If we are both, it will be perfect

Dilihat dari bentuknya, Chanyeol itu tampak macho, kan? Dia terlihat seperti pria jantan sejati yang di idam-idamkan banyak kaum hawa, beberapa berfikir akan sangat hebat jika dapat bersanding dengan si sempurna Chanyeol, namun sayangnya Baekhyun-lah yang mendapat predikat itu. Dengar-dengar juga, banyak yang mendambakan bibir kissable Park Chanyeol yang tebal dan penuh, memiliki daya tarik yang kuat dan memikat.

Tapi kalian harus tahu, mana ada orang yang sempurna didunia ini. Chanyeol mungkin terlihat keren dengan tubuh tingginya yang preposional, wajahnya yang kharismatik, juga sifatnya yang ramah. Namun dibalik itu, kalian semua tidak tahu, kalau Chanyeol ini payah dalam ciuman. Ya mana ada yang tahu, cuma Baekhyun yang tahu karena hanya dia yang pernah merasakannya. Hahaha.

Maksud Baekhyun dalam payah bukan berarti dia tidak pandai, hanya saja Chanyeol kadang terlalu kaku untuk memulai.

Diawal kisah kasih mereka, apa-apa selalu Baekhyun yang memulai duluan. Mulai dari berpegangan tangan, memeluk, kecup pipi kecup dahi dan lain sebagainya.

Kencan pertama mereka di Festival musim semi di Sungai Han. Itupun Baekhyun yang memberi usul, sedang sitinggi hanya iya iya saja karena dia masih sangat pasif.

"Chanyeol, tidak tertarik padaku ya?"

Mulut Baekhyun gatal bertanya kala itu karena Chanyeol tampak gusar dan terlihat kurang nyaman. Itu menimbulkan presepsi lain dibenak simungil tentunya. Belum lagi, Chanyeol membuat jarak saat mereka berjalan menyusuri sekitar sungai. Daripada disebut sepasang kekasih, Baekhyun malah menilai jika mereka berdua tampak seperti musuh lama yang bertemu kembali.

"Eh? T-tidak, Baek.. a-aku.."

Baekhyun mengulas senyum manis, tubuhnya mendekati sitinggi lalu menautkan tangan mereka dalam satu genggaman. Detik itu juga telapak Baekhyun terasa basah dan ia tersadar jika Chanyeol berkeringat banyak.

Chanyeol menunduk penuh sesal, "Maaf jika aku mengecewakan, aku hanya.. gugup saat berada disekitarmu dan aku masih bingung memulai semua ini,"

"It's okay, Chanyeol.. aku paham. Aku tidak jahat kok, jadi jangan gugup denganku.." Baekhyun merengut tapi kemudian dia tertawa renyah. Dan Chanyeol menyahut tanpa sadar,

"Aku bukan gugup yang seperti itu. Hanya saja, disini sangat mendebarkan.. " ia menunjuk dada kirinya. Lalu melanjutkan, "...kulitku terasa panas apabila bersentuhan dengan dirimu, kau sangat cantik.." plus sebuah cicitan konyol diakhir.

"Hahaha.. lucunya Chanyeolku."

Cup.

Itu kecupan pertama dipipi si jangkung.

Lalu, dimalam valentine. Hubungan mereka sudah merangkap ke satu tahun setengah, dan perubahan Chanyeol tidak banyak. Dia mungkin sudah nyaman mengobrol dengan Baekhyun, tidak canggung lagi. Tapi untuk memulai kontak fisik, masih harus Baekhyun yang pertama kali.

Percaya atau tidak, sudah berjalan setahun begini, mereka belum pernah terlibat ciuman bibir. Hanya sebatas cium pipi dan kening, dan beberapa kali Chanyeol yang memulai duluan. Itu tidak lebih banyak dari Baekhyun tahu.

"Dududu.. hmm hmmm.."

Baekhyun bersenandung kecil mengikuti permainan gitar Chanyeol dimalam romantis itu. Keduanya hanya duduk dibalkon apartemen Chanyeol, bersama taburan bintang menemani. Chanyeol bilang, dia bukan tipe yang suka merayakan sesuatu dikeramaian. Baekhyun menyetujui hal itu juga. Maka dua lelaki dimabuk asamara tersebut berakhir disini dengan senyum manis menghias bibir. Sesekali pandangan beradu dan senyum tipis ikut tersaji. Ketika permainan gitar Chanyeol berhenti, otomatis alunan kecil dari bibir mungil Baekhyun pun ikut ter pause.

"Baekhyun," Chanyeol bersuara.

Keduanya berpandangan lekat, Chanyeol dengan tatapan intens-nya sedang Baekhyun berkedip penuh binar polos. Yang lebih tinggi merapatkan kursi, mendekat pada yang lebih mungil hingga tak menyisakan jarak. Dua telapak tangannya kini menangkup pipi bulat Baekhyun, mengelusnya lembut hingga sipit Baekhyun terpejam damai terbawa suasana.

Desak nafas Chanyeol berhembus didepan bibir merah jambu Baekhyun, terasa panas dan mendebarkan, hingga akhirnya belah tebal Chanyeol berhasil mencapai bibir selembut pan cake itu. Rasanya stroberi, harumnya menyenangkan, seperti mengecap permen manis membuat candu.

Lengan Baekhyun kian merambat mengalungi leher si jangkung. Bibirnya membalas tiap lumatan Chanyeol. Ciumannya tidak menuntut, dan Baekhyun berfikir bahwa ciuman Chanyeol seperti amatiran. Dia terkesan acak-acakan, namun tetap semua diiringi kehati-hatian yang mendebarkan. Baekhyun tersenyum tipis disela, Chanyeol memang bukan pencium yang handal, tapi apapun itu.. jantung Baekhyun akan tetap berdetak kencang, berdebar penuh gairah, dan darahnya berdesir disetiap alirannya, bilamana orang itu adalah Chanyeol.

Ciuman diputus, namun saliva masih saling bertaut, Chanyeol menciptakan jarak antar wajah keduanya. Menatap wajah bening Baekhyun dan senyumnya melebar didetik itu, ia sekali lagi menekan bibirnya dengan belah tipis si mungil lalu berujar dengan senyum masih terpatri.

"Maaf kalau ciumanku buruk, itu pertama kali. Dan aku bukan aktor drama yang sudah biasa dengan ciuman bibir, aku bukan si handal, aku hanya Chanyeol dengan segala kekurangan. Bisa kau terima itu?"

Kalungan tangan Baekhyun pada leher Chanyeol belum terlepas, malah ia menarik prianya itu makin menempel dan bibirnya kembali mendarat pada milik Chanyeol. Kemudian menyesapnya pelan lalu berucap dengan wajah memerah, "Kau tahu, Yeol.. aku lebih suka orang yang memiliki banyak kekurangan daripada orang yang berpura-pura menjadi orang lain demi menutupi kekurangannya. Ini yang ke 19 kali aku mengatakannya, Chanyeol.. aku sangat sangat sangat mencintaimu."

"Terima kasih, kau memang malaikat, Baekhyuna.. tapi aku tidak mau bilang aku cinta padamu,"

Baekhyun berkerut, "Lho? Kenapa?"

"Karena itu tidak cukup. Aku butuh kata yang lebih dari itu,"

Oh, Baekhyun sudah diawang-awang teman.

- Baekhyun mencintai Chanyeol apa adanya, tak peduli seberapa banyak kekurangan yang lelaki itu miliki. Baekhyun suka saat Chanyeol menjadi lucu, atau ketika pria itu berubah manja dan tukang merengek, dan menjadi bayi besarnya, lalu dia dewasa disuatu keadaan, cengeng dengan hal sepele, dan beberapa banyak lagi tentangnya. Ia hanya butuh Chanyeol yang seperti itu, Chanyeol tak perlu jadi orang lain untuk menutupi kekurangannya. Karena Baekhyun akan dengan senang hati menjadi orang yang melengkapi kesempurnaan Chanyeolnya. - Baekhyun.

- Bagi Chanyeol, Baekhyun itu adalah langit. Dia begitu luas, dia memiliki banyak arti, dia indah, sangat indah hingga Chanyeol hampir tak percaya jika orang yang berhak merasakan keindahan itu adalah dirinya. Sipitnya yang berkedip membuat jantungnya berdebar menyenangkan, senyumnya yang seperti gula-gula, selalu mendesirkan darahnya, tawanya yang renyah, tak pernah bosan menulari Chanyeol dalam tawa serupa. Chanyeol ingin egois, memiliki Baekhyun hingga akhir. Hanya dia. Tak boleh siapapun. Dan kata 'aku mencintaimu' terlalu sederhana untuk ia lontarkan pada si mungilnya, Chanyeol selalu ingin bilang, 'Terima kasih, sudah turun ke bumi menyelamatkan duniaku yang kelam, dan memberi sinarmu padaku, meski langit luas, namun rasa cintaku melebihi langit itu sendiri. Kau harus tahu itu, Baekhyunku..' - Chanyeol.

_ END _

.

.

Eh, eheheheh... ini gue endingin sampe sini ajaya:) soalnya kan ni ff ga punya konplik, jadi ga baik panjang2, segini aja. Makasih loh buat yang uda mau baca, apalagi ninggalin riview dan fav folo kalian itu berarti bagiku. Makasih uda ngikutin sampe akhir. Oke, gini aja bcd gue. Bye bye guys, siyuuu dilain waktu

Oh, ya..

Thanks to ;

byunniekun, byunsuci25, baekhyuneew, k0k0b0p, chanyeoliee61, Guest1, sibira, Kafthya, Lovelychanbaek, hanahand96, Guest2, Guest3, Greenlight1208, Pawpiwpow, Kxllyna, Sehunsapiens, Zesda11, ParkYooAh, timsehunnie, DeerDe, Chika Love baby baekhyun, Yoricassiopeia, nisa0994, pichubyun, Theresia34.

Karena kalian, gue selalu semangat buat nulis. Makasih banyak ya love. Muach. Makasi juga yg uda fav fol, hehe. moga kita jumpa lagi dilapak lain ya, yuhu siyuu.