Chapter 10

.

.

.

Tiang plasteran O.O, kisseu again ., bioskop berhantu =.="

.

.

.

Eomma appa sehun berkunjung tiba-tiba kerumah mereka, Sehund an Baekhyun pun ketahuan masih tidur terpisah meski sudah menikah membuat kedua namja berbeda tinggi itu harus mendapatkan ceramah dadakan.

"haah~...sekarang tinggal merapikan kamarku, astaga pendek kenapa barang-barangmu banyak sekali sih" rutuk Sehun saat melihat kamarnya yg luas dan rapi menjadi berantakan dan sempit.

"jangan mengeluh saja albino sialan! Lebih baik cepat bereskan barang-barangku dan jangan coba-coba kau sentuh pakaianku" oceh Baekhyun yg mulai menyusun eyeliner-eyeliner kesayangannya.

"cerewet" cibir Sehun yg ikut membantu Baekhyun memberesekan barang-barangnya.

"..." setelahnya kesunyian menghinggapi mereka yg sibuk akan kegiatan 'mari membereskan kamarku' itu.

.

.

.

"yess! Daebak! Akhirnya bisa juga mengajak si mungil berkencan" disisi lain terlihat seorang namja blonde berwajah plasteran (#read: blasteran thor, plasteran mah buat luka-luka O.O") sedang berguling-guling (?) ria diatas kasurnya.

"yap...aku harus terlihat tampan didepannya" secepat kilat namja yg dikenal bernama Kris Wu itu melesat pergi mencari pakaian yg cocok dgn wajah tampannya.

"..." segala macam stelan jas, kemeja, hingga model kasual dikeluarkannya dan ia coba satu persatu lalu mematut diri didepan cermin seukuran tubuhnya itu.

"Baekkie menyukai namja dgn tampilan apa yah?! Kasual?! Cool?! Manly?! Adorable?! Atau innocent?!" gumam Kris saat menjejerkan stelan baju dgn karakter yg ia sebutkan tadi.

"..." dan berjam-jam pun namja tampan itu habiskan hanya untuk memilih mana pakaian yg cocok ia pakai untuk mengesankan Baekhyun kecilnya (?)

"..." bila Kris sedang berpusing ria memilih baju untuk kencan dadakannya maka lain halnya dgn seorang namja tampan berkulit eksotis yg terlihat sedang sibuk dgn lembar demi lembar kertas formulir pendaftaran anggota club baru.

"hm...senangnya melihat banyak juga siswa yg berminat diclub ini" gumam senang namja itu.

"eoh, ini formulir si kecil" ucapnya saat mendapati salah satu formulir bernamakan 'Byun Baekhyun' dikolom namanya.

"Byun Baekhyun, astaga...fotonya lucu juga" kekehnya saat melihat foto yg terselipkan dilembar pertama formulir itu, bila anggota lain memberika foto formal dgn background merah atau biru juga dgn ekspresi sedikit datar lain halnya dgn Baekhyun yg malah memberikan foto selsanya sebagai lampiran formulir.

"ada nomor ponselnya, akan aku save diponselku" namja yg dikenal bernama Kai itu mengambil ponselnya sendiri dan mencatat nomor ponsel Baekhyun yg tercantum didalam bio formulir itu.

"apa perlu aku tes dulu tersambung atau tidak yah?!" dan Kai pun menekan tombol 'calling' pada ponselnya yg mulai mengeluarkan bunyi 'tut...tut...tut' sebagai tanda bahawa nomor itu tersambung.

"ah, terhubung..." pekik girang Kai saat panggilannya langsung diterima oleh si pemilik nomor.

"yeobosseo..." menarik nafas dan buang, dgn suara lembut Kai mencoba bicara.

'YA! SIAPA INI DAN DARI MANA KAU MENDAPAT NOMOR PONSELKU?! APA KAU INI PENGUNTIT?! PAKAI NOMOR ASING PULA!' betapa sialnya Kai saat mendengar semburan ganas si mungil.

"B-Bae...Baekhyun-ah, b-benar ini nomor ponsel Baekhyun" ucap Kai yg sempat terkejut setengah gila (?) mendapati semburan maut Baekhyun.

'siapa ini?! Aku tak mengenal suaramu, kalau hanya ingin bilang aku cantik kau salah, aku ini tampan dan manly! Ingat itu!' sungut Baekhyun.

'manly dari sisi mananya coba?!' gerutu jengah Kai.

"bu-bukan...ini aku Kai kelas 2-E dari club dance" ucap Kai lagi.

'eoh, si badboy fanfic itu...ku fikir siapa hahaha' terdengarlah tawa renyah namja manis itu.

'badboy fanfic?! Sial ia menganggapku tokoh bacaan coba?!' decit hati Kai.

"ngh, apa kau sibuk...mian apa aku mengganggu?! Aku hanya memastikan kalau nomor yg tertera dalam formulir itu nomor yg aktif atau bukan untuk dokumentasi saja" ucap Kai.

'hehehe, mian...kufikir tadi penelepon iseng karna aku sering mendapatkan telepon iseng seperti itu dari siswi kelas 1 yg hanya ingin mengatakan aku cantik, padahal aku ini kan manly' oceh Baekhyun lagi.

'mendengar tawanya saja sudah senang, manisnya namja ini...apa ia sudah memiliki kekasih yah?!' dan Kai pun bergumam dalam pikirannya.

'Kai?! Kau masih disana?!' untungnya suara Baekhyun dari speaker ponsel Kai menyadarkan namja tan itu dari lamunan hayalnya itu.

"ah, nde...aku masih disini, kalau begitu aku save nomormu agar mudah saat memberikan pemberitahuan soal club" ucap Kai.

'oh, boleh kau save saja...' balas Baekhyun.

"ng...kalau begitu, sampai jumpa disekolah Baekhyun-ah" dan akhirnya pembicaraan itu pun terputus dgn Kai yg memutuskan lebih dulu.

"eoh, sekarang namja mana lagi?! Badboy fanfic?! Astaga pendek kau terlalu banyak membaca fiction apa?!" decit namja albino disebelah Baekhyun yg terlihat tak senang.

"apaan sih albino..." rungut Baekhyun mengerucutkan bibirnya sebal.

"kalian sudah selesai beres-beresnya?!" tak lama muncul eomma Sehun dari balik pintu kamar itu.

"nde, eomma baru saja selesai" sahut Baekhyun

"kalau begitu kalian turunlah, eomma membuat cemilan untuk kalian" ucap eomma Sehun lalu pergi.

"padahal aku mengharapkan menemukan sesuatu yg menarik saat membuka pintu kamar mereka" gerutu pelan eomma Sehun sambil melangkah turun menuju lantai 1.

"kajja, albino..." ajak Baekhyun menarik tangan Sehun.

"aku malas..." tolak Sehun.

"hish, apa salahnya sih berkumpul dgn eomma appa mu dibawah, nanti juga kau hanya perlu duduk dan tersenyum" oceh Baekhyun yg masih berusaha membujuk Sehun untuk turun menyusul eomma Sehun tadi.

"..." dan entah bagaimana kini Sehun sudah mendudukkan bokongnya nyaman disofa ruang tengah bersama eomma dan appa yg asik bersenda gurau.

"eomma, kue buatamu ini enak sekali" puji Baekhyun dgn senyum manisnya.

"benarkah, ah~ Baekkie itu terlalu berlebihan" ucap eomma Sehun malu-malu.

"orang yg tak bisa memasak tau apa soal rasa?! Diberi makanan kaleng pun dia bilang enak semua" cibir Sehun sambil menyeruput teh hangatnya.

"hish, albino ini" umpat Baekhyun sebal.

"hahaha, Baekkie tak bisa memasak?! Kalau begitu biar eomma yg ajarkan Baekkie memasak, bagaimana?!" usul eomma.

"tak perlu eomma, yg ada ia malah meledakkan dapur ini" larang Sehun.

"hish! Kau itu maunya apa sih?!" sungut Baekhyun sebal.

"aku hanya ingin ketenangan, dapat dipastikan 99.9% kerusakan fatal kalau kau benar-benar berniat memasak didapur ini" ucap Sehun lagi.

"iihh, albino menyebalkan! Jenius otak udang!" rungut sebal Baekhyun mengembungkan pipinya lucu.

"kkkk~ kalian itu pasangan yg unik yah" kekeh appa melihat tingkah menggemaskan Baekhyun.

"oh, ya...omong-omong kapan kalian berencana memberikan eomma cucu?!" tanya eomma.

"BRUUSSHH...OHHOOKK...OHHOKK...OHOKK" saking terkejutnya Baekhyun yg sedang menyeruput tehnya langsung tersedak.

"Ya, pendek! Menyembur lihat-lihat kenapa?! Bajuku basah semua!" omel Sehun yg langsung berdiri dari duduknya

"astaga Baekkie, gwaenchanha?" kejut eomma.

"OHOKK...OHOOK..." dan Baekhyun pun masih terbatuk-batuk karna tersedak.

"makanya lain kali kalau minum itu pelan-pelan" nasehat Sehun sambil menepuk pelan punggung Baekhyun

'albino sialan! siapa juga yg tak akan tersedak saat mendengar ocehan eomma mu itu, eoh' decit sebal Baekhyun yg langsung mendelik tajam kearah Sehun.

"eomma juga, jangan bertanya yg aneh-aneh kenapa" ucap Sehun saat mendapat delikan tajam Baekhyun.

"m-mian, eomma kan hanya berharap saja" cicit pelan eomma.

"hahh~..." dan Sehun pun memijit pelan pelipisnya.

"eomma, kami ini masih siswa highschool kenapa tak beri kami waktu setidaknya sampai kami lulus?!" ucap Sehun yg mulai serius.

"apa kalian tidak kasihan pada Baekhyun kalau ia harus...ngh kalian tau?! itu..." sulit menyebutnya Sehun pun hanya memberi gestur perut membesar dgn tangannya.

"lagi pula untuk membuat Baekhyun seperti itu sih mudah saja untukku" ucap Sehun lagi yg sontak menbuat Baekhyun bersemu hebat.

"Pltak!" dan satu jitakan manispun Baekhyun layangkan untuk namja albino mesum disebelahnya itu.

"sial kau albino!" umpat Baekhyun.

"akh! sakit tau!" maki Sehun galak.

"arraseo, eomma tak akan memaksa...tapi berharapkan tak ada salahnya kali saja kalian kelepasan melakukan 'itu' lalu harapan eomma terkabul" ucap eomma lagi membuat kedua namja itu mendelik horor.

"eomma!" sentak keduanya.

"hehehe...ok ok" kekeh eomma Sehun saat mendapat protesan anak dan menantunya itu.

.

.

.

"..." sementara itu disebuah cafe kecil ditengah kota, terlihat 3 namja berbeda tinggi sedang menikmati minuman mereka.

"ya, dobi! kenapa wajahmu kusut begitu, eoh?" tanya si namja paling cantik diantara ketiganya.

"Baekkie-ku tak membalas satupun pesan yg aku kirimkan T^T" ucap si namja bertelinga lebar yg dipanggil dobi itu.

"apa mungkin Baekhyun benar-benar berniat tidur seharian penuh? pasalnya ini kan hari libur pasti ia berniat tidur seharian" ucap si namja bermata besar disebelah namja cantik tadi.

"bisa jadi mengingat kekonyolan namja penggila eyeliner itu" gumam si namja cantik.

"apa aku datang kerumahnya saja yah?!" gumam si dobi, ketiga namja yg dikenal bernama Kyungsoo, Xiumin dan Chanyeol itu pun sibuk dgn pikirannya masing-masing.

"..." bila dicafe tempat Chanyeol, Kyungsoo dan Xiumin berkumpul terasa sepi saat mereka sibuk dgn pikiran masing-masing sama halnya dgn dirumah Baekhyun, kembali rumah mereka terasa sepi dan tenang karna tiba-tiba saja appa mendapat panggilan kerja dan eomma harus menghadiri asiran bulanannya.

"huft...bosan" decit sebal Baekhyun yg kini tengah membaringkan dirinya dikasur dgn Sehun yg duduk dimeja belajarnya sambil membaca sebuah novel.

"berisik pendek..." sungut Sehun yg masih berfokus pada bukunya.

"apa semua orang jenius itu membosankan sepertimu, eoh?! Aish...menyebalkan sekali" gerutu Baekhyun.

"haahh~ kenapa hari berjalan lambat sih, aku ingin cepat-cepat malam dan pergi menonton bersama sunbae blasteran-ku itu" mengerucutkan bibirnya, Baekhyun asik menggerutu sendiri.

"semangat sekali kau yg ingin berselingkuh terang-terangan, eoh?!" cibir Sehun.

"apa perdulimu...ck! sudah membaca saja yg tenang jangan mengganggu fantasi bahagiaku dgn sunbae kanada" oceh Baekhyun.

"..." hampir saja Sehun ingin melempar buku bacaannya kedepan wajah namja penggila eyeliner itu sebelum mengingat ancama eommanya untuk menjaga baik-baik namja mungil itu.

"hish..." menyerah, Sehun hanya dapat mendecit.

"..." kesunyian pun kembali menengggelamkan kedua namja berbeda tinggi itu yg sibuk dgn dunianya masing-masing. Sehun yg masih tenang dgn buku bacaannya dan sesekali membalik halaman yg sudah ia baca, sementara Baekhyun berguling-guling (?) gelisah dan bertingkah menggemaskan entah untuk apa O.O

"AAAAA...AKU BOSAAANNN" pekik Baekhyun tiba-tiba.

"GABRUUKK..." dan membuat namja albino yg tadinya duduk tenang sambil membaca kini malah terjungkal dari kursinya saking kagetnya.

"YA!" sentak Sehun sambil melempar kesal buku novelnya kearah Baekhyun dan untung bagi Baekhyun karna ia sempat menghindar.

"kau gila atau apa sih?! Jangan suka berteriak sembarangan kenapa?!" omel Sehun.

"..." mendengar omelan Sehun, Baekhyun hanya dapat mengerjapkan matanya lucu memandang Sehun yg tengah marah-marah dan bersungut-sungut kesal.

Tepat pukul 8 malam, seperti janjinya pagi tadi kini Kris sudah berdiri didepan sebuah rumah yg ia yakini rumah Baekhyun seperti petunjuk yg diberi oleh Baekhyun melalui pesan.

"Baek?! Kau benar-benar akan pergi dgn tiang kanada?!" tanya Sehun yg tengah mengekori namja mungil itu kemanapun perginya.

"hn..." gumam Baekhyun yg tengah sibuk memoles eyeliner dimatanya, lalu berjalan menuju lemarinya untuk mengambil sebuah topi, lalu berjalan lagi menuju kasur untuk mengambil ponselnya yg pastinya masih setia dibuntiti Sehun.

"Baek...astaga! kufikir kau bercanda dgn kata selingkuh terang-terangan?!" oceh Sehun lagi.

"hahh~..." pening, Baekhyun pun menghentikan langkahnya dan berbalik mendongakkan kepalanya untuk menatap Sehun yg jelas lebih tinggi darinya itu.

"albino jenius-ku yg tingginya setara dgn dobi idiot dikelasku...ayolah, aku hanya menonton dgn sunbae dari kelas 3 apa ada yg salah?!" decit Baekhyun melipat kedua tangannya didepan dada.

"tentu ada yg salah lah Oh Baekhyun, kau itu jelas sudah memiliki suami tapi malah pergi dgn namja lain malam-malam begini" sengit Sehun.

"Sehun albino sialan bin jenius nan sableng, tak ada yg tau aku menikah dgnmu dan menjadi istri atau apapun itu sebutannya lagi pula aku pergi hanya sebagai hobae yg berjalan-jalan dgn sunbaenya tak lebih" decit Baekhyun tak kalah.

" tak lebih darimana?! Kau terlihat amat girang sekali berjalan dgn tiang kanada itu, apa bedanya dgn kencan" cibir Sehun.

"astaga, Sehun! Aku bisa terlambat dan membuat tiang kanada yg bagimu sialan itu menunggu seperti idiot gila diluar sana albino!" omel kesal Baekhyun.

"pokoknya jangan keluar sebelum aku dan Kris sunbae pergi dan jangan coba-coba membuntutiku untuk melakukan semua hal gila diotak einsten mu itu!" final Baekhyun yg langsung melesat pergi meninggalkan namja albino itu merungut sendirian.

"tau saja kalau aku akan membuntutinya sial, sebenarnya yg jenius itu aku atau dia sih?!" umpat Sehun sebal, meski begitu ia pun menuruti perintah Baekhyun untuk tak keluar sebelum Baekhyun dan Kris si tiang kanada itu pergi.

"si pendek sialan itu hanya bilang tak boleh keluar sebelum mereka pergi, dgn artian aku boleh keluar kalau mereka sudah pergi" serigai setan Sehun pun terparti manis dibibir namja berwajah tampan itu.

"..." secepat kilat Sehun melesat menuju kamarnya dan keluar dgn sweater, masker, topi dan hoodie yg menutup kelapanya.

"tak akan aku biarkan kau tiang kanada sialan" umpat Sehun yg kemudian membawa pergi mobil dari garasi miliknya yg amat sangat lama ia tak pernah pakai.

"ng...sunbae, jadi kita akan menonton apa dan dimana?!" sementara itu Baekhyun tengah menyamankan dirinya dikursi sebelah kemudi mobil ferrari mewah milik Kris.

"hn, kudengar sih ada film hollywood bagus yg baru saja dirilis bulan ini yg bercerita tentang kisah-kisah romantis, aku harap kau menyukainya" ucap Kris.

"ohh..." dan Baekhyun hanya dapat ber'oh' ria.

"ng, omong-omong kau terlihat manis dgn sweater itu" ucap Kris menenggelamkan kegugupan dan kecanggungan keduanya.

"ohh, hehehe...ini kiriman dari eommaku yg sedang ada di Paris ia bilang ini sweater yg sedang tren disana" ucap Baekhyun dgn cengirannya.

'masih manis, haahh~ Baekkie kecilku ini kenapa selalu manis sih?!' bisik hati Kris yg melihat cengiran menggemaskan Baekhyun.

"ah! Apa ada tempat yg sangat ingin kau kunjungi setelah menonton?!" tanya Kris.

"hmm...entahlah, menurut sunbae lebih menyenangkan pergi kemana?!" tanya Baekhyun balik.

"haha...aku sih hanya bisa mengantarkan saja, tak terlalu mengerti sesuatu yg bisa membuatmu gembira" kekeh Kris.

"..." dan seketika kecanggungan mereka menguap begitu saja hingga tanpa sadar mobil Kris telah sampai mengantarkan mereka didepan sebuah bioskop.

"kajja...kita sudah sampai" ajak Kris yg sudah membukakan pintu mobilnya untuk Baekhyun.

"ge, aku bukan yeoja yg harus kau perlakukan seperti itu" jengah Baekhyun.

"memangnya ini hanya untuk yeoja saja?! Kufikir ini dilakukan untuk orang spesial disampingmu" ucap Kris polos.

'sial tiang kanada ini membuatku sulit move on saja darinya, bagaimana bisa aku tak meleleh mendengar kata-kata polos itu' rutuk Baekhyun dalam hati.

"sial plasteran kanada itu! bisa-bisanya ia bertingkah sok romantis begitu!" umpat Sehun dari dalam mobilnya, ternyata namja albino ini benar-benar nekat membuntuti istri mungilnya yg ia fikir sedang berkencan dgn tiang kanada (?)

"..." melihat Baekhyun dan Kris yg sudah memasuki bioskop, Sehun pun segera turun dan menyusul mereka takut kehilangan jejak keduanya.

"kau ingin memesan cemilan apa untuk kita makan didalam nanti?!" tanya Kris pada namja mungil disebelahnya itu.

"ng...apa saja, terserah padamu ge" ucap Baekhyun.

"oh, kalau begitu kau tunggu dulu yah...akan aku pesankan cemilannya" ucap Kris.

"ne...aku juga ingin ketoilet sebentar ge" ucap Baekhyun dan mereka pun berpencar.

"..." tanpa sepengetahuan keduanya Sehun ada tak jauh dari mereka dan mulai membuntuti Baekhyun menuju toilet pria.

"huft...kufikir eyelinerku akan luntur tadi" gumam Baekhyun begitu sampai didalam toilet dan menggunakan ponsel tipisnya sebagai kaca.

"sial, Kris ge mengajakku ke bioskop keren seperti ini sedangkan aku hanya memakai pakaian biasa membuatku terlihat berbeda" decitnya lagi.

"hn, tumben sekali albino itu tak mengusik ketentraman ponselku (?)" gumamnya saat membuka notifikasi ponselnya yg tak menunjukkan tanda-tanda Sehun mengusiknya.

"merindukanku?!" tanya sebuah suara yg membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya pada sosok yg berdiri angkuh diambang pintu toilet itu.

"UASSTAAGGAAAAAA...ALBINOOO!" pekik heboh Baekhyun saat melihat sosok itu yg rupanya Sehun si namja albino yg baru saja ia gumamkan namanya.

"hust...berisik pendek" decit Sehun.

"apa yg kau lakukan disini sialan, astaga! Kan sudah aku bilang untuk tak mengikutiku, astaga apa kau gila menguntitku kebioskop begini?!" oceh Baekhyun.

"sampai sebegitu takutnya aku mengikutimu, apa kau takut ketahuan bermesraan dgn tiang kanada plasteran itu, eoh?!" decit sebal Sehun.

"blasteran albino! Blasteran! Plasteran itu untuk luka-luka, astaga albino jeniusku jadi ogeb begini karna authornya saja sarap, sial?!" oceh Baekhyun panjang lebar yg berakhir dgn menghina author O.O

"apapun itu namanya Baek, apa perduli ku" rungut Sehun.

"hish, bicara dgn mu memendekkan umurku! Minggir, nanti tiang kanada plasteran yg kau bilang itu menungguku seperti orang gila disana" usir Baekhyun yg ingin keluar dari toilet itu.

"chup..." sekilas Sehun mengecup bibir cerewet Baekhyun membuat namja mungil itu terdiam.

"pokoknya aku akan terus mengawasi kalian" ucap Sehun final dan pergi meninggalkan Baekhyun yg masih mematung.

"ALBINO SIALAN!" makinya kesekian kalinya setelah sadar dari keterkejutannya itu membuat si namja albino yg ia makikkan terkekeh menang.

"Baek, kau lama sekali" sambut Kris yg duduk seorang diri saat melihat Baekhyun menghampirinya.

"hehe, tadi ada seekor kecoa nakal yg menggangguku didalam toilet membuatku takut keluar" elak Baekhyun sambil melirik Sehun yg tak jauh dari mereka dgn penyamarannya sedang menyeruput bubble tea ditangan kirinya.

"oh, kajja...filmnya akan segera dimulai" ajak Kris sambil membawakan makanan yg mereka pesan tadi.

"..." mereka pun mulai masuk kedalam dan mencari tempat duduk yg sesuai dgn tiket masuk mereka itu

"..." saat film pertama kali diputarkan semua terlihat aman-aman saja untuk Sehun, melihat tiang kanada itu tak berani menyentuh Baekhyun istri pendeknya itu.

"romantis mereka Baek, menjalin hubungan diam-diam seperti itu sepertinya menarik" bisik Kris pada Baekhyun yg diangguki namja mungil itu, melihat Kris yg mendekatkan wajahnya sambil membisikkan sesuatu sontak saja Sehun sebal.

"sial kau tiang plasteran..." rutuk Sehun dan langsung melemparkan potongan popcorn kearah dahi Kris yg kebetulan sedang menghadap belakang.

"syut...akh!" tepat sasaran Kris pun mengaduh pelan memegangi dahinya.

'gocha! Kena kau tiang sialan' sorak girang hati Sehun melihae lemparannya tepat sasaran.

"..." begitulah setelruhnya, meski tak terlihat tenang namun rupanya Sehun sedang asik mengusili namja tinggi yg sedang bermesraan dgn Baekkie-nya itu menggunakan sentilan popcorn.

'aku tau ini pasti ulah albino itu sialnya kenapa ia bisa tak terlihat duduk dimana yah' bisik hati Baekhyun saat melihat Kris terus mengaduh terkena lemparan popcorn isengnya Sehun.

'aku bersumpah tak akan menonton bioskop disini lagi, karna sepertinya hantu disini tak menyukai keberadaanku T^T' bisik hati Kris saat merasa terus mendapat lemparan popcorn tanpa tau dari mana asalnya (#poor naga tonggos ku ^^)

.

.

.

TBC~

.

.

.

Annyeong ^^, Niel balik lagi ngelanjuti ff ini...masih semangat gk menunggu nih reader-nim :D. Untuk chap yg ini kayaknya lebih banyak dari sebelumnya karna Niel juga bingung mau mutusin dimana jalurnya soalnya berasa ngegantung gitu kalau Niel putusin discane yg gk sesuai, hmmm...mungkin komedi dichap ini agak garing kali yah, hehehe...Niel lagi galau sulit nulis nih mian mina #membungkuk 90 derajat.

Balas review :

Kim Kai ussy : hehehe, aku suka review kamu banyak ^^. Iya ini Niel balas yah reviewnya tapi saran Niel sih (#sekedar sarah aja gk wajib diikuti) kenapa gk kamu bikin akun aja, mungkin kalo pake akun ff kamu jadi lebih gampang masuk reviewnya kecerita yg kamu review soalnya Niel dulu pernah review ke cerita orang lain tapi gk pake akun n masuknya review Niel itu bisa sampe 3 hari loh baru bisa diliat riviewnya kan kelamaan, hehe...jadi coba aja dulu bikin akun biar Niel juga lebih mudah membalasnya (#lah kan tuh kepanjangan balas reviewnya :D)

Guest : enaena?! Kyaaa...Niel juga mau bikin sih tapi setiah baru mau tulis "aahh" aja udah keringet banjir duluan soalnya Niel kalau nulis itu kan suka bawa kesana kemari laptopnya takut ada yg liat tulisan Niel ntr pikiran keburu kacau, tapi untuk penaikan rate akan Niel usahakan kalau Niel udah bisa tulis "nghh..." dulu yah :D

Byundha : hehehe...kayaknya Niel mesti minta banyak banyak mangap #ehh maksudnya maaf ke oppa CY soalnya suka membuat dia sengsara terus mengejar-ngejar Baekkie disini yg bahkan belum tentu peka (#author sungkem didepan CY) kalo temen-temen tau mereka menikah pasti heboh yah, tapi kayaknya malah lebih banyak yg tersakiti Niel takut kena kutuk mak Dio ntar disambit ChenTong lagi O.O

Hehehhe...review tanpa akunnya itu seru seru yah gk mau kalah sama yg punya akun ^^, semangat terus yah reviewnya n jangan pernah bosen menunggu lanjutan ff ini karna Niel gk bisa menjanjikan fast update setiap chapnya ^^, semoga nggak pada bulukan karna kelamaan menunggu ff Niel yg datengnya kayak tanggal 30 Februari ^^ (#maafkan author sarap yg lelet ini :D)

Akhir kata...selamat membaca n jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa review yg berfungsi sebagai vitamin author setiap menulis lanjutannya ^^

.

#salam ShinNiel ^^