"Apa yang kau lakukan disini, Shim Changmin?"

"Aku? Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian, Sunbae~"

Hujan lebat masih setia mengguyur kota tersibuk sekaligus ibukota Korea Selatan itu. langit diluar masih gelap total dan bintik-bintik berkilau yang biasanya menghiasi lembaran hitam itu kini tidak ada.

23.00 waktu Korea Selatan

Jung Yunho menatap namja tinggi yang masih berdiri di dekat pintu café. Jaejoong masih duduk bergeming di belakangnya, pandangan kekasihnya itu juga jatuh di namja yang merupakan putra tunggal Rektor kampusnya itu.

"Dimana Kyuhyunku, Brengsek?"

Choi Siwon sudah akan menerjang Changmin sesaat sebelum Yunho menahan lengannya. Namja tampan itu juga sadar bahwa dirinya masih berada di tempat umum, walaupun café tempatnya sekarang itu hanya menyisakan beberapa orang termasuk dirinya.

Changmin mengangkat sebelah alisnya setelah kalimat lirih namun bernada berbahaya itu terdengar di telinganya. Namja tinggi itu tersenyum pelan sambil mengambil tempat duduk di salah satu bangku disana. Namja yang sejak tadi mengekor di belakangnya juga ikut duduk di sampingnya.

"Apa aku kelihatan seperti seorang penculik?" ucap Changmin sambil melepas mantel hujannya dan menyerahkannya kepada namja di sampingnya. "Walau kuakui, orang yang kalian maksud itu sangat menggiurkan untuk diculik."

"KAU―"

"Siwon! Jangan bertindak gila disini!" seru Yunho begitu Siwon sudah maju beberapa langkah menuju Changmin yang masih bergeming di tempatnya. "Changmin-ssi, katakan kepada kami apa yang kau lakukan disini? Kami kehilangan Kyuhyun saat ini."

"Hae Hyung, bisakah kau perlihatkan apa yang tidak sengaja kita dapatkan tadi."

Siwon, Yunho, dan Jaejoong melebarkan kedua matanya ketika Donghae mengeluarkan dan memperlihatkan beberapa lembar portrait di atas meja.

Salah satu dari foto instant itu membuat wajah Siwon memucat seketika.

"D-dia…"

WONKYU "M" STORY

Chapter 10: UNEXPECTED HERO

Based on the Comic by Haruka Minami

Genre: Romance

Rating: M

Cast/Pair: WONKYU slight YUNJAE

Warning: YAOI, BL, OOC, TYPO

Summary:

Bagaimana nasib Kyuhyun yang diserang sekelompok preman? Siapa sebenarnya yang menolongnya?/"Oh, ternyata ada Romeo yang akan menyelamatkan si cantik Juliet. HAHAHAHA!"/"Untuk apa menghentikan mereka jika sudah ada yang menolong?"/"Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun."/"Aku harus memeriksa seluruh tubuhmu, kan?"

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

_Wonkyu_

"LEPASKAN! LEPAS-KAN AKU BRENGSEK! AKH!"

Kyuhyun hanya bisa meronta semakin kuat ketika beberapa pasang tangan yang lain mulai menahan pergerakan tangan dan kakinya dan membuka kemejanya yang sudah berantakan. Sedang namja yang berada di atasnya mulai menciumi seluruh wajahnya.

"Le-paskan! K-kumohon! Le-pas!"

Bahkan saat ini Kyuhyun sudah tidak bisa menebak berapa pasang tangan yang menjamah tubuhnya yang mulai terbuka disana-sini.

'Aku akan mati!'

"Hei, lepaskan dia, namja-namja tidak berguna!"

Suara tenang namun tegas itu berhasil menghentikan 'kegiatan' namja-namja berandalan itu. beberapa diantara mereka mulai berdiri dan maju menuju sesosok namja yang berdiri santai di depan mereka. Sebuah payung hitam menaungi tubuh tinggi tegap itu dari guyuran hujan yang deras.

"Oh, ternyata ada Romeo yang akan menyelamatkan si cantik Juliet. HAHAHAHA!"

Tawa membahana di jalan sempit itu. Bahkan suara tawa itu sempat mengalahkan derasnya hujan yang masih turun dengan derasnya.

Kyuhyun mengatur nafasnya yang memburu dan segera beringsut mundur menuju pojokan toko yang masih tertutup sambil menutupi bagian tubuhnya yang masih terbuka, ketika namja-namja yang tadi mengeroyoknya itu mulai mendekati sesosok yang menurutnya 'pahlawan' itu.

"Kukira yang datang adalah Superman atau Spiderman, ternyata hanya Romeo dengan jas." Ucap namja botak sambil menatap sosok yang berdiri di depannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Bagaimana kau akan melawan kami semua dengan pakaian mewahmu itu, huh?!"

HAHAHAHA!

Namja yang masih memegang payungnya itu tertawa pelan sambil mengibaskan beberapa tetes air di kain jasnya. Namja berpakaian formal itu melirik arloji yang bisa di pastikan sangat mahal di tangan kirinya itu lalu menghela nafas pelan.

"Aku tidak mau repot-repot mengotori tanganku untuk berkelahi dengan kalian." Ucap namja misterius itu masih dengan senyum dingin di wajahnya yang bisa dibilang tampan.

Preman-preman itu kembali tertawa keras mendengar kalimat namja di depannya. Beberapa dari mereka mulai mengitari namja itu sambil menyeringai.

"Sepertinya kau orang kaya. Serah saja uangmu dan kami akan melepaskanmu dan si 'manis' itu."

Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya sambil melipat kedua kakinya di depan dadanya ketika beberapa preman itu menatapnya dengan pandangan 'lapar'.

"Maaf saja." Sahut namja misterius itu hingga membuat para preman itu mengalihkan pandangannya kembali kepada namja itu. "Aku tidak berminat melawan kalian maupun mengeluarkan sepeser uangpun untuk orang tidak berguna seperti kalian."

Para preman itu tertawa lagi. Kali ini salah satu dari mereka merampas payung hitam yang masih melindungi tubuh tinggi namja misterius itu. Membuat setelan jas yang bisa dipastikan berharga tidak muraah itu basah seketika.

"Lalu kau mau memenggil polisi, huh?! Kau tahu, para polisi tidak punya jam malam. HAHAHHAHA!"

"Bukan polisi, tapi mereka."

Dengan berakhirnya kalimat tenang itu, beberapa namja tinggi dan besar keluar dari kegelapan di sudut-sudut jalan yang sepi itu. Mereka mengenakan setelah jas rapi dengan kaca mata hitam yang menutupi mata mereka. Para Bodyguard.

Preman-preman itu terkejut dan mundur sedikit demi sedikit saat menyadari mereka kalah jumlah dan bisa dipastikan mereka akan mati jika berhadapan dengan bodyguard-bodyguard itu.

"Beri mereka pelajaran dan jangan biarkan mereka kabur."

Dan selanjutnya yang terdengar hanya suara teriakan para preman dan suara pukulan juga rintihan. Beruntung suara derasnya hujan bisa meredam aksi perkelahian yang dengan mudah dapat dimenangkan para bodyguard itu dalam waktu singkat.

Tap tap

"Jangan mendekat!"

Kyuhyun mulai gemetar saat namja berpakaian rapi namun basah kuyup itu mendekatinya yang masih meringkuk di pojokan toko.

"Kau baik-baik saja?" ucap suara berat itu dengan lembut.

"Tinggalkan aku sendiri!"

Kyuhyun kalut. Walau namja di depannya itu sudah menyelamatkannya dari preman-preman bau yang kini sudah tergeletak tak berdaya di jalan itu, namun pengalamannya dengan para namja asing sudah membuatnya tahu sifat mereka.

"Aku tidak akan menyakitimu, percayalah."

Dan Kyuhyun hanya bisa menatap telapak tangan besar yang ada di depannya lalu menatap wajah tampan yang terkesan datar itu. Jantungnya masih berdetak sedemikian kencang. Terlebih saat namja asing di depannya menyodorkan sejenis jas kering kepadanya.

"Tutupi tubuhmu dengan ini. Kau bisa kedinginan." Ucap namja itu sambil tersenyum tipis. Kyuhyun masih menatapnya ragu.

Jdaaar!

Kyuhyun memejamkan kedua matanya ketika suara keras halilintar itu menggelegar. Dengan cepat, namja manis itu menerima jas yang disodorkan namja di depannya lalu memakainya. Namja di depannya itu tersenyum simpul lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Kyuhyun berdiri. Namun Kyuhyun hanya menatapnya takut dan berdiri cepat tanpa menggapai tangan namja itu.

Swing~

Entah karena gerakannya yang terlalu cepat atau memang tenaganya yang habis karena kejadian yang menimpanya, namja manis itu terhuyung saat merasakan beban yang terlalu berat di kepalanya dan tubuhnya seakan meringan.

Bruk

Dan semuanya menjadi gelap.

_Wonkyu_

Suasana café 24 jam itu sudah sangat sepi. Bahkan para pelayan disana seakan tertidur. Hujan diluar masih begitu deras, membuat beberapa pengunjung café lebih memilih berlama-lama di café yang lumayan nyaman itu.

"Jadi hari ini aku dan Changmin sedang dalam perjalanan pulang dari apartemen. Setelah insiden dengan chairman SM University dan perombakan asrama, Changmin lebih memilih untuk menyewa sebuah apartemen daripada harus tinggal di asrama kampus."

Siwon masih menatap tajam namja kelewat tinggi yang duduk dihadapannya sambil menyusup cappuccino hangatnya. Namja tampan itu tidak menyadari tatapan Donghae kepadanya ketika menyebut kata 'Chairman SM University'. Yunho dan Jaejoong ada di sampingnya.

"Ketika mobil kami melewati daerah di sekitar pasar, Changmin melihat seseorang seperti Kyuhyun-ssi sedang meringkuk sendirian di depan toko yang sedang tutup. Dan tak lama kemudian kelompok preman itu mendatanginya dan―"

"MENGAPA KALIAN TIDAK MENGHENTIKAN MEREKA, PABBO?!"

Donghae terlonjak dari kursinya ketika Jaejoong berteriak kepadanya dengan suaranya yang melengking. Kemudian suara halilintar menyusulnya kemudian. Yunho berusaha menenangkan kekasihnya itu dengan menarik lengan Jaejoong lembut.

'Nenek sihir~' batin Donghae dalam hati sambil menatap takut Jaejoong yang masih menatapnya sengit.

"Untuk apa menghentikan mereka jika sudah ada yang menolong?" sahut Changmin sambil meletakkan cangkirnya di meja. Kedua matanya menatap lurus ke arah Siwon. "Kita tidak perlu khawatir lagi tentang Kyuhyun, benarkan, Siwon sunbae?"

Siwon. Namja tampan yang sejak tadi bungkam itu hanya menatap datar Changmin, lalu saat iris kelamnya kembali menatap salah satu foto namja dengan payung hitam, iris kelam itu kembali menajam.

_Wonkyu_

Cho Kyuhyun mengerjabkan kedua matanya begitu silau menyerang iris coklat karamelnya. Namja manis itu merentangkan kedua tangannya keatas untuk merilekskan otot-ototnya yang kaku karena tidurnya.

Tunggu! Tidur?

Kyuhyun melebarkan matanya ketika menyadari dimana dirinya sekarang. Dirinya sekarang sedang terbaring di sebuah ranjang king-size yang benar-benar mewah dan sangat nyaman. Di samping kanan dan kiri ranjang itu terdapat sebuah nakas berwarna putih yang mewah dan jendela besar tepat di depannya, menampilkan pemandangan kota Seoul yang indah.

"Dimana ini? Apa aku bermimpi?"

Namja manis itu bermonolog pada dirinya sendiri sambil mengagumi interior kamar yang terkesan elegan dan mewah itu. Namun rasa kagumnya hilang sekektika ketika teringat dengan kejadian semalam.

Dengan cepat, Kyuhyun bangun dari posisi berbaringnya dan membuka selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Dan matanya sukses membelalak saat ia menyadari bahwa pakaian telah berganti.

"Seragammu basah, jadi aku terpaksa menggantinya dengan piyamaku."

Deg

Kyuhyun kembali membalut tubuhnya dengan selimut tebal yang tadinya ia buka ketika mendengar suara berat tak jauh di sampingnya. Namja manis itu kembali gemetar begitu namja tinggi yang seingatnya telah menolongnya semalam dari preman-preman itu kini berdiri di depan ranjangnya.

"Tenang saja. Bukan aku yang mengganti pakaianmu."

Kyuhyun mulai meregangkan cengkramannya pada selimut tebal yang ia peluk di depan dadanya sendiri ketika namja berwajah dingin itu tersenyum tipis kepadanya.

Krieet

Kyuhyun kembali gemetar dan reflex memundurkan tubuhnya hingga punggungnya membentur kepala ranjang ketika namja di depannya itu duduk di tepi ranjangnya. Tangannya masih berusaha mencengkeram selimut untuk menutupi tubuhnya dan kedua iris karamelnya terbuka lebar ketika tangan besar namja itu hendak menggapai tubuhnya.

"Ja-jangan sentuh―"

"Aku hanya ingin mengecek suhu tubuhmu." Ucap namja itu kalem sambil menarik tangannya lagi. "Semalam kau pingsan dan demam karena kehujanan. Akhirnya aku membawamu ke hotel ini karena aku tidak tahu identitas dan alamatmu."

Kyuhyun melebarkan matanya ketika dirinya ingat kejadian semalam. Namja manis itu mulai percaya bahwa namja di depannya cukup bisa dipercaya karena telah menolongnya dan tidak berbuat macam-macam padanya semalaman.

"Terima kasih."

Namja tampan berwajah dingin itu tersenyum mendengar kalimat lirih dan takut-takut itu. Tidak mau membuat namja manis di depannya itu semakin ketakutan, akhirnya ia bangkit dari ranjang.

"Ada hal lain yang kau perlukan?"

Kyuhyun hanya menggelang cepat, masih bertahan di posisinya meringkuk di ujung ranjang. Ia ingin segera pulang dari tempat yang katanya 'hotel' ini dan segera bertemu Siwon, namun―

Kruuuuuk

Namja yang masih sibuk menatap 'anak' yang telah ditolongnya kemarin itu tertawa pelan ketika mendengar suara yang ia yakini suara perut itu. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menenggelamkan wajahnya yang semerah tomat ke dalam lipatan selimut di dadanya.

"Kemarilah dan ikut sarapan bersamaku."

_Wonkyu_

"Boleh aku meminta sepiring lagi? Aku sangat kelaparan~"

Kyuhyun hanya bisa tersenyum semakin lebar ketika namja yang duduk di hadapannya itu mengintruksi pelayan di sampingnya itu memberikan satu piring steak daging perancis itu. Padahal dua piring yang telah kosong sudah bertengger di sampingnya.

"Gomawo, Seunghyun-ssi."

Namja yang di panggil 'Seunghyun' itu hanya tersenyum tipis sambil tetap mengamati namja yang masih memakan hidangan di depannya dengan lahap.

"Steak Prancis ini sangat enak sekali~"

Choi Seunghyun, namja itu hanya menatap namja yang makan di depannya intens. Entah apa yang ada dalam diri namja manis di depannya itu, sesuatu yang lain dan menarik.

Sudah sejak beberapa puluh menit yang lalu mereka berdua duduk di salah satu bangku di restoran hotel mewah itu. Kyuhyun sama sekali tidak menyangka bahwa namja yang telah menolongnya kemarin itu adalah pemilik hotel mewah ini. Dan setelah pembicaraan dan perkenalan singkat mereka beberapa menit yang lalu, Kyuhyun sudah merasa akrab dengan namja yang terkesan dingin di depannya itu.

"Seragammu akan sampai ke kamar sebentar lagi, jadi kau bisa memakainya kembali."

Kyuhyun sedikit menundukkan wajahnya ketika Seunghyun tertawa ringan menatap dirinya yang masih mengenakan piyama besarnya. Hanya sebuah mantel―yang juga kebesaran―yang Kyuhyun kenakan untuk menutupi piyamanya dan beberapa bagian tubuhnya yang sedikit ter-ekspos karena pakaian yang terlalu besar.

"Uhm. Gomawo, Seunghyun-ssi."

"Panggil 'Hyung' saja. Itu terkesan lebih dekat." Sahut Seunghyun sambil memotong cake strawberry di depannya. Kyuhyun mengangguk paham lalu melanjutkan memakan dessert yang telah disediakan setelah ia menghabiskan tiga piring steak-nya.

"Jadi kau mahasiswa SM University?"

Kyuhyun mengangguk lagi sambil menusuk sebuah strawberry di atas cake-nya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sendiri. Rasa asam dan manis buah itu membuatnya sedikit menyipitkan mata.

"Aku mahasiswa tingkat satu, Hyung." ucap Kyuhyun dengan mulut yang masih penuh dengan buah berwarna merah itu.

Seunghyun tertawa kecil lagi lalu menyodorkan sebuah lap putih bersih kepada Kyuhyun.

"Aku ragu kau seorang mahasiswa. Lihatlah cara makanmu yang masih seperti anak balita."

Kyuhyun menerima lap itu dengan wajah memerah lalu mengusap bibir dan pipinya yang 'sedikit' belepotan krim dan cairan strawberry.

"Apa kau sangat menyukai strawberry?" tanya Seunghyun lagi masih dengan nadanya yang terkesan dingin.

"Ya. Aku sangat menyukainya. Rasanya yang manis dan sedikit asam sangat menarik. Lagipula, strawberry sangat baik untuk kesehatan kulit." Ucap Kyuhyun sambil memotong strawberry di depannya lalu kembali memasukkannya ke dalam mulutnya lagi.

Seunghyun tersenyum simpul lalu menusuk satu buah strawberry dari atas cakenya dan meletakkannya di atas cake Kyuhyun yang sudah tanpa strawberry.

Kyuhyun terkejut dan menatap iris kelam yang berbingkai kacamata di depannya tidak mengerti.

"Kau menyukainya, kan?" ucap Kyuhyun menjawab tatapan bertanya Kyuhyun sambil menyilangkan kedua kakinya. "Makanlah."

Kyuhyun hanya mengangguk kikuk sambil tersenyum lalu menusuk strawberry 'tambahan'nya dan memakannya dalam sekali lahap.

"Aku akan mengirimkan strawberry kepadamu setiap hari kalau begitu. Kau tinggal di asrama kampus, kan?"

"Eh! Tidak perlu, Seunghyun Hyung! Kau tidak perlu repot-repot." Ucap Kyuhyun gelagapan setelah mendengar kalimat datar itu. Terlebih lagi kalimat itu diucapkan dengan nada serius. "Aku hanya bercanda tadi~"

"Aku tidak merasa kerepotan." Ucap Seunghyun lagi masih menatap iris coklat caramel yang masih menatapnya salah tingkah itu.

"Ti-tidak perlu, Hyung. Lagi pula aku yang berhutang budi padamu karena telah―"

"Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun."

"NDE?!"

Kyuhyun ternganga setelah mendengar kalimat datar pendek itu. Namja manis itu hanya bisa menatap tak percaya pada namja yang masih duduk dihadapannya sambil menatapnya intens, membuatnya semakin salah tingkah.

"HAHAHA! Ja-jangan bercanda, Hyung~ Kau lucu se―"

"Aku tidak pernah main-main dengan perkataanku."

Dan Kyuhyun hanya menelan ludah gugup melihat kalimat dingin dan mimic wajah datar yang terkesan serius itu.

Oh! Ini tidak baik.

_Wonkyu_

'Nomor yang anda hubungi sedang sibuk. Coba hubungi beberapa saat lagi.'

"Ya! Siwon-ah! Bisakah kau berjalan dengan kecepatan biasa saja?! Lagipula Yunho sudah menghubungi polisi, dan Changmin juga bersedia membantu."

Jaejoong hanya berdecak keras saat ucapannya sama sekali tidak digubris namja yang masih sibuk dengan ponselnya. Namja cantik itu sudah sangat kelelahan mengejar Siwon yang sejak tadi berjalan cepat sambil terus mengotak-atik ponselnya menuju entah kemana.

"Aku tidak butuh bantuan Shim Changmin, Jae Hyung. Aku bisa menemukan Kyuhyun sendiri."

Jaejoong bergidik ngeri mendengar kalimat dingin itu. Setelah mendengar keterangan Changmin kemarin malam, Yunho, Siwon, dan Jaejoong memutuskan untuk pulang ke asrama setealh Siwon tidak memberikan respon apapun. Namja tampan itu terus saja menatap foto-foto yang diambil Donghae dan memutuskan untuk pulang. Yunho dan Jaejoong hanya bisa pasrah dan mau tidak mau ikut pulang.

Mereka yakin bahwa Kyuhyun bisa menjaga dirinya sendiri.

"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" tanya Jaejoong sambil mengatur nafasnya yang memburu karena berusaha mengejar Siwon yang berjalan secepat kuda menuju lobby kampus.

Siwon menatap Siwon dengan tatapan kalut yang kentara. Namja tampan berlesung pipi itu masih memegang ponselnya yang sejak tadi berusaha menghubungi seseorang.

"Aku akan―"

"SIWON! BOOJAE! LIHAT SIAPA YANG AKU BAWA!"

Kalimat Siwon terpotong oleh seruan yang tiba-tiba terdengar dari arah gerbang. Yunho berdiri disana dengan senyum lebar di wajahnya. Disampingnya berdiri seseorang yang sangat tidak asing.

"SIWON HYUNG!"

Dan Siwon hanya bisa tersenyum haru saat sosok yang sangat dirindukan dan dikhawatirkannya itu berlari cepat ke arahnya dan beberapa saat kemudian langsung menghambur ke pelukannya dengan erat.

"Babykyu! Kau kemana saja?! Tak tahukah kau aku sangat khawatir kepadamu!" ucap Siwon sambil memeluk tubuh dalam dekapannya dengan erat, "Apa kau terluka? Mana yang sakit? Apa seseorang menyakitimu?!"

Kyuhyun hanya menggeleng cepat masih memeluk Siwon erat. Namja manis itu terisak pelan sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Siwon. Siwon semakin gelagapan dibuatnya. Yunho dan Jaejoong hanya menatap pasangan itu sambil tersenyum.

"Gwaenchana, Wonnie~ Lihat! Aku baik-baik saja, kan?" ucap Kyuhyun begitu pelukannya terlepas. Namja manis itu kemudian mengusap wajah Siwon lembut.

Siwon hanya menatap kekasihnya itu dengan tatapan ragu dan akhirnya mengangguk setelah mendaratkan sebuah kecupan di pipi kemerahan itu.

"Ya! Kalian ini jangan bermesraan saja! Aku juga senang dengan kembalinya Kyuhyunnie!"

Kalimat Jaejoong membuat pasangan yang tadi asyik di dunianya sendiri itu kini menatap namja cantik itu dengan raut yang berbeda.

"Ah, mianhae, Jae Hyung. Kami―"

"Aku masih marah padamu, Jae Hyung! Seenaknya saja kau meninggalkanku disana dan lama sekali kembali." Cetus Kyuhyun sambil menatap sengit Jaejoong yang sudah akan memeluknya. Membuat namja cantik itu membeku di tempatnya. "Tidak tahukah kau aku sangat lapar dan bosan saat itu?!"

"Mianhae, Kyunnie~ Aku sangat menyesal kemarin."

Kyuhyun hanya bisa menyeringai menang melihat wajah bersalah Jaejoong. Siwon dan Yunho hanya bisa tertawa melihat tingkah kekasih mereka itu.

"Ah! Bagaimana kau bisa menemukan Kyuhyun, Yunnie? Mengapa ia bisa bersamamu?" tanya Jaejoong setelah tidak tahan melihat seringaian menang di wajah Kyuhyun.

Baik Kyuhyun maupun Yunho terlihat terkejut dan saling bertatap mata.

"Astaga aku lupa!" seru Yunho sambil memukul dahinya sendiri lalu namja bersorot musang itu berlari kecil menuju pintu utama di belakangnya. "Maaf telah membuatmu menunggu."

Siwon dan Jaejoong tidak bisa melihat seseorang yang diajak Yunho berbicara di balik pintu besar itu. Sedangkan Kyuhyun hanya menatap Yunho dengan mata berbinar saat namja bermata musang itu berjalan kembali dengan seseorang namja disampingnya.

Jaejoong menatap namja berpakaian formal dan rapi itu dengan sorot bertanya, sedangkan Siwon hanya menatapnya datar tanpa ekspresi.

"Ah! Seunghyun Hyung!" seru Kyuhyun sambil melambai ke arah namja yang masih berjalan di samping Yunho itu.

"Nah, Jae Hyung, Siwon Hyung, ini adalah Choi Seunhyung." Ucap Kyuhyun sambil beranjak berdiri di samping namja tinggi yang masih bertahan dengan wajah dingin dan datarnya itu. "Seunhyung Hyung yang telah menolongku kemarin."

Seunghyun membungkuk sekilas dan sedikit tersenyum ketika Jaejoong menjabat tangannya. Senyum dingin itu semakin lebar ketika menatap Siwon yang masih bergeming di tempatnya.

"Annyeonghaseyo, Choi Seunghyun imnida. Senang bertemu dengan kalian." Ucap Seunghyun sambil memberikan senyum terbaiknya lalu tatapan dinginnya jatuh kepada Siwon lebih memilih melengos menatap ke arah lain. "Dan senang bertemu lagi denganmu, Siwon."

Baik Kyuhyun, Yunho, maupun Jaejoong terkejut mendengar kalimat Seunghyun yang terakhir. Mereka bertiga menatap Seunghyun dan Siwon bergantian dengan tatapan tidak mengerti.

"Wonnie, kau sudah mengenal Seunghyun Hyung?" tanya Kyuhyun sambil menatap Siwon yang masih menolak menatapnya.

"Bagaimana bisa mereka tidak saling mengenal. Mereka saling mengenal dengan baik, Kyuhyunnie~"

Semua orang disana menoleh ke asal suara di belakang mereka. Disana berdiri seorang namja lain dengan seringaiannya.

"Changmin?"

Changmin tersenyum simpul ketika Kyuhyun memanggilnya dengan tatapan tidak mengerti. Beberapa mahasiswa yang melintas mulai tertarik dengan 'drama' di depan mereka.

"Choi Seunghyun yang telah menolongmu kemarin itu adalah putra sulung Presdir Choi." Ucap Changmin masih dengan seringaian liciknya. "Dengan kata lain Choi Seunghyun adalah kakak dari Choi Siwon."

Semua yang ada disana hanya bisa ternganga tidak percaya mendengar perkataan Changmin. Sedang dua namja yang saling diperdebatkan itu masih saling menatap satu sama lain.

_Wonkyu_

Ceklek

Kyuhyun hanya memperhatikan kekasihnya yang baru saja menutup pintu kamarnya itu dengan sorot sendu. Sedangkan Siwon hanya bisa bergeming di depan pintu kamrnya yang tertutup itu. entah apa yang dipikirkan namja berlesung pipi itu.

Kyuhyun yang merasa tidak nyaman dengan suasana hening itu mulai berjalan menuju Siwon yang masih diam di depan pintu lalu memeluk namja berbadan kekar itu dari belakang. Sedang Siwon hanya bisa terlonjak kaget ketika lengan pucat itu melingkar di pinggangnya.

"Wonnie~ Mengapa kau diam saja? Aku tidak suka suasana hening ini."

Siwon tersenyum simpul mendengar kalimat bernada manja yang selalu membuatnya melupakan semua masalahnya itu. Namja tampan itu kemudian berbalik dan menangkap bahu rapuh itu kedalam kedua telapak tangannya.

"Baby, mianhae. Aku tidak bermaksud menyembunyikan masalah keluargaku padamu. Aku―"

Ucapan Siwon terhenti saat jemari lentik itu hinggap diatap bibirnya. Sepasang iris coklat caramel itu menatapnya sendu, membuat hatinya menjadi hangat.

"Gwaenchana. Kau bisa menceritakannya kepadaku kapanpun kau mau, Wonnie. Jadi jangan sedih lagi, arra?! Wajahmu jelek sekali jika sedih!"

Siwon tertawa mendengar kalimat yang diucapkan dengan ekspresi yang berubah-ubah itu. sangat menggemaskan dan menguapkan semua beban yang tadinya terasa berat. Namja tampan itu kemudian mencubit hidung mancung di depannya hingga membuat pemiliknya menggerutu.

"YA! Kenapa kau mencubit hidungku! Appo!"

"HAHAHA! Jangan tampilkan wajah menggemaskan seperti itu lagi atau aku akan memakanmu, Baby." ucap Siwon sambil membawa tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya. "Terima kasih atas pengertianmu."

Kyuhyun tersenyum lalu mengusap punggung tegap di depannya dengan lembut. Ya, seperti ini lebih baik. Namja manis itu lebih suka melihat wajah tampan kekasihnya itu tersenyum dibanding sedih. Walau tidak bisa dipungkiri bahwa rasa ingin tahu itu tetap ada di dalam hatinya. Siwon memang jarang sekali atau bahkan tidak pernah bercerita tentang keluarganya. Identitas siapa sebenarnya namja tampan berlesung pipi itu saja, Kyuhyun baru tahu setelah insiden Changmin beberpa waktu yang lalu. dan saat ini masalah Sunghyun yang tidak lain adalah kakak Siwon sendiri.

Namun Kyuhyun berpikir setidaknya ia sudah tahu walau tidak mendalam. Ini sudah lebih dari cukup. Mungkin suatu saat nanti Siwon akan bercerita lebih lengkap mengenai dirinya. Ya, suatu saat nanti.

"Apa semalaman kau menginap bersamanya? Apa dia bertindak macam-macam kepadamu? Apa dia berbuat sesuatu yang kasar?!" tanya Siwon sambil melepaskan pelukannya lalu menatap tajam tubuh Kyuhyun dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Tentu saja tidak, Hyung! Kami hanya sarapan bersama, itu saja. Dan dia…"

Kyuhyun tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika ingatannya jatuh ke saat Seunghyun menyatakan cintanya. Sangat tidak mungkin sekali jika ia mengatakannya kepada Siwon. Bisa-bisa terjadi Perang Dunia ke-3 antara kakak beradik itu.

Membayangkannya saja sudah membuat Kyuhyun bergidik ngeri.

"Dia apa?!"

"Dia-dia mengantarku kesini tentu saja!" sambung Kyuhyun cepat-cepat sambil mengerucutkan bibirnya kesal karena Siwon yang menatapnya tidak percaya.

"Benarkah?"

"Ck! Kalau tidak percaya, periksa saja sendiri!"

Siwon tertawa lagi mendengar perkataan Kyuhyun. Kekasih manisnya itu masih saja merengut dengan wajah yang menggemaskan. Sebuah ide jahil terlintas di pikiran Siwon.

"Kalau begitu aku harus memeriksa seluruh tubuhmu, Babykyu. Siapa tahu namja itu melakukan sesuatu kepadamu saat kau tertidur."

"Periksa saja! Periksa sampai kau puas!"

Siwon hanya bisa menyeringai melihat wajah kesal di depannya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menatap sengit Siwon yang masih menatapnya ragu.

Sret

Bruk

"Akh! Wonnie! Apa yang kau lakukan?!" seru Kyuhyun ketika tubuhnya ditarik dan dihempaskan Siwon ke ranjang mereka. Kedua iris karamelnya menatap horror Siwon yang mulai melepas blazernya dan melonggarkan ikatan dasinya.

"Aku harus memeriksa seluruh tubuhmu, kan?" jawab Siwon dengan nada polos yang dibuat-buat.

Mata Kyuhyun melebar saat tangan-tangan besar itu mulai bergerak melepas kemejanya dengan kecepatan luar biasa.

"Ta―tapi, Wonnie―"

"Kau yang memintanya sendiri, Babykyu~" ucap Siwon mulai mengusap kulit putih di dada Kyuhyun yang sudah terbuka sepenuhnya, tangannya lalu bergerak menuju tonjolan pink disana. Membuat Kyuhyun melenguh pelan.

Dan Kyuhyun hanya bisa pasrah saat bibir joker Siwon mulai menginvasi bibirnya dengan rakus.

Pagi yang panjang untuk Wonkyu~

_Wonkyu_

Ting tong ting tong

Kyuhyun membuka kedua matanya dengan amat sangat malas saat bunyi bel asramaya membangunkan acara tidurnya. Sebenarnya bukan rencanya untuk tidur di jam kuliah seperti ini. padahal hari ini ia harus mempresentasikan tugas kelompoknya di hadapan dosen.

Pukul 15.00

Setidaknya ia masih bisa mendapatkan nilai walau ia tidak hadir, mengingat ini adalah tugas kelompok.

Namja manis itu mengerang pelan saat merasa tubuhnya remuk dan pegal-pegal di semua bagian. Jangan tanya kenapa! Tentu saja ini semua ulah Choi Siwon yang selalu me'makan'nya tanpa mengenal waktu sejak mereka menjadi roommate.

Dan sekarang kekasih tampannya itu tidak ada disana dan hanya meninggalkan selembar kertas di samping sepaket makan siang di meja nakas.

Baby, maaf aku harus meninggalkanmu saat kau tidur.

Yunho Hyung mengadakan rapat dadakan dan aku harus menghadirinya. Makan siang sudah aku siapkan dan kau harus memakannya saat bangun, oke?! Aku akan kembali secepatnya.

PS: Jangan pergi kemanapun atau aku akan memberimu hukuman yang membuatmu tidak bisa berjalan selama seminggu penuh jika kau melangkah keluar asrama.

Saranghae, Siwonnie

"Bahkan jika aku tidak keluarpun kau masih akan 'menghukumku', Wonnie Pabbo~"

Kyuhyun hanya bisa menggerutu pelan sambil berusaha bangkit dan menahan sakit di belakang tubuhnya. Namja manis itu kemudian memakai sebuah bathrope untuk menutupi tubuhnya yang polos dan mulai berjalan dengan sedikit tertatih menuju pintu yang masih bertahan dengan suara bel itu.

Saat pintu terbuka hal pertama yang dilihat Kyuhyun adalah tubuh tinggi yang berbalut jas formal. Membuat iris coklat karamelnya melebar.

"Annyeong, Cho Kyuhyun."

Dan Kyuhyun hanya bisa mengeratkan belahan bathrope di dadanya yang masih menyisakan banyak bercak-bercak merah keunguan, saat namja di depannya itu menatapnya dengan senyum dinginnya.

"Se-seunghyun Hyung?"

.

.

.

TBC

.

.

Annyeong~

Mian karena telat update #BOW

Hope you all forgive me for the very late update ToT

Siwon, rahasiamu terungkap satu per satu, ya? Dan apa yang dilakukan Seunghyun asrama? Ya! Cho Kyuhyun, kau bahkan belum membersihkan tubuhmu dari sisa-sisa 'kegiatan'mu. Dan sekarang namja lain melihatmu dengan keadaanmu yang seperti itu. Tak tahukah bahwa tubuhmu itu err―menggiurkan?!

Just wait for the next chapter^^

Gomawo telah menunggu WONKYU 'M' STORY. Mian karena NC-nya lagi-lagi di skip ;)

Sepertinya WMS akan update lagi setelah lebaran. Kalian tahukan sebentar lagi puasa dan saya tidak mau mengganggu puasa kalian dengan adegan Wonkyu yang #sensor

Jadi selama puasa, saya akan fokus ke LOST IN BETWEEN atau THE POWER OF HIGH POLAR hehe #BOW

Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^

JUST FEEL FREE TO REVIEW^^

WonKyu is Love,

BabyWonKyu