Title : Fallin' in love with my wife.

Author : Lee Eun San

Main Cast : Tan donghae x Kim hyukjae ( mian author ganti marga mereka karena tuntutan cerita) cast yang lain akan muncul seiring jalannya cerita

Genre : Comedy, Romance

Length : Chaptered

Genderswitch for uke

Chapter ten…..

Lama keduanya hanya duduk terdiam dan sibuk dengan fikiran mereka masing-masing

Donghae terlihat benar-benar sedang berfikir keras. Dia menghembuskan nafas beratnya berkali-kali. Setelah cukup lama saling mengacuhkan tiba-tiba donghae menatap eunhyuk dalam.

"sebaikknya kita menikah saja." Katanya pelan

Eunhyuk membulatkan matanya "MMM..MWO! APA KAU SUDAH GILA? TSSKK! SHHIRROO!" tolak eunhyuk tegas.

.

.

.

Donghae mendesah kasal karena eunhyuk memotong ucapannya. "hhiissss! Bisa tidak kau pelankan suaramu! Dengarkan aku dulu baru kau bersuara!" ujarnnya.

Eunhyuk diam meski banyak kata yang ingin ia katakan. " lalu apa?!"

"kita menikah saja, karena dengan atau tanpa sandiwara yang kita buat kita pasti juga akan tetap dinikahkan oleh orang tua kita. Kau tentu masih ingat bukan dengan rencana perjodohan itu?" ujar donghae sambil duduk di depan eunhyuk.

"tap…"

Belum selsai dia bicara donghae kembali menyela "tsk! Dengarkan aku dulu monyet!"

Eunhyuk mempoutkan bibirnya. "tssk! Makanya cepat katakan apa idemu ikan jelek!" semburnya balik.

"begini, seperti yang aku katakan tadi lebih baik kita terima saja rencana kedua orang tua kita. Tapi kita hanya akan menikah di depan mereka saja."

Eunhyuk melotot tak senang sambil mengkerutkan keningnya "maksudmu apa sih!"

"kita menikah pura-pura. Meski kita menikah resmi, tapi kita tidak benar-benar harus menjalani rumah tangga layaknya pasangan lainya. Atau istilah kerenya kita menikah kontrak."

Eunhyuk menganggukan kepalanya "lanjutkan" kata eunhyuk mulai faham.

" jadi,, kita hanya perlu berakting sebagai pasangan di depan public dan orang tua kita, selebihnya kita adalah pribadi yang bebas."

"eum,, baiklah, Aku paham. nah,,,, karena kita hanya pura-pura bukankah kita harus menetapkan aturan-atauran yang boleh dan tidak kita lakukan,eoh?" Kata eunhyuk.

Donhae mengangguk setuju. "ne, tentu saja. Makanya aku menarikmu kemari. Nah,, sekarang kau bisa menulis syarat-syaratmu, dan aku juga begitu. Kita harus menyelesaikannya malam ini juga agar mereka tak curiga."

Keduanya lantas mulai berfikir apa-apa yang boleh dan tidak mereka lakukan selama masa menikah pura-puranya.

Sekitar setengah jam akhirnya keduanya selesai dengan syarat mereka masing-masing.

"baiklah,,kau duluan." Kata donghae

Eunhyuk bersiap dengan kertas miliknya. " pertama, selama masa kita menikah, tidak ada skin ship selain saat kita sedang ada di depan public dan orang tua kita." Ujarnya yang diberi anggukan setuju oleh donghae. "baiklah, lanjutkan"

"kedua, tidak ada yang boleh mencampuri urusan masing-masing. Ketiga aku mau kita memiliki kamar yang terpisah. Ya_"

"tunggu! sarat yang itu mana bisa,eoh! Kau tahu kan ommaku sering ke rumah. Tsskk! kita satu kamar saja!" potong donghae

"mm,,mmwo..! yak! Shiroo..! kalau kita sekamar nanti kau,,ak,,," eunhyuk tak sanggup meneyelesaikan ucapanya karena bayangan ciuman panas mereka tempo hari kembali terlintas di dalam benaknya sehinggga membuat wajah keduanya merona merah.

Donghae langsung berusaha menormalkan wajahnya. "tsk! Baiklah, akan aku usahakan. Lalu ada yang lain?" katanya berusaha terlihat tenang.

Eunhyuk menggeleng" aniyo,. Itu saja dariku. Sekarang giliranmu."

"baiklah, aku hanya memiliki satu syarat saja." Kata donghae mantab

"eh,, satu saja?" kata eunhyuk tak percaya.

"ne, aku hanya minta tak ada batas dalam masa pernikahan kita." Katanya enteng

Eunhyuk mendelik "MWO! APA KAU GILA!" geramnya.

"yak! Berhenti mengataiku gila monyet jelek! Aku belum selesai bicara! Reaksimu itu sungguh berlebihan!" sungut donghae.

"tsskk! Makanya kalau bicara yang benar jangan berbelit-belit!"

"siapa yang berbelit-belit,eoh! Kau saja yang tak sabaran!"

"lalu apa maksudmu dengan tak ada batas dalam pernikahan kita,eoh? Apa kita akan selamanya seperti itu?" ulangnya.

Donghae mengambil nafas sejenak untuk member jeda. "tentu saja tidak bodoh! maksudku, pernikaan kita tak terbatas sampai kita menemukan orang yang kita cintai. Jika salah satu diantara kita sudah menemukan orang itu, maka kita sudah bisa mengakhiri masa pernikahan kita." Paparnya

"lalu? Kalau kita tak menemukanya?" Tanya eunhyuk

"yah,, mau tak mau kita masih menikah. Lagi pula apa menurutmu tak aneh jika dalam waktu singkat kita berpisah,eoh? Bukankah hal itu justru akan menimbulkan banyak spekulasi yang berkembang di masyarakat?"

"ya sih,, tapi…" eunhyuk sudah akan mengeluh lagi

"sudahlah,, sebaiknya kita jalani saja dulu,, masalah yang lainya kita fikirkan nanti.." potong donghae berusaha meyakinkan eunhyuk.

Setelah sempat ragu akhirnya eunhyuk mengangguk. "baiklah kalau begitu, aku ikut idemu." Ucapnya.

Donghae tersenyum dan mengulurkan tanganya untuk menjabat tangan eunhyuk "oke kita deal kalau begitu!"

Eunhyuk menyambut uluran tangan donghae. "ne" jawabnya singkat.

"kemarikan kertasmu, kata donghae."

"eh..?wae? Bukankah ini surat perjanjian kita? Bukankah kita seharusnya menyimpanya?" kata eunhyuk bingung

Donghae mendecih" tsskk! kau terlalu banyak menonton drama nona! Kita menyimpanya, lalu kita ketahuan dan kita habis begitu.! Tsk! Tidak akan. Kita sudah sepakat dan aku bukanlah orang yang gampang melupakan kesepakatan. Kemarikan kertas itu aku akan membakarnya agar tak ada bukti apapun yang dapat merusak rencana kita." Kata donghae panjang lebar.

Meski kesal di olok-olok, eunhyuk serahkan juga kertasnya. Dongahe meraihnya kemudian mencari korek dan membakarya di asbak. Setelah kertas itu habis terbakar, abunya ia buang ke kloset dan langsung menyiramnya habis.

"nah! Kalau begini kita kan aman! Sudah ayo kita turun, mereka pasti sudah menunggu kita"

Keduanya lantas keluar dari kamar donghae dan langsung kembali menuju ruang keluarga tempat kedua orang tua mereka berkumpul.

"oh,,itu mereka,,." Seru heechul.

"jadi bagaimana?" tambahnya.

"baiklah kami setuju menikah,omma." Ucap donghae singkat.

"yey! Akhirnya kau bisa berfikir dengan benar ikan!" sorak heechul girang sedangkan yang lainya hanya tersenyum.

"oke, baiklah,, jadi karena kalian sudah bersedia, maka kalian harus mengikuti semua persiapan yang sudah aku dan teukkie susun, arra?"

Keduanya mengangguk pasrah. "ne, omma" kompak mereka berdua.

"aiigoo,, kalian manis sekali,," goda heechul.

"well,, mengingat pernikahan kalian yang tak lama lagi, besok pagi kalian akan langsung membuat foto pra wedding kalian. Masalah konsep dan tempat serahkan saja pada kami. Kalian hanya perlu ikuti saja.

Lagi-lagi keduanya hanya mengangguk.

Obrolan seputar pernikahan masih terus dilanjutkan sampai mereka tak sadar bahwa malam makin larut. Eunhyuk sudah berkali-kali menguap matanya benar-benar mengantuk.

"kau sudah mengantuk ne chagi…" tanya heechul ada eunhyuk yang sedang mengucek matanya

"eh,, eum,, ne omma. Bagaimana kalau kita pulang saja omma,, appa?" Tanya eunhyuk pada kedua orang tuanya.

"tsk! Kenapa pulang, menginap saja disini. Banyak kamar kosong disini. Bukankah besok kau dan ikan itu juga harus foto? Sudah menginap saja." Sarannya

Eunhyuk memandang kedua orang tuanya untuk meminta pendapat.

"eum,, kurasa kau ada benarnya nonna. Baiklah kita menginap saja." Putus kangin selaku kepala keluarga.

"bagus sekali! Ya sudah kalau begitu kerena malam juga sudah makin larut, sebaiknya kita semua istirahat karena besok jadwal kita padat." putus heechul

Acara itu berakhir sekitar jam 11 malam. Semuanya langsung masuk kamar masing-masing untuk istirahat.

.

.

.

Pagi sudah kembali datang membawa sejuta harapan terbentang. Bias-bias mentari yang mulai bersinar terang benderang sedikit demi sedikit mengoyak dan menerjang benteng kesunyian sang dewi malam. Pagi ini suasana keluarga Tan sangat ramai. Hiruk pikuk orang sudah terdengar sejak pagi. Mereka adalah para kru foto yang sudah heechul panggil untuk pra wedding anak dan calon menantunya.

Heechul turun menemui mereka sekitar jam delapan sedangkan kedua orang yang berkepentingan justru masih belum menampakkan batang hidung mereka.

"tsk! Kenapa mereka masih belum turun !" kesal heechul.

"pak Lee! Cepat kau panggil ikan jelek itu. Aku akan melihat eunhyuk." Perintahnya pada pengurus rumah

"ne, nyonya." Jawabnya mengerti kemudian langsung beranjak pergi.

heechul melangkahkan kakinya ke kamar tamu tempat eunhyuk tidur. Saat ia ketuk pintunya tak lama kemudian eunhyuk keluar.

"eh, omma." Katanya singkat

"kau sudah siap,eoh? Para kru sudah menunggu kalian. Cepat turun" Katanya.

"eh,, eum,,, ne omma." Patuh eunhyuk kemudian langsung mengekor heechul. Saat keduanya turun dia sudah melihat donghae duduk manis di kursi sedang dirias. Heechul lantas menyuruh eunhyuk untuk menyusul donghae.

Selesai dirias, keduanya langsung memakai kostum sesuai dengan tema yang kedua ibu mereka pilih. Sebuah tema klasik romantic jadi pilihan keduanya. Eunhyuk tampil memikat dengan gaun putih panjang dengan detail Kristal swarowski di sekitar dadanya. Sedangkan donghae tampak sangat pas dengan stelan jas hitam yang sesuai dengan tubuh atletisnya nan proposional miliknya.

Meski sempat sedikit merasa canggung diawal, namun berkat arahan dari fotografer lambat laun keduanya mulai rileks dan menikmati sesi foto mereka.

"baik doanghae-ssi. Sekarang tolong merapat lebih dekat pada nona eunhyuk." Perintah fotografer tadi.

Donghae tanpa protes mengikuti saja permintaannya.

"baik,, sekarang letakkan tangan anda di perpotongan leher dan rahang nona eunhyuk, seolah-olah anda akan menciumnya." Katanya tanpa dosa

DEG!

"apa-apaan dia! Tsk!" maki dongahe.

"apa harus?" tanyanya.

"ne, tentu saja tuan." Sahut fotografer

"sudah turuti saja apa katanya ikan!" teriak heechul dari seberang. Dia sedang asik duduk dengan leeteuk sambil membicarakan konsep resepsi dengan pihat I.O.

Meski ragu ia lakukan juga perintah fotografer tadi. Tanganya sedikit bergetar saat ia meraih wajah eunhyuk untuk lebih mendekat kearahnya.

"DUG,,DUG,,DUG,," degupan jantung keduanya tiba-tiba terdengar semakin cepat seiring makin menipisnya jarak diantara keduanya dan saat kedua mata mereka saling manatap degupan itu makin terasa menghebat.

"astaga! Diam kau jantung bodoh!" maki donghae pada jantungnya.

"kenapa aku berdebar begini?" Tanya eunhyuk pada dirinya sendiri.

"yak,, bagus,, tahan,, bagus,, tatap kekasih anda lebih dalam lagi,, yak,, seperti itu,,, bagus sekali,,,," fotografer tadi terus mengambil gambar sebanyak-banyaknya.

"apa yang terjadi padaku? Kenapa aku berdebar seperti ini? Apa aku menyukainya? Tapi,,, apa benar aku menyukainya..? apakah tempat yang sudah lama terpatri untuk sosok masa laluku itu sudah terganti dengan kehadiran yeoja aneh ini? Benarkah?"

TBC

UUOOOO,,,! Apa si abang ikan udah beneran suka ama si nona monyet? Apakah eunhyuk juga udah ngerasain yang sama?hayoo,,, pada tebak deh…!

Hahahaha.. pasti kalian pada bête ama aku yang nggak nikah-nikanhin mereka,ne! sabar wooii,, mereka masih dalam proses persiapan.

Tapi tenang bentar lagi mereka bakalan aku nikahin kok. Aku hanya mau ini cerita berjalan dengan wajar aja, gak terlalu cepet and gag lambat juga. Pokoknya aku cari yang pas, se pas hatiku yang Cuma buat abang eunhyuk tersayang #modus mode on!

Udah ah cuap-cuapnya. Sampai jumpa di next chap ne ^_^v

Sign

LeeEunSan

(EunhyukLegalWife)