Addicted
Chapter 10
No Bash!
Review!
WARN:: DISINI SUNGMIN SANGAT MANJA KALAU TIDAK SUKA LEBIH BAIK TIDAK USAH BACA ATAU NGEBASH SAYA!
Sungmin POV
Yes! Hari ini aku ke kantor Kyuhyun dan aku membawa Uky bersamaku, sebenarnya Kyuhyun melarangku sih, tapi dengan jurus aegyoku Kyuhyun langsung menuruti permintaanku. Aku ke kantor Kyuhyun karena aku bosan sekali di rumah, kerjaanku hanya duduk menonton televisi sambil memakan cemilan, pernah waktu itu aku mencoba membantu ahjumma memasak, aku memotong tomat dengan sangat lambat dan berhati-hati tetapi akhirnya tanganku tergores pisau hal ini dikarenakan aku tidak menggunakan telenan saat memotong tomat, aku bertingkah sok profesional di depan ahjumma, dengan tangan kiri yang memegang tomat dan tangan kanan yang memegang pisau tajam. Cukup banyak juga darah yang keluar, begitu pulang kantor Kyuhyun memarahiku dan melarangku untuk berurusan dengan hal hal memasak. Dia mengkhawatirkanku loh, hehe.
Aku duduk di sofa tempat biasa aku duduk, Kyuhyun sibuk dengan laptopnya, cih tak di rumah tak di kantor sama saja membosankannya. Aku menggendong Uky, aku berjalan mendekati meja kerja Kyuhyun, kemudian meletakkan Uky di kursi yang biasanya digunakan para karyawan saat berhadapan dengan Kyuhyun, letaknya di depan meja kerja Kyuhyun, kemudian mendorong kursi itu hingga sekarang kursi itu berada di sebelah kursi boss Kyuhyun yang terlihat sangat empuk itu, aku mengangkat Uky dan duduk di kursi itu, aku memperhatikan laptop Kyuhyun. SIALAN DIA BERMAIN GAME!
"YAAA!" Teriakku kesal, kukira tadi Kyuhyun sedang menghitung pemasukan perusahaan, karena keningnya terus berkerut dan sesekali ia menggumamkan kata-kata seperti 'aissh bagaimana ini bisa terjadi?' 'Oh Tuhan..' 'Astaga ini sungguh keterlaluan!' dan ternyata dia hanya bermain game.. Terlebih lagi dia mengacuhkanku!
"waeyo Ming, kau haus? Ambil di kulkas sendiri saja ne chagi" jawab Kyuhyun cuek sambil tetap memainkan gamenya. Karena kesal aku menghalangi pandangan Kyuhyun dengan menggunakan badan putih dan semok Uky.
"ya! Jauhkan benda itu Ming" Kyuhyun berusaha menyingkirkan Uky dengan tangannya.
Try Again
Bisa kulihat tulisan merah itu di layar laptop Kyuhyun, aku tersenyum penuh kebahagiaan.
"puas Ming?!" Kyuhyun menatapku dengan raut wajah kesal.
"kau bahkan marah kepadaku hanya karena aku mengganggumu? Sana bercinta dengan laptopmu" aku menggebrak meja dan menghentak-hentakkan kakiku kesal, aku membanting pintu ruangan Kyuhyun dengan kasar, belakangan ini emosiku memang tidak stabil, aku tak tau apa penyebabnya. Aku berjalan menuju sebuah restoran mini yang berada di dalam kantor ini, aku memesan apa saja yang aku mau, ketika pelayan meminta bayaran aku hanya berkata "minta pada Cho Kyuhyun!" dan pelayan itu pun pergi kemudian kembali lagi dengan membawa banyak makanan. Satu lagi, nafsu makanku meningkat drastis belakangan ini.
"hey Ming, kau marah?" Kyuhyun tiba-tiba muncul di depan wajahku.
"cih" aku hanya mendesis sambil tetap makan.
"Ming nanti kau gemuk"
"apa pedulimu?" aku tetap tak menghiraukannya dan melanjutkan acara makanku.
"Ming, aku kan hanya terbawa suasana tadi, ayolah, Uky sampai kutinggal di dalam loh"
"apa peduliku?"
Tiba-tiba Kyuhyun langsung menggendongku, - seperti biasa, posisi saat ibu koala menggendong anaknya- aku tentu saja meronta-ronta dalam gendongannya.
"YA! TURUNKAN AKU!" aku memukul-mukul punggungnya.
"nanti kalau kita sudah sampai di ruanganku" Kyuhyun semakin mengeratkan gendongannya. Astaga, ada banyak sekali orang yang memperhatikan kami.
Kyuhyun membuka pintu ruangannya dengan satu tangan, kemudian ia mendudukkanku di kursi yang tadi kududuki. Uky enak-enakan tidur di atas tumpukan dokumen Kyuhyun. Kyuhyun duduk di tahtanya. Ia memutar kursiku dan kursinya, sehingga kami sekarang berhadapan.
"jadi apa masalahmu?" tanyanya sambil menatap mataku. Aku seperti anak kecil yang tertangkap basah mencuri sebutir permen dari toko.
"eopso" jawabku singkat
"eopso?"
"eopso"
"kenapa kau menggangguku kalau begitu?"
"kau mengacuhkanku"
"aku mengacuhkanmu?"
"berhenti mengulangi kata-kataku. Kau mengacuhkanku, aku bosan di rumah, makanya aku ikut ke kantormu tapi sama saja, kau tetap mengacuhkanku. Aku bosan bodoh!" kataku sambil memasang raut wajah kesal.
"baiklah maafkan aku, ne?" Kyuhyun memegang kedua pipiku dengan kedua tangannya.
"shireo" kataku sambil tersenyum malu, di mulut memang shireo, tapi sungguh aku menyukai sentuhan tangannya di pipiku.
"hissh kau ini" Kyuhyun menekan kedua tangannya sehingga bibirku jadi maju ke depan, kemudian ia mencubit kedua pipiku.
"lain kali jangan mengacuhkanku" kataku setelah dia berhenti mencubiti pipiku.
"arasseo, Ming"
"Kyunnie.."
"hmmm"
"di laptopmu ada kamera?"
"tentu saja, ini benda mahal"
"sombong! Ayo berfoto" ajakku sambil mengutak-atik laptopnya, mencari aplikasi webcam.
"sendiri saja ne?" Kyuhyun menolak ajakanku.
Aku melemparkan deathglareku padanya. Dia tetap menggeleng, baiklah kalau deathglare tidak bisa. Aku mengeluarkan jurus bunny eyesku.
"jebaaall.. foto di rumah kita hanya foto pernikahan" aku menusuk-nusukkan tanganku di lengannya.
Kyuhyun ingin menggeleng lagi, tapi begitu melihat mataku dia mendengus keras. Hehehe berhasil.
"jangan keluarkan jurus mata itu pada orang lain" perintahnya.
"ne, sajangnim, chaa berposelah" aku membuat peace sign dan memajukan bibirku, tanganku yang satu lagi kugunakan untuk mengklik mouse, sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum datar.
"Kyuhyun, kita ini bukan berfoto untuk Kartu Identitas, ayolah berekspresilah sedikit" aku memarahi Kyuhyun yang berpose kaku.
"errr, baiklah"
Pose pertama: Kyuhyun masih lumayan kaku, ia tersenyum lebar sambil membuat sign peace.
Pose kedua: Kyuhyun memajukan bibirnya dan aku juga memajukan bibirku.
Pose ketiga: Kyuhyun mulai percaya diri, ia menggembungkan pipinya dan mengedipkan satu matanya, sok imut sih, tapi tak apa, sedangkan aku mencium pipinya yang menggembung.
Pose keempat: Uky terbangun, merasa tertarik dengan apa yang kami lakukan, ia juga ikut tampil di depan kamera, Uky memamerkan bokong putihnya sedangkan aku dan Kyuhyun menjepit tubuhnya dan memasang wajah pura-pura terkejut. Jadi posisi kami adalah Aku-Bokong Uky-Kyuhyun.
Pose kelima: Wajah Uky kami hadapkan ke kamera, kemudian aku dan Kyuhyun lagi-lagi menjepitnya dan tersenyum dengan pura-pura dipaksakan sampai mata kami menyipit.
Pose keenam: aku menyuruh Kyuhyun melakukan aegyo, aku menyuruhnya memajukan bibirnya dan tangannya yang membentuk sign peace ditaruh di depan mata, tiba-tiba..
"Sajangnim ini dokumen yang... Omo!" Seorang karyawan menerobos masuk ruangan, dan tentu saja ia melihat pose bodoh Kyuhyun.
"HAHAHAHA" aku tertawa sepuasnya, Kyuhyun langsunh merubah ekspresinya menjadi tegas, menormalkan bibirnya kemudian menurunkan tangannya.
"kalau kau ingin tertawa, tertawa saja HAHAHAHA" aku mengajak karyawan namja yang daritadi senyum-senyum itu.
"Ming.." Kyuhyun menatapku serius. Itu justru membuatku semakin ingin tertawa.
"astaga Tuhan.. hahaha reputasi suamiku hancur, aduh bagaimana ini aku mempunyai suami yang tertangkap basah melalukan aegyo di depan karyawannya ya Tuhan hahaha" aku berbicara di sela-sela tawaku.
"Ming.. berhenti tertawa. Bagaimana kau bisa masuk?" tanya Kyuhyun sambil menyuruh karyawan itu mendekat ke mejanya. Aku berhenti tertawa dan kembali memainkan laptop Kyuhyun, mengutak-atiknya tanpa tujuan yang jelas.
"pintunya tidak tertutup rapat sajangnim, maaf atas kelancangan saya" jawab si karyawan, aku manggut-manggut sok mengerti.
"jangan beritahu pada siapapun" perintah Kyuhyun sambil menandatangani dokumen itu setelah sebelumnya dibaca terlebih dahulu.
"ne, sajangnim" karyawan itu membungkuk kemudian pergi dari ruangan itu.
"apa yang kau lakukan Ming?" tanya Kyuhyun ingin tau.
"entahlah, hanya mengutak-atik sesuatu, Kyunnie ini siapa?" tanyaku ketika melihat foto Kyuhyun bersama seorang yeoja. Kyuhyun terlihat tersenyum yang tak bisa kubaca maknanya.
"mantan kekasihku" jawabnya.
"mantan kekasihmu?"
"ne. Cantik bukan?"
Aku memajukan bibirku.
"tidak sama sekali." jawabku ketus.
"hahahaha, aigoo pencemburu sekali! Dia sepupuku, tenang saja Ming, dia sudah memiliki suami kok, aku memang dekat dengan semua sepupuku, yeoja maupun namja, aku kan anak tunggal, kalau kau liat di folder lain juga ada banyak fotoku bersama sepupuku" jelas Kyuhyun panjang lebar.
"ah.. lalu kenapa membohongiku?"
"iseng saja"
"err.."
"saranghae Ming" Kyuhyun menatap mataku.
"nado saranghae Kyunnie" jawabku sambil mencium sekilas bibirnya.
.
.
Aku hamil. Kyuhyun sedang berada di Jeju sekarang, dan selama Kyuhyun pergi aku mengalami morning sick. Mual-mual dan kepala pusing. Selama ini tidak begitu, aku memeriksakannya dengan test pack dan hasilnya positif, aku juga sudah memeriksakannya ke dokter dan kata dokter usia kandunganku sudah dua bulan. Aku senang sekali, tentu saja, tapi bagaimana dengan Kyuhyun? Apakah Kyuhyun sudah siap? Pagi ini Kyuhyun akan pulang dari Jeju, aku harus menyiapkan mentalku.
"Ming! Aku pulang chagi!"
Tepat sekali.
Aku membuka pintu dan Kyuhyun langsung menyambar bibirku dan menciuminya ganas, aku memukul-mukul dadanya, kandunganku masih lemah dan tentu saja kami tak boleh bercinta kecuali secara lembut, aku tak yakin Kyuhyun bisa melakukannya dengan lembut.
"waeyo? Kau tidak merindukanku?" tanya Kyuhyun sambil menatapku kecewa.
"Bukannya begitu.." bagaimana aku menjelaskannya?
"ini bukan 'masa'mu kan Ming?"
Aku menggeleng kemudian menariknya agar duduk di sofa.
"bagaimana kalau aku hamil?" tanyaku memulai pembicaraan.
"jangan dulu Ming, aku belum siap, aku masih ingin berdua saja denganmu. Aku benar-benar belum siap untuk menjadi ayah"
Mati aku! Bagaimana ini?!
"Kyunnie.." Aku menunduk sambil memainkan jariku.
"waeyo Ming? Jangan bilang kau hamil?" kata Kyuhyun asal menebak.
"ne.." jawabku lemah.
"astaga! Bagaimana bisa?"
"Mana aku tau! Kau memasukiku hampir setiap malam dan selalu mengeluarkannya di dalam!" jawabku kesal. Apakah Kyuhyun tidak tau kalau ibu hamil itu sensitif?
"anakku kan?" tanyanya bodoh. Aku berdiri kemudian memukul kepalanya. Sialan! Namja ini meragukanku.
"TENTU SAJA!" Aku menghentak-hentakkan kakiku kesal kemudian berlari ke luar rumah, untungnya ada salah satu taksi yang berhenti di rumah tetangga, lansung saja aku masuk ke dalam taksi dan menyebutkan alamat orangtuaku. Aku juga tak tau kenapa aku jadi seperti ini. Intinya aku kesallllll sekali saat Kyuhyun bilang dia belum siap untuk punya anak, berarti dia menikah hanya untuk bermain-main dengan tubuhku. Dan lagi dia meragukan apakah ini anaknya atau bukan, itu artinya dia tak mempercaiku. ARGH AKU KESAL!
Karena aku tak membawa dompet, sesampainya di rumah orangtuaku, aku langsung membuka pintu rumah dengan kasar kemudian memanggil eommaku.
"Eomma! Bayarkan taksi di depan!' Teriakku sambil menaiki tangga.
"Ne?" Eommaku yang sedang menonton televisi tentu saja kaget karena aku tiba-tiba datang malam hari begini.
"Bayarkan saja! Nanti baru bertanya" tunggu dulu kenapa aku jadi melimpahkan kekesalanku pada eomma?
Aku membuka pintu kamarku dan menghidupkan lampunya, well, perabotannya sih sama seperti dulu tapi baju-baju yang tersisa di kamar ini hanya baju-baju lamaku.
"Nappeun namja!" aku memeluk boneka kelinciku yang tersisa di ruangan ini, kemudian memukul-mukuli wajahnya, membayangkan kalau itu wajah Kyuhyun.
"Namja bodoh!"
"Kenapa menikahiku kalau belum siap punya anak?! Kau pikir aku mainanmu?!"
"Huaaaa!"
"saranghae" aku menirukan gaya Kyuhyun ketika mengucapkan 'saranghae' "SARANGHAE DARI MANA?! Hiks.." aku kembali memukul-mukul bonekaku.
Ceklek.
Pintu kamar terbuka menampilkan eomma yang berkacak pinggang.
"Turun kebawah, dan ceritakan semuanya pada kami" kata eommaku tegas.
"kami?" tanyaku bingung, sepertinya appa tak ada di rumah.
"eommamu dan eomma mertuamu"
Ah.. eomma mertuaku. Siapa? Oh iya eomma Kyuhyun. EOMMA KYUHYUN?!
Bagaimana ia bisa berada di sini?! Bagaimana ini?! Habislah kami!
Aku membawa boneka kelinciku dan berjalan dengan malas menuju ruang tamu. Eommaku dan eomma Kyuhyun duduk di sofa panjang. Dan di depannya juga ada sebuah sofa panjang. Oh-oh aku akan disidang sekarang.
"duduk" perintah eommaku, aku menurut dan duduk di sofa panjang di depan sofa panjang yang di duduki eommaku dan eomma Kyuhyun /ribet.
Aku hanya menunduk takut sambil memeluk bonekaku erat.
"kita tunggu sampai anak itu datang" kata eomma Kyuhyun.
"ne.." kataku patuh.
Aku merasakan tatapan intimidasi dari kedua eomma itu. Ya, aneh saja kan aku dan Kyuhyun yang biasanya seperti pasangan sehidup-semati dan selalu menempel tiba-tiba aku muncul seorang diri di rumah orangtuaku dan menampakkan raut wajah kesal. Awas saja kalau si Kyuhyun itu datang, lihat saja aku akan menjelek-jelekkannya di depan eomma kami!
"Sungmin!" Kyuhyun yang baru saja datang langsung memelukku. Err sepertinya dia belum mandi.
Karena masih kesal aku meronta dalam pelukannya, tetapi tentu saja tenaga Kyuhyun jauh lebih kuat, akhirnya aku menaikkan sedikit lututku dan tentu saja langsung menghantam daerah pribadinya.
"Ya!" Kyuhyun menatapku dengan tatapan evil sambil mengelusi kejantanannya yang tadi kutendang.
"WAE?!" Aku menaikkan volume suaraku dan menantang matanya.
"YAAA!" eomma Kyuhyun menggebrak meja dan menatap tajam ke arah kami berdua, aku memajukan bibir bawahku kemudian menunduk takut. Kyuhyun duduk di sebelahku, tepat disebelahku. Aku mendorong bahunya agar dia sedikit menggeser.
"menjauh dariku" kataku sambil melihatnya sinis.
"tidak mau" katanya tetap bersikeras.
"Kyuhyun duduk di ujung sofa" perintah eomma Kyuhyun, tentu saja Kyuhyun tak bisa membantahnya, merasa menang aku menjulurkan lidahku pada Kyuhyun.
"Sungmin, kau mengolok suamimu sendiri?" eommaku menegurku. Astaga.
"mian.." aku kembali menunduk.
"ceritakan semuanya" perintah eomma Kyuhyun. Aku diam. Kyuhyun juga diam.
"YAAA! Kalian bukan anak kecil lagi! Seharusnya kalian bisa menyelesaikan semua ini sendiri! Tapi kalau kalian menyelesaikannya sendiri eomma yakin perabotan tak akan utuh!" eommaku membentak kami.
"Kyuhyun hanya memanfaatkan tubuhku, dia tidak mencintaiku" kataku sambil menunduk. Jangan menangis, ayolah..
"bukan seperti itu Ming" bela Kyuhyun.
"Kau tak percaya padaku!"
"aku hanya memastikan"
"SAMA SAJA!"
"BERBEDA SUNGMIN BERBEDA! BAGAIMANA KALAU KAU BERCINTA DENGAN ORANG LAIN SAAT AKU TAK ADA?!Aku hanya bertanya Ming.."
"ITU ARTINYA SAMA SAJA KAU TAK MEMPERCAYAIKU"
"HENTIKAN!" Eomma kami berteriak menghentikan perdebatan kami.
"ayolah, usia kalian sudah seperempat abad. Sadarlah sedikit, kalau kalian mengeluarkan satu teriakan lagi, eomma akan menceraikan kalian" ancam eommaku.
Aku tak mau bercerai dengan Kyuhyun!
"jangan.." aku dan Kyuhyun berkata bersamaan.
"tuh kan! Sungmin, ceritakan semuanya" kata eomma Kyuhyun.
Aku menarik nafas panjang sebelum memulai ceritaku.
"jadi, aku hamil, dua bulan." kataku.
"MWO?!" kedua eomma itu berteriak kebingungan kemudian berhigh five ria. Cih, apa-apaan?
"lalu aku bertanya pada Kyuhyun bagaimana jika aku hamil, dan Kyuhyun bilang dia tidak siap jadi appa kemudian ia meragukan apakah ini anaknya atau anak orang lain" lanjutku.
"aku tidak meragukanmu Ming.." bela Kyuhyun
"diam Cho Kyuhyun!" bentak eomma Kyuhyun, aku terkekeh kecil melihat Kyuhyun yang dimarahi ibunya.
"Cho Sungmin!" tegur eommaku saat aku terkekeh.
"jadi Kyuhyun, apa benar kau tak siap menjadi appa dan meragukan Sungmin?" eomma Kyuhyun menginterogasi.
"bukan meragukan eomma, aku hanya bertanya apakah itu anak orang lain atau anakku, dan aku tak siap menjadi appa, apakah itu salah?" jawab Kyuhyun.
"itu sama saja kau meragukan aku Kyuhyun!" kataku.
"Sungmin, tutup mulutmu" eommaku lagi-lagi menegur.
"baiklah aku meragukanmu, sudah puas?"
"TUH KAN! hiks.. Kyuhyun tak mempercayaiku.. hiks.. Kyuhyun tak mencintaiku hiks.. jahat" aku mulai menangis. Jadi selama ini Kyuhyun hanya menginginkan tubuhku ya? Astaga kenapa aku tak sadar dari awal?!
"bukan begitu Sungmin, ya ampun, dengarkan aku dulu sayang, aku hanya terlalu kaget, maafkan aku ne?" Kyuhyun mendekatiku dan merangkul bahuku. Aku mendorong tubuhnya agar di menjauh.
"menjauh dari Sungmin, Cho" eomma Kyuhyun kembali beraksi.
"kenapa kau tak siap menjadi appa?" tanya eommaku.
"aku hanya.. err bagaimana ya mengatakannya, aku benar-benar tak siap, aku tak mempunyai jiwa seorang ayah, aku tak siap bangun tengah malam untuk menggendong anakku, aku tak siap ketika aku berduaan dengan Sungmin, anakku malah mengangguku eomma. Aku masih ingin berdua.." jawab Kyuhyun jujur.
"pabo! Kalau masih ingin berdua kenapa tak pakai pengaman?!" bentak eomma Kyuhyun.
"tak sempat eomma.."
Kyuhyun mendapat deathglare dari kedua eomma.
"biarkan Sungmin tinggal disini dulu, jika kau sudah siap baru jemput dia!" perintah eomma Kyuhyun.
"tapi eomma.."
"tak ada tapi-tapian. Kalian berdua sudah dewasa, sadarlah sedikit!"
"arasseo."
"pulang sana! Eomma menginap disini hari ini!"
"ne.." kata Kyuhyun patuh, aku jadi sedih juga melihat dia yang berwajah murung. Jujur aku sudah terbiasa dengan kehadirannya, beberapa hari tanpa Kyuhyun pasti akan sangat membosankan, apalagi kami baru bertemu, Kyuhyun kan baru pulang dari Jeju. Coba tadi aku tak lari ke rumah eomma, pasti jadinya kami sudah berbaikan dan bermesraan di dalam kamar kami.
"hati-hati Kyu.." kataku sambil mengantarnya ke depan pintu.
"bye chagi, maafkan aku, sampai bertemu.." Kyuhyun mencium bibirku dengan lembut.
"saranghae.." kemudian ia memelukku dengan lembut.
"eomma aku ikut Kyuhyun ne?" kataku tiba-tiba. Aku juga kaget kenapa aku mengucapkannya.
"dan membiarkan kalian berkelahi? Tidak." putus eommaku.
"aku tak akan lama untuk berpikir chagi" Kyuhyun mengedipkan satu matanya kemudian masuk ke dalam mobil.
Aku menutup pintu rumah dan berjalan ke kamarku dengan lesu. Ah.. ini akan jadi malam yang panjang tanpa Kyuhyun.
Kyuhyun POV
Kalian kira aku akan meninggalkan Sungmin? Tidak. Kalian kira aku akan membiarkan Sungmin tidur di rumah eommanya? Tidak. Kalian kira aku tak siap menjadi appa? Well, kalau yang ini Iya.
Aku masuk ke dalam mobil tetapi tidak menjalankan mesinnya, aku berpikir, keuntungan dan kerugian jika aku menjadi seorang ayah.
Kerugiannya: Tentu saja aku tak bisa bercinta dengan Sungmin sesering dulu. Bahkan mungkin aku puasa bercinta setahun ini. TIDAK! Lalu aku jadi tidak bisa berduaan dengan Sungmin, pasti anakku akan mengangguku. Kemudian perhatian Sungmin akan terbagi. Kupikir itu saja.
Keuntungannya: Hmm... aku bisa melihat replika wajahku dan wajah Sungmin, aku bisa belajar untuk menjadi lebih dewasa, aku bisa melihat hasil kerja keras aku dan Sungmin setiap malam, aku bisa mencium aroma bayi, aku bisa mendengar tawa menggemaskan bayi aku bisa melihat Sungmin yang terlihat seksi ketiga menjaga bayi, aku bisa.. aku bisa.. Ok thats it lebih banyak keuntungannya.
Setelah kurang lebih satu jam dan memikirkan semuanya masak-masak, aku langsung turun dari mobil, menekan password yang memang aku ketahui kemudian masuk ke dalam kamar Sungmin. Aku membuka pintu kamarnya tanpa suara, terlihat Sungmin yang sedang berbaring membelakangiku.
"chagi.." aku berbisik di telinganya sambil memeluk pinggang Sungmin
"HUAAAAA!" Sungmin berteriak kaget dan tak sengaja sikunya menghantam perutku. Aww.
"Ming.. arggh ini Kyunnie, astaga, sakit!" keluhku sambil memegang perut.
"Kyunnie?" Sungmin menghidupkan lampu kamarnya.
"awhh sakit chagi.." kataku lagi, sakitnya lumayan juga sih.
"mianhae.." Sungmin mendekatiku dan mengelus perutku.
"poppo" kataku sambil memajukan bibirku.
"cih" Sungmin mendecih kemudian ia menempelkan bibir kami sekilas.
"ya ya ya, apa-apaan ini?" eommaku sudah berkacak pinggang di depan pintu kamar Sungmin.
"aku sudah siap, dan aku ingin menjemput permaisuriku" jawabku santai kemudian duduk di belakang Sungmin dan memeluknya dari belakang, kepalaku aku sandarkan di kepala Sungmin.
"menjijikkan Kyu" kata Sungmin sambil memukul pelan lenganku.
"aww sakit baby" aku mencium leher Sungmin.
"YAAAA!" eomma kami berteriak melihat kemesraan kami yang mungkin sedikit menjijikkan.
"ya sudah, aku dan Sungmin pulang dulu. Eh salah, aku Sungmin dan baby Cho pulang dulu, ini sudah malam. Kajja chagi"
"Kyuhyun, eomma bilang kembali dari sini ketika kau sudah siap"
"aku sudah siap eomma! Sungmin sudah memaafkanku, ya kan Ming?"
"hah?" Sungmin bertanya bingung.
"Baby Cho juga sudah memaafkan appanya, ya kan sayang?" aku berpindah posisi kemudian mencium perut Sungmin.
"baiklah, awas saja kalau kalian berkelahi lagi, eomma akan memenjarakan kalian berdua" ancam eomma Sungmin.
"baiklah, kajja." Aku menarik lengan Sungmin.
"gendong.." kata Sungmin manja.
"kau harus menuruti apapun yang Sungmin mau, ingat itu!" titah eommaku.
"arasseo arasseo" jawabku sambil menggendong bayi besarku. Jujur aku lebih suka koala style daripada bridal style.
"baby kita tak terjepit kan?" tanyaku khawatir sambil mengelusi punggung Sungmin.
"aniya.." Sungmin menelusupkan wajahnya di leherku.
"eommaaaa kami pamit ne? Tolong tutup pintu dan gerbangnya oke? Aku sedang menggendong kedua bayiku sekarang!" teriakku dari luar rumah.
"Anak tak sopan!" gerutu eommaku.
"hati-hati yaaaaaa" eomma Sungmin melambai-lambaikan tangannya.
"neeeeee" kata Sungmin.
Aku menurunkan Sungmin di depan pintu mobil, membukakan pintunya, membiarkan Sungmin masuk dan menutup pintunya kembali kemudian aku duduk di kursi kemudi dan menjalankan mobil.
"Ming, apakah kita tidak bisa bercinta?" tanyaku.
"err.. sebenarnya sih bisa tapi aku tak mau" jawab Sungmin.
"wae?"
"aku takut terjadi apa-apa Kyu.."
"baiklah aku mengerti. Jangan salahkan aku jika aku menonton film porno di tengah malam dan mendesahkan namamu okay?"
"hahaha, ne, arasseo sajangnim. Tapi apa benar kau sudah siap?"
"mm hmm" jawabku singkat. Ya, aku sudah siap 99,9% baiklah 100%
"lalu apakah kau mencintaiku?"
"tentu saja baby.. aku mencintaimu dan anak-anak kita nanti" kataku pasti.
"nado saranghae Kyunnieeeeeee"
.
.
Menjadi suami dari seorang ibu hamil tak semudah yang kukira. ASTAGA SUNGMIN MENGIDAM DENGAN SANGAT PARAH! Baiklah, sepertinya aku terlalu berlebihan, selain mengidam parah Sungmin juga sering muntah-muntah dan pusing-pusing, tentu saja itu membuatnya lelah dan moodnya benar-benar buruk. Ditambah lagi sifat Sungmin yang memang kekanakan dan manja. Tolong kuatkan aku.
Setiap hari aku membawa Sungmin ke kantorku, ini memang mauku, soalnya waktu Sungmin kutinggal di rumah, ahjumma menelpon bahwa Sungmin muntah-muntah dan mengeluh pusing, sampai ia lemas dan tak sadarkan diri. Sekujur tubuhku langsung membeku, dengan cepat aku kembali ke rumah dan memeluk Sungmin, sejak saat itu aku tak membiarkan Sungmin sendiri. Bahkan aku menugaskan karyawanku untuk membuat sekat di dalam ruanganku dan menaruh sebuah kasur kecil disana. Biarkan saja ruanganku jadi sempit, yang penting aku terus memantau Sungmin. Katakan aku berlebihan tapi sungguh aku benar-benar mengkhawatirkan Sungmin jika ia tak bersamaku.
"Kyunnie pusing hiks.." Sungmin memegang kepalanya dan mengaduh kesakitan. Ia sedang duduk di atas sofa sekarang. Ah ya, selama Sungmin hamil, aku menjauhkan Uky darinya.
"obatmu sudah kau minum chagi?" tanyaku pada Sungmin. Beberapa hari yang lalu aku memang memeriksakan keadaan Sungmin yang memang selalu pusing-pusing dan mual. Kata dokter itu biasa, karena ini kehamilan yang pertama.
"sudaaahh hiks appo hoeeekk" Sungmin berlari ke kamar mandi kemudian memuntahkan isi perutnya.
Aku menyusul Sungmin dan memukul-mukul pundaknya dengan lembut.
Sungmin mencuci mulutnya kemudian minta kugendong, astaga bayi besar ini. Aku menggendongnya kemudian mendudukkannya di atas kasur yang berada di dalam 'kamar' barunya.
"lapar?" tanyaku sambil mengambilkannya air putih. Biasanya Sungmin selalu lapar ketika ia memuntahkan isi perutnya.
"ne.." Sungmin mengelap air matanya yang memang tadi sempat keluar dengan punggung tangannya.
"mau makan apa sayang?" tanyaku lembut kemudian memberikannya minum.
"Kyunnie" jawabnya polos.
"mau makan Kyunnie?" tanyaku sambil tersenyum evil.
"makan Kyunnie tapi tak ada bercinta ne?" kata Sungmin kemudian menjilati pipiku.
"hey mana bisa begitu" protesku.
"kalau begitu tak jadi, belikan Sungmin cake lucu!" Sungmin menghentikan jilatannya di pipiku.
"ne? baiklah tak apa Ming, makan Kyu saja, iya iya tak ada bercinta" kataku merasa kehilangan sentuhan Sungmin.
"shireo. Tak jadi, Sungmin ingin cake lucu"
"baiklah nanti kita beli ya"
"sekarang"
"ya sudah, ayo kita pergi"
"yeay!"
.
.
"waaaaaaaaahhhhhhh lucunyaaa" ini mungkin sudah ke 23x nya Sungmin mengatakan hal itu di toko kue ini. Sungmin benar-benar membeli apapun yang dia inginkan.
"sudah Ming?" tanyaku sabar.
"chakkaman, err yang itu satu lagi, bukan sebelah kirinya. Yak itu. Sudah Kyu, cepat bayar lalu kita kembali ke kantor!" kata Sungmin, aku menuruti permintaannya dan membayar semuanya, God! 25 cake berukuran sedang! Astaga astagaaaa.
Sesampainya di Kantor, tak kuduga Sungmin malah membagikannya pada karyawanku, bahkan yeoja yang sempat mengusir Sungmin waktu itu juga mendapat bagiannya, tersisalah 3 buah cake.
"kenapa kau membagi-bagikannya Ming?" tanyaku bingung ketika kami sudah berada di dalam ruanganku.
"entahlah, tadinya Ming ingin makan semuanya, tiba-tiba saja Ming jadi kenyang dan Ming ingin membagi-bagikannya" jawab Sungmin santai kemudian memakan salah satu cake.
"Kyunnie aaaa" Sungmin menyodorkan sendok berisi cake di depan wajahku.
"itu terlalu manis Ming, aku tak terlalu suka makanan yang kemanisan" tolakku halus.
"Kyu..."
"baiklah" akhirnya aku membuka mulutku juga, benar kan, manis sekali!
Sungmin tiba-tiba tersenyum nakal padaku, ada apa?
Sungmin POV
Boleh tidak aku menganggu Kyuhyun? Hehehe.. Aku memaju mundurkan sendok yang ada di mulutku dengan gerakan seseksi mungkin.
"Ming.." Kyuhyun melebarkan matanya.
Aku menjilati ujung sendok itu, menatap mata Kyuhyun dengan tatapan sayu.
"enghhh.." aku mengeluarkan desahanku.
"kau yang memulainya Ming!"
TBC
Hai author labil balik -_- tadinya ini mau di End in tapi author entah kenapa rasanya bersalahhhhhh bangets. Dan maaf author gak bisa nulis tanpa NC /mati/
maaf kalau chapter ini mengecewakan kalian semua T.T
Author mulai sekarang akan teguh pada pendirian author /cak ilah/ maaph eaa NC nya dipotong huahahahaha..
Ini konflik bukan sih? Anggap konflik deh ya tadinya author mau bikin sampai angst tapi gak jadi, sinetron banget nanti jadinya -_- anggap saja ini konflik okay? haha maksa.
Author updatenya agak lama mungkin mengingat author mengerjakan banyak project ff /plak/ tapi sumpah ff Soul itu author gak tahan bangeet pengen nge post.
TERIMAKASIH BUAT YANG DUKUNG AUTHOR.
LOVE LOVE LOVE LOVE LOVE.
TETEP NO BASH!
Maaf author gak cantumin nama yang review, author kalau buka review tuh rasanya...
TAPI DI CHAP SELANJUTNYA AUTHOR BAKALAN NGASIH THANKS TO KAYA KEMAREN2 KOK! TETEP REVIEW YA :*
TERIMAKASIH SEMUANYAAAAAAA
