Konichiwa Minna-san, seperti biasa Author balesin review dulu ya sebelum lanjutin fictnya, ^^
- mery-chan : jangan emosi mery-chan :v :v. ntar bantalnya jadi korban lagi kan kasian :v. hmm yuk kita lanjut lagi apakah Hina-chan ada di suna :p
- Bunshin Anugrah ET : mungkin Hinata di umpetin di kantong celananya tsunade :v
- Namealexis : Arigatou ^^.
- Yui : hehe.. mungkin karena didikan bapaknya kali ya, makanya hinata jadi penurut gitu :p
- Guest : sankyu sarannya senpai ^^
- zizii67 : zizi-chan malah ikutan nyanyi :v. hmm.. efbi ya, Auhtor udh ga bersahabat lagi sama yang berbau efbi sama tweet zizi-chan :p. hehe tapi kalo yg laen ada :p *garuk - garuk kepala.
- Darmawanz manitu : mungkin Hinata lagi ngumpet di rumah Auhtor :v
- Aizen L Sousuke : hmmm.. ada ga ya, yuk kita liat aja
- Syah9126 : jiahahaha.. upilnya mau diapain tuh Syah-san :v :v
- AnimeAnimonstaR : semangat Anime-san ^^
- Iyes Zayyana : hehe, Author malah seneg iyes-senpai kalo di kasih saran kaya gini :p. hmmm tanda apa ya? * mikir. tanda ya :p. Arigatou Senpai ^^
- blankZack : Author juga yakin kalo Naruto bakal bonyok ntar :v.
- hiru neesan : kita rampok pesawatnya Namikaze corps yuk hiru nee, biar bisa jalan - jalan kayak NaruHina :p. hmm kita liat apakah Shion akan menyerah?
- Namikaze Anwar : Semoga saja, Amin. :p
- Dirra - cchi 7ack, La mistera, Saladin No Jutsu : oke ^^
- FlnLee : Next Chapt is coming FlnLee-san ^^
- juwita : Xixixi.. nih dah di lanjut lagi juwita-chan ^^
- virgo24 : hmm.. kayaknya ide Virgo-san boleh juga :p.
Sekali lagi saya ucapkan Hontouni Arigatou buat readers dan para senpai yang udh review. kalau begitu langsung aja kita lanjut chapt selanjutnya.
Happy Reading Minna ^^/.
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : Naruto and Hinata
Warning : sorry masih Newbie jadinya typo dan EYD yang ga beraturan
Summary : Naruto ditinggalkan kekasihnya Shion. akhirnya, orang tua Naruto menjodohkannya dengan seorang gadis dari keluarga hyuuga yang belum pernah di lihatnya sebelumnya
RnR please..
and
Happy Reading
A Prophecy That Came True
Chapt 9 : A Prophecy That Came True, Part 3
1 jam berlalu, kini pesawat yang naruto tumpangi telah mendarat dengan sempurna dibandara Suna. sebelum benar – benar meninggalkan pesawat, Naruto mengatakan pada Kakashi bahwa ia akan kembali ke Konoha besok menjelang siang. Jadi Kakashi bisa beristirahat. Merasa tak yakin dengan keputusan dari Naruto, Kakashi mencoba meyakinkan lagi pada keputusan Anak dari boss nya tersebut. Sementar Naruto tetap bersikeras dengan keputusannya.
Naruto segera melesat keluar bandara dan mencari taksi. Setelahnya ia menuju ke Rumah keluarga Hyuuga dengan kecepatan penuh bersama taksi tersebut. Naruto tak peduli dengan lalu lintas, karena malam hari kendaraan sepi di jalanan dan menyuruh supir taksi tersebut untuk mengebut.
Sesampainya di rumah keluarga Hyuuga tepat pukul 11 malam. Naruto memencet bel rumah keluarga Hyuuga tersebut. Namun yang menyambutnya hanya penjaga rumah itu saja. Kemudian Naruto masuk ke dalam rumah megah itu dan hanya mendapati Neji yang sedang menikmati teh jahe kesukaanya bersama tenten.
"Tenten?" ujar Naruto heran.
"N-Naruto." sahut Tenten sedikit terkejut dan sedikit malu karena tertangkap basah sedang bersama Neji dimalam hari.
"Apa yang kau.." Naruto menggantungkan kalimatnya. Sementara Neji melihatnya dengan sedikit rona merah karena malu. "Baiklah itu tidak penting.." lanjutnya, "Neji, dimana Hinata?"
Spontan Neji dan Tenten terkejut. Bagaimana mungkin Naruto yang menjadi suami Hinata bisa mencarinya sampai ke Suna dengan pakaian yang lusuh begitu.
"Apa maksudmu?" tanya Neji.
Naruto menghela nafas malas karena harus menjelaskannya kepada Neji secara detail, "Baiklah." ujarnya. "Terjadi kesalah pahaman antara aku dan Hinata. Sehingga ia pergi dari rumah. Aku mencarinya kemana – mana di Konoha tapi tidak menemukannya. Dan aku pikir dia ada disini. Jadi, bisa kah kau mempertemukannya denganku?" lanjut Naruto panjang lebar.
Neji mengernyit kemudian dia tersenyum. "Kenapa kau begitu yakin Hinata ada disini, Naruto?" tanya Neji sedikit memojokan.
"Karena hanya disini tempat yang belum aku datangi!" Naruto sedikit meninggikan suaranya karena tak sabar.
"Dia tidak ada disini, Naruto!" balas Neji yang ikut meninggikan suara.
"Kau pasti berbohong." ucap Naruto tak percaya.
"Cih.. aku tidak bohong padamu." jawab Neji "kau boleh menggeledah rumah ini sepuasnya." lanjut Neji meyakinkan.
Naruto menghela nafas karena sepertinya Neji tidak berbohong. "Kemana lagi aku harus mencarinya.." Suara Naruto mulai parau, itu dapat di dengar oleh Neji dan Tenten yang melihatnya dengan Iba. Sementara Neji berjalan dan mendekati Naruto. Kemudian..
BUAKK…
Pukulan telak diterima oleh Naruto tepat di sudut bibirnya. Naruto sedikit terdorong karena pukulan keras tersebut. Naruto menatap tajam pada Neji, tapi ia merasa pukulan ini mungkin sangat pantas untuknya karena tak bisa menjaga Hinata dengan baik.
"Itu karena kau tak bisa menjaga adikku dengan baik." Tutur Neji santai sambil kembali ke tempat ia duduk tadi.
Karena Suara ribut – ribut yang terjadi, sepertinya membangunkan seisi rumah. Hanabi yang tadinya sedang tidur kini terbangun dan melihat apa yang terjadi. Begitu juga maid – maid yang ada dirumah itu. Hanabi yang mendapati keadaan Naruto cukup kacau, berjalan menghampirinya dan membantunya berdiri lalu membawa Naruto untuk duduk bersama Neji dan Tenten.
"Untung saja paman Hiashi sedang tugas luar kota." ujar Neji datar, "Kalau tidak, mungkin kau akan di bunuh olehnya." Naruto hanya tertegun.
"Naruto.." Hanabi mulai membuka suara. "Sebenarnya apa yang terjadi?"
Naruto melihat Hanabi sekilas, "Hinata pergi dari rumah dan semua ini salahku. Aku datang kemari karena ingin meminta maaf padanya dan berjanji tak akan melakukan hal ini lagi. Karena.." Naruto menggantungkan kalimatnya, ".. Aku sangat mencintainya." Hanabi yang mendengar ucapan Naruto hanya bisa mengelus punggung iparnya tersebut, Tenten tersenyum haru, sementara Neji tersenyum penuh misteri.
"Tapi Naruto.." Hanabi kembali berkata, "Apa yang dikatakan Neji benar, dia tidak ada disini."
Naruto terbelalak, "Aku bingung harus mencarinya kemana lagi.."
"Kau bilang kau sangat mencintainya!" Seru Neji tiba – tiba, "Tapi kau tak tahu harus mencarinya kemana, suami macam apa kau!?" lanjutnya yang terus memojokkan posisi Naruto.
"Neji!" Tenten menegur kekasihnya yang dibalas dengan tatapan kesal.
"Aku tahu." Naruto menyahut, "Aku sudah menjadi suami yang buruk untuknya. Karena itu aku mau menebus semua dosa ku padanya"
"cih.." cibir Neji yang masih kesal.
Melihat tingkah sepupunya itu Hanabi menghela nafas bosan "Naruto." Hanabi berbicara, "Sebaiknya kau menginap saja dulu disini. Mungkin Hinata masih di rumah singgah Hyuuga yang ada dikonoha. Besok pagi – pagi kau bisa langsung menuju kesana." Hanabi mencoba menenangkan.
Naruto terkejut. Bagaimana bisa ia melupakan rumah singgah Hyuuga yang ada di konoha. Kini Naruto merasa kalau ia adalah orang paling bodoh didunia, "Aku memang bodoh." ujar Naruto pelan sambil sedikit menjambak rambutnya.
"Kau memang bodoh." timpal Neji yang masih kesal.
Hanabi memutar bola matanya bosan, "Maid, tolong siapkan kamar untuk Naruto." perintah Hanabi kepada para maid yang sekarang ada disana.
"Baik, Hanabi-sama" sahut salah seorang maid dan kemudian suasana mulai kembali tenang. Naruto meminum teh Hijau yang di berikan oleh Hanabi sambil menceritakan kronologinya. Tenten terharu mendengar cerita Naruto, sementara Neji malas mendengarkan cerita Naruto. Tapi ia juga merasa bersalah karena telah memukul Naruto sekeras itu.
"Naruto.." Neji memanggil yang sukses membuat semua orang yang ada disana menoleh. "Maaf sudah memukulmu."
Naruto menganggukan kepalanya "tidak apa – apa Neji," sahutnya. "ini pantas kudapatkan." kemudian Neji tersenyum penuh misteri kembali dan Naruto melanjutkan ceritanya.
OOO
Disebuah kamar dengan cahaya yang temaram dari sinar rembulan, tampak seorang gadis sedang menangis di tepian tempat tidur. sepertinya, gadis tersebut sedang memikirkan sesuatu. Lebih tepatnya memikirkan seseorang.
"Hinata." Seseorang wanita cantik bermata coklat terang seperti madu memanggil dan menghampiri gadis tersebut.
sebelum Hinata menoleh, ia menghapus butiran kristal yang masih setia menempel di pipinya kemudian menoleh kearah orang yang memanggilnya. "O-Oba-san?" sahutnya.
Tsunade tertegun melihat ekspresi Hinata yang sepertinya sangat terpukul dengan semua kejadian ini. Tapi, Tsunade tetap harus menjalankan rencananya demi membuat cucu semata wayangnya jera.
"Aku tahu, kau sangat menyayangi Naruto." Ujarnya sembari duduk disebelah Hinata di tepian tempat tidur. "Setidaknya, bersabarlah sedikit. Ini demi kebaikan kalian berdua dan masa depan pernikahan kalian."
Hinata masih saja terdiam tanpa memberikan sepatah kata pun, Tsunade pun mendesah frustasi melihat tingkah cucu menantunya "Aku dengar dari Minato, Anak bodoh itu pergi ke Suna untuk mencarimu."
Seketika Hinata terbelalak 'Kesuna? mencariku' Batinnya. Tampak disana raut wajah Hinata berubah drastis. sepertinya gadis pemilik mata lavender tersebut merasakan sejumlah air yang sangat banyak menyiram hatinya dan membuatnya menjadi sedikit lebih lega.
"Dan kau tahu?" Tsunade mulai berkata kembali dan membuat Hinata semakin penasaran "Sepertinya anak bodoh itu sangat khawatir padamu. Aku yakin, dia pasti sudah menyadari perasaannya pada mu sekarang."
Apa lagi yang membuat Hinata merasa senang selain kabar Naruto dan mendapatkan Bonus bahwa Naruto khawatir terhadapnya. Tapi sebersit perasaan di dalam hati Hinata tidak ingin membuat Suami kuningnya itu terlalu mengkhawatirkan dirinya.
"A-apa Naruto-kun b-baik - baik saja, Oba-san?" tanya Hinata berusaha menutupi perasaannya yang kini sedang berbunga - bunga.
Tsunade tersenyum maklum. "Aku heran. kau masih saja mengkhawatirkan keadannya. Padahal, yang seharusnya khawatir sekarang itu hanya dia seorang."
Wajah Hinata semakin merona merah dan membuatnya semakin terlihat cantik saat sinar rembulan menggelitik wajah ayunya. "Tenang saja. sekarang dia berada di rumahmu yang ada di Suna. Neji yang memberitahukannya padaku." Sambung Tsunade.
"A-Arigatou, Oba-san." Ucap Hinata masih menundukkan kepalanya.
"Hn.. sama - sama. Lebih baik kau tidur sekarang dan istirahatkan tubuhmu. kita lihat, apa anak bodoh itu akan menjemputmu disini atau tidak besok." balas Tsunade yang hanya di sahut dengan anggukan oleh Hinata, Kemudian Ia melengang keluar kamar tersebut.
Hinata menatap kearah rembulan yang bersnar terang. Lama Hinata menatap rembulan tersebut, kemudian bibir ranumnya melengkungkan sebuah senyuman, Sangat manis. 'Naruto-kun..' ucapnya dalam hati.
Pada saat yang sama di Suna, tepatnya di kamar Naruto bermalam. Tampak pemuda bersurai kuning sedang merebahkan dirinya dan memandangi ponselnya yang menampilkan sebuah foto dirinya dan Hinata saat pernikahan mereka. Sesekali Naruto tersenyum, sesekali juga ia tertegun. "Tunggu aku Hinata. Aku bersumpah akan membuat hidup kita bahagia selamanya." Ucap Naruto sembari memejamkan matanya walaupun sekarang ini dia sangat ingin mempercepat perputaran waktu.
Tepat tengah Hari, Naruto sudah Tiba di konoha. Tanpa Babibu lagi, ia meminjam mobil Kakashi yang kebetulan sedang berada di bandara. Mazda RX-8 berwarna Hitam melesat keluar bandara yang di kendarai Naruto itu sempat mengagetkan banyak orang – orang disekitarnya. Karena tiba – tiba saja saja ada mobil keluar dari bandara dengan kecepatan di atas rata – rata.
Naruto menuju kerumah persinggahan Keluarga Hyuuga yang ada di Konoha. Rumah yang terletak tak jauh dari pusat kota namun tak terlalu dekat dengan pinggiran kota. Sekitar 20 menit dari bandara. Setelah sampai disana, Naruto dapat melihat sebuah rumah besar yang minimalis dan langsung bertanya kepada para penjaga rumah tersebut kemudian mencoba masuk walau dicegah tak akan mengurungkan niat Naruto untuk mencari Hinata di setiap sudut rumah besar itu.
Naruto menyerah mencari disana, karena setelah setengah jam mencari, Naruto tak dapat menemukan sosok Hinata. Naruto kemudian mengunjungi Shikamaru untuk membantunya mencari Hinata, tapi hasilnya nihil. Shikamaru tidak dapat membantu Naruto karena ia sedang sangat sibuk. Naruto beralih ke Sasuke dan Sakura, hasilnya juga sama saja.
Naruto kembali memacu mobil yang ia pinjam dari kakashi. Ia mengendarai mobil tersebut dengan pelan. Sampai di sebuah taman kota, ia mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang bisa dibilang sanagat lelah sejak ia membuat onar di rumah keluarga Hyuuga yang ada di Suna. Naruto meminum jus jeruk yang baru saja dibelinya, sesekali ia menghela nafas lelah.
pada saat yang sama, mobil BMW merah maroon kebetulan melintas di daerah tersebut.
"Gaara-kun." Ujar Shion yang sedang berada di dalam mobil tersebut sambil menarik lengan baju Gaara. Sejak kejadian dimana Gaara menenangkan Shion beberapa hari yang lalu, Shion memutuskan untuk menambahkan suffix –kun untuk Gaara seperti saat mereka SMP dulu. "Bukankah itu Naruto?"
"Hn?" Gaara menoleh kearah yang ditunjuk oleh Shion, "Sedang apa dia disitu?" Gaara bertanya, Shion mengangkat bahunya. "Dan.. Kenapa dia terlihat sangat lusuh seperti itu?" Gaara masih melanjutkan perkataanya, "apa mungkin dia mencari Hinata?"
Shion menatap Gaara tak mengerti. Gaara menghela nafas dan menjelaskannya pada Shion. "Saat sebelum aku menjemputmu ditaman waktu itu. Tsunade oba-san menghubungiku dan memberitahuku kalau Hinata sekarang ada bersamanya. Tapi, kita sebagai teman dekat Naruto jangan sampai membantunya. Supaya Naruto bisa belajar arti kehilangan yang sesungguhnya. Dan semua ini ada hubungannya denganmu." jelas Gaara panjang lebar.
Shion tertegun, ia merasa karena dirinya lah semua ini terjadi. Gaara mengerti maksud dari tingkah laku Shion "kau ingin menemuinya?" Ucap Gaara setelahnya.
Shion menoleh kearah Gaara dan tersenyum "ayo kita kisana" ucap Shion, walau dengan berat hati Gaara tetap menuruti permintaan sang pujaan hatinya tersebut.
"Naruto-kun!" teriak Shion memanggil Naruto.
"Shion?" Naruto sedikit terbelalak saat melihat siapa yang memanggilnya.
"Sedang apa disini?" ucap Shion saat sampai di tempat Naruto duduk dan disusul oleh Gaara.
TBC
Waahh.. Shion dateng lagi. bener - bener dah nih cewek. minta di culik kali ya..
mohon Bimbingan dan Reviewnya kembali di Chapt yang gaje ini ^^
Arigatou - Arigatou ^^ * bungkukin badan 90 derajat
