Across The Universe

Author : PrincePink a.k.a Icha

Cast : Park Chanyeol – Byun Baek Hyun

Other Cast: Oh Se Hun – Xi Lu Han - Kim Joon Myeon – Zhang Yi Xing

Genre : Angst,Hurt,OOC,Sad,Romance,Genderswitch

Disclaimer : EXO isn't mine because they're belong to their parents and God

Summary: Baek Hyun Mencintai Chan Yeol amat dalam . Cintanya bagaikan bintang di alam semesta . Mencintai Chan Yeol lebih dari dia mencintai dirinya sendiri . Mencintai Chan Yeol tanpa peduli rasa sakit yang menyergap hatinya setiap tak pernah peduli,karena ia mencintai Chan Yeol.

.

.

CHAPTER 9

.

.

Luhan berjalan melewati para pegawai Park Corpuration yang saat ini tengah menatap nya dengan pandangan yang berbeda – beda . Pandangan yang ditujukan hanya untuk perempuan itu . Bagaimana mata – mata itu menatap nya . Para lelaki akan menatap perempuan cantik ini dengan tatapan memuja , sedang para perempuan akan menatap perempuan ini sinis , atau bahkan kagum dengan kecantikannya . Yang pertama mungkin lebih dominan bagi para perempuan di kantor ini .

Gaun merah pemberian Chanyeol yang melekat indah di tubuh langsingnya , stiletto hitam juga tatanan rambut dengan kesan sexy yang ia buat sedemikian rupa , membuat suasana kantor semakin ' panas' akan kedatangannya . Luhan memang benar – benar menarik atensi para pegawai di kantor Chanyeol .

Luhan tersenyum saat jarak tubuhnya dengan pintu ruangan Chanyeol sudah semakin dekat . Hentakan langkahnya begitu terdengar jelas , sehingga beberapa perempuan akan mendecih melihatnya . Perebut suami orang , pikir mereka . Luhan tersenyum angkuh kemudian membuka pintu ruang kerja Chanyeol .

"Hai, sayang~" panggil Luhan dengan nada sexy saat mendapati Chanyeol yang tengah menelepon seseorang dengan ponselnya . Chanyeol memperhatikan penampilan Luhan dari atas sampai bawah . Luhan berusaha memeluk tubuh Chanyeol namun lelaki tinggi itu malah menjauhkan tubuhnya sembari melempar pandangannya ke arah lain , asal tidak pada Luhan .Perempuan berdarah oriental itu berdecak kesal , sedang Chanyeol kembali sibuk dengan sambungan teleponnya . Luhan memilih untuk duduk di meja kerja Chanyeol sambil memperhatikan lelaki tampan itu . Chanyeol melirik jam tangannya kemudian menutup teleponnya .

"Kau ini selalu mengacuhkanku jika sedang sibuk dengan pekerjaanmu ," Luhan memajukan bibirnya dengan manja sambil mengelus lengan Chanyeol . Lelaki tinggi itu menatap Luhan kemudian mendesah .

"Tumben kau kemari saat aku akan pulang?" tanya Chanyeol sambil membereskan dokumen – dokumen penting miliknya kemudian menaruhnya kedalam laci kerjanya . Luhan tersenyum manis kemudian berdiri dan mengecup pipi Chanyeol dengan kilat .

"Aku akan ikut kerumahmu malam ini . Lagipula sudah lama kan kita tidak berduaan di kamar hangatmu baby ," Luhan memainkan telunjuk disepanjang rahang Chanyeol . Lelaki tinggi itu tidak terlalu mempedulikan Luhan dan memilih untuk mengambil jas kerjanya juga tas nya . Luhan masih setia duduk diatas meja milik Chanyeol .

"Kau mau ikut ke rumah ku kan?" tanya Chanyeol pada Luhan . Tentu saja perempuan Cina itu tersenyum lebar kemudian turun dari meja dan berjalan sambil mengapit lengan Chanyeol yang padat . Keduanya berjalan menyusuri jalanan menuju basement parkir dimana mobil Chanyeol diparkirkan . Selama di Lift , Luhan akan menggoda bibir Chanyeol dengan bibirnya . Meskipun Chanyeol membiarkan Luhan menciumnya , namun jauh di lubuk hatinya , Chanyeol tidak benar – benar menikmati ciuman yang diberikan Luhan saat ini .

Lift pun berhenti di basement khusus parkir . Keduanya berjalan beriringan dengan Luhan yang semakin merapatkan tubuhnya dan memasuki mobil lalu mobil nmewah Chanyeol pun berjalan membelah jalanan Seoul sore itu .

Luhan akan kembali menarik wajah Chanyeol dan menghisap bibir lelaki tampan itu dengan ganas tiap kali traffic light menyuruh setiap mobil yang melintas untuk berhenti . Chanyeol diam dan tak merespon . Ia membiarkan Luhan berbuat sesuka hati sore itu . Luhan tersenyum kecut di akhir kecupannya kemudian kembali menegakan tubuhnya dan menatap Chanyeol dengan pandangan sulit diartikan . Chanyeol memilih diam dan mengendarai mobilnya menuju rumahnya .

.

.

"Dia tertidur nyenyak sekali ," ujar Sehun saat melirik Moonbin yang tertidur dipangkuan nya dengan damai . Baekhyun melirik Moonbin kemudian mengecup puncak kepala balita itu dengan penuh sayang . Sehun kembali konsentrasi pada jalanan di depannya sambil sesekali melirik Baekhyun yang masih setia menepuk pelan punggung Moonbin .

" Kau sudah makan ?" tanya Baekhyun pada Sehun . Lelaki berkulit tinggi itu menggeleng pelan . Baekhyun terkekeh manis . Kekehan yang mampu membuat hati Sehun bergetar sore itu .

"Sesampainya dirumahku kau makanlah terlebih dahulu , aku akan memasakanmu . Jangan sampai pulang dengan keadaan perut yang kosong , " ujar Baekhyun . Sehun mengangguk semangat . Sehun memelankan kecepatan mobilnya saat mobilnya sudah hampir sampai di kediaman milik Baekhyun . Sehun mengernyitkan alisnya saat mendapati mobil Chanyeol sudah terparkir di depan rumah nya sendiri .

"Itu ," tunjuk Sehun dengan dagunya . Baekhyun mengangkat wajahnya dan menatap arah yang ditunjuk oleh Sehun , " Mobil Chanyeol kan?" tanya Sehun . Baekhyun mengangguk ragu . Tumben sekali suaminya pulang lebih cepat . Bahkan , Chanyeol pulang saat langit belum gelap . Sehun menepikan mobilnya tepat dibelakang mobil Chanyeol kemudian keluar melalui pintunya dan membantu Baekhyun dengan cara menggendong Moonbin dan menarik lembut tangan Baekhyun untuk keluar .

"Terima Kasih , " ujar Baekhyun dengan senyuman pada Sehun . Lelaki tinggi itu membenarkan letak Moonbin yang tertidur di bahunya kemudian menutup pintu mobilnya dan berjalan beriringan menuju rumah Baekhyun dan Chanyeol . Keduanya berjalan memasuki rumah Baekhyun dan Chanyeol . Jarak dari pagar menuju pintu utama agak jauh , sehingga keduanya harus berjalan terlebih dahulu . Sehun berusaha membantu Baekhyun yang berjalan perlahan di sampingnya . Keduanya berjalan melewati taman dirumah itu , sampai keduanya mendapati dua sosok yang tengah berdiri tepat di depan pintu utama . Keduanya berjalan mendekati kedua sosok tersebut . Kedua sosok yang tidak terlalu jelas jika dilihat dari kejauhan , namun saat kedua nya sudah semakin dekat , mereka dapat melihat jelas pemandangan tersebut .

Dan saat itu pula , keduanya terdiam kaku ditempat mereka saat mereka mendapati pemandangan yang tidak pernah mereka bayangkan saat ini . Terutama bagi Baekhyun yang sontak terdiam dengan air mata yang hampir meleleh dari kedua matanya . Bagaimana ia mendapati Suaminya tengah berciuman mesra tepat di depan pintu rumah mereka dengan intim . Bagaimana Luhan – perempuan itu – memainkan tangannya di punggung Chanyeol sedang suaminya sendiri memilih menutup matanya , membiarkan Luhan bermain sesukanya .

"Mhhh ~," lenguhan Luhan terdengar sampai ketelinga Baekhyun . Sehun mengepalkan tangannya melihat pemandangan dihadapannya . Ia memberikan Moonbin di gendongannya pada Baekhyun , kemudian berjalan cepat mendekati kedua sosok tersebut . Baekhyun membelalakan matanya kemudian berusaha mendekati Sehun

"Sehun jangan !" pekik Baekhyun . Chanyeol dan Luhan melepaskan pagutannya saat mereka mendengar suara seseorang tak jauh dari mereka , dan saat itupula Sehun berhasil melayangkan bogem mentahnya pada Chanyeol .

BUGH

"KYAAAAA~" Luhan berteriak kemudian berjalan mundur sambil menatap ngeri kedua lelaki dihadapannya . Chanyeol terjatuh dengan darah mengalir di sudut bibirnya , sedang Sehun menatap Chanyeol jengah , penuh intimidasi . Baekhyun berjalan mendekati Sehun dan Chanyeol kemudian membantu Chanyeol untuk bangkit . Baekhyun berusaha membantu Chanyeol untuk bangun meski saat ini Moonbin berada di gendongannya . Chanyeol meringis kesakitan kemudian melirik Baekhyun yang membantunya untuk duduk .

"Apa yang kau lakukan?!" tanya Chanyeol geram pada Sehun . Si pemukul tertawa meremahkan kemudian melirik Luhan yang berdiri di belakangnya .

"Kau masih sibuk mengurusi wanita murahanmu sedang kau tidak sekalipun melihat kondisi istrimu saat ini ?" tanya Sehun .

"Sehun , cukup! Hentikan ," ujar Baekhyun sambil menatap Sehun putus asa . Chanyeol memegang pipinya yang sakit kemudian melirik Baekhyun .

"Maksudmu apa bajingan?!" tanya Chanyeol dengan nada sarkastik . Sehun menggeser tubuhnya sedikit kemudian menunjuk Luhan yang masih berdiri ditempatnya , " Kau lebih memilih bermesraan dengan dia sedang istrimu tengah tersiksa mengurus diri – "

"Sehun hentikan! " teriak Baekhyun sambil menahan air matanya . Chanyeol melirik Baekhyun yang kini tengah menundukan kepalanya . Chanyeol kembali menatap Sehun .

"Biarkan dia tahu Baekhyun! Biarkan suamimu tahu kalau kau kini sedang mengandung dan kau kini – "

"STOP SEHUN KUBILANG HENTIKAN!" teriak Baekhyun dengan frustasi sambil menatap Sehun penuh airmata . Chanyeol membelalakan matanya penuh keterkejutan . Begitupula Luhan yang menatap Baekhyun kaget .

"Hentikan Sehun . Lebih baik kau pulang ," ujar Baekhyun sambil menatap Sehun . Lelaki tinggi berkulit putih itu menghela nafasnya kemudian tersenyum remeh pada Chanyeol .

"Jaga istrimu baik – baik ," ujar Sehun kemudian berjalan meninggalkan ketiga orang itu sambil menahan emosinya . Baekhyun menatap Chanyeol masih yang terduduk .

"Sebaiknya kau juga pulang ," ujar Chanyeol sambil menatap Luhan . Perempuan Cina itu berdecih . Rencananya gagal dan kini mau tidak mau ia harus pulang daripada memperumit keadaan . Luhan menatap Baekhyun sinis kemudian berjalan meninggalkan pasangan suami istri itu . Baekhyun menarik wajah Chanyeol perlahan kemudian menatap luka disudut bibir Chanyeol .

"Aku akan mengobatimu,"

"Baekhyun – " Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun kemudian menatap Baekhyun seakan meminta penjelasan . Baekhyun tersenyum getir kemudian menggeleng .

" Aku harus mengobati lukamu terlebih dahulu baru kita bicara "

.

.

Setelah menaruh Moonbin dikamarnya , Baekhyun segera mengambil kotak obat dan berjalan menuju Chanyeol yang kini tengah duduk di ruang keluarga . Baekhyun duduk dihadapan Chanyeol kemudian mengambil alcohol dan kapas dari balik kotak obat . Dengan telaten Baekhyun membersihkan luka di ujung bibir Chanyeol . Lelaki itu meringis saat lukanya sedikit ditekan . Baekhyun tersenyum tipis kemudian kembali membersihkan luka di ujung bibir Chanyeol .

Lelaki tinggi menatap wajah istrinya yang berjarak begitu dekat dengannya . Bagaimana wajah manis itu terlihat menawan meski tanpa makeup , bagaimana mata sipitnya itu terarah pada luka di sudut bibirnya .

Chanyeol terdiam memperhatikan wajah Baekhyun saat ini . Sampai Baekhyun ikut menatap mata Chanyeol yang kini seolah tengah membiusnya . Keduanya terdiam memandangi wajah pasangannya masing – masing . Bagaimana Chanyeol memuja betapa cantik dan manisnya perempuan dihadapannya , juga Baekhyun yang mengagumi sebarapa tampan dan menawannya lelaki yang berstatus suaminya ini . Keduanya masih terdiam pada posisi masing – masing , sampai Baekhyun melepaskan pandangannya dan kembali membersihkan luka Chanyeol . Lelaki tinggi itu mendesah perlahan sembari menetralkan degup jantungnya yang entah kapan berdetak . Baekhyun dengan gugup menaruh plester tepat diatas luka Chanyeol kemudian tersenyum dan merapihkan kembali obat – obatan yang sempat ia keluarkan untuk dimasukan kedalam kotak obat lagi .

"Tetap diam disini dan jelaskan padaku yang sebenarnya ," ujar Chanyeol dengan mata yang terus menatap Baekhyun seolah meminta penjelasan . Baekhyun menghela nafasnya kemudian menaruh kotak obat tersebut di meja yang terletak di sisinya .

" Apa yang dikatakan Sehun tadi memang benar . Aku tengah mengandung saat ini ," Baekhyun tersenyum tipis sambil mengelus perutnya dari luar . Chanyeol membulatkan matanya sambil melirik tangan Baekhyun yang kini tengah mengelus perutnya sendiri . Baekhyun menatap Chanyeol kemudian tersenyum lembut

"Aku tahu kau tidak menginginkan bayi ini . Oleh sebab itu kau tidak perlu khawatir , aku akan mengurus bayi ini sampai lahir sendiri ," Baekhyun menggerakan bola matanya keatas saat dirasanya air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya . " Setelah bayi ini lahir , jika kau tidak menginkan bayi ini , aku akan dengan sukarela akan pergi dari rumah ini dan memulai hidupku di rumah baru . Aku , Monnbin dan bayi ini . Maafkan aku , mungkin selama ini aku dan Moonbin sering merepotkanmu dengan segala tingkah nakal Moonbin dan juga perilakuku yang membuatmu marah . Oleh sebab itu , aku mohon Chanyeol biarakan bayi ini lahir dan biarkan aku yang meng - "

"Sebegitu jahatnyakah diriku sampai – sampai aku tega untuk melakukan hal tersebut pada bayiku kelak?" tanya Chanyeol pada Baekhyun . Perempuan itu terdiam saat Chanyeol menatapnya penuh luka .

"Bagaimanapun bayi didalam kandunganmu adalah bayiku dan aku bertanggung jawab untuk menghidupi bayi itu . Tetap tinggal disini dan biarkan aku ikut bertanggung jawab atas bayi ini ," ujar Chanyeol tegas . Baekhyun meneguk liurnya kasar kemudian mengangguk .

"Baiklah , jika kau menginginkannya . Tetapi jangan ragu untuk mengatakan jika kau tak sudi kami tinggal disini , Chanyeol " ujar Baekhyun dengan senyum tulusnya . Chanyeol menatap senyum itu . Senyum yang selalu berhasil membuat jantung Chanyeol seakan meleleh .

" Hmm "

Chanyeol memperhatikan tubuh Baekhyun dari atas sampai bawah . Bagaimana bisa seorang ibu hamil bisa sekurus ini ? batin Chanyeol .

"Kau terlalu kurus untuk mengandung . Sebaiknya mulai besok kau harus rajin – rajin mengisi tubuhmu dengan makanan bergizi," ujar Chanyeol dingin meski dibalik perkataannya mengandung kekhawatiran yang mendalam . Baekhyun melirik Chanyeol kemudian tersenyum dan mengangguk . Tanpa diketahui Chanyeol , Baekhyun benar – benar bersyukur saat ini .

.

.

"Hoekk ,uhuk " Baekhyun terduduk di kloset sambil terus memuntahkan isi perutnya pagi itu . Pagi ini sudah ketiga kalinya Baekhyun muntah dan sukses membuat tubuhnya lemas . Baekhyun terus memuntahkan isi perutnya sampai sebuah tangan mengelus belakang lehernya dengan lembut dan memijatnya . Baekhyun melirik sekilas kemudian tersenyum pada sosok itu .

"Hoekk . . " Baekhyun kembali memuntahkan isi perutnya , dengan Chanyeol yang masih setia memijat lembut belakang tengkuknya . Baekhyun menghela nafas kemudian menyandarkan kepalanya pada tembok . Chanyeol membersihkan sisa muntahan Baekhyun kemudian menatap Baekhyun yang kini masih menyandarkan kepalanya .

"Baekhyun , " panggil Chanyeol lembut . Baekhyun menatap Chanyeol kemudian tersenyum tipis .

"Lebih baik istirahat saja . Aku akan membawakan makan pagimu ke kamar , bagaimana ?" tanya Chanyeol . Baekhyun meremas lembut tangan Chanyeol kemudian menatap mata tajam itu

"Tapi aku belum menyiapkan sarapanmu ," ujar Baekhyun lemah . Chanyeol menggeleng , " Tidak usah . Aku bisa menyiapkannya sendiri . Kau istirahat saja hari ini "

"Kau kuat berjalan?" tanya Chanyeol . Baekhyun mengangguk . Perempuan itu berusaha membangkitkan tubuhnya , namun hampir saja ia kembali terjatuh dilantai kamar mandi jika tangan kokoh Chanyeol tidak menahannya .

" Ck ," decak Chanyeol kemudian memapah Baekhyun menuju kamar mungilnya di belakang . Chanyeol meringis dalam hati saat mendapati keadaan kamar ini secara langsung . Ia menidurkan tubuh Baekhyun diatas kasur tipisnya kemudian tersenyum . " Aku akan mengambilkan makanan untukmu oke? Kau tunggu disini "

Chanyeol segera berjalan menuju dapur dan lelaki itu tersenyum lebar saat mendapati Moonbin yang tengah bermain dengan mainannya diatas meja makan . Chanyeol mengambil roti dari balik lemari kemudian mengambil sayuran dari dalam kulkas dan juga buah – buahan . Ia berniat membuatkan Baekhyun sandwich juga jus buah . Namun sebelum itu , Chanyeol menyiapkan dahulu susu hangat untuk Moonbin dan juga bubur gandum untuk balita itu . Setelah selesai , Chanyeol menaruhnya di hadapan Moonbin . Kemudian mengecup ujung kepalanya dan kembali menuntaskan pekerjaannya .

Chanyeol mulai menaruh tuna , juga sayuran didalam lapisan roti itu kemudian setelah selesai ia mengupas buah dan membuat segelas jus pisang untuk Baekhyun . Setelah dirasa siap , ia menaruh makanan untuk Baekhyun ketas nampan dan membawanya ke kamar Baekhyun . Lelaki itu tersenyum saat mendapati Baekhyun yang tengah memandang langit – langit kamarnya .

" Ini . Habiskan , agar tubuhmu tidak lemas . Kau harus ingat bahwa saat ini kau membawa satu nyawa dalam tubuhmu , " ujar Chanyeol sambil menaruh makanan untuk Baekhyun di sisi tempat tidurnya . Baekhyun tersenyum lembut kemudian mengangguk .

"Terima kasih , Chanyeol . Ah , apakah Moonbin merepotkanmu ?Maafkan aku , " sesal Baekhyun . Chanyeol menggeleng , " Tidak apa . Lagipula hari ini hari minggu . Mungkin aku akan berdiam di rumah hari ini ,"

"Ehm – kalau begitu aku titip Moonbin . Apa tidak apa ?" tanya Baekhyun ragu dengan wajah pucatnya . Chanyeol terpana sesaat kemudian mengangguk .

"Terima kasih Chanyeol ,"

"Sama – sama . Habiskan makananmu ," Chanyeol kembali meninggalkan Baekhyun kemudian berjalan menuju ruang makan . Ia mengernyitkan dahinya saat Moonbin tidak menyentuh sedikitpun makanannya . Chanyeol menarik kursi dan duduk disebelah Moonbin sambil mengelus rambut lembut balita itu .

" Kenapa tidak dimaka hm?" tanya Chanyeol . Moonbin melirik Chanyeol kemudian kembali sibuk dengan mainannya . Chanyeol melirik mobil – mobilan Moonbin yang sudah hampir rusak . Lelaki tinggi itu seakan terhimpit dadanya saat mendapati mainan milik Moonbin .

" Sesudah kau makan Papa akan memandikanmu kemudian kita beli mainan baru . Bagaimana ?" Moonbin menatap Chanyeol kemudian tersenyum lebar . Chanyeol mengecup pipi Moonbin kemudian menarik bubur gandum yang ia siapkan kemudian menyendoknya dan mulai menyuapi Moonbin . Sesekali Chanyeol akan bercanda dengan anaknya . Chanyeol tersenyum sedih saat menatap wajah Moonbin . Wajah yang mengingatkannya pada masa kecilnya , dan juga wajah yang mirip dengan dirinya sendiri . Mengapa bisa ia menelantarkan lelaki kecil ini ? Lelaki kecil ini terlalu polos, dan terlalu sayang untuk di telantarkan , batin Chanyeol .

"Papa ," panggil Moonbin saat makanan dimulutnya sudah habis . Chanyeol tersadar dari lamunannya kemudian kembali menyendok bubur gandum didalam mangkuk sampai bubur itu habis lalu menuntun Moonbin untuk meminum susunya . Chanyeol bersorak girang saat makanan milik putranya habis kemudian Chanyeol menggendong balita itu dan memandikan bayi itu bersamanya . Keduanya mandi didalam bathtub yang sama sambil sesekali bercanda .

Chanyeol lupa memakai pakaiannya terlebih dahulu saat ia akan mengambil pakaian milik Moonbin didalam kamar Baekhyun . Alhasil , Baekhyun berusaha mengalihkan pandangannya dari tubuh atletis Chanyeol dan juga Chanyeol tersadar dari kebodohannya . Setelah itu , Chanyeol memakaikan Moonbin pakaian bersih dan terlebih dahulu ia pamit pada Baekhyun untuk mengajak Moonbin berjalan – jalan sehari penuh ini .

.

.

Tao tertawa terbahak saat mendapati suaminya baru saja menumpahkan seember es batu ke atas kepalanya . Tao memegang ponsel pintar milik suaminya yang masih setia merekam kegiatan suaminya . Kemudian Kris berjalan mendekat kearahnya dan otomatis Tao menghentikan aski merekamnya .

"Hhahahaha , kau harus lihat wajah bodohmu , Ge " ujar Tao . Kris mendecih sebal kemudian memutar kembali aksinya tadi yang sempat istrinya rekam .

"Kalau saja Zhoumi ge tidak men'tag ' ku dalam akun instagramnya , aku juga tidak akan mau melakukan ini ," ujar Kris kesal . Tao masih terbahak kemudian menyerahkan selembar handuk pada suaminya . Untung saja mereka melakukannya dikamar mandi , sehingga air dingin itu tidak berceceran kemana – mana .

"Lalu , selanjutnya siapa yang akan kau tantang ?"

"Mungkin Kai , Chanyeol , dan juga dirimu ," ujar Kris . Tao menatap suaminya tidak percaya . Sampai ponsel tao berdering dari balik saku celana jeans nya .

"Cepat bergantilah , Ge . Aku harus menerima panggilan terlebih dahulu ", ujar Tao kemudian berjalan meninggalkan suaminya dan memilih untuk berdiam diri di balkon . Tao melirik ponselnya , dan tersenyum tipis saat mendapati nama Suho tertera di layar ponselnya .

PIP

"Ya Ge ,"

"Tao ?"

"Ya Suho Ge ?Ada apa ?"

"Apa kau sedang sibuk?"

Tao melirik pintu kamar mandi yang terletak tak jauh darinya , kemudian tersenyum , "Tidak juga , Ge . Apa yang ingin kau bicarakan?"

"Ini mengenai Baekhyun,"

"Ada apa Ge," Tao memelankan suaranya . Wajahnya menjadi serius dan penuh ketegangan jika berhubungan dengan Baekhyun .

"Baru – baru ini aku berusaha mengambil sample darah dan juga air seni nya . Setelah melewati beberapa pemeriksaan , ada sesuatu yang membuatku kaget ,"

"Apa itu ?" tanya Tao khawatir . Dari seberang sana , Tao dapat mendengar deheman suara Suho dan helaan nafas dokter tampan itu

"Baekhyun tengah mengandung dan aku takut kandungannya menganggu proses Cemotheraphy ini ,"

"Hamil?" bisik Tao .

"Ya . Oleh sebab itu aku hanya bertanya padamu karena kau yang dekat dengan Baekhyun ,"

"Baekhyun Jie tidak pernah mengatakannya padaku " ujar Tao

"Kandungan nya cukup membahayakan , Tao . Aku takut kandungannya malah semakin memperumit penyembuhannya ,"ujar Suho dengan nada lemah . Tao menggigit bibirnya . Ia kehabisan kata – kata untuk hal ini .

"Jadi , aku harus bagaimana ? "

" Entahlah , mungkin ini dosa dan ini tidak baik . Tapi demi Tuhan , kandungannya ini sedang membahayakannya . Aku minta padamu untuk – "

"Membujuknya untuk menggugurkan kandungannya kan ?" tanya Tao .

"Benar . . " bisik Suho .Tao menutup matanya . Ini adalah hal terumit yang pernah ia alami . Ini tidak mudah apalagi bagi perempuan penuh perasaan seperti Baekhyun . Namun , Tao berusaha memantapkan hatinya .

"Akan kucoba "

"Terima kasih , Tao"

.

.

Baekhyun cepat – cepat menaruh kembali obat – obatan miliknya kedalam laci di dapurnya saat ia mendengar suara langkah Moonbin yang baru saja datang bersama Chanyeol . Baekhyun membalikan tubuhnya kemudian tersenyum saat mendapati Moonbin yang tengah berlari kearahnya sambil membawa boneka Rilakkuma . Baekhyun memeluk balita itu kemudian membawanya kedalam gendongannya .

"Halo , anak tampan . Dari mana saja ?Mama rindu ," ujar Baekhyun sambil menciumi wajah Moonbin yang bulat .

"Papa !" tunjuk Moonbin sambil menunjuk Chanyeol yang berdiri tak jauh dari mereka dengan riang . Chanyeol menatap Baekhyun kemudian tersenyum . Lelaki tinggi itu mengelus puncak kepala Moonbin lalu menaruh kantung belanjaan diatas meja makan .

"Aku sudah membelikan Moonbin beberapa pakaian baru , juga mainan baru ," ujar Chanyeol sambil menunjuk kantung – kantung belanjaan itu dengan dagunya . Baekhyun tersenyum kemudian mencium pipi Moonbin .

"Ayo bilang terima kasih pada Papa , terima kasih Papa ~" ujar Baekhyun . Moonbin menatap Chanyeol kemudian meminta lelaki tinggi itu untuk menggendongnya . Chanyeol dengan senang hati menggendong balita itu dan mengecup pipinya .

"Terima kasih , Papa" ujar Moonbin dengan suara lucunya . Chanyeol terkekeh kemudian mencium gemas pipi gembul itu , "Sama – sama , Moonbin"

"Terima Kasih , Chanyeol . Kau sungguh baik ," ujar Baekhyun dengan wajah memerah . Chanyeol berdehem gugup kemudian tersenyum tipis .

"Sama – sama . Aku juga sudah membelikanmu pakaian untuk ibu hamil melihat pakaianmu beberapa sudha tak layak pakai ," ujar Chanyeol sambil menatap pakaian yang Baekhyun kenakan , " dan juga susu untuk ibu hamil juga makanan sehat lainnya " ujar Chanyeol . Baekhyun menatap Chanyeol kemudian tersenyum lebar .

"Terima Kasih banyak ,"

" Hmm . Sebaiknya kau gantikan dulu pakaian Moonbin . Kasihan dia ," ujar Chanyeol sambil menurunkan tubuh Moonbin ke bawah . Baekhyun akan menggendong tubuh Moonbin jika saja Chanyeol tidak menahan tangannya .c

"Selama hamil kau tidak boleh menggendong anak ini . Aku takut dia menendang perutmu . Kau mau?"

Baekhyun menggeleng kemudian tersenyum sambil menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga . Chanyeol berjongkok kemudian mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Moonbin .

"Nah , mulai sekarang Moonbin harus berjalan sendiri ya . Mama sedang membawa adik bayi dalam perut , jadi tidak boleh terlalu sering minta Mama menggendongmu , okay?" tanya Chanyeol . Moonbin mengangguk . Chanyeol mengecup pipi Moonbin kemudian berdiri kembali .

"Bawalah dia kekamarmu ," ujar Chanyeol . Baekhyun mengangguk kemudian menggenggam tangan Moonbin dan membawanya kekamar . Sepeninggalnya Baekhyun , Chanyeol segera berjalan menuju laci di dapurnya . Tanpa sepengetahuan Baekhyun , sebenarnya Chanyeol melihat Baekhyun tengah meneguk beberapa butir obat kemudian memasukannya ke dalam laci ini saat ia mendengar suara Moonbin . Chanyeol curiga dengan gerak – gerik Baekhyun . Oleh sebab itu lelaki ini berjalan mendekati laci itu dan membuka laci itu . Benar saja , disana terdapat beberapa bungkus obat yang Chanyeol tidak tahu itu apa . Chanyeol mengambil salah satu obat kemudian membaca tulisan dalam obat itu

" Seoul International Hospital . . Mrs. Park Baek Hyun . . "

Chanyeol membolak – balikan obat itu . Nihil , ia tidak menemukan petunjuk apapun . Sampai Ia mendapati salah satu kantung plastik yang terletak di ujung laci . Lelaki tinggi itu mengambil kantung plastik itu kemudian merogoh ke dalamnya . Benar saja , ia mendapati secarik kertas bertuliskan nama seseorang dan juga nomor telepon yang tertera disitu . Chanyeol membaca nama itu , kemudian menghafalakannya diluar kepala .

"Dokter Kim Joon Myeon . . "

.

.

TBC

.

Mind To Review?

.

Author's Note :

HALOOOOO AAA MAAPKAN SAYA TELAT APDET YAA READER T_T btw , angst nya aku kurangin dulu ya readers . Disini aku mau buat Chanyeol bener – bener sadar akan perasaannya sebenarnya ama Baekkie hihih kasian Mama Baekkie di dzolimi mulu (?) MAKASIH LOH KALIAN SEMUA BENER2 KEREN!CINTA READERS SEMUAAA!APALAGI YANG SETIA NUNGGUIN! I LAH YOU!

Makasih ya buat Shouda Shikaku yang merevisi tulisanku di chap 9 ! You're Jjjang! ^^

Mau curhat dulu nih kenapa bisa telat apdet . Jadi , sehari sesudah aku mengapdet chap 9 , tiba2 badan dilanda demam dan juga ditambah badan pegal semua . Alhasil, 17 agustus'an pun dinikmati diatas ranjang sendiri . Dan ampe sekarang pun ternyata tangan aku masih pegel . Dan pas aku diperiksa ke dokter ternyata kena Cikunguya T.t duh ga pernah kepikiran punya sakit kek gini . Ditambah kondisi tubuh aku ternyata lagi buruk , makanya hasil Lab aku mengenai trombosit ama LED aku jelek banget T.T oleh sebab itu aku mohon maaf untuk keterlembatan apdet ya .

Juga ohya ! Kayanya untuk chap 11 agak telat juga soalnya aku mau liburan dulu nih readers heheh maklum bosen di rumah selama libur 4 bulan ini gak kemana – mana jadi mau puas – puasin liburan nih hihihi . Tapi tenang , aku bakal apdet lagi kok karena ini udah mau masuk klimax nih FF ini hehe

SELAMAT BACA YA SEMUANYAAA!^^

P.S adakah yang membeli Die Jungs ? DOH MAHAL BANGET SUMPAH DEHH T_T

P . S . S Adakah yang sudah membaca pengakuan Ex- sesaeng fans mengenai EXO terlebih tentang Baekhyun ? HAHAH Kalian ChanBaek Shipper harus baca ^^

P . S . S . S SELAMAT HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN RI YANG KE 69!MERDEKAAA!

Big Thx To :

Chapter 7:

Frozen Peony | Sniaanggrn| byunyeolliexo|Aheyo Kim |Volturi6| Vita Williona Venus|younlaycious88|rizky . i . kiki|RLR14|Park Faro|nur991fah|PCYloveBBH|ruixi|i-BAEK|followbaek|Namu Hwang|Aria Sweden|rika . maulina .94|BabyDeer940412|stitchunS|beng beng max|devrina|yolyol|ChanbaekLuv|Parl Faro|leeyeol|eunstickerlecek|hikari . chania|WinDeerDoBacon-dkl|dandelionleon|Shouda Shikaku|anggi32897|TrinCloudSparKyu|HchY|Ikki Ka Jung99|exoel|ByunBina|onkey shipper04|hyoo-jin08|naranari2|apalah arti sebuah nama |Shiyon61|zoldyk|baekkiepyeon|septhaca|Roxanne Jung|hunhips|devie . chaniago . 9|HunHanCherry1220|Kim Hyunsoo|exindira|bellasung21|sachan|nanshin92|Benivella|Doaddict|ms . ex|Choi Hyun Young|90Rahmayani|oohme94|kimyori95|Rly . C . Jaekyu|fitry . sukma . 39|sachan|fanoy5|melizwufan|yoyoye|yongin21|apalah arti sebuah nama |Fuji Jump910|Rechi|Maydia Dzulvida|caroline88|RUSALIAR|Rina972|Daebakkaeb|ezeypark|shallow lin|tkhditaa|iyas|IndahOliedLee|GalaxYeol|Risukaaa|Byun Snow|sitsitkom|Peach Panda Exo|putri . inspirit|maya yesha|SyiSehun|Minra|AngelExo12Alien|Kyuracho|cr7|Baekyeolshipper|Ms . Yeremia|Byunchan009|kiki|xxxsehun|lee yong in|Shinichi Uciha|Shinichi Uciha byunpark|kakaisoo|chan – wifey|indahrahma|soochan18|sachan|luchen379|cho suuya|witthme01|wdynt27|and guests|

Chap 8

Majey Jannah97|RLR14|tomatocherry|idafrominaexo|hyoo-jin08|followbaek|Baekkiepyeon|exindira|ChanbaekLuv|Hanna Byun|doreimfaseul|WinDeerBacon-dkl|lativa . akatsuki|tiffanychoi23byun|kimyori95|bellasung21|shiyon61|ruixi|Shouda Shikaku|HchY|apalah arti sebuah nama|soochan18|Byunchan009|sniaaggrn|Ikki Ka Jung99|yongin21|exoel|fitry . sukma .39|septhaca|yoyoye|mpiet . lee|90rahmayani|melizwufan|Roxanne Jung|Hanbyeol267|devie . chaniago . 9|ChanHyunPark|chapira . dwii|ekf . faridah . 004|onkey shipper04|younlaycious88|putri . inspirit|parkilili|Park Minra|tkhditaa|Narsih|Shallow lin|sehyun14|HunHanCherry1220|JonginDO|Park Faro|byunyeolliexo|nur991fah|Rly . c . jaekyu|TrinCloudSparKyu|zoldyk|baeksounds|Rina972|Fuji Jump910|Kyuracho|indahrahma|Rechi|Kim Dihyun|minha|hikari . chania|gaemxian|rillakuchan|Daebakkaeb|iyas|SyiSehun|Oh Lana|Shinichi Uciha|fanoy5|kiki|baekbaek|Byun Baek Mi| Byun wife|hunhips|rara hunnie|AngelExo12Alien|ilaohsn|babyuchy91|IndahOliedLee|Hohoshi|ChanBaekshippers|Peach Panda Exo|Ambarambarwaty|Ovihyunee|Witthme01|srhksr|panypanytiffany|indi1004|Deby Jongong |and Guests