Diamond

Cast: Kibum, Kyuhyun

Genre: Romance

Rate: T

Cerita Kihyun ini dibuat untuk hiburan semata. Tidak ada yang benar dalam cerita ini. Jika ada kesamaan adegan, itu tidak disengaja.

Part 10

Untungnya Kibum tidak ikut menjemput Donghae di hotel karena apa yang dikatakan Kibum benar-benar terjadi pada Donghae. Seseorang yang memerkosa masih ada di ruangan yang sama dengan sahabatnya itu. Dia juga salah satu teman Kyuhyun yang malam kemarin ikut minum bersama di Bar. Lelaki dengan julukan makhluk paling tampan dalam geng mereka, Siwon. Adalah tersangka dalam kasus perkosaan ini.

Saat Kyuhyun datang, Siwon sedang duduk di dekat jendela. Diam dan linglung. Sedangkan Donghae mengomel tak ada habis-habisnya. Bahkan sampai Kyuhyun menyuruhnya masuk kamar mandi untuk memakai baju yang dia bawakan, Donghae masih mengomel. Agaknya keduanya shock dengan kejadian yang menimpa mereka, tapi dengan reaksi shock yang berbeda.

Untuk menengahi serta mencari tahu asal muasal perkosaan itu, Kyuhyun berinisiatif mengajak mereka makan siang. Siapa tahu kalau perut mereka sudah terisi, otak mereka kembali stabil.

Donghae memakai jaket tebal, memakai kaca mata hitam, dan topi bisbol yang ujungnya ditarik serendah mungkin. Tidak mau terlihat mencolok, dan tidak mengizinkan orang lain tahu siapa dia. Seakan kalau ada orang yang tahu siapa dirinya, akan tahu juga hal yang baru terjadi padanya. Padahal dengan dandanannya kali ini membuat orang malah melirik ke arahnya. Sedangkan Siwon membuat dirinya sendiri sunyi agar terlihat tak ada di kumpulan orang dalam restoran yang mereka datangi.

"Aku tidak tahu kalau kalian..." Kyuhyun nyengir, tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. "...tidak habis pikir saja." lanjutnya. "Coba ceritakan, bagaimana bisa hal ini terjadi!"

Setahu Kyuhyun, keduanya dominan. Kalaupun jadi pecinta sesama jenis, posisi mereka akan jadi yang di atas. Tapi kalau dua orang dengan posisi sama terlihat dalam percintaan semalam, salah satunya bisa berubah posisi. Atau malah main gantian. Dan itu tidak mungkin terjadi secara wajar.

"Aku tidak tahu," jawab Siwon singkat.

"Kau tahu, tapi pura-pura tak tahu!" tuding Donghae. "Aku tidak pernah merasa punya masalah denganmu. Aku tidak pernah sekalipun menyingggungmu. Kalau ada perbuatanku yang membuatmu tersinggung, seharusnya kau katakan padaku, bukan dengan melampiaskan dendammu seperti ini. Dalam hal ini, kau keterlaluan!"

"Aku benar-benar tidak tahu."

"Jangan pura-pura!"

Kyuhyun menengahi mereka. Menyuruh mereka tidak bicara lagi sebelum perut mereka terisi. Dia memesan makanan untuk kedua temannya. Memesan minuman ringan untuk dirinya sendiri. Setelah makanan datang, menyuruh keduanya mengisi perut mereka, baru setelah itu bertanya lagi.

"Jadi..."

"Aku mabuk, dia mabuk dan tiba-tiba pagi ini kita berada di ranjang yang sama," jawab Donghae. Tidak banyak ngomel lagi, karena pikirannya sudah lebih tenang setelah mengahabiskan satu set hidangan makan siang dan sekarang tengah minum jus buah yang menyegarkan. "Sepertinya ada orang yang memasukkan obat ke minuman kami."

"Obat perangsang," tambah Siwon. "Aku pernah dua kali merasakan efek yang sama seperti semalam itu. Berakhir dengan pagi telanjang di ranjang hotel juga."

Kyuhyun dan Donghae juga ingat kala Siwon mengalami hal itu. Karena Siwon memang punya tampang paling menawan di antara anggota geng yang lain, Siwon sering jadi incaran wanita-wanita. Pertama kali Siwon mendapati dirinya diberi obat perangsang kemudian tanpa sadar tidur dengan seorang wanita, wanita itu mengakui semua adalah rencananya. Wanita itu dengan santai mengatakan tidak ingin menjadi kekasih atau menikah dengan Siwon, tapi hanya ingin benihnya. Setelah itu pergi begitu saja. Sampai sekarang tidak terdengar lagi kabar wanita itu. Entah berhasil dengan benih yang dia maksud atau tidak, tidak pernah ada gangguan darinya lagi.

Kedua kalinya adalah saat seorang waniita yang berkali-kali ditolak Siwon mengancamkan balas dendam, berakhir dengan obat perangsang, tidur bersama, kemudian foto dan video adegan ranjang mereka tersebar di media sosial. Intinya cuma minta status pada Siwon, tapi sebagai sahabat, Kyuhyun dan yang lainnya membantu Siwon keluar dari masalah itu.

Dan ketika kisah obat perangsang itu terulang, kenapa harus dengan Donghae, sahabatnya sendiri? Memang akan lebih mudah diatasi selama mereka berdua sama-sama mau menutup mulut dan tak menganggap masalah ini pernah terjadi, tapi walau bagaimanapun keduanya akan merasa canggung.

"Lebih dari lima orang, mabuk bersama, kenapa yang lain tidak tahu kalau kalian sedang dalam pengaruh obat kemudian berakhir tidur bersama?"

"Kemungkinan diberikan secara acak."

Donghae mengangguk. "Ada seorang pelayan wanita yang disewa untuk melayani meja kita. Kemungkinana dialah yang melakukan ini."

"Pelayan wanita?" Kyuhyun tidak habis pikir. Kalau wanita itu yang memberi mereka obat, kenapa bukan dia yang berakhir di ranjang? Malah dua orang lelaki yang sama-sama sedang dalam pengaruh obat. Atau jangan-jangan wanita itu salah perhitungan? Tidak bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik sehingga gagal tidur dengan salah satu dari mereka? "Apa perlu aku datang ke Bar untuk mengecek wanita itu?"

"Tidak usah. Kau malah akan membuat masalah makin rumit!" Kalau ketahuan Donghae dan Siwon tidur bersama, bisa jadi bahan tertawaan nantinya. Mukanya akan ditaruh di mana? "Aku mau melupakan masalah ini." Kemudian melirik ke arah Siwon.

"Kalau itu yang terbaik," timpal Siwon dengan santai. Setuju karena terlalu memalukan kalau sampai ketahuan meniduri sahabat sendiri.

"Anggap hal seperti ini tidak pernah terjadi, jadi kita masih berteman seperti sebelumnya!" perintah Donghae. "Kau juga harus tutup mulut, Kyu. Jangan karena kau menyukai Kibum, lalu menceritakan masalah ini padanya!"

Kyuhyun mengangguk-angguk. "Tidak akan!"

Selesai dengan perjanjian itu, Siwon pamit pulang. Donghae pulang numpang mobil Kyuhyun, eh, mobil Kibum yang disupiri orang suruhan Kibum pula. Niatannya mau kembali ke kantor setelah mengantar Donghae pulang, tapi Donghae belum mengizinkannya pulang sebelum dia mendengarkan keluh kesah sahabatnya itu.

"Aku tidak habis pikir kenapa banyak orang ketagihan dengan hubungan macam ini?" Donghae merebah tak berdaya di sofa ruang tamunya. Kekuatan yang tadi ditunjukkannya, hilang entah kemana. "Kau sendiri selalu mengatakannya luar biasa, apanya yang luar biasa? Luar biasa menyakitkan sih, iya."

Kyuhyun yang baru saja mengambil minuman energi dari dalam lemari es untuk mereka berdua, menebak-nebak apa arti ungkapan ambigu Donghae.

"Seumur-umur baru kali ini aku merasa sakit yang luar biasa. Merasa tak berdaya dan terhina. Kalau Siwon bukan teman kita, kalau kejadian semalam bukan karena kita dalam pengaruh obat, sudah kucincang dia jadi pakan ternak."

Kyuhyun mengulurkan sebotol minuman energi pada Donghae. "Kalian sama-sama korban, jangan membuat seakan ini kesalahan Siwon seorang. Kalau menurutku, dia sama tak berdayanya denganmu. Sama terhinanya dengan dirimu. Sama sakitnya denganmu..."

"Sakit apanya?" Donghae menerima minuman energi itu dengan kasar. "Kau lihat dia sakit?"

Kyuhyun menggeleng. "Kau juga tidak terlihat sakit tadinya," balasnya.

"Aku cuma pura-pura tidak sakit supaya tidak dianggap lemah." Kyuhyun menarik sudut-sudut bibirnya, ingin tertawa tapi tertahan oleh pelototan Donghae. "Saat pertama kali kau melakukannya, sakit tidak?"

"Maksudmu kalian tidak bertukar posisi? Hanya kau yang ada di..." Donghae melotot lagi seakan meneriakkan 'di mana kau meletakkan matamu sampai dari tadi tidak melihatku kesakitan?' "Ok ok. Minum dulu, nanti kau akan lebih baik!"

Donghae menurut. Mendudukkan diri dengan benar sebelum menegak minuman enegi. Setelah menghabiskan satu botol, rasa-rasanya kurang, Kyuhyun mengulurkan botol milikknya untuk diminum Donghae juga. Habis dua botol, Donghae merebah lagi.

"Seharusnya kita kembali ke Bar nanti malam, kita temui wanita itu dan minta keterangan darinya. Kalau tujuannya untuk tidur dengan salah satu di antara kalian, kita peringatkan dia agar tidak mengulanginya lagi."

"Tidak perlu!"

"Hanya memeringatkan tanpa membawa-bawa hubungan antara kau dan Siwon!"

"Tidak perlu!" larang Donghae makin keras. "Mendengar kau membicarakannya saja membuatku jijik, kau malah terus mengungkitnya. Diamkan saja agar aku bisa melupakan kejadian semalam itu lebih cepat!"

"Kau ingat kejadian semalam?"

"Samar-samar. Jijik, tapi tidak mampu menolak. Tubuh dan otak tidak sinkron," jawabnya ketus. "Eh, kenapa kau tanyakan terus? Kan sudah kubilang untuk tidak membahasnya lagi!"

Kyuhyun menyerah. Kalau Donghae maunya begitu, ya dia harus diam mulai sekarang. "Kau harus bersihkan dan obati bagian itumu. Kalau tidak, bakteri dan kumannya akan menyebabkan penyakit!" katanya sebelum kembali ke dapur mengambil minuman lagi.

Donghae mengumpat, kemudian bergidik. "Kau ada obatnya? Aku tidak mau kena penyakit!"

"Nanti aku belikan di apotek."

Dalam seminggu masalah di perusahaan Kyuhyun teratasi. Komputer baru sudah dipasang. File lama sudah dimasukkan dalam komputer baru. Pekerjaan yang tidak sanggup diselesaikan, dibantu oleh anak buah Kibum. Persentasi yang kemarin lancar, persentasi yang berikutnya dijamin sama lancarnya karena Kibum sendiri ikut mengevaluasi hasil kerja anak buah mereka berdua. Kyuhyun, selama seminggu ini tidak mengerjakan sesuatu yang berarti selain datang ke perusahaan dan mengecek perbaikan. Datang ke tempat kerja sementara yang disediakan Kibum untuk anak buahnya, memerintah dan mengecek hasil kerja mereka, kemudian luntang-lantung di luaran dengan diantar supir pribadi. Selebihnya hanya berdiam diri di rumah sambil menunggu Kibum pulang kerja. Sudah seperti nyonya rumah yang tidak berguna.

Karena kantornya sudah aktif, Kyuhyun menyiapkan diri untuk kerja besok. Mengambil beberapa barang dari rumah untuk dibawa ke rumahnya Kibum.

"Sudah kubilang untuk memindahkan semua barangmu ke sini. Tidak usah mondar-mandir mengambilnya!" Kibum membantu Kyuhyun membawa beberapa barang. Membawanya ke ruang kerja, dan meletakkannya di sofa dan meja. "Biar kepala pelayan mengaturkan meja kerja untukmu."

Kyuhyun menurut.

"Kibum, kita jadi, kan liburan ke Busan?" tanya Kyuhyun setelah meletakkan semua barang bawaannya. "Kita sudah mengundurnya minggu kemarin. Masak minggu ini diundur lagi."

"Semua sudah beres, kita bisa liburan dengan tenang minggu ini." Kibum berjalan ke meja kerjanya. Memeriksa tumpukan surat yang diletakkan oleh kepala pelayannnya. Ada beberapa surat tagihan, dari perusahaan listrik, perusahaan air, tagihan telepon dan internet, dan berbagai tagihan lainnya. Biasa, ini awal bulan. "Kau mau kita membawa mobil sendiri, naik kereta cepat, atau naik pesawat?" tanyanya sambil memilih, surat mana yang harus dibukanya sekarang.

"Naik kereta saja. Aku sudah lama tidak melakukan perjalanan jauh dengan kereta."

Kibum hanya mengangguk. Dia masih menyortir surat, melewatkan bagian tagihan, surat penawaran, dan berhenti pada surat dengan amplop berwarna coklat polos. Surat itu agak tebal. Meski tidak bisa menebak apa isinya, dia mengira dalamnya bukanlah sesuatu yang penting. Namun, Kibum penasaran. Dibolak-balik, tidak ada nama pengirim dan nama penerima. Jelas ada orang yang iseng telah memasukkan ke dalam kotak suratnya.

Surat lain dikesampingkan. Surat itu segera dibukanya. Dirobek pinggiran amplopnya, dan dikeluarkan isinya. Isinya tumpukan foto yang membuat Kibum mengernyit bingung. Dia mendapatkan selembar kertas dengan tulisan, diselipkan dalam foto-foto itu.

"Aku tidak sabar untuk segera liburan akhir pekan." Kyuhyun menginterupsi fokus Kibum. "Kita akan jalan-jalan di sekitar villamu itu pagi dan sore hari. Kata Jae, pemandangan terindahnya adalah di belakang rumah. Akan menyenangkan kalau kita makan malam di sana. Barbeque atau candle light..."

"Kyu..." Kibum memotong . "Donghae tidur dengan lelaki, kan?"

"Hah?"

"Waktu itu kau bilang Donghae diperkosa orang. Yang memerkosnya laki-laki, kan?"

Itu rahasia, tapi kenapa Kibum bisa tahu?

Kibum mengulurkan kertas itu pada Kyuhyun. "Baca ini!" tapi menyimpan foto-fotonya sementara waktu.

Setelah mengambil kertas dan membacanya, Kyuhyun melotot tajam. "Ada yang mengatakan aku tidur dengan orang lain? Apa maksudnya?" Ini namanya fitnah. Dia tidak tidur dangan siapa pun selain Kibum. Tiba-tiba ada surat kaleng dengan berita mengejutkan. 'Kekasihmu tidur dengan orang lain. Aku bawakan buktinya untukkmu!' Surat itu jelas untuk Kibum. Kekasih yang dimaksudkannya jelas Kyuhyun. Tapi Kyuhyun bersumpah tidak melakukan itu. "Aku difitnah. Kau percaya padaku, kan?"

Kibum mengangguk.

"Kau percaya aku tidak tidur dengan orang lain selain kau, Kibum!" pekik Kyuhyun.

Tiba-tiba merasa takut. Kalau Kibum sampai percaya surat kaleng seperti itu, kemudian memutuskannya, Kyuhyun tak akan tahan. Dia tidak berbuat, jadi dia wajib membela diri.

"Aku tidak melakukannya. Kau percaya padaku, kan? Tidak akan percaya surat kaleng itu, kan?" Kyuhyun segera menghampiri Kibum, segera merayu Kibum dengan segala macam agar kekasihnya itu luluh padanya. "Kau tidak akan meninggalkanku gara-gara surat konyol ini, kan?"

"Aku percaya padamu."

"Tapi kau seperti tidak percaya!"

"Kyu..." Kibum menarik lengannya, memeluknya sebentar sebelum melepaskannya lagi. "Kau ini kenapa? Aku cuma mau kau membacanya, tidak menyuruhmu berspekulasi yang bukan-bukan!"

"Tapi..."

Kibum segera menyerahkan foto-foto yang ditangguhkannya. "Donghae tidur dengan laki-laki," katanya sambil menepuk foto-foto itu. "Seseorang yang mengirimkan surat ini agaknya salah mengenalimu. Kau pasti target sebenarnya."

Kyuhyun menerimanya sekali lagi dari Kibum. Melihat berbagai adegan cabul antara Donghae dan Siwon diabadikan dalam foto, Kyuhyun tidak bisa tidak melongo lebar. Dia bersyukur bukan dirinya dalam foto itu, yang artinya hubungannya dengan Kibum masih aman. Tapi kalau target sebenarnya adalah dirinya, kasihan sekali Donghae dan Siwon jadi korban tak bersalah.

"Orang ini bermaksud mencelakakanmu. Mungkin dia hanya pesuruh, tidak mengenalmu dengan baik, makanya salah sasaran." Kibum menarik Kyuhyun mendekat. Memelukkan lagi untuk sesaat. "Kyu, kau sudah tahu kalau jadi kekasihku akan sedikit mengusik ketenanganmu. Banyak orang yang tidak suka padaku, tapi aku masih belum tahu siapa yang berani melakukan cara-cara seperti ini untuk menggangguku lewat dirimu. Jadi, kau masih mau bertahan denganku atau tidak?"

"Maksudmu?"

"Kau masih ingat solusi waktu itu, kan? Pura-pura putus sampai masalah ini bisa selesai atau tetap bersamaku, tapi dengan resiko yang seperti ini."

"Tapi kau berjanji untuk melindungiku. Sekarang, badyguard yang merangkap supir itu selalu mengikutiku. Apa lagi yang perlu ditakutkan?" Kyuhyun memaksa diri untuk tidak takut. Karena sekarang ini, ditinggalkan Kibum lebih menakutkan daripada dicelakai musuh-musuhnya Kibum. "Aku tidak akan meninggalkanmu. Kau juga tidak boleh meninggalkanku!"

Kibum menghela nafasnya. Sebenarnya khawatir, tapi Kyuhyun sudah bertekad, kenapa dia tidak menghargai tekad kekasihnya itu dengan perhatian dan perlindungan darinya? Kibum mengangguk kemudian. "Asal kau bersedia menjaga dirimu sendiri dengan sebaik-baiknya!"

"Tentu saja!"

Kibum menghela nafas lagi sebelum kemudian meraih tubuh kekasihnya untuk dipeluk.

Masalahnya, musuh Kibum yang kali ini agak-agak tidak waras. Kalau musuh besar keluarga atau raja berlian yang bertindak, jelas bukan dengan melibatkan Kyuhyun saja. Mulai dari hilangnya berlian, diserempet mobil, obat perangsang dengan efek hilang ingatan, virus komputer, dan sekarang dengan foto adegan ranjang, meski salah sasaran. Semuanya ditujukan pada Kyuhyun. Diduga tujuannya agar Kibum dan Kyuhyun rusak hubungannya. Seseorang yang menginginkan hubungan mereka rusak, jelas orang yang sedang iri, yang sedang cemburu. Dan ini berkaitan dengan asmara.

.

.

Siang ini Kibum mendatangi kantor Kyuhyun. Mentraktir seluruh pegawai Kyuhyun, kemudian mengajak Kyuhyun keluar makan siang berdua. Sepanjang siang Kibum menggandeng tangan Kyuhyun. Tidak melepasnya selain ketika mereka makan. Kibum bahkan berinisiatif mengabil foto berdua, kemudian mengeposkan ke media sosialnya yang hampir tidak pernah diupdate sebelumnya.

"Kau tiba-tiba jadi romantis?" tanya Kyuhyun, ketika mereka sedang dalam perjalanan kembali ke kantor.

"Memang biasanya aku tidak romantis?"

"Di depan umum, tidak. Hari ini sampai mengambil foto dan mengeposnya di media sosialmu. Aku curiga sesuatu..."

"Kita menyelamatkan temanmu itu..."

"Siapa?"

"Donghae," jawab Kibum rendah. Dia tidak peduli dengan lelaki itu, tapi karena Kyuhyun peduli dengan Donghae, Kibum terpaksa membantunya. "Kalau foto-foto kemarin sampai tersebar di media sosial. Bagaimana nasib temanmu itu nantinya?"

Donghae akan gila mendadak. Kyuhyun tidak mau temannya jadi gila. Dengan dipajangnya foto kebersamaannya dengan Kibum di sosial media, itu bisa memberitahu pelaku bahwa dia salah sasaran. Kemudian rencana memosting adegan ranjang Donghae dan Siwon ke sosial media tidak jadi dilakukan.

Kyuhyun terharu dengan perbuatan Kibum. Kekasihnya itu ternyata perhatian dengan temannya. Jadi, ingin memeluk dan menciumnya di tempat. Tapi mungkin lain kali kalau Kibum sedang tidak menyetir.

"Kau masih ingat kejadian kau diberi obat di Bar kala itu?" Kyuhyun ingat dengan jelas. Bar-nya ditutup. Pemiliknya dipenjara. Itu semua gara-gara Kibum. Namun, Kyuhyun tidak merasa sayang meski Bar yang biasa dikunjunginya ditutup. Bar itu menjual dan memproduksi obat terlarang. Boleh saja ditutup. "Dalangnya kemungkinan sama dengan kejadian kali ini. Orang ini menaruh dendam padamu. Dia iri dengan hubungan kita."

Orang ini bukanlah musuh Kibum, tapi musuh Kyuhyun. Kemungkinan Kyuhyun sendiri tidak mengenalnya. Tapi karena Kyuhyun punya hubungan dengan Kibum, orang ini jadi benci padanya. Namanya juga urusan asmara, tentu berkaitan dengan cinta yang tidak kesampaian. Entah seseorang ini punya cinta terpendam pada Kibum, atau cintanya pernah ditolak oleh Kibum, yang jelas Kyuhyun sebagai kekasih Kibum jadi target kekesalannya.

Orang-orang Kibum juga sependapat, pasalnya yang menjadi kandidat musuh Kibum tidak ada indikasi melakukan perbuatan curang lewat Kyuhyun. Lagipula orang-orang hebat tidak akan melakukan hal yang bertele-tele untuk mengerjai orang lain. Sekarang orang-orang Kibum itu ubah haluan. Menyelidiki siapa-siapa yang kemungkinan mendendam dengan keberadaan Kyuhyun sebagai kekasih Kibum.

"Maksudmu ada orang yang menyukaimu dan menganggap aku sebagai penghalang baginya?"

Kibum mengangkat bahu. "Kemungkinan seperti itu."

"Hah?" Kyuhyun meringis. Ada yang cemburu padanya? Berarti dia beruntung mendapatkan Kibum lebih dulu dari orang itu. "Kau pernah menolak cinta seseorang atau menyakiti perasaan seseorang?"

"Aku tidak ingat," jawab Kibum mantap.

"Orang yang cemburu bisa jadi sangat lucu."

"Ini tidak lucu, tapi menakutkan." Kibum tetap menyetir meski dia menjelaskan. "Kalau dia menyakitimu, apa itu lucu?"

Kyuhyun manyun karena Kibum mengatakan kebenaran.

Kyuhyun menemui Donghae di rumahnya. Dia datang dengan membawa banyak makanan. Rencananya mau mengadakan pesta barbeque di rumah Donghae. Kemudian mengundang teman-temannya yang lain. Dia membawakan makanan kesukaan sahabatnya itu. Membelikan beberapa barang yang diinginkan Donghae tapi belum sempat dibeli karena kesibukannya. Dan membawa pelayan pribadinya serta seorang lain untuk membantu mneyiapkan pesta itu.

Ini adalah permintaan maaf tanpa ucapan. Karena sebenarnya Kyuhyun adalah target, tapi Donghae yang jadi korban salah sasaran, Kyuhyun berusaha minta maaf dengan caranya sendiri. Membuat pesta barbeque ini agar suasana hati Donghae membaik, kemudian masalah perkosaan itu terlupakan. Mereka semua bisa bersahabat lagi seperti tidak pernah terjadi apa pun sebelumnya.

"Kibum tidak akan marah kalau kau berkumpul bersama kami sampai larut malam?"

Kyuhyun menggeleng, kemudian menunjuk bodyguard yang merangkap supir baginya. "Dia sudah kirim pelindung untukku." Lalu menunjuk pelayan pribadinya. "Dan mengirim mata-matanya juga. Asal aku terpantau dengan baik, dia tidak akan marah." Kyuhyun terkekeh.

"Semenjak berkencan dengan Kibum, derajatmu naik demikian pesat," celetuk salah seorang teman. "Tapi ya... kalau boleh jujur, derajat naik, muka tetap standar."

Teman-temannya terkikik bersamaan.

"Aku heran. Apa yang dilihat Kibum darimu? Kau tidak tampan, badanmu tidak bagus. Kekayaan juga tidak punya. Kelompok sosialmu juga rendah. Aku curiga Kibum memacarimu karena kasihan."

"Sialan!" umpat Kyuhyun.

Eunhyuk menimpali, "Tapi mungkin itu yang namanya cinta."

"Kyuhyun mengangguk. "Orang-orang yang tidak tulus seperti kalian, mana tahu yang namanya cinta!" katanya sambil menunjuk teman-temannya yang tadi mengejeknya.

"Benarkah?" tanya seseorang seperti tak percaya.

"Kita tunggu saja. Setelah ada yang baru, kau akan dikembalikan kehabitatmu."

"Tidak akan!" bantah Kyuhyun.

"Tunggu saja waktunya!"

"Tidak akan!" bantahnya sekali lagi. "Kibum tidak akan membuangku. Dia sudah jatuh cinta setengah mati padaku!"

Teman-temannya saling padangan, kemudian tertawa bersamaan. "Yang jatuh cinta setengah mati, kau atau dia?" kemudian tertawa lagi bersamaan.

Kyuhyun termakan omongan itu. Dia memang yang telah jatuh cinta pada Kibum, tapi Kibum sepertinya juga jatuh cinta padanya. Hanya belum begitu yakin. Kalau sampai Kibum meninggalkannya demi orang lain, lihat saja, Kyuhyun akan mengusik hubungan mereka sampai mereka pisah dan Kibum kembali padanya. Eh, kenapa rencana yang dia buat kedengaran familiar? Mirip seperti tingkah orang yang selama ini mengerjainya.

Ternyata cemburu itu menakutkan. Benar, seperti kata Kibum.

"Kau bilang akan pulang larut?"

Kyuhyun mengabaikan pertanyaan Kibum. Dengan lesu berjalan masuk kamar. Dia pergi ke lemari pakaian, mengambil piyama kemudian masuk kamar mandi. Dia mandi sebentar, berganti pakaian, kemudian kembali ke kamarnya.

Kibum sudah merebah di ranjang mereka, belum mulai tidur karena menunggu Kyuhyun bergabung dengannya. Lelaki itu dengan sabar memerhatikan Kyuhyun mulai dari masuk kamar, masuk kamar mandi, sampai berjalan ke arahnya sekarang ini. Dia menyibak selimutnya, memersilakan kekasihnya itu bergabung dalam selimut yang sama. Ketika Kyuhyun sudah naik ke ranjang, dia menutup kembali selimutnya.

"Ada apa?"

Kyuhyun cuma menoleh tanpa menjawab. Mukanya kusut, menandakan kalau ada masalah. Kibum yang sudah lumayan hafal dengan ekspresi-ekspresi Kyuhyun, bisa membaca apa pun dari wajah kekasihnya itu. Seperti ekspresinya sekarang. Ekspresi kyuhyun kalau sedang ada masalah.

"Kau ada masalah dengan teman-temanmu?"

"Tidak."

Karena omongan teman-temannya, Kyuhyun merasa tidak enak hati. Benar-benar takut kalau hubungannya dengan Kibum akan berumur pendek. Memang sekarang ini mereka saling menyukai. Kibum pun telah berulang kali berjanji untuk melindunginya, yang berarti kepedulian lelaki itu padanya tidaklah main-main. Tapi rasa suka bukanlah hal yang bisa diprediksi kapan datang dan perginya. Dan takdir bisa kapan saja memermainkan hubungan mereka. Maka dari itu, selama hubungan mereka masih baik, Kyuhyun mau menghabiskan hari-harinya untuk terus dekat dengan Kibum.

Meski Donghae tidak tahu kalau pesta itu dibuat sebagai tanda maaf dari Kyuhyun, pesta tadi menjadi pesta menyenangkan. Dia banyak bercanda tawa dengan teman-temannya. Dia berencana minum, dan makan sepuasnya, tapi sayang moodnya berubah buruk ketika teman-temannya mengatakan soal hubungannya dengan Kibum. Kyuhyun tahu kalau dia adalah orang yang mudah goyah pikirannya, bahkan teman-temannya sekali dua kali mengatainya plin-plan. Meski Kibum sudah bersumpah sekalipun, dia tetap akan meragukan lelaki itu. Meski sayang meninggalkan pesta berbeque bersama teman-temannya, dia tidak bisa melepas rasa was-wasnya dengan Kibum. Itulah yang membuatnya pulang lebih cepat.

"Mereka masih berpesta, aku saja yang ingin pulang duluan. Ingin cepat bertemu denganmu." Kyuhyun menyandarkan punggungnya di kepala ranjang, dengan itu Kibum bangkit dan mengikuti Kyuhyun menyandarkan punggungnya di tempat yang sama. "Tadi teman-temanku bertanya, apa yang kau sukai dariku sampai-sampai kau mau jadi kekasihku? Karena aku tidak tahu apa yang kau sukai dariku, aku tidak bisa menjawabnya."

"Aku suka apa pun darimu."

"Kata teman-temanku, aku tidak spesial."

"Memangnya harus jadi spesial dulu baru bisa disukai orang lain?" Kibum menggeser duduknya lebih dekat dengan Kyuhyun. Tubuhnya condong pada Kyuhyun sampai bahu mereka bersinggungan. "Kau pasti pernah dengar kalau menyukai orang itu tidak butuh alasan. Seperti itu juga rasa sukaku padamu. Sekarang, kau sendiri punya alasan apa bisa suka padaku?"

Terlalu banyak alasan. Kyuhyun mencomot satu yang universal. "Karena kau baik." Lalu memandang Kibum untuk mengetahui reaksi lelaki itu mendnegar jawabannya. Karena Kibum hanya memandangnya balik tanpa banyak reaksi, Kyuhyun mulai menanyakan pertanyaan lain. "Awalnya kau hanya menolongku lepas dari tuduhan pencuri berlian, kenapa tiba-tiba serius menjalani hubungan ini? Ini juga baru beberapa bulan, bagaimana bisa kau suka padaku sedemikian cepat?"

"Orang yang pertama kali bertemu saja bisa jatuh cinta, bagaimana yang beberapa bulan tidak bisa jatuh cinta juga?" jawab Kibum mantap. "Ngomong-ngomong aku tahu kau tidak hanya beberapa bulan saja, tapi hampir dua tahun."

"Hampir 2 tahun?"

"Kau tidak ingat kapan pertama kali kita bertemu?"

"Pertemuan pengusaha..."

Kibum menggeleng. "Hampir dua tahun yang lalu kita bertemu di Bar. Kau dengan teman-temanmu dan aku datang dengan teman-temanku. Waktu itu kita kenalan yang..." Karena Kyuhyun hanya diam, terlihat mengingat-ingat tapi tidak menemukan jawabnnya, Kibum menambahkan. "...sepertinya kau lupa. Kau berniat mengambil gambar dengan teman-temanmu, tapi salah mengambil handphone. Handphone-ku yang kau ambil dan kau gunakan untuk berfoto."

Dia sama sekali tidak ingat.

"Foto yang kau lihat di handphone-ku, itu foto yang kau ambil dulu. Aku memotongnya tepat di bagian wajahmu, lalu menyimpannya." Kibum mengambil handphone-nya, membuka foto yang dia katakan kemudian ditunjukkannya lagi pada Kyuhyun. "Foto ini beberapa kali kujadikan alasan untuk menolak atau putus dengan seseorang. Sejak saat itu banyak orang mengenalmu sebagai kekasihku meski kita tidak bertemu lagi setelahnya."

"Ooo pantas ada orang yang benci padaku. Itu gara-gara kau menjadikanku kambing hitam sejak lama!" Kyuhyun mendorong pundak Kibum sampai kekasihnya itu hampir terguling. "Jadi, berbuat baik padaku saat ini sebagai kompensasi?"

"Aku memang salah, tapi bukan itu maksudku..." Kibum kembali mendekat pada Kyuhyun. "Terlalu terbiasa menganggapmu kekasih, aku jadi suka betulan padamu. Sebenarnya aku bersyukur berlian itu hilang dan kau jadi tersangka. Dengan begitu aku bisa menolongmu dengan menjadikanmu kekasih betulan."

Kyuhyun mendelik, tapi dia tidak benci. Lagipula sekarang sudah saling suka. Mau melaporkan pada polisi juga percuma. Rugi sendiri kalau sampai Kibum kena masalah hukum. Selain lelaki itu akan menjauh darinya, dia juga susah dipenjarakan.

Toh, walau Kibum menempatkannya dalam bahaya, Kibum tetap melindunginya.

"Aku tidak sengaja. Tidak pernah terpikirkan akan ada orang yang cemburu terhadapmu gara-gara status palsu yang kuberikan padamu sebelumnya." Kibum melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Kyuhyun. Kepalanya terpuruk ke bahu kekasihnya itu. "Karena hal seperti ini sudah terjadi, yang bisa kulakukan hanya melindungimu. Kau juga harus menjaga diri meski aku sudah menempatkan orang untuk melindungimu. Sesegera mungkin, orang-orangku akan menemukan perusuh itu agar kau segera bebas dari terornya."

Mau bagaimana lagi? Itu juga yang sudah disetujui Kyuhyun. Dia akan menjaga diri sampai masalah ini selesai.

"Kau memaafkan aku, kan?"

"Kau memang mengakui salah, tapi tidak minta maaf dengan serius!" Kyuhyun protes. Dari tadi tidak mendengar kekasihnya minta maaf secara langsung, sekarang minta dimaafkan.

Demi Kyuhyun, "Aku minta maaf..." kata Kibum tulus.

"Aku maafkan, tapi kau punya apa untuk menebus kesalahanmu?"

Setidaknya Kyuhyun dapat sesuatu yang berharga. Barang dengan harga mahal yang seketika bisa menguras kantong Kibum, atau kerja sama bisnis yang bisa meningkatkan pamor perusahaan. Dengan kerugian Kyuhyun selama ini, hal-hal seperti itu yang bisa disebut impas.

"Kau mau apa?" Kyuhyun akan menyebut, tapi Kibum menyetopnya. "Apa pun yang kau minta akan kuberikan. Jadi, tidak usah disebutkan sekarang."

"Janji, ya?" Kibum mengangguki Kyuhyun dengan jujur. "Ok. Kalau begitu kita tidur sekarang. Aku akan sangat sibuk mulai besok pagi. Semua harus selesai tepat waktu supaya akhir minggu, saat kita pergi liburan, tidak terbebani pekerjaan."

Kibum mengiyakan. Merebah duluan, diikuti Kyuhyun. Membetulkan selimut, kemudian tidur berdekatan.

To be continue