My Annoying Fiance

.

KyuMin

.

Rate T

.

Warning : Typo(s), Yaoi, Boys Love

.

DON'T LIKE, DON'T READ

.

Chap 10

.

.


"Sayang.. Tolong antarkan makanan ini ke apartemen Kyuhyun ya." suruh Teuki.

"Minnie sendiri ?" tanya Sungmin.

"Iya sayang.. Appa-mu belum pulang dari kantor, Kibummie sedang ada kelas akting.. Lalu, eomma masih harus memasak untuk appa-mu." jawab Teuki.

"Hmm.. Baiklah." ujar Sungmin pasrah.

Teuki menghampiri Sungmin dengan membawa kotak makanan.

"Lagipula, ini kesempatan bagus untukmu meminta maaf pada Kyuhyun." saran Teuki.

Sungmin tersenyum.

"Iya, eomma.. Minnie akan minta maaf pada Kyunnie hyung." seru Sungmin.

"Ya sudah.. Cepat berangkat !" suruh Teuki.

"Oke bos !" Sungmin meninggalkan Teuki.

Akhirnya Sungmin pergi menuju apartemen Kyuhyun menggunakan bis.

.

.


apartemen Kyuhyun

Sungmin berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun.

"Apa kata sandinya masih sama ya ?" gumam Sungmin.

Sungmin mencoba kata sandi lama yang dia ingat ketika tinggal di rumah Kyuhyun.

TLIT.

Bunyi kunci pintu terbuka.

"Wahhh.. Ternyata kata sandinya masih sama." Sungmin memasuki apartemen Kyuhyun.

"Kyunnie hyung ! Kyun-ASTAGA ! Kyunnie hyung !" Sungmin buru – buru menghampiri Kyuhyun yang terhuyung dan terjatuh.

Kyuhyun terjatuh dan menumpahkan air putih yang ada di gelas yang dia pegang.

"Ming ? Akhh.. Pasti hanya halusinasiku saja.. Kepalaku pusing sekali." gumam Kyuhyun.

Lalu, Kyuhyun pingsan.

"Kyunnie hyung ! Aduh, bagaimana ini ?" Sungmin langsung menangkap tubuh Kyuhyun dan memeriksa suhu tubuh Kyuhyun.

"Kyunnie hyung demam." Sungmin membaringkan tubuh Kyuhyun di ranjang dengan susah payah.

"Ugh.. Kyunnie hyung berat." gumam Sungmin dan membaringkan tubuh Kyuhyun di ranjang.

"Kyunnie hyung kenapa bisa demam ? Apa kau makan dengan baik ?" Sungmin bermonolog di depan Kyuhyun, berharap Kyuhyun menjawabnya.

"Ssshhh.. Dingin." gumam Kyuhyun.

Sungmin mengambil selimut dan menyelimuti Kyuhyun.

.

Lalu, Sungmin menghubungi Teuki.

"Eomma !" panggil Sungmin.

"Ada apa, sayang ?" tanya Teuki.

"Kyu-Kyunnie hyung sakit, eomma." jawab Sungmin.

"Apa ? Lalu bagaimana keadaannya sekarang, sayang ?" tanya Teuki.

"Minnie baru membaringkan dia di ranjang, eomma.. Minnie harus bagaimana ?" jawab Sungmin sambil meminta pendapat Teuki.

"Kau kompres saja dulu dengan air dingin.. Lalu, beri dia obat penurun panas." jawab Teuki.

"Hmm.. Baiklah.. Terima kasih, eomma.. Minnie akan melakukan saran eomma.. Nanti Minnie akan menghubungi eomma lagi." ucap Sungmin.

"Baiklah, sayang.. Kalau kau mau mengurus Kyuhyun, kau boleh menginap di tempat Kyuhyun.. Lagipula besok kan hari libur." saran Teuki.

"Hmm.. Baik, eomma." Sungmin menutup panggilan tersebut.

Lalu, Sungmin mulai melakukan saran dari Teuki yaitu mengompres Kyuhyun.

.

.


Sementara itu..

"Jadi.. apa yang ingin kalian bicarakan ?" tanya Kangin.

Kangin, Teuki, Heechul, dan Hangeng sedang berada di ruang makan bersama Kibum dan Siwon.

"Hmm.. Begini paman.. Aku dan Kibum.. Aduh, bagaimana mengatakannya ya ?" Siwon bingung sendiri bagaimana menjelaskan hubungannya dan Kibum.

"Ish ! Ayo, hyung.. Kenapa kau jadi gugup seperti itu ?" bisik Kibum sambil menyenggol sikut Siwon.

"Aishh.. Harusnya kau bantu aku, Bummie." balas Siwon sambil mendesah frustasi.

"Ada apa, Kibummie ?" tanya Teuki.

"Hmmm.. Itu.. Aku dan Siwon hyung sudah berpacaran." jawab Kibum sambil menunduk.

HENING

"Sudah berapa lama kalian berpacaran ?" tanya Hangeng.

"Hmm.. Kira – kira setelah pertunangan Kyuhyun dan Sungmin.. Sudah setahun." jawab Siwon.

"Apa itu ada hubungannya dengan kau yang meminta bekerja di kantor appa ?" tanya Hangeng.

Siwon mengangguk.

"Iya, appa.. Aku ingin menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Kibum kelak." jawab Siwon.

Kibum menyenggol Siwon.

"Aishh.. Tidak usah menjawab seperti itu." bisik Kibum malu.

"Memang benar begitu, kok." balas Siwon.

Akhirnya para orang tua tersenyum.

"Aigoo~~.. Aku bahagia karena akan punya calon menantu yang cantik dan manis seperti Kibummie." Heechul bertepuk tangan.

Siwon dan Kibum kaget.

"Eo-eomma tidak marah ? Eomma setuju dengan hubungan kami ?" tanya Siwon.

"Kenapa eomma harus marah ? Jangankan eomma.. Eomma yakin appa, Kangin, dan Teuki juga menyetujui hubungan kalian." jawab Heechul.

Kibum melihat Kangin dan Teuki.

"Kami merestui kalian, nak.. Tapi kalian juga jangan lupa kalau orang tua Kibum juga harus tahu tentang hubungan kalian." Teuki memperingatkan.

Kibum menepuk jidatnya.

"Hmm.. Bagaimana kalau eomma saja yang aku beritahu, appa tidak usah." ucap Kibum.

"Kenapa begitu, Kibummie ?" tanya Hangeng.

Kangin dan Teuki tersenyum.

"Sepertinya Kibummie takut kalau nanti ayahnya tidak setuju dengan hubungannya dengan Siwon." jawab Kangin.

"Kenapa seperti itu ?" tanya Heechul.

"Well.. Kibum adalah satu – satunya anak mereka.. Aku yakin tidak mudah menaklukkan hati ayahnya Kibum.. Jadi, kau harus berusaha lebih keras Siwonnie." jawab Teuki.

Siwon melihat Kibum.

"Begitukah ? Ayahmu sangat galak ya ?" tanya Siwon.

Kibum mengangguk.

"Hahahaha.. Terus terang saja, tidak mudah menaklukkan adikku itu.. Waktu Kibum ingin tinggal disini saja, aku dan Sungmin harus berhari – hari meyakinkannya kalau Kibum akan baik – baik saja bersama kami.. Sampai – sampai Sungmin menangis berhari – hari dan memohon Kibum untuk tinggal bersama kami." jelas Kangin.

Siwon menatap Kibum khawatir.

"Agak mengerikan." gumam Siwon.

"Apa ? Hyung bilang apa ?" tanya Kibum.

"Ah ? Tidak.. Aku tidak bilang apa – apa." jawab Siwon bohong.

"Kalau kau benar – benar menginginkan Kibum, kau harus berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkannya, nak." Hangeng menepuk bahu Siwon.

"Baik, appa.. Aku akan menemui orang tua Kibum." ucap Siwon sambil menggenggam tangan Kibum.

"Aigoo ~~ Anak kita benar – benar sudah dewasa, yeobo." Heechul memeluk lengan Hangeng.

.

.


apartemen Kyuhyun

Sungmin begitu telaten merawat Kyuhyun. Dia mengompres Kyuhyun dan mengganti kemeja Kyuhyun dengan kaus biasa, tapi tidak untuk celananya.

Sungmin menyelimuti Kyuhyun setelah meminumkan obat pada Kyuhyun.

Kyuhyun terus saja mengigau kedinginan.

"Brrr.. Miiing~~." Kyuhyun mulai mengigau.

"Iya, Kyunnie hyung.. Minnie disini." jawab Sungmin sambil merapikan poni Kyuhyun.

Sungmin meletakkan kain basah yang digunakan untuk mengompres itu ke baskom.

"Aku.. dingin." ucap Kyuhyun dengan susah payah.

Sungmin memeriksa suhu tubuh Kyuhyun.

"Tubuhnya masih panas." gumam Sungmin.

Lalu, tanpa berpikir lagi Sungmin merebahkan dirinya di samping Kyuhyun dan memeluknya.

"Ming.. Jangan pergi." Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada Sungmin.

"Tidak.. Minnie akan disini menjaga hyung.. Tidurlah.. Minnie tidak akan kemana – mana." Sungmin mengecup kening Kyuhyun.

Kyuhyun sudah lebih tenang sekarang dan nafasnya mulai teratur, tapi pelukannya pada Sungmin makin mengerat.

"Akhirnya tidur dengan tenang juga.. Kenapa Kyunnie hyung bisa sakit ? Apa tidak ada yang memperhatikanmu selama ini ? Minnie jadi sedih kalau Kyunnie hyung sakit begini." Sungmin bermonolog sambil mengusap keringat dingin yang membasahi wajah Kyuhyun.

Setelah itu, Sungmin memberanikan dirinya mencium bibir Kyuhyun.

"Minnie mencintai Kyunnie hyung." gumam Sungmin.

Setelah mengatakan cintanya, Sungmin pun menyusul Kyuhyun ke alam mimpi sambil memeluk Kyuhyun.

.


Keesokkan harinya..

"Eungghhh." lenguh Sungmin.

Perlahan Sungmin membuka matanya dan langsung melihat wajah Kyuhyun yang tepat berada di hadapannya.

"Selamat pagi, cantik." sapa Kyuhyun sambil tersenyum lemah.

Mata Sungmin membulat.

"Kyunnie hyung sudah tidak apa – apa ? Kenapa tidak membangunkan Minnie kalau Kyunnie hyung sudah bangun ? Bagian mana yang sakit ? Apa Kyunnie hyung pusing ? Kenapa Kyunnie hyung bisa sakit ? Kau makan dengan baik kan ? Kenapa tidak memberitahu Minnie kalau hyung sakit ? Coba kalau Minnie tidak datang, kau pasti akan pingsan dan tidak ada yang meno-mmpphhh." ucapan Sungmin dipotong oleh sebuah ciuman manis dari Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit melumat bibir Sungmin dan membuat Sungmin mengeluh tertahan.

"Eummhh." lenguh Sungmin ketika Kyuhyun melepas ciumannya.

Wajah Sungmin merona hebat.

"Kau cerewet sekali, Ming.. Aku masih sakit, kau tidak mau kan kalau aku bertambah pusing ?" keluh Kyuhyun.

Sungmin menggeleng sebagai jawaban.

"Hyung, Minnie ingin minta maaf soal kejadian kemarin.. Minnie kemarin kaget karena tiba – tiba melihat Kyunnie hyung disamping Minnie saat Minnie terbangun." jelas Sungmin.

"Tidak apa – apa, Ming.. Aku sudah memaafkanmu." balas Kyuhyun.

Sungmin tersenyum riang.

"Ya sudah, Minnie akan membuatkan Kyunnie hyung bubur dulu." Sungmin ingin beranjak dari ranjang, tapi Kyuhyun menahannya.

"Kenapa hyung ?" tanya Sungmin.

"Terima kasih.. karena kau sudah merawatku." jawab Kyuhyun.

Sungmin tersenyum.

"Sama – sama, Kyunnie hyung." balas Sungmin.

Lalu, Sungmin menuju dapur untuk membuat bubur.

.

Tak lama kemudian, Sungmin membawa semangkuk bubur dan segelas air hangat.

"Kyunnie hyung harus makan dulu biar cepat sembuh." seru Sungmin ceria.

"Mulutku pahit, Ming." jawab Kyuhyun.

"Harus dipaksakan, Kyunnie hyung.. Biar Minnie suapi." Sungmin menyendok buburnya dan menghadapkannya ke mulut Kyuhyun.

"Ayo, buka mulutnya." suruh Sungmin.

Dengan ragu, Kyuhyun memakan bubur itu.

"Bagaimana ? Enak kan ?" tanya Sungmin.

"Hmm.. Rasanya tidak terlalu buruk." jawab Kyuhyun.

Sungmin tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun.

"Ming." panggil Kyuhyun.

"Ya ?" balas Sungmin.

"Kau tahu ? Semenjak kita putus, tidak ada lagi yang cerewet padaku." cerita Kyuhyun.

"Bukannya menyenangkan kalau tidak ada orang yang cerewet padamu ? Pasti hidupmu jadi lebih tenang." tanggap Sungmin sambil terus menyuapkan bubur pada Kyuhyun.

"Ya.. Aku berpikir begitu pada awalnya, tapi seperti ada yang hilang dan sepi.. Dan aku merindukannya.. Aku merindukanmu, Ming.. Apa.. apa kau merindukanku juga ?" tanya Kyuhyun.

Wajah Sungmin memerah.

"Hmm.. Iya, Minnie .. Minnie merindukan Kyunnie hyung juga." jawab Sungmin sambil tertunduk.

"Ming.. Apa kau masih mencintaiku ?" tanya Kyuhyun.

Sungmin meletakkan mangkuk bubur yang sudah habis dan mengambil minum untuk Kyuhyun. Lalu, Kyuhyun meminumnya.

Sungmin masih diam dan belum memberi jawabannya.

"Jawab aku, Ming." ujar Kyuhyun gemas.

.

Lalu, tiba – tiba..

"Hai, anakku yang manja.. Katanya kau sedang sakit.. Tapi, sepertinya kau sudah sehat." sapa Heechul yang telah masuk.

Mata Kyuhyun membulat.

"Eomma ?! Aishh.. Mengganggu saja." teriak Kyuhyun.

Sungmin juga terkejut melihat kedatangan Heechul lalu disusul dengan Hangeng, Teuki, dan Kangin.

"Eomma dan appa juga datang ?" tanya Sungmin.

"Kami mengkhawatirkan kalian berdua, nak." jawab Teuki.

"Baiklah.. Kalian duduk saja.. Biar Minnie buatkan minuman." Sungmin pergi menuju dapur.

"Aku ikut." seru Kyuhyun sambil mengekori Sungmin ke dapur.

Tapi, Heechul menarik kaus Kyuhyun.

"Eiittsss.. Mau kemana kau ? Temani kami !" titah Heechul.

"Aishhh.. Aku ada urusan penting dengan Minnie, eomma." jelas Kyuhyun.

"Temani kami atau Minnie pulang !" ancam Heechul.

"Aishh !" Kyuhyun menuju ruang tamu mendahului Heechul.

Heechul tersenyum puas.

Sungmin yang melihat kejadian itu hanya tertawa tanpa suara.

.

Sungmin membawa minuman dan cemilan lalu ikut duduk bersama Kyuhyun, orang tuanya, dan orang tua Kyuhyun.

"Kau sudah baikan ?" tanya Hangeng pada Kyuhyun.

"Ya, appa.. Berkat Minnie." jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

Para orangtua saling bertatapan.

"Kau benar – benar menyayangi anakku ?" tanya Kangin pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk kaku.

"I-iya, paman." jawab Kyuhyun.

Sungmin tertegun dan terharu dengan jawaban jujur Kyuhyun.

Heechul tersenyum.

"Lalu kau bagaimana, Minnie ? Apa kau menyayangi anakku ?" tanya Heechul.

Sungmin bingung harus menjawab apa. Sungmin menatap Kangin dan Teuki dengan tatapan bertanya.

"Jawablah sesuai kata hatimu, nak." nasehat Teuki.

Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Minnie.. Minnie sebenarnya masih menyayangi Kyunnie hyung.. Tapi untuk menjalin hubungan lagi, Minnie masih takut." jawab Sungmin.

Kyuhyun menundukkan kepalanya setelah mendengar jawaban Sungmin.

Heechul menghela nafas melihat Kyuhyun yang sepertinya sedih dengan jawaban Sungmin.

"Aku mengerti perasaanmu, Minnie.. Aku juga pasti akan seperti itu jika jadi kau." ujar Heechul.

Kyuhyun menatap Heechul malas.

"Eomma tidak membantu." bisik Kyuhyun pada Heechul.

"Anak kurang ajar." desis Heechul.

"Ekhem !" dehem Hangeng yang melihat Kyuhyun dan Heechul berbisik – bisik.

Kyuhyun dan Heechul agak tersentak mendengar deheman Hangeng.

"Semuanya kami serahkan padamu, Minnie-ya.. Kami tidak akan memaksa atau menjodohkanmu dengan siapapun." jelas Hangeng.

Sungmin tersenyum.

"Terima kasih, paman." balas Sungmin.

"Nah ! Untuk kau, Kyuhyun ! Jika kau benar – benar mencintai Minnie, kau harus mendapatkan hatinya kembali dan meyakinkan Minnie kalau kau adalah yang terbaik untuknya." ucap Hangeng.

"Iya, appa." jawab Kyuhyun pasrah.

Teuki tersenyum.

"Tenang saja, Kyu.. Minnie itu tidak mudah berpaling ke lain hati." ucap Teuki.

Sungmin membulatkan matanya.

"Ish ! Eomma ! Jangan bicara yang macam – macam !" bisik Sungmin malu.

Teuki, Kangin, Hangeng dan Heechul tersenyum.

"Aigoo ~~.. Aku jadi ingat.. Baru saja kemarin Minnie memeluk Kyuhyun semalaman." goda Kangin.

"Ish ! Appa, hentikan !" teriak Sungmin.

Kyuhyun terkekeh.

Dalam hati Kyuhyun, dia pasti bisa mendapatkan hati Sungmin kembali. Karena dia percaya kalau Sungmin masih mencintainya.

"Lihat saja.. Kalau Kyuhyun tidak berhasil meraih hati Minnie, aku akan menyarankan Minnie untuk berhubungan dengan Siwon." ucap Heechul.

Kyuhyun membulatkan matanya.

"Tidak, eomma.. Tadi appa bilang kalau Minnie tidak akan dijodohkan dengan siapa – siapa." protes Kyuhyun.

"Siapa bilang aku akan menjodohkan Minnie dengan Siwon ? Aku hanya menyarankan.. Makanya, dengarkan eomma-mu kalau sedang bicara." kesal Heechul.

Kyuhyun hanya bisa mendengus.

Teuki dan yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah ibu dan anak itu.

"Kau terlihat semakin kurus, Kyuhyun-ah." ucap Teuki perhatian.

"Akhir – akhir ini aku banyak sekali pekerjaan, bi.. Jadi, aku terkadang lupa makan dan langsung tidur.. Atau aku hanya akan minum kopi." jawab Kyuhyun.

Heechul memandang Kyuhyun dengan kasihan.

"Maafkan eomma yang jarang memperhatikanmu, sayang." Heechul mengelus pipi Kyuhyun.

"Tidak apa – apa, eomma.. Ini memang salahku yang tidak bisa menjaga kesehatan dan tidak mendengar nasehatmu." balas Kyuhyun.

Baru saja mereka adu mulut, tapi sekarang mereka sudah mesra lagi.

"Apa ini ada hubungannya dengan kau dan Seohyun putus ?" tanya Hangeng.

"Ti-tidak, appa. Ini semua tidak ada hubungannya dengan itu." jawab Kyuhyun sambil melirik ke arah Sungmin.

.

'Apa benar Kyunnie hyung sakit karena putus dengan Seohyun noona ? Oh iya, aku lupa.. Seohyun noona kan begitu berarti bagi Kyunnie hyung.. Pasti Kyunnie hyung frustasi sampai tidak makan dan akhirnya sakit.' batin Sungmin.

.

"Kasihan sekali anakku.. Tidak ada yang memperhatikanmu, nak.. Kau tinggallah dengan kami, Kyu." suruh Heechul.

"Tidak usah, eomma.. Lagipula, aku hanya demam biasa.. Tidak usah khawatir." balas Kyuhyun sambil tersenyum.

Sungmin merasa kasihan pada Kyuhyun. Ingin rasanya Sungmin menawarkan diri untuk menjadi orang yang akan memberi perhatian untuk Kyuhyun, menjadi pengingat bagi Kyuhyun, menjadi seseorang yang berarti bagi Kyuhyun. Tapi, Sungmin masih belum yakin tentang perasaan Kyuhyun padanya. Dia takut kalau Kyuhyun masih mencintai Seohyun.

"Andai saja, Minnie tinggal disini lagi.. Kau mungkin tidak akan sakit, Kyu." kata Heechul.

Kyuhyun melirik Sungmin yang memegang tengkuk lehernya.

"Eomma.. Sudahlah.. Aku baik – baik saja." jawab Kyuhyun yang merasa tak enak pada Sungmin.

Teuki dan Kangin saling menatap.

"Baiklah.. Sepertinya, Kyuhyun butuh istirahat.. Kami akan pulang." Kangin berdiri dari duduknya dan diikuti dengan Teuki serta Sungmin.

"Loh ? Ming ? Kau juga ikut pulang ?" tanya Kyuhyun.

Sungmin mengangguk.

"Iya, Kyu.. Besok kan Minnie harus sekolah." jawab Teuki.

"Oh.. Iya." balas Kyuhyun sedih.

Kyuhyun ingin sekali berkata 'Ming, jangan pergi', tapi tiba – tiba lidahnya kelu.

"Baiklah.. Kalian hati – hati di jalan." Hangeng, Heechul dan Kyuhyun mengantar Teuki, Kangin dan Sungmin ke pintu keluar.

"Cepat sembuh ya, Kyu." ucap Kangin.

"Terima kasih, paman.. Terima kasih, bibi dan Minnie yang sudah merawatku." balas Kyuhyun.

"Sama – sama, hyung." balas Sungmin sambil tersenyum.

BLAM

Pintu apartemen tertutup.

"Aku tidak butuh istirahat.. Yang aku butuhkan hanyalah kau, Ming." gumam Kyuhyun.

Kyuhyun menyusul Hangeng dan Heechul yang sudah duduk kembali di ruang tamu.

.

.


"Hiks.. Choco." isak Eunhyuk saat berada di pemakaman Choco.

"Sudahlah, Hyuk.. Choco sudah tenang disana." Donghae menenangkan Eunhyuk dengan memeluknya.

"Tapi, aku yang merawatnya dari kecil.. Hiks.. Dia sudah seperti anakku sendiri." Eunhyuk mengeratkan pelukannya pada Donghae.

"Iya, aku mengerti.. Aku juga pernah ditinggal mati oleh anjingku.. Aku juga sangat sedih pada waktu itu, tapi aku berpikir lagi kalau itu adalah yang terbaik karena usianya yang sudah semakin tua dan tubuhnya tidak selincah saat dia masih muda." jelas Donghae.

"Kau benar." ucap Eunhyuk saat bisa mengontrol tangisnya.

Donghae melepas pelukannya dan menatap mata Eunhyuk.

"Kau tidak sendirian.. Masih ada aku yang akan menemanimu." ucap Donghae yang dilanjutkan dengan mempersempit jarak diantara mereka.

Dan tanpa mereka sadari, mata mereka sudah terpejam dan…

CHU~

Donghae mencium bibir Eunhyuk.

Mereka menikmati saat bibir itu menempel satu sama lain.

Setelah itu, Donghae melepaskan ciumannya.

"Ma-maaf.. Aku.. aku tidak sengaja." Donghae meminta maaf.

Wajah Eunhyuk dan Donghae kini merona hebat.

"Tidak.. Ini bukan salahmu." balas Eunhyuk sambil menunduk malu.

Setelah itu, mereka hanya saling menatap dan tersenyum.

.

'Semoga kau tenang di alam sana, Choco-ya.' batin Eunhyuk.

.

.


Kafe

"Hyung ! Apa kau benar – benar ingin menemui orangtuaku ?" tanya Kibum.

"Iya, sayang.. Aku kan sudah bilang kalau aku ingin menemui orangtuamu dan meminta restu pada mereka.. Kenapa ?" jawab dan tanya Siwon.

Kibum memainkan ujung kaus yang ia pakai.

"Aku.. aku takut kalau appa-ku tidak merestui kita, hyung." jawab Kibum.

Siwon tersenyum dan memeluk Kibum.

"Aku akan melakukan apapun untuk mendapat restu dari kedua orangtuamu, sayang." Siwon mengecup kepala Kibum.

"Terima kasih, hyung.. Aku mencintaimu." Kibum mengecup pipi kanan Siwon.

Siwon tersenyum.

"Hey ! Kenapa hanya yang kanan yang kau cium ? Yang kiri akan iri nanti." Siwon menyodorkan pipi sebelah kirinya.

"Ish ! Kau ini." dengus Kibum sambil meraih pipi kiri Siwon dan mengecupnya.

"Baiklah.. Sepertinya 3 hari lagi kita sudah harus terbang ke Jepang." ucap Siwon.

Mata Kibum membulat.

"Apa ? 3 hari ? Cepat sekali, hyung." tanya Kibum.

"Lebih cepat, lebih baik kan ?" jawab Siwon sambil tersenyum.

Kibum menggelengkan kepalanya.

"Kau sangat mencintaiku, ya ?" goda Kibum.

"Sangat, sayang.. Aku sangat mencintaimu." jawab Siwon.

Kibum tersenyum.

"Aigoo ~~.. Mimpi apa aku hingga mendapat kekasih seorang mantan playboy ?" goda Kibum lagi.

"Hahaha.. Kau yang membuatku berhenti menjadi playboy." ucap Siwon.

"Benarkah ? Kau benar – benar sudah berhenti menjadi playboy ?" tanya Kibum.

Siwon menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Persiapkan dirimu untuk menemui orangtuaku, hyung." Kibum memeluk Siwon.

.

.


Rumah Sakit

"Eomma.. Bagaimana setelah eomma diperbolehkan pulang, kita pindah dari sini ?" tanya Seohyun.

Nyonya Jo mengernyitkan dahinya.

"Memangnya kenapa, Seo ?" tanya nyonya Jo.

Seohyun menghela nafasnya sebentar.

"Entahlah, eomma.. Aku hanya ingin suasana baru." Jawab Seohyun.

Nyonya Jo memeluk Seohyun.

"Ada apa, nak ? Kau bisa bercerita pada eomma." Ucap nyonya Jo.

"Aku baik – baik saja, eomma.. Eomma tenang saja." Seohyun balas memeluk nyonya Jo dan tanpa dia sadari, setetes air mata jatuh ke pipinya. Dia buru – buru menghapusnya.

.

'Maafkan aku, eomma.. Aku hanya akan makin merasa sakit jika terus berada di sini.. Aku belum siap melihat Kyuhyun dan Sungmin bersama lagi.' batin Seohyun.

.

.

.

TBC

.

Hai hai ~~~~

Balik lagi sama aku dan ff yang belum selesai ini..

Aku minta maaf banget buat yang udah nunggu2 ff ini dan malah bikin ff ini makin gak jelas..

Aku juga mau bilang terima kasih buat yang masih nunggu dan review ff ini..

Saranghae ^^

.

Za KyuMin : makasih ya udah mau review ^^

seira minkyu : makasih ya.. mudah2an di chapter ini, kamu kebawa alur ceritanya juga.

reiasia95, Chominhyun, chu, orange girls, Guest, lee sunri hyun, Kmg6384, CutieJoyers137 , Gyumin, Ria, Altree Velonica, leekyumincho, hyuknie , Nuralrasyid : makasih buat review nya.. maaf kalo makin gak jelas.

guest137 : mudah2an Kyu bisa rujuk lagi sama Ming.

5351, Adekyumin joyer : ada ide buat rintangan hubungan KyuMin ?