
"Loe musti istirahat, Kyuu-chan." Madara mengusap-usap rambut merah Kyuubi.
"Ck! Jangan sentuh gue!" sentak Kyuubi sambil menepis tangan Madara yang ada dikepalanya.
"Hm~ Bagaimana kalo gue bantu elo biar cepet tidur, My Devil?" bisik Madara disamping telinga Kyuubi.
"J-Jauhkan muka loe dari gue!" bentak Kyuubi sedikit gugup
"Mmm~~ kalo gue nggak mau gimana?" Madara merangkak naik keatas tempat tidur dan semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Kyuubi yang sedikit tertunduk. Aih! Ekspresi yang manis sekali~~~
Madara mengecup bibir Kyuubi singkat. Tentu saja Kyuubi terbelalak dan hampir saja kepalan tangannya mendarat diwajah Madara kalau saja Madara tidak cepat menangkap tangan Kyuubi.
"Oyasumi My Devil~~" ucap Madara lagi-lagi mengecup bibir Kyuubi dan langsung turun dari tempat tidur. "Istirahatlah." Lanjutnya sambil mematikan lampu kamar Kyuubi dan menutup pintu. Berharap Kyuubi mau mengistirahatkan tubuhnya.
"Dasar bodoh. Bagaimana gue bisa istirahat dengan tenang kalo jantung gue berdetak kencang begini." desis Kyuubi pelan setelah sosok menyebalkan itu menghilang dari kamarnya.
Qiesha d' Ariaseta
"Huahhhmmmm…." Naruto menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Dia berulang kali mengerjapkan matanya, berusaha bangun dari mimpi indah semalam. Kenapa gue semalem mimpiin Teme tidur disamping gue ya? Mana Kyuu-nii nggak pulang seharian lagi! Ck! Kemana sih dia itu! Tapi… bukannya ini keberuntungan buat gue? Kyuu-nii nggak ada, berarti gue bisa kencan sama Teme dong! Hehheh.
Naruto menggelengkan kepalanya cepat. Mandi aja belum udah mikirin kencan! Dia tertawa sendiri dalam hati.
"Eh?" Naruto mengerjapkan matanya lagi. Satu kali. Dua kali. Tiga kali.
"T-Teme?" teriaknya kaget.
"Hn?" sahut Sasuke yang baru saja bangun dari tidurnya, terganggu dengan teriakan Naruto tadi.
"K-Kok elo bisa disini? J-jadi yang semalem gue peluk itu bener-bener elo?" tanya Naruto terkejut, terhenyak, dan senang (?)
"Hn. Kenapa seribut itu, sih?" Sasuke hendak bergelung selimut lagi. Tidur sepuasnya. Mumpung kegiatan sekolah libur dan Madara yang juga sedang berlibur bersama Kyuubi menyuruhnya untuk menjaga 'calon' adik iparnya yang tak lain adalah 'pacar' Sasuke. Ini adalah liburan yang sebenarnya. Meski terkadang gangguan muncul dari mana-mana.
BRAKK!
Tiba-tiba saja pintu kamar Naruto dibuka paksa dengan sangat kasar oleh seorang pemuda berambut merah dengan tanda ai didahinya.
"Sudah kuduga kamu ada disini Sasuke!" bentak Gaara yang langsung mengangkat selimut Sasuke tanpa menyentuhnya. "Jangan dekat-dekat dengan Naruto!"
Yah, ini merupakan salah satu gangguan yang muncul dihari libur Sasuke kecuali baka anikinya yang selalu ribut dengan Deidara itu. Pengganggu yang merepotkan.
"G-Gaara?" Naruto bingung kenapa tiba-tiba Sasuke dan Gaara ada dirumahnya pagi-pagi begini – kalau Gaara sih udah biasa tapi Sasuke?
"Hahh… karena Kyuubi-kun akan pergi lama, dia menitipkanmu padaku. Tapi… Uchiha yang mengajak Kyuubi-kun pergi juga menitipkanmu pada dia dan dua orang yang masih tidur dikamar depan." Jelas Gaara.
"Dua orang lagi? Kapan mereka datang?" tanya Naruto. Perasaan kemaren waktu gue mau tidur, Sasuke belum ada disini.
"Sebenernya gue mau dateng kemaren pagi abis kakak loe n kakak gue pergi tapi karena ada hal yang harus gue urus dulu, jadinya gue baru bisa kesini tadi malam waktu elo udah tidur, Dobe." Sasuke yang menjawab pertanyaan Naruto.
"Jadi… Kyuu-nii pergi dengan kakak loe? Siapa dua orang itu n sampe berapa lama kalian disini?" tanya Naruto lagi.
"Hn. Itachi n Deidara, kita disini sampe kakak loe pulang." Jawab Sasuke.
"Aku sudah menyiapkan kamar untukmu Sasuke jadi jangan lagi tidur dikamar Naruto." Ucap Gaara sambil menatap Sasuke tajam.
"Dobe. Apa elo keberatan kalo gue tidur disini?"
"A-apa?" Naruto terbelalak. Pipi tannya sedikit memerah.
"Tidak boleh!" kata Gaara yang langsung menghampiri pemuda raven dan menyeretnya keluar.
"Lepas! Elo ini kayak Papanya Naruto aja." Ucap Sasuke sambil tersenyum mengejek.
Gaara mengabaikan ejekan Sasuke dengan tetap menyeretnya keluar.
"Tapi elo bukan Papanya. Kalo Dobe nggak keberatan gue tidur dikamarnya, elo nggak bisa berbuat apa-apa karena elo bukan siapa-siapanya, Gaara." Sasuke menyeringai mendapati Gaara yang tertunduk geram.
"Aku kakaknya. Setidaknya untuk saat ini karena Kyuubi-kun yang memintaku menjaganya dan kau, Uchiha Sasuke, hubunganmu dengan Naruto sama sekali. tidak. disetujui. Kyuubi-kun." Balas Gaara dengan penekanan dikalimat terakhirnya.
"Huh!" Sasuke menarik kerah Gaara. Menatapnya tajam. Gaara sama sekali tidak tampak gentar atau takut bahkan dia malah balik menatap mata hitam Sasuke yang semakin membuat Uchiha bungsu itu kesal. "Jangan cari masalah dengan gue!"
"S-sudah! Hentikan!" Naruto yang mengikuti mereka keluar berusaha melerai pertengkaran duo pangeran 'dingin' ini.
"Sudah Teme…." Naruto menarik tangan Sasuke yang mencengkeram kerah Gaara.
"Ada apa ini? Pagi-pagi begini kalian sudah ribut-ribut." Tanya Itachi sambil mengusap matanya, bangun tidur.
"Mengganggu saja." Timpal Deidara yang sudah berdiri dibelakang Itachi.
"Diam kalian!" bentak duo pangeran 'dingin' itu bersamaan.
Itachi n Deidara langsung meneguk ludah. Gila. Aura hitam yang terkoar dari kedua orang ini bener-bener membuat pagi yang tadinya cerah seolah jadi malam lagi!
.
.
Ruang makan mansion Uzumaki.
Setelah pertengkaran kecil tadi pagi(?), Sasuke yang sudah mandi pagi, menarik kursi disamping Naruto yang sudah menyantap sarapannya duluan – tentu saja Gaara yang menyiapkan makan pagi ini.
"Kenapa wajah elo tertekuk begitu, Sasuke?" tanya Itachi yang duduk didepan Sasuke.
Sasuke hanya diam sambil memasukkan suapan pertama kemulutnya tanpa sedikit pun menoleh kearah kakaknya.
"Hah~ Elo nggak berhasil melakukannya, ya?" lanjut Itachi pura-pura simpati.
"Melakukan apa?" tanya Naruto sedang Sasuke masih tetap tak acuh.
"Naru-chan nggak memberikan 'itu' pada Sasuke, ya?"
"UHUKK!" buru-buru Sasuke meraih gelas yang ada disampingnya dan meneguk habis air didalamnya.
"Elo baik-baik saja Teme?" tanya Naruto sambil membantu Sasuke menepuk-nepuk punggungnya.
"Dasar Baka ANIKI! Apa-apaan pertanyaan bodoh tadi!" bentak Sasuke.
"Lho? Apanya yang salah?" tanya Itachi dengan wajah tanpa dosa.
"Tentu saja pertanyaan tadi!" jawab Sasuke sambil men-deathglare kakaknya.
"Gue pikir kalian memang suka melakukan 'itu'. Gue dengan Deidara juga begitu." Kata Itachi sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Deidara yang duduk disampingnya.
DUK!
Hal itu sukses membuat kepala Itachi jadi sasaran empuk pukulan Deidara.
"Jangan katakan hal sevulgar itu, Hn."
"Melakukan apa, sih?" tanya Naruto sambil memiringkan kepalanya. Sasuke merutuki kekasihnya yang kelewat bodoh itu. Dasar!
"Elo ini sebodoh apa sih, Dobe?" ucap Sasuke kejam.
"Gue kan emang nggak tau! Kalian aja yang ngomongnya nggak jelas!" Naruto nggak terima dibilang bodoh.
"Sudahlah tidak perlu melanjutkan pembicaraan seperti ini." Kata Gaara menengahi selain itu dia juga ingin menjaga Naruto dari kemesuman Uchiha bersaudara ini.
"Ah~ gue tau!" Itachi menjentikkan jarinya lalu mendekatkan wajahnya ketelinga adiknya. "Karena dia kan?" bisik Itachi sambil menunjuk kearah cowok stoic yang duduk disisi lain pacar adiknya.
"A-apa sih! Bukan itu, bodoh! Lagipula gue nggak mau ngelakuin hal bodoh kayak gitu kok!" sentak Sasuke. Wajahnya sedikit memerah karena…. Well, dia memang berpikiran kotor saat ini! Ini semua karena ucapan Itachi bodoh itu!
"Bisa gue bantu kok ya kan, Dei." Kata Itachi sambil tersenyum yang langsung dibalas cengiran dari cowok blonde berambut panjang diikat itu.
"A-APPAA? L-Lepas!" berontak Gaara yang terkejut karena kedua tangannya tiba-tiba dipegang Itachi dan Deidara yang langsung membawa – menyeret – nya pergi.
"H-Hei! Gaara mau dibawa kemana?" tanya Naruto cemas.
"Kami hanya ingin berkeliling dengannya saja~"
"Eh? T-Tapi…."
Qiesha d' Ariaseta
"Apa elo sudah mengirimkan sarapan kekamar Kyuubi?" tanya Madara.
"Sudah tuan. Tapi tuan Kyuubi tidak ada dikamarnya." Jawab pelayan yang memang bertugas mengurus vila ini, Konan.
"Hm? Kemana dia?"
"Maaf tuan, saya tidak tau."
"Baiklah, elo boleh pergi." Perintah Madara.
Madara menutup buku yang baru saja dibacanya, dia beranjak dari sofa dan berjalan keluar. Tidak ada suara lain selain langkah kakinya yang berjalan menuju kamar Kyuubi.
Benar, Kyuubi tidak ada dikamarnya atau di kamar mandi yang tersedia dikamar.
"Kemana dia?" Madara kembali berjalan menyusuri lorong-lorong vila milik Uchiha yang berhias pigura-pigura berisi lukisan kepala keluarga Uchiha pemilik vila sebelumnya. Mungkin dia tersesat. Vila bergaya istana Jepang ini memang memiliki lorong yang cukup banyak jadi siapa pun yang belum mengenal dengan baik vila ini besar kemungkinan bakal tersesat. Madara melongok keluar jendela. Atau dia tersesat di hutan pinus? Pikirnya begitu melihat hutan pinus yang lebat yang mengelilingi vila miliknya ini.
Madara berhenti didepan sebuah kamar yang ada diujung lorong. Matanya tertuju kearah pintu kamar tersebut yang terbuka sedikit.
"Kyuu?" panggilnya.
Tidak ada jawaban. Madara menggeser pintu untuk melihat apa atau siapa yang ada didalam.
Tampak didalamnya seorang berambut merah yang sedang menghunus pisau kearah tangannya sendiri yang sudah berlumuran darah. Diwajahnya sama sekali tidak terpantul rasa sakit padahal cairan merah berbau anyir itu terus menetes dari tangan kirinya.
"Kyuubi!" buru-buru Madara menahan tangan Kyuubi yang memegang pisau hendak menyayat tangannya – lagi.
"Muka sendu?" Kyuubi terkejut melihat Madara yang tiba-tiba datang dan menghimpitnya ketembok – oke, bukan itu yang harus dicemaskan.
"Apa yang elo lakukan, bodoh!" Madara merebut pisau yang digenggam Kyuubi.
"Lepas! Bukan urusan loe!" Kyuubi menarik tangannya yang dipegang Madara.
"Akh!" Kyuubi memicingkan matanya, perih, karena luka sayatan yang dibuatnya. Luka itu menganga cukup lebar dan lumayan dalam.
"Kenapa menyiksa diri begini!" Madara menarik tangan Kyuubi yang tidak terluka, mengajaknya kekamar untuk mengobati luka – yang dibuat Kyuubi sendiri.
.
.
"Aduh! Elo bisa pelan-pelan dikit nggak sih!" bentak Kyuubi.
"Kenapa waktu elo nyayat tangan loe, elo-nya sama sekali nggak berteriak kesakitan?" Madara sedikit kesal dengan ulah Kyuubi. Dia hampir jantungan dibuatnya.
"Berapa kali elo melakukan hal ini Kyuu?" tanya Madara.
Kyuubi hanya terdiam. Dia memalingkan wajahnya saat Madara berusaha menatap matanya. Madara memasang plaster untuk merekatkan kasa yang membalut luka ditangan Kyuubi. "Sudah selesai."
"Jangan melukai diri lagi, Kyuu." Kata Madara pelan lalu meraih tubuh Kyuubi, membawanya kepelukan hangat.
"Gue nggak mengerti kenapa elo juga suka menyiksa diri begini." Madara membenamkan wajahnya dikepala Kyuubi, menyecap aroma tubuh orang yang paling dicintainya.
"Hidup selalu nggak adil dengan gue…." Ucap Kyuubi pelan.
"Kyuu?" Madara tertegun dengan kalimat yang diucapkan Kyuubi. "Gue pikir elo adalah orang yang paling tangguh yang pernah gue temui?"
"Kehilangan orang tua, mengurus adik cerewet sendirian, dikejar-kejar orang-orang yang memaksa gue ikut dengan mereka, lalu tiba-tiba saja ada laki-laki aneh yang bilang kalau gue juga jatuh cinta dengannya. Apa elo pikir gue setangguh itu?" Kyuubi mengangkat wajahnya yang… datar saat mengatakan semua itu.
"Huh! Gue lebih tangguh dari itu!" Kyuubi menyeringai kecil. "Tapi terkadang tangan ini…." Kyuubi mengangkat tangan kanannya. "Ingin sekali menghilangkan rasa sakit…."
Madara mengerjapkan matanya, menatap sosok dingin didekapannya.
"Tapi nggak perlu melukai diri sendiri kan? Elo hanya perlu berbagi cerita, Kyuu. Jangan pendam semua masalah sendirian. Lama-lama elo bisa menusuk bagian sini." Kata Madara sambil tersenyum dan menyentuh dada Kyuubi.
"Elo terlalu lama sendiri. Maaf."
"Bodoh! Kenapa elo minta maaf?" tanya Kyuubi.
"Karena gue terlalu pengecut untuk menemui elo lebih cepat." Jawab Madara lalu sekali lagi menarik Kyuubi kepelukannya.
Kyuubi memejamkan matanya, mencoba menikmati setiap sentuhan dan degupan jantungnya yang semakin kencang. Mencoba mencerna setiap rasa yang mengalir dalam akal kerasnya. Mungkin dia memang benar kesepian hingga seseorang datang dan menyentuh luka paling dalam itu.
Madara mengangkat dagu Kyuubi, membuat wajah Kyuubi mendongak kearahnya. Wajah termanis disaat paling lemah untuk Kyuubi yang pertama kalinya terang-terangan menunjukkan wajah tersipunya. Madara menempelkan bibirnya kebibir Kyuubi melumatnya lembut. Tidak ada penolakan dari Kyuubi. Madara menjilat bibir bawah Kyuubi yang anehnya langsung membuat Kyuubi membuka mulutnya begitu saja membiarkan lidah Madara lincah mengeksplor rongga basahnya.
"Ngh…." Erangan-erangan kecil muncul dari Kyuubi yang mulai menikmati permainan lidah Madara.
Permainan semakin panas saat lidah Kyuubi ikut bergerak dan perang lidah pun terjadi. Entah berapa lama ciuman panas itu berlangsung dengan tidak ada satupun yang kalah diperang lidah itu. Kyuubi mendorong tubuh Madara kuat hingga ciuman panjang itu pun berhenti.
"Hahh…. Hahh…." Kyuubi menghirup udara banyak-banyak kalau saja ciuman itu masih berlanjut sudah bisa dipastikan bahwa dia bakal mati kehabisan pasokan udara. "Dasar! Hah… mau ngebunuh gue, heh?" ucap Kyuubi masih tersengal.
Madara hanya terkikik sambil mengusap saliva yang tertinggal dibibir Kyuubi.
"Meski begitu elo masih bisa melawan juga ya?" godanya. "Kalau begitu, apa gue 'seme' sekarang?" Madara menjilat telinga Kyuubi lalu turun keleher jenjang Kyuubi. Madara menggigit dan menyesap leher putih Kyuubi, meninggalkan tanda 'kepemilikkan'nya disana.
"Ahh…. Peduli apa tentang itu…." Kyuubi mendorong tubuh Madara hingga terjatuh diatas tempat tidurnya. Kemudian dia mencium Madara, mengajaknya berperang lidah lagi. Kali ini pemenangnya jelas Madara yang langsung memutar posisinya, membuat Kyuubi terlentang dibawah tubuhnya.
"Elo terlalu tidak sabaran Kyuubi." tangan Madara mulai menjamah tubuh Kyuubi, melepas kaos hitam yang dikenakan Kyuubi.
"Otot lengan loe nggak sekekar yang gue duga." Ejeknya.
"Ck! Bilang kalo loe memang nggak suka!" sungut Kyuubi.
"Tidak, gue tetep suka tubuh loe kok." Ucap Madara lalu melumat nipple Kyuubi yang sudah mengeras, tangan kirinya memainkan nipple satunya, memuntir, mencubit. Membuat Kyuubi mengeluarkan suara-suara ero yang semakin menggairahkan.
"Ahh…." Tubuh Kyuubi menggeliat merasakan sensasi 'aneh' yang belum pernah dirasakannya. Begini-begini dia masih perjaka(?).
"A-Ahh… hh…"
Madara meninggalkan begitu banyak kissmark ditubuh porselen Kyuubi. Setelah memandangi hasil karyanya, tangannya mulai nakal merogoh 'sesuatu' yang sejak tadi sudah menegang dibalik celana Kyuubi.
"Nghh…" Kyuubi menggelinjang ketika tangan Madara meremat kejantanannya kuat-kuat sedang bibirnya dilumat Madara.
"Mmphh…." Kyuubi terkejut saat Madara melucuti celana plus boxernya dan membuatnya benar-benar polos tapi dia tidak bisa berteriak karena mulutnya dikunci oleh Madara.
"Hahh… hah…" Kyuubi langsung bergerak menjauh saat Madara sengaja melonggarkan himpitannya.
"Elo kenapa, My Devil?" tanya Madara khawatir. "Apa tangan loe sakit?"
"Lihat tubuh loe! Cih! Curang!" desisnya.
"Ah! Elo nggak takut ngeliat 'milik' gue yang lebih besar dari elo?" tanya Madara.
"B-Bodoh! Gue nggak mau ngelakuin ini buru-buru!" kata Kyuubi sambil memungut pakaiannya yang berceceran di ditempat tidur.
"Lho? Bukannya elo yang mulai duluan?"
"Enak aja! Gue kan nggak bermaksud buat ngajakin elo main 'sex'! Gue nggak mau!" ucap Kyuubi langsung.
"Kita kan udah jadian. Lagipula kita sama-sama cinta." Kata Madara sedikit bingung dengan sikap uke-nya yang seenaknya menggodanya lalu membuatnya terpaksa menahan.
"Cih! Siapa bilang kalo gue cinta sama elo! Udah ah, gue mau sarapan." Kyuubi meraih boxer yang tak jauh darinya.
"Yakin elo nggak mau 'main' dengan gue sekarang?" tanya Madara sambil menahan Kyuubi yang hendak memakai boxer. Tangan Madara memegang batang kejantanan Kyuubi yang masih terekspos.
"Ahh…" Kyuubi mendesah pelan.
"Kita bisa menunda sarapan, lho~" godanya sambil menjilat telinga Kyuubi.
"J-Jangan… ahh… a-ahh…." Kyuubi berusaha lepas dari Madara yang memeluknya dari belakang sambil memainkan 'milik'nya.
Madara tetap menahan Kyuubi terduduk dipangkuannya. Tangannya jahil memijit-mijit batang kejantanan Kyuubi yang menegang lagi. Mengocoknya dengan tempo yang lambat membuat Kyuubi benar-benar menggelinjang.
"Ahh! Ahh… ahh…. H-Hen… ahh! Hentikan!" teriak Kyuubi saat Madara mengocok kejantanannya semakin cepat.
"Ahh… Shit! Ahh… Elo h-harus… tanggung ahh! Jawab… ah…. More… lebihh… C-cepat!" desah Kyuubi kenikmatan dengan permainan tangan Madara.
"Sebut nama gue dulu." Bisik Madara sambil memelankan permainannya yang membuat Kyuubi kesal. Tau bahwa Kyuubi akan klimaks pertama kalinya, dia ingin namanya yang tersebut.
"B-Brengsekk… ahh… hh…."
"Bukan itu." Madara menyeringai.
"Ahh!" Kyuubi tersentak saat Madara tiba-tiba mempercepat temponya dan melambatkannya lagi.
"Shit!"
"Sudah gue bilang, kan?"
"Ahh… Ma… nghh… M-Mada…ra…. Ahh! Madara SHIT!" dan untuk pertama kalinya Kyuubi klimaks dengan cara yang benar-benar memalukan.
"Hh… hh…." Kyuubi masih berusaha mengatur nafas dan mengembalikan pikirannya yang sempat merasakan surga dunia.
"Manis." Kata Madara sambil menjilat tangannya yang berlumuran cairan Kyuubi.
"Brengsek! Gue harus mandi lagi!" sungut Kyuubi yang langsung beranjak kekamar mandi.
"Elo bener-bener nggak mau ngelakuin 'itu', My Devil?" tanya Madara terkejut karena Kyuubi tetap tidak terpancing dengan perlakuannya tadi.
"Muka sendu brengsekk!" itulah jawaban Kyuubi sambil menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
"Hah~ padahal gue juga kan mau klimaks. Dasar, padahal udah gue kasih servis begitu." Madara tersenyum kecil menatap uke-nya yang sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Sayup-sayup terdengar suara merdu Kyuubi yang sedang mendendangkan lagu didalam kamar mandi.
I'm so glad to be yours
You're a class of your own and
Ooh little cutie, when you talk to me
I swear the whole world stops
You're my sweetheart and
I'm so glad that you're mine
You are one of a kind, and
You mean to me what I mean to you
And together baby there is nothing we won't do
'Cause if I got you
I don't need money
I don't need cars
Girl you're my all
Madara yang tadinya tersenyum puas mendengar lagu yang dinyanyikan Kyuubi langsung berubah ekspresi begitu mendengar syair terakhir.
"Girl?"
-TBC-
.
.
tunggu bonus Chap-nya ya~
.
.
RnR, Please?
