Another Twins
©Blue Exorcist Kazue Kato
©Story here My imagination
Warning: typo, Smart!Rin, DissositiveIdentityDisorder!Rin, Kepribadianganda!Rin
Author Pov
Yukio sangat takut kakaknya akan kehilangan jati dirinya mengingat belakangan Rin mulai melakukan banyak hal yang dia tidak sadari, pada awalnya Rin dikira mengalami semacam amnesia sebagian atau semacam Retrograde tapi bukan Nii-san kepribadian lain.
-Sesi Hipnotis Rin
"Ini aku adik kembar identik Rin". kata Rin.
Dokter tidak terkejut dengan jawaban Rin sejak awal memang dokter telah menebak hal-hal aneh yang terjadi pada Rin.
"Kau kembaran identik Okumra Rin". Tanya dokter.
"Ya aku lah kembaran yang sebenarnya aku adalah kembarannya yang asli". kata Rin.
"Oh begitu sejak kapan kau ada". kata Dokter.
"Sejak dia lahir". Kata Rin.
"Oh begitu kau sendiri kenapa menganggap dirimu adalah kembarannya padahal kau berada ditubuhnya". Kata dokter.
"Ya karena aku adalah manisfestasi dari kesepiannya, rasa sakitnya, rasa ketidakadilannya".
Yukio dan para Exwire menemui dokter yang menangani Rin.
"Bagaimana keadaan Rin". Tanya Yukio.
"Dia baik-baik saja". Kata dokter.
"Lalu apa dia akan normal kembali". Kata Yukio.
"Untuk itu aku masih belum tahu karena itu butuh waktu lama apalagi Rin sendiri menerima kehadirannya". kata dokter.
"Lalu bagaimana jika dia ingin mengambil alih Nii-san". kata Yukio.
"Ya mungkin saja itu benar pada awalnya 'dia' adalah keinginan besar bakat Rin yang paling terpendam dan kemungkinan karena Rin selalu mendapatkan perlakuan yang kurang adil dan tidak adanya teman semasa kecilnya tanpa dia sadari dia menciptakan seorang sosok yang akan bisa menemaninya dari imajinasinya". Kata dokter.
"Jadi Nii-san akan berubah secara keseluruhan". Tanya Yukio.
Yukio sangat takut dengan masa depan kakakknya sebelumnya kakakknya sangat payah bahkan Rin selalu salah menulis namanya sendiri, kini dia sudah berubah dengan signifikan tapi dia lebih takut Rin yang sekarang dia takut kalau kakaknya akan selamanya menjadi orang lain.
"Kurasa tidak, dia tidak akan sepenuhnya mengambil alih kakakmu dia itu hanya pecahan dari bakat pikiran Rin sendiri yang tidak tergali jadi saat kakakmu merasa tidak bisa ada Rin yang lain yang bisa melakukannya dengan kata lain Rin sendirilah yang melakukannya akan tetapi karena jiwanya terpecah mereka seperti punya kesadaran masing-masing atau mungkin untuk sekarang baik Rin dan Rin yang lain sedang saling menyaksikan". Kata dokter.
"Jadi keberadaanya karena keinginan Nii-san yang tadinya tidak disadari". Kata Yukio.
"Ya, begitulah dan setelah ku lihat 'dia' bukan ingin mengambil alih Rin tapi mengambil alih posisimu Yukio, dia ingin menggantikan posisimu sebagai adik kembarnya". Kata dokter.
Sementara itu Rin dan Rin yang lain sedang berada didalam ruangan berlantai seperti papan catur didalam pikiran Rin.
"Rin kau tahu aku senang sekarang aku tidak perlu bersembunyi dihadapan teman-temanmu lagi". kata Rin yang lain.
"Ya aku juga senang bahwa aku tidak sendirian selama ini aku baru ingat saat kecil kau selalu menemaniku untuk bermain saat Yukio tidak ada". Kata Rin.
Rin yang lain tersenyum dengan kalimat Rin, Rin yang lain tahu saat Rin dan Yukio bermain dia akan diam melihat dari dalam diri Rin saat Yukio tidak ada maka dia lah yang akan menggantikannya karena Rin yang lain tahu Rin akan menangis ditinggal sendirian.
Flash Back
Hari itu usia Rin masih 8 tahun seperti biasa tentu saja Rin hanya berteman dengan Yukio saja dia tidak akan bisa bermain dengan siapapun kecuali adiknya namum disaat itu Rin tidak tahu kalau Yukio sudah dalam pelatihan Exorcist sejak setahun sebelumnya dan, saat itu Rin ingin bermain dengan Yukio kebetulan hari itu libur dan tentu Yukio tidak punya alasan untuk menolak ajakan Rin saat itu Yukio harus pergi kepelatihannya bersama ayah angkatnya, Yukio dan ayah angkatnya kesulitan pergi karena Rin terus mengikuti Yukio dan tentu mereka tidak ingin Rin soal mereka yang akan kepelatihan Exorcist.
"Nah, hari ini jangan kemana-mana kalau kau pergi aku ikut, aku tidak ada teman main disini". Kata Rin merengek sambil menarik tangan Yukio.
"Tapi Nii-san aku harus kursus hari ini". Kata Yukio.
"Ayolah Yukio hari ini jangan, kau dan ayah selalu pergi tanpa aku, kumohon aku ingin main denganmu sudah lama sekali aku tidak main denganmu kau selalu pergi entah kemana, kalau kau pergi aku main dengan siapa". Kata Rin.
Ayah angkat mereka bingung harus beralasan apa untuk Rin dia sudah membujuk Rin untuk memasak resep tapi kali ini Rin tidak mau dia sangat ingin main dengan Yukio.
"Nii-san bagaimana jika petak umpet" Kata Yukio.
"Baiklah Yukio". Kata Rin.
Mereka melakukan batu, gunting, kertas dan Rin yang jaga.
"Nii-san yang jaga". Kata Yukio saat Rin kalah main batu gunting kertas.
Tanpa Rin sadari itu taktil Yukio untuk kabur kepelatihannya.
"Aku jaga disini kau senbunyi". Kata Rin.
1,2,3,4,5...
Rin terus menghitung sambil menutup mata dan saat itulah Yukio dan Ayah angkatnya menggunakan kesempatannya dan saat Rin mencari Rin melihat Yukio dan ayahnya telah pergi jauh saat itu dia menangis.
"Kenapa aku selalu ditinggal hiks hiks hiks". Kata Rin.
Saat itu Rin menahan tangisnya dan berlari kedalam gereja yang kebetulan kosong, dia berlari kedepan salib Yesus.
"Tuhan aku salah apa aku hanya mau main dengan adikku, kenapa aku tinggal terus kenapa ayah dan Yukio tidak mengajakku apa karena aku nakal". kata Rin sambil menangkupkan tangannya berdoa.
"Tuhan tolong kabulkanlah doaku". Kata Rin sambil menangis.
Saat itulah entah kenapa Rin merasa ada yang menyentuh pundaknya.
"Nii-san ayo kita main". Kata Rin yang lain
Saat Rin membalikkan badannya dia melihat sosok seusianya yang mirip dengannya.
"Benarkan kau mau main denganku sekarang". Kata Rin menghapus air matanya.
Rin tidak menyadari kalau dia bermain dengan dirinya sendiri saat itu dia merasa kalau Yukio yang menemaninya bermain Rin disaat itu jadi lupa kalau Yukio itu tidak mirip dengannya dan dia menjadi lupa kalau dia bukan anak kembar identik.
Sementara itu Izumi, Kyoudo dan Nagatomo hanya tersenyum melihat Rin main sendiri dan bicara sendiri dengan bahagia mereka hanya berpikir iti biasa untuk anak kecil tanpa mereka sadari ada kembaran identik Rin yang hadir membuat Rin lupa kalau dia itu bukan anak kembar identik.
Rin yang lain mengingat masa itu dia merasa sedih dengan Rin saat itu tapi senang karena Rin hanya bersamanya saja.
"Rin boleh aku meminta sesuatu darimu". Kata Rin yang lain sambil memeluk Rin.
"Apa itu Rin". Kata Rin.
"Berikan aku posisi sebagai kembaran identikmu Rin". Kata Rin yang lain.
'Ya tentu saja". Kata Rin sambil mengusap punggung Rin yang lain.
Aku pastika aku akan menggantikan posisimu untuk Rin, Okumura Yukio karena aku adalah kembaran yang asli
Tanpa Rin sadari Rin yang lain menampilkan smirknya.i
Author Note
Hai lama gak upate terima kasih udah nungguin fanfic ini. Maaf ya author lagi masa TA jadi banyak halangan terima kasih atas dukungannya.
Oh ya Fanfic Blue Exorcist bahasa indonesiaindone jarang ya. Ayo ramaikan saudara-saudara.
Terima kasih buat kalian yang dukung fanfic ini jujur aja teman dekatku belum tahu fanfic buatanku paling hanya satu atau yang dua yang tahu oh ya aku juga masukin beberapa fanfic saya di wattpad namanya Shin976.
Terima kasih atas perhatiannya. Seperti biasa ditunggu reviewnya biar author semangat tapi jangan ada bashing diantara kita ^_^
