Hai readers~ XD
Akhirnya author kesayangan kalian yang moe-moe ini kembali! XD *dirajam 1 fandom gara-gara ke-gr-an
Mangap telat update, soalnya Ms. Word nya rusak! DX
Terpaksa make trik lama (upload doc kosong ke ffn trus edit) dan semoga dengan cara ini typo yang binasa- er, maksudnya biasa bermunculan bisa berkurang... XD
Ok, pertama balas review dulu!
Rani Konako :
Kaoru kan Yandere dan Hacker! *berdasarkan request sang pemilik nistanya *dibunuh
Namanya juga crossdresser yang sangat mirip dengan perempuan! Dan juga itu ajaran Nee-sannya! XD
DT-Demon-Trigger : Saia usahain deh! XD
Emang ada rencana ngebikin semi M kok... *digebukin semua chara
IchigoMei-Chan : Apa pemerannya ditukar aja ya? Tahlea jadi pangeran trus Len jadi putri? XD *disumpel pisang
Chairinnisa N : Disini juga lemot parah... -_-
rinnkagamine02 : Chapie 10 released! XD
Miki Abaddonia Lucifen : Tsukiyomi Yuu dan Tsukiyomi Yui aslinya OC saia di fandom Shugo Chara! sebagai anak dari AmuTo (AmuTo ceritanya dah jadi bapak-bapak dan ibu-ibu *digebukin AmuTo).
Law mau tau baca ja fic saia yang judulnya Kokoro Chara!, tapi nama Yuu disana masih Tsukiyomi Kumi (lupa ngeralatnya) DX
4386takumiyu : Gampang? Ntar saia kasih yang lebih susah! XD
Teehee : Paling juga disodorin cabe ntar... XD
Baka Haruka : Abis gimana lagi? Charanya dah abis... DX
Kan mending Yuri daripada Forever Alone... XD
Review udah, sekarang discalimer!
Tapi sebelumnya ada yang sadar gak law disclaimernya sejak chapie 1 ampe 9 pasti berbeda-beda? *gak penting
Vocaloid © Yamaha Corp. dkk
Vocaliod Go To School © Kyouko-nyan Kawaii Neko
Rate:
T dan mulai menuju semi M *bukan Blok M
Genre:
Friendship, Humor, Romance
Pairing:
YuuRin
LenTahlea
UtaChi (masih diragukan)
KaitoYuiki
MikuoShana
KaiMiku
MakotoMiki
Akaito Yuka
AldiKaiko
AkumaNeru
Warning:
Kayaknya gak bisa dibilang OOC, soalnya para Vocaloid gak punya sifat yang tetap (kecuali chara item dan couplenya *berdasarkan pengetahuan author yang sangat minim*), OC, miss typo, bahasa gak baku, little crossover, crack pair, bahasa campuran (lo-gue, aku-kamu, saya-anda tergantung karakter yang diajak bicara), gak jelas, gak terima flame karena itu tindakan pengecut! Don't like don't read!
Summary:
Para chara Vocaloid disuruh oleh Master untuk sekolah. Bagaimana kisah mereka saat bertemu dengan teman-teman yang baru disekolah mereka? Don't like don't read!
~(^o^~)Vocaloid(~^o^)~
"Hei Len, bagaimana dengan tugas lo?" tanya Kaito pada Len yang sepertinya sedang berkutat dengan PCnya. Dia hanya perlu melakukan penyelesaian akhir, yaitu merapikan dan memberikan nama anggota yang menyusun tugas ini. Siapa? Tentu saja Kagamine Len dan Tahlea Scarlet meskipun Tahlea kerjanya cuma nyuruh-nyuruh dan cuma nebeng nama aja. -_- "Terus emang lo udah selesai, BaKaito?" tanya Len balik. "Boro-boro selesai, tuh bocah kerjanya gangguin gue mulu! Gue jadi merasakan penderitaan Kiyo-sensei..." ratap Kaito sambil pundung dipojokan. Sementara diruang kepala sekolah ada seseorang dengan setelan jas yang lumayan rapi dan sedang diganggu oleh bocah berambut hitam twintail pendek yang selalu membawa tas merah tiba-tiba bersin hebat.
'Menderitalah kalian diganggu oleh bocah! Bwahahahaha!' tawa Len laknat, tentunya dalam hati. Se-baka-baka-nya Kaito kalau Len tertawa seperti itu dia pasti tersungging- eh, maksudnya tersinggung.
"Lena-chi, tugasnya sudah selesai?" tanya Tahlea manja sambil gelayutan di lengan Len. Tiba-tiba satu kelas (-LenTahlea) tertawa terbahak-bahak sementara sang 'korban' hanya bisa menundukan wajahnya.
"Le...Lena-chi? lo ganti gender ya shota? Hahahahaha!" tawa Rin melihat penderitaan saudara kembarnya. Poor Len.
"Be...Berisik!" teriak Len sambil tetap menundukan wajahnya. Mereka mash saja tertawa. Meskipun tertawa, tapi masih ada satu murid yang hanya tertawa kecil. Siapa lagi kalau bukan Yuka? Bukan, dia bukannya sombong seperti rambut pantat ayam dari fandom sebelah. Hanya saja Yuka sedikit pendiam. Setelah sedikit tertawa dia kembali membaca manga yang selalu dia bawa-bawa.
"Eh, lo penasaran gak sama manga yang dibaca oleh Yukie?" tanya Yuiki pada Uta dan Shana.
"Tumben lo bisa nyebut nama orang dengan baik dan benar... Ayo, kita lihat!" jawab Uta lalu mereka bertiga mengendap-endap untuk melihat manga yang dibaca oleh Yuka. Dan manganya adalah...
"ASTAGA! YUKIE! Lo Fujoshi?" teriak Shana tiba-tiba. Satu kelas menoleh kearahnya dengan tatapan 'Are you serious?'.
"Eh copot mata lo semua mati aja lo sana sialan!" teriak Yuka yang OOCnya kambuh sehingga ketiga temannya hanya bisa sweatdrop ditempat. 'Bisa-bisanya Yukie yang pendiam jadi OOC parah kayak gini kalau kaget...' batin Shana. "Ka...Kalian ngapain?" tanya Yuka gugup lalu menyembunyikan manga Yaoinya tersebut.
"Nggak ada apa-apa kok. Anggap aja yang tadi itu angin lalu..." jawab Uta ngasal tapi ditanggapi serius oleh Yuiki. "Angin terlalu? Kurang ajar banget tuh angin! Kemari biar gue hajar ntar!" teriak Yuiki yang autisnya udah mulai kambuh (autisnya gak termasuk OOC *dihajar yang punya OC*) Uta, Shana dan Yuka hanya bisa facepalm melihat entah-kepolosan-atau-kebegoan anak ajaib bernama Akira Yuiki itu. "Oh ya, Yukie-chan, boleh gak gue pinjam manga tadi?" tanya Yuiki dengan mata bercermin-cermin (kacanya udah abis dimakan kuda lumping-?-) Yuka yang hatinya tergoyahkan (halah bahasanya!) tanpa sadar menyerahkan manga yang baru saja dibacanya sebanyak 20 kali kepada Yuiki. Yuiki pun langsung ngacir ke sudut kelas namun ditendang oleh Yuu gara-gara mengganggu Yuu yang sedang tidur. Yuiki mau tidak mau pergi ketempat duduknya sendiri.
"Akira Yuiki! Berikan buku yang sedang kau baca itu!" bentak wali kelas mereka, Bunda Meiko -yang pertama kali nyebut bunda Meiko saia lupa namanya, tapi pinjem sebutannya ya... XD- yang paling ditakuti setelah Kaoru-sensei. Yuiki langsung berkeringat dingin karena 3 hal:
1. Aura Bunda Meiko yang tidak bersahabat
2. Manga itu adalah milik Yuka dan dapat dipastikan Yuka bakal ngamuk
3. Dia baru membaca covernya
"Akira Yuiki! Sekarang juga anda berdiri didepan kelas! Dan manga ini saya sita sampai pulang sekolah!" bentak Bunda Meiko. Yuiki hanya bisa maju kedepan kelas sambil mewek. "Anda ke ruangan saya saat pulang sekolah! Dan untuk kalian, ada pemberitahuan dan Kaoru-sensei... Katanya karena dia mendengar dari anak bernama Takaruma Aldi, katanya tugas kemarin terlalu gampang. Karena itu tugas kemarin diralat dan diganti dengan Web Designer!" setelah Bunda Meiko mengatakan itu, satu kelas (-Aldi) langsung frustasi dan kompak berteriak "TAKARUMAAAAA!" sementara sang tertuduh hanya bisa headbang ke mejanya.
"Takaruma, gara-gara kamu aku harus mengulang lagi!" teriak Yuu frustasi. Pasalnya dia rela tidak main game untuk mengerjakan tugas itu. Dan masalahnya emang cuma ngerjain tiga hal itu berapa lama sih? Tinggal CoPas dari internet. =="
"Gue gak mau tahu! Pokoknya lo harus tanggung jawab! Traktirin satu kelas!" bentak Luka. Aldi hanya bisa menggangguk pasrah. 'Jatah uang sakuku bulan ini bakal habis... T_T' batin Aldi sambil melihat isi dompetnya. Sementara murid lainnya langsung sorak-sorak karena mereka akan ditraktir.
"Oh ya, Kaoru-sensei bilang kalian tetap harus mengumpulkannya dua minggu lagi! Sekarang kita mulai ulangan harian..." kata Bunda Meiko sambil mempersiapkan bahan ulangannya.
-Skip, Break time-
"Gara-gara anak itu gue harus kerja keras!" ratap Len pasrah. Tahlea gak mau tahu apa masalahnya yang jelas saat deadline tugas sudah selesai dan dia hanya nebeng nama dan nilai.
"Terima saja nasibmu nak... Ini sudah takdir..." ucap Ustad (sesat) Hidan yang kebetulan mendengar masalah mereka langsung berkhotbah. "Kita pasrahkan semuanya pada Dewa Jashin!" ucap Hidan tanpa berhenti komat-kamit sementara murid yang diceramahinya hanya bisa sweatdrop.
"Kenapa sensei-sensei disini pada stres semua sih? Terutama mereka yang memakai armband awan merah itu..." ucap Miku sambil memakan neginya sementara Mikuo sedang menatap Miku dengan nafsu. Eh? Yang ditatapnya itu neginya, bukan orangnya... "Malah nyebarin agama sesat lagi... Emang ada yang namanya Dewa Jashin?" tanya Miku lagi. Kalau saja Hidan belum pergi dari sana mungkin Miku sudah jadi tumbal ritual gaje Mbah Hidan.
"Oh ya, kemana Trio Baka itu?" tanya Rin pada Mikuo. Mikuo hanya mengangkat bahunya tanda tak tempe- gak tahu maksudnya.
"Tadi sih gue ngeliat mereka bertiga pergi sama pacarnya masing-masing..." jawab Len asal, tapi ditanggapi serius oleh ketiga temannya. "Yang bener lo? Jangan suka menyebar fitnah karena fitnah itu lebih kejam daripada fitnes!" ucap Miku tambah ngawur. "Maksud gue sama pasangan kelompoknya masing-masing. Mungkin mereka cuma mencari inspirasi buat tugasnya nanti..." jelas Len. Ketiga temannya hanya mengangguk.
"Mending kita ngikutin salah satu dari mereka... Mungkin aja bakal ada kejadian seru..." bisik Rin pada temannya. Daripada ajakan lebih mirip hasutan, dan parahnya ketiga temannya mau mengikuti usul bejad Rin.
"Kita ngikutin Akaito aja yuk! Gue penasaran gimana hubungan dia sama anak dandere itu..." ajak Miku. Mereka lalu mencari Akaito disegala sudut sekolah, bahkan sampah gorong-gorong dan tempat sampah mereka periksa. Tapi Akaito tidak ada?
"Mereka dimana sih? Kok gak ada dimanapun?" tanya Len sambil ngos-ngosan. Dia melihat-lihat sekeliling mencoba menemukan sesuatu yang bisa dijadikan pedoman. Matanya tertuju pada kotak bento dengan gambar cabe dan pose norak sang pemilik kotak bento itu sehingga membuat Duet HatsuMine muntah berjamaah.
"Buset dah tuh anak. Fotonya norak amat..." kritik Miku pedas dan teman-temannya hanya mengangguk.
"CARANYA BUKAN SEPERTI INI!" teriak seseorang. Sepertinya dari dalam ruangan tepat didepan Duet HatsuGamine berkumpul. Mereka mencoba untuk mengintip kedalam dan yang ditemukan adalah...
YUKA DAN AKAITO SEDANG -piip- *disantet Yuka dan disiram Akaito pake sambal extra pedas* Eh, maaf maaf. Maksudnya Yuka dan Akaito sedang bertengkar tentang Design Web mereka nanti.
"Harusnya ini disini dan itu disana..." kata Yuka sambil menunjuk 2 tabel yang tertera dilayar monitor. Heran juga Yuka yang dandere ternyata bisa teriak seperti itu. Dan berhubung author bukan anak IT, jadi mangap kalau salah. ^_^
"Rancangan gue lebih bagus! Apalagi kalau kita menggunakan tema Chili Pepper!" balas Akaito tak kalah galak. Kenapa dipikiran Akaito yang ada hanya cabe? -_-
"Norak! Gue juga suka boneka neko, tapi gak maniak kayak elo!" bentak Yuka makin galak. "Kita sekarang bukan satu kelompok! Gue mau mengerjakan tugas gue sendirian!" lanjut Yuka lalu pergi meninggalkan ruangan itu, tak lupa dengan benda-benda kesayangannya.
"Ya sudah! Gue juga bisa mengerjakan ini sendirian!" teriak Akaito saat Yuka meninggalkan ruangan itu. Padahal dalam hatinya dia berkata 'Mampus! Gue kan sama sekali gak ngerti sama yang beginian...' Makanya, kalau kerja kelompok jangan memaksakan kehendak.
"Wow! Mereka bertengkar!" ucap Len girang lalu disambut oleh Death Glare ketiga temannya.
"Mereka lagi marahan lo malah senang!" ucap Miku sambil geleng-geleng.
"Miku-nee, kalau mereka bertengkar tak lama lagi mereka pasti jadian!" kata-kata Len barusan membuat ketiga temannya terbelalak tak percaya.
"Buluk! Eh, Bull Sh*t! Gue kagak percaya!" ucap Mikuo sambil menunjuk Len dengan negi kebanggaannya.
"Kalau begitu kita taruhan! Kalau dalam 2 minggu mereka berdua masih belum jadian, gue bakal ngasih uang bulanan gue ke kalian berdua selama 1 bulan. Tapi kalau mereka jadian dalam waktu dua minggu kalian harus mematuhi permintaan gue selama 1 minggu! Deal?" tanya Len sambil mengulurkan tangannya. "Kalau begitu gue mihak Len aja. Jadi kalau kami menang kalian harus mengikuti perintah kami! Yay!" teriak Rin childish mode. Dan entah kenapa Len ikut-ikutan Rin.
"Oke, gue setubuh! Um, maksud gue setuju!" jawab Miku sambil menjabat tangan Len.
"Batas waktunya adalah Selasa jam 12.00 P.M (Jam 12 siang), tepat 2 minggu dari sekarang!" ucap Len. Mereka lalu melirik ke arah Akaito tadi, dan sweatdrop massal terjadi. Akaito ternyata sedang melakukan headbang ke tembok ruangan itu sehingga kepalanya mengeluarkan carian merah. Dan ternyata cairan itu adalah... Sambal cabe?
"Akhirnya nih botol sialan terbuka juga! Tadaima~" ucap Akaito girang lalu meminum sambal cabenya.
"Tuh anak kayak gak ada dosa aja..." ucap Rin yang disambut dengan gelengan teman-temannya. Disaat mereka mau meninggalkan tempat itu...
"Lena-chi, akhirnya kau kutemukan!" terdengar suara cempreng yang berasal dari mulut Tahlea. Dia langsung memeluk Len sambil menggesekan pipinya ke pipi Len. "Mesra banget~" goda Duo Hatsune + Rin yang disambut oleh Death Glare Len.
"Rin-chan, ayo kita mengerjakan Web Designernya... Kebetulan Ryuzaki-sensei lagi-lagi gak masuk gara-gara kepeleset bungkus permen..." ajak Yuu lalu menarik Rin kedalam ruangan didepannya.
"Lena-chi, ayo kita juga mengerjakan tugas kita..." ucap Tahlea manja lalu menyeret Len mengikuti YuuRin. Tinggalah Duo Hatsune didepan ruangan itu.
"Lalu, kita harus apa?" tanya Miku dengan begonya namun dibalas dengan jawaban yang gak kalah bego dari Mikuo. "Entahlah..." setelah itu hanya ada angin kesepian yang berhembus.
Apakah tugas mereka akan selesai tepat waktu? Bagaimana dengan kelompok 9 yang mengalami perpecahan? Siapa yang akan memenangkan pertaruhan itu?
-To Be Continued-
Setelah tadi sempat mentok ide, akhirnya bisa dipublish juga. XD
Untuk pair lainnya tinggal menunggu giliran, dan untuk pair UtaChi saia minta ma OC untuk diizinkan menjadikan mereka yuri! DX *dihajar Haruka
Akhir kata...
Review
V
V
V
