Aku gak modus kok! Chapter 10.
Haiii~ akhirnya kutang kambek! *main pom pom*. Gak terasa udah chapter 10 aja, entah kenapa nih ff alur ceritanya makin kaga jelas hahahahaha~. Walau makin gaje,tapi makasih loh yang udah ngeriview ff buluk ini. Kutang lope lope deh sama kalian. Btw, maaf kutang lama update soalnya sekarang lagi sibuk di dunia sana. Kutang lagi kerja sambilan jadi gojek. Mayan dapet duit buat ke salon hahahahah :'D *jangan anggap serius perkataan kutang*. Oh ya mau spoiler nih kutang lagi bikin ff baru yang jelas ada homo-homoannya. Yang satu *uhuk* narusasu, yang satu lagi *uhuk* tentang otp korea saya hahahaha.. udah lah, yuk mari dibaca..
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Paring : Naruto x Sasuke (nyempil cinta segitiga Iruka x Kakashi x Obito)
Warning : Penuh kealayan!, alur ngebut kaya motoGP, agak OOC karena FF comedy tanpa ada OOC itu gak akan lucu :'), banyak Typo, banyak homo-homoan, bagi yang punya otak mesum hati-hati banyak bahasa abigu disini. Yang gak suka jan bully kutang. Salam cinta dari kutang *lempar semvak kembang-kembang* alur cerita kaya sinetron maklum lagi demen sinetron cinta dimusim duren *nyanyi soundtrack cinta di musim duren*
Wajib: download lah lagu david foster yang judulnya Glory Of Love. Dengarkan dahulu sebelum baca ff ini. Jika sudah maka anda akan tertawa terbahak-bahak setelah membaca ff ini *suwer.* jangan lupa donlot ya!
..
..
..
Jam menunjukan pukul 12 siang. Itu pertanda waktunya pulang sekolah. Murid-murid TK Kenanga pun bersiap-siap untuk pulang, termasuk Naruto.
"siap!" parintah ketua kelas. Yang lain hening.
"berdoa dimulai" murid-murid mulai berdoa sesuai agama masing-masing.
"selesai! Memberi salam!"
"selamat tinggal cekgu!" murid-murid mulai joget poco-poco sambil mengucapkan kata selamat tinggal. Oh ternyata mereka pengen ngikutin TK sebelah.
"iya, hati-hati ya" kata Iruka. Tadinya dia mau protes tapi percuma. 'Buang-buang energi aja' itulah yang dipikirkan Iruka.
Satu persatu anak-anak mulai keluar kelas. "ah! Naruto, Sasuke!" panggil Iruka.
"iya sensei ada apa?" tanya Naruto
"bantuin sensei bawain buku ya" pinta Iruka. Naruto dan Sasuke hanya mengangguk. Akhirnya mereka membawakan buku Iruka ke kantor.
"nah makasih ya, kalian mau minta apa nih? Ntar sensei kabulin" kata Iruka. Naruto terlihat berpikir.
"aku pengen sensei doain aku jadi anak yang pintar dan berguna aja sensei" kata Sasuke kalem. Iruka tersenyum sambil berkata 'amin'
"sensei, aku cuma minta doa sensei agar rumah tangga ku dengan Sasuke berjalan mulus semulus muka Sasu—" tiba-tiba perkataan Naruto terhenti karena disumpel pake bakwan oleh Sasuke. Jangan tanya itu bakwan dari mana.
"sensei, kami pergi dulu ya" kata Sasuke sambil menjambak rambut Naruto. Iruka hanya tersenyum miris melihat murid-muridnya itu.
"ah, Iruka sensei. Belum pulang?" tanya orang ganteng yang pake masker. Iruka menoleh kearah cogan tersebut.
"Ka—Kakashi-san!" Iruka bergeter hebat. Masalahnya Kakashi adalah salah satu cogan disekolah ini. Ia menjabat sebagai kepala sekolah di TK Kenanga. Dan usut punya usut Iruka punya rasa sama cogan tersebut.
"eum.. ada beberapa berkas yang harus aku selesaikan" kata Iruka malu-malu. Sumpah jantungnya deg degan. Berasa kaya lagi ikut audisi mamamia. Btw mamamia apaan ya?
"ohh begitu. Anda jangan terlalu memaksakan diri. Lebih baik anda istirahat dulu" kata Kakashi. Iruka terdiam. Sumpah ia seneng banget! Masa dia diperhatiin gitu sama Kakashi! Njir, siapa sih yang gak seneng kalo di notis gini ahahahaha!
Iruka hanya tersenyum kearah Kakashi. Dia gak kuat menjawab. Soalnya kalo dia jawab ntar lidahya malah keseleo. Ntar dia malah bilang "mas Kakashi. Nikahi aku. Aku cinta kamu mas. Aku dan kamu forever love. Aku kamu dan KUA yuk nikah! Cepat pinang aku!" kalo Iruka ngomong kaya gitu bisa berabeh ntar.
Kakashi duduk dikursi goyang kesukaannya. Dibukanya majalah 'Mom and Baby' miliknya. Iruka sedikit bingung. Kenapa kakashi membaca majalah seperti itu. Itu kan majalah ibu-ibu yang masih newbie dalam hal mengurus anak. Biasanya Kakashi itu selalu membaca majalah 'playboy' terkadang ia juga membaca majalah 'gawl' yang isinya artis-artis korea, atau enggak majalah 'bobo'. Hetdah ini ngapa malah ngomongin majalah.
"errr.. Kakashi-san? Kenapa anda membaca buku seperti itu?" tanya Iruka hati-hati.
"ohh.. soalnya jika saya punya anak, saya bakal bantu istri saya agar dia tidak kelelahan dalam mengurus anak" kata Kakashi kalem
"tapi bukannya Kakashi-san belum punya istri?" tanya Iruka.
"iya, saya emang belum punya istri. Tapi saya yakin istri saya pasti ada disini. Tepat di sekolah ini" kata Kakashi dengan suara penuh wibawanya.
Iruka gemeter hebat! Sumpah! Dia yakin kalo yang dimaksud Kakashi itu dia! Iya! Calon istri Kakashi itu pasti dia! Soalnya gak ada lagi orang yang ada disekolah ini kecuali dia dan Kakashi.
Gigi Iruka gemeter hebat. Bahkan batu akik warna ijo lumutnya sudah pecah lantaran digigit oleh Iruka. Sumpah dia pengen teriak kenceng-kenceng.
"errr.. Iruka sensei? Kau tak apa?" tanya Kakashi khawatir.
"Kakashi-san! Aku—aku— aku... suka ka—"
Kyaaa.. tiba-tiba terdengar suara teriakan.
"Obito? Kau tak apa?" tanya Kakashi sambil menghampiri Obito yang terjatuh didepan pintu.
"iya aku gak apa-apa. kaki ku cuma kepelintir" kata Obito
"yaudah sini aku pijitin dulu" kata Kakashi sambil memijit kaki Obito.
Btw, yang jatoh tadi namanya Uchiha Obito. Dia juga guru disini. Tapi ia ditugaskan untuk mengajar di TK B. Mari saya jelaskan. TK Kenanga dibagi menjadi 2. TK A yang bernama lengkap Kelompok "Maju Bersama Allah" dipimpin oleh Iruka. Dinamai kelompok "Maju Bersama Allah" dikarenakan saat itu Kakashi bermimpi mendapatkan amanah dari engkongnya. Btw engkongnya Kakashi itu tokoh agama didesa ini. Eh? Bentar-bentar. Maju bersama allah? Kaya pernah denger.. itu apaan ya? *pura-pura amnesia*
Sedangkan TK B yang bernama kelompok "SE DASI (sehat, cerdas berprestasi)" dipimpin oleh Obito. Dinamai SE DASI karena saat itu Kakashi sedang terkena serangan flashback. Dahulu Kakashi adalah siswa berprestasi di TK nya. Walau singkatannya agak maksa tapi arti singkatannya bagus, itulah yang dipikirkan Kakashi. Btw jangan ada yang protes ya nama kelompoknya begitu. Kan Kakashi yang punya sekolah. Orang ganteng mah bebas mau ngapain aja. Makanya bersyukur punya muka ganteng.
Iruka yang melihat adegan pijit-pijitan itu hatinya menjadi panas. Ia lupa kalo Obito juga suka sama Kakashi. Terkadang Iruka merasa kurang pede. Obito itu cakep, kakinya jenjang, keturunannya bagus. Prestasinya juga gemilang dan lagi Obito itu sudah dekat dengan Kakashi sejak kecil. Andai saja waktu bisa diulang Iruka ingin sekali bersahabat dengan Kakashi sejak kecil.
"kok kamu bisa kepelintir gini sih?" tanya Kakashi
"tadi pas aku jalan tiba-tiba aku lemes gitu. Kayaknya aku amnesia" kata Obito
"To, bukan amnesia tapi anemia" kata Kakashi
"lah? Orang cakep mah bebas" kata Obito ngeles. Kakashi mah cuma bisa ngangguk-ngangguk aja.
"lagian, kamu ke sekolah pake sepatu" sindir Kakashi
"lah kalo gak pake sepatu aku pake apaan? Sendal swalow? Plis deh" kata Obito
"bukan, maksud aku tuh pake sepatunya yang normal aja. Lah kamu pake sepatu high heels yang 10 cm. Gimana gak keseleo"
"biarin. Lagian ini lagi diskon tau. Mayan diskon 70%" kata Obito sambil benahih bulu matanya yang copot
"tapi To, kamu kan lelaki" kata Kakashi
"..." Obito diem. Suasanya jadi hening.
"pftt!" Iruka nahan ketawa.
"kenapa ketawa? Ada yang lucu hah?!" tanya Obito
"maap. Saya kalo cegukan suka kentut-kentut sendiri. Jadi tadi bukan suara saya" kata Iruka ngeles.
"pembohong!" Obito kesel. "lagian kamu sih, make ngingetin kalo aku ini lelaki!" Obito mulai merajuk.
"iya maap-maap. Gimana sebagai gantinya aku traktir kamu makan cireng. Mau?" tanya Kakashi
"yaudah" dengan sedikit tsundere Obito menyetujui permintaan Kakashi. Maklum Uchiha kan rata-rata *uhuk* tsundere
"Iruka sensei, kami pergi dulu ya. Sensei mau nitip apa?" tanya Kakashi
"ah? gak usah" Iruka tersenyum ramah
"yaudah kalo gitu kami pergi ya" kata Obito sambil tersenyum mengejek. Kakashi dan Obito pun pergi meninggalkan Iruka sendirian.
"hetdah itu si Obito lenjeh banget sih! Dasar upil kuda!" Iruka mencak-mencak kesal. Ahh sepertinya harapannya untuk mendapatkan cinta Kakashi hanya angan-angan saja.
..
..
..
..
Setelah selesai mengurusi berkas-berkas disekolah, Iruka memilih untuk nongkrong di warung kopi.
"mpok, cocacola 1 botol. Panadol ekstra 2 ya" kata Iruka
"ihhh gak bisa bang! Abang gak bisa mesen begituan! Gak boleh!" kata mpok-mpok penjaga warung
"emang kenapa? Saya mau mabok-mabok bentar" kata Iruka
"kalo mau mabok jangan disini bang!" si mpok mulai kesal
"lah? Emang kenapa? Suka-suka saya lah!" iruka juga kesel
"masalahnya saya kaga jual coca cola. Kan saya warung kopi buka warung cola, makanya bang baca yang bener. Ini warkop Bahari. Jualnya kopi buka cola. Abang salah masuk tempat deh. Mending abang ketempat sebelah. Tempat sebelah rame kalo malem-malem" kata mpok penjaga warung
"emang disebelah ada apaan? Klub malem?" tanya Iruka
"bukan disebelah ada pengajian bapak-bapak. Dari pada mabok-mabokan mending abang baca yasin disana" saran mpok itu. Iruka terdiam, astagfirullah hanya karena ia sedang patah hati kenapa ia harus mabuk-mabukan? Bener kata mpok-mpok itu. Lebih baik baca yasin dari pada mabok panadol.
"yaudah mpok, saya pesen badak white cofee aja. Sama mie goreng rasa pizza ya mpok" kata Iruka
"sip" balas mpok-mpok itu. Eh bentar? Emang ada mi goreng rasa pizza?
Iruka pun menunggu pesanannya datang. Selagi menunggu ia iseng melihat keluar warkop. Disana ia melihat Naruto dan Sasuke berduaan di bawah pohon nangka.
"mereka sedang apa?" bisik Iruka. Ia menajamkan pendengarannya.
"aahh seger" kata Naruto sambil meneguk es cendolnya sampe abis.
"bidadari kamu mau nambah gak?" tanya Naruto pada bidadarinya.
"gak usah, aku udah kenyang" kata Sasuke kalem.
"bidadari!" panggil Naruto
"kenap—" Sasuke terdiam. Dengan seenak jidat Naruto nyium pipi Sasuke.
"tadi ada gula merah nempel dipipi kamu. Gula merahnya aja udah manis. Apalagi kalo gulanya nempel dipipi kamu, pasti tambah manis" kata Naruto sambil gombal.
"..." Sasuke terdiam. Dengan brutal dia menghapus 'bekas bibir' Naruto di pipinya. Naruto hanya mendengus kecewa.
"bidadari" tiba-tiba wajah naruto terlihat serius. "aku janji, kalau aku sudah besar aku akan menjadi suami yang baik untuk mu dan anak-anak kita. Aku akan giat bekerja agar keluarga kecil kita bisa makan enak. Bidadari, aku harap kamu bisa ngasih aku 12 anak—"
"..." Sasuke terdiam. "kamu mau buat klub sepak bola?" lanjut Sasuke
"bukan. Aku pengen bikin boyben. Kan lucu, anak kita ada 12 trus kita bikin boyben. Ntar nama boybennya 'de laki laki'" lanjut Naruto. Seketika perut Sasuke mules.
"bidadari kamu gak apa-apa? muka kamu pucet? Kamu mual ya? Atau jangan-jangan kamu hamil?! Ya ampun aku belum siap bidadari! Aku belum punya kerjaan! Bidadari jangan hamil!" Naruto tiba-tiba histeris sendiri.
Iruka yang melihat adegan itu hanya bisa merinding. Bisa-bisanya anak muridnya berduaan dibawah pohon nangka. Ketiban nangka baru tau rasa lu.
"loh Iruka sensei sendirian aja?" tiba-tiba Kakashi duduk disamping Iruka
"Ka—Kakashi-san? Anda tidak pulang?" tanya Iruka gugup
"tadinya sih mau pulang tapi tiba-tiba perut saya laper. Yaudah saya mampir dulu. mpok! mi rebus rasa balado jengkol 1 ya" kata Kakashi sambil memesan.
"yaahh rasa balado jengkol abis bang" kata mpok-mpok itu.
"yaudah, kalo rasa jatuh cinta yang berdebar-debar ada gak?" tanya Kakashi sambil pose ganteng.
"..." seketika hening
"yaudah saya pesen lontong sayur aja mpok" kata Kakashi. Si mpok mengangguk.
"loh? Sensei? Bukankah itu murid mu? kalo gak salah namanya Naruto sama Sasuke. Kok mereka malah berduaa disana?"
"uhuukk" tiba-tiba Iruka keselek lalet.
"sensei?" Kakashi bingung kenapa tiba-tiba Iruka keselek.
"bu—bukan, itu bukan murid saya hahahaha.. pohon nangka itu kan angker. Kali aja itu si 'anu' yang menyerupai murid saya" kata Iruka ngeles. Sumpah dia kaga mau namanya tercoreng karena muridnya tersebut. Kakashi hanya mengangguk. Tak terasa pesanan mereka pun datang.
"mpok, sambelnya mana?" tanya Kakashi.
"noh disamping abang-abang yang makan mi" kata si mpok sambil menunjuk Iruka. Kakashi mengangguk. Dia mulai meraih sambel tersebut. Emang itu keberuntungan Iruka atau emang kesialan Kakashi. Tiba-tiba Kakashi kesandung. Karena wajah mereka berdekatan, Kakashi gak sengaja nyium jidat Iruka. Tiba-tiba wajah Iruka memerah.
"eh? Maaf ya sensei. Saya tidak sengaja" kata Iruka sambil benerin maskernya.
"..." Iruka terdiam. Jantungnya deg degan. Entah kesambet apa tiba-tiba Iruka pengen cepet-cepet menyatakan perasaannya.
"Kakashi-san! A—aku.. aku suka—"
Gubrak! Tiba-tiba terdengat suara orang terjatuh.
"Obito? Kamu gak apa-apa?" tanya Kakashi.
"eh? Iya gak apa-apa. tadi pas aku jalan tiba-tiba ada gojek yang nyerempet aku. Makanya aku jatoh" kata Obito
"yakin kamu gak apa-apa?" tanya Kakashi
"iya aku gak apa— aawww~" Obito merintih dengan suara yang dibuat-buat.
"kaki kamu terkelir lagi? Ya ampun yaudah aku antar pulang. Ayo naik kepunggung ku" kata Kakashi
"tapi, kamu kan lagi makan sama Iruka." Kata Obito.
"udah, gak apa-apa. ayo cepet naik" kata Kakashi lagi. Obito mengangguk, ia pun naik kepunggung Kakashi."Iruka, maaf ya kalo aku ngengaggu makan siang mu sama Kakashi" kata Obito.
"iya gak apa-apa. udah biasa kok diginiin" kata Iruka. Obito hanya tersenyum. Mereka berdua pun meninggalkan Iruka sendirian.
Iruka memegang dadanya.
Rata..
Kurus..
Begeng..
Ya jelas lah, orang dia laki. Tapi bukan itu yang dirasakannya. Iruka merasakan hatinya sakit seperti teriris belati. Ngilu banget sumpah. Saat sedang galau-galaunya tiba-tiba terdengar lagu 'serios – iruka juga manusia'. Btw itu yang nyetel si mpok penjaga warkop.
..
..
..
..
Jam menunjukan pukul 7 pagi. Semua murid TK Kenanga sudah masuk ke kelas dari tadi.
BRAK! Iruka tiba-tiba membanting pintu. Semua anak terdiam.
"sekarang kita tes lisan!" kata Iruka dengan ekspresi dingin
"what?!" anak-anak syok berat
"nomor 1. Soal matematika! Naruto! Berapa jumlah jari kamu!" kata Iruka. Semua mata tertuju pada Naruto.
"eh? Eh? Itu—" Naruto gugup. Mukanya pucet. Ia memandang Shikamaru untuk meminta tolong tapi Shikamaru hanya mendengus males. Naruto makin panik.
"cepet jawab Naruto!" bentak Iruka
"se—sebentar sensei!" Naruto panik. Ia mulai melebarkan jari-jarinya.
"sa—satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, se—sepuluh, ada sepuluh sensei!" kata Naruto girang.
"..." anak-anak terdiam. termasuk Iruka.
"Naruto.." panggil Iruka
"i—iya sensei?" Naruto gemeter, takut jawabannya salah.
"tadi kamu ngitung jari kamu pake apaan?" tanya Iruka
"pa—pake dagu sensei" kata Naruto makin gemeter. Iruka memijit keningnya.
"Naruto, kan tangan jari kamu bisa ditekuk. Kenapa kamu ngitung jari kamu pake dagu"
"..." Naruto terdiam
"..." Iruka terdiam.
"..." Naruto mencoba menekuk jarinya. "wwoooaahh! Iya bener! Ternyata bisa di tekuk! Ini benar-benar keajaiban alam!" Naruto hebring sendiri.
"..." yang lain hanya terdiam.
—ini Naruto emang bloon dari sananya apa gimana sih?
"nomor 2! Pengetahuan umum! Kiba!" teriak Iruka
"i—iya sensei?" kata Kiba sambil bergeter
"siapa nama lengkap presiden ke 7 Indonesia" kata Iruka
"Jo—Jokowi?" kata Kiba sedikit ragu
"sensei nanya nama lengkapnya!" Iruka makin murka
"a—ampun sensei. Nama lengkapnya Joko wi— wi.. wiryo Supratman" kata Kiba asal-asal.
"Kiba! Push up 5 kali!" perintah Iruka.
"ba—baik!" kiba pun push up sebanyak 5 kali. Entah kenapa suasan di TK Kenanga berubah seperti latihan militer.
"nomor 3. IPA! Sai!" teriak Iruka. Sai hanya tersenyum ramah.
"ikan bernapas dengan?!"
"dengan sendirinya sensei" kata Sai kalem. Karena jawabannya salah, Sai pun push up sebanyak 5 kali. Anak-anak pun mulai ketakutan.
"nomor 4! IPS! Sasuke!" panggil Iruka
"iya?" kata Sasuke kalem
"buah khas daerah Jakarta adalah?!" pertanyaan yang dibuat Iruka makin sulit.
"salak condet" jawab Sasuke kalem. Semua orang tepuk tangan.
"nomor 5! Geografi! Shikamaru!" kata Iruka. Anak-anak makin bergeter. Masalahnya ini pertanyaan itu taraf anak SMA!
"hoamm.. iya sensei?" Shikamaru hanya menguap malas
"kepanjangan dari INDERAJA adalah?!" tanya Iruka. Shikamaru hanya tersenyum.
"penginderaan jarak jauh. Ini dilakukan untuk melihat permukaan bumi. Biasanya menggunakan kamera yang ditempelkan dibalon udara ataupun dipesawat" kata Shikamaru kalem.
"..." murid-murid terdiam
"..." Iruka juga terdiam. sebenernya ia gak tau jawabannya apaan.
"baiklah, test hari ini cukup. Buka halaman 56 buku bahasa arab. Kalian bikin percakapan bahasa arab. Sensei tinggal sebentar." Kata Iruka. Ia pun pergi keluar kelas. Anak-anak menghela nafas lega.
"haahhh.. sumpah sensei hari ini serem banget" kata Kiba
"biasanya kalo test mendadak gini artinya suasana hati sensei sedang kacau" kata Neji menimpali.
"memang sensei kenapa ya?" guman Naruto khawatir
.
.
.
Setelah selesai berwudhu untuk menghilangkan amarahnya, Iruka duduk di bawah pohon jambu. Ia sungguh menyesali perbuatannya. Sumpah, Iruka gak bermaksud membuat anak muridnya takut. Sumpah dia refelks! Ini semua gara-gara rasa cemburu yang ada dihatinya.
"loh Iruka sensei kok sendirian?" tanya Kakashi yang lagi lewat
"ah? iya, lagi pengen merenungkan sesuatu. Kakashi-san dari mana?" tanya Iruka
"barusan rapat sama komite sekolah. Rencananya minggu depan sekolah kita akan merayakan pentas seni untuk memperingati ulang tahun sekolah kita." Kata Kakashi
"eh? Benarkah?" kata Iruka. Kakashi menangguk.
"saya harap semua kelas ikut berpartisipasi dalam pensi ini" kata Kakashi
"Ka—Kakashi-san! Saya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk pensi ini!" kata Iruka. Kakashi hanya tesenyum dan mengacak-acak rambut Iruka.
"saya tunggu penampilan kelas sensei" kata Kakashi. Iruka pun tersenyum. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka.
.
.
.
"assalamualaikum, anak-anak maafkan sensei ya karena sudah membuat kalia ta—"
"sensei!" tiba-tiba murid TK Kenanga memeluk Iruka. Iruka hanya terdiam. Ia bingung dengan apa yang dilakukan anak muridnya itu.
"sensei! Kami janji akan membantu sensei!"
"sensei! Kami akan melakukan yan terbaik untuk pensi nanti!"
"sensei! Kami harap Kakashi sensei membalas perasaan sensei"
"eh? Kenapa kalian bisa—"
"Naruto yang memberi tahu kami. Sensei, kami harap sensei dinotis sama Kakashi sensei. Kami akan membuat Kakashi sensei terpukau dengan penampilan kami!" tekad anak murid Iruka. Iruka tersenyum dan memeluk anak muridnya.
"sensei bangga sama kalian" ucap Iruka terharu
"tenang aja sensei! Kita gak akan kalah sama kelas sebelah!" kata Naruto. Iruka hanya tersenyum.
"iya, sensei percaya sama kamu Naruto"
..
..
..
..
Dua minggu sudah berlalu, anak murid Iruka sudah berlatih keras untuk pensi malam ini. Banyak orangtua murid yang datang untuk menyaksikan anak-anak mereka tampil diatas panggung. Termasuk orangtua Naruto dan Sasuke.
"baiklah saudara-saudara sekalian. Mari kita saksikan penampilan dari TK B!" anak murid Obito pun tampil diatas panggung. Dimulai dari Karin dan Suigetsu yang bernyanyi akustik, disusul oleh Juugo yang melakukan atraksi makan beling. Dan yang terakhir sebuah drama romantis yang diperani oleh Zetsu-zetsu putih dan hitam. Btw, kelas SEDASIi muridnya emang banyak tapi isinya Zetsu putih semua. Maklum, Zetsu putih kembarannya banyak. 1 kali hamil kembarnya ampe 10. Miris memang.
Semua penonton terpukau atas penampilan TK B. Masalahnya, efek yang mereka tampilkan bener-bener keren. Ada mobil meledak, gedung roboh, terus ada robot transformer juga. Jangan tanya mereka pake apaan, saya aja bingung.
Obito tersenyum bangga pada murid-muridnya. Ia melirik Iruka seakan meremehkannya. Iruka hanya bisa menggigit bibirnya.
"errr.. kalian yakin mau tampil?" tanya Iruka ragu
"iya sensei! Kami yakin" kata mereka semangat
"err.. kayaknya kalian gak usah tampil deh. Mending kita makan ketoprak aja yuk dideket pos ronda. Sensei traktir deh" bujuk Iruka
"gak mau sensei! Kita udah latihan dengan keras! Pasti kami bisa!" kata Naruto semangat. Iruka hanya tersenyum ragu. Pembawa acara sudah memanggil nama mereka. Murid-murid TK A pun satu persatu maju ke atas panggung.
Penampilan dibuka oleh tari tradisonal dari Jakarta. Mereka menari Jaipong dengan sangat anggun. Ada Hinata,Tenten, Temari dan Neji. Eh? Neji lagi? Ah sudahlah..
Setelah penampilan tari tradisional, tiba-tiba datanglah penari cabe-cabean. Mereka memakai tengtop loreng zebra, tak lupa stoking polkadot dan high heels 5 cm. Kelompok tari yang diwakili oleh Sakura, Ino, Lee, dan Gaara ini menarikan lagu "Tak adan logika" milik Agnes Monica. Mereka menari sangat enerjik. Terutama Lee. Tapi setelah beberapa menit, tarian mereka mulai brutal. Sakura mulai goyang pake gergaji. Ino goyang pake bor. Sedangkan Lee goyang patah patah. Gaara hanya duduk manis sambil break dance.
Makin lama tarian mereka makin absurd. Penonton hanya terdiam melihat penampilan mereka. Iruka mulai cemas. Demi keselamatan penonton, Sakura, Ino, Lee, dan Gaara pun digiring untuk turun dari atas panggung.
Selanjutanya penampilan dilanjutkan oleh Sasuke. Sasuke membaca puisi tentang 'Emak'. Rupanya ia terinspirasi oleh emaknya.
Emak.. oh emak..
Engkau anggun seperti balerina
Senyuman mu indah bagaikan batu akik yang berhiasan permata
Masakanmu enak seperti masakan chef Juna..
Emak.. oh emak..
Sasu sayang banget sama emak..
Walau emak kurang peka, walau emak kadang galak tapi Sasu tetep sayang emak..
Emak.. oh emak.
Sasu 1 punya permintaan
Sasu gak minta mobil, sasu gak minta ps4, sasu juga gak minta berbie baru..
Keinginan sasu hanya satu..
Sasu pengen duit jajan Sasu dinaikin 1000.
Emak.. oh emak..
Maaf kalo Sasu suka nakal
Pokonya Sasu lope lope sama emak..
Mikoto yang mendengar anak bungsunya membaca puisi untuk dirinya menangis terharu. Bukan, bukan karena puisinya bagus. Ini secara gak langsung anaknya nyindir dia. Mikoto berjanji ntar pulang sekolah jatah tomat Sasuke dikurangin jadi 200gram aja. Biar tau rasa. Enak banget dia nyindir emaknya. Tapi setelah mendengar kata-kata terakhir di puisi itu, hati Mikoto jadi luluh kembali. Akhirnya dia menaikan jatah tomat Sasuke jadi 300gram.
—emak yang baik
Setelah Sasuke turun, Shino pun naik kepanggung. Ia sudah memakai baju koko, sarung dan peci. Tak lupa ia memakai sorban biar makin ganteng. Setelah memperkenalkan diri, Shino pun membaca hafalan surah-surah pendek.
Entah kenapa suasan jadi makin sepi. Gak ada yang ngobrol. Gak ada yang tepuk tangan. Dan gak ada yang foto-foto. Suasana bener-bener sepi kaya kuburan. Iruka makin cemas. Tuh kan feeling dia bener. Kalo muridnya itu somplak semua (kecuali Shino)
Tiba-tiba lampu mati. Semua penonton mulai bingung. Ketika sedang bingung, tiba-tiba turunlah kain putih gede didepan panggung. Rupanya itu kain punya Madara. Jadi ceritanya karena gak ada kain putih lagi akhirnya mereka menggunakan daster punya Madara.
Proyektor pun menyala, menerangi kain putih tersebut.
TK A "MAJU BERSAMA ALLAH' PRESENT
THE BITELS
WE ARE BAND
INSPIRATION FROM THE BEATTLES
MEMBER...
AKIMICHI CHOUJI (DRUMMER)
Tiba-tiba keluarlah foto-foto Chouji. Foto pas lomba makan kerupuk, foto pas goyang itik, dan foto pas boker dicelana.
NAMA: AKIMICHI CHOUJI
POSISI: DRUMMER
HOBI: MAKAN RUJAK
QUOTES: LOVE IS YOU BEIBEH
"..." penbonton terdiam. Mereka mulai serius memperhatikan layar tersebut. Iruka juga sedikit penasaran. Apa yang akan dilakukan anak muridnya tersebut.
INUZUKA KIBA (GUITARIS)
Tiba-tiba keluar foto-foto Kiba. Foto saat senam SKJ, Foto saat nungging ditrotoar, serta foto alay pake efek sexy lips.
NAMA: INUZUKA KIBA
POSISI: GITARIS
HOBI: MAKAN SEBLAK, GELENDOTAN DITANGAN SHIKAMARU
QUOTES: LIFE IS NEVER FLAT
Iruka jedukin kepala ke tiang listrik. Ini kenapa foto-foto muridnya absurd semua? Terus itu quotesnya kenapa ngambil di iklan?! Iruka mulai frustasi.
NARA SHIKAMARU (BASSIS)
Tiba-tiba keluarlah foto-foto Shikamaru. Mulai dari ngupil dikelas, foto lagi balap karung, serta foto lagi bikin sambel rujak.
NAMA: NARA SHIKAMARU
POSISI: BASSIS
HOBI: TIDUR
QUOTES: SLEPPING IS BEAUTY
"..." suasana hening kembali
AND THE LAST MEMBER..
NAMIKAZE NARUTO (VOCALIS)
Tiba-tiba keluarlah foto-foto Naruto. Foto saat gelendotan manja ditangan Sasuke, foto saat lebaran bersama Sasuke, serta foto saat mancing lele bersama Sasuke.
NAMA: NAMIKAZE NARUTO
POSISI: VOKALIS
HOBI: GOMBALIN SASUKE, CURI-CURI PANDANG KE SASUKE DLL
QUOTES: SASUKE IS MY FUTURE WIFE
"..." Sasuke terdiam. Sumpah dia geli baca begituan.
Tiba-tiba terdengar suara petasan yang cukup dahyat. Kain putih yang menutupi panggung pun diturunkan. Keluarlah Naruto and the genk sambil membawa alat musik masing-masing.
"selamat malam! Kami dari The Bitels akan menyanyikan sebuah lagu yang sangat romatis dimalam yang indah ini. Lagu ini saya persembahkan untuk orang yang paling saya cintai di dunia ini. Uchiha Sasuke.." ucap Naruto sambil kedip-kedip manja kearah Sasuke. Sasuke yang lagi duduk dikursi penonton menjadi sorotan tajam penonton yang ada disana.
"judul lagu ini adalah.. Glory of Love. Satu.. dua.. satu dua tiga empat.."
Jreng.. terdengarlah alunan musik indah yang dimainkan Naruto the genk.
To night is very clear.. as we're both lying here
There's so many things i want to say
I will always love you, i would never leave you alone..
Sometimes i just forget. Say things i might regret
It breaks my heart to see you crying
I dont't want to lose you. I could naver make it alone..
I am a man who will fight for your honor. I'll be the hero you're dreaming of
We'll live forever, knowing together that we did it all for the glory of love
"..." Sasuke terdiam. Ia memandang wajah Naruto. Naruto hanya tersenyum ke arahnya. Bagaimana bisa Naruto yang otaknya setengah seperti itu bisa menyanyikan lagi berbahasa inggris. Dan lagi lagu itu dipersembahkan untuk dirinya.
"Sasuke? Wajah mu memerah? Kau tak apa?" tanya Itachi
"gak bang.. gak apa-apa" kata Sasuke sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Sasuke ingin mendengar suara Naruto lagi. Sasuke ingin mendengar lantunan musik nan romantis yang dimainkan Naruto. Sasuke tersenyum ke arah naruto. Anggap saja itu ucapan terima kasih untuk Naruto. Naruto hanya tersenyum ke arah sasuke. Ia kembali menyanyikan lagu tersebut.
Yu kit me sat a alone. Yu help me to de night
ai will you setrong fo meh beside me..
ai elways beset yu, ake mate lit thet alone..
ai en eman who lepaf for yu luv me. I ben den hiro yu keden ma..
will you forever, noing sut getder dering tuderaon forever wider laif..
"..." Sasuke terdiam. Tiba-tiba perutnya lemes. Ia menyesal sudah memuji Naruto. Ternyata otak Naruto emang cuma setengah. Pas awal lagu emang dia keren, tapi makin kesini bahasa yang Naruto pake makin kacau. Rasanya Sasuke pengen jedukin kepala Naruto ke pohon nangka. Bikin malu aja!
Seketat en ai de namo, from alone be the go..
Justiming stad de no, tu mek kes cestail for away..
ai en eman who lepaf for yu luv me. I ben den hiro yu keden ma..
will you forever, noing sut getder dering tuderaon forever wider laif..
hmmm.. hmmm..
"thank you guys. I love you.. i love you beibeh.." Naruto mengucapkan terima kasih kepada para penonton.
"..." semua penonton terdiam
"err.. tadi dia nyanyi apaan?" tanya Itachi
"..." Sasuke diem. Dia gak mau jawab. Sumpah dia malu banget.
"err.. maaf ya dek Itachi. Naruto kalo gugup lidahnya keseleo jadi ngomongnya rada amburedul gitu" kata Minato. Itachi hanya mengangguk.
Selama 5 menit suasana sangat hening. Tak ada yang berbicara, bertepuk tangan, dan bersorak-sorak. Iruka hanya bisa pasrah. Ternyata penampilan anak muridnya emang ngaco semua. Ya allah maafin Iruka ya allah..
Prok! Prok! Prok! Tiba-tiba Kakashi bertepuk tangan. Semua penonton menatap kearahnya.
"pertunjukan komedi yang sangat menghibur! Saya suka! Saya bener-bener terhibur! Hahahahah" kata Kakashi. Penonton yang melihat Kakashi juga ikutan bertepuk tangan.
"ohhh jadi dari tadi mereka sedang ngelawak toh? Hahahaha ternyata lucu juga"
"pertunjukan komedi yang sangat menghibur!"
Para penonton memuji penampilan kelompok TK A. Naruto hanya memandang bingung.
"eh? Tapi kita gak ngelawak kok pama—" tiba-tiba mulut Naruto disumpel pake risol oleh Iruka.
"ahahahaha.. terima kasih, terima kasih. Nah Naruto ayo turun" Iruka menggeret Naruto the genk untuk turun kebawah.
Dan tak terasa acara pensi pun berakhir. Para penonton pun sudah meninggalkan panggung tersebut. Dengan tergesah-gesah Naruto menghampiri keluarganya. Ternyata disana ada keluarga Uchiha juga. Disana juga ada bidadari Sasuke.
"bidadari! Aku kangen kamu, gimana penampilan ku? Ganteng gak?" tanya Naruto
"..." Sasuke diem
"bidadari?"
"maaf Naruto, bisakah kau jangan deket-deket dengan ku? Sepertinya aku phobia sama kamu" kata Sasuke sadis. Sumpah, dia masih malu sama penampilan Naruto yang tadi.
"..." Naruto diem
"ayo bang kita pulang" ajak Sasuke. Itachi mengangguk.
"bi—bidadari! Kenapa kamu phobia sama aku?! Bukannya kamu suka sama aku? Bidadari?" Naruto hanya bisa gelindingan. Padahal dulu hubungannya dengan Sasuke berjalan dengan mulus. Tapi hanya dengan 1 malam, hubungannya dengan Sasuke sudah hancur..
Dilain tempat Iruka sedang terduduk dibawah pohon jambu. Sumpah dia malu banget. Apalagi kalo ketemu Kakashi. Mau taro dimana muka unyu ini?!
"sensei? Boleh saya duduk disini?" tanya Kakashi. Iruka hanya mengangguk.
Mereka terdiam sampai akhirnya Kakashi membuka suara.
"penampilan murid-murid mu bagus kok. Aku sungguh terhibur. Aku memang butuh hiburan, dan ternyata murid-murid mu membuatku terhibur" kata Kakashi. Iruka terdiam. ia sedikit senang karena Kakashi memujinya. Eh bentar? Sekarang mereka lagi berduaan! Ini waktu yang pas untuk nembak Kakashi!
"anu, Kakashi-san! Aku—aku menyukaimu!" ucap Iruka.
"what?!" tiba-tiba Obito dateng sambil nenteng high heels-nya. "gak! gak boleh! Kakashi! Kau gak boleh pacaran sama Iruka!" lanjutnya
"lah? Emang kenapa?" tanya Kakashi
"ya, pokoknya gak boleh!" wajah Obito memerah. Aura tsunderenya udah keluar. Kakashi menatap Obito supaya Obito bisa jujur.
"aakhh! Pokoknya jangan pacaran sama Iruka! Soalnya aku juga suka sama kamu! Puas?!"
"..." Kakashi dan Iruka terdiam.
Mampus, mampus, mampus, mampus, mampus. Kalo kaya gini Iruka kalah saing sama Obito. Udahlah, Iruka pasrah aja. Kalo emang Kakashi nerima Obito, yaa.. dia gak apa-apa kok. Hati ini udah siap menerimanya. Paling-paling ntar pagi anak muridnya disuruh jalan diatas bara kalo gak bisa jawab test lisan.
"saya suka sama Obito—" ucap Kakashi. Tuh kan, feeling Iruka bener.
"—tapi saya juga suka sama Iruka sensei" kata Kakashi kalem.
"what?!" Obito dan Iruka tercengang
"jad, kau ingin aku dan Iruka menjadi pacarmu. gitu? Hah?" tanya Obito. Kakashi mengangguk.
"kamu istri pertama, Iruka istri ke dua. Gimana? Setuju gak?" lanjut kakashi.
Tiba-tiba terdengarlah lagu Ahmad dhani-Madu tiga.
"dasar buaya! Mati aja kek lu!" kata Obito. Ia menggeplak kepala Kakashi dengan high heels nya.
"ihhh! Anda sungguh menjijikan Kakashi-san! Dasar buaya darat!" Iruka menampar kakashi.
Mereka berdua meninggalkan Kakashi sendirian. Kakashi hanya tersenyum.
"yaaahhh, padahal kalau ada salah satu dari kalian setuju untuk dimadu oleh ku. Aku akan menikahi kalian. Sayangnya kalian udah sudzon sama aku" guman Kakashi. Ia menyetel lagu madu tiga di handphonenya.
Senangnya dalam hati, kalau beristri dua..
Seperti dunia, ana yang punya..
Kepada istri tua, ana sayang pada mu..
Kepada istri muda, i say i love you..
Bersambung..
Aaahhh akhirnya selesai juga. Wkwkwkwk entah kenapa kutang ngakak sendiri pas ngebayangin Naruto nyanyi bahasa purba kaya gitu. Lirik yang bahasanya kaya planet pluto gitu sebenernya dibikinin sama adek saya. Saya kasih lagunya ke dia terus dia yang nyanyi. Gak taunya bahasanya dia itu kacau banget. Hahahhah dasar, adek saya emang somplak, maklumin aja ya.
Terus, scene Naruto yang ngitung jari pake dagunya sebenernya itu kisah nyata saya pas SD. Ngerti gak? jadi ceritanya itu saya gak tau kalo ternyata jari saya bisa ditekuk. Pas ditanya gur, saya malah ngitungnya nunjuk-nunjuk pake dagu *yg gak ngerti coba praktekin dirumah* Hahahahah.. dulu saya bloon banget ya? :'D
Btw, sekolah kutang besok ulang tahun! Ucapin dong :'D *bawa lilin raksasa ke sekolah*
Makasih yaa yang udah ngereview, walau cerita ini makin gaje :'D. Oh iya, buat yang req ff, ffnya dalam proses editing. Ternyata ffnya itu panjang banget. Saya kira cuma oneshoot, tapi pas diketik ampe 3 chapter :'D.
Akhir kata terimakasih :*
*civok cinta dari kutang ganteng*
