Try To Love You

.

KyuMin FanFiction

.

Presented by ratu kyuhae

.

GS, Typo bertebaran, tidak sesuai EYD, alur berantakan

.

Don't Like, Don't Read, No Bash

.

Chapter 10

.

.

"Ugh~" Sungmin melenguh pelan, dibukanya kedua mata perlahan dan mengerjap. Diliriknya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi, mendesah mengingat dirinya melewatkan sarapan paginya.

Mencoba untuk bangun dari tidurnya namun tertahan yang membuatnya mengernyit bingung, menunduk ke bagian perutnya dan mendapati sebuah lengan yang memeluknya erat.

Deg

Sungmin tersentak, sekelabat ingatan datang padanya tentang kejadian semalam. Masih di ingatnya ungkapan cinta dan sentuhan lembut dari suaminya itu, wajahnya seketika merona.

Dirasakannya pergerakan namja di sebelahnya dan hindung yang mengendus lehernya membuat Sungmin meremang.

"Selamat pagi, sayang." Sapa namja itu, Kyuhyun seraya mengeratkan pelukannya.

Sungmin bergerak gelisah, tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kyuhyun yang merasakan pergerakan Sungmin hanya bisa tersenyum dan mencium bahu istrinya.

"Kenapa tidak membalas sapaanku? Apa kau malu, eoh?"

Blush

Sungmin menaikkan selimut sampai menutupi wajahnya yang memerah membuat Kyuhyun tertawa.

Sret

Kyuhyun menggulingkan tubuhnya dan membalikkan tubuh istrinya hingga posisinya saat ini sedang menindih Sungmin. Ditariknya selimut yang menutupi tubuh istrinya dan melemparnya ke samping, di ciumnya pipi chubby Sungmin dan menjilatnya.

Sungmin masih diam, dirinya begitu terkejut dengan tindakan Kyuhyun. Melenguh saat Kyuhyun menjilat pipinya bahkan sesekali menggigitnya pelan, ditatapnya mata Kyuhyun yang juga menatapnya dengan pandangan penuh cinta dan gairah.

"Aku menginginkanmu." Ujarnya dengan nada serak yang terdengar seksi menurutnya.

"Sepertinya tidak masalah jika pengantin baru tidak keluar dari kamarnya." Lanjutnya.

Dengan cepat Kyuhyun melebarkan kedua kaki Sungmin dan memasukan miliknya membuat Sungmin menjerit kecil, diciumnya bibir shape M sebelum akhirnya menggerakkan pinggulnya hingga keduanya mendesah saat ciuman mereka terlepas.

"Kyuhhh~ ahh.. Ahh.. Ahh.."

"Kau menyukainya, hm?" Tanya Kyuhyun dengan nada menggoda.

"Ahh.. Ahh.. Ahh.." Sungmin tidak mampu untuk menjawab karena Kyuhyun menambah tempo genjotannya.

"Jawab aku, emh.. Sayang." Paksa Kyuhyun disela kenikmatannya.

"Yahh.. Ahh.. Akuhh sukahh.. Ahh.. Lebihh cepathh.. Kyuhh.. Ahh.." Pintanya dan langsung dituruti oleh Kyuhyun hingga mengenai titik kenikmatannya membuat Sungmin meremas bantalnya.

Sampai akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan, istirahat sebentar sebelum Kyuhyun kembali menggerakkan pinggulnya membuat Sungmin terbelalak tak percaya namun tidak bisa melawan. Dirinya hanya bisa mendesah dan pasrah saat Kyuhyun tidak hanya melakukannya sekali, melupakan waktu dan dua orang yang sedang menunggu mereka.

.

~oOo~

.

"Sepertinya mereka belum keluar juga, oppa." Ujar yeoja mungil sembari menatap namja di depannya yang hanya menatap makanannya.

"Sungie oppa." Panggil Ryeowook agak keras membuat Yesung tersadar dari lamunanya.

"Waeyo?" Tanya Yesung bingung membuat Ryeowook menghela nafas lelah dan menggeleng menanggapi pertanyaan Yesung.

"Wookie, bagaimana kalau kita ke tempat kemarin?" Usul Yesung.

"Tempat saat aku menemukanmu sendirian." Lanjutnya seolah menyadari tatapan bingung Ryeowook.

"Tempat itu memang bagus untuk menenangkan diri." Gumam Ryeowook pelan tanpa bisa di dengar Yesung.

"Baiklah, kita kesana."

Dan Yesung hanya tersenyum sebelum akhirnya melanjutkan sarapannya yang terhenti, pikirannya melayang pada Sungmin yang tidak keluar kamar. 'Apa yang sebenarnya mereka lakukan?' Pikir Yesung.

Yesung tersenyum menanggapi celotehan Ryeowook, sesekali dirinya ikut berkomentar dan perlahan kekhawatiran Yesung terhadap Sungmin mulai mereda. Kadang mereka tertawa bersama dan Yesung yang mengacak rambut Ryeowook gemas, hati Yesung menghangat saat bersama dengan Ryeowook.

"Kita pergi sekarang?" Tanya Ryeowook.

"Ayo!" Jawab Yesung dan langsung menggenggam tangan Ryeowook membuat sang empu tangan tersentak, ditatapnya Yesung yang hanya membalasnya dengan senyuman manis.

Ryeowook menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah di kedua pipinya. Mereka pun pergi menuju tempat saat itu Ryeowook sedang menenangkan dirinya hingga akhirnya Yesung menemukannya, tempat itu tidak jauh dari hotel namun suasana yang tenang membuat orang akan merasa betah disana.

Sesampainya di sana, terdapat batu besar di samping pohon kelapa dan juga beberapa ayunan. Ryeowook langsung menghampiri salah satu ayunan tersebut dan mendudukinya, tidak berniat untuk memainkannya.

Yesung menggelengkan kepalanya melihat tingkah Ryeowook dan melangkahkan kakinya menuju batu besar dan menyandarkan tubuhnya di batu tersebut.

Yesung memejamkan matanya, menikmati saat angin mengenai permukaan wajahnya. Senyuman tipis terlukis di bibirnya, tidak sadar jika seorang yeoja mungil yang duduk di ayunan itu terpesona melihatnya. Ryeowook mengernyit saat tangannya merasa ada yang menyentuh dan menggerakkannya, dialihkan pandangannya pada seorang yeoja kecil yang tersenyum padanya.

"Ada apa?" Tanya Ryeowook lembut dan mengelus surai hitam rambut yeoja kecil itu.

"Eonni, bisa bantu aku membuat istana pasir disana?" Tunjuk yeoja kecil itu pada pasir beserta ember dan sekop kecil yang tidak jauh dari tempat mereka duduki.

"Baiklah." Jawabnya dengan senyuman manis membuat yeoja kecil itu terpekik senang.

"Ayo, eonni!" Yeoja kecil itu menarik tangan Ryeowook yang tidak siap untuk berjalan cepat, niatnya yang ingin mengajak Yesung urung saat yeoja kecil itu terus menariknya hingga sampai di pasir itu.

Lama Yesung memejamkan matanya hingga akhirnya kedua matanya terbuka, dialihkan pandangannya pada ayunan yang di duduki Ryeowook. Mengernyitkan dahinya bingung saat tidak menemukan Ryeowook di ayunan itu, mencari di sekitar ayunan itu namun dirinya tidak menemukannya. Saat matanya menoleh ke arah laut, namja itu menghembuskan nafasnya lega melihat sosok mungil yang memunggunginya bersama seorang yeoja kecil.

Yesung menghampiri sosok mungil dan yeoja kecil itu sampai dirinya duduk di samping Ryeowook, 'Cantik' batin Yesung masih menatap Ryeowook yang belum sadar dengan kehadirannya.

"Sedang buat apa?" Tanyanya mengejutkan Ryeowook dan yeoja kecil yang sedari tadi asyik membuat istana pasir.

"Oppa, kau mengagetkan kami!" Seru Ryeowook sambil mengelus dadanya.

Yesung terkekeh melihat Ryeowook dan yeoja kecil itu yang mengelus dada mereka bersamaan.

"Kalian sedang membuat apa?"

"Membuat istana pasir." Jawab yeoja kecil itu dengan mata bulat membuat Yesung gemas melihatnya.

"Siapa namamu, cantik?" Tanya Yesung sambil mengelus surai hitam rambut yeoja kecil itu membuat yeoja kecil itu merona.

"Choi Hyemi." Jawabnya pelan, hampir seperti bisikkan namun dapat di dengar oleh Yesung dan Ryeowook.

"Dimana orang tuamu?"

"Appa sedang membelikkan makanan yang Hyemi minta, lalu eomma pergi karena tidak tahan ingin ke kamar kecil." Jawabnya dengan mata yang terus mengerjab lucu.

"Kenapa tidak ikut eomma-mu? Menunggu misalnya."

"Hyemi mau di sini, membuat istana pasir. Akhirnya eomma menyuruhku untuk menunggunya disini."

"Baiklah, oppa dan eonni akan menemanimu sampai eomma-mu datang." Putus Yesung.

Ryeowook yang sedari diam dan hanya mendengarkan kembali melanjutkan membuat istana pasir.

"Oppa bantu." Tawar Yesung dan langsung di jawab dengan anggukkan semangat Ryeowook dan Hyemi, tidak lupa dengan mata mereka yang berbinar membuat Yesung tertawa.

.

~oOo~

.

Cklek

Sungmin membuka pintu, menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Tersenyum saat di lorong hotel itu dirinya tidak menemukan sosok suaminya ataupun orang - orang yang berjalan, berjalan cepat menuju pintu kamarnya dan langsung mengunci pintunya.

Bernafas lega saat dirinya sudah berada di dalam kamar hotelnya, kancing pakaian yang ia pakai kemarin banyak yang terlepas sehingga bagian dadanya dapat terekspos jelas. Meminta Kyuhyun untuk mengambilkan pakaiannya namun penolakannya yang di dapatinya karena menurut suaminya dirinya tidak perlu memakai apapun, hanya cukup berbaring di ranjang.

Sungmin berdecak seraya melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya, suaminya itu benar - benar mengurungnya di kamar. Setelah selesai makan yang di pesan, kembali mereka bercinta sampai Sungmin kelelahan dan tertidur.

Sungmin membuka pakaiannya beserta dalamannya kemudian mengambil handuk dan memakainya sebelum berjalan ke kamar mandi, setelah menutup pintu dan menguncinya dirinya melepas handuk yang membungkus tubuhnya dan menggantungkannya di dekat buthup.

Sreet

Sungmin tersentak saat merasakan sebuah tangan yang memeluk perutnya posesif, sebelah tangan lainnya menangkup payudaranya.

"Berniat pergi, hm?" Tanya namja itu dengan nada serak yang terdengar seksi menurut Sungmin.

"Kyu, a-apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa masuk?" Tanya Sungmin dan kembali tersentak saat bagian belakang tubuhnya merasakan benda keras yang di yakininya sebagai kejantanan suaminya.

"Salahmu sendiri tidak mengunci pintu dari kemarin demi mengejar namja kepala besar itu!" Jawab Kyuhyun santai dan memulai aksinya, meremas payudara istrinya.

"Eunghhh.. Tap-tapi khan.. Itu karena kauhh.. Sshh.."

"Sudahlah, jangan bicarakan pintu. Lebih baik kita lanjutkan yang tadi siang!"

Sungmin menyandarkan tubuhnya di tubuh suaminya saat Kyuhyun masih meremas payudaranya dan bibirnya mengecup leher putih yang kini di penuhi oleh kissmark, tangannya yang berada di perut turun menuju liang kenikmatannya.

"Eunghh.. Kyuhh.. Ahh.." Desah Sungmin saat Kyuhyun memasukkan satu jarinya ke dalam vaginanya.

"Pegang ujung buthup dan bungkukkan sedikit badanmu." Perintah Kyuhyun dan langsung dituruti istrinya yang sudah diliputi oleh gairah.

Dan dimulailah kembali penyatuan pasangan suami istri itu, disertai desahan dan teriakan kenikmatan saat mencapai puncak di kamar mandi.

.

~oOo~

.

Sungmin mengerjabkan matanya dan menatap langit yang sudah berwarna jingga melalui jendela, diliriknya sang suami yang masih terlelap di sampingnya. Perlahan, dirinya menjauhkan tangan Kyuhyun yang melingkar diperutnya dan beranjak dari posisi tidurnya. Diambilnya pakaian santai dan dengan cepat memakainya, dirinya belum melihat ponselnya sejak kemarin.

Di ambilnya ponsel miliknya yang masih berada di saku hot pants yang dia pakai, terkejut melihat lima pesan dan tiga missed called.

| From: Sungie Oppa |

'Kau baik - baik saja?'

| From: Sungie Oppa |

'Kenapa kalian tidak ikut sarapan?'

| From: Sungie Oppa |

'Apa hubungan kalian sudah membaik?'

| From: Sungie Oppa |

'Jawab teleponku, Sungmin - ah'

| From: Sungie Oppa |

'Jika kau masih tidak menjawab teleponku, maka aku akan mendobrak pintu kamarmu dan juga kamar Kyuhyun. |

Sudah bisa di tebak, jika tiga missed called itu adalah Yesung. Sungmin menggigit bibir bawahnya, matanya melebar saat layar ponselnya bergetar dan menampilkan nama 'Sungie Oppa' di layar ponselnya.

Menghela nafas sebentar sebelum akhirnya menggeser ikon hijau dan menempelkannya di telinga, hatinya menjerit mendengar suara lembut Yesung yang bersyukur karena teleponnya diangkat.

'Kau baik - baik saja?'

"Ne, aku baik - baik saja." Jawab Sungmin hampir mengeluarkan air matanya.

"Oppa, maafkan aku."

'Sstt.. Tidak usah minta maaf, oppa mengerti.'

"Tap.. Tapi-"

'Oppa sadar kalau hati Minnie tidak bisa oppa raih kembali, karena itu oppa mengikuti permainan kalian.'

"Permainan?" Tanya Sungmin bingung sambil mengusap air matanya.

'Kyuhyun yang mencintaimu dan mulai untuk mendapatkan hatimu, sedang dirimu yang mencintai Kyuhyun namun berusaha untuk menampiknya karena kau memikirkan perasaan oppa dan juga Wookie. Karena itu Oppa berpura - pura marah dan cemburu saat Kyuhyun mendekatimu, walaupun sebenarnya oppa benar - benar cemburu namun oppa sadar jika cinta tidak bisa dipaksakan.'

"Itu berarti oppa.." Sungmin menggantungkan kalimatnya, berharap apa yang dipikirkannya benar.

'Oppa melepasmu untuk memulai kehidupan bersama Kyuhyun.'

"Hiks.."

Sreet

PIP

Sungmin mengusap air matanya kasar dan menatap Kyuhyun yang memandangnya khawatir dan sendu

"Ada apa? Kenapa kau menagis?" Tanya Kyuhyun lembut.

Sungmin menggelengkan kepalanya dan memeluk tubuh polos suaminya, kembali menangis. Kyuhyun mengelus rambut istrinya, hatinya sakit melihat Sungmin menangis bukan karena dirinya. Dirinya yakin semua ini karena Yesung, kekasih istrinya.

Padahal mereka sudah melewatkan hari berdua bercinta, memadu kasih dengan tulus. Apakah hanya dirinya saja yang merasakan itu?

"Min, aku tahu kalau diriku terlambat menyadari perasaanku padamu. Tapi sungguh, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu." Kyuhyun memejamkan matanya mendengar Sungmin yang masih terisak.

"Maafkan aku, tapi aku tidak akan menyerah. Aku sudah mengambil keperawananmu dan aku senang saat kau mengatakan saat ini adalah masa suburmu, aku akan membuat kau membalas perasa-"

"Aku juga mencintaimu, Kyu!"

Kyuhyun tercengang, benarkah apa yang ia dengar barusan? Sungmin mencintainya.

"Ucapkan sekali lagi." Pintanya.

Sungmin mendongak dan menatap mata onyx milik suaminya langsung, tersenyum sekilas sebelum mengecup bibir tebal Kyuhyun.

"Aku juga mencintaimu, Kyu."

Dengan cepat, Kyuhyun kembali memeluk Sungmin erat dan mengucapkan terima kasih berkali - kali.

"Terima kasih. Aku mencintaimu, Cho Sungmin."

Sedangkan di tempat yang berbeda, Yesung memeluk Ryeowook erat dan menangis tanpa isakan.

Setelah panggilan itu terputus, Yesung memejamkan matanya sampai tubuhnya merasakan pelukan hangat yang membuat dirinya tidak bisa membendungnya lagi.

"Aku sudah melepaskannya." Lirih Yesung.

"Apa oppa menyesal?" Tanya Ryeowook memastikan.

"Tidak!" Jawabnya tegas.

"Aku tidak akan menyesalinya jika itu menyangkut kebahagiaan Sungmin." Lanjutnya mantap.

"Lalu bagaimana denganmu?" Ryeowook melepas pelukannya namun tangannya masih bertengger di leher Yesung.

"Kapan kau akan mendapatkan kebahagiaanmu?"

Yesung terdiam, tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan Ryeowook.

"Bisakah kau membuka hatimu kembali dan mencoba untuk menerimaku?" Tanya Ryeowook membuat Yesung menatapnya bingung.

"Kumohon." Pinta Ryeowook dan dijawab dengan anggukkan kepala Yesung saat sudah mengerti maksud dari ucapan yeoja di depannya ini, hatinya kembali menghangat melihat Ryeowook yang tersenyum manis padanya.

.

~oOo~

.

'Aku mencintaimu.' - Kyuhyun

'Aku juga mencintaimu.' - Sungmin

'Buka hatimu dan terima aku untuk membuatmu mencintaiku.' - Ryeowook

'Aku sudah melepasmu dan aku akan memulai untuk menerima hati lain agar bisa melupakanmu.' - Yesung

.

.

To Be Continued

Sumpah, aku ga nyangka bisa nulis kayak bgtu.. #tunjuk atas

Haiii.. Saya kembaliiii.. Lama yaaa sebulan lebih, huks!

Kuliah mulai dipadati dengan tugas yang menumpuk di sana sini, bahkan hari libur pun aku harus pergi ke kampus buat ngerjain tugas! #curhat

Btw, Super Junior K.R.Y bkalan konser di jakarta tepatnya di ICE. Aku kalo main selalu di daerah BSD, Teras kota. XD

Ada yang nontonkah tanggal 2 Januari nanti?

Aku 93Line lohhh, jadi panggil aku, Eonni, saeng atau chingu juga gpp asal jangan author.. :D

Oh y, maaf kalo nnti aku update BMG dan TTLY lama soalnya aku dh semester 7, sehrusnya udh siapin bhan untuk proposal tapi terus dikasih tugas ,. Mianhaeyooo, tapi nnti kalo ada waktu senggang aku smpetin buat ngetik ff koq.

Terima kasih yang sudah review, follow dan favorite.

Dan maaf lagi jika kalian menemukan typo dan kurang panjang, ngetiknya cepet-cepet.. ^^

Review lagi, ne!

Terima kasih

ratu kyuhae