.

Rumor Chapter 9


0o0-0o0


Dispatch rupanya sangat tahu bagaimana membuat pagi hari di Seoul bertambah sibuk. Begitu Jessica memerintahkan stafnya untuk mengunggah foto Donghae dan Hyukjae, staf-staf media lain bergerak cepat membuat berita. Media entertainment Korea yang berbahasa Inggris pun tak ketinggalan menyebarkan foto dan berita tersebut ke suluruh dunia untuk memberi woro-woro pada mereka, pecinta dunia hiburan Korea. Sementara itu para reporter langsung mengangkat kameranya, bergegas menuju SM Entertainment dan beberapa tempat lainnya untuk menggali informasi lebih lanjut.


0o0-0o0


"Hoaaamms" Donghae memasuki van dengan wajah masih mengantuk.

"Pagi hyung," sapa Donghae pada manajernya.

"…" sang manajer tak menyahut.

"Woah...apa ini? Mengapa kau memasang wajah itu padaku hyung?" tanya Donghae yang merasa tak bersalah namun diberi tatapan tajam.

"Kau sedang mengujiku atau kau benar-benar tidak tahu, Lee DONGHAE?" timpal sang manajer yang bernama Kim Joon Hoon itu.

Donghae mengedip-ngedipkan mata. Sang manajer memanggilnya dengan nama lengkap dan dengan penekanan, itu artinya ada hal besar yang sedang terjadi karena ulahnya.

"Apa?" tanya Donghae sok lugu.

"Ck. Aktifkan ponselmu. Karena kau tak bisa dihubungi, ponselku jadi tak berhenti berdering. AISH. Bisakah kau berhenti membuat skandal?" kata Joon Hoon.

Donghae mengaktifkan ponselnya. "Skandal? Apa maksudmu? Ah hyung, kau kan tahu aku selalu mematikan ponsel saat tidur. Sasaeng-sasaeng itu sering menelponku tengah malam," kata Donghae.

"Lupakan tentang sasaeng. Kau ini sudah membuat semua orang repot di pagi hari," timpal sang manajer dengan tangan terlipat di dada.

"Wow!" kata Donghae. Ia takjub karena begitu ponselnya aktif, bunyi notifikasi masuk bertubi-tubi.

"Apa yang telah kuperbuat?" kata Donghae sambil tertawa kecil.

Mendengar tawa Donghae, Joon Hoon berdecis. Disaat seperti ini anak Lee Sooman tersebut masih bisa bersikap santai. Padahal kestabilan nilai saham SM berada di ujung tanduk.

leedonghae, Instagram. Donghae mulai mencari tahu sumber permasalahan.

"Oppa, hatiku tak bisa menerima ini. Kenapa oppa?"

"Aku tak keberatan kau memiliki kekasih, tapi setidaknya mengertilah perasaan kami. Kau membuatku menangis"

"Hah?" Donghae mengerenyitkan kening.

"Kau berhak berbahagia. Aku tahu, tapi hatiku hancur melihat foto-foto itu oppa"

"Yaaaaay, akhirnya! Lol. Kalian berdua sangat manis. Kalian teruslah bersama,"

"Donghae tak bisa menahan diri. Hyukjae kami memang sangat menggiurkan! Lol lol"

"Apa ini?" tanya Donghae tak paham. "Foto apa?"

Manajer Joon Hoon menghela nafas.

Donghae memutuskan untuk membuka laman gosip karena ia benar-benar tak tahu apa yang sedang diributkan oleh fansnya.

Dispatch Dapati Lee Donghae dan Lee Hyukjae Berciuman di Kencan Dini Hari

Dispatch merilis foto Lee Donghae dan Lee Hyukjae berkencan dini hari. Kamera menangkap sosok keduanya sedang berada di sebuah taman di Seoul, menikmati waktu kebersamaan.

Meskipun SM entertainment dan C & C belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hubungan keduanya, Dispatch menyatakan keduanya beberapa kali terlihat terlalu dekat bahkan berciuman.

Foto yang diambil Dispatch di sebuah taman dan di dalam mobil Audi bernomor polisi xxxx menjadi bukti yang sangat jelas. Tidak hanya itu, Dispatch juga menambahkan foto Lee Hyukjae bersama Lee Hyori, ibu dari Lee Donghae. Disebutkan foto tersebut diambil beberapa waktu lalu di parkiran sebuah restoran privat.

Sampai berita ini diturunkan, SM Entertainment belum memberikan penjelasan.

Donghae mengarahkan matanya untuk melihat foto yang diambil Dispatch di bagian paling bawah laman. Kemudian, tawanya pun meledak. Bagaimana tidak? Donghae ingat betul kejadian sesungguhnya dari foto-foto yang diambil itu.

"Kekeke…Hyung, apa…apa kami terlihat mesra?" tanya Donghae sambil menunjukan foto yang diambil Dispatch pada manajernya itu.

"Huh?" Joon Hoon tak mengerti.

Donghae tertawa lagi. Dalam memorinya, Donghae hanya bisa mengingat tatapan tajam penuh ancaman dan pekik kemarahan Hyukjae ketika ia mencuri ciuman dari bibir kenyalnya itu, bukan hal-hal romantis.

"Lee Donghae! Kau ini…" kata Joon Hoon.

Lagi, Donghae tertawa. "Serius Joon Hoon hyung. Mereka…mereka benar-benar tak memiliki kegiatan lain selain menguntit? Ini… Kekeke… Ini….".

Donghae membayangkan aura mematikan yang terpancar dari Hyukjae bila mereka bertemu nantinya.

"Ck. Apanya yang lucu sih? Ini skandal besar. Kau mencium Lee Hyukjae di publik! Publik! Lee Donghae!" kata Joon Hoon. Manajer Donghae itu memberi penekanan pada setiap kata-katanya.

"Ayolah Hyung, aku tidak menciumnya di publik. Itu hanya kami berdua, tidak seharusnya dilihat orang. Jika sampai ini tersebar begini, berarti mereka memiliki maksud," sahut Donghae santai, walau dalam otaknya ia sedang berpikir, bagaimana ibunya dan Hyukjae bisa terpotret bersama.

Mendengar perkataan Donghae tersebut, Joon Hoon merasa ingin memukul kepala aktor tampan itu. Sejak kapan taman menjadi area privat? Dan demi Nemo! Donghae itu aktor! Semestinya ia tahu bahwa mata reporter akan selalu mengawasi setiap pergerakannya. Joon Hoon kesal.

"Jadi…" kata Joon Hoon. "Kalian pacaran?"

Donghae tersenyum, memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu menatap manajernya.

Joon Hoon tak bisa membaca ekspresi aktor tampan tersebut.

Sementara itu di SM…

Hyukjae yang bersembunyi di ruangan kostum duduk berjongkok sambil mengamati ponselnya yang terletak di lantai. Sesekali tangannya menariki rambutnya.

"Diantara banyak orang, kenapa aku yang harus berurusan dengan Lee Donghae. Arghhh…arghh…" kata Hyukjae. Ia menarik lagi rambut blondenya dengan frustrasi.

Bip, suara notifikasi ponselnya.

Bip, Bip

Bip, Bip, Bip, Bip

Hyukjae menutul layar ponselnya untuk membaca notifikasi yang masuk.

Eunhyukee44, Instagram

"Lee Hyukjae tidak semenarik itu untuk menjadi kekasih Donghae. Aku hanya ingin mengatakan ini"

"Aku bahagia. Aku sungguh tidak marah, mereka sudah lama diisukan bersama. Aku senang kalian akhirnya benar-benar memperlihatkan kedekatan. Ciuman itu… Hahaha"

"Aku akan cemburu sampai mati!"

"Aku serius akan berteriak 'TIDAAAAAAAK!' jika SM akan mengkonfirmasi ini!"

"Lol. Inilah yang seharusnya anak muda lakukan. BERKENCAN!"

"Selamat ya, Wooohoooo. Kelihatannya hubungan kalian serius. Cieeeeee…yang bersama ibu mertua!"

"Kapan kalian akan menikah?"

Komentar terakhir yang dibaca Hyukjae itu, membuat matanya terbuka lebar dan ia pun mengeluarkan suara memekik tertahan karena tak ingin ketahuan berada di ruangan tersebut, "MENIKAH BAGAIMANAAAA?! HAAAIZZZ!"

Hyukjae berdiri bertolak pinggang, berjalan mondar mandir lalu berjongkok lagi di depan ponselnya.

"Kenapa ini terjadi padaku…" mata Hyukjae berkaca-kaca karena terlalu kesal.

Hyukjae membuka lagi laman gosip dan melihat foto yang dirilis Dispatch. Foto tersebut jelas-jelas memperlihatkan bibir miliknya dan milik Donghae saling bertemu.

"Dari sisi mana ini terlihat seperti menghabiskan waktu bersama? Ini… Kalian tidak tahu kejadian sesungguhnya! Aktor mesum itu…Argh, sungguh! AKU INGIN SEKALI MENGHAJARNYA!" pekik tertahan Hyukjae lagi.

Kemudian secara frustrasi Hyukjae mengambil ponsel dari lantai dan menutulkan jari di layarnya untuk meninggalkan komentar di laman gosip tersebut. Ia menggunakan username samaran.

"PHOTOSHOP! PHOTOSHOOOOP!" tulis Hyukjae.

Setelah beberapa saat, Hyukjae me-refresh laman tersebut untuk memastikan komentarnya telah masuk. Namun apa yang terjadi? Di bawah komentarnya kini ada komentar balasan bertuliskan,

"Hanya mereka yang tidak terima saja yang menganggap ini hasil photoshop! Haehyuk is real!"

Hyukjae pun mengeluarkan lagi semua sumpah serapah pada Donghae.

"Lee Donghae!" kata Hyukjae. "Kalau sampai Siwon marah besar padaku, awas kau!"

Hyukjae memencet tombol di ponsel untuk menelepon Siwon. Sedari awal tadi sejak Hyukjae mengetahui keramaian di media-media tentang rumornya dengan Donghae, Hyukjae sudah ingin langsung menghubungi Siwon. Akan tetapi karena Heechul dan pihak manajemen mencarinya, ia memilih untuk bersembunyi terlebih dulu. "Ini semua salah Lee Donghae, kenapa aku yang harus bertanggungjawab?" batin Hyukjae saat itu. Ia malas menjawab banyak pertanyaan pihak manajemen.

Satu kali nada dering, tak ada jawaban dari Siwon. Dua, tiga kali, juga tak ada jawaban. Hyukjae memajukan bibir bawahnya.

"Angkat Siwonnie…" suara Hyukjae memelas.

Nada dering berbunyi beberapa kali lagi tapi Siwon tak juga menjawab panggilan Hyukjae. Model manis itu memutuskan sambungan lalu menelepon kembali. Tapi tetap, tak ada jawaban.

"Siwonnieee…" rajuk Hyukjae sambil melihat ponselnya.

Merasa tak tenang, model manis itu kemudian menuliskan pesan:

"Siwonnie, kalau kau tak sibuk tolong angkat panggilanku. Please. I love you".

Hyukjae memencet tombol 'kirim'.

"HAISSH," Hyukjae mengacak-acak rambutnya. "Apa yang akan kulakukan jika Siwon benar-benar marah?" imbuh Hyukjae. Kepalanya tertunduk lemas. Rasanya ia ingin menangis. Hyukjae tak mau dicap berselingkuh.

Ketika tiba-tiba ponsel Hyukjae berbunyi, ia sangat antusias berharap itu Siwon. Tapi begitu Hyukjae melihat ID penelepon adalah ibunya, badan Hyukjae langsung menjadi lemas lagi.

"Apa yang harus kujelaskan pada ibu…ahhh…tamatlah aku," kata Hyukjae lirih.

Hyukjae ingat betul ia mengatakan pada sang Ibu bahwa hubungannya dengan Donghae hanya sebatas rumor.


Dampak berita yang bersumber dari Dispatch ini cukup besar. Beberapa fans kecewa berat walau beberapa lainnya menunjukkan dukungan. Netizen usil mengkritik. Pihak staf manajemen SM, menghadapi ancaman penurunan nilai saham dan beberapa fakta adanya negosiasi ulang kontrak pekerjaan Donghae dan Hyukjae.

Heechul dan beberapa staf manajemen artis bahkan sempat terlibat obrolan tak berujung.

"Hyukjae bilang, ia tak ada hubungan dengan Lee Donghae," jelas heechul pada staf SM.

"Tapi bagaimana foto ini bisa tersebar? Divisi Grafis sudah memastikan ini 100 persen asli," ujar seorang staf bermarga Kho.

"Apa Donghae ssi mengatakan mereka pacaran?" tanya Heechul.

"Tentang itu…" staf Kho terlihat ragu. Memang, Donghae selama ini tak pernah mengklarifikasi setiap rumornya pada staf. Jika staf bertanya padanya, jawaban aktor tampan itu selalu mengambang dan penuh nada bercanda.

"Kalian sepertinya tidak yakin?" kata Heechul.

"Bukan begitu. Donghae ssi…dia…ehm, Joon Hoon sedang menjemputnya. Mereka akan segera tiba" kata staf lainnya.

"Baguslah. Kita bicarakan lagi ini nanti," ujar Heechul. Di otaknya juga ada kebingungan, menimbang apakah Hyukjae telah berbohong padanya.

Heechul berdiri, keluar dari ruangan, meninggalkan para staf yang tak tahu harus berbuat apa.

"AISH. Donghae dan Hyukjae, mereka membuatku sakit kepala," kata salah seorang staf.

"Tunggu. Jadi mereka pacaran atau tidak?" tanya staf Kho.

Heechul saat itu langsung meluncur ke KBS untuk bertemu dengan Tim Music Bank terkait kontrak Hyukjae. Di luar gedung SM yang penuh reporter, Heechul sempat melihat Yesung sebelum ia memasuki van. Reporter Dispatch itu bersandar di sebuah mobil, memakai kaca mata hitam, memegang kamera dan tersenyum ke arahnya.


Pihak lain yang terkena dampak besar pemberitaan ini tentunya tidak lain adalah Choi Siwon. Mungkin, rasa patah hati yang dirasakan fans bahkan tidak sebanding dengan apa yang dirasakannya.

Di ruang kerjanya di Shapiretech, Siwon hanya memandangi ponselnya saat Hyukjae menelpon. Dadanya saat ini seperti terhimpit, terasa sakit bukan main.

Hyukjae-nya… Hyukjae yang dicintainya sepenuh hati, berciuman dengan orang lain.

Tidak hanya itu, rasa menyayat-nyayat di hati Siwon bertambah ketika ia tak sengaja mendengar obrolan gosip antara Hyoyeon dan temannya yang seorang calon aktris, saat stafnya itu sedang memfotokopi berkas sambil menelepon.

Berdasarkan apa yang Siwon dengar, Donghae dan Hyukjae-nya bahkan pernah berciuman lebih hot dari apa yang ada di foto. Siwon sungguh kecewa berat. Walaupun ia mendengar bahwa itu hanyalah akting, rasa sakit di hatinya tak berkurang. Bagi Siwon, apapun alasannya, Hyukjae sudah tak jujur. Hyukjae menyembunyikan semua ini darinya.

Siwon merebahkan badannya ke kursi kerja, tangannya bergerak melonggarkan dasi yang terikat rapi di lehernya lalu menutup mata. Ia berusaha untuk menjernihkan pikirannya yang kalut dan dipenuhi amarah.

"Hyukjae…" suara Siwon terdengar parau dan tercekat.


Dilain pihak, di kediaman Lee…

"Lihat ini, kelakuan anak kita!" kata Lee Sooman. Petinggi SM itu memberikan Tab-nya pada sang istri.

Hyori tersenyum-senyum. "Ah! Cerita cinta anak muda selalu menggemaskan," komentar wanita paruh baya itu.

"Kau dan Donghae sama saja. Kalian tidak memikirkan nasib perusahaan jika saham benar-benar anjlok," sahut Lee Sooman sebelum menghela nafas panjang.


Di sisi lain…di suatu tempat,

Seseorang mengamati foto Donghae dan Hyukjae yang dirilis Dispatch dengan pandangan penuh kebencian. Satu tangan orang tersebut meremas kaleng minuman dengan kuat lalu membantingnya teramat keras ke lantai.


0o0-0o0


Donghae mengenakan kacamatanya sebelum keluar dari van. Reporter yang berkerumun di depan gedung SM Entertainment pun langsung menyerbunya.

"Lee Donghae ssi, apa komentarmu tentang foto-foto yang dirilis Dispatch?"

"Lee Donghae ssi, kapan kalian akan mengungkapkan hubungan kalian secara resmi ke publik?"

"Lee Donghae ssi…" panggil reporter.

Donghae mendengar semua pertakataan dan panggilan reporter, tapi ia hanya menunduk dan terus melangkah cepat ke dalam gedung diikuti oleh Joon Hoon. Begitu sampai di dalam, Donghae dan sang manajer langsung menghela nafas lega.

"Ahh. Aku merasa sibuk," komentar Donghae, iseng.

"Yang benar, kau membuat orang lain sibuk!" timpal Joon Hoon.

Donghae tertawa.

Keduanya kemudian mengobrol sambil berjalan. Entah apa yang mereka obrolkan tapi sesekali Donghae terlihat tertawa diikuti oleh ekspresi Joon Hoon yang kesal.

"Hahaha. Jika aku mengingat itu, sampai sekarang aku masih ingin terta…" tiba-tiba Donghae tak melanjutkan kata-katanya, bahkan langkah kakinya terhenti.

Donghae dan Joon Hoon melihat, beberapa meter di depan mereka ada Hyukjae yang sedang berdiri memandangi mereka, diulang, memandangi Donghae dengan aura mematikan.

Donghae melempar senyuman manis pada Hyukjae.

Hyukjae membalas senyuman Donghae dengan langkah maju dan tatapan membunuh.

Donghae melangkah mundur perlahan. Aktor tampan itu bisa merasa suasana di sekeliling mereka jadi berubah horor.

"Hyung, sampai bertemu nanti ya. Hehehe," kata Donghae tiba-tiba.

"Ya! Kau mau kemana? Kita akan…," kata-kata Joon Hoon terpotong karena Donghae kini sudah berlari menjauh, sekencang-kenangnya diikuti oleh Hyukjae.

"YA! LEE DONGHAE!" teriak Hyukjae . "YA! KEMARI KAU, BRENGSEK!"

Joon Hoon berkacak pinggang melihat kelakuan dua artis SM itu.

"Kalau yang seperti mereka ada lima…aku pensiun dini saja," ujar Joon Hoon pada dirinya sendiri.


"Hhaa…Ha..hhaa," nafas Hyukjae tersengal-sengal.

Ia mengejar Donghae dengan sekuat tenaga tapi aktor tampan itu berhasil lolos.

"Siaaal…" umpat Hyukjae. "Dasar brengsek!"

Hyukjae menyandarkan tubuhnya ke dinding untuk mengatur nafasnya. Matanya tertutup dan mulutnya sedikit terbuka agar banyak oksigen masuk ke dalam paru-parunya.

Setelah merasa agak tenang, Hyukjae berjalan ke arah ruang rekreasi. Ruang tersebut biasanya dipakai para artis untuk menghilangkan penat sesaat. Ada cukup banyak jenis permainan di sana seperti Playstastion, Billiard, Boxer Machine, Pump It Up dan masih banyak lagi. Saat ini, Hyukjae merasa perlu menuangkan amarahnya. Jika ia berada di apartemen mungkin sekarang ini foto Donghae sudah tak berbentuk. Entah karena ditonjok, dicakar atau dibakar.

Memasuki ruangan rekreasi, Hyukjae langsung menuju ke Boxer Machine. Benda itu merupakan sebuah mesin permainan yang memiliki samsak berbentuk bulat kecil menggantung dan bila dipukul akan memperlihatkan nilai kerasnya pukulan.

Hyukjae bersiap diri di depan mesin tersebut. Ia meremas-remas kepalan tangannya juga bahunya sebagai pemanasan awal. Tak lupa, Hyukjae juga membayangkan wajah menyebalkan Donghae.

Hyukjae menarik nafas panjang, fokus dan… BAM!

Hyukjae memukul benda tersebut sekuat tenanga dan mesin itu langsung menunjukkan nilai 8.983. Hyukjae mengerutkan alis, nilai tersebut masih cukup jauh jika dibandingkan dengan nilai terbaik yang terpampang di mesin tersebut yakni 9.133.

Akan tetapi, walau Hyukjae terlihat tidak puas dengan hasil yang diperolehnya, Minho yang sedari tadi memerhatikan Hyukjae jadi shock berat. Bukannya apa, Minho yakin Hyukjae itu seorang uke namun siapa sangka pukulan Hyukjae lebih keras dari nilai tertinggi yang pernah ia dapatkan.

Minho melihat Hyukjae mencoba memukul lagi.

BAM!

8.949.

Nilai Hyukjae menurun dari yang awal. Tapi nilai tersebut tetap masih berada di atas nilai Minho.

"Wow…" kali ini Changmin yang ada di sebelah Minho berkomentar dan bertepuk tangan.

Hyukjae menoleh.

"H-Hyukjae hyung, pukulanmu sangat kuat," kata Minho antara takjub dan khawatir bila suatu hari ia bertindak macam-macam, pukulan Hyukjae yang keras itu akan menghantam wajahnya. " Nilai terbaikku hanya 8.935" imbuh Minho.

"Benarkah?" tanya Hyukjae. Ia jadi sedikit bangga dengan nilai perolehannya. Ternyata amarahnya memiliki energi yang sangat kuat.

Minho mengangguk.

"Dan aku hanya 8.940," kata Changmin. "Aish, tapi tetap saja belum ada yang bisa mengalahkan score 9.133 itu…" imbuh Changmin.

"Ah, itu akan susah. Sudah banyak yang mencobanya," timpal Minho.

"Memangnya itu nilai pukulan siapa?" tanya Hyukjae.

"Oh itu…" kata Minho. Ucapannya terpotong karena Kyuhyun dan Suho yang baru saja masuk ke ruang rekreasi meneriaki namanya dan nama Changmin.

"Ya, Minho. Ayo lanjutkan duel kita," kata Kyuhyun sambil menepuk bahu Minho.

Cho Kyuhyun…

Hyukjae baru pertama kali ini bertemu idola favoritnya tersebut secara langsung, karena penyanyi solo balad itu sedang berada di India selama ini dan baru kembali kemarin. Tadinya, Hyukjae sudah merencanakan untuk meminta tanda tangan dan akan berfoto selfi bersama Kyuhyun bila bertemu. Tapi karena pertemuan ini terjadi tepat di saat suasana hatinya sedang jelek, Hyukjae jadi tak punya selera untuk melakukan itu semua.

"Siapa takut," jawab Minho santai sambil melingkarkan tangan di pundak Hyukjae.

Kyuhyun melihat Hyukjae.

"Hmm? Pacarnya Donghae hyung?" kata Kyuhyun.

Mendengar itu Hyukjae langsung memberi tatapan tajam pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat alisnya, ia tak mengerti kenapa Hyukjae terlihat marah.

"Aku tak ada hubungannya dengan aktor idiot itu!" kata Hyukjae ketus.

"Ah~" batin Kyuhyun, ia lalu mengamati ekspresi wajah Hyukjae.

"Ehm!" Minho berdehem.

Kyuhyun menoleh ke Minho yang kini mengkat kedua alisnya. Beberapa detik kemudian penyanyi bersuara merdu itu tersenyum menyeringai kepada Minho.

"Ck!" decis Minho begitu melihat Kyuhyun menarik tangan Hyukjae dan mengajak model manis itu bermain PlayStation. Mereka diikuti oleh Suho dan Changmin, yang saling pandang kemudian menggeleng-gelengkan kepala.


Satu jam Hyukjae menghabiskan waktu bermain PlayStation bersama Kyuhyun. Ia menumpahkan segala rasa marah dan kesal yang meluap-luap pada Donghae ke dalam permainan mereka. Minho, Changmin dan Suho menonton dengan mulut terbuka. Hasil akhir dari permainan mereka pun cukup mengejutkan. Cho Kyuhyun, kalah telak di tangan model manis, Lee Hyukjae.


0o0-0o0


Dini hari, di SM, Hyukjae baru menyelesaikan latihan dance-nya. Jadwalnya untuk menguasai koreografi yang akan ditampilkan di drama musikal hologram sangat mepet. Hyukjae benar-benar harus bersusah payah menghafal semua gerakan.

Hyukjae berjalan gontai sambil mendekatkan ponsel ke telinganya. Ini, sudah kesekian kali ia menghubungi Siwon namun kekasihnya itu tak juga menjawab panggilannya. Hyukjae tahu, ia sudah membuat Siwon marah.

Hyukjae menghela nafas. Otaknya kembali menyalahkan Donghae.

Bicara tentang Donghae, Hyukjae masih kesal karena aktor tampan itu berhasil lolos darinya. Jika ada kesempatan lagi, Hyukjae benar-benar tak akan ragu untuk menghajar Donghae.

Hyukjae mengingat-ingat jadwal Donghae. Seharusnya hari ini Donghae berada di SM hingga larut malam. Meskipun ingin segera pulang, Hyukjae memutuskan untuk mengecek ruangan Lee Sooman, tempat di mana Donghae biasa menghabiskan waktu.

Hyukjae bergegas menuju lift dan memencet tombol lantai paling atas.

Tiba di lantai tersebut, Hyukjae mendapati tempat itu sudah sepi. Memang, penghuni lantai itu adalah para staf yang paling lambat pukul 10 malam sudah meninggalkan gedung.

Hyukjae memasuki salah satu ruangan besar dimana ruangan Lee Sooman terletak di dalamnya. Di ruangan tersebut, lampu-lampu sudah tak dinyalakan. Penerangan hanya berasal dari ruangan pertinggi SM itu saja dan fakta tersebut membuat Hyukjae lega, artinya kemungkinan besar Donghae ada di sana.

Hyukjae berjalan menuju ruangan tersebut dengan berpegang pada sekat-sekat meja kerja agar tak tersandung dan jatuh. Maklum, Hyukjae tak terlalu hafal letak-letak benda di ruangan itu apalagi dengan penerangan yang minim seperti sekarang.

"Kenapa ruangan ini besar sekali?" batin Hyukjae. Matanya berkelana ke segala penjuru ruangan.

"Lampunya dimatikan lagi" imbuh Hyukjae.

Berjalan perlahan, Hyukjae berusaha fokus pada langkah kakinya. Tapi entah kenapa tiba-tiba ia merasa seperti sedang diawasi. Hyukjae menebarkan pandangan ke seluruh ruangan dan yakin tak ada orang selain dirinya di ruangan tersebut.

Brrrrrr

Hyukjae jadi merinding. Apalagi ia jadi teringat cerita Minho bahwa Taemin sering kali bertemu sosok penampakan yang berseliweran di area gedung. Bukannya Hyukjae seorang yang penakut, bukan. Tapi siapa yang tidak akan lari terbirit-birit jika tiba-tiba muncul di hadapanmu sosok berpakaian lusuh dengan tangan-tangannya yang berjari keriput, berkuku panjang mengarah padamu. Rambutnya terjuntai panjang ke bawah menyembunyikan wajahnya yang entah apa itu bisa disebut wajah. Walau kepercayaan Korea mengatakan jika bertemu hantu berarti akan mengalami kesuksesan besar, Hyukjae benar-benar berharap tidak akan bertemu satupun dari sosok itu secara langsung di seumur hidupnya.

Hyukjae merapatkan jaket ke arah tubuhnya saat angin berhembus dari arah belakang, dingin.

Tunggu, angin? Bukankah Hyukjae berada di dalam sebuah ruangan tertutup yang kaca jendelanya saja tak dapat dibuka? Hyukjae menghentikan langkah kakinya. Kali ini, Ia memincingkan mata untuk mengamati seluruh ruangan. Sunyi sepi, hanya jantungnya saja yang seakan berdetak.

Bulu kuduk Hyukjae 100 persen berdiri.

Setelah menelan ludahnya, Hyukjae melangkahkan kaki lagi. Hyukjae benci ini. Ia benci perasaan was-was seperti yang dirasakannya saat ini. Sambil berjalan, mata Hyukjae bergerak mengawasi deretan rak-rak yang menjulang tinggi. Arsip dan beberapa benda tertata rapi di sana. Di bagian bawah rak-rak itu ada gulungan-gulungan poster, banner dan segala media promosi. Di celah-celah antara rak ada…

Deg

Segala gerak tubuh Hyukjae terhenti seperti kaku. Jantungnya berdetak sangat cepat. Keringat-keringat dingin bermunculan melalui pori-pori kulitnya.

Di sana…

Di celah-celah antar rak yang menjulang tinggi, ada sosok hitam seperti bayangan yang menatap balik ke arahnya. Hyukjae mengedipkan matanya untuk mengetes apakah ia berhalusinasi. Tapi tidak, sosok itu tetap ada di sana menatapnya tajam.

"Stroberi?" terdengar suara dari arah belakang membuat sekujur tubuh Hyukjae tersentak kaget.

Hyukjae memegangi dadanya dan menoleh.

Donghae, aktor tampan itu sedang menatapnya heran sambil memegang sebuah kaleng minuman. Satu tangannya berada di dalam kantong celana.

"Apa yang kau lakukan di sini? Jam segini?" tanya Donghae.

Hyukjae tak menjawab, ia memalingkan kepalanya ke arah celah rak-rak yang menjulang tinggi itu lagi.

Tak ada apa-apa. Celah itu kosong.

Hyukjae cepat-cepat menoleh lagi untuk melihat Donghae. Tapi kali ini Hyukjae melihat ke arah kaki anak Lee Sooman itu untuk memastikan apakah Donghae yang dilihatnya melayang atau tidak.

"Hehehe," Hyukjae mendengar Donghae tertawa.

"Oke, itu bukan suara tawa 'Kikikikikik' ala film-film horor," pikir Hyukjae.

"Baru lihat hantu ya?" Goda Donghae yang mendapati wajah Hyukjae pucat pasi.

Hyukjae melihat ekspresi menyeringai Donghae. Ekspresi itu sudah sangat dikenalnya dan…

WUUUUZZZZ

Seperti api yang menyala berkobar-kobar karena tersiram bensin, amarah Hyukjae tiba-tiba bergejolak. Hyukjae jadi ingat alasannya ke ruangan tersebut.

Hyukjae melompat ke arah Donghae dan menarik rambut aktor tampan itu.

"Kau!" kata Hyukjae.

"YA! YA! Stroberi! Apa yang kau lakukan?!" pekik Donghae.

"Apa yang kulakukan?" sahut Hyukjae sambil manarik kuat rambut Donghae.

"A!...A!..." Donghae mengerang kesakitan. Kaleng minumannya jatuh ke lantai. Tangannya kini memegangi pinggang Hyukjae.

"Ya. Stroberi! Ini KDRT namanya! Kau t-tahu…p-pelakunya bisa terjerat pasal p-penganiayaan! Hu- A! Sakit, sakit! Hukumannya bisa lima tahun penjara," kata Donghae.

"HAH! Kalau begitu aku akan menganiayamu sampai puas!" timpal Hyukjae. Kini ia menarik lagi bagian rambut Donghae yang lain, dengan keras, membuat rambut Donghae yang tadinya tertata rapi jadi total berantakan.

"Ouch! " desis Donghae.

Merasa Hyukjae tak kan melepaskannya dengan mudah, Donghae pun akhirnya juga menarik rambut Hyukjae. Membuat model manis itu menatapnya. Oh betapa hanya ada sorot kemarahan di dalam bola mata Hyukjae.

"Stroberi, hentikan ini. Kalau orang melihat kita sekarang, apa yang akan mereka katakan? Dua orang pria, eh bukan, dua orang selebriti pria berkelahi, menjambak rambut satu sama lain. Ya! Itu benar-benar terdengar tidak keren sama sekali" kata Donghae.

"Aku tidak peduli!" kata Hyukjae yang masih terus menarik-narik rambut Donghae.

Sebenarnya, Hyukjae tentu tidak ingin berkelahi seperti ini. Ia sadar ia adalah seorang pria tapi tenaganya sudah habis untuk berlatih dance seharian. Bila, ia harus berkelahi adu fisik dengan seseorang yang otot-ototnya terpelihara benar seperti Donghae maka itu akan sama halnya dengan bunuh diri.

"A! Aish! Aduuuh! Ya!" pekik Donghae. Hyukjae menarik rambutnya dengan brutal.

Saat ini, Donghae benar-benar berada disituasi sulit. Ia tak tahu akan dikemanakan mukanya bila seseorang melihat mereka.

Pertama, ia adalah Lee Donghae sang aktor terkenal. Kedua, ia adalah Lee Donghae anak seorang Lee Sooman dan Lee Hyori. Ketiga, perkelahian seperti ini umumnya dilakukan wanita. Keempat, Hell. Hyukjae itu uke. Tidak mungkin Donghae mengajaknya berduel. Para seme bisa-bisa memandangnya rendah. Lagi pula, sayang kalau bibir merah dan wajah manis Hyukjae itu harus babak belur, pikir Donghae.

Hyukjae dan Donghae saling menarik rambut. Tubuh mereka membentur sekat-sekat meja, membuat beberapa benda jatuh berserakan di lantai. Donghae yang memutuskan mengambil sikap defensif berusaha untuk menahan kebrutalan Hyukjae hingga mereka terjatuh ke lantai.

Hyukjae tidak berhenti di situ, ia masih berusaha untuk menganiaya Donghae. Ia tak mempedulikan tubuh mereka yang berguling-guling di lantai.

Donghae mengaduh, Hyukjae juga.

Entah berapa lama mereka bergelut seperti itu, sampai lampu tiba-tiba menyala. Joon Hoon, staf Kho menatap mereka tak berkedip. Sementara seorang staf wanita langsung menutup matanya dan bersembunyi di balik badan Joon Hoon.

Pemandangan yang mereka lihat:

Posisi Donghae setengah terduduk di lantai dengan punggung yang bersandar ke sekat meja kerja. Satu tangannya menarik rambut Hyukjae sedang satu tangannya lagi menarik kaos model manis tersebut hingga bahunya terekspos seksi. Pakaian mereka berdua sudah jauh dari rapi. Sementara Hyukjae, kedua tangannya menggenggam erat rambut Donghae dengan tubuh berada di atas aktor tampan itu. Keduanya bernafas terengah-engah.

Setelah itu, hal yang terjadi kemudian berlangsung begitu cepat. Yang jelas, malam itu berakhir dengan 8.983 kekuatan pukulan mendarat di wajah Donghae setelah aktor tampan itu menjawab, "Sexy time" untuk pertanyaan, "Ada apa ini?", yang dilontarkan oleh Joon Hoon.


0o0-0o0


Esok malam hari di KBS. Hyukjae yang baru merampungkan syuting program "Music Bank" kembali mencoba menghubungi Siwon. Kekasihnya itu belum juga bisa dihubungi. Siwon juga tak membalas pesan singkatnya sama sekali.

Saat pagi ini Hyukjae mendatangi apartemen Siwon, apartemen mewah itu kosong. Artinya, Siwon sudah meninggalkan apartemen itu terlebih dahulu sebelum ia datang atau mungkin Siwon bahkan tak pulang ke apartemennya. Ingin sekali rasanya Hyukjae pergi ke Shapirethec untuk menemui Siwon tapi itu akan menarik terlalu banyak perhatian. Hyukjae pun mengurungkan niat.

Hari ini suasana hati Hyukjae masih tak bagus. Selain masalah Siwon dan rumornya dengan Donghae, masalah kontrak dengan "Music Bank" juga menjadi pikirannya. Program itu memangkas separuh jadwal tampilnya. Bekerja di industri entertainment Korea memang berat. Tapi Hyukjae masih beruntung karena mereka tidak membatalkan semua jadwalnya. Untuk yang satu itu, terima kasih pada kelihaian Heechul dalam bernegosiasi.

Hyukjae berjalan melewati koridor KBS yang super sibuk. Sesekali Hyukjae membungkuk memberi hormat pada senior. Ia juga ramah menyapa beberapa artis dan idol yang dikenalnya. Tapi… satu hal yang paling canggung bagi Hyukjae adalah ketika ia harus berpapasan dengan member 2PM. Sudah lama ia berusaha menghindar bertemu langsung dengan mereka, terutama…Dia.

"Hyukjae…" sapa orang tersebut dengan suara yang lembut.

Hyukjae menghela nafas ringan dan mengangguk pelan.

Ini kali pertama setelah sekian tahun, Hyukjae mendengar pria itu memanggil namanya lagi.


0o0-0o0


Hyukjae mendongakkan kepala mengamati lampu-lampu yang menghiasi pepohonan.

"Indah…" batin Hyukjae. Hyukjae berandai-andai jika saja ia dapat menikmati ini bersama Siwon, tentu ia akan merasa bahagia.

"Kau…banyak berubah," kata seseorang yang berada bersama Hyukjae saat itu.

Hyukje menoleh untuk melihat pria berpostur tinggi di sampingnya, lalu mendongakkan kepala lagi. Hyukjae suka melihat kelip-kelip cahaya lampu di pepohan.

"Apa kau menyesal?" tanya Hyukjae.

"Aku menyesal," jawab pria itu cepat.

Hyukjae menoleh ke arah pria tersebut, lalu tersenyum ramah. Pria itu pun tersenyum.

Mereka kemudian berjalan pelan menelusuri pedestrian taman. Tanpa kata-kata, hanya menikmati suasana yang canggung sampai pria itu memutuskan untuk memecah keheningan di antara mereka dengan berkata,

"Apa kau masih membenciku?"

"Entahlah, itu sudah lama sekali. Tapi memang tak mudah memaafkanmu," jawab Hyukjae.

"Aku tahu," timpal pria itu.

Mereka terdiam.

Si pria berinisiatif membuka pembicaraan lagi. "Apa kau baik-baik saja?"

"Huh?" Hyukjae tak paham. Ia merasa sehat.

Pria itu tertawa kecil. "Maksudku… pemberitaan itu".

"Hmm…" sahut Hyukjae. "Beberapa kontrakku direvisi".

"Sistem di dunia hiburan kita memang keras. Begitupun fans. Mencintai atau berkencan dengan seseorang saja akan menimbulkan masalah besar. Ehm, apa kau pikir wajah kita akan ada di halaman utama besok?" kata pria itu sedikit bercanda.

Hyukjae tersenyum. "Apa fansmu akan membiarkanku pulang beraktivitas dengan selamat?"

Mereka berdua tertawa bersama. Tawa itu seperti tawa mereka beberapa tahun lalu. Sang pria ingat betul bagaimana Hyukjae tertawa. Matanya tertutup, mulutnya terbuka lebar dan gusi-gusinya akan terlihat. Tiba-tiba ia merindukan masa-masa itu. Masa di mana mereka adalah Strawberry Couple.

Pria itu berhenti melangkah.

"Hyuk… Apa itu benar? Kau… dan Lee Donghae" tanya pria itu serius.

Hyukjae membalikkan badan ke arah pria tersebut.


"Ya, Donghae. Kenapa kau tak melepas kacamatamu? Melihatmu dengan benda itu membuatku kesal." kata Yunho.

Kini keduanya sedang berada di sebuah area salah satu kafe outdoor yang sangat-sangat luas di pinggiran kota Seoul milik seorang selebriti papan atas Korea. Kafe itu merupakan salah satu tempat hangout eksklusif favorit bagi yang berduit lebih. Lingkungan kafe itu dibuat sangat nyaman di mana meja-meja di tata dengan apik di antara taman. Pada malam hari, kolam renang yang ada berhiasankan lilin-lilin cantik. Area kafe yang luas juga membuat pengunjung dapat berjalan di pedestrian taman untuk menikmati pepohonan yang diberi lampu hias.

"Ck. Kalau begitu jangan melihatku," sahut Donghae santai. Ia takkan melepas kacamata hitam berbingkai besar yang sedang dikenakannya itu. Tentu saja, karena benda tersebut untuk menutupi memar hasil karya Hyukjae.

"Mana bisa aku tak melihatmu! Aish… Kau ini memang suka membuat orang kesal. Ah! Kau tahu…gara-gara rumormu dengan Hyukjae, reporter-reporter itu mengejarku. Mereka menanyakan pendapatku tentang kalian, tentang foto itu. Membuat repot saja. Ya Donghae, jadi kalian pacaran atau tidak?" tanya Yunho.

"Kenapa semua orang menanyakan hal yang sama," kata Donghae sedikit kesal.

"Dan jawabannya?" tanya Yunho lagi.

Donghae melihat lilin-lilin yang mengapung indah di kolam renang.

"Tidak" jawab Donghae setelah sekian detik.

"Aish kau ini. Berhentilah bermain-main," kata Yunho.

Donghae menyeruput jusnya.

Yunho menggelengkan kepala lalu menebarkan pandangannya ke area kafe yang luas. Tak lama kemudian Yunho menyenggol Donghae saat matanya melihat Hyukjae bersama seorang member 2PM.

"Arah jam lima" kata Yunho.

Donghae menoleh ke arah jam lima.

"Stroberi?" kata Donghae.

"Stroberi?" tanya Yunho bingung. Ia tak melihat pohon stroberi di arah jam lima. "Hyukjae, Bodoh!" kata Yunho lagi.

Donghae tertawa.

"Hmm…" Donghae meraba-raba bagian memar di wajahnya sambil menyeringai.

"Ya! Apa yang kau pikirkan?" tanya Yunho. "Kau terlihat seperti seorang maniak"

Donghae tak menggubris kata-kata sahabatnya itu. Ia menghabiskan jusnya, mengambil ponselnya lalu berdiri.

"Aku pulang dulu ya, makan stroberi sepertinya akan menyenangkan," kata Donghae.

Aktor tampan itu lalu berlalu meninggalkan Yunho yang kini jadi sibuk mengingat-ingat sejak kapan Donghae menyukai buah stroberi.


Hyukjae mendongak melihat pria di hadapannya, ia tak mengerti, mengapa rumornya dengan Lee Donghae juga menarik perhatiannya.

"Aku membaca berita-berita itu, kau…Lee Donghae… kalian terlihat akrab," kata salah seorang member 2PM yang terkenal memiliki tubuh atletis itu pada Hyukjae.

"Oh. Kau janjian dengannya di sini?" imbuh pria tersebut.

"Huh?" Mata Hyukjae melotot dan dengan cepat melihat ke sekelilingnya.

Merasa dicari, Donghae yang sedang berjalan ke arah Hyukjae mengangkat tangannya.

"Stroberi sayang~" kata Donghae.

Hyukjae menatap Donghae dengan horor. Ia tak habis pikir kenapa nasib sering mempertemukan mereka. Tak mau ada skandal lagi dengan anak Lee Sooman itu, Hyukjae memilih untuk mengambil langkah seribu.

Donghae menyeringai. "Ck, mau main-main lagi…" Ia melepaskan kacamatanya lalu mengejar Hyukjae.

Member 2PM yang bersama Hyukjae sebelumnya hanya bisa berdiri di sana, memasukkan tangan ke saku celana.

"Stroberi…" gumamnya pelan.

Hyukjae berlari secepat mungkin di antara area-area taman kafe yang luas dan sepi saat itu untuk menghindari Donghae tapi aktor tampan itu rupanya sangat cepat hingga dalam waktu singkat saja ia sudah tak berada jauh di belakang Hyukjae.

"Ya! Berhenti mengikutiku!" teriak Hyukjae.

"Kenapa kau lari?" sahut Donghae.

"Dispatch, idiot!" pekik Hyukjae.

"AHA! Aku tak peduli. Aku akan menciummu!" balas Donghae.

"ArrgH!" Hyukjae berlari sekencang-kencangnya.

Sementara itu…

"Onew…a-aku tak s-sanggup lagi…" kata Chanyeol yang menjatuhkan tubuhnya ke rumput taman.

Di sampingnya, Onew bernafas tersengal-sengal dengan kedua tangan di lutut. Kameranya menggantung dari tali di lehernya.

"Kita tidak sedang syuting 'Running Man' tapi kenapa aku merasa seperti melakukannya," kata Chanyeol lagi sambil bersusah payah bernafas.

"Jangan banyak bicara lagi, k-kejar" kata Onew.

Tapi meskipun Onew berkata begitu, Ia sendiri merebahkan tubuh ke rumput dan berbaring di sebelah Chanyeol.

"Ayo kita pulang saja malam ini, tak usah mengikuti mereka lagi. Aish, SM sebenarnya agensi artis apa sarang atlit? Mereka cepat sekali," kata Chanyeol.

Onew mengangguk. "Ini baru pertama kali aku mengunjungi tempat ini, sudah mahal, kita harus bekerja pula. Sebaiknya kita menikmati ini," kata Onew.

"Deal," kata Chanyeol. "Eh tapi aku ingin kue yang kabarnya spesial di sini. Aku utang ya? Hehehe" imbuh Chanyeol.

Onew memincingkan mata ke arah Chanyeol. "Kita pulang saja!" ujar Onew.

"Onewww…pleaseplease…," rajuk Chanyeol.


0o0-0o0


Shapiretech, Pukul 9 pagi.

Henry dan Hyoyeon sibuk mempersiapkan bahan dan alat yang harus mereka bawa ke SM Entertainment. Bos mereka ,Siwon, sudah setuju untuk membangun ruang simulasi musikal hologram di salah satu ruang gedung tersebut sementara lokasi sesungguhnya masih dalam tahap pembangunan.

"Apa semuanya sudah siap?" tanya Hyoyeon pada Henry.

"Aku pikir sudah semua, tinggal menunggu bos saja," jawab Henry.

"Hey, apa kau menyadari itu? Bos terlihat kusut beberapa hari ini, ada apa dengannya?" kata Hyoyeon.

"Kau ini lagi-lagi. Mengapa wanita suka bergosip sih?" timpal Henry.

"Aku tidak bergosip. Aku hanya seorang pengamat yang baik, kekeke," kilah Hyoyeon.

"Bagiku sama saja," sahut Henry.

Siwon berdehem, membuat keduanya membenarkan posisi berdiri mereka.

"Ayo kita berangkat," kata Siwon.

Henry dan Hyoyeon menjawab ajakan bos mereka itu dengan "baik" sebelum bergegas ke area parkir. Mereka pergi ke SM dengan mobil yang berbeda. Henry besama Hyoyeon sedang Siwon menyetir seorang diri tanpa sopir.

Di kantin SM, Hyukjae merebahkan kepalanya ke meja. Ia tak punya selera untuk sarapan pagi. Di dalam otaknya hanya Siwon, Siwon dan Siwon.

"Wonnie… aku merindukanmu," gumam Hyukjae pelan.

Seminggu sudah berlalu sejak Dispatch merilis foto mereka. Siwon masih belum mau berbicara ataupun bertemu dengannya. Hyukjae juga tak dapat luluasa berkeliaran di luar karena reporter pasti menguntitnya. Hyukjae takut jika setiap kali ia berada di luar, ia akan bertemu Donghae lagi. Oh betapa nasib begitu suka mempertemukan mereka.

Hasil dari pertemuan tidak sengaja mereka di kafe outdoor itu saja sudah membuat Hyukjae pusing.

Sport Seoul mengunggah fotonya ketika akan memasuki kafe, juga foto Donghae di parkiran kafe tersebut. Judul berita mereka pun provokatif sekali, "Tak Peduli Jadi Perbincangan Panas, Lee Donghae dan Lee Hyukjae tetap Berkencan". Dalam berita itu, mereka disebutkan janji bertemu di kafe tersebut dan agar tak menarik kecurigaan media keduanya pergi secara terpisah dan bersama teman. Donghae dituliskan pergi bersama Yunho sementara Hyukjae bersama member 2PM.

Sport Seoul bahkan menyebutkan ciri-ciri pakaian yang mereka kenakan lengkap dengan aksesoris. Satu hal yang membuat Hyukjae terbahak-bahak adalah kalimat yang menyebutkan Donghae menyamar di balik kaca mata hitam berbingkai besar. HAH! Andai mereka tahu jika di wajah aktor tampan itu ada hasil karya Hyukjae…

Selain hal di atas, Sport Seoul juga menambahkan komentar orang dalam SM dan orang dunia hiburan Korea.

"Aku pernah sekali melihat mereka di kantin bersama, mereka terlihat sangat cocok. Kau akan senang melihat mereka berdua, senyum di wajah mereka sangat lebar," kata orang dalam SM.

"Aku pikir mereka bertemu pertama kali dari seorang teman," komentar orang dunia hiburan seperti dikutip Sport Seoul.

Hyukjae mendengus saat membacanya. Teman apanya….Mereka bahkan tidak saling kenal sama sekali. Lingkaran pertemanan mereka pun terputus. Semua ini bermula dari benda-benda sama milik mereka. Sekarang benda-benada itu sudah tak pernah Hyukjae pakai lagi, kecuali Audi. Antara cinta dan tidak cinta sekarang ini Hyukjae pada mobil tersebut. Cinta karena itu mobil impiannya, tidak cinta karena itu dulunya milik Donghae.

"Ini masih pagi, kenapa sudah terlihat lemas?" tanya bibi Kim pada Hyukjae.

Hyukjae mengangkat kepalanya dari meja dan bibi Kim memberinya jus stroberi juga sup daging.

"Makanlah, biar bertenaga," kata bibi Kim lagi.

Hyukjae terpaksa tersenyum.

"Terima kasih banyak bibi Kim," kata Hyukjae.

Bibi Kim tersenyum sambil mengelus rambut blonde Hyukjae, "Halus sekali," pikir bibi Kim.

"Ah!" Hyukjae teringat sesuatu.

"Bibi, terima kasih atas enam kotak jus yang kapan hari itu ya. Kau sangat baik hati," kata Hyukjae.

"Eh…hmm…ah…ya…ya…yang aku titipkan ke Donghae ssi ya…" sahut bibi Kim walau dalam pikirannya sang bibi merasa ia hanya memberi Hyukjae 3 kotak jus stroberi saja atau mungkin... bibi Kim sudah mulai pikun.

Hyukjae memonyongkan bibirnya sesaat mendengar nama itu tapi kemudian tersenyum.

"Kekeke. Aku suka sekali melihat kalian berdua," kata bibi Kim. "Yang rukun ya…" imbuh wanita paruh baya itu sebelum menoleh menyambut trainee yang datang ke stannya.

Hyukjae menaruh lagi kepalanya ke meja.

"Yang rukun… melihatnya saja aku ingin mencakarnya, menarik rambutnya, mengikatnya, menginjak-injak tubuhnya, memotongnya, me…" masih banyak lagi renjana kejam dalam benak Hyukjae.

"Haaah…" Hyukjae menghela nafas panjang lalu menyantap sarapannya.

Usai sarapan hyukjae hendak ke ruang bawah tanah untuk berlatih dance. Hyukjae berdiri di depan lift setelah memencet tombol turun. Di sampingnya ada beberapa staf. Hyukjae tadinya tak menaruh perhatian pada obrolan mereka tapi begitu Hyukjae mendengar nama Siwon disebut, Hyukjae memasang telinganya.

"Siwon…di sini…" batin Hyukjae.

Model manis itu langsung mengubah tujuannya. Ia memencet tombol naik. Jantungnya berdebar-debar, rasa bersalah dan rindunya membuncah pada kekasihnya itu. Memegangi dadanya agar tenang, Hyukjae berharap lift cepat terbuka.

"Siwon…" kaki Hyukjae bergerak-gerak tak bisa diam.

Lalu begitu pintu lift terbuka Hyukjae langsung masuk dan memencet nomor lantai tujuannya.

Deg Deg Deg

Semakin dekat dengan tempat tujuan, jantung Hyukjae semakin tak bisa tenang.

Hyukjae langsung berlari menyusuri koridor gedung ketika pintu lift terbuka. Ia berbelok ke kanan ketika menemui pertigaan koridor dan….dan…di sana ia berhenti.

Hyukjae terengah-engah dengan mata yang fokus pada seseorang, hanya seseorang. Siwon.

Pengusaha muda itu sedang becengkrama dengan 2 orang staf SM.

Deg Deg Deg

Hyukjae menanti Siwon untuk menyadari kehadirannya. Dan ketika pengusaha itu melakukannya, nafas Hyukjae seperti berhenti.

Hyukjae melihat Siwon menatapnya, tapi tatapan itu datar.

Sementara Siwon, pria bermarga Choi itu melihat mata Hyukjae berkaca-kaca.

"Siwonie…" pengusaha itu yakin Hyukjae menyebut namanya.

Siwon memalingkan wajah dan melanjutkan pembicaraannya dengan para staf. Tak lama kemudian mereka semua memasuki ruangan.

Hyukjae tertunduk lesu. Ia menahan diri agar airmatanya tak keluar.

Hyukjae manarik nafas panjang, Hyukjae mengepalkan tangan. Ia bertekad harus berbicara dengan Siwon hari itu.

Di depan ruangan yang akan dipergunakan sebagai ruang simulasi musical hologram itu, Hyukjae menunggu. Sesekali ia mengintip diantara celah-celah tirai jendela. Ruangan itu gelap, karena penerangannya sengaja dimatikan. Hyukjae tak bisa melihat dengan jelas keadaan di dalam hanya bisa melihat cahaya yang keluar dari tampilan hologram saja.

Setelah satu setengah jam menunggu, lampu ruangan itu menyala dan empat orang keluar meinggalkan ruangan itu. Dua diantaranya adalah staf SM sementara duanya lagi, Hyukjaee tak mengenal mereka. Tapi saat keempatnya berlalu di hadapan Hyukjae, model manis itu mendengar nama Hyoyeon dan Henry. Mereka berdua, sempat melirik Hyukjae sekilas dan saling pandang.

Hyukjae menunggu Siwon keluar dari ruangan, namun kekasihnya itu tak juga keluar. Hyukjae melongok ke dalam ruangan melalui pintu dan melihat hanya ada Siwon di sana sedang membaca dokumen sambil berdiri di depan sebuah meja, memunggunginya.

Hyukjae melangkah mendekati Siwon dan mungkin karena pengusaha muda itu mendengar suara langkah, ia mengalihkan pandangannya dari dokumen dan menoleh. Hyukjae berhenti berjalan. Siwon hanya sesaat saja melihat Hyukjae lalu kembali membaca dokumen yang dipegangnya.

Siwon…tak ingin melihat mata Hyukjae.

"S-Siwonnie…," Hyukjae berkata pelan. Kedua tangannya kini mencengkeram bagian belakang kemeja Siwon sementara dahinya menempel di punggung kekasihnya itu.

"Maaf," kata Hyukjae.

Siwon mematung. Ia bisa merasa ada aliran listrik menjalari tubuhnya ketika tangan dan dahi Hyukjae menempel di punggungnya, ditambah dengan suara lembut yang sudah seminggu penuh tak didengarnya.

"A-aku tak bermaksud menyakitimu. Aku salah tak bercerita padamu. Aku…menyesal," kata Hyukjae. Model manis itu berhenti berkata-kata sesaat menunggu reaksi Siwon lalu melanjutkannya lagi.

"Aku tak akan m-membuat pembelaan apapun karena aku yakin apapun alasannya aku pasti tetap salah bagimu. Tapi, a-aku ingin kau tahu, berita itu tak benar. Foto-foto itu diambil sesuai dengan momen yang diinginkan. Tak ada hubungan diantara kami".

Hyukjae terdiam.

"Aku merindukanmu…" imbuh Hyukjae pelan.

Siwon membalikkan badannya untuk menghadap Hyukjae dan langsung menatap mata Hyukjae dalam-dalam seolah mencari kebenaran di sana.

"Aku merindukanmu…" ulang Hyukjae.

Siwon mengangkat tangannya untuk membelai pipi Hyukjae. Jari jempolnya menyapu bibir Hyukjae yang merah. Itu bohong bila Siwon tak merindukan Hyukjae.

Siwon memajukan kepalanya ke arah Hyukjae dan mencium bibir model manis itu. Perlahan dan lembut. Hyukjae membalas ciuman Siwon dengan tak kalah lembut. Disela-sela ciuman mereka Hyukjae mendengar Siwon berkata, "Dimaafkan".

Hyukjae senang. Ia langsung mengalungkan tangannya ke leher Siwon dan mencium Siwon dengan segenap perasaannya. Siwon pun demikian. Pengusaha muda itu menarik pinggang Hyukjae ke arahnya dan memeluk pinggang ramping itu dengan erat sambil melumat bibir yang selama ini menjadi favoritnya.

Siwon enggan melepaskan Hyukjae , Siwon tak mau. Bagi Siwon, bibir kenyal yang dihisapnya itu miliknya. Tubuh ramping yang dipeluknya itu miliknya. Hyukjae… adalah miliknya. Sehingga saat Siwon melihat Donghae bersama manajer Joon Hoon memasuki ruangan, Siwon tak melepaskan Hyukjae. Siwon mendekap Hyukjae lebih erat dan mencium kekasihnya itu lebih dalam.

Donghae dan Joon Hoon melihat semuanya dengan jelas.

Bila setelah itu Joon Hoon menoleh ke arah Donghae dengan tatapan terkejut, aktor tampan itu tetap melihat aksi keduanya bahkan setiap detil tak terlewatkan olehnya. Termasuk ketika Siwon memutuskan untuk berhenti mencium Hyukjae karena model tersebut butuh oksigen. Donghae mendapati jari-jari tangan Hyukjae mencengkeram kemeja Siwon dengan erat seakan-akan hidup Hyukjae bergantung pada Siwon. Nafas Hyukjae terengah-engah dengan mulut yang terbuka sedikit.

"Ah, maaf. Harap kalian memaklumi ini. Sudah seminggu aku tak bertemu Hyukjae-KU. Aku sangat merindukannya," kata Siwon dengan tangan masih memeluk erat tubuh Hyukjae.

Donghae bisa mendengar penekanan pada kata KU setelah nama Hyukjae dengan jelas dan ketika Hyukjae menoleh ke arah dirinya dan manajer Joon hoon dengan wajah memerah juga sorot mata yang belum pernah ia lihat sebelumnya, Donghae tahu… apa artinya semua itu.


0o0-0o0


tbc

a/n.

(1). Hai... Hai...Jewelf1sh is back. ^^. Lama ya nunggunya? sama...Thor juga lama nulisnya. Mikir chapter 9 ini kayak mikir ujian. T_T Ditambah suasana hati yang naik turun, lengkap sudah. HIks hiks

(2). Salam kenal dan selamat bergabung dengan Rumor: rfilfi, choco137, JAYOUNG, choikim1310, pumpkinsparkyumin, sweetink, the horse loves snowy, arkakurniadesta, agriester jewel, wife leeteuk, hyukieraa, kyuminmi, el, hyukie, xnapoenya, meyla rahma, margitFlow, dharma hyukie, Harumi kazue, unyuk, kagemizukii, Rossi739, Hwa Min, Syaiff, devil meet demon, haehyukee154, KPOPfics, cho loekyu07, noname dan guest.

(3). Sekali lagi, Thor mau berterima kasih sama kalian yang masih terus mendukung Rumor. HHS...I love you guys ^^y Upps... Thor juga lihat ada beberapa kyumin shipper di sini. Woww...Ada istrinya Leeteuk juga. Para istri si evil kyu... hai...hai... eh, ada Clouds ga ya? Angkat tangan! *Thor sendiri*

(4). Aduuuuuh, darling-darling yang rajin ngecek updatenya Rumor...demi apa...kalian itu...emm...em...stroberi banget deh! (Hah? apaan coba? Abaikan). Juga kepada yang rajin PM, BBM Thor...ahahaha...*CIPOK SATU SATU* spesial HAEHYUK IS REAL dan kagemizukii. Peluk erat Thor untuk isroie106, ryesung, oelum96 dan nurul p putri.

(5). Tahu ga, spekulasi-spekulasi kalian itu bikin Thor senyum2 gaje. HAHAHAHA. Di Rumor ch 9 ini...banyak hint silahkan berspekulasi lagi...colek choikim1310, Haehyuk-KrisTao-KaiHun, pungkaself eomma, Always HaeHyuk, Hyunzy Lee1504 , Cique, Rinhyuk, Arum Junnie, megajewels2312, kartikawaii, JAYOUNG.

(6). Tina KwonLee, ada tuh kyuhyuknya *secuiiiiiiiL* *wink*. Ehee, silahkan panggil Thor dengan kak nit saja. chepta chaeozil, pertanyaannya terjawab tuh.

(7). Meyla Rahma, pumpkinsparkyumin, Sableng! Kalian mereview dari awal! Tapi makasih banget! Huhuhu, Thor terharu...

(8). Lee ikan, dekdes, rianalupamelulu, ahh...kalian masih di sini. Senangnya... Mumumu.

(9). aiihee bee, pemberitahuannya diterima. ^^ , Haehyuk546, disebut nih. Kekekeke.

(10). Ehm… Rumor ch 9 ini adalah pengantar ke level baru, banyak hal yang sepertinya tidak menarik di sini tapi penting untuk plot cerita selanjutnya. Jadi HHS bertahan ya! ^^

Ps: Apa kalian sudah membaca "Puppy Boy" nya Yayarara? Kekeke, Thor mengikuti fanfic 3 shoot itu.