Home

.

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family, dll

Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi

Typos bertebaran, membosankan, alur suka"

Rate : T

Yang gak suka bisa langsung di close ^o^

Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow

.

.

.

.

.

.

Makan malam keluarga Jung terasa lebih ramai dari biasanya karena kedatangan keluarga Choi. Dan lihat saat ini Changmin tengah bermain dihalaman belakang bersama Junsu yang sedang menyuapinya sedangkan Jaejoong makan dengan tenang disamping Yunho sembari mendengarkan percakapan keluarga Jung dengan keluarga Choi.

" Jadi Jaejoong ah..." Mr. Choi menatap Jaejoong

" Ya ahjusshi?"

" Kau akan menempatkan Seunghyun dimana?"

Oh, jadi ini maksud kedatangan Mr. Choi ke mansion keluarga Jung? Memastikan bahwa Seunghyun akan masuk kedalam perusahaan Jung.

" Ne? Aku belum memutuskannya" Jawab Jaejoong dengan tenang

" Kenapa?"

" Aku meminta Yunho yang memutuskan, bahkan aku belum tahu apa Seunghyun akan masuk kedalam perusahaan atau tidak" Jawab Jaejoong dengan jujur

" Eh? Kenapa Yunho yang menentukan?" Tanya Mr. Choi bingung

" Aku rasa keputusan Yunho sangatlah penting dalam perusahaan Jung" Jawab Jaejoong kemudian dia melirik kearah Mr. Jung yang dengan tenang meminum tehnya

" Bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu? Bukankah selama lima tahun ini Yunho menghilang dan tidak pernah mengurusi perusahaan. Bahkan kau tahu sendiri Seunghyun lebih mengenal perusahaan Jung lebih baik dari Yunho" Ucap Mr. Choi dengan yakin

Jaejoong melihat Mrs. Jung yang wajahnya mulai mengeras, mungkin dia kesal dengan ucapan Mr. Choi namun dia tersenyum lembut pada Mrs. Jung dan matanya beralih kearah Mr. Choi.

" Ahjusshi yakin Seunghyun bisa diandalkan?" Tanya Jaejoong

" Ya, dia lebih berpengalaman dibanding Yunho disini, maaf bukan aku mencela tapi memang begitu kenyataannya bukan? Lagi pula, Seunghyun bisa menjadi asistenmu, bukankah kau juga baru dalam bidang ini?"

" Ne?"

" Bukankah kau hanya bekerja dibelakang layar selama ini? Bukankah Siwon yang mengcover pekerjaanmu sampai kau muncul?"

Tak

Mr. Jung meletakkan cangkirnya dimeja dan menatap suami dari kakaknya itu.

" Hmm... Hyung... Kau tahu bahwa perusahaan Jung resmi menjadi milik Jaejoong seutuhnya saat Yunho datang ke perusahaan Jung beberapa waktu lalu bukan?" Tanya Mr. Jung pada kakak iparnya itu

" Ya, maka dari itu Seunghyun bisa mengajarkan Jaejoong bagaimana memimpin perusahaan dengan baik" Jawabnya

" Mungkin hyung belum tahu tapi... Selama ini Jaejoong yang mengurus perusahaan Jung. Sejak lima tahun yang lalu perusahaan Jung ditangani oleh Jaejoong"

" Mwo?"

" Dan soal keputusan" Ucap Jaejoong kemudian meraih tangan Yunho yang terkepal erat diatas meja, sebenarnya Yunho sudah cukup panas dan muak dengan semua ini hanya saja sebelum makan makan Jaejoong berbisik padanya untuk tetap diam apapun yang keluarga Choi lakukan hingga dia hanya bisa diam saat ini " Aku memang meminta Yunho melakukannya, dia akan mulai memimpin perusahaan karena aku akan memindahtangankan namaku pada Yunho untuk mengurus perusahaan Jung"

Jaejoong kemudian menoleh kearah Yunho yang tengah kaget dengan ucapan Jaejoong, Yunho tidak tahu jika Jaejoong merencanakan ini semua.

" Jadi tidak salah bukan jika Yunho yang memutuskan Suenghyun berhak ada diperusahaan Jung atau tidak karena dia adalah CEO perusahaan Jung"

.

.

.

.

.

~ Chapter 9 ~

.

.

.

.

.

Jajeoong terlihat sibuk didapur pagi ini, setelah malam panjang bersama keluarga Choi akhirnya mereka pulang dengan wajah muram. Jaejoong sendiri tidak ambil pusing karena merasa apa yang dia putuskan benar. Hanya saja, Yunho sempat bertanya pada Jaejoong tentang perusahaan dan akhirnya Jaejoong menjelaskan semua.

Perusahaan akan menjadi milik keluarga Yunho secepatnya, dia tidak bisa berlama – lama memegang perusahaan Jung karena sang penerus sudah kembali bukan?

" Jja... Selesai"

Jaejoong menutup tempat bekal yang akan dibawa oleh Changmin dan Yunho hari ini, sesuai janji Yunho akan menemani Changmin pada kegiatan sekolahnya hari ini. Sedangkan Jaejoong akan sibuk seharian di perusahaan Jung dan butiknya.

Jaejoong bersyukur Yunho bisa meluangkan waktunya hari ini untuk Changmin, membayangkan Changmin pergi dengan appanya membuat Jaejoong tersenyum sendiri, pasti sangat menyenangkan bagi Changmin!

" Waktunya ke kamar, aku rasa sebentar lagi Minnie akan bangun" Ucap Jaejoong kemudian meninggalkan area dapur setelah memasukkan kotak makan itu kedalam tas

Benar saja, baru saja membuka pintu, dia melihat sang anak sudah mengusap matanya pelan dan memanggil namanya.

" Ne, eomma disini. Bagaimana tidurmu hmm?" Tanya Jaejoong dengan lembut

Changmin membuka matanya dan merentangan tangannya, dia ingin sang eomma memeluk dirinya sebelum bangun dan Jaejoong mengerti akan hal itu. Dia mendekat dan mengangkat Changmin kemudian memeluknya dengan erat.

" Aigo.. Minnie ah berat sekali eoh?" Goda Jaejoong

" Ugh... Min kan dikacih makan mulu cama eomma ya jelas belat"

" Arasseo... Eomma mengerti aigoo... Baby... Eomma menyayangimu"

" Min juga cayaaaaaaaaaang eomma..."

" Kita mandi dan bersiap oke? Bukankah kau akan pergi dengan appa hari ini?"

" Ne!" Pekik Changmin dengan semangat

Akhirnya pagi ini Jaejoong lah yang memandikan dan memakaikan Changmin pakaian sedangkan Junsu datang ke kamar Jaejoong saat Changmin sudah rapi.

" Mianhae hyung, aku kesiangan" Ucap Junsu penuh penyesalan

" Gwaenchana, tapi tumben sekali?"

" Ne, hyung" Ucap Junsu pelan

" Wae? Kenapa wajahmu pucat eoh? Kau sakit?" Tanya Jaejoong yang melihat wajah pucat Junsu

" Ti-tidak hyung"

" Tidak perlu berbohong Suie ah... Aku sudah mengenalmu lama. Kemarilah, aku cek suhu tubuhmu"

" Hyuungg~~"

" Jangan merengek"

Junsu akhirnya mendekati Jaejoong dan Jaejoong menyentuh kening Junsu. Panas...

" Kau istirahatlah hari ini" Ucap Jaejoong

" Tapi Minnie?"

" Minnie kan hari ini pergi dengan appanya, kau gunakan waktumu hari ini untuk istirahat saja agar besok sembuh dan bisa menjaga Minnie lagi"

" Ugh... Aku tidak suka hyung"

" Kau harus suka Kim Junsu. Sekarang kembali ke kamarmu dan aku akan membawakanmu bubur"

" Hyuuuungg~~"

" Ich juchi tuh nulut aja kata eomma kenapa cih! Cana balik ke kamal, kalo dicini nanti Min sakit juga" Changmin mempoutkan bibirnya

" Aigo... Arasseo, semoga harimu menyenangkan Min, hyung aku ke kamar dulu"

" Ya, istirahatlah"

Junsu akhirnya membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar kamar namun langkahnya terhenti saat Changmin berteriak padanya.

" Cepet cembuh ne juchi, jangan bikin Min kangen cama juchi!"

Aigo...

Ingin rasanya Junsu kembali dan memeluk bocah kecil kesayangannya itu sekarang tapi dia tidak boleh mendekat atau Changmin akan tertular penyakitnya. Dia hanya menoleh dan melihat Changmin serta Jaejoong tersenyum padanya. Ugh... Gemas...

.

.

.

.

" Suie dimana?" Tanya Mrs. Jung saat melihat Jaejoong turun menggendong Changmin

" Dia sakit, aku akan membawakan bubur untuknya" Jawab Jaejoong

" Sakit apa?" Kali ini Yoochun yang bertanya

" Tubuhnya panas" Jawab Jaejoong kemudian menempatkan Changmin disamping Yunho

" Panas? Kemarin malam tidak apa – apa" Gumam Yoochun dengan suara kecil namun Jaejoong mendengarnya

" Eh? Dia bersamamu tadi malam?" Jaejoong menaikkan salah satu alisnya

" E-eh... Itu... Tadi malam dia tidak bisa tidur dan aku menemaninya minum susu" Jawab Yoochun sedikit gugup

Jaejoong memicingkan matanya, dia sekaan tidak percaya ucapan Yoochun namun kemudian matanya berkedip.

" Arasseo" Jaejoong kemudian kedapur dan kembali membawa nampan berisi semangkuk bubur dan teh hangat

" Biar aku yang berikan padanya" Ucap Yoochun mengambil nampan yang dibawa Jaejoong

" Pastikan dia makan semuanya"

" Ne"

Yoochun kemudian pergi dari ruang makan meninggalkan keluarga Jung serta Jaejoong yang akhirnya menikmati makan dengan tenang.

" Yun, aku sudah membuatkan bekal untuk kalian. Jangan berikan Minnie jajan sembarangan karena perutnya mudah sakit apalagi es" Ucap Jaejoong

" Ugh..." Changmin mengerucutkan bibirnya sebal saat sang eomma mulai melarangnya untuk makan ini dan itu

" Aku sudah siapkan tas ransel isinya kebutuhan Changmin termasuk obat – obatan untuknya"

" Ne, aku mengerti" Ucap Yunho setelah meminum air putih

" Kau ingin membawa mobil sendiri?" Tanya Mr. Jung

" Tidak appa, aku ingin kami diantar saja" Jawab Yunho

" Arasseo"

Setelah sarapan selesai, Jaejoong memberikan tas yang akan dibawa oleh Yunho dan tas kecil milik Changmin. Jaejoong mengatar mereka sampai di halaman rumah.

" Minnie ah, jangan lupa kabari eomma kalau sudah sampai ne?"

Jaejoong saat ini mensejajarkan tubuhnya dengan berjongkok didepan Changmin. Changmin mengangguk patuh mendengar perintah sang eomma.

" Ingat pesan eomma jangan jajan sembarangan karena eomma sudah membuatkanmu bekal dan jangan lupa pegang appa agar tidak tersesat" Jaejoong memberikan penjelasan panjang lebar pada anaknya

" Allaceo eomma, Min ngelti kok"

" Poppo"

CUP

CUP

Changmin mengecup kedua pipi sang eomma kemudian memeluknya erat. Setelahnya Jaejoong berdiri dan berhadapan dengan Yunho, tidak dekat memang karena Yunho masih menjaga jarak dengan Jaejoong.

" Ng... Yun... Hati – hati..."

" Ne, kami berangkat"

Yunho segera menggendong Changmin dan masuk kedalam mobil meninggalkan Jaejoong yang masih tercengang dengan sikap dingin yang Yunho tunjukkan padanya.

" Pai pai eommaaa~~~~"

" Ne Min... Hati – hati..."

Mobil yang ditumpangi Changmin dan Yunho akhirnya menghilang dari pandangan, Jaejoong menurunkan tangannya dan menggerut sebal.

" Kenapa masih menjaga jarak? Apa dia masih gemetar berada didekatku? Kemarin tidak begitu... Ugh... Menyebalkan"

" Hey, kenapa menggerutu seperti ini Joongie ah"

" Oh eommonim" Jaejoong tersentak kaget, dibelakangnya sang mertua tengah tersneyum padanya " An-aniya..."

" Bersabarlah, eommonim yakin Yunho pasti bisa melewati traumanya"

" Tapi eommonim... Joongie iri melihat kedekatan Minnie dengan Yunie"

" Minnie kan anakmu kenapa iri eoh?"

" Minnie bisa dekat dengan Yunie, menggandengnya, memeluknya, bahkan digendong"

" Jadi, kau ingin secepatnya digendong Yunho?"

BLUSH

" Eo-eommonim!"

Wajah Jaejoong merona setelah mendengar godaan yang dilayangkan sang mertua padanya. Bagaimana bisa sang mertua mengatakan hal itu didepannya?

" Aigo... Wajahmu menggemaskan jika seperti itu Joongie ah" Goda Mrs. Jung kemudian dia terkekeh

.

.

.

.

.

.

.

.

" Appa..."

" Ne? Kenapa? Makan siangmu kurang?"

" Aniya"

Changmin meletakkan bekal makan siang sang appa dan memebrsihkan mulutnya, mereka sedang beristirahat di sebuah taman yang didatangi oleh sekolah Changmin hari ini. Dan Yunho hanya bisa nelangsa saat sang anak meminta bekal makan siang yang baru dimakan setengahnya tadi, sedangkan bekal makan siang Changmin sudah habis.

Yunho jadi heran, bagaimana bisa anaknya memiliki nafsu makan sehebat ini? Dirinya suka makan hanya saja tidak seperti Changmin. Apa Jaejoong seperti ini? Tidak juga...

" Lalu kenapa?" Tanya Yunho

" Hmm... Eomma bilang appa cedang malah cama eomma"

" Marah?"

" Ne, makanya appa gak deket – deket cama eomma. Min mau appa maapin eomma biar Min bica jalan – jalan beltiga cama appa dan eomma"

" Eh?"

" Tuh liat Kyunie" Changmin menunjukkan sahabat kesayangannya yang masih makan siang bersama kedua orangtuanya " Min ili liat Kyunie bica jalan – jalan cama eomma dan appanya. Temen Min yang laen juga, meleka kecini cama eomma dan appanya" Suara Changmin terdengar lirih diakhir kalimatnya dan itu membuat Yunho merasa bersalah

" Minnie ah... Maafkan appa ne?" Yunho mengelus rambut Changmin

" Gwaenchana appa, tapi cepet maapin eomma ne" Changmin menatap Yunho dengan berbinar

" Arasseo"

" Oh!" Tiba - tiba Changmin terpekik dan menunjuk sesuatu, Yunho mengikuti arah pandang Changmin " Bunga lily! Eomma cuka bunga lily, ambil eomma ne appa?"

Yunho tertegun sejenak sebelum akhirnya dia menganggukkan kepalanya, mereka memang berjalan – jalan dikebun bunga yang dibeberapa tempat bunganya bisa dipetik. Dan kebetulan Changmin melihat bunga kesukaan sang eomma.

.

.

.

.

Jaejoong berjalan mondar mandir diruang tengahnya, sudah pukul delapan malam tapi Yunho dan Changmin belum menunjukkan batang hidungnya. Jaejoong sendiri baru pulang pukul tujuh tadi dan langsung mencoba menelepon Yunho namun nomor Yunho tidak aktif. Jaejoong sangat khawatir kalau begini caranya...

Terakhir memberikan kabar tadi siang sekitar pukul tiga dan setelahnya Jaejoong larut dalam pekerjaannya. Tak lama setelah menelepon Yunho mengirimkan pesan yang isinya mereka tidak perlu dijemput karena akan pulang bersama keluarga Kyuhyun.

" Tenanglah Joongie ah... Sebentar lagi pasti mereka pulang" Ucap Mrs. Jung

" Ini sudah larut eommonim" Jaejoong mengatakannya dengan nada khawatir

" Bersabarlah..."

Dan lima belas menit kemudian terdengarlah suara nyaring Changmin. Namja kecil itu berlari dengan riang kearah sang eomma dan langsung memeluk kaki eommanya.

" Malam sekali Min?" Tanya sang eomma kemudian mengangkat Changmin dan menggedongnya

" Macet eomma..." Jawab Changmin

" Hah... Eomma merindukan Minnie" Jaejoong mencium kedua pipi gembul Changmin

" Hehehehe... Min ceneng hali ini eomma"

" Arasseo, ayo mandi dan makan. Kau belum makan malam bukan?" Changmin menggelengkan kepalanya

" Sana, urus Changmin dulu" Ucap sang mertua

" Eh, appamu mana?" Tanya Jaejoong

" Tadi appa lagi ngomong cama appa Kyunie didepan"

" Oh..."

Akhirnya Jaejoong membawa Changmin menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan tak lama Yunho masuk kedalam rumah dengan wajah kelelahan.

" Bagimana Yun?"

" Lelah"

Yunho duduk diseberang kedua orangtuanya dan menyandarkan tubuhnya pada sofa. Dia memejamkan matanya dan memijat pelipisnya pelan.

" Minnie benar – benar tidak bisa diam" Ucap Yunho

" Dia memang begitu Yun" Ucap Mr. Jung

" Yah .. Sama sepertimu dulu yang tidak bisa diam bukan?" Timpal Mrs. Jung

Yunho membuka matanya dan menatap kedua orangtuanya, apa benar dia dulu seperti itu? Senang berlarian kesana kemari tanpa lelah bermain?

" Kau mandilah, Joongie sedang memandikan Changmin setelah itu kalian makanlah bersama karena Joongie belum makan menunggu kalian pulang"

" Arasseo"

Yunho berjalan menuju kamarnya membawa tas ransel yang dia gunakan pagi tadi, lebih baik dia membersihkan dirinya dulu atau mungkin berendam air hangat untuk memulihkan tenaganya?

" Eomma..." Changmin memanggil Jaejoong yang tengah serius memandikannya

" Ne?"

" Cuie juchi otte?"

" Khawatir eoh?"

" Ne..."

" Dia sudah lebih baik, Minnie mau menjenguk? Tapi jangan lama – lama, biarkan Suie ahjusshi beristirahat ne?"

" Ne eomma"

Setelah menghabiskan waktu dikamar Junsu, akhirnya Jaejoong dan Changmin berjalan kearah meja makan dan disana Yunho sudah menunggu.

" Kenapa belum makan? Eomonim dan aboji kemana?" Tanya Jaejoong

" Mereka ada dikamar, aku menunggu kalian"

" Uh?"

Jaejoong mengerutkan keningnya kemudian dia menarik kedua sudut bibirnya, Yunho menunggunya? Benarkah? Suatu kemajuan walaupun hanya sedikit bukan?

Jaejoong mengambilkan makanan untuk anak serta suaminya, dia melayani keduanya dengan baik dan hatinya jadi menghangat. Dia jadi bisa merasakan bagaimana makan malam keluarha seharusnya berjalan. Lihat Changmin yang terus berceloteh riang tentang acaranya hari ini, lalu Yunho yang menanggapinya dengan senang. Jaejoong jadi ikut senang...

Setelahnya Changmin mengantuk dan cepat tertidur karena kelelahan seharian bermain. Jaejoong membawa Changmin ke kamar dan menyelimuti tubuh Changmin. Dia kemudian bangkit dan duduk dipinggir tempat tidur, dia masih belum mengantuk. Dia terlalu bahagia hingga tidak bisa tertidur. Astaga...

Akhirnya Jaejoong melangkahkan kakinya menuju halaman belakang dan menikmati semilir angin malam yang menyejukkan. Dingin tapi dia menyukai angin malam hari ini. Dia memejamkan matanya dan bersenandung lirih. Sampai...

" Sedang apa?"

Jaejoong kenal suara ini, dia membuka matanya dan menoleh ke belakang. Dia mendapati Yunho berdiri dengan kedua tangannya dibelakang. Dia sudah memakai piyama dilapisi sebuah cardigan berwarna hitam.

" Oh, Yunho... Hanya sedang duduk"

Yunho melangkah ragu menuju Jaejoong namun akhirnya dia duduk disamping Jaejoong, tidak dekat memang karena Yunho masih memberikan ruang diantara mereka.

" Kenapa kau kemari?"

" Ini..."

Yunho mengedepankan tangannya yang tadi dia sembunyikan dan Jaejoong mengedipkan matanya berkali – kali saat melihat Yunho menggenggam beberapa tangkai bunga kesukaannya, bunga lily.

" Minnie bilang kau menyukai bunga lily sehingga kami memetik bunga ini untukmu" Ucap Yunho

Jaejoong?

Otaknya masih memproses yang diucapkan oleh Yunho hingga akhirnya dia sadar apa yang ada didepannya dan menyentuh bunga itu.

" Lily putih, bunga kesukaanku" Suara Jaejoong terdengar lirih

" Ya, Minnie bilang seperti itu dan ini untukmu" Ucap Yunho

" Be-benarkah?" Jaejoong menatap Yunho namun namja itu enggan menatap matanya

" Ya"

Jaejoong perlahan mengambil bunga itu dari tangan Yunho dan mendekapnya, dia mencium bunga itu dan memejamkan matanya. Sungguh indah...

Yunho sendiri tadi hampir tidur jika dia tidak ingat masih menyimpan bunga lily didalam tas ransel yang dibawanya pergi. Dia ragu menghampiri Jaejoong tapi akhirnya dia mencobanya, demi Changmin.

" Terima kasih... Kalian benar – benar membuatku senang" Ucap Jaejoong tulus

" Aku hanya melakukan apa yang Minnie inginkan"

" Tapi aku senang dengan hal ini"

Jaejoong kemudian menghadapkan dirinya kedepan, perasaannya membuncah penuh kegembiraan saat ini. Dia sangat bersyukur Yunho memberikannya bunga yang dia suka walaupun Changmin yang memiliki inisiatifnya.

" Besok aku akan menemui Jihyun noona" Ucap Yunho

" Besok jadwalmu terapi bukan?"

" Ya, mungkin aku akan lebih lama mulai besok"

" Kenapa? Apa terjadi sesuatu?"

Yunho mendengar nada khawatir dalam pertanyaan yang dilontarkan oleh Jaejoong namun dia menggelengkan kepalanya dan Jaejoong mendesah lega. Yunho menundukkan kepalanya dan menyatukan kedua tangannya diatas lutut.

" Kenapa? Ada yang terjadi?" Tanya Jaejoong dengan lembut

" Tidak... Hanya saja... Aku ingin cepat semua ini berlalu. Aku ingin cepat menghilangkan traumaku. Rasanya..."

" Seperti lebih baik mati daripada hidup bukan?"

Yunho melirik kearah Jaejoong dan dia melihat Jaejoong tengah menatap bunga pemberiannya dan Changmin dengan serius. Jaejoong menyentuh salah satu kelopak bunga itu dan tersenyum.

" Kau bagaimana..."

" Aku menolak kehadiran Changmin setelah selesai melahirkan. Aku berpikiran karena semua salahku hingga Changmin lahir dengan penyakitnya. Aku lebih baik mati dari pada melihat Changmin menderita didalam inkubator dan nafasnya sering sesak. Butuh waktu bagiku untuk bisa menerima kehadiran Changmin dan menyentuhnya. Tapi eommonim dan aboji ada disampingku, mereka menjadi rumah tempatku kembali, menyemangatiku, membangkitkanku dan aku menjalani terapi hingga aku bisa menerima dan menyayangi Changmin. Dan sekarang Changmin adalah segalanya bagiku"

" Kau juga mengalami trauma?"

" Ya Yun... Tapi aku tidak sendirian. Tidak sepertimu yang pasti sangat menyesakkan rasanya sendiri tanpa siapapun disampingmu, tidak ada tempat untuk berbagi. Tidak ada yang menyemangatimu ataupun membuatmu bangkit. Aku ingin kau tahu, jika kau tidak sendirian. Kau memiliki kami, memiliki aku dan Changmin yang akan selalu menerimamu bagaimanapun keadaannya. Kami akan menjadi rumah tempatmu kembali"

Ah~
Perasaan Yunho menghangat mendengarnya, kenapa hati Jaejoong bisa sebaik ini? Kenapa ada seseorang yang sangat baik dan masih memperdulikannya setelah dia berbuat jahat padanya? Dan saat itu Yunho tahu, dia tahu apa yangharus dia perbuat. Dia akan bangkit karena semua orang ada untuknya.

" Aku... Ya... Kalau boleh jujur aku selalu bermimpi buruk lima tahun ini. Rasa bersalah selalu menggerogoti hatiku dan hidupnya tidaklah tenang sampai kalian datang..."

" Yun..."

" Aku ingin segera pulih... Aku ingin semua berjalan normal. Aku ingin membalas semua kebaikan kalian apalagi... Dirimu"

Airmata Jaejoong lolos begitu saja, kenapa dia harus secengeng ini sih? Ini kan hal yang menggembirakan bukan hal yang menyedihkan!

" Aku senang" Ucap Jaejoong dalam isakkan

" Kalau senang berhentilah menangis" Yunho melirik – lirik kearah Jaejoong, ingin menenangkan tapi tidak tahu harus bagaimana, dia masih belum bisa berdekatan dengan Jaejoong

" Aku terlalu senang hingga airmata ini tidak mau berhenti menangis. Bagaimana ini?" Jaejoong mengusap kasar matanya lagi dan lagi

" He-hentikan, itu akan melukai matamu"

Tangan Yunho reflek maju kedepan dan menghentikan gerakan tangan Jaejoong namun tak lama keduanya terpaku. Mereka bertatapan dan Yunho bisa melihat bagaimana wajah Jaejoong disinari cahaya bulan sungguh sangat indah walaupun matanya masih merah.

Jaejoong sendiri tidak bisa memalingkan wajahnya karena wajah orang yang ada dihadapannya membuatnya terpaku pada satu titik. Tapi kemudian...

" Ma-maaf..."

Yunho menjauhkan tubuhnya saat dirasa dia merasakan sesuatu kembali. Sesuatu yang selalu dirasakannya setiap dekat dengan Jaejoong. Jaejoong menundukkan kepalanya dengan wajah merona, tadi itu dekat sekali dan dia benar – benar malu.

" Sudah sangat larut, kau tidurlah. Aku juga akan pergi ke kamar" Ucap Yunho kemudian dia berdiri dari tempatnya

Jaejoong menganggukkan kepalanya namun detik kemudian dia terkejut saat sebuah cardigan tersampir dipundaknya.

" Jangan sampai sakit" Ucap Yunho sebelum dia beranjak dari halaman belakang

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, dalam pikirannya muncul beberapa tindakan gila yang bisa saja dia lakukan saat ini. Haruskan dia melakukannya? Bolehkah dia bertindak agresif? Tapi... Bukankah dia harus seperti itu agar Yunho mau membuka diri padanya?

" Ugh..."

TAP

TAP

TAP

SREETTT

Jaejoong berlari mengejar Yunho dan menarik piyama bagian bawah yang dipakai oleh Yunho hingga namja itu tersentak kaget. Dengan kecepatan kilat Jaejoong berjinjit dan mengecup pipi kanan Yunho.

" Terima kasih atas bunganya, aku akan tidur. Jalja Yun... Yu-Yunie..."

TAP
TAP

TAP

TAP

Yunho membatu, Jaejoong baru saja menciumnya dan lebih dari itu. Jaejoong memanggilnya Yunie, dia tidak salah dengar bukan?

AH~

Jantungnya terpompa sangat cepat saat ini, bukan... Bukan karena traumanya, Jaejoong bahkan bertindak sangat cepat tadi hingga Yunho tidak merasakan apapun kecuali detakan jantungnya yang menggila.

Perlahan Yunho menyentuh pipi kanannya dan tersenyum kemudian dia berjalan menuju kamarnya namun dia berhenti disebuah pintu, pintu kamar Jaejoong. Yunho menyentuh pintu kamar itu dan bergumam pelan.

" Selamat malam, mimpi indah Jaejoongie..."

Yunho kemudian berjalan menuju kamarnya yang masih dalam lantai yang sama dengan Jeajoong tanpa tahu namja cantik itu tengah menyandarkan tubuhnya dibelakang pintu sembari memegangi jantungnya yang berdetak sangat cepat setelah perbuatannya tadi dan setelah mendengar Yunho mengucapkan selamat malam dan memanggilnya dengan Jaejoongie membuat jantungnya seakan akan meledak.

.

.

.

.

.

Sudah seminggu kejadian itu berlalu, keduanya mulai sibuk dengan urusannya masing – masing. Yunho dengan perusahaan Jung dan Jaejoong dengan butiknya namun keduanya selalu menyempatkan waktunya untuk bermain dengan Changmin secara bergantian.

Dan saat ini Jaejoong baru saja memandikan anak manja kesayangannya, mereka berjalan turun untuk memulai sarapan bersama anggota keluarganya yang lain. Setelah sarapan Jaejoong dan Junsu menemani Changmin bermain diruang tengah sampai Yunho datang menghampirinya dengan pakaiannya yang terbilang santai tapi rapi.

" Bisakah kalian bersiap?" Tanya Yunho

" Ne? Aku?"

" Kau dan Changmin" Ucap Yunho tanpa menatap Jaejoong

" Kenapa?"

" Aku ingin mengajak kalian ke kebun binatang"

" Y-ye?!"

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeong!

Mana nih yang nunggu in ff Home update? Kkkkkk

.

Special Thanks :

.

909596 (rindu siapa?), akashiyuki75 (makasih ya ^^), aykei yunho (sip pasti dia selalu daebakk), sitimulyani186 (hmm.. liad chap depan), MyBabyWonKyu (untungnya Jaemma baik hati hahahaha), Boo Bear Love Chwang (belajarlah yang bener, baca ff mulu :p), phabo uniq (iya, ini udah dilanjut kok), Indy (nado~~), Avanrio11 (terselubungnya chap depan aja ya ^^), dyana280688 (maacih), ismi mimi (reaksinya lanjut chap depan, cho potong dulu kkkk), eL Ree (sippoo~~), Yunjae Lover (hmm... dia cuma numpang lewat aja kok), Fani (sip), akiramia44 (maacih ya udah follow watt... si tabi cuma numpang lewat aja kok),

cha yeoja hongki (bener), bijin YJS (apanya yang di ff ni aja?), uknowme2309 (Cho ga pindah, cuma update juga di wattpad. Cho utamain yang di ffn kok ^^ gemetarannya chap depan, oke?), Guest (iya... mohon ditunggu), Dewi15 (sip), ruixi1 (jiaahh... ketawa kenapa dah?), yunjae heart (hwaiting eonn! Choi itu mau dijadiin numpang lewat aja kayaknya),

JonginDO (sipp), park'chan (iya...), kimRyan2124 (iya... akhirnya bisa update lagi diminggu ini hehehehe), MyBooLoveBear (iyaa...), Guest (sip deh), teukiangle (iya, sibuk tapi pasti cho update sampe end kok^^), lovgravanime14 (lovey dovey-nya chap depan ya... bareng sama bang mimin kesayangannya cho hehehehe)

.

yang udah follow, fav dan para SiDer

.

Makasih ya~~~ #bow

.

.

Hmmm... Gini... Chap besok dipastiin Yunjae banyak momennya, ada Request si Yunpa atau Jaemma mau diapa in?

Kedua, keluarga Choi disini numpang lewat doang kok karena... Emang ini drama keluarga jadi kayak urusan perusahaan ga terlalu dominan disini, mungkin ada beberapa adegan tapi ga banyak

Ketiga, ayo sebentar lagi ucapin bye – bye sama ff Home... Rencananya ga sampe 5 chap lagi ff ini bakalan End... Kecuali ada yang minta nambah ya... Kkkkkk...

.

.

Apa lagi ya? Udah kayaknya?

See u next chap

Chuuuuu~~~~

.

.

.

.

Jum'at 9 September 2016