Disclaimer: Vocaloid bukan milik saia, ngga ada keuntungan apapun yang diambil dari pembuatan ff ini~

Terinspirasi dari ff Rhymos-Ethereal di fandom Kurobas. .w.)/

Pair: Asano Ryuuto x Kaai Yuki


Sepuluh kata yang menggambarkan anak laki-laki yang sedang jatuh cinta dan anak perempuan yang disukainya.


1. First Meeting

Seorang anak laki-laki sedang terlihat berbaring di hamparan rumput di dekat sungai, membiarkan angin yang nakal membelai surai hijaunya. Ia memejamkan matanya, menikmati suasana damai sebelum akhirnya harus pulang karena hari sudah petang.

"Hei, kalau kau tidur di situ, kau bisa masuk angin." ucapan halus dari suara seorang anak perempuan itu membawa Asano Ryuuto, anak laki-laki tersebut, kembali ke realita. Ia membuka kedua matanya dan melihat seorang anak perempuan seusianya sedang membungkuk di atasnya, membuat wajah anak perempuan itu berada tepat di atasnya.

"Kau siapa?" tanya Ryuuto, ia belum pernah melihat anak perempuan itu.

"Namaku Kaai Yuki, aku baru pindah hari ini. Aku sedang berkeliling dan menemukanmu tertidur di sini." balas Yuki, "Hajimemashite,"

Ryuuto terdiam sebentar. Beberapa detik kemudian, ia mengangkat tubuhnya ke dalam posisi duduk. "Namaku Asano Ryuuto, kelas enam SD Akiyama. Yoroshiku,"

Yuki menepukan kedua tanganya gembira, "Kau murid SD Akiyama juga? Mulai besok aku juga akan bersekolah di sana, mohon bantuannya Asano-san!"

"Kau boleh memanggilku Ryuuto," tawar Ryuuto, Yuki tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya untuk membantu Ryuuto berdiri.

"Kalau begitu panggil aku Yuki. Sekali lagi, mohon bantuannya, Ryuuto-kun!" Yuki memberikan senyuman termanisnya, membuat Ryuuto ikut tersenyum bersamanya.


2. Twinkle

Asano Ryuuto tidak tahu sejak kapan perasaannya berubah ketika berada di dekat Kaai Yuki. Dari yang semula biasa-biasa saja menjadi tidak biasa, ia bisa tiba-tiba jadi salah tingkah, tersenyum sendiri, bahkan mencak-mencak sendiri karena tingkah anak perempuan itu.

Tapi walau begitu, ada satu hal yang bisa membuat Ryuuto langsung gagap ketika mengahadapi Yuki. Yaitu saat anak perempuan itu menatapnya dengan tatapan bersinar-sinar layaknya ada bintang yang mengubah kediamannya dari di langit menjadi di mata Yuki.

"Yuki itu selalu bersinar, dimanapun dan kapanpun dia akan selalu bersinar. Tapi aku selalu tidak tahan jika dia menatapku dengan tatapan 'kira-kira'-nya itu. Dia membuat jantungku berdetak seperti habis maraton."


3. Piano

Saat sore hari, Kaai Yuki kerap mendengar dentingan melodi piano dari ruang musik. Tapi dia tidak berani untuk mengetahui siapa pemainnya, karena takut mengganggu. Terkadang, anak perempuan itu menyempatkan diri untuk mendengarkan dentingan-dentingan itu dari taman belakang, karena orang itu selalu membuka jendela ruang musik. Alangkah terkejutnya ia ketika suatu hari mendapati kalau yang memainkan piano itu tidak lain dan tidak bukan adalah Asano Ryuuto.

"Aku benar-benar terkejut! Aku tidak tahu kalau Ryuuto-kun bisa memainkan piano dengan begitu indahnya, apa mungkin kapan-kapan aku minta dia memainkan piano khusus untukku saja ya?"


4. Autumn

Ryuuto sangat menyukai musim gugur, apalagi ketika dimana daun-daun momiji di gunung akan berubah warna menjadi oranye dan berguguran layaknya menari dalam ayunan angin. Karena itukah mendaki gunung adalah salah satu kegiatan favorite Ryuuto saat musim gugur tiba. Karena menurutnya melihat daun-daun itu berguguran dari puncak gunung adalah pemandangan terindah yang pernah dia lihat.

Yuki kembali menatapnya dengan mata berkilaunya ketika Ryuuto menceritakan hal itu padanya, anak perempuan itu bilang kalau dia juga ingin melihat pemandangan yang Ryuuto lihat. Ryuuto sedikit salah tingkah, dia pun mengangguk. "Kapan-kapan aku akan membawaku ke sana, akan kutunjukkan sebuah pemandangan dimana kau tidak akan bisa berkedip saat melihatnya."


5. Doll

Yuki pernah memiliki satu boneka beruang lawas yang selalu di bawanya kemana-mana kalau menginap, karena dia tidak pernah bisa tidur tanpa benda itu. Ryuuto yang melihat benda itu setiap Yuki menginap di rumahnya pun agak tidak nyaman, karena pada dasarnya anak laki-laki itu takut pada boneka, jadi dia selalu menjaga jarak dari Yuki saat gadis cilik itu membawa bonekanya.

"Ryuuto-kun itu aneh, masa sama boneka aja takut? Padahal kan Kuma-san itu imut! Apalagi dia selalu menjauhiku kalau aku membawa Kuma-san! Menyebalkan sekali!" curhat Yuki kesal, "Tapi dia terlihat imut ketika ketakutan! Aku pernah dengan sengaja meletakkan sebuah boneka barbie di tas sekolahnya dan begitu dia melihatnya, dia langsung bersembunyi di kolong meja."

...Hati-hati dengan Yuki jahil mode, karena dia bisa saja membuatmu ketakutan setengah mati.


6. SMP

Asano Ryuuto memulai hari pertamanya di SMP dengan suatu keajaiban besar. Bagaimana tidak? Saat hari pertama dia langsung disambut ketua OSIS Vocalo Gakuen divisi SMP dan ditawari untuk menjadi anggota OSIS. Dia awalnya bingung, tapi akhirnya diterima juga.

Hal ini menyebabkan Kaai Yuki menjadi merasa tertinggal, secara saat SD dia tidak pernah lepas dan selalu lengket dengan Ryuuto. Yuki sendiri tidak mengerti kenapa, tapi dia selalu merasa marah ketika Ryuuto mengabaikannya. Dan dari sudut pandang Ryuuto, Yuki mengalami sebuah mood swing yang tidak normal.

"Akhir-akhir ini Yuki aneh, dia suka marah-marah padaku padahal aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun, mengabaikanku secara tiba-tiba, mengajakku pergi tapi saat aku menolak karena urusan OSIS dia langsung meninggalkanku dan puasa berbicara padaku keesokan harinya." Ryuuto menghela napas pasrah.


7. Glove

Yuki tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya, perasaannya menjadi meluap-luap dan terasa hangat. Mau tahu kenapa? Hal ini dikarenakan saat musim dingin, Ryuuto menjadi perhatian kepadanya dan memberikannya sarung tangan sebagai hadiah. Sarung tangan itu hangat, motifnya juga sangat disukai Yuki. Gadis itu bahkan tidak tahu kalau Ryuuto akan memberinya hadiah seperti itu.

"Ini kali pertama Ryuuto-kun memberiku sebuah hadiah natal. Aku tidak tahu kenapa, rasanya berbeda saat aku menerima hadiah natal dari teman-temnku yang lain ataupun orangtuaku. Rasanya hadiah dari Ryuuto-kun itu spesial!"


8. Rival

Asano Ryuuto tahu... sangat-sangat tahu kalau guru barunya akan menjadi saingan terberatnya. Dia baru saja memperjelas perasaannya pada Yuki, walaupun belum dinyatakan pada sang target sih. Tapi dengan sekali lihat saja, Kaai Yuki jelas mempunyai perasaan berlebih pada guru barunya yang masih muda, Hiyama Kiyoteru-sensei. Dan tentunya Ryuuto tidak menyukai hal itu.

Apalagi saat di pesta ulang tahun Yuki yang kelima belas, Ryuuto mendapati kalau si birthday girl sedang berciuman dengan Hiyama-sensei. Walaupun sensei-nya itu langsung melepaskan diri, meminta maaf kepada Yuki, dan berlari cepat mengejar seorang wanita berambut pink yang dia tidak kenal.

"Kau terlalu berlebihan, Hiyama-sensei tidak akan menyukaimu, usia kalian beda jauh." Ucap Ryuuto, nada suaranya terdengar sangat kesal. Yuki mengangguk, menghapus air matanya yang tadi sempat turun. Ryuuto yang tidak tahan melihat wajah sedih Yuki pun segera memeluk gadis itu. "Kenapa sih kau selalu melihat sensei terus? Kau seperti pungguk merindukan bulan, kenapa kau tidak pernah melihatku yang menyukaimu?" nada Ryuuto memelan tiap kalimatnya, mencoba menyembunyikan rasa frustasinya.


9. Test

Satu hal dari seorang Asano Ryuuto yang sangat dibenci oleh Kaai Yuki adalah kapasitas otak encernya yang di atas rata-rata. Sedangkan dibandingkan dengannya, Yuki memiliki kapasitas otak yang biasa-biasa saja. Bahkan pernah dalam sebuah ujian matematika, Yuki merasa terkhianati oleh Ryuuto.

"Kau jahat Ryuuto-kun! Kenapa sih nilai selalu bagus!? Kau tidak adil!" Yuki berteriak frustasi di depan Ryuuto, pemuda itu tentunya bingung mau bertindak bagaimana. Pada akhirnya Ryuuto selalu membantu Yuki belajar ketika ujian akan tiba.


10. Sunset

Udara sudah mulai mendingin sore itu, matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, dan orang-orang pun mulai memenuhi jalan untuk bisa kembali ke rumah segera. Namun berbeda dengan dua insan yang berada di salah satu bangku peristirahatan di gunung Fuji ini. Kaai Yuki mengistirahatkan kepalanya di pundak kekasihnya selama beberapa tahun ini dengan nyaman. Menikmati cahaya matahari terbenam yang berwarna oranye berpadu dengan daun-daun momiji di sekitar gunung yang juga berwarna jingga. Asano Ryuuto melingkarkan sebelah lengannya pada pundak Yuki dan menepuknya pelan.

"Hari sudah semakin malam, apa kau ingin pulang sekarang?" tanya Ryuuto, Yuki membuka matanya yang tadi sempat terpejam sejenak dan mengangkat kepalanya untuk menatap Ryuuto.

"Apa kita tidak bisa di sini sebentar lagi, Ryuu?" tanya Yuki, ia kembali menenggelamkan kepalanya di pundak Ryuuto. "Aku masih ingin di sini, bersamamu."

Ryuuto tertawa kecil, ia mengusap kepala Yuki pelan. "Tapi hari sudah semakin dingin, aku tidak mau kau nanti sakit. Sebentar lagi kan musim dingin,"

Yuki menggembungkan pipinya, "Apa kau tidak mau berlama-lama bersamaku?"

Ryuuto tertawa keras kali ini, "Jangan bercanda, aku hanya mengkhawatirkanmu. Aku kan juga tidak mau melihat belahan jiwaku sakit,"

Yuki tergelak mendengar ucapan Ryuuto, "Mou, toh kalau aku sakit, kau yang akan merawatku kan, Ryuu?"

"Tentu saja, aku pasti akan merawatmu dengan baik." Ucap Ryuuto tegas, Yuki tersenyum. Gadis yang kini menginjak usia dewasanya itu mulai mendekatkan wajahnya ke Ryuuto, memberikan sebuah kecupan pada pemuda itu.

"Kali ini baru benar-benar first kiss kita," ucap Yuki, Ryuuto tersenyum dan melingkarkan kedua lengannya di pinggang Yuki.

"Ya, aku mencintaimu, Yuki." Ucap Ryuuto, pemuda itu kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Yuki, mengeliminasi jarak di antara mereka dan menempelkan bibirnya ke bibir Yuki dalam sebelum gadis itu sempat membalas ucapannya.