Yoongi si wajah menyeramkan dan Hoseok si periang.
No, You're Perfect
.
.
.
.
.
.
.
"kau mencari Hoseok? Maaf, tapi dia sedang tidak enak badan. Jadi kumohon pergilah."
Seorang gadis yang tengah memegang sekotak kado itu langsung melarikan diri. Baru melihat Yoongi muncul dari dalam kelas saja sudah membuat gadis itu ketakutan setengah mati. Dan lagi perkataan pedasnya itu.
Min Yoongi, pemuda yang sangat ditakuti hampir satu sekolah. Wajahnya yang selalu terlihat datar dan jarang ã…¡tidak pernahã…¡ tersenyum semakin membuat wajahnya terlihat mencengkam. Ditambah lagi dengan kata-katanya yang tidak pernah di saring, selalu terdengar sangat pedas.
Tapi ada satu orang yang mengetahui diri Yoongi dengan baik. Jung Hoseok namanya.
Hoseok adalah kebalikan Yoongi. Pemuda satu ini selalu mengumbar senyum di sana-sini. Membuat hampir semua gadis maupun pemuda jatuh hati padanya. Kebaikan hatinya dan juga perkataannya yang lembut sanggup membuat orang lain nyaman di sampingnya.
Yoongi dan Hoseok memang sudah berteman dari semenjak mereka berumur lima tahun. Dulu mereka adalah tetangga, Hoseok selalu mengajak Yoongi bermain di taman. Ia tertarik pada Yoongi yang waktu itu jarang tersenyum. Membuatnya bertekad akan membuat Yoongi tersenyum.
Hoseok adalah sahabat satu-satunya yang Yoongi punya.
Dan diam-diam Yoongi menyimpan rasa pada Hoseok.
.
.
.
"pft, apa kau lihat wajahnya saat melihatmu keluar kelas? Matanya melebar dan wajahnya memucat. Lucu sekali!"
Hoseok tertawa keras sambil memukul meja. Sedangkan Yoongi yang menjadi bahan tertawaan hanya mendengus. Ia mendudukkan dirinya di samping Hoseok.
Kelas sudah bubar beberapa menit yang lalu, tapi Hoseok dan Yoongi hanya sedang malas untuk pulang ke rumah. Jadilah mereka menetap sebentar di kelas, sampai seorang gadis datang menghampiri kelasnya. Dan Yoongi asumsikan gadis itu pasti ingin menyatakan cinta pada Hoseok.
Yoong juga tahu Hoseok paling terganggu dengan hal yang seperti itu. Jadilah Yoongi berbohong pada gadis itu.
.
"kenapa semua orang sangat takut padaku?"
Hoseok menghentikan tawanya. Ia menopangkan kepalanya di atas telapak tangannya. Menatap ke samping, ke arah Yoongi yang sedang membaca buku.
Hoseok terkekeh, ia mengambil buku itu dari hadapan Yoongi. Yang membuatnya memalingkan wajahnya ke samping untuk menatap Hoseok.
"mereka hanya tidak tahu betul dirimu, Yoongi-ya. Dan kurasa itu semua sebagian adalah salahmu."
Yoongi mengerutkan keningnya. "salahku?" telunjuknya menunjuk dirinya sendiri.
Hoseok mengangguk lalu memainkan buku novel Yoongi di tangannya. "iya, karena kau jarang tersenyum."
.
Yoongi meniup poninya. Dan dalam hati ia mengutuk Hoseok yang masih saja bisa tersenyum konyol setelah memberikan perkataan yang sangat sering ia lontarkan.
"Jung Hoseok, sudah kubilang jika aku merasa kaku saat tersenyum. Nanti yang ada semua orang semakin takut melihat senyumanku."
Dan bisa-bisanya Hoseok tertawa. Yoongi memutar bola matanya lalu tangannya mengambil kembali novelnya. Membacanya untuk sekedar mengabaikan tawa Hoseok.
"astaga," jeda sesaat, Hoseok menghapus setitik air mata yang berada di sudut matanya. "apa kau tidak tahu jika kau mempunyai senyum yang manis?"
.
Yoongi berusaha, benar-benar berusaha agar Hoseok tidak dapat melihat pipi memerahnya. Tapi memang sialnya Hoseok sedang memperhatikan Yoongi, jadilah Hoseok terkekeh. Ia juga merasakan tangan Hoseok mengacak rambutnya.
"lihat, lihat. Aku membuat seseorang merona~"
"aish, diamlah! Aku mau pulang!"
"hei, kau mau melarikan diri, ya?"
"cepat! Atau mau kutinggal?"
.
.
.
.
Lagi, hari ini pun Yoongi membuat seorang gadis berlari ketakutan. Padahal Yoongi baru saja keluar dari kelas, ingin memberitahu jika Hoseok tidak ada di kelas. Tapi gadis itu sudah berlari duluan bahkan di saat Yoongi baru membuka mulutnya.
Sejujurnya, Yoongi sangat merasa sedih sekarang. Dengan keadaannya yang seperti ini membuat Yoongi susah untuk berinteraksi dengan orang lain. Padahal Yoongi hanya seorang pemuda yang sulit untuk mengekspresikan perasaannya. Wajahnya hanya terlihat kaku saat tersenyum, tapi bukan berarti Yoongi jarang tersenyum. Ia sering tersenyum, walaupun hanya di saat ada Hoseok saja.
.
Yoongi melangkahkan kakinya ke UKS. Ingin menghampiri Hoseok yang semenjak pelajaran pertama mengeluh perutnya sakit. Tapi di saat Yoongi baru saja membuka sedikit pintu UKS, ia dapat mendengar suara tawa di dalam.
Kening Yoongi bertaut, ia segera mengintip dari celah pintu dan mendapati Hoseok sedang bercanda dengan salah satu adik kelas mereka.
Lee Jihoon namanya.
.
"eoh, Yoongi? Sedang apa disitu?"
Yoongi yang merasa namanya dipanggil segera masuk ke dalam dan menutup pintu. Berjalan dengan perlahan sambil matanya menilisik Jihoon dari atas sampai bawah.
"oh iya! Kau mengenalnya 'kan? Dia Lee Jihoon. Masuk klub fotografi dengamu, lho!"
Jihoon membungkuk dengan sopan disertai senyuman lebar. Menggemaskan sekali.
"halo, Yoongi-sunbaenim." ah, suaranya lucu sekali.
"hai," Yoongi diam-diam kaget, baru kali ini ada seseorang yang berani menyapanya. Lalu perhatiannya beralih pada Hoseok. "sudah sembuh? Mau pulang atau tidak?"
Yoongi dapat melihat kerutan di dahi Hoseok. "Yoongi, tidak baik berkata sedingin itu." ia berbisik pelan, tidak mau Jihoon mendengarnya.
Yoongi memutar bola matanya, membetulkan letak tas punggungnya. Hoseok lalu berdiri, berjalan beriringan bersama Jihoon di sampingnya.
"kita pulang bertiga, ya! Kasihan Jihoon sudah ditinggal temannya."
.
Seumur hidupnya, Hoseok tidak pernah mengabaikan Yoongi. Tapi sekarang, karena ada adik kelas mereka yang menggemaskan itu membuat Hoseok mengalihkan perhatian penuh pada Jihoon.
Yoongi tidak mau mengakuinya, tapi ia benar-benar cemburu melihatnya. Yoongi hanya bisa mengeratkan pegangannya pada tali tas punggungnya. Menatap Hoseok dan Jihoon yang berjalan beberapa langkah lebih dulu di hadapannya.
Setelah mereka selesai mengantarkan Jihoon pulang, barulah Hoseok membuka suaranya pada Yoongi.
"kenapa dari tadi diam saja?" tanyanya di saat mereka berjalan menuju rumah.
Yoongi mengedikkan bahunya. "tidak tahu," lalu berjalan lebih cepat di depan Hoseok.
Kening Hoseok bertaut mendengarnya. Hoseok baru saja ingin membuka suaranya tapi ia teringat sesuatu, jadilah ia berlari menyusul Yoongi dan menarik lengannya.
"tunggu dulu, Yoongi!" Yoongi menatapnya bingung. Tangan Hoseok sibuk meronggoh saku celananya.
Setelah itu Yoongi dapat melihat dua buah tiket yang Hoseok sodorkan di depan wajahnya.
.
"tadaa! tiket festival kembang api~"
Hoseok menggoyangkan tiketnya tepat di depan wajah Yoongi. Membuat Yoongi memutar bola matanya dan menyilangkan kedua lenganya di depan dada.
"lalu?" Tanyanya. Hoseok memanyunkan bibirnya melihat respon Yoongi. Sungguh di luar dugaan dan seharusnya Hoseok sadar dengan kelakuan sahabatnya ini.
"tentu saja aku ingin pergi bersamamu! Jangan bilang kau tidak mau pergi karena aku sudah membayar tiket ini." Hoseok menarik paksa tangan Yoongi, menaruh satu tiketnya di atas telapak tangan Yoongi.
"jam delapan, aku tunggu di taman, ya!"
.
.
.
Sungguh, Yoongi berniat untuk tidak menemani Hoseok hari ini. Tapi di saat Yoongi mengintip ke arah taman dari kamarnya, ia melihat Hoseok berdiri di sana, menunggunya.
Hoseok dan Yoongi sudah bukan tetangga lagi seperti dulu. Tetapi Hoseok rela menunggu di taman yang berada tepat di depan rumah Yoongi. Dan lagi sekarang sudah memasuki musim dingin, apa Hoseok tidak kedingingan?
Yoongi dengan cepat mengambil syal abu-abunya, melilit dengan asal di leher Yoongi yang malah membuat separuh wajahnya tertutup syal itu.
Dan Yoongi melihat senyuman itu di saat ia baru saja membuka pintu utama rumahnya. Hoseok melambaikan tangannya ke arah Yoongi.
"ayo cepat! Nanti kita kehabisan kembang gula!"
Diam-diam Yoongi tersenyum di balik syalnya. Menyusul Hoseok yang masih setia dengan senyumannya.
"eii, aku melihatnya~"
.
.
"beruntung kembang gulanya belum habis."
Hoseok menghela nafasnya lega sambil menatap kagum kembang gula yang dibelinya. Yoongi juga mempunyainya, tapi Hoseok yang memaksanya, itu bukan kemauan Yoongi.
Dasar.
"jadi kau ke sini hanya ingin membeli ini?"
Hoseok menarik lengan Yoongi untuk berjalan beriringan. Mulutnya sibuk memakan kembang gulanya.
"ini salah satunya, dan tentu saja kembang apinya."
Yoongi memutar bola matanya, ia melirik kembang gulanya yang bahkan belum termakan secuil pun. Melihat Hoseok yang selesai memakannya membuat Yoongi menyodorkan kembang gula itu ke arah Hoseok.
"ini, kau saja yang makan." sejenak, mata Hoseok berbinar. Tetapi ia menggelengkan kepalanya.
"tidak, kau bahkan belum memakannya."
"aku sudah kenyang dengan hanya melihatmu makan."
Hoseok menahan tawanya. "hei, ibuku sering bilang begitu." dan tertawa keras setelahnya.
Yoongi terkekeh, suara tawa Hoseok yang menggema di telinganya membuat Yoongi ikut tertawa. Dan Hoseok tidak akan menyia-nyiakan momen itu. Ia mengambil ponselnya lalu dengan cepat mengambil foto Yoongi yang sedang tertawa di balik syalnya.
.
"woah! Kau terlihat menggemaskan~"
"demi apa pun, Hoseok! Hapus foto itu!"
.
.
.
Mereka berakhir di pinggiran pantai Han, menunggu kembang api yang akan di luncurkan beberapa menit lagi. Di tangan Yoongi masih ada kembang gula yang belum juga dimakan. Yoongi melirik ke arah Hoseok yang tengah sibuk menghitung mundur.
"130, 129, 128.."
"Hoseok, masih terlalu jauh untuk menghitung mundur."
Hoseok terkekeh lalu merenggangkan otot-otot tangannya. "maaf, aku hanya terlalu antusias."
Yeah, kau selalu begitu.
Yoongi mulai memakan kembang gulanya. Menurunkan sedikit syalnya sampai sebatas dagunya. Yoongi menganggukkan kepalanya, rasanya tidak buruk juga.
"aku mau~"
.
Mata Yoongi membulat setelahnya. Menatap wajah Hoseok yang terlalu dekat. Karena Hoseok dengan seenaknya memakan kembang gula di sisi lainnya, yang artinya di depan wajah Yoongi.
Yoongi menjauhkan wajahnya dengan cepat, rona merah menjalari pipinya. Hoseok yang melihat itu hanya terkekeh lalu setelahnya mengedipkan sebelah matanya.
"10, 9!"
Suara para pengunjung memenuhi setiap area. Membuat Yoongi melupakan sejenak rona merah pipinya. Hoseok menarik lengannya untuk berdiri, ikut menghitung mundur bersama yang lain.
"Yoongi, tutup matamu."
8!
7!
6!
"hah?! Untuk apa? Nanti aku tidak bisa melihat kembang apinya."
5!
4!
"percaya padaku, tutup saja matamu."
3!
Yoongi menutup matanya, mengutuk Hoseok dalam hati karena ia tidak bisa melihat kembang apinya.
2!
Hoseok tersenyum ke arah Yoongi, ia menundukkan kepala sedikit dan mendekatkan pada wajah Yoongi.
1!
Cup.
"SELAMAT TAHUN BARU!"
.
Yoongi membuka matanya dengan cepat. Matanya melebar setelah menyadari fakta bahwa Hoseok tengah menciumnya.
Benar-benar menciumnya di bibir. Tepat di tahun baru.
Hoseok menjauhkan wajahnya, ia tersenyum melihat wajah memerah Yoongi. Ia lalu memeluk Yoongi, menyembunyikan wajahnya di syal kebesaran Yoongi.
"aku mencintaimu, Yoongi-ya. Apa kau menerimaku?"
Yoongi masih mematung, ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Pergerakan juga di kunci oleh Hoseok sendiri. Dan lagi, jantungnya belum beres berdetak dengan kencang.
"Ho-Hoseok.."
Hoseok menegakkan tubuhnya, menatap Yoongi dengan penuh kasih sayang.
Yoongi ikut menatap Hoseok, tapi ia langsung memalingkan wajahnya.
"apa kau serius? Mereka bilang, wajahku menyeramkan,"
"lalu? Kau pikir aku peduli dengan apa yang mereka katakan?"
Tangan Hoseok terangkat untuk mengacak rambut Yoongi dengan gemas. Astaga, apa Yoongi tidak tahu jika dirinya ini sangat manis?
Yoongi menutup matanya di saat wajah Hoseok mendekat lagi, mencium lagi di bibirnya.
"kau itu sempurna, Yoongi. Jangan dengarkan kata orang lain. Wajahmu sangat manis, mereka tidak menyadarinya. Tapi aku bersyukur karena hanya aku yang menyadarinya."
Yoongi menundukkan kepalanya, rasanya rona merah di pipinya menjalar sampai ke ubun-ubun kepalanya. Ugh, Hoseok itu sangat pintar dengan kata-katanya.
Hoseok terkekeh, ia memeluk Yoongi kembali. Mengecup ujung kepalanya di saat Yoongi membalas pelukannya.
.
"aku juga mencintaimu, dari dulu.."
"aku tahu."
.
.
.
.
.
.
.
End
.
.
.
Wuji nongol bentar gapapa kan ya :3 dia di bayar ko/?
Ini terinspirasi dari komik yang aku suka tapi lupa namanya apa/? Udah lama ga nyentuh komik ;-;
Oh iya! Cerita yang kemarin itu ternyata requestnya maaf ya aku lupa cantumin namamu dear *nangisbombay*
Akhir kata, as always..
Review please? :3
With Love,
WithYoongi
Muah~
