Exo In Kindergarten

Chapter Nine

"Sick"

Main Cast : KaiSoo

Warning : Typho(s), OOC, Pendek.

-oOo-

Jongin menguap untuk yang kesekian kalinya pagi ini di kelas, matanya sedikit berkunang-kunang setelah dia menguap tadi, membuatnya sedikit pusing karenanya. Jongin pun mengerjap-ngerjapkan kedua matanya beberapa kali dan menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pelan dan terkesan lucu. Berharap rasa sakit dan pusing dikepalanya akan lenyap, karena jujur saja, Jongin merasa tidak nyaman dengan rasa pusing tadi.

Dan Jongin tidak tahu kenapa pagi ini dia merasa begitu tidak enak badan? Dan juga, dia merasa ngantuk sekali saat ini. Padahal kemarin malam dia tidur dengan nyenyak dan bahkan waktu tidurnya pun cukup panjang, karena dia tidur lebih awal dari biasanya.

"Hooaammm…" Jongin kembali menguap dan untuk sedetik kepalanya terasa begitu berat dan sakit. Jongin pun reflex memegang kepalanya dan sedikit memukul-mukul kepalanya sendiri dengan perlahan, berharap rasa sakit dan pusing di kepalanya akan segera hilang.

Bocah bermata bulat bernama Do Kyungsoo, yang duduk disampinya pun, hanya bisa menatap Jongin dengan tatapan heran dan juga bingung. Sejak tadi pagi, Kyungsoo lihat dan perhatikan Jongin selalu diam saja dan bersikap tidak biasanya. Bahkan tadi pagi sebelum masuk kedalam kelas, Jonginienya itu tidak memeluknya, menciumnya ataupun mencubiti pipinya seperti biasanya. Dia hanya diam saja dengan wajahnya yang terlihat lesu itu.

Kyungsoo langsung memasang wajah murungnya melihat tingkah Jongin sekarang. Kyungsoo berpikir, Jongin sudah mulai bosan bermain bersama-sama dengannya lagi. Maka dari itulah mungkin Jongin bersikap aneh hari ini. Wajahnya terlihat begitu lesu bahkan jika berada didekatnya, tidak secerah seperti biasanya saat berada dekat dengannya. Dan Kyungsoo semakin yakin bahwa Jongin mungkin memang sudah bosan dengannya.

Kyungsoo mulai memain-mainkan ujung bajunya dengan takut-takut disaat Jonginienya itu mengistirahatkan kepalanya di meja. Wajah Jongin langsung membelakangi Kyungsoo, membuat Kyungsoo kembali cemberut dan murung, karena berprasangka bahwa bocah berkulit tan itu tidak mau melihat wajahnya.

Kyungsoo pun semakin merapatkan duduknya dengan Jongin. Dengan sedikit ragu, Kyungsoo mulai menepuk-nepuk punggung bocah yang lebih muda beberapa hari darinya itu berkali-kali.

"Jonginie~," panggil Kyungsoo pelan yang hanya dibalas gumaman tidak jelas dari mulut sang bocah berkulit tan itu. Kyungsoo yang kesal karena panggilannya tidak digubris pun hanya bisa menggembungkan pipinya kesal.

"Jonginie bangun~," panggil Kyungsoo lagi pada Jongin, namun masih juga tidak digubris oleh bocah berkulit tan itu. Kyungsoo mulai kesal dan sedih, karena biasanya Jongin tidak akan pernah mengacuhkannya seperti ini.

"Jonginie hali ini kenapa diam telus? Jonginie jahat banget cama Kyungie," kata Kyungsoo dengan sedikit isakkan yang mulai keluar dari mulutnya. Jongin yang hampir tertidur itu pun tersentak saat mendengar suara isak tangis disampingnya. Tidak perlu menebak milik siapa suara isakkan itu, karena Jongin sudah hapal betul milik siapa suara isakkan yang dia dengar tersebut.

Jongin langsung menegakkan tubuhnya yang entah kenapa terasa berat. Kepalanya pun kembali terasa sangat sakit dan pusing bahkan penglihatannya kembali berkunang-kunang, tapi Jongin menghiraukan rasa sakitnya itu, karena keadaan Kyungsoo hyungnya yang sekarang tengah menangis itu lebih penting baginya.

"Kyungie hyung kenapa menangic?" tanya Jongin khawatir pada Kyungsoo yang tengah terisak itu. Kyungsoo yang sadar Jongin sudah mau menatapnya mulai menghapus air matanya lalu mengerucutkan bibirnya lucu.

"Kyungie nangic kalena Jonginie jahat cama Kyungie," jawab Kyungsoo yang langsung menundukkan wajahnya dan mulai memainkan jari-jari lengannya dengan pose imut.

Jongin mengerjap-ngerjapkan kedua matanya lucu, bingung mendengar jawaban yang Kyungsoo lontarkan padanya. Karena Jongin merasa tidak berbuat jahat pada Kyungsoo hyungnya itu, lagi pula Jongin kan sangat menyayangi dan menyukai Kyungsoo hyungnya, jadi mustahil bagi Jongin berbuat jahat pada Kyungsoo.

Jongin mulai mengubah posisi duduknya untuk berhadapan dengan Kyungsoo, tidak peduli dengan Vict soensaengnim dan Taeyeon soensaengnim yang sekarang tengah memberikan pertanyaan pada murid-muridnya. Jongin pun menopang kepalanya yang agak berat dan pusing itu dengan kedua tangan mungil miliknya.

"Kyungie hyung~ emangnya apa yang Jonginie lakuin cama Kyungie hyung campe Kyungie hyung nangic?" tanya Jongin dengan pipinya yang menggembung lucu Karena Jongin sedikit kesal pada Kyungsoo yang mengatakan dirinya jahat.

Kyungsoo menatap Jongin sebentar lalu kembali menundukkan kepalanya. Kali ini dia tidak memainkan jari-jarinya lagi, tetapi mulai memainkan ujung kemeja seragamnya dengan gugup dan takut-takut karena Jongin.

Kyungsoo tidak berani memberikan alasan kenapa dirinya mengatakan Jongin jahat padanya. Karena sejujurnya, dia sangat takut jika memang benar, Jongin sudah mulai tidak menyukainya atau bosan selalu bermain bersamanya dan ingin mencari teman bermain lain. Semisal Hyuna atau Juniel yang selama ini selalu mendekati Jonginienya itu.

Walaupun memang hal itu benar, bisa saja Kyungsoo mencari teman lain juga, sebagai pengganti Jongin. Semisal Baekhyun, Tao, Luhan, Suho atau yang lainnya. Tapi Kyungsoo tidak mau dengan mereka semua, dia sudah nyaman dan senang bersama dengan Jongin. Jadi yang bisa Kyungsoo lakukan sekarang ini hanya diam dan mulai memasang raut wajah cemberutnya pada Jongin yang berada disamping kanannya itu.

"Kyungie hyung~~~ kenapa diam? Jonginie minta maaf kalau Jonginie memang udah jahat cama Kyungie hyung. Kyungie hyung kan cuman punya Jonginie~ jadi Kyungie hyung jangan malah dan halus jawab peltanyaan Jonginie donk," ucap Jongin dengan memasang wajah memelas miliknya plus puppy eyes andalannya pada Kyungsoo.

Kyungsoo langsung tersenyum kecil melihat wajah lucu Jongin dan merasa sangat lega juga senang saat Jongin mengatakan dia masih miliknya(?). Itu berarti apa yang Kyungsoo takutkan tentang Jongin yang tidak suka padanya dan bosan selalu bersamanya tidaklah benar sama sekali.

Kyungsoo mulai mengubah posisi duduknya menghadap kekanan, membuat kedua bocah lucu itu saling berhadapan. "Emh, coalnya Jonginie pagi ini gak meluk Kyungie atau cium pipi Kyungie. Jadi Kyungie cedih, Kyungie takut Jonginie udah gak cuka cama Kyungie lagi," aku Kyungsoo sembari memainkan jari-jari mungilnya lagi, pipinya pun menggembung lucu karena kesal pada Jongin.

Jongin yang mendengar ucapan Kyungsoo langsung mengerjapkan matanya beberapa kali dengan lucu. Jongin mulai menerawang dan mengingat-ingat kejadian pagi ini. Dia memang lupa tidak memeluk atau menciumi Kyungsoo hyungnya itu seperti biasanya.

Jangan salahkan padanya, salahkanlah pada rasa sakit dan pusing dikepalanya sejak tadi pagi. Selain rasa sakit itu, Jongin juga merasa lemas dan tidak bersemangat melakukan apapun, sehingga dia lupa dengan kebiasaannya pada Kyungsoo tiap mereka bertemu di pagi hari.

"Oh iyayah~ Jonginie lupa Kyungie hyung, mianhae~" timpal Jongin dengan raut wajah menyesal pada Kyungsoo. Kyungsoo mempoutkan bibirnya dengan pose imut pada Jongin.

"Kok Jonginie bica lupa cih? Jonginie udah gak cayang cama Kyungie lagi yah?" Jongin langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat, tidak mau membuat Kyungsoo semakin sedih. "Enggak kok Kyungie hyung, Jonginie cayaaaannnggg banget cama Kyungie hyung," kata Jongin sambil tersenyum cerah pada Kyungsoo, membuat bocah bermata bulat yang semula cemberut itu kembali tersenyum karena ucapan Jongin.

"Cebagai gantinya, Jonginie peluk dan cium Kyungie hyung dicini aja yah cekalang~" sambung Jongin yang langsung diangguki antusias oleh Kyungsoo dengan menampilkan senyum manisnya pada Jongin.

Jongin langsung mendekatkan dirinya pada Kyungsoo dan memeluknya dengan sayang dan terasa begitu hangat. Setelah itu Jongin mulai menciumi kedua pipi Kyungsoo, hidung Kyungsoo dan terakhir bibirnya. Membuat bocah bermata bulat itu tertawa renyah karena perbuatan Jongin padanya. Disisi lain, mereka tidak sadar dua pasang mata elang telah membidikkan kamera mereka pada dua bocah itu.

Jongin mulai menjauhkan dirinya dari Kyungsoo yang masih tersenyum manis padanya. Namun senyum Kyungsoo perlahan pudar, disaat melihat raut wajah Jongin yang terlihat kelelahan. Napasnya tidak beraturan, matanya terlihat sayu dan wajahnya juga terlihat lebih pucat dari beberapa saat yang lalu.

"Jo-Jonginie kenapa?" tanya Kyungsoo khawatir melihat keadaan Jongin. Kyungsoo mulai mendekatkan kembali dirinya dengan Jongin, membuat Jongin yang kepalanya terasa sangat pusing dan sakit itu langsung bersandar pada tubuh Kyungsoo.

"Hosh hosh… hyung Jonginie pucing… lacanya cakit~ panas~," gumam Jongin yang mulai memejamkan kedua matanya. Kyungsoo mulai menepuk-nepuk pipi Jongin untuk membangunkannya, Kyungsoo kaget merasakan pipi Jongin yang terasa sangat panas. Kyungsoo semakin khawatir dan kedua matanya mulai berkaca-kaca, bersiap untuk menangis.

"Huweeeee Jonginie kenapa? Hiks huweeeee Jonginie pipinya panas huweeee," tangis Kyungsoo yang membuat semua murid dan soensaengnim yang tengah menyanyikan lagu menghentikan kegiatan mereka. Mereka semua menatap pada Jongin yang terlihat tidur dalam dekapan Kyungsoo dan Kyungsoo yang masih menangis memeluk Jongin.

Taeyeon dan Vict langsung panik melihat dua murid mereka itu, mereka berdua pun langsung menghampiri Jongin dan Kyungsoo. Victoria bergegas memisahkan Kyungsoo yang masih menangis dan mulai menenangkannya. Sedangkan Taeyeon memeriksa keadaan Jongin dan terkejut merasakan suhu tubuh muridnya yang panas tersebut. Terlebih melihat raut wajah Jongin yang terlihat kesakitan semakin membuatnya khawatir.

"Dia demam," ucap Taeyeon pada Victoria yang sedang mengusap air mata di wajah Kyungsoo. "Kalau begitu bawa dia menuju ruang kesehatan, biar aku yang mengurus anak-anak disini dulu," timpal Vict yang terlihat khawatir juga dengan keadaan Jongin. Taeyeon mengangguk dan mulai menggendong tubuh Jongin yang tengah demam itu.

Taeyeon bersiap untuk membawa Jongin keluar kelas namun terhenti sebentar oleh teriakkan Kyungsoo yang mengatakan ingin ikut menemani Jongin bersamanya. Taeyeon menghela napas sebentar sebelum akhirnya mengangguk dan keluar kelas bersama Kyungsoo disampingnya dan Jongin dalam dekapannya.

Ruang Kesehatan

Jongin saat ini tengah tidur terbaring di kasur putih, diruang kesehatan Exonia Kindergarten. Taeyeon sudah kembali kekelas Star, kecuali Kyungsoo yang bersikeras padanya untuk menemani Jongin di ruang kesehatan. Sebenarnya bukan hanya Kyungsoo yang berada didalam sana, tetapi petugas kesehatan Exonia Kindergarten, yaitu dokter Choi Sooyoung juga ada didalam sana. Alhasil, Taeyeon pun hanya bisa mengiyakan keinginan Kyungsoo untuk menemani Jongin.

Dokter Choi baru saja memberikan obat demam dengan kandungan parasetamol untuk Jongin. Jadi yang Jongin butuhkan sekarang adalah istirahat yang cukup dan suhu ruangan yang hangat untuk menunjang penyembuhannya. Maka dari itu, sang dokter menyelimuti tubuh Jongin dengan dua buah selimut yang hangat dan tebal agar bocah berkulit tan itu berkeringat.

Karena dalam pemeriksaannya tentang Jongin, demam Jongin disebabkan oleh hawa dingin yang sepertinya dari AC. Mungkin kemarin malam, kedua orang tua Jongin lupa mematikan AC ruangan kamarnya. Membuat Jongin semalaman diselimuti oleh hawa dingin AC yang sangat tidak baik untuk kesehatannya.

"Doktel doktel," panggil Kyungsoo pada Sooyoung yang sedang menulis catatan di meja kerjanya. Sooyoung pun mengalihkan perhatiannya pada bocah bermata bulat disampingnya itu. "Iya, ada apa Kyungsoo?" jawab Sooyoung dengan senyum kecilnya pada Kyungsoo. Kyungsoo kemudian menatap Jongin dengan pandangan sedih.

"Jonginie cakit apa? Apa Jonginie cakit kalena Kyungie?" tanya Kyungsoo dengan suara bergetar yang menyuarakan ia ingin menangis kembali.

Itu semua karena Kyungsoo berspekulasi bahwa Jongin sakit karena dirinya menyebut Jongin jahat beberapa waktu yang lalu. Yah… entah kenapa dia bisa berpikiran seperti itu, author sendiri pun tidak tahu#plak

Sooyoung tertawa pelan mendengar ucapan polos Kyungsoo. Sang dokter itu pun mulai berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Kyungsoo yang berdiri disamping kasur Jongin. Sooyoung kemudian berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya yang tinggi dengan tubuh mungil Kyungsoo. Sooyoung pun mulai mengusap-usap rambut hitam dan halus milik Kyungsoo dengan lembut.

"Bukan sayang, Jongin bukan sakit karena Kyungsoo. Jongin sakit demam karena virus jahat yang menyerang tubuhnya," kata Sooyoung yang membuat raut wajah Kyungsoo yang mau menangis menjadi bingung. Sooyoung tertawa kecil melihat perubahan drastis raut wajah Kyungsoo yang sangat lucu tersebut.

"Vilus jahat itu apa doktel? Apa cemacam monctel yang cuka jahat cama manucia dan cuka dibacmi cama powel lenjel?" Sooyoung tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya. "Bukan, bukan itu Kyungsoo. Nanti kalau Kyungsoo sudah besar pasti tahu apa itu virus," Kyungsoo menggembungkan pipinya kesal mendengar jawaban sang dokter. Dia pun kembali mengalihkan perhatiannya pada Jongin yang masi tertidur pulas diatas kasur.

Kyungsoo mulai mengusap-usap wajah Jongin yang tengah berkeringat itu dengan lembut memakai sapu tangan yang berada di nakas disamping kasur Jongin. Sooyoung tersenyum hangat melihat apa yang Kyungsoo lakukan pada Jongin. Dia cukup terhibur melihat bagaimana hati-hatinya Kyungsoo mengusap keringat di wajah Jongin, mungkin takut membangunkan Jongin jika dia mengusapnya terlalu kasar atau terburu-buru.

"Jonginie cepet cembuh yah, Kyungie gak cuka lihat Jonginie cakit gini, Kyungi kangen cama Jonginie," kata Kyungsoo disela-sela kegiatannya itu. Kyungsoo kemudian memperhatikan selimut tebal berjumlah dua itu dan kemudian menatap sang dokter yang masih memperhatikan mereka berdua.

"Doktel, kenapa Jonginie pake celimutnya dua?" tanya Kyungsoo penasaran. "Itu supaya Jongin merasa hangat dan tidak kedinginan, supaya dia cepat sembuh sayang," jelas Sooyoung yang membuat Kyungsoo ber'oh' ria.

Kyungsoo yang sudah mendengar jawaban sang dokter pun terdiam sebentar memikirkan sesuatu, sebelum akhirnya ia mulai naik keatas kasur Jongin, memakai selimut itu dan memeluk Jongin dari samping. Sooyoung terkejut melihatnya dan semakin mendekat pada dua bocah itu.

"Kyungsoo jangan tidur didekat Jongin apalagi memeluknya seperti itu, nanti kamu bisa tertular dan sakit juga," larang Sooyoung pada Kyungsoo yang bersiap untuk menarik tubuh Kyungsoo.

Dengan cepat Kyungsoo menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Sooyoung. Dia juga menolak kedua tangan Sooyoung yang ingin menarik dirinya, Kyungsoo tidak mau melepaskan dirinya dari Jongin.

"Bialin! Kyungie mau meluk Jongin bial Jongin hangat cepelti kata doktel, bial Jonginie cepet cembuh," kata Kyungsoo tegas dan makin mempererat pelukannya pada Jongin. "Tapi nanti kamu sakit kalau kamu memeluk Jongin seperti itu Kyungsoo,"

"Gak apa-apa, bialin aja Kyungie cakit. Yang penting Jonginie bica cembuh dali cakit demamnya. Kyungie kacian cama Jonginie doktel," Sooyoung hanya bisa terdiam mendengar ucapan Kyungsoo yang masih kekeuh itu. Dia hanya bisa menghela napas panjang melihatnya. "Baiklah jika itu mau Kyungsoo, tapi ingat yah, dokter sudah memperingatkan Kyungsoo loh,"

Kyungsoo mengangguk kecil sebelum akhirnya kembali memeluk Jongin dan mulai berusaha untuk tidur disampingnya. Dia tidak peduli dengan keringat Jongin yang bercucuran disekitar tubuhnya, yang penting bagi Kyungsoo, Jongin harus sembuh.

"Jonginie cepet cembuh…" bisik Kyungsoo yang sedetik kemudian mulai tertidur lelap disamping Jongin. Sooyoung pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Kyungsoo.

-oOo-

Kyungsoo mulai menggeliatkan tubuhnya, begitu dia merasakan seseorang tengah mencubiti kedua pipinya. Kedua mata bulat Kyungsoo mulai terbuka dan mendapati wajah cerah Jongin yang menatapnya. Kyungsoo pun langsung mengerjapkan kedua matanya dan mulai mengucek-nguceknya, memastikan apa yang dia lihat adalah kenyataan bukan mimpi.

"Jonginie cudah bangun? Apa Jonginie cudah cembuh ga cakit lagi?" tanya Kyungsoo dengan raut wajah polos nan imut miliknya pada Jongin. Jongin tertawa kecil melihat Kyungsoo dan kemudian mengangguk, lalu setelah itu Jongin mendaratkan sebuah kecupan kecil di bibir Kyungsoo.

"Jonginie cudah gak cakit lagi Kyungie hyung~ makacih cudah nemenin Jonginie dan ngelawat Jongine, Kyungie hyung~. Jonginie caaayyyaanggg banget cama Kyungie hyung,"

Kyungsoo tersenyum cerah dengan pipinya yang agak merona karena ucapan Jongin barusan. "Cama-cama Jonginie, maafin Kyungie udah bilang Jonginie jahat, telus Kyungie juga gak tahu kalau Jonginie lagi cakit," kata Kyungsoo dengan raut wajah sedih, Jongin menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Kyungsoo.

"Gak apa-apa kok Kyungie hyung, Jonginie akan celalu maafin Kyungie hyung kok," balas Jongin dengan senyum lebar yang membuat Kyungsoo tersenyum juga mendengar ucapannya.

"Kyungie hyung~,"

"Apa Jonginie?"

"Calanghae~" Kyungsoo mengerjapkan kedua matanya tidak mengerti dengan ucapan Jongin barusan.

"Eh? Apa itu calanghae Jonginie?" tanya Kyungsoo tidak mengerti. Jongin menggelengkan kepalanya, dia juga ternyata tidak tahu dan tidak mengerti.

"Gak tahu, tapi appa cuka bilang calanghae cama umma kalau umma ngelawat appa yang lagi cakit. Kyungie hyung kan udah ngelawat Jonginie jadi Jonginie bilang juga calanghae buat Kyungie hyung~" Kyungsoo pun langsung membulatkan mulutnya mendengar ucapan Jongin.

"Mungkin calanghae makcudnya telima kacih yah?" kata Kyungsoo yang diangguki oleh Jongin. "Mungkin juga cih Kyungie hyung," timpal Jongin sambil memanyunkan bibirnya lucu. Kyungsoo pun tertawa kecil melihatnya.

"Emh… Jonginie~ calanghae juga hihihi~" kata Kyungsoo sambil tertawa pelan yang membuat Jongin juga tertawa mendengarnya.

Mereka berdua pun kembali berpelukan bagai teletubbies dan Jongin yang sudah sembuh tentu saja langsung melakukan kebiasaannya pada Kyungsoo saat itu juga. Walaupun mereka berdua kini tengah terbaring di kasur dengan saling berhadapan satu sama lainnya. Jongin yah Jongin, dengan polosnya mulai mencium dan mengecupi wajah Kyungsoo dan Kyungsoo pun hanya bisa tertawa geli mendapat kecupan-kecupan dari Jongin tersebut.

Dan mereka tidak tahu bahwa kedua umma mereka sejak tadi memperhatikan dan mendengar apa yang mereka ucapkan. Umma Kyungsoo begitu shock sedangkan umma Jongin malah terisak pelan dan menyandarkan kepalanya pada pintu ruang kesehatan.

"Jongin kecilku, kenapa dengan Kyungsoo kau mengatakan saranghae? Tapi saat umma merawatmu yang sedang sakit kau tidak bilang saranghae hiks hiks malangnya nasibku," keluh umma Jongin sembari menggigit sapu tangan milik anaknya tersebut dengan berurai air mata.

TBC

Next : SuLay

"Sleep Over and Became a Suho Wife"

Gimana KaiSoo? Kurang manis, cukup manis atau Manis Bangetz hehe

Akhirnya setelah lima hari selesai juga nyelesain nih ff jangan salahkan author kalau ngetiknya lama dan sedikit, salahkan lah manajer author yang ngasih banyak tugas#plak

Author juga udah jarang muncul d fb hohoho, masih menggalau gak bisa ngirim messages di fanboard EXO hiks hiks #nangis sambil makan mie ayam(?)

Buat Readers, terima kasih sudah membaca dan mau mereview

Spesial Thanks and Kiss#hoek for:

Brigitta Bukan Brigittiw, YuniNJ, Aiiu d'freaky, StringKyu893, is0live89, needtexotic, Jl Dray, BabySuLayDo, Tania3424, ICE14, Lylyda, zhehoons, oline, ajib4ff, nandamahjatia97, Rany Panda Bbuing-bbuing, Cho Eun-Ji, PutchanC, Deer Panda, Azura Lynn Gee, IrmLovEXO, ayulopetyas11, AnieJOY'ERS, tiikaaa, Kopi Luwak, Raichi EXOtic Fujoshi, siscaMinstalove, IyaSiBum, paprikapumpkin, Lee EunSeok, christina, Byun Soo Ra, Gita Safira, DianaSangadji, Shin Min Hwa, 16june 5x, HSAdelia28, jennychan, springyeol 2x, KimHyunRan-Chu, 3, SooBaby1213 2, Rindaesung0910, URuRuBeak, Mii-Chan, KecoaLaut, Queen DheVils94, NicKyun, Septaaa, Rin Rin Kim ChenMin EXOtic, awlia, Huang Lin Mei, latilongitudeEXOTIC2507, 7, FuMidreamer, PandaMYP, neby, Jenn2797 2x, ayay.

Sekali lagi author ucapin Kamsahamnida *deep bow*

Mind to Review Again?