Tittle : Another |Chap 7| Sphere Joint Bagian 2
Author : NL
Cast : Exo
Genre : Mystery, Drama, Horror,School, Romance(?)
Lenght : 7 of ?
Disclamer
Film anime jepang yang diangkat dari cerita fiksi misteri horor karya Yukito Ayatsuji, dan sebuah manga yang ditulis oleh Hiro Kiyohara.
Author note : Nikky is back~ ada yang kangen? Pertama-tama maaf banget nikky baru muncul sekarang setelah sebelumnya menghilang dalam jangka waktu yang lama banget. Ada beberapa urusan dan alesan yang emang ga bisa diganggu gugat -_- pengennya semua urusan ngilang gitu aja biar nih kepala ga pusing dan geger otak #plak abaikan. So happy reading
::
Remake dari sebuah film anime jepang yang berjudul ANOTHER
::
::
THANKS TO :
Fujoshi203
Ceritanya ngebingungin ya? Sama nikky juga -_- untuk layhan ya, nikky juga bingung soalnya nikky sendiri ngambil lulay, soalnya luhan itu seseorang yang selalu jagain Lay. Tapi moment mereka berdua lebih ke sahabat dibanding couple sih.
KrAy24
Intinya sih, mereka itu lagi nyari cara buat ngeberentiin kematian yang bakal terjadi setiap bulan. Di akhir cerita, nikky bakal kasih penjelasannya kok, jadi ditunggu chap 13 nya ya^^
fantasialive
luhan mati apa ga ya? Bisa diliat di chap 7 bag.2
heerinsslayeol
awalnya manga, terus anime [ .id/another-subtitle-indonesia/], abis gitu movienya atau live actionya [ .id/another-live-action-subtitle-indonesia/], kalo males download, bisa diliat di youtube, tapi ya itu adanya eng sub.
Nurfariza
Weh malah jadi rumit ya,padahal Luhan udah sedikit dapet titik terangnya lho.
Viluphie
Chanyeol malah dapet getahnya ya :D terus yang bagian akhir itu,lebih jelasnya ada di chap 7 bag. 2 ne, gomawo nikky kemarin kejar tayang buat ngerjain tugas biar ga numpuk.
ByunnaPark
Luhan nya mati ga ya? bisa diliat di chap 7 bagian 2. Ia, soalnya walaupun mereka berdua ga di anggap tetep aja ada yang mati, guru lee contohnya. Terus kris mutusin kalo mereka 'ada' lagi.
Dirly Kim
Jawabannya ada di chap 7 bagian 2.
Chenma
Wew, pas bagian itu emang seru, tapi yang actionnya, no comment nikky ga berani liat.
Chonurullau40 a.k.a Miss Zhang
Pertama : Ternyata dengan ga dianggapnya mereka masih ada aja yang mati, guru lee contohnya. Terus kris mutusin buat mereka 'ada' lagi.
Kedua : jawabannya ada di chap 7 bagian 2
Ketiga : Anime Another udah tamat, ada 12 chapter. Cuman, Another bakal ada season 2 nya.
Baby Magnae
Ne, anime Another emang ada season 2 nya. Cuman setau nikky animenya belum keluar.
ChaShawol a.k.a Jjongie Chaca Yixing
Yixing itu ga aneh, cuman emang sifat dianya gitu. Yang bagian akhir jawabannya ada dichap 7 bag. 2.
Fikyu
Pasti Luhan dan Yixing yang selalu kena awalnya, tapi di chapter selanjutnya dan selanjutnya bakal ketemu jawabannya
Guest
Ne, apalagi kalo nonton animenya langsung, apalagi kalo yang live actionnya tambah merinding. Maksud Yixing itu, 'orang yang mati' adalah orang yang harus disingkirkan, biar malapetakanya berhenti.
chindrella cindy
Kurang lebihnya kaya gitu. Key punya temen, cuman dampak kejadian ini ngebuat siswa kehilangan beberapa memorinya, jadi mereka ga ngeh kalo Key itu sebenernya udah mati.
Ia, kris ngelakuin itu buat wanti-wanti. Yang mati di bulan Juli datanya belum ada, soalnya pada tahun itu mereka ga tau siapa yang mati di bulan juli, ternyata dibulan itu yang matinya eommanya Luhan. Kenapa eommanya, perlu diketahui pada tahun itu adik eommanya Luhan berada di kelas 12-3.
RaeMii
Luhan mati ato ga nya, bisa diliat di chap 7 bagian 2.
Cho ryeosung
Jawabannya ada di chap 7 bagian 2.
Hilwani
Hulan mati ato ga nya, jawabannya ada di chap 7 bag 2
hijkLEETEUK
Maksud chingu Yixing ya bukannya Luhan, kan ya
Lhyn Hatake
Aloo juga Lhyn. Peratama, makasih atas reviewnya, nikky ga mau boong kalo nikky tersanjung atas reviewnya. Padahal, nikky ngerasa kalo fic remakenya belum bisa dikagorikan bagus. Kedua, dasarnya emang nikky kurangteliti jadi banyak typo, apalagi pas bagian kalo eommanya Luhan itu mati antara 15 ato 18 tahun yg lalu, dan finalnya 18 tahun yang lalu. Ketiga, DAEBAK! Kamu udah nyeritain hampir keseluruhan inti cerita. Yup, disini pasa siswa harus nyari si AKey nya itu, kalo udah ketemu, barulah kutukan itu bakal berhenti.
Xelo
Nikky udah bales reviewnya langsung ke PM ya, ternyata balesan nikky nya panjang -_- simplenya, nikky sengaja ngadain nama Yixing ada 3, biar bisa bikin readers harus nebak-nebak. Terus kenapa mata Yixing beda, udah nikky jelasin di PM ya
::
::
Another |Chap 7Sphere Joint Bagian 2
::
::
Tap
.
Tap
.
Tap
Langkahnya masih menelusuri lorong kelas yang sunyi, entah apa yang sedang ia lakukan sendirian di koridor sekolah. Kelas demi kelas ia lewati, walaupun ruangan dalam keadaan gelap ia masih saja berjalan di tengah-tengah kesunyian, sendiri tak ada orang lain selain dirinya.
Kakinya masih melangkah entah kemana, yang ia tahu hanya bisa terus berjalan kedepan tanpa ujung. Dan ia juga tak berniat sekalipun untuk berhenti.
Tap
.
Tap
.
Tap
.
"Siapa yang mati?"
.
"eoh?"
Ia menghentikan langkahnya saat mendengar seseorang bertanya, membalikkan badannya dan menemukan sosok Yixing di samping jendela kelas, wajahnya pucat dan dingin. Yixing menatapnya tajam seakan-akan ingin menerkamnya.
"Siapa yang mati?"
Kembali pertanyaan itu terulang, ia kembali membalikkan badannya kearah lain. Ia melihat teman sekelasnya memenuhi lorong sekolah dengan wajah pucat sama halnya seperti Yixing.
"Akh!" Tiba-tiba saja ia merasakan sedikit nyeri di di dadanya.
"Siapa yang mati, Luhan-sshi?" Kembali pertanyaaan itu terdengar ditelinganya,
Namja yang tadi berjalan sendirian yang diketahui adalah Luhan hanya bisa menahan nafasnya. Dadanya sedikit terasa sesak. Dengan tergesa ia membuka salah satu pintu kelas tepat berada disampingnya.
.
Cklek
.
DEG!
Kembali pemandangan mengerikan ia dapatkan, ia menemukan temannya yang lain sedang menghujaminya tatapan tajam, seolah-olah ialah sang pelaku utama malapetaka yang sedang terjadi.
"Ugh!" Luhan meremas dadanya tak kala ia melihat sesuatu yang lebih mengerikan dari sebelumnya. Matanya menyiratkan ketakutan yang luar biasa.
Mata itu, mata teman sekelasnya. Luhan tak bisa memungkirinya bahwa ini adalah keadaan tersulit yang pernah ia alami. Darah itu, mata itu mengeluarkan darah dan lama-kelamaan darah semakin deras membajiri tiap-tiap tubuh teman sekelasnya. Kulit mereka terkelupas, mempelihatkan gumpalan daging kemerahan.
Luhan menutup kembali pintu kelas, lalu berusaha untuk menjauhi tempat tersebut, saat ia ingin membalikkan tubuhnya tiba-tiba saja tubuhnya menegang hebat, didepannya kini sosok Yixing tengah menghadangnya.
Yixing melangkah mendekati Luhan pelan." Orang yang mati…."
.
.
"…adalah kau."
"A-aku?" Ucap Luhan tercengang.
"Arrrrrrrggggghhhhhhh!"
Slap!
"Argghhh…hah…hah…hah."
Deru nafas kasar terdengar cukup jelas, bahkan kini tubuhnya sudah dibanjiri oleh keringat. Tangan kanannya meremas selimut yang sebelumnya menutupi tubuhnya erat sedangkan tangan sebelah kirinya memegang dadanya. Wajah pias dan tubuh yang bergetar hebat itu cukup membuktikan bahwa kondisinya kini tak bisa dibilang dalam keadaan baik-baik saja.
Pandangan matanya yang masih sedikit mengabur menyapu seluruh ruangan yang kini ditempatinya. Mencoba untuk mencermati kejadian yang baru terjadi. Mencoba meyakinkan dirinya bahwa keadaan memang aman-aman saja.
Kepalanya terasa pusing saat ia kembali mengingat bahwa pemuda tersebut baru saja mengalami mimpi yang sangat mengerikan. Dimana ia lah titik pusat malapetaka yang terjadi di kelasnya. Tak bisa dipungkiri olehnya, Luhan merasa bahwa mimpi itu benar-benar terlihat sangat nyata. Dan yang membuatnya seperti orang ketakutan adalah saat mengetahui bahwa ialah yang mati.
Drrt…drrt…drrt…
Luhan tersentak kaget saat dirasa sebuah getaran tepat berasal dari samping tempat tidurnya. Menghela nafas lega saat ia tahu bahwa handphonenya lah yang bergetar. Dengan cepat tangan itu menggapai benda yang sedari tadi bergetar.
"Yoboseyo?"
"Ya ampun, India semakin panas! Bagaimana kabarmu, anakku?"
Tidak butuh seperkian detik bagi Luhan menjauhkan handphone tersebut dari telinganya, ia sudah menduga sejak awal saat ia tahu bahwa ayahnya yang menelepon. Awal yang ia dapatkan pasti teriakan menjengkelkan milik sang ayah, seperti biasa mengeluh tentang betapa panasnya India. Salahkan dirinya sendiri yang harus mau menerima tugas disana. Dan ia menambahkan sebuah pertanyaan tentang kabarnya kini.
"Baik-baik saja." Jawab Luhan sekenanya.
"…."
"Ne, semuanya juga baik-baik saja."
Sejenak Luhan mengingat sesuatu "Ah ya, apakah ayah pernah melihat photo eomma saat masih SMA?" Tanya Luhan.
"Photo? Hmmmm, ya dia pernah memperlihatkan photo kelulusannya padaku."
"Mmm, kalau begitu apa ayah sudah melihat photo kelasnya eomma setelah eomma melakukan upacara kelulusan?"
"Photo bersama, ya? Kenapa kau menanyakan itu?" Sang ayah sudah menuai curiga pada si anak.
"Eng itu, ada photo yang aneh. Seperti, photo hantu mungkin." Ujar Luhan.
"Ya! Luhan ah dimana kau mendengar cerita bodoh seperti itu. Satu hal, photo hantu hanyalah_"
Buru-buru Luhan memotong perkataan ayahnya, "Bukan begitu ayah, hanya saja_"
"Ah tapi ayah pernah mendengar tentang sebuah photo mengerikan."
Celetukan ayahnya membuat Luhan kembali bertanya, ia ingin tahu tentang semua informasi yang ada "Apakah ayah pernah melihatnya?"
"Tidak, eomma mu tidak memegangnya, tapi dia meninggalkannya di tempat keluarganya."
"Tempat keluarga?"
"Oi, Luhan ah apakah terjadi sesuatu disana?"
"Tidak, tidak ada, ayah. Aku hanya sedikit bosan saja."
"Jadi begitu." Terdengar helaan nafas lega diseberang sana, ayah mana yang tidak khawatir terhadap anaknya yang tinggal jauh darinya. Ia sangat menyayangi anaknya. "Kau tahu, ibumu itu adalah wanita yang special. Perasaanku tidak pernah berubah sekalipun. Dan itu kenapa kau adalah_"
"Baiklah, aku mengerti ayah! Sampai jumpa!" KLIK. Potong Luhan cepat sambil mematikan hanphonenya. Luhan tahu ayahnya pasti akan kembali bernostalgia tentang perasaannya terhadap eomma. Yang Luhan butuhkan hanya sebuah informasi, bukan sekedar menjadi pendengar setia dari cerita klasik ayahnya.
::
::
"Han Jan café? Hmmm, aku tahu tempat itu dimana, tapi….hari ini?" Tanya Luhan memastikan. Tangannya menggenggam sebuah handphone, ia sedang berbincang dengan seseorang.
Siang ini, tepat pukul sebelas, tidak disangka olehnya Chanyeol akan menelepon. Dan tiba-tiba saja ia mengajak untuk berkumpul dengan yang lainnya di Han Jan café.
"Ayolah, atau jangan-jangan kau akan pergi berkencan dengan Yixing?" Goda Chanyeol.
"Oi, apa yang kau bicarakan sih?" Ujar Luhan terdengar gugup.
"Aku sendirian. Jika kau ada kencan, ajak dia bersamamu. Masalah ini melibatkan seluruh kelas."
"Hmm." Tampak Luhan sedang menimbang, dan pada akhirnya ia memutuskan untuk ikut berkumpul dan akan membahas tuntas tentang masalah yang sedang terjadi "Baiklah aku akan kesana."
::
::
Siang ini dengan terpaksa Luhan memenuhi permintaan Chanyeol, menyuruhnya untuk datang ke Han Jan café hanya dengan alasan ;melibatkan seluruh kelas' Luhan tak habis pikir, bisa-bisanya Chanyeol memamfaaatkan keadaan seperti ini agar ia mau datang untuk berkumpul.
Sebelumnya, Luhan berniat untuk mendatangi tempat tinggal Yixing, tapi ia urungkan mengingat bahwa namja itu pasti akan menolak mentah ajakannya. Sekian lama ia kenal dengannya, setidaknya ia bisa sedikit tahu tentang dirinya. Walaupun, Luhan tahu memahami karakter seorang Zhang Yixing sungguh sulit baginya.
"Kau disini?" Sebuah pertanyaan membuyarkan lamunannya, yang Luhan sadari kini, ia sudah berada tepat di depan pintu masuk café, dan tanpa tidak sengaja bertemu Kris yang menyapanya duluan.
"Hm." Angguk Luhan
"Apa Chanyeol yang memintamu kesini?" Tanya Luhan sambil membuka pintu café. Melangkahkan kaki lebih masuk ke dalam, kemudian duduk disalah satu meja yang telah disediakan.
Kris mendudukkan dirinya senyaman mungkin "Ya, hanya karena dia mengatakan 'melibatkan seluruh kelas' atau aku tidak akan pernah menerima ajakannya kemanapun." Kesal Kris mengingat bahwa anak itu merengek padanya.
"Chanyeol menanyakan padaku apa yang terjadi pada 18 tahun yang lalu, begitupula tentang eommamu." Tambah Kris
"Begitukah?"
"Selamat datang." Sebuah sapaan halus membuat keduanya mengalihkan perhatian pada seseorang yang baru saja menyapa keduanya.
"Apakah dia temanmu, kris?" Tanya seorang yeoja yang Luhan pastikan bahwa ia pelayan atau pemilik dari café ini. Dan Luhan pastikan yeoja itu mengenal Kris. Buktinya ia tahun nama Kris.
"Dia adalah temanku, Xi Luhan." Jawab Kris sopan.
Yeoja itu mengalihkan pandangannya kepada Luhan "Ah, berarti kau temannya Sehun juga. Terima kasih karena kau sudah baik terhadap adikku." Ujarnya ramah "Aku kakaknya Sehun, Oh Naara imnida. Senang bisa berjumpa denganmu."
"Ah ya sama-sama."
"Sehun menceritakan banyak tentangmu. Apa pesananmu?" Tanya Naara halus.
"Seperti biasa noona, kopi. Kali ini aku pesan 2." Jawab Kris
"Baiklah kalau begitu, minuman akan segera datang." Setelah mencatat pesanan Kris dan Luhan, Naara segera pamit untuk menyiapkan minuman untuk keduanya.
"Kau seorang penyuka kopi, Kris?" Tanya Luhan.
Kris menganggukkan kepalanya,"Hmm…kopi disini enak. Bukan sekedar kopi, kopi disini memakai biji Hawaiian Kona Extra Fancy. Jadi kau akan merasakan pahit dan manis secara bersamaan."
Tak lama kemudian yeoja bernama Naara yang tak lain kakak dari Oh Sehun kembali menghampiri meja dimana Kris dan Luhan berada sambil membawa nampan dengan 2 gelas kopi yang terhidang hangat. "Terima kasih sudah menunggu, silahkan menikmati."
"Terimaksih noona." Kata Luhan sambil tersenyum.
Naara hanya menyunggingkan senyum manisnya sambil mengganggukan kepala,"Sama-sama Luhan-sshi"
"Ah, panggil aku Luhan saja noona." Pinta Luhan cepat.
"Baiklah aku akan memanggilmu tanpa embel-embel –shi kalau begitu aku permisi." Katanya kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.
Setelah menyesap beberapa teguk kopi, Kris menatap Luhan tajam, "Jadi kau tidak akan kembali ke Beijing, Luhan?" Tanya Kris
"Tidak. Rasanya akan terlihat seperti melarikan diri, dan…" Sejenak Luhan terdiam, tidak melanjutkan kata-katanya, hingga ia menyadari akan satu hal, "Aku mulai penasaran jika akulah orang yang mati."
"Mungkin kau tidak pernah lahir." Ujar Kris datar sambil melipat kedua tangannya di depan dada. "Mungkin 18 tahun yang lalu, malapetaka mengambil nyawa eommamu, dan dia tidak bisa melahirkanmu. Dan kini 18 tahun kemudian, kau datang kembali dan hidup sebagai murid pindahan di kelas 12-3." Katanya kemudian masih terkesan dingin dan terasa bahwa ia tengah menyalahkan Luhan atas kejadian malapetaka tersebut.
Luhan sedikit tersentak saat ia mendengar penuturan Kris. Kembali dengan jelas ia mengingat mimpi tadi malam yang masih saja terus menghantuinya. "I-itu….itu omong kosong!" Elak Luhan.
Dapat Kris lihat secara jelas, bahwa tubuh namja didepannya sedikit bergetar. Ia tahu bahwa apa yang ia lakukan telah menakutinya."Ck! Kurasa hal tersebut tak seserius yang kau bayangkan, Luhan ah."
"Maksudmu?" Tanya Luhan tak mengerti.
Kris tersenyum sinis,"Kau tahu bagaimana cara untuk membedakan mana yang sedang bercanda dan yang tidak sedang bercanda. Dan perlu kau ketahui, kata-kataku tadi hanya sebuah candaan belaka." Jelas Kris cepat, dan Luhan, ia hanya bisa terdiam.
"Hoiiiiiiiiii, maaf kami terlambat." Teriakan seseorang membuat keduanya menoleh. Luhan melihat Chanyeol dan Sehun tengah melangkah mendekati mereka berdua. Luhan bersyukur atas kedatangan temannya itu, setidaknya dengan adanya mereka disini bisa mengurangi perasaan tak nyaman yang Luhan rasakan saat hanya berdua dengan Kris. Takutkah? Tidak! Luhan sama sekali tak takut akan kehadiran sosok namja dingin yang kini duduk didepannya. Hanya saja, Luhan merasa sedikit tidak tenang bila berdekatan dengan namja jangkung itu. Alasan? Entahlah Luhan belum tahu alasan apa yang membuatnya merasakan hal seperti itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Kris tajam saat Chanyeol dan Sehun baru saja duduk di meja yang sama dengan Kris dan Luhan.
"Sehun ah, beritahu mereka." Pinta Chanyeol.
Sehun menganggukkan kepalanya, sepertinya ia tak merasa keberatan akan perintah dari Chanyeol. "Ok, kita akan memulai pembicaran tentang masalah kita. Setelah semuanya terjadi, mungkin saja noonaku pun akan terlibat dalam masalah ini dan pada akhirnya aku tidak bisa diam begitu saja."
"Kau memberitahunya?" Tampak Luhan tak percaya. Pasalnya, ini adalah masalah kelasnya, pihak luar tidak ada yang boleh tahu.
"Kita langsung ke inti permasalahan" Sehun tak mengindahkan pertanyaan Luhan, dan kembali melanjutkan ucapannya, "Noonaku juga bersekolah di SMA ginjan-gun. Jadi, dia mengetahui cerita kelas 12-3."
"Dan kalian tahu, Naara noona memberikan sesuatu yang akan membuat kita terkejut." Sahut Chanyeol semangat. Dapat dilihat baik Luhan dan Kris sama-sama menautkan kedua alisnya. Tapi, tak lama kemudian setelah Sehun memanggil noonanya dan menyuruh wanita berumur 25 tahun itu untuk ikut duduk bersama mereka. Tak perlu untuk bertele-tele, Naara tahu bahwa teman-teman adiknya itu tak sabar untuk mendengar ceritanya. Setelah berdehem seperkian detik, wanita itu pun mulai bercerita.
"Salah satu pelanggan kami yang bernama Kim Donghae. Aku tahu kalau dia juga bersekolah di SMA Ginjan-gun, tapi aku baru tahu ternyata dia berada di kelas 12-3. Lalu saat ia berkunjung kemari, aku memberanikan diri untuk bertanya padanya, apakah itu (malapetaka) terjadi di tahunnya." Ucap Naara sambil kembali mencoba untuk mengingat kejadian dimana ia bertemu dengan laki-laki bernama Kim Donghae itu.
"Dan dia berkata 'Kutukan tahun itu bukanlah….bukanlah kesalahanku. Aku menyelamatkan semuanya. Aku menyelamatkannya! Aku tahu aku harus memberitahu mereka, jadi itulah kenapa aku meninggalkannya disana' kurang lebih seperti itulah."
"Itu berarti apa? Meninggalkan apa? Dimana?" Tanya Luhan beruntun setelah Naara mengakhiri ceritanya, Tak hanya Luhan, baik Chanyeol, Kris, dan Sehun tampak antusias mengetahui tentang segalanya. Akhirnya setelah sekian lama mereka mencari solusi yang tepat, tanpa mereka sadari dengan adanya keterangan dari laki-laki bernama Kim Donghae itu, mereka masih memiliki harapan untuk menghentikan malapetaka yang menimpa kelas 12-3.
"Sepertinya dia tidak mengingat semuanya, karena saat aku menanyakannya berulang kali, jawaban yang sama selalu aku dapatkan, dia hanya berkata bahwa ia menyimpannya disana." Jawab Naara. "Ini membuat kalian penasaran, benar kan?" Tanyanya kemudian.
"Orang yang bernama Kim Donghae itu telah menghentikan malapetakanya. Dan dia menyimpan petunjuknya entah dimana." Ungkap Naara.
"Mungkin saja begitu. Jadi, kupikir kita harus menemuinya langsung." Ujar Luhan.
"Apa kau tahu dimana kita bisa bertemu dengannya?" Tanya Kris.
Naara hanya bisa menggelengkan kepala, "Aku tidak tahu dimana dia tinggal."
"Kalau begitu…." Ucap Kris, "Apa kau mengetahui seseorang yang berada di kelas yang sama dengan Donghae-sshi?"
::
::
Langit sudah semakin gelap, setelah beberapa jam ia habiskan di café tadi bersama Kris dan yang lainnya akhirnya ia bisa pulang ke rumah secepatnya, tapi ia urungkan begitu saja saat ia menyadari bahwa ia harus menemui seseorang sekarang. Seseorang yang memang ia ingin temui tadi siang. Ya, Luhan sedang melangkahkan kakinya menuju rumah yang terlihat tak terurus milik Yixing.
"Hmm, jadi dia adalah teman kelas bibimu?" Tanya Yixing datar tanpa memandang Luhan sama sekali. Sedangkan Luhan hanya menganggukkan kepalanya sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah. Walaupun sudah lebih dari dua kali ia datang ketempat Yixing, tetap saja ia masih merasa aneh dengan banyaknya koleksi-koleksi boneka menyeramkan itu.
"Aku akan mencari tahu keberadaan Donghae-sshi, apa kau mau ikut?" Tawar Luhan kemudian. Yixing hanya menggelengkan kepala. Luhan hanya bisa mendesah kecewa, entah kenapa rasanya Luhan ingin namja di depan ini ikut bersamanya dan teman-teman yang lainnya untuk mencari keberadaan Kim Donghae. Tapi sudahlah, Luhan tak ingin memaksa. Tak butuh waktu yang lama perhatiannya terfokus pada sebuah boneka yang terpajang anggun, boneka yang memang mirip dengan sosok yang berdiri didepannya. Luhan berjalan mendekati sosok boneka tersebut.
"Kau benar-benar model dari boneka itu. Kau hanya mengatakannya setengah, tapi boneka itu terlihat sangat mirip denganmu." Ucap Luhan
"Gadis ini adalah anak yang dilahirkan 16 tahun yang lalu." Ujar Yixing sambil mengikuti arah pandang Luhan, sama-sama mengamati paras dari boneka tak hidup di depannya.
"Adikmu?" Tanya Luhan.
"Tapi dia meninggal tidak lama setelah dilahirkan." Ungkap Yixing sambil membelai wajah porselen itu, "Dia membuat boneka ini berdasarkan anak yang tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk hidup. Jadi ini hanyalah setengah dariku." Lanjut Yixing menghela nafas kasar. Ia tahu bahwa ibunya memang orang seperti itu.
"Sebenarnya besok aku akan pergi kesuatu tempat." Cerita Yixing dan kini sambil memandang lawan bicaranya.
"Kau akan pergi kemana?"
"Keluargaku menginginkanku untuk pergi ke villa milik kami. Dan tentunya aku tidak bisa menolak"
"Apakah itu diluar Ginjan-gun?" Tanya Luhan lagi.
"ne."
"Jadi kau akan pergi dari kota?"
"Kami pergi hanya seminggu. Aku akan kembali untuk perjalanan wisata." Ungkap Yixing sedikit risih dengan pertanyaan Luhan tentang dirinya.
"Jadi begitu." Guman Luhan. Jadi alasan Yixing tidak ikut karena alasan tersebut.
"Oh ya apa kau kau sudah menemukan photo hantu yang ditinggalkan ibumu di rumah keluarganya." Tanya Yixing setelah cukup lama mereka terdiam.
"Aku belum menemukannya." Sahut Luhan lemas.
"Bila kau menemukannya, apa kau mau memperlihatkannya padaku?" Pinta Yixing pada Luhan.
"Tentu saja." Jawab namja itu.
"Jika terjadi sesuatu, kau bisa menggunakan nomor ini." Kata pemuda bernama Yixing sembari memberikan secarik kertas kepada Luhan.
"Apakah ini nomor telepon? Handphone?" Tanya Luhan cepat.
"Begitulah."
"Milikmu?" Tanya Luhan tak percaya.
"Ne." Angguk Yixing.
"Kau mengatakan bahwa kau membenci alat ini."
"Kau benar, terhubung dengan semua orang menggunakan gelombang elektromagnetik amat menggangguku." Ungkap Yixing gusar, perlahan tubuhnya menjauh dari tempat dimana Luhan berada.
"Lalu kenapa sekarang kau menggunakannya?"
"Ibuku ingin aku memilikinya. Terkadang dia merasa gelisah." Jelas Yixing, tangannya mulai menyibak hordeng pembatas antara ruangan gelap tersebut dengan lift yang akan membawa siapa saja untuk mencapai lantai atas.
"Begitu ya." Guman Luhan tak menyadari kehadiran Yixing yang mulai meneipis. "Lalu…" Ucapannya terhenti ketika ia tak menemukan Yixing dimanapun.
"Yixing?" Panggil Luhan pelan. Lama menunggu, luhan tak mendapatkan jawaban apa-apa.
"Yixing!" Dan pada akhirnya Luhan memutuskan untuk sedikit meneriaki nama pemuda yang tiba-tiba menghilang itu.
"Kau mengatakan ingin tahu bagaimana jika kau dalah orang yang mati itu." Terdengar sebuah suara dari balik hordeng, yang membuat Luhan berjalan cepat mendekati tempat tersebut. "Apa kecurigaanmu terhadap dirimu sendiri sudah hilang?" Tanya sauara itu lagi, Luhan yakin jika seseorang itu adalah Yixing. Saat tangannya ingin mencoba untuk membuka kain penutup antara dirinya dengan seseorang dibaliknya, akan tetapi tiba-tiba saja kain tersebut terbuka dengan hentakan keras, dan itu sukses membuat Luhan membelakakan matanya ketika ia melihat sepasang bola mata yang memiliki warna yang berbeda.
"Boneka baru diletakkan disitu." Guman pemuda itu
"Jangan takut."
"Bukan kau. Kau bukanlah orang yang mati itu" ungkap pemuda yang Luhan ketahui bahwa seorang Zhang Yixing sedang menatapnya tajam.
~TBC~
Chapter 8 Let's go vacation
Kamsahamnida bagi reader yang masih mau baca ff nya nikky,gomawo /bow/
Special Thanks untuk semua readers yang udah nunggu kelanjutan ini fanfic
Delayciouslaymontea Tifa yeoja BaekkyuChannie wintersbaby jungmarry sayakanoicinoe chanchoco rinrinchan00 irnaaa90 mamik cherryssi ye0ja Baby Magnae 20Gag ravenilu597 Fujoshi203 chindrella cindy Chonurullau40 a.k.a Miss Zhang LayChen Love Love 2 feyy PCY .39 .9 evilwu79 suhojarooo chindrella cindy 217NAP chuapExo31 wintersbaby Liaoktaviani anonymous rfswd tesiajung amalia1993 Xiao Lu Zhee Riyoung17 fufuXOXO ByunByun Ran lyraa 71088wolf vila13kyuvil KaisooSAN AngelGie HantaoRis chanchoco jungmarry.
TERAKHIR, MIANHAE NE. DUH NIKKY SEBENERNYA PENGEN BALES SATU-SATU REVIEW KALIAN. CUMAN KARENA NIKKY UDAH LAMA GA UPDATE ATAUPUN BUKA FFN, SEKALI LIAT KOMEN UDAH BEJIBUN DAN NIKKY BINGUNG HARUS MULAI DARI SIAPA. JADI NIKKY CUMAN BISA UCAPKAN MAKASIH SEBESAR-BESARNYA UDAH MENYEMPATKAN UNTUK MENREVIEW FANFIC REMAKE KARYA NIKKY. KAMSAHAMNIDA.
