Green Rain
T
MultiChapter
Drama, School Life (Junior High School), Bullying
Park Chanyeol, Byun Baek Hyun, Exo Member and The Others
Yaoi/Friendship
Warning: Don't Like, Don't Read
I don't hate silent reader, but please give me some review ^^
.
.
"BAEKHYUN!"
Baekhyun menoleh cepat ke belakang dan menyipitkan matanya untuk melihat jelas sosok yang ada di atas sana. Chanyeol. Baekhyun tersenyum saat tahu itu adalah Chanyeol, Baekhyun melambai pada Chanyeol bermaksud menyuruhnya turun.
"Hai Chanyeol! Kesini! Dan hati-hati, tanahnya licin setelah hujan!" teriak Baekhyun setelah menurunkan tangannya.
Chanyeol hanya diam setelah mendengar teriakan Baekhyun. Ia berpikir bagaimana cara turun tanpa membuat pakaiannya kotor. Akhirnya dengan sedikit perjuangan Chanyeol berhasil sampai di tempat Baekhyun.
"Hosh, kau tahu aku berlari, mencarimu ke mana-mana!" Chanyeol memarahi Baekhyun saat ia baru sampai dan memukul kepala Baekhyun.
"Ya! Ini sakit!" teriak Baekhyun. "Kau!" tunjuk Baekhyun dengan kumbang yang ada di tangannya.
"Apa itu?!" Chanyeol menatap horor pada kumbang yang ada di tangan Baekhyun.
"Kumbang"
"Jauhkan itu dariku!" Chanyeol refleks mundur dan akhirnya bokongnya bertemu langsung dengan rumput yang basah begitu juga dengan kedua telapak tangannya. Baekhyun tersenyum jahil melihat reaksi Chanyeol.
"Chanyeol, mereka ingin berkenalan denganmu!" Baekhyun menunjukkan kedua kumbangnya tepat di wajah Chanyeol, membuat Chanyeol berteriak tidak karuan seperti perempuan.
"Bilang hai pada kumbangku ChanChan" Baekhyun terus mendekat dan mendekat-dekatkan kumbangnya pada Chanyeol.
"Andwae! Jauh! Jauhkan dariku! Eommmmmmaaaaaaaa" Chanyeol berteriak sambil menendang-nendangkan kakinya.
Kaki Chanyeol yang terus bergerak tidak sengaja menendang kedua tangan Baekhyun membuat kumbang-kumbang Baekhyun melayang.
Baekhyun membulatkan matanya dan mulutnya menganga. Melihat bagaimana kumbangnya melayang dan menghantam batang pohon dengan keras.
"Andwae!"
Dan yang satunya–
Plung.
Masuk ke sungai.
Chanyeol langsung menghentikan gerakannya saat mendengar bunyi plung. Chanyeol melihat Baekhyun berlari ke arah sungai. Chanyeol bangkit dan membersihkan bokong dan punggungnya dari rumput-rumput yang menempel.
"Baekhyun! Apa yang kau lakukan?!" teriak Chanyeol.
Mata Chanyeol membelalak saat melihat Baekhyun menceburkan dirinya ke sungai.
"Ya Baekhyun!" Chanyeol berlari ke dekat sungai, menghampiri Baekhyun. "Apa yang kau lakukan disana?! Naik!" Chanyeol menekuk lututnya dan tangannya menumpu pada lututnya.
Baekhyun tampak mencari-cari kumbangnya yang malang. Ia langsung memutuskan untuk menceburkan dirinya ke sungai setelah melihat kumbangnya yang lain langsung mati di tempat setelah menghantam pohon dengan keras dan ia berharap kumbangnya yang tercebur ke sungai selamat.
Chanyeol memandangi Baekhyun dengan bingung. Celana Baekhyun sudah basah 3/4nya karena air di sungai juga tidak terlalu dalam.
"Ketemu!" Baekhyun berteriak sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan senyum lima jarinya.
Chanyeol menyipitkan matanya untuk melihat objek yang ada di tangan Baekhyun.
'Kumbang itu lagi' pikir Chanyeol. Badannya langsung lemas seketika ketika melihat Baekhyun berlari ke arahnya dengan riang sambil mengayun-ayunkan kumbangnya.
"Hah! Aku pikir dia sudah hanyut entah kemana" Baekhyun naik dan duduk diatas rumput dengan celananya yang basah.
Chanyeol sudah bergeser menjauh dari Baekhyun. "Tidak ada yang hanyut ditempat tidak berarus Baek"
"Tapi itu tetap berbahaya, dan kau adalah penyebab semuanya!" tuduh Baekhyun sambil menatap Chanyeol dengan tajam.
"Siapa yang memulainya, hah?" Chanyeol melempar sebuah ranting ke kepala Baekhyun dan Baekhyun hanya mendengus.
Chanyeol menggelengkan kepalanya saat melihat Baekhyun mengelap kumbang itu dengan bajunya. Kemudian Baekhyun melepaskannya ke tanah membiarkan kumbang itu berjalan terseok-seok menjauhi dirinya.
"Annyeong" Baekhyun melambaikan tangannya sambil tersenyum kecil pada kumbangnya. Chanyeol mendengus dan mendekati Baekhyun kemudian duduk disampingnya.
"Aku merasa kasihan pada kedua kumbang tadi, sepertinya mereka sedang dalam nasib buruk sampai bisa berada di tanganmu"
Baekhyun mendelik tak suka kemudian meninju lengan Chanyeol membuat Chanyeol meringis dan mengelus lengannya.
"Sembarangan! Kalau kau tidak menendang kumbang-kumbang itu maka mereka tidak akan semenyedihkan itu"
"Arra, arra, aku yang salah disini" Chanyeol mengalah dan menatap pada Baekhyun yang sekarang sedang mencabut rumput-rumput yang ada disekitarnya. "Jadi– kenapa kemarin kau tidak masuk?"
Baekhyun menoleh dan menatap malas pada Chanyeol "Kau pikir aku mau masuk dengan wajah seperti ini?!" Baekhyun menunjuk wajahnya dan masih ada luka disana "Lagipula kemarin seluruh tubuhku terasa sakit jadi aku malas untuk bergerak hehe"
"Tsk, ada apa lagi huh? Kau menantang preman berkelahi atau apa?" tebak Chanyeol dengan malas.
"Seratus untukmu!" Baekhyun tersenyum lebar sambil mengacungkan kedua jempolnya di depan wajah Chanyeol membuat Chanyeol sedikit memundurkan wajahnya.
"Jadi benar?" tanya Chanyeol dengan setengah percaya.
Baekhyun mengangguk "Aku ingin menyelesaikan semuanya dan tidak mau lagi terikat dengan mereka dan mengikuti apa yang mereka mau jadi aku menantang mereka untuk berkelahi dan voila aku menang! Yey!" Baekhyun mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara dengan senyum lebar mengembang di wajahnya memperlihatkan deretan giginya dan eyesmilenya.
Chanyeol menganga tak percaya dan menggelengkan kepalanya "Kau ini bodoh atau apa Baekhyun? Berani sekali menantang orang lain dengan tubuh kecil begini, pantas saja mukamu jadi tidak berbentuk begini"
Baekhyun menurunkan kedua tangannya dan memajukan bibirnya, tidak terima dengan perkataan Chanyeol. Matanya lurus menatap netra Chanyeol dan beberapa detik kemudian Chanyeol tersenyum membuat Baekhyun ikut tersenyum.
"Pft, kau anak ajaib Baekhyun hahahahahahahaha"
.
.
Baekhyun melangkahkan kakinya di koridor sekolah yang penuh dengan murid-murid. Ia tersenyum dan melambai pada setiap murid yang berpas-pasan atau melihat ke arahnya. Berpikir positif. Itulah yang Baekhyun tanamkan pada dirinya saat digerbang tadi. Baekhyun mearik napasnya dalam-dalam sebelum menggeser pintu kelas 9-3.
Sret!
Semuanya menoleh ke arah pintu menatap pada Baekhyun yang berdiri membeku disana. Baekhyun menarik napasnya dan tersenyum tiba-tiba.
"Annyeonghaseyo Chingudeul! Hehe, merindukanku?"
Serentak semuanya kembali pada aktivitasnya tanpa memerdulikan Baekhyun. Baekhyun menelan ludahnya dan perlahan senyumnya menghilang. Tiba-tiba ia merasa canggung dan matanya menangkap Kyungsoo yang sedang berbicara dengan Minseok. Baekhyun memutuskan untuk mendekati mereka.
"A-annyeong! Hehe" Baekhyun menumpukan kedua telapak tangannya pada meja dan menatap Kyungsoo dan Minseok bergantian. Serempak Kyungsoo dan Minseok mengalihkan pandangan mereka dan melanjutkan percakapan mereka.
"Kau tahu kedai kopi yang baru buka diujung jalan sana?" tanya Kyungsoo pada Minseok.
"Memangnya ada kedai kopi baru disana? Aku tidak tahu" sela Baekhyun membuka Kyungsoo merubah ekspresinya tetapi tetap berusaha mengabaikan Baekhyun.
"Ah, tahu. Disana harganya terjangkau jadi kita bisa ke sana sesekali hehe" Minseok menjawab dengan senyum lebarnya.
"Jinjja? Woooaa, lain kali kalau kalian ingin kesana ajak aku, ya?" Baekhyun kembali berucap dengan heboh berusaha agar dianggap disana.
"Sepertinya ada yang berbicara, apa kau mendengarnya Minseokie? Atau itu hanya halusinasiku saja?" ucap Kyungsoo sambil mengangkat sudut bibirnya.
"Itu tadi Baekhyun yang berbica– maksudku aku juga tidak dengar apa-apa" Minseok mendadak gugup setelah ditatapi Kyungsoo dengan mata bulatnya.
"Ya, kau benar. Mungkin tadi cuma imajinasiku saja hahahaha"
Minseok dan Kyungsoo kembali melanjutkan obrolan mereka dan tampaknya mereka sangat menikmatinya.
Baekhyun yang merasa terabaikan memilih untuk pergi ke bangkunya dengan wajah tidak senang. Baekhyun mendudukkan dirinya disana kemudian ia menoleh ke arah Luhan dan mendapati Luhan sedang melihat ke arahnya. Baekhyun tersenyum dan melambaikan tangannya pada Luhan namun Luhan memalingkan wajahnya dan itu membuat Baekhyun merasa kecewa.
.
.
Tap Tap Tap Tap Tap
Langkah terburu-buru terdengar menggema dikoridor ketika anak-anak 9-3 melintas. Mereka semua terburu-buru menuju ke lantai 4, lebih tepatnya ke ruang musik. Semuanya berlomba untuk menjadi orang nomor satu yang masuk ke sana agar bisa memilih bangku dan tidak duduk di tempat yang tersisa. Dengan ganas pintu ruang musik dibuka oleh Joonmyun dan ia berlari untuk merebut bangku paling depan dan terletak di tengah. Disusul murid-murid lainnya, dan ruang musik yang sepi itu mendadak riuh karena mereka sibuk merebut bangku. Baekhyun mendapat tempat duduk disamping Luna karena hanya itu bangku yang tersisa. Sebenarnya masih ada beberapa bangku dibaris belakang tapi Baekhyun tidak ingin duduk di belakang karena semua penjelasan menjadi tidak jelas ketika sampai dibelakang.
Klek.
Pintu kelas dibuka oleh Kim sonsaengnim. Kim sonsaengnim menutup kembali pintunya dan berjalan masuk dengan anggun. Kaki jenjangnya menggunakan sepatu hak dengan tinggi 7cm berwarna coklat, kacamata berbingkai hitam membungkus matanya dengan cantik, kemeja garis hitam putih dan rok span coklat selutut membuat guru muda itu tampak lebih cantik lagi.
"Selamat siang semuanya" sapa Kim sonsaengnim dengan senyum manisnya.
"Selamat siang Kim Sonsaengnim" balas murid 9-3 dengan kompak.
"Hari ini kita akan menentukan posisi dan berlatih lagu untuk hari orang tua-murid nanti. Kalian akan diseleksi untuk melihat siapa yang akan berdiri di depan dan seterusnya. Lagu ini akan saya iringi dengan piano, jadi mari kita mulai"
Kim sonsaengnim melangkah menuju piano hitam yang berada di sudut ruangan dan membuka kain yang menutupi piano tersebut. Kim sonsaengnim pun mendudukkan dirinya disana, diambil kertas yang terletak di atas piano dan matanya menatap ke semua murid yang ada.
"Kita mulai dari Seo Joo Hyun"
Gadis berambut panjang dengan bando kuning berpita itu berdiri dan berjalan maju, ia mengambil tempat di tengah dan berdiri dengan gugup.
Dentingan piano mulai mengalun, mengawali lagu yang akan ia nyanyikan.
"When I was just a little girl, I ask my mother what will I be?"
"Park Sun Young"
"Will I be pretty?"
"Choi Jin Ri"
"Will I be rich?"
"Jung Soo Jung"
"Here what she said to me. Que sera-sera. Whatever will be will be the future not our's to see, Que Sera-Sera"
Satu persatu telah maju dan menunjukkan kemampuannya. Hanya tersisa beberapa orang sekarang.
"Byun Baek Hyun"
Baekhyun beranjak dari kursinya, ia berdiri dengan senyum lebar dan melangkah ke tengah, berdiri dengan percaya dirinya.
"When I was just a little boy, I ask my mother what will I be?" Baekhyun membuka lagunya dengan suara khasnya, membuat semua perhatian tertuju padanya. Nada piano yang dimainkan oleh Kim sonsaengnim juga terdengar lebih mellow dari sebelumnya. Atau mungkin ini hanya perasaan saja.
"Will I be handsome? Will I rich? Here what she said to me..." Baekhyun menutup matanya, mencoba membayangkan masa kecilnya yang minim. Beberapa murid tampak sendu, apalagi setelah mereka tahu bagaimana kehidupan seorang Baekhyun.
"Que Sera Sera, whatever will be will be, the future not our's to see Que Sera Sera" Baekhyun kembali membuka matanya dan tersenyum dari telinga ke telinga. Hampir semuanya bertepuk tangan, hanya beberapa orang saja yang tidak dan sudah pasti siapa itu.
Baekhyun terpilih untuk berdiri di barisan paling depan bersama dengan Jongdae, Kyungsoo, Seohyun, dan Sun Young atau yang akrab dipanggil Luna. Sementara Chanyeol terdampar dibarisan belakang akibat suaranya yang berat.
Setelah semuanya selesai semua murid kembali ke kelas, sama seperti mereka datang tadi, sekarang mereka juga pergi dengan terburu-buru. Hanya tersisa Chanyeol dan Baekhyun disana. Mereka bertugas untuk merapikan kembali bangku-bangku yang telah berantakan. Sebenarnya hanya Baekhyun yang dimintai tolong tetapi Chanyeol juga ingin membantu.
Joonmyun adalah orang pertama yang membuka pintu kelas dengan segera ia menyerbu bangkunya dan membereskan peralatan sekolahnya. Kemudian pergi meninggalkan kelas dengan terburu-buru.
"Ada apa dengan Joonmyun?" tanya Jongdae pada Sehun.
"Biasa. Jadwal les sedang menunggunya" jawab Sehun enteng sambil bergerak ke bangkunya.
"Memangnya jam berapa sekarang?" gumam Jongdae sambil memasukkan peralatan sekolahnya, matanya melihat ke arah jam dinding yang terpasang di depan kelas dan itu sudah menunjukkan pukul 17.45
Jongdae membulatkan matanya "MWO?! Pantas saja dia terburu-buru begitu, sial! Kenapa tidak mengajakku?!" dengan kecepatan super Jongdae memakai ranselnya dan menarik paper bag-nya yang masih menggantung di meja.
"Minseok! Sehun! Yixing! Tempat les! Sekarang!" teriak Jongdae saat dirinya sudah di depan kelas. Semua menoleh padanya dan ke-3 orang yang disebut namanya cepat-cepat membereskan barang mereka dan berlari meninggalkan kelas.
Baekhyun dan Chanyeol menepi saat Jongdae dan kawanannya berlari melewati mereka. Dan saat Sehun melewati Baekhyun mata mereka bertemu.
Deg.
"Eomma! Aku tidak mau ada orang asing di rumah dan aku tidak mau sekamar dengan dia!"
"Eomma! Baekhyun menumpahkan airku!"
"Eomma! Baekhyun melemparku dengan tanah!"
"Eomma! Baekhyun merusak mainanku!"
"Eomma! Baekhyun memakai pakaianku!"
"Eomma! Baekhyun mencoret bukuku!"
"Eomma!"
"Eomma!"
"Eomma!"
"Baek–Baekhyun"
"Ah! Ne?" Baekhyun beralih menatap Chanyeol dan kembali menatap ke arah Sehun berlari tadi kemudian beralih pada Chanyeol lagi.
"Apa yang kau lihat Baek?" Chanyeol melihat ke arah yang dilihat Baekhyun tadi dan kembali beralih pada Baekhyun.
"Bukan apa-apa, ayo cepat ke kelas. Aku ingin cepat pulang" Baekhyun merentangkan tangannya dan tersenyum pada Chanyeol. "Kajja!" Baekhyun menarik tangan Chanyeol saat ia melihat tidak ada reaksi dari Chanyeol.
.
.
Tap Tap Tap
Baekhyun melangkah dengan riang, ia merasa senang karena hari ini Bibi Oh akan mengiriminya uang. Baekhyun pun berlari saat sudah mendekati kelasnya.
Sret!
Baekhyun membuka pintu kelasnya dengan bersemangat.
Siing.
Sepi. Hanya ada beberapa murid disana. Lebih tepatnya para kutu buku yang memang biasa datang pagi. Baekhyun melihat ke seluruh kelas dan melambaikan tangannya canggung kepada murid-murid itu. Baekhyun heran kemana murid lainnya pasalnya 20 menit lagi pelajaran akan dimulai. Baekhyun merasa ada yang janggal dengan barisannya. Bangkunya tidak ada.
Puk.
Baekhyun menoleh saat seseorang menepuk pundaknya. Luhan.
"Kau mencari bangkumu kan?" tanya Luhan dan Baekhyun mengangguk. "Mereka menyembunyikannya di gudang, ikut aku"
"Gomawo" Baekhyun tersenyum tetapi tidak disambut oleh Luhan.
Luhan berbalik dan berjalan di depan Baekhyun. Baekhyun dengan polosnya mengikuti Luhan sambil tersenyum.
Luhan berbelok dan membuka pintu gudang dengan mudah, Baekhyun melongokkan kepalanya ke dalam dan tersenyum saat melihat bangkunya.
"Itu dia!" girang Baekhyun dan ia masuk ke dalam menghampiri bangkunya. Luhan juga ikut masuk. Dia berdiri di dekat pintu dan menatap Baekhyun yang tampak berusaha mengeluarkan bangkunya.
Blam.
Baekhyun menoleh dengan cepat saat mendengar bunyi pintu ditutup.
"Kenapa pintunya ditutup Luhan?" walaupun sulit tapi Baekhyun tetap bisa melihat siluet Luhan yang berdiri di dekat pintu. Luhan hanya terdiam dan tangannya berada pada saklar lampu.
"Kau masih disana kan? Luhan, nyalakan lampunya aku tidak bisa lihat. Luhan jangan bercanda, Luhan, Lu–
Klik.
Splash!
Bersamaan dengan lampu yang menyala satu balon air mendarat di pundak Baekhyun membuat seragamnya basah. Mata Baekhyun membulat.
Splash!
Splash!
Splash!
Satu demi satu balon air terus menerus dilemparkan ke Baekhyun diiringi tawa riuh oleh Jongdae, Kyungsoo, Joonmyun, Yixing, Minseok, Krystal, Sulli, dan Sehun. Baekhyun berusaha melindungi dirinya dengan tangannya sampai dirinya terjongkok.
Splash!
Splash!
Luhan hanya berdiri terdiam melihat Baekhyun dilempar dengan balon air. Luhan juga melihat mereka yang sedang melempar balon air ke Baekhyun. Mereka semua berdiri di atas meja yang bertumpuk. Krystal dan Sulli sibuk merekam Baekhyun, dan Jongdae, Sehun, Kyungsoo, Joonmyun, Yixing, dan Minseok terus melempari Baekhyun hingga seragamnya basah.
"Ya! Rasakan ini! Ini yang terakhir dari kami!"
Splash.
Dan yang terakhir berisi tepung mengenai kepala Baekhyun membuat rambutnya menjadi putih. Baekhyun membelalakkan matanya.
"Hahahahahahahahaha"
Baekhyun berdiri dan menatap mereka semua "Ya! Apa salahku dengan kalian?!" Baekhyun berteriak membuat mereka semua kembali tertawa. Mata Baekhyun mulai berair dan perlahan air matanya menetes. Baekhyun terisak dan tetap direkam dan ditertawai oleh mereka.
Baekhyun berbalik dan hendak meninggalkan ruangan itu, ia berhenti saat di depan Luhan dan menatapnya dengan tajam.
"Gomawo" Baekhyun berlari dengan kencang setelah mengucapkan kata itu pada Luhan meninggalkan jejak air di lantai.
Hap!
Jongdae, Kyungsoo, Joonmyun, Sehun, Yixing, dan Minseok turun dari meja dan tersenyum puas. Krystal dan Sulli juga mematikan rekaman mereka dan turun secara perlahan. Luhan menatap mereka dalam diam, Luhan memegang bagian samping celana seragamnya dengan erat. Jujur saja Luhan merasa marah bercampur sedih saat ini setelah melihat bagaimana Baekhyun diperlakukan.
"Ini, sudah kurekam" Krystal menyodorkan smartphone yang dari tadi ia pegang ke Jongdae.
"Bagus" Jongdae tersenyum lebar kemudian memasukkan smartphonenya ke dalam sakunya.
"Ini juga sudah, tapi aku lebih banyak merekam wajahnya" Sulli menyerahkan smartphone Kyungsoo ke pemiliknya.
Kyungsoo mengangguk sambil tersenyum "Kerja bagus, kajja kita pergi dari sini sebelum ketahuan"
Mereka semua berjalan menuju pintu dan berhenti di depan Luhan, Sehun tersenyum padanya dan menepuk pundak Luhan.
"Kerja bagus Lu, kau tidak perlu merasa bersalah pada Baekhyun atas ini karena dia pantas menerimanya" Sehun melihat ke arah teman-temannya dan mereka mengangguk setuju dengan perkataan Sehun. "Kajja!" Sehun merangkul pundak Luhan dan meninggalkan gudang yang berair akibat ulah mereka.
Luhan menunduk dan dapat ia lihat jejak Baekhyun. Luhan merasa sangat bersalah, jika saja dia tidak menuruti kemauan Jongdae dan teman-temannya pasti tidak akan berakhir seperti ini, lihat saja mereka yang sedang tertawa-tawa seperti tidak ada hal serius yang mereka lakukan tadi.
.
.
Kelas Jung sonsaengnim sudah dimulai sekitar 45 menit yang lalu dan semua murid sedang mencatat apa yang dituliskan oleh guru itu.
Sret.
Pintu kelas terbuka dan langsung merebut perhatian seluruh kelas. Tampak Baekhyun berdiri di sana dengan seragam olahraganya. Jung sonsaengnim mengerutkan keningnya dan meletakkan kapurnya. Baekhyun masuk dan menutup pintunya perlahan. Dengan takut ia menatap Jung sonsaengnim yang sekarang berdiri menghadapnya sambil melipat tangannya di dada.
"Kenapa baru masuk sekarang dan kenapa mengenakan seragam olahraga, Baekhyun? Apa kita sedang kelas olahraga sekarang?" tanya Jung sonsaengnim dengan sakartis sambil menatap seluruh muridnya.
"Tidak" jawab semua muridnya kompak.
Baekhyun menggigit bibir bawahnya dan tersenyum canggung "Ee, sebenarnya seragamku basah dan aku tadi pergi ke ruang ganti untuk menggantinya dengan seragam olahraga" Baekhyun menatap Jung sonsaengnim dan dalam hati ia berdoa supaya tidak dihukum oleh guru galak itu.
Jung sonsaengnim menghela napasnya dan menatap Baekhyun yang sedang memasang wajah memelasnya sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Ku mohon maafkan aku, jebal" ucap Baekhyun.
Jung sonsaengnim menyerah "Baiklah, duduk" Jung sonsaengnim kembali melanjutkan catatan hebohnya di papan tulis.
Baekhyun berjalan dengan riang menuju bangkunya setelah diperkenankan duduk oleh wali kelasnya itu. Baekhyun bahkan sempat melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Chanyeol yang kedapatan melihat ke arahnya. Chanyeol menggelengkan kepalanya dan mencibir sebelum melanjutkan catatannya. Baekhyun duduk di bangkunya dan memasukkan tasnya ke dalam laci dan menggantung paper bagnya disisi meja.
Luhan terus melihat Baekhyun sejak Baekhyun membuka pintu kelas hingga ia duduk di bangkunya. Saat Baekhyun menoleh padanya, dengan cepat Luhan mengalihkan pandangannya ke buku sketsanya dan melanjutkan gambarnya.
Gambar saat Baekhyun di bully di gudang tadi pagi.
.
.
Chanyeol mengambil paper bagnya yang berisi seragam olahraganya, kemudian menggeser kursinya dan berjalan menuju lokernya untuk mengambil botol minumnya. Baekhyun juga berjalan ke lokernya dan ia tersenyum pada Chanyeol sebelum membuka lokernya.
"Kau tadi kenapa terlambat?" tanya Chanyeol sambil mengunci lokernya.
"Seragamku basah jadi aku menggantinya dengan seragam olahragaku dan menjemurnya hehe" Baekhyun mengeluarkan karet rambutnya dan mengunci lokernya.
"Kenapa bisa basah?"
"Hehe, rahasia" ucap Baekhyun sambil mengikat rambut bagian depannya.
"Ya sudah dan kau tampak konyol dengan mengikat rambut mu begitu" Chanyeol menyentil ujung rambut Baekhyun.
"Wae?! Ini lucu tahu, tidak tahu mode" Baekhyun menjulurkan lidahnya "Kita harus ke gedung olahraga sekarang jika tidak mau terlambat" Baekhyun mendahului Chanyeol dan Chanyeol hanya mengikutinya dengan malas.
.
.
"Ku dengar hari ini kita praktek lari" ucap Chanyeol saat mereka berdua sedang menuruni tangga.
"Jinjja? Hah, aku benci praktek lari apalagi lari mengelilingi lapangan" Baekhyun menghela napasnya dan memajukan bibirnya.
"Aku suka lari, karena aku selalu menang hehe" Chanyeol menyengir lebar dan mendapat tinjuan di lengannya.
"Aku tahu kau memiliki kaki yang panjang, jangan sombong ya!" Baekhyun mempercepat langkahnya dan meninggalkan Chanyeol dibelakangnya.
"Ya! Itu kan kenyataan" Chanyeol bersungut dan menyusul Baekhyun kemudian merangkul pundak Baekhyun "Siapa suruh kau tidak bertumbuh dengan normal, hahahahahahaha"
"Kau berhenti atau aku gigit!" Baekhyun melepaskan rangkulan Chanyeol dan menginjak kakinya.
"Aww, ok ok, aku tidak akan melakukannya. Tsk, kau kasar sekali!" Chanyeol mengangkat kaki kirinya dan mengelusnya.
Baekhyun berjalan mendahului Chanyeol membiarkan si raksasa itu berteriak memanggil namanya.
"Baekhyun!"
.
.
Benar saja yang dikatakan Chanyeol jika hari ini adalah praktek lari. Baekhyun menghirup napasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya sekaligus. Baekhyun merasa ada batu dihatinya, berat dan sesak. Hari ini terasa tidak begitu baik untuknya. Baekhyun duduk bersebelahan dengan Chanyeol di tepi lapangan sebenarnya mereka tidak hanya berdua tetapi berkumpul dengan semua murid 9-3. Jongdae, Kyungsoo, Joonmyun, Yixing, Minseok, Sehun, dan Luhan sedang duduk di ujung sebelah kiri mereka semua tertawa-tawa dan berbicara tentang berbagai hal, tidak semuanya karena Luhan hanya duduk diam. Tanpa tertawa dan tanpa berbicara.
Baekhyun menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya disana sambil menutup matanya. Chanyeol mengibaskan tangannya berharap itu sedikit mendinginkan dirinya yang sedang kepanasan saat ini. Menunggu giliran memang paling tidak enak apalagi di tengah lapangan begini.
Chanyeol mengamati Minho yang sedang berlari melawan Joonmyun sambil tetap mengibaskan tangannya. Minho menang. Tentu saja. Orang tinggi melawan orang pendek tentu pemenangnya si tinggi karena kaki panjang mereka.
"Park Chan Yeol"
Mendengar namanya dipanggil oleh Lee sonsaengnim, Chanyeol berdiri dan menepuk-nepuk celana bagian belakangnya, membersihkannya dari tanah yang menempel. Chanyeol kemudian berjalan menuju awal lintasan larinya
"Kim Jong Dae"
Jongdae bangun dari duduknya dan melakukan hal yang sama dengan Chanyeol.
"Yooooooooo Kim Jong Dae! Wuuuuuuuuuu" teriak teman-teman Jongdae sambil bertepuk tangan heboh dan Jongdae melambaikan tangannya pada mereka sambil tersenyum lebar.
Chanyeol menoleh pada Baekhyun yang sekarang sedang menopang dagunya dengan tangannya. Baekhyun tersenyum dan Chanyeol membalas senyumnya.
"Fighting!" ucap Baekhyun tanpa suara dan Chanyeol hanya tersenyum lebar kemudian mengalihkan pandangannya menuju ke depan.
"Bersiap. Ya. Start!"
Begitu kata start terdengar Jongdae dan Chanyeol berlari sekuat tenaga untuk menjadi pemenang walaupun jika menang tetap tidak mendapatkan apa-apa.
Baekhyun tersenyum lebar sambil bertepuk tangan kecil saat Chanyeol mencapai garis finish lebih dahulu daripada Jongdae. Teman-teman Jongdae masih sibuk bersorak bersama beberapa gadis lainnya. Chanyeol kembali ke tempat Baekhyun dan berdiri di samping Baekhyun sambil mengusap peluhnya dengan kaos olahraganya.
Baekhyun mendongak dan melihat Chanyeol "Bagus, kau berdiri saja disitu dan halangi sinar mataharinya agar tidak mengenaiku hehe" Baekhyun menyengir.
"Enak saja" Chanyeol pun kembali duduk dan kembali mengibaskan tangannya. Baekhyun mendecak dan melihat ke depan, melihat Kyungsoo yang beradu lari dengan Minhyuk.
Baekhyun kembali menenggelamkan wajahnya di lututnya dan menyembunyikan kedua tangannya ke dalam kaos olahraganya. Chanyeol yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
Chanyeol menolehkan kepalanya ke kanan dan berbincang dengan Minho.
"Byun Baek Hyun" Lee sonsaengnim memanggil nama Baekhyun dan Baekhyun mendongakkan kepalanya dan dengan malas ia berdiri dan menepuk-nepuk celana belakangnya.
"Semangat Baek!" Chanyeol menepuk kaki Baekhyun dan Baekhyun hanya mendecak.
"Xi Lu Han"
Baekhyun dan Chanyeol langsung menoleh ke kelompok Jongdae dan melihat si pucat itu berdiri. Luhan berjalan menuju lintasannya diikuti oleh Baekhyun. Baekhyun melihat Luhan yang sekarang menatap lurus ke depan, Baekhyun juga mengalihkan pandangannya ke depan. Peraturannya adalah berlari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali dan yang pertama kali sampai adalah pemenangnya. Tidak ada hadiah, hanya nilai tinggi yang akan diberikan.
"Bersiap. Ya. Start!"
Baekhyun dan Luhan berlari sekuat tenaga. Chanyeol sibuk memperhatikan Baekhyun berlari sementara Jongdae dan teman-temannya sama sekali tidak memberi perhatian pada Luhan.
Lee sonsaengnim meminta Kyungsoo untuk mencatat siapa yang mencapai garis finish terlebih dahulu, karena beliau ingin ke kamar kecil dan Kyungsoo menyanggupinya.
Sudah 2 putaran dan gerakan Baekhyun mulai melambat, nafasnya mulai memburu dan jantungnya berdetak jauh lebih kencang. Luhan juga sama, bahkan keringatnya sudah membuatnya seperti sehabis mandi.
Baekhyun sudah mencapai putaran ke-3 sementara Luhan masih menyelesaikan putaran ke-2nya.
Bruk.
Luhan terjatuh karena kakinya terlalu lemas untuk menopang tubuhnya dan sekarang kakinya mulai terasa kram. Semuanya membelalakkan matanya dan melihat ke Luhan. Baekhyun telah sampai di garis finish dan senyumnya mengembang lebar.
"Yes!" Baekhyun mengatur nafasnya dan ia terdiam saat melihat semuanya membuat ekspresi terkejut. Baekhyun menoleh ke belakang dan berlari ke arah Luhan.
"Kau tidak apa? Ayo! Aku bantu" Baekhyun mengulurkan tangannya dan Luhan melihat tangan Baekhyun dan wajah Baekhyun berulang kali.
"Biar aku saja yang bantu" Kyungsoo yang baru sampai langsung membantu Luhan berdiri dan memapahnya pergi meninggalkan Baekhyun yang berdiri terdiam. Luhan menoleh ke belakang dan matanya bertemu dengan mata Baekhyun namun hanya sepersekian detik ia kembali memandang ke depan.
Chanyeol bangkit dan menghampiri Baekhyun kemudian merangkul pundaknya. "Sudahlah Baek, biarkan saja. Kajja" Chanyeol menuntun Baekhyun untuk ke tempat mereka tadi namun pandangan Baekhyun masih tertuju pada Luhan.
.
.
.
.
.
.
Annyeong! Akhirnya chap ini selesai juga, hahhhh, maaf klo yang ini lama banget keluarnya
benar-benar sibuk banget sekarang T.T
saya tahu chap kemarin kurang memuaskan dan saya harap chap ini bisa lebih baik T.T
moga kalian suka ya, masih ditunggu loh kritik dan saran kalian... ^^
salam kecup :*
Big Thanks To:
DevilCute:
itu karena dia disekolahin sama mamanya Sehun, maksudnya dia di adopsi sama mamanya Sehun terus di sekolahin deh di sekolah mahal :D
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Sayakanoicinoe:
ini udah lanjut kok... ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
SyJessi22:
hehe, yang bikin mewek harus distop dulu untuk sementara waktu, hehe biar matanya ga bengkak dan saya ga dicomplain gara-gara bikin nangis xD
waktu buat chap kemarin saya benar-benar ga dpat feel loh mungkin karena terburu-buru bikinnya T.T
hehe, si Baek mau sok jago eh malah dia yang babak belur, ga seimbang sih kekuatannya xDD
kan si Chan couple Baek yang paling sabar #jiwashipper xD
si Luhan mukanya kan innocent gtu klo dia sebenarnya jahat pasti ga akan ada yang nyangka #ngebayangin Luhan jadi orang jahat xD
dan jawabannya adalah Chanyeol :D
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Nnukeybum:
awas loh ntar si Baek hajar pakai jurus hapkidonya haha
yaps, yang dinyanyiin oleh anak-anak yang kurang sempurna bikin greget
si Baek kesannya mau sok jago gtu eh malah dia yang dihajar xD
mungkin si Jongdae bakalan murka xD
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
MissStephanie1603:
iya, tapi dikombinasikan juga dengan Shim Ha Na ^^ thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
MeriskaLim:
jinjja? Woaa senangnya klo kmu bilang gtu .
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
KyungMiie:
*liatin peristiwa penamparan Jongdae endegeng* xD
hehe, Que Sera Sera ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Welcumbaek:
hehe, mian udah buat kmu nangis *lempar tissue*
hehe, moga dichap ini kmu ga nangis lagi ya~ :D
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Deerlohan:
nikahin nikahin nikahin nikahin aku dengan Chanyeol! #loh?
hehe, wokey tapi bumbunya saya ksi dikit-dikit ya xD
ooh, ok ok, sip sip thanks ya... ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Kang Yura:
hehe, maaf d maaf lain kli si Baeknya tak bikin yang manis-manis xD
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
EXO Love EXO:
Baek kan ga mau klo dicariin terus, ya udah d si Baek nantang Kai CS eh malah dia yang babak belur xD
yaps, itu abang ganteng Chanyeol
hehe, saya juga lagi kesel sma Kyung xD
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Egg bacon:
hehe, iya apalagi waktu anak-anak itu yang nyanyi TT
pengen ngelusin dadanya Chanyeol juga setelah lihat Luhan dadanya dielus xD
ooh, iya iya ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Ami KeyByun:
hehe, ChanBaek dong... xD
hehe, maaf ya lama update
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Pyromaniacs:
YEHET! Kita sama ^^ *high5*
amin. ^^
ini masih belum tau kpan end-nya... u.u
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Park lili:
jangan, lumayan tuh buat dijadiin pacar xD
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Clouds23:
iya, saya sendiri ngerasain kok klo yang kemarin kurang feelnya
mungkin karena buru-buru buatnya TT
hehe makasih ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Byunbaek Yui:
waaah, kamu satu-satunya yang masih nangis di chap 8 hehe ^^
hehe, makasih ya... ^^
reviewnya bikin semangat :D
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Krismi:
ayo, si Baek mau tetap disiksa atau nggak nih xD
iya, saya buru-buru bikinnya jadi ga panjang dan feelnya kurang... u.u
maaf juga updatenya lama...
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Ryanryu:
ayo ditampar pakai bibir aja si Luhan #loh xD
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Chanlovebaek:
hehe ga apa kok ^^
jinjja? Ya udah nih aku ksi tissue *tebarin tissue* xD
sabar sabar xD
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
20Gag:
iya, ga apa kok ^^
brokoro?
Baek mukanya polos kya anak kecil #apahubungannya?
hehe, maaf ya klo image si Jongdae jadi tercoreng
maaf lama updatenya ya... TT
mungkin skitar 12...
tapi masih ga tau juga sih hehe, happy ending kok (mungkin) ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Xieveah:
ternyata apa?
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
BZZZZZWUYIFAN:
hehe, iya itu Chanyeol ^^
maaf ya updatenya lama, gara-gara sibuk ulangan TT
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Eve:
baguslah klo udah ada feelnya ^^
HunHan ya? Ada yang minta juga sih, cuma moment-moment HunHan saya masih bingung mau buatnya, ga ada gambaran di otak *bow*
pertama dia datang niatnya mau ajak Kai berkelahi, soalnya dia udah ga mau diganggu lagi sama mereka dan kalau dia menang pasti kai mereka udah ga akan datang ke dia lagi tapi karena kai dan gengnya lebih kuat jadinya si Baek yang babak belur...gtu
saya ga tahu cara ngecut yang pas *bow*
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Baekicot:
hai reader baru xD
maaf ya klo biasnya saya anuin(?) maaf juga udah bikin nangis
hehe, soalnya waktu itu udah ga ada ide ya udin TBC aja xD
hehe, iya nanti saya ksi tau suami saya (read: Chanyeol) buat ksi tahu Jongdae and the geng xD
yaps anak SMP, soalnya muka-muka Baek kan SMP gimana gtu *fangirling* xD
hehe ga apa kok klo mau ngereview panjang-panjang saya malah suka ^^
thanks for RnR ya~~
maaf klo kurang memuaskan chap ini .
keep RnR ya~~
salam kecup :*
Gomapseumnida yeorobun~~ ^^ :*
