HUNHAN STORY
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
Pagi ini, luhan berangkat kekampus bersama kai. Awalnya sehun benar-benar menolak karena ia takut jika kejadian kemarin terulang lagi. tapi luhan memaksa dan ia meyakinkan sehun bahwa kai akan menjaganya, akhirnya sehun memperbolehkannya.
Luhan berjalan pelan menuju kekelasnya, ia juga masih asik dengan buku bacaannya. Ketika itu tiba-tiba segerombol gadis yang taka sing bagi luhan berdiri dihadapan luhan. Luhan menghembuskan nafas beratnya dan kemudian memandang mereka.
"kapan kau akan membatalkannya?" Tanya Irene
"sampai orang tuaku kembali" luhan berkata dengan nada beray
"kapan mereka akan kembali?"
"entahlah, aku tak yakin"
"kau tak sedang menyukai sehun kan?" Tanya seulgi
Luhan terdiam dengan pertanyaan itu. ia tak tau harus berkata apa dengan kalimat tersebut
"jangan katakana jika kau sekarang menyukai oh sehun!" kata krystal ketus dan luhan masih diam
"hey! Apa kau benar-benar menyukai oh sehun sekarang?!" Tanya sulli
"katakana pada kami, xi luhan!" kata Irene mengintimidasi
"aish, tenanglah. Aku tak akan menyukai sehun. aku akan membawanya padamu, Irene-ah" kata luhan
"apa kau yakin?" Tanya Irene
"mengapa tak yakin?" luhan membalikkan pertanyaannya
"tak ada wanita yang tak jatuh oleh pesona oh sehun, xi luhan!" Irene berkata sinis
"tenanglah, aku tak tertarik dengannya" luhan berkata santai
"sepertinya kalimatmu mulai sulit untuk dipercaya" krystal menanggapi
"awas saja jika kau berani merebut sehunku. Aku akan membuatmu celaka!" Irene melanjutkan
"aniyo! ketika orang tuaku kembali aku akan meminta pertunangan ini batal. Percayakan padaku"
Irene, seulgi, krystal dan sulli mengangguk. Mereka langsung saja meninggalkan luhan sendiri. Luhan masih terdiam dengan perasaannya ia sendiri. Begitu sulit untuk menyatakan kalimat tentang perasaannya
Ia kemudian berjalan menuju kelasnya lagi dengan langkah malasnya. Ketika ia hendak sampai kekelasnya, seseorang memanggil namanya
"luhan!" teriaknya
"eoh, kris. wae?" Tanya luhan lemah
"bisakah kita bicara sebentar?"
"eoh?" luhan kaget
"ani, aku tak kan melukaimu. Aku hanya ingin membicarakan suatu hal"
"ah, geure" kata luhan pelan
Mereka kemudian berjalan menjauhi kelas luhan. Mereka kini sedang berjalan menuju taman kampus. Kini mereka sudah duduk dikursi taman tersebut
"mian tentang kemarin" kris membuka pembicaraannya
"ani, qwenchana" kata luhan dengan senyumnya
"jika kau yakin, aku harap kau bahagia bersamanya" kata kris
Luhan tetap terdiam, kini ia menundukkan kepalanya. Pikiran luhan tiba-tiba saja kacau. Entah apa masalah Irene dan sehun selalu terbayang diotaknya.
"apa kau memang mencintaiku?" Tanya luhan
"eoh, tapi jika kau lebih memilih sehun. nan qwenchana" kata kris sambil tersenyum
"apa kau benar-benar mencintaiku?" luhan bertanya lagi
"wae?"
"kau tak sedang mencintai gadis lain?"
"belum ada. Masih tetap kau" kata kris pelan
"apa kau menginginkan bertunangan denganku?"
"apa yang sebenarnya kau fikirkan sekarang luhan-ah?" kris semakin tak faham arah bicara luhan
"bisakah kau membantuku membatalkan pertunangan ini? aku akan menikah denganmu" kata luhan menahan airmatanya
"luhan-ah, apa kau..."
"jaebal, kris. selamatkan aku" kata luhan lagi
Kris hanya diam terpaku dengan kalimat yang terlontar dari mulut luhan. Sungguh kalimatnya begitu berbeda. Kris merasa luhan memang sedang membohongi perasaannya sendiri. Kris hanya mampu memeluk luhan pelan karena luhan kini sedang menangis
Tanpa mereka sadari, ternyata sesosok pria dengan tatapan tajam sedang mengamati kegiatan mereka dari tadi. Sehun mendengar semua kalimat luhan.
Sehun merasa luhan sedang melakukan tipuan untuk perasaannya sendiri. Sehun tiba-tiba saja merasakan hatinya tak rela ketika luhan memanangis dipelukan kris. entah mengapa sehun tak rela airmata luhan jatuh dalam pelukan lain selainnya.
(***)
Hari ini kampus telah selesai, luhan memberesi semua barang-barangnya. Tapi ketika ia selesai membereskan, ia tak langsung pulang, ia justru masih duduk ditempat duduknya
"kau tak pulang?" Tanya lay
Luhan hanya menggeleng lemah
"kau ada masalah?" Tanya xiumin
"aniyo" kata luhan sambil tersenyum
"sejak kapan kau pandai berbohong kepada kami?" xiumin bertanya lagi
"jika kalian mau pulang, pulanglah dulu. Aku mau disini sebentar" kata luhan mengalihkan pembicaraan
"baiklah kami pulang, tapi ingat jangan terlalu lama disini. Segeralah pulang" kata lay
"jika ada apa-apa katakana pada kami,ne?" xiumin melanjutkan
Luhan mengangguk dengan senyum manisnya. Xiumin dan lay langsung meninggalkan luhan. Didepan pintu kelas mereka, xiumin dan lay bertemu dengan sehun yang tampak sedang mencari seseorang
"noona, luhan noona eoddi?" Tanya sehun pada mereka
"didalam. Masuk saja" kata xiumin kemudian meninggalkan sehun
Sehun langsung memasuki ruang kelas itu. tampak luhan yang sedang tertunduk dimejanya. Sehun langsung mendekati luhan disana. Ia duduk disebelah luhan tanpa ada niat ingin menyadarkan luhan.
Setelah luhan lama tertunduk, ia berniat ingin pulang. Tapi ia terkejut ketika melihat sehun berada disebelahnya
"sejak kapan kau disini?" Tanya luhan
"entahlah"
"mengapa kau tak menyadarkanku?"
"aku sedang tak ingin"
"kau mau apa kemari?"
"mengantarkanmu pulang"
"aku bisa pulang sendiri"
"aku tak kan membiarkanmu pulang sendiri. Kajja" ajak sehun sambil menarik tangan luhan
"tapi, aku..."
"sudahlah, jangan berisik" kata sehun ketus
Mereka langsung saja menuju kemobil sehun. luhan hanya menuruti semua perintah sehun, ia hari ini cukup lelah untuk melawan sehun.
"aku berniat untuk menemui bomi dan minwoo, kita sudah lama tak menemuinya. Apa kau mau ikut denganku?" Tanya sehun
Luhan mengangguk pelan "mana mungkin appa berjalan tanpa eomma" katanya singkat
Mereka kemudian melaju ke taman bermain seperti biasanya. didalam mobil suasana kembali seperti biasa. Sunyi dan senyap karena tak ada yang mulai mengeluarkan pembicaraan.
Beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka sampai ditaman bermain pusat kota seoul. Luhan langsung saja turun dari mobilnya diikuti dengan sehun dibelakangnya.
"Bomi-ah, Minwoo-ah" teriak luhan ketika melihat 2 anak itu sedang bermain
"Eomma, Appa!" teriak mereka sambil berlari menuju luhan dan sehun
Bomi dan minwoo langsung berbaur kepelukan luhan dan sehun. luhan langsung menggendong bomi dan sehun juga menggendong minwoo.
"eomma, appa. Urineun neomu bogoshippo" kata bomi manja
"appa, kenapa lama tak kemari?" Tanya minwoo
"appa, eomma juga merindukan kalian. Mian, eomma appa sedang sibuk beberapa hari lalu" kata sehun penuh penyesalan
"mianhae bomi-ah, minwoo-ah" kata luhan penuh penyesalan
"sebagai permohonan maaf, appa ingin mengajak kalian jalan-jalan. Otte?" Tanya sehun
"jalan-jalan? Kajja appa!" kata minwoo dan bomi bersemangat
"kau bagaimana, lu?" Tanya sehun pada luhan
"kajja" luhan menyahuti dengan senyumannya
"kalian sudah ijin dengan orang tua kalian? Kami tak ingin jika kami dianggap mencuri kalian" kata sehun dengan nada jahil
"uri eomma appa qwenchana. Kajja appa!" kata minwoo
"tapi, antarkan kami pulang kerumah nanti" kata bomi sedikit mengancam. Takut seolah-olah sehun akan meninggalkannya nanti
"arraseo, nae bomi-ah" kata sehun sambil tersenyum manis
Mereka kemudian memasuki mobil sehun. semua duduk dipangkuan luhan, mengingat mobil sport milik sehun hanya memiliki 2 jok mobil saja. Sehun masih terfokus dengan jalan, sesekali ia melirik jok sebelahnya dengan senyum bahagia.
Entah mengapa ia begitu bahagia melihat luhan tertawa dengan bomi dan minwoo. Sehun tau bahwa luhan benar-benar sedang sedih, hatinya sedang kacau untuk saat ini. maka dari itu sehun mengajaknya bertemu dengan bomi dan minwoo, karena luhan begitu menyukai anak kecil.
Sehun memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang disediakan. Mereka kini telah sampai di sebuah pusat bermain terkenal di kota seoul. Luhan membiarkan bomi dan minwoo turun duluan, dan kemudian baru luhan yang turun dari mobil.
Bomi dan minwoo berteriak begitu bahagia ketika mereka melihat beberapa wahana yang disuguhkan. Luhan dan sehun hanya tersenyum melihat tingkah lucu 2 anak angkatnya itu.
"eomma appa kajja" kata minwoo bersemangat
"dengarkan eomma, kalian harus menuruti perintah eomma dan appa, ne. Jangan menghilang dan lari untuk mencari wahana sendiri, terus berpengangan tangan dengan eomma ataupun appa. Katakana pada eomma kalian ingin naik apa, arraseo?" luhan menasehati dua anak itu seperti seorang ibu sungguhan yang menasehati kedua anaknya dengan kasih sayangnya. Dan sehun hanya tersenyum manis melihat sifat keibuan luhan yang muncul tiba-tiba
Bomi dan minwoo mengangguk mengerti. Luhan kemudian merapikan baju minwoo dan bomi yang sedikit berantakan karena duduk dimobil tadi. Sehun melihat pemandangan itu hanya tersenyum bahagia
Hati sehun benar-benar bahagia, seolah ia telah menikah dengan luhan dan memiliki 2 orang anak. Seperti sebuah keluarga yang utuh dan sempurna.
"appa, kajja" kata bomi menarik tangan sehun dan membuat sehun membuyarkan lamunannya
"kajja" kata sehun menanggapi bomi
Luhan dan sehun menggandeng bomi dan minwoo yang berada ditengah antara mereka. Mereka kemudian masuk dan mencoba beberapa permainan.
Mereka beberapa kali mencoba wahana disana, mulai dari yang tak menantang dan sampai yang menantang. Bomi dan minwoo begitu bahagia, sama seperti luhandan sehun. hingga pada titik terakhir mereka merasakan kelelahan
Mereka berjalan ke sebuah foodcourt untuk mengistirahatkan tubuh mereka. Tanpa aba-aba apapun, Luhan langsung duduk dan mengurus bomi dan minwoo sedangkan sehun langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka
Sungguh, luhan dan sehun tampak seperti sepasang orang tua yang mengurus anak-anak mereka dengan baik.
Beberapa menit kemudian, sehun kembali dengan membawa makanan mereka. Luhan dengan sigap menyuap bomi dan minwoo yang tampak kelaparan.
"setelah makan, kita pulang saja ne?" ajak luhan
"wae eomma?" Tanya bomi
"eomma takut kalian kelelahan dan sakit, besok kalian sekolah bukan? di akhir pekan kami akan mengajak kalian berlibur lagi. otte?"
"Appa" bomi tak menjawab pertanyaan luhan justru malah merengek pada sehun agar tak mengajaknya pulang
"eomma benar ,bomi-ah. Kalian harus pulang dan istirahat. Appa juga tak mau kalian sakit" kata sehun menanggapi rengekan bomi
"tapi appa janji akan datang ketika akhir pekan?" kata minwoo
"appa eomma selalu saja melupakan kami, dan jarang sekali menemui kami" lanjut bomi dengan nada sedih
"mian, kami selalu saja ada masalah yang mengharuskan kami mengurusnya. Tapi eomma appa janji kami tak akan melupakan kalian" kata luhan memberi semangat
"appa janji?" Tanya bomi
"janji" kata sehun sambil menunjukkan kelingkingnya dan tersenyum.
Mereka kemudian melanjutkan makannya kembali. Setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke mobil untuk kembali kerumah.
Bomi dan minwoo menunjukkan sehun arah kemana rumah mereka berada. Ketika sudah sampai disebuah perumahan, sehun menghentikan mobilnya.
Ternyata rumah bomi dan minwoo bersebelahan, orang tua mereka ternyata saling bersahabat. Makanya bomi dan minwoo begitu dekat. Luhan dan sehun turun untuk menemui orang tua mereka
"eomma appa, kita ke rumah bomi saja, orang tuaku ada disana" kata minwoo sambil menggeret tangan luhan dan sehun
Bomi berjalan mendahului mereka. Bomi mengetuk pintu rumahnya dan berteriak memanggil eomma appa nya, sehingga mereka langsung saja keluar mendengar teriakan bomi
"aigoo bomi-ah" kata orang tua bomi
"nae minwoo-ah" kata orangtua minwoo
"annyeonghaseyo" kata luhan dan sehun bersamaan ketika orang tua minwoo dan bomi memandang mereka
"ne, annyeong. Maaf, kalian ini siapa ya?" Tanya eomma bomi
"kami, kami..." luhan tampak bingung menjelaskan
"mereka orang tua kami eomma, yang pernah aku ceritakan beberapa hari lalu" kata bomi
"ah, kalian rupanya? Terima kasih telah menjaga anak kami" kata appa bomi
"jeongsonghamnida, ajjushi ajjuma. Kami hari ini mengajak mereka berjalan-jalan tanpa berpamitan terlebih dahulu" kata sehun meminta maaf
"ani, qwenchana. Kami berterima kasih sekali kalian ikut merawat anak kami" kata appa minwoo
"apa kalian sudah menikah dan menginginkan anak tapi kalian belum mendapatkannya?" Tanya eomma minwoo seketika
Luhan kaget dengan pertanyaan tersebut, bagaimana bisa ia dikira sudah menikah tapi belum memiliki anak?
"a..ani.. aniyo, kami belum menikah. Kami hanya tak sengaja bertemu bomi dan minwoo ditaman beberapa minggu lalu, lalu mereka menginginkan kami menjadi orang tuanya. Karena kami juga mencintai anak kecil, jadi kami tak keberatan" luhan dengan sigap melontarkan penjelasan itu
"ah, aku kira kalian sudah menikah" kata eomma minwoo sambil tersenyum
"tapi mereka sangat serasi kan eomma?" Tanya minwoo polos
"ne, mengapa kalian tak menikah saja? Kalian serasi sekali. Aku fikir kalian sudah menikah" kata eomma minwoo
Luhan hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum garing. Sehun mengerti keadaan yang membuat luhan taknyaman. Ia kemudian segera berpamitan
"ajjushi, ajjuma, kami pulang dulu ne" ucap sehun
"sering-sering lah kemari" kata eomma bomi
"ne, gamsahamnida" kata sehun sambil menundukkan badannya
"eomma, appa sering-sering kemari ne" kata bomi di gendongan ayahnya
"eomma, appa jangan lupakan janji kalian ne" minwoo menyahuti
Luhan dan sehun pun tersenyum dan mereka beranjak meninggalkan rumah kecil itu. dialam perjalanan pulang, tak ada dari mereka yang membuka pembicaraan, mobil itu terasa sepi. Hingga akhirnya sehun membuka pembicaraan mereka
"aku dengar kau dengan kris hyung..." sehun mengambangkan kalimatnya
"ne?" Tanya luhan terkejut.
Dalam pikiran luhan, ia begitu takut jika sehun mengerti keputusannya dengan kris tadi pagi.
"kau dengan kris hyung" sehun mengulang kalimatnya
"apa kau tau tentang kami?" Tanya luhan
Sehun hanya mengangguk lemah
"aku tak sengaja mendengarkannya"
"mi...mianhae" kata luhan pelan
"apa kau yakin?"
"aku rasa...iya"
Sehun langsung diam mendengar kalimat terakhir luhan. Dalam pikiran luhan, apa benar luhan akan membatalkan pertunangan mereka secepat ini?
"wae?" Tanya sehun
"karena aku tak ingin melukaimu ataupun Irene, termasuk kris. jika aku melanjutkan pertunangan ini akan banyak orang yang terluka" kata luhan lemah
"apa kau mencintai kris hyung?"
"nan molla. Tapi setidaknya aku akan mencobanya" kata luhan lemah
"kapan kau akan membatalkannya?"
"setelah orang tuaku kembali"
"mengapa kau melakukan ini? bukankah kau menyukaiku? Kenapa kau sekarang melepaskanku?"
Luhan sedikit kaget dengan kalimat yang sehun lontorkan, sehun begitu yakin ketika dia melontarkan kalimat itu. luhan memandang aneh sehun sekarang
"apa kalimatku salah?" tanya sehun
"dari mana kau bisa seyakin ini?"
"aku hanya menebak. Apa aku salah?"
"ani... tapi kalimatmu kurang tepat untukku" luhan masih mengelak dari sehun
Suasana mobil kembali diam, sehun masih focus dengan jalan dan fikirannya kini campur aduk. Perasaannya juga tak menentu.
Kini mereka sudah sampai dihalaman rumah luhan, luhan langsung turun dan berpamitan dengan sehun.
"aku harap kau bahagia dengan keputusanmu" kata sehun tiba-tiba
"ah, ne. Aku harap kau bisa bahagia juga dengan Irene" kata luhan
"aku sudah pasti akan bahagia bersamanya. Aku harap kau sedang tak membohongiku" kata sehun dengan tatapan tajamnya
"ne?" luhan kelabakan
"aku harap kau bisa bahagian dengan kris hyung, aku rasa dia pasti akan menjagamu lebih baik dariku" kata sehun datar
"aku akan bahagia dengan Irene jika kau juga bahagia dengan kris hyung" sehun berkata sambil meninggalkan luhan
Tanpa menunggu apapun, sehun langsung memasuki mobilnya. Mobil sehun kini sudah pergi, tanpa luhan sadari airmatanya kini menetes
'andai aku bisa mengatakan bahwa aku menyukaimu sekarang, sehun-ah' batin luhan
Luhan memasuki rumahnya, disana sudah ada kai yang menunggunya sedari tadi. Luhan dengan isgap menghapus jejak airmatanya. Tapi sayang, kai lebih dulu mengetahui bahwa dia baru saja menangis
"noona qwenchana?" Tanya kai
"ne" jawab luhan dengan senyuman lemasnya
"noona, besok eomma dan appa kembali. Mereka akan bertemu denganmu dan sehun katanya, mereka ingin menanyakan bagaimana tentang pernikahan kalian"
"jin..jinjja?" kata luhan kelabakan
"eoh, kita akan makan malam bersama besok"
"ah, geure" kata luhan lemah
Badan luhan terasa sangat lemas sekarang. Ia sangat bingung dengan keadaannya. Haruskah ia meninggalkan sehun sekarang? Meninggalkan ketika hatinya mulai menyadari bahwa ia memang menyukai sehun.
Tapi bagaimana dengan sehun? sehun bukankah sangat mencintai Irene? Apakah ia tega melihan sehun terluka karena ia merusak hubungannya dengan Irene.
(***)
Hari ini orang tua sehun dan luhan telah kembali kekorea. Perasaan luhan kini makin tersiksa. Antara ia harus mengorbankan perasaannya atau ia harus egois.
Malam ini luhan sedang duduk di meja riasnya, ia sudah selesai berdandan untuk acara makan malam bersama dengan keluarga oh, tapi ia masih termenung. Hingga eommanya datang memasukin kamarnya
"luhan, apa kau sudah siap sayang?" Tanya eommanya
"eoh" luhan tersenyum lemah
"kau kenapa?" Tanya eommanya sambil mengelus rambutnya
"eomma, bisakah aku membatalkan semua ini?"
"wae?" kata heechul terkejut
"aku, aku hanya..." luhan kini menangis, ia tak kuasa menahan airmatanya
"sayang, eomma tau ini berat bagimu. Tapi membatalkan pertunangan tak semudah itu. apalagi berita kalian sudah menyebar kemana-mana. Kami dan orang tua keluarga oh pasti akan sangat malu. Apa kau ingin mempermalukan kami?" Tanya eommanya lembut
"aniyo, tapi eomma..." kalimat luhan terputus
"eomma mohon padamu, jangan permalukan kita dihadapan mereka luhan-ah, apalagi terhadap public, appamu pasti akan sangat marah" kata eommanya dengan penuh kesungguhan
"arraso eomma" kata luhan lemah
"sekarang ayo kita turun, appa dan kai pasti sudah menunggu" kata heechul
Mereka kemudian turun dan segera menuju restoran tempat mereka akan makan malam bersama. Ketika kaluarga luhan sampai, ternyata disana sudah ada keluarga sehun yang menunggu
Sehun kemudian duduk disebelah luhan. keluarga mereka kini asik berbincang-bincang, tapi luhan dan sehun hanya terdiam dengan fikiran mereka masing-masing
"bagaimana hubungan kalian?" Tanya kyuhyun
"kapan kalian memutuskan untuk menikah?" lanjut hangeng
Luhan dan sehun hanya diam. Luhan menundukkan kepalanya, ia mengumpulkan keberaniannya untuk berkata sesuatu. Ia juga sedang susah payah untuk tak membuat airmatanya terjatuh
"eomma, appa, ajjushi, ajjuma, aku... aku ingin memba-" kalimat luhan tiba-tiba saja terputus
"sehun-ah, aku dengar balkon diluar restoran ini sangat bagus, ajaklah luhan kesana" kata kris tiba-tiba
Luhan membulatkan matanya, ia bingung mengapa kris melakukan itu padanya. Kris terus member kode pada sehun untuk mengajak luhan pergi
"kajja" ajak sehun tiba-tiba sambil menarik lengan luhan
Setelah mereka pergi, orang tua mereka kembali sibuk dengan pembicaraan mengenai luhan dan sehun
"apa yang ingin kau katakana tadi? Membatalkan pertunangan?" Tanya sehun
Luhan hanya mengangguk lemah
"mian karena tak bisa menjagamu selama ini"
"ani, bukan seperti itu sehun-ah" kata luhan cepat
"arra" kata sehun singkat
"luhan-ah, bagaimana jika seandainya kau tiba-tiba mencintaiku? Dan bagaimana jika aku tiba-tiba mencintaimu?" Tanya sehun sedikit ambigu untuk luhan
"eoh?" pikiran luhan tiba-tiba kosong
Lidah luhan tiba-tiba terasa kelu dan tak mampu berbicara menanggapi sehun. fikirannya sudah berfikir kemana-mana. Entah apa yang luhan fikirkan sekarang, ia sendiri juga tak yakin
"otte?" sehun membuyarkan lamunannya kembali
"molla, tapi sepertinya mustahil"
"wae?" sehun terkejut
"aku dengar kau sangat sulit mencintai orang lain dan saat ini Kau begitu mencintai Irene bukan? jadi mustahil jika kau mencintaiku" luhan menundukkan kepalanya
"Irene?" sehun bertanya bingung
"eoh" jawab luhan singkat
"ne, Irene" kata sehun pelan dengan tatapan kosong
"tapi tak mustahil jika kau yang mencintaiku?" Tanya sehun spontan
Luhan membulatkan matanya, ia terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan sehun baru saja.
"mol..molla" kata luhan gagap
"atau mungkin memang mustahil" kata sehun kemudian
"wae?"
"karna kau menyukai kris hyung?" tebak sehun ragu
"ah, kr..kris" kata luhan pelan dan sedikit menyesal
Sehun dan luhan kini diam dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka sedang sibuk memandang langit malam yang indah. Sesekali luhan tersenyum dan sehun meliriknya
"apa kau tak ingin masuk? Disini dingin sekali"
"eoh, kajja" kata luhan sambil tersenyum
Mereka kembali masuk dan bertemu dengan keluarga mereka. Disana tambak kyuhyun yang asik berbincang-bincang dengan hangeng, sungmin dengan heechul dan kai yang sibuk menggajak chanyeol dan kris yang masih cangung itu.
"mengapa kalian lama sekali?" Tanya sungmin
"biarkan saja, biar mereka bahagia" tandas heechul dengan senyumnya
"ah, sehun-ah, luhan-ah. Aku dan hangeng sudah berbincang-bincang mengenai kalian" kata kyuhyun
"karena kalian terlalu lama dalam memutuskan kapan kalian menikah, selama libur semester ini kami memberi kalian 3 pilihan. Pilihan pertama kalian berdua berlibur keluar negeri, pilihan kedua kalian tinggal diapartemen yang sudah kita pesankan atau pilihan ketiga kalian menikah"
"MWO?" kata luhan dan sehun bersamaan
"pilihlah salah satu, bukankah enak? Kami telah memberikan kalian 3 pilihan" kata hangeng
"appa, aku rasa..." kalimat luhan terputus
"kami tak menerima protes, luhan-ah" kata kyuhyun dengan senyumnya
Kris dan chanyeol begitu kaget dengan pilihan yang diberikan untuk luhan dan sehun. luhan dan sehun sendiri juga masih diam, tak berkutik sama sekali
"beri kami waktu untuk berfikir" kata sehun
"gaure, waktu kalian sampai kami kembali kekorea lagi" kata kyuhyun
"kapan kalian akan kekorea?" Tanya sehun
"terserah kami, kami bisa kembali kekorea minggu depan, bulan depan, tahun depan? Semua terserah kami" kyuhyun berkata begitu santai
"berapa lama jika kita memilih berlibur? Dan kalau apartemen? Mana yang lebih cepat?" Tanya luhan
"terserah kita, karena kita yang menentukan" kata hangeng dan kemudian ia tersenyum bersama kyuhyun
"apa tak ada pilihan lain?" Tanya luhan lagi
"tak ada" jawab hangeng dan kyuhyun kompak
Luhan dan sehun terduduk lemah, mereka berfikir keras tentang pilihan yang diberikan orang tua mereka. Benar- benar sulit bagi mereka untuk memilih salah satu dari 3 pilihan itu
(***)
Keesokan paginya, luhan menghampiri kris yang baru saja keluar dari mobilnya di tempat parkir kampus. Tapi ketika luhan hendak mendekati kris, matanya teruju pada sepasang kekasih yang sedang mengumbar kemesraan. Kris juga melihat pemandangan yang sama dengan luhan
Luhan berusaha menahan airmatanya agar tak terjatuh. Hatinya begitu teriris ketika melihat sehun sedang berjalan dengan Irene.
"apa yang kau lakukan tadi malam?"
"yang mana?" Tanya kris
"kau memotong pembicaraanku tentang pembatalan itu"
"karena aku tau kau sedang berbohong"
"tapi, aku kini menyukaimu. Bukan sehun" jawab luhan asal
Kris tersenyum, ia kemudian mengahapkan pandangannya ke luhan.
"matamu tak bisa berbohong, luhan-ah. Aku akan berusaha merebut hatimu dari sehun, tapi bukan begini caranya" kata kris sambil tersenyum
"wae? Bukankah..."
"Dengarkan aku, aku memang ingin menikah denganmu dan setuju jika kau membatalkannya, tapi aku tau ayahku seperti apa. Sehun akan dalam masalah jika kau melakukannya, appa bisa saja semakin membuat sehun terpuruk karena mempermalukan keluargaku"
"lakukan saja apa yang bisa kau lakukan, aku akan selalu merebut hatimu darinya" kata kris sambil meninggalkan luhan
Luhan terpaku dengan kalimat kris, ia semakin tak mengerti akan jalan hidupnya sekarang. Mengapa hidupnya kini begitu rumit untuk ia jalani.
Ketika luhan memasuki koridor kampus, seseorang memanggil namanya keras
"XI LUHAN!"
Luhan sangat hafal dengan teriakan itu, ia kemudian menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya
"aku dengar orangtuamu sudah kembali" kata Irene
"eoh"
"apa kau sudah membatalkannya?"
"belum"
Irene langsung membulatkan matanya, emosinya tiba-tiba meluap. Ia tiba-tiba saja menampar pipi luhan. Luhan menahan rasa perih itu, ia kemudian menatap Irene.
"aku akan berusaha" luhan melanjutkan kalimatnya
"mengapa kalimat itu terus yang keluar?" kata Irene
"mulai menyukai sehun, eoh?" Tanya seulgi
"berani-beraninya kau menyukai sehun!" kata Irene sambil menampar pipi luhan lagi
Luhan terdiam, kini pelupuknya penuh dengan air mata yang ia tahan. Rasa sakit dan perih semuanya bercampur menjadi satu
"aku tak menyukainya" kata luhan lemah
"berhenti berbohong!" kata krystal
"aku tak berbohong" kata luhan
"jika tak berbohong mengapa kau tak membatalkannya?" seulgi melanjutkan
"karena waktunya tak tepat, aku tak mau orang tuaku terluka" jawab luhan
"hah, alasan!" krystal memangkas kalimat luhan
Irene kali ini benar-benar emosi. Ia langsung menarik kuat rambut luhan. Luhan benar-benar menahan rasa sakit dikepalanya sekarang
"dengarkan aku baik-baik. Aku tak peduli kau menyukai sehun atau tidak yang aku pedulikan adalah pembatalan pertunangamu. Aku akan menunggummu 1 minggu. Jika kau masih tak melakukannya, aku jamin kau akan semakin celaka" kata Irene sambil melempar kepala luhan
Kepala luhan terasa benar-benar sakit, kini ia terduduk dilantai. Kepalanya benar-benar sakit, pandangannya mulai berkunang-kunang sekarang.
Irene dan teman-temannya langsung meninggalkan luhan tanpa peduli dengan keadaan luhan. Luhan berusaha berdiri tapi ia sudah tak mampu lagi untuk berdiri. Luhan berharap ada seseorang yang lewat koridor yang sepi ini.
Ketika luhan hampir menutup matanya, tiba-tiba chanyeol datang dan melihat luhan terkapar di koridor itu,dengan sigap chanyeol langsung membawa luhan ke ruang kesehatan.
Diruang kesehatan sudah ada baekhyun dan kyungsoo yang sedang berjaga. Mereka begitu terkejut ketika melihan luhan terkapar, dan baekhyun lebih terkejut ketika ia tau yang membawa luhan adalah chanyeol
"ada apa dengan luhan eonni?" Tanya kyungsoo
"entahlah, aku juga tak tau. Aku menemukannya sudah terkapar di koridor" kata chanyeol
Tiba-tiba saja tao datang ke ruang kesehatan itu dengan panic
"aku dengan luhan eonni bertengkar dengan Irene, ia pinsan di..." kalimat tao terputus ketika ia tau luhan sudah di kasur ruang kesehatan
"eonni?" kata tao
"Irene?" Tanya chanyeol
"eoh" jawab tao
Kyungsoo tau, baekhyun sedang mematung karena chanyeol yang sekarang menjadi kekasihnya tapi hatinya bukan untuknya. Ia kemudian dengan sigap member kode pada tao
"aku rasa aku akan merawat luhan eonni bersama tao"
"aku rasa kalian keluar saja" kata tao
Chanyeol dan baekhyun mengangguk. Mereka kemudian duduk didepan ruang kesehatan. Chanyeol masih canggung untuk memulai bicara ke baekhyun. Chanyeol takut baekhyun marah kepadanya
"mian, baekkie" kata chanyeol
"qwenchana" jawabnya lemah
"jeongmal mianhae"
"ani, nan qwenchana. Aku tau kau masih menyukai luhan eonni" kata baekhyun
"ajarkan aku mencintaimu seutuhnya" kata chanyeol tertunduk
"mencintai itu tak bisa mengajarkan, semua berjalan dari hati. Aku akan menunggumu hingga kau benar-benar mencintaiku, meski aku tak tau itu kapan" kata baekhyun
"mianhae, aku akan berusaha mencintaimu secepatnya" chanyeol kembali tertunduk
Baekhyun tersenyum, ia kemudian membelai punggung chanyeol lembut. Chanyeol semakin merasa bersalah kepada baekhyun karena ia sudah berpacaran dengan baekhyun tapi masih saja hatinya terpaku pada luhan.
Ketika baekhyun dan chanyeol duduk, tiba-tiba kai, lay dan xiumin datang dengan tergesa-gesa.
"dimana noona?" Tanya kai
"didalam" jawab baekhyun
Kai, lay dan xiumin langsung memasuki ruang kesehatan itu. mereka melihat tao dan kyungsoo yang tampak panic menangani luhan
"apa yang sebenarnya terjadi padanya?" Tanya lay
"aku dengar ia bertengkar dengan Irene" kata tao
"dan eonni merasakan pusing dikepalanya, ia masih tak sadar dari tadi" jawab kyungsoo
"aku yakin mereka menjambak kepalanya" kata kai menahan emosinya
"tenang kai-ah, jangan termakan emosi" kata xiumin menenangkan
Beberapa jam setelah mereka menunggu luhan terbangun, akhirnya luhan sadarkan diri. Luhan tersenyum lemah kepada mereka
"jangan terlalu banyak bergerak" kata xiumin
"qwenchana" kata luhan lemah
"kau ini kenapa?" Tanya lay
"ani, aku tak kenapa-kenapa" kata luhan
"mian aku membuat kalian khawatir lagi" luhan tertunduk "sehun tak tau jika aku sakit kan?" Tanya luhan
"selalu saja sehun yang kau fikirkan. Lihatlah keadaanmu!" omel xiumin
"aku tak apa, jangan terlalu khawatir begitu. Ah, aku mohon agar sehun jangan sampai tau jika aku seperti ini" kata luhan
"jadi benar, kau bertengkar dengan Irene, noona?" Tanya kai
"karena sehun?" lanjut lay
Luhan mengangguk lemah
"maka dari itu, aku mohon. Sehun jangan sampai tau ne" luhan memelas
Semua berdecak tak percaya dengan kelakuan luhan yang begitu melindungi Irene dari sehun. kai kemudian memutuskan untuk mebawa luhan pulang, untung ia kali ini membawa mobil
Kai langsung membawa luhan kemobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah, agar luhan bisa beristirahat dirumah.
Didalam mobil kai hanya diam dengan kemudinya, luhan masih sibuk dengan fikirannya sendiri. Ia begitu bingung dengan masalah yang ia hadapi
"kai-ah, bagaimana rasanya jatuh cinta?" Tanya luhan tiba-tiba
"ne?" kai terkejut
Kai benar-benar terkejut dengan pertanyaan luhan. Selama ini luhan sama sekali tek tertarik dengan topic pembicaraan tentang percintaan. Bahkan jika kai menanyakannya luhan akan dengan segera merubah topic itu. tapi sekarang? Luhan yang memulai topic ini.
"kau baik-baik saja kan noona? Kau sadar kan?" Tanya kai yang masih focus dengan setirnya
"eoh, jawab saja pertanyaanku"
"kau bahagia ketika kau sedang bersamanya, kau selalu takut membuatnya kecewa dan khawatir, kau selalu membuatnya bahagia dan tersenyum, kau rela mengorbankan segalanya hanya untuk dirinya. Kau sering terasa sangat bodoh untuk melakukan itu, tapi kau melakukannya. Dan jantungmu selalu berdetak tak normal ketika kau berada disekitarnya. kau selalu bahagia mendapatkan infirmasi tentangnya, sekecil apapun itu. dan jatuh cinta itu seperti sebuah kecanduan yang membuatmu lupa diri." Jelas kai
Luhan terdiam. Ia menyadari semua yang dikatakan kai sangat tepat untuknya ketika dia sedang bersama dengan sehun. ya, sehun adalah manusia yang membuatnya seperti ini beberapa bulan terakhir ini
"apa kau sedang jatuh cinta noona? Dengan sehun?" Tanya kai
"aku rasa... iya.. aku menyukainya sekarang" kata luhan dengan tatapan kosong
"oh sehun?" kai mempertegas pertanyaannya
Luhan mengangguk ragu. Meskipun ia masih belum yakin dengan perasaannya, tapi luhan sudah sedikit yakin jika ia menyukai sosok oh sehun sekarang.
.
.
.
TBC
annyeong, ini author beneran berusaha fast update nih, soalnya author juga lagi libur sih :D
disini yang request hunhan moment dan yang sama anak angkatnya udah masuk ne,
konflik sama irene juga udah masuk. tapi kalo yang sehun dibuat lupa sama irene, author bingung gimana caranya -,- *mian
mulai chapter depan udah mulai bisa santai buat yang pingin hunhan. karena emang mulai chapter depan udah mulai hunhan.
oh ya, kemaren autor kan bilang bakal masukin tokoh buat sama luhan itu, nah itu author mau mikir2 lagi. pada siap ff ini dipanjangin atau enggak. masalahnya nanti kalo kepanjangan jadi kayak sinetron nantinya. wkwks
oh ya, review juseyo
tolong jangan jadi silent reader, gimanapun juga author perlu review dari kalian buat memperbaiki jalan cerita yang author buat
mian kalo momentnya kurang atau ketypoan yang author buat
tetep author ucapin makasih buat para readdeul dan reviewnya
*deep bow bareng hunhan
.
DONT BE A SILENT READER
.
REVIEW JUSEYO^^
