Lost In Anime World Episode 10 13 Oktober 2013 pukul 11:57

Episode Sebelumnya...

Venzo mengembalikan earphonenya pada Shido sambil berkata.
"Hey, Shido."
"Ada apa, Venzo?"
"Bolehkah aku menganggap Kotori sebagai adikku juga?"
"Nee, boleh saja. Tapi, kenapa?"
"Tak apa. Aku hanya meninginkannya saja. Dia adik yg manis."
"Tapi, jangan melakukan hal-hal aneh padanya ya?"
"Ahahahaha, dia sudah kuanggap sebagai adikku. Jadi, hal itu tidak akan terjadi."
"Yah, kalau itu keinginan dewa, aku akan mengabulkannya."
"Yo. Arigatou, Shido."
Lalu, Venzo mengarahkan kepalnya pada Shido sambil tersenyum jantan.
"Aku anggap kau ssekarang adalah temanku. Mengerti? Kita adu tinju untuk salam pertemanan. Itu yg biasa kulakukan dgn Izano."
"Yosh ! Salam yang keren juga, Venzo."
Mereka beradu tinju pelan dan saling melempar senyum seperti teman akrab, membuat siapapun yg melihat mereka ikut tersenyum senang dan bangga, termasuk para gadis yg ada disitu.
"Meskipun mereka adalah seorang dewa, tapi mereka mau berteman dengan kita. Sungguh dewa yg terlihat sempurna. Shido juga terlihat keren."
Tohka yg melihatnya berpendapat seperti itu. Padahal awalnya dia cuek pada Venzo. Yang lain hanya mengangguk kecil.

Masih terlihat duel kecepatan antara Izano melawan Mira.
"Hmmm, lincah juga mesinmu itu." puji Izano.
"Kau juga cepat,bisa mengimbangi kecepatan maksimal Dark Licorice N-99 ini. Tapi, lihat ini !."
Lalu, keluar sinar dari ujung kedua meriam armor Mira yg berwarna abu-abu tersebut.
Gelombang gelap yg kelihatannya memiliki daya rusak yg besar.
"Bersiaplah ! Terima ini ! Blood Eradicator ! Critical Mode !"
Semakin lama,gelombang itu makin membesar.
DUAR !
Gelombang panjang tersebut lepas dari ujungnya dan mengarah pada Izano.
"Hmmmm,hanya segini ya?" ucap Izano santai.
Saat gelombang tersebut mencapai tubuh Izano,terciptalah ledakan besar dan hampir menyamai ledakan bom nuklir.
BOOOOOOOM !
Ledakan keras tersebut menghempaskan apapun yg ada disekitarnya. Hingga hempasannya dapat mencapai Fraxinus yg berjarak 5 ribu meter.
"Komandan ! Sebuah gelombang ledakan terdeteksi ! Dan itu menuju kearah kita !"
Kawagoe menyampaikan kondisi darurat pada Kotori.
"Heh,jadi pertarungan sudah dimulai ya?"
"Jangan terlalu santai, Komandan ! Gelombang akan mencapai pesawat 5 detik lagi !"
"Oh, aku tunggu sambil membuka bungkus permenku." ucap Kotori santai pada seluruh Krunya.
"4...3...2...1..."

Setelah lewat 5 detik...

"Eh? Tak ada guncangan?"
Mikimoto juga kebingungan atas kejadian ini.
Reine mencoba mengeceknya.
"Terdeteksi sebuah selubung perisai yg menutupi seluruh kapal Fraxinus. Apakah ini milik salah satu dari 'mereka'?"
"Yah, ternyata kekuatan dewa tak sekedar isapan jempol belaka. Nee, sepertinya aku harus lebih sopan dengannya. Arigatou,Venzo."
Reine pun tersenyum karena ungkapan Kotori yg tidak biasanya dia lihat.

Sementara itu di atap...
Venzo masih pada kuda-kudanya menahan gelombang ledakan yg cukup besar nampaknya sedikit kewalahan,karena keringat yg keluar dari tubuhnya sungguh deras.
Dengan nafas terengah-engah, Venzo mencoba menyampaikan keadaan Izano pada semuanya.
"Hah,hah,hah,hah... Santai juga si Izano itu ya? Ternyata kau juga sombong sekali."
"I-Izano selamat? T-Tapi, ledakan itu..." ucap Origami tak percaya dgn apa yg dia dengar.
Lalu, Venzo mencoba menjelaskannya pada Origami.
"Hah,hah,hah,hah... Karena kau belum mengetahui siapa kami kan?"
"Sebaiknya kau dan Organisasimu itu jangan pernah membuat mereka marah, karena mereka bisa melenyapkan Organisasi kalian dalam sekejap saja."
Shido menambahkan kata-kata Venzo.
Karena ragu, Origami mencoba mengeceknya sendiri melalui pemindai kekuatan dari Smartphonenya dan mengarahkannya pada Venzo.
(Pip...Pip...Pip...Pip...Pii !)
Setelah terdeteksi, di Smartphone Origami hanya tertulis : Power Limit - Unknown.
"A-Apa? Pemindaiku tak mendeteksi apapun?! Mana mungkin?!"
"Heh, Origami. Kau hanya perlu diam dan menonton dari sini." seru Tohka yg juga merasakannya.
"Ya. Kita tak perlu turun tangan." tambah Kazuya.
"Itu benar."
Yuzuru yg juga mengerti akan situasi hanya mengucapkan sedikit kata saja.

Kembali ke langit posisi 10 ribu meter dari atas Kota Tenguu...

BLAM ! TRANG ! BOOOM !
Ledakan dan hantaman antar benda logam pun menimbulkan suara yg memekakkan telinga di atmosfir langit kota Tenguu.
Adu kecepatan,adu kekuatan pun belum berhenti diantara Izano dan Mira. Hanya Izano yg merasa santai tak terlalu memakai kekuatannya.
"Hah,hah,hah,hah... Siapa kau sebenarnya?"
Mira yg terlihat kehabisan tenaga pun bingung dgn Izano yg masih tersenyum mengambang di langit tanpa bantuan apapun.
"Hmmmm? Apa kau mau tau?"
Setelah mengeluarkan kata-kata yg membuat siapapun jadi penasaran karenanya, Izano menghilang dgn cepat.
"M-Menghilang?"
"Aku tidak menghilang kok. Hanya saja kecepatan pandanganmu tak bisa mengimbangi kecepatanku,Mira."
Izano dengan santainya berbisik dari belakang Mira.
Dengan sedikit gerakan, Izano menyentuh beberapa bagian tubuh Mira.
"Imagination Creator - Angel's Touch..."
Tangan Izano yg bersinar putih,membuat Mira terkejut. Disamping tubuhnya hanya diam,sensasi hangat memasuki tubuhnya,dan alat tempur yg dikenakannya menghilang.
"K-Kenapa dengan tubuhku?! T-Terasa hangat dalam tubuhku. A-Aku juga tak bisa bergerak... Ahhhhhh~~"
Lalu, Izano menjelaskan sambil membawa Mira yang tak dapat bergerak dan terlihat menikmati kehangatan tersebut dan meletakkan tubuhnya diatas pundaknya.
"Angel's Touch (Sentuhan Malaikat) adalah kekuatan yg sebenarnya adalah bersifat penyembuh. Tapi untuk sementara, otot dan syarafmu tak bisa bereaksi karena kehangatan tersebut."
Izano menjelaskannya sambil menatap wajah Mira.
"J-Jangan melihatku seperti itu... Ahhhhh~~"
"Hahahaha,pasti kehangatan Angel's Touch lah yg membuatmu seperti ini. Sejujurnya, aku bukan orang yg suka menghancurkan orang lain."
"K-Kau..."
Sambil terbang turun, Izano mencoba berkomunikasi dengan lawannya tersebut.

Sesampainya di atap Raizen High School, Izano menurunkan tubuh Mira perlahan-lahan.
"Oi,Izano ! Lama sekali kau ini ! Apa yg kau lakukan ?!"
Venzo mengomel seperti bapak-bapak karena Venzo adalah tipe pemuda malas jika disuruh menunggu.
"Maaf, sensei ! Aku butuh berpikir untuk mengalahkan gadis ini."
"Hah?! Kenapa tifak kau hajar saja gadis edan ini agar cepat selesai masalahnya?!" gerutu Venzo sambil menyeka keringatnya dan menghilangkan perisai yg dibuatnya.
"Hmmmm, kau tau, sensei ?! Melukai seorang gadis dgn kasar bukanlah keputusan bagus untuk dilakukan."
"Fufufufu... Izano-san... Rupanya kau sungguh membuatku penasaran ya? Aku jadi ingin mengenalmu lebih dekat." tambah Kurumi yg melangkah pelan menuju Izano dan mengelus pipinya, hingga membuat muka Izano memerah.
"K-Kurumi ! G-Geli tau !"
Izano mengelak sambil memalingkan mukanya dari mata Kurumi, membuat Venzo tertawa.
Lalu,Kurumi menghilang seperti biasa.
"Hemh, ternyata masih suka menghilang tiba-tiba ya gadismu itu?"
"A-Apa maksudmu, sensei?"
"Mumpung ada lampu hijau dari Kurumi,cepat kau sikat saja,sebelum dia berubah pikiran."
"Hah? Sensei kira aku seperti sikat gigi?!"
Percakapan antar murid dan senseinya itu, membuat yg lain hanya tersenyum.
"Heh, kau rupanya banyak belajar juga ya? Ckckck, benar-benar harus sabar menghadapi murid sepertimu yang hanya menggunakan kekerasan disaat terdesak."
Venzo mengatakan itu dengan senyum sambil mengalungkan lengannya dileher Izano.
"Sekarang, bantu aku pulang. Aku lelah sekali."
"K-Kenapa, sensei?"
"Dua perisai pelindung dalam satu waktu cukup membuatku berkeringat, tau?!"
"Yah,kalau itu yg sensei mau, baiklah."
Karena tak menyadari Mira dapat bergerak lagi, Mira menodongkan sebuah pistol saat Venzo dan Izano sedang berjalan menuju pintu dan ditunggu teman-temannya.
"Jangan bergerak !"
Seketika Venzo dan Izano berhenti.
"Hmmmm?"
"Jangan meremehkanku ! Aku akan menembakmu !" gertak Mira yg sudah mencapai batas kesabarannya mendekatkan ujung pistolnya ke kepala Venzo.
"Haruskah aku yg bereskan ini, Izano?"
Venzo bertanya sambil tersenyum pada muridnya.
"Silahkan, sensei. Tapi ingat ! Jangan melukainya."
"Baiklah. Lagipula aku juga ingin menghabiskan staminaku agar bisa istirahat nanti."

Karena semakin bosan mendengar celotehan kedua pemuda tersebut, Mira menarik pelatuknya sebanyak yg dia bisa.
Lalu, kedua mata Venzo mulai bersinar,dan...
"Imagination Creator - Slow Motion !"
Saat itu juga,semua yg ada disekitar Venzo bergerak pelan kecuali dia dan Izano,memudahkan Venzo dan Izano untuk bergerak menahan puluhan peluru yg melesat kearahnya.
"Pulanglah ke markasmu... Imagination Creator - Location Finder - DEM !"
"Imagination Creator - Finder Teleportation !"
Mira pun menghilang dalam sekejap,begitu pula dengan sema kekuatan yg dikeluarkan Venzo lenyap tanpa bekas.
"Ugh..."
Venzo terjatuh lemas karena staminanya terkuras habis.
"Sensei !"
Miku pun langsung berlari dan menangkap tubuhnya.
"M-Miku..."
Setelah Venzo memanggil nama seseorang yg memeluknya tersebut, Venzo mulai hilang kesadaran dan terlelap dalam pelukan Miku.
"Venzo-san... Arigatou... Istirahatlah..."
Izano yg melihat adegan mesra tersebut, hanya bisa tersenyum dan mengingatkan semua yg ada disana.
"Karena hari sudah sore, mari kita pulang. Semuanya berkumpul disini."
Setelah semuanya berkumpul, Izano pun meletakkan tangannya di lantai atap sekolah tersebut.
Seketika, area disekitarnya bersinar dan membentuk lingkaran.
"Imagination Creator - Teleportation !"
Dalam sekejap, mereka menghilang ditelan cahaya. Sekolah itupun terasa sunyi,kecuali Origami yg berjalan pulang sendiri masih berpikir tentang kejadian yg baru saja dilihatnya.

Sesampainya di Rumah Spirit...
Semua langsung menuju kamarnya masing-masing kecuali Miku yg masih memeluk tubuh Venzo yg kelelahan lalu membawanya ke kamarnya.
Setelah Miku menyandarkan Venzo di tempat tidurnya, Miku kemudian pergi mandi.
Namun,sebelum pergi,tangan Venzo menahan lengan Miku sambil berbicara dalam tidurnya.
"Mikuuuu... Jangan pergi..."
Karena Venzo menarik tangan Miku, alhasil Miku terjatuh dipelukan Venzo.
BRUKKK !
CHU...
Dan secara tak sengaja,bibir Miku menyentuh bibir Venzo, membuat Miku berdiri secara refleks dengan muka yg sangat merah.
"M-Maafkan aku, Venzo-san !"
"Mmmm, temani aku disini, Miku..."
Miku hanya bisa tersenyum melihat tingkah Venzo yg sedang tidur.
"Iya iya, dasar dewa manja..."
Perlahan Miku memeluk Venzo penuh kehangatan dan kelembutan,membuat Venzo tersenyum manis dalam tidurnya.

~To Be Continued~ ^_^

Ajang balas dendam karena kemaren gk bisa ciuman sama Miku,sekarang gw bisa tidur sama Miku,hahahahaha *ketawa jahat :v Gomen ne, Izano. Gw duluan ya? :P Segini aja ya? Capek gw *dilempar sendal bejibun ama para readers :v Iya iya gk usah dilanjut deh *ngacir :P