BEING A MOTHER (CHANBAEK)
Genre : Romance
Rating : M
Cast/Pair : ChanBaek and other
Warning : YAOI, MPREG, BL, OOC, AGE SWITCH, TYPO, tidak sesuai EYD
Summary :
Kisah cerita kehidupan Byun Baekhyun. Seorang pegawai restoran berusia 19 tahun yang hanya lulusan SHS. Namja yang menjadi seorang ibu untuk satu anak. Namja dengan permasalahan percintaan.
DON'T LIKE DON'T READ
GhostFujoshiSister proudly presents
NO EDIT
Chapter 9
.
.
.
.
.
.
.
Empat bulan kemudian...
Sudah empat bulan lamanya Baekhyun tinggal bersama Chanyeol dan Chanhee. Tidak dia sangka kalau dirinya sudah menyayangi Chanhee. Bahkan kini dia sudah menganggap Chanhee sebagai anaknya sendiri.
Untuk Chanyeol, dia masih belum bisa menyimpulkan apa yang kini dia rasakan. Dia senang saat melihat Chanyeol tertawa. Hatinya menghangat saat melihat Chanyeol tersenyum. Tapi dia kasihan saat melihat wajah lelah Chanyeol.
Baekhyun tidak mau menyimpulkan perasaannya dengan cepat. Dia percaya pada akhirnya akan mendapatkan jawaban atas perasaanya saat ini. Tentang temannya, dia benar-benar menjauh. Bahkan kini Baekhyun mengganti nomor ponselnya yang hanya diketahui oleh orang tuanya dan Chanyeol. Baekhyun tidak mau membuat teman-temannya memandang sebelah mata padanya. Jadi lebih baik dia menjauh.
Chanyeol pun kini sudah semakin berani untuk mendekat dengan Baekhyun. Dia sudah berani berkontak fisik dengan Baekhyun. Hanya kontak fisik sebatas sentuhan saja. Chanyeol sebenarnya sudah lama menahan hasratnya. Tapi dia tidak mau melakukan hal bodoh karena nanti akibatnya akan fatal.
Hubungan mereka pun kini jauh lebih baik dari sebelumnya. Yang awalnya Baekhyun selalu memarahi Chanyeol tentang apapun, kini berubah.
Tapi sekarang yang terpenting bagi Chanyeol bukanlah masalah dekat atau tidak. Yang terpenting sekarang bagaimana caranya untuknya agar mendapatkan apa yang diinginkan Baekhyun.
Ya, kandungan Baekhyun kini sudah empat bulan. Dan dibulan inilah Chanyeol kelelahan menuruti segala yang diinginkan Baekhyun. Mungkin inilah yang disebut masa mengidam.
Seperti yang terjadi pada dua minggu yang lalu.
Flashback...
Chanyeol baru saja keluar dari kantor. Dia melihat arloji yang melingkar dipergelangan tangannya, ternyatajam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Karena proyek barunya inilah yang selalu membuatnya pulang larut malam. Mungkin minggu ini adalah hari yang menyibukkan baginya. Alhasil dia selalu seperti ini bahkan tidak jarang dia membawa pekerjaannya ke apartment. Dia tidak masalah kalau pulang larut malam, tapi yang mengganjal dipikirannya dalah Baekhyun dan Chanhee.
Sebenarnya dia khawatir dengan Baekhyun yang hanya berdua dengan anaknya di apartment. Dia sudah mengusulkan untuk menyewa seorang pembantu untuk menjaga mereka selam Chanyeol tidak di rumah. Tetapi sifat keras kepala Baekhyun selalu mengalahkannya. Baekhyun menolak tawarannya dengan alasan dia bisa sendiri.
Chanyeol mengendarai mobilnya menuju apartment. Hanya membutuhkan waktu beberapa puluh menit saja kini dia sudah sampai di depan apartment. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam gedung apartment.
Saat sudah sampai di depan, dia membuka pintu apartmentnya. Dia kaget ternyata Baekhyun belum tidur. Bahkan kini Baekhyun dengan santai melihat televisi.
"Belum tidur?" tanya Chanyeol dengan lembut. Dia melepas sepatunya dan berjalan ke arah Baekhyun. Dia mendudukkan dirinya di samping Baekhyun dan melihat pria yang dicintainya. Inilah kenapa dia selalu mencintai sosok pria disampingnya. Selain dia manis mendekati cantik, Baekhyun juga selalu membuatnya tersenyum entah apapun yang dilakukan oleh pria tersebut.
"Belum." Jawab Baekhyun. Chanyeol hanya mengangguk. Setelahnya dia berdiri akan bersiap mandi. Tapi sebuah tangan mencekal pergelangan tangannya. Chanyeol membalikkan badannya dan bertanya pada Baekhyun.
"Kau mau kemana?" tanya Baekhyun.
"Aku mau mandi. Kau tahu aku seharian bekerja." Baekhyun menghela napasnya. Chanyeol tahu Baekhyun akan mengucapkan sesuatu. Jadi dia menunggu.
"Ya sudah mandilah sana."
"Tidak sebelum kau bicara. Apa yang kau inginkan hm?" tanya Chanyeol. Dia kembali mendudukkan dirinya.
"Aku hanya ingin ice cream greentea yang di dekat taman kota sana." Jawab Baekhyun. Seketika membuat Chanyeol melotot.
"Ini sudah malam Baekhyun. Pasti sudah tutup kedainya."
"Hm ya sudah. Lagi pula yang ingin bukan aku tapi anak ini." Baekhyun menunduk sedih. Chanyeol tidak tega melihat ekspresi yang Baekhyun pasang. Jadi dengan sangat terpaksa dia harus pergi ke taman kota mencari kedai ice cream tersebut.
Dalam perjalanan Chanyeol hanya berdoa semoga ada.
Ketika sudah sampai di depan kedai tersebut, ternyata kedai tersebut hampir tutup. Ya, pemilik kedainya baru saja akan menutup pintu. Tetapi dengan cepat Chanyeol menahan orang tersebut.
"Ada yang bisa dibantu?" tanya orang tersebut dengan ramah.
"Bisa pesan satu ice cream greentea?" orang tersebut menghembuskan napasnya. Sedangkan Chanyeol berharap kalau masih ada.
"Maaf tuan kedai kami sudah tutup dan stock ice cream tersebut sudah habis." Chanyeol mengumpat kesal.
"Akan kubayar berapapun. Cepat buat!"
"Tidak bisa tuan. Para pegawai sudah pulang."
"Bailah. Kau tahu aku kan? Mungkin besok kau tidak akan bisa melihat kedaimu ini lagi." Ancam Chanyeol. Dan dengan terpaksa Chanyeol harus mengancam wanita di hadapannya ini. Karena ancamannya itulah wanita pemilim toko ini ketakutan dan akhirnya membuatkan apa yang diinginkan Chanyeol.
Chanyeol tersenyum puas.
Setelah ice cream tersebut jadi, Chanyeol menepati janjinya. Dia membayar sepuluh kali lipat harga ice cream tersebut. Dengan tersenyum puas dia membawa ice cream yang Baekhyun inginkan.
Saat sampai di dalam apartment, dia memanggil Baekhyun kalau dia sudah mendapatkan ice cream tersebut. Karena tidak mendapat jawaban, Chanyeol masuk ke dalam kamar. Ternyata yang dia lihat adalah Baekhyun tidur dengan nyenyak di atas kasur. Kecewa rasanya setelah dia lelah membeli jauh, membentak wanita pemilik kedai dan menunggu lama. Ternyata saat dia datang Baekhyun malah tidur. Lebih baik Chanyeol menaruhnya ke dalam freezer.
End Flashback...
Karena hari ini adalah har minggu. Berarti sekarang adalah hari santai mereka semua. Tidak ada masalah pekerjaan, sekolah, dan lainnya. Sebenarnya Chanyeol berencana untuk mengajak Baekhyun dan Chanhee untuk menonton film di bioskop. Tapi karena Baekhyun menolak, akhirnya mereka memutar film di tv.
Baekhyun dengan semangat memilih film horor. Dia memilih sebuah film bertemakan psychopath. Jelas Chanyeol menolak keinginan Baekhyun yang ini. Dia tidak mau terjadi apa-apa pada anaknya. Dan lagi pasti Chanhee juga tidak mau menonton film tersebut. Kalau pun mau juga dia akan melarangnya.
Karena Chanyeol menolak keinginannya, Baekhyun kesal. Dia mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan tangannya.
Chanyeol ingin tertawa saat melihat tingkah Baekhyun. Dia mendekat ke arah Baekhyun.
"Kalau kau memasang ekspresi menggemaskan seperti ini rasanya aku ingin memakanmu sekarang." Bisik Chanyeol di dekat telingan Baekhyun dan meniup leher Baekhyun yang membuat sang empunya menggeliat geli. Kenapa Chanyeol berbisik? Karena anaknya ada disampingnya. Jadi dia tidak mau mengotori otak anaknya.
"Diam." Jawab Baekhyun. Chanyeol tersenyum dan menjauhkan kepalanya.
Kini dengan terpaksa Baekhyun harus menerima kalau mereka menonton film kartun.
Mereka larut dalam film yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak kecil yang mencari ibunya. Film tersebut berhasil membuat Baekhyun teringat orang tuanya. Terutama sang ibu. Tidak dia pungkiri kalau dirinya sangat merindukan kedua orangtuanya.
Air mata Baekhyun keluar hanya karena sebuah film. Entah darimana, Chanhee tahu kalau saat ini Baekhyun sedang menangis. Gadil kecil tersebut mendekati Baekhyun.
"Baekhyun kenapa menangis?" tanya Chanhee dengan polosnya. Baekhyun tersenyum dan menjawab kalau dia tidak menangis.
"Kau menangis? Karena film." Ucap Chanyeol.
"Bukan. Ak-aku tidak menangis."
"Baekhyun jangan sedih." Seru Chanhee berusaha menenangkan Baekhyun.
Baekhyun tersenyum melihat tingkah Chanhee. Dia menyuruh Chanhee untuk duduk di sampingnya. Setelah gadis itu naik ke atas kursi, barulah Baekhyun memeluk gadis mungil itu dan mengelus kepala belakangnya.
"Aku tidak apa-apa sayang." Ucap Baekhyun.
Chanyeol yang melihat hal tersebut ikut tersenyum. Dia ingin ikut berpelukan. Tapi dia tahu kalau dia langsung memeluk, pasti Baekhyun melarangnya. Jadi dia hanya mengelus kepala Chanhee.
Baekhyun menyadari kalau Chanyeol seolah-olah tidak mau ikut.
"Kau tidak mau memeluk Chanhee juga?" tanya Baekhyun.
"Maksudmu?" Chanyeol hanya memastikan kalau yang dipikirannya salah. Baekhyun tidak mungkin menyuruhnya untuk ikut.
"Hah. Sini mendekat." Chanyeol mendekat ke Baekhyun dan Chanhee. Setelah dekat, Baekhyun menarik tangan Chanyeol dan mereka bertiga berpelukan.
Chanyeol tersenyum tulus dan tidak mengedipkan matanya ke arah Baekhyun. Sedangkan yang dipandang hanya menutup matanya saja. Setidaknya Chanyeol tahu kalau Baekhyun mulai menerimanya.
"Daddy... Baekhyun cukup aku terjepit." Ucap Chanhee. Karena mendengar ucapan Chanhee, mereka berdua langsung menjauhkan diri dan tersenyum. Mungkin karena mereka larut dengan suasana.
Mereka kembali lagi ke dalam film tersebut.
"Baekhyun ada yang mau aku tanyakan." Ucap Chanyeol. Baekhyun menolehkan kepalanya.
"Kenapa menangis?" Baekhyun menghela napasnya.
"Aku hanya rindu dengan orangtuaku."
"Kau merindukan mereka? Oke besok kita akan berkunjung ke rumah orangtua mu." Karena mendengar ucapan Chanyeol, tiba-tiba raut wajah Baekhyun berubah pucat.
"Tidak usah. Aku tidak mau mereka kecewa melihatku seperti ini."
"Jangan berpikir seperti itu."
"Hah baiklah." Baekhyun tidak bisa berkata-kata lagi. Dia ingin menolak tapi dia juga ingin kesana. Jadi dengan berpikir matang-matang, dia akan mengambil risiko. Dia akan memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah orangtuanya.
"Chanhee... besok kita akan berkunjung ke rumah Baekhyun. Oke?"
"Oke dad."
Chanyeol berdoa agar besok tidak terjadi apapun pada Baekhyun dan semoga saja orang tua Baekhyun menerima keadaan anaknya.
TBC
