HELLO AGAIN! Gimana chapter 9? :D puas atau tidak? ^^ makasih buat semua kritik, saran, masukkan, sama dukungannya :'D terharu saya hiks *numpang buang ingus* *ditendang* -_-

Tapi, Irreversible Love belom tamat sampe sini aja. Masih ada beberapa hal yang saya mau sampaikan (?) :p dan lagilagi butuh saran lagi di chapter paling akhir, yaa tunggu aja apaan ;p btw maaf ya update chapter 10 ini lama, soalnya tibatiba laptop gue rusak T_T hang, gabisa jalan, akhirnya hardisk diangkat, selamatin data, trus di reset. Untung draft chapter 10 ini selamat -.- dan karena laptop lama itu udah ga pewe lagi, akhirnya tukeran laptop sama nyokap. Dan inilah, gue ngerjain chapter 10 secepatnya :O

Bales review dulu,

Leader Kimmi: Coba kayak gue gatidur sampe jam 3.30 :p maklum kalong -_- AHA, anda pasti lupa. Coba baca chapter 4. Duaduanya udah first kiss, pelakunya juga mereka berdua. Jadi udah dicolong sebelumnya :p

D kiroyoiD: O.o kayaknya banyakan baca ff gue pada malem—tepatnya pagi hari yak. Hiburan di malam hari kah? O_o wah makasih pujiannya ^^ oh ya, soal lagunya, yang pertama kali disetel di kelas sama yang pas cheerleader itu Take Your Shirt Off nya T-Pain, lagu kedua di kelas itu Swing nya Savage ft. Soulja Boy, lagu ketiga itu Shawty Got Moves nya Get Cool.

Nih, chapter 10 nya (y)

Tsuki-chan123: Setelah sekian lama, disini baru jadian =_= wah segala kesamaan hanya kebetulan ya O_o gue gatau kalo tanggal jadiannya ternyata sama ._.

Ah terimakasih :D kisah cintanya? Yaaa gitudee~ :p silahkan anda baca~ :D

Nay Hatake: Akhirnya jadian juga kan -.-" wahaha omake nya gue bikin asal lho padahal -_- wah terimakasih :D

Rei Nanda: Wah gue dipanggil senpai :O terbang ah (?)

Wah inget aja peribahasa =.= gyahaha namanya juga Sasuke, gajago dalam hal romantic-romantisan :p terimakasiii, silahkan baca chapter 10 ^^

7color: Wahaha gue liat updatenya 01/01, kok jadi 12/31 ya? -_- wkwk ciee Sasuke~ (Sasuke: Apalu? -.-) jadian juga akhirnya. Ceyamadh~ :p wah kenapa kalo saya inosen? =_= muka gue mah idiot gini -.-

NAH! Akhirnya saya dapet ilham. Agak ragu tuh pas nulis seseorang manggil. Thanks man! (y)

Waduh saya mau ditembak O_o pake pistol air aja yah ^^ :p *cengengesan*

Aihara Minam Uchiha: Arigatouu :D

4ntk4-ch4n: :D makasiiih. happy new year juga ^^ *telatbanget-_-* nih chapter 10 ;D

Uchiha Dea Ryoma: O.o ternyata fic gue menimbulkan efek di dunia nyata juga yah, bikin ngakak gitu. Gue kira garing =_= wah makasih udah mau menunjukkan diri akhirnya :D:D

Thia2rh: Okayokay (y)

The Portal Transmission-19: Saking ramenya ya coy =,= yoiyoi dah~

Vessalius-Sama: Wah makasih loh udah gajadi silent reader lagi :D makasih banyaaaaak ^^

Jadiannya NaruHina? Hmmm... gue pikirin dulu, kemungkinan chap depan. Oke? :D

Uchiha Sakura97: (y)

Yang ga login/anonym,

haruchi sasusaku: Reviewnya di chap 8? =_= iyaiya maaf ya ini telatbangett, silahkan baca~

HarUchi SasuSaku: Atas bawah tengah sama aja eku yak? Wakaka gapapa deh =_= maafyaaaa ini ngaret, mohon dimaklumi :' rintangan? Itu masih RAHASIA... :D

SasuSaku HarUchi: Ya gitulah :p okayokay maaf ini ngaret ._."

pink vs black: Wow sampe segitunya O_o NaruHina? Hmm kemungkinan chapter depan dehyaa. Wah makasih loh udah ada niatan mau review ^^

Uchiha Athena: Wah benerbener pada ketawa ya pembaca gue? =_= makasih lohh :D

Namikaze Sakura: Wkwkwk~ romantisme disebabkan otak author yang lebay. -_- wakaka yoidah~

aoi-chan: Iyaiyaa :D

Mayura: Oh, beruntung banget tuh kalo kisahnya persis .-. haha true story nya cukup gila ya? Tebak aja siapa yang kena... :p silahkan baca (y)

BabyALONE: Belom kok :D okayokay (y)

Maaf bacot =_= yep. Ini dia! :D

DISCLAIMER: These characters belongs to Masashi Kishimoto. But I own this plot. No copycopy :D

WARNING: AU. OOC. Garing krenyes~

(^O^)

"Oh, trus, pacaran sama Sakura udah berapa lama?"

"Eeeem..."

JEDHUG.

"SATU TAHUN!"

"..."

(^O^)

Pesta selesai. Teman-temannya sudah pada pulang, selesai mengucapkan 'selamat ya!' 'longlast ya!' 'langgeng ya sampe tua!' 'awet sampe nikah ya!' dan sejenisnya. Tapi pasangan ini masih terdiam di atas rerumputan di dataran yang sedikit miring. Keduanya enggan untuk bicara. Terlalu malu...

"Sayang..." panggil Sasuke.

"Uh-huh?" Sakura kebingungan. Sayang?

"Um... boleh kan aku panggil kamu gitu? Kita kan..." kata Sasuke, sambil mengusap pergelangan tangannya.

"Eh iya gapapa kok..." kata Sakura, blushing berat. 'Oh man he called me sayang.'

"Tapi, aku mau nanya..." kata Sasuke, tampak ragu-ragu.

"A-apaan? Bilang aja..." kata Sakura.

"Kamu... suka sama aku tulus kan?" tanya Sasuke.

"Loh?" Sakura nampak bingung.

"Eh, begini, biasanya cewek-cewek yang ngarepin pacaran ama aku kan suka satu-satu dari aku. Kalo bukan alesannya ganteng, kaya, keren, atau sekedar pengen punya pacar, gitu..." kata Sasuke.

"Sssstt. Walaupun udah nembak aku tetep aja ya kamu masih punya negative thinking." kata Sakura.

"Hn?" Sasuke sedikit tersentak.

"Aku suka kamu apa adanya. Kamu baik, asik, perhatian, penyayang... itu kan yang kamu tunjukkin ke aku demi dapetin aku?" kata Sakura, senyum yang tulus terhias di wajahnya.

Belum sampai disitu, Sasuke masih punya pertanyaan. Seandainya...

"Tapi seandainya aku anak miskin, bajunya rombeng-rombeng, bego, dijauhin banyak orang, kamu masih mau nerima aku?" tanya Sasuke.

Mendengar ini, Sakura mendengus kesal. Kenapa harus disuguhkan pertanyaan macam ini? Masih tidak percaya? Masih tidak yakin.

"Nih ya, kamu boleh siksa aku kalo aku cuma suka kamu setengah hati. Kamu boleh siksa aku kalo aku cuma suka kamu karena kamu ganteng, atau aku suka kamu karena pengen uangnya, atau karena kamu keren, atau aku cuma cewek murahan yang pengen ditembak banyak orang, atau aku suka kamu karena aku kasian. Kamu boleh siksa aku. Tapi faktanya aku suka kamu sepenuh hati, ga liat dari apapun, aku suka kamu, ya aku emang suka. Udah ngerti, tuan Uchiha?" kata Sakura, sambil berkacak pinggang.

Sasuke, yang daritadi menyimak Sakura, nampak terkejut. Mulutnya sedikit terbuka. Semburat merah samar-samar terlihat di wajahnya. Sakura menyukainya sepenuh hati. Dengan seluruh hatinya. Tidak setengah-setengah. Baru kali ini dia menemukan wanita yang BENAR-BENAR menyukainya sepenuh hati. Tidak menilai satu-satu, atau menyukainya setengah hati, dan setengah lagi untuk orang lain.

"Beneran?" tanya Sasuke, meyakinkan.

"Bunuh aku kalo aku boong." kata Sakura, sambil tersenyum jahil.

Sasuke pun ikut tersenyum. Lalu memeluk Sakura lagi. Melingkarkan tangannya di kepala dan punggung Sakura.

"Aku suka kamu banget banget banget banget Sakura." bisiknya di telinga Sakura.

"Aku lebih suka sama kamu." kata Sakura, sambil membalas pelukan Sasuke.

"Aku PALING suka sama kamu." kata Sasuke, sambil mengeratkan pelukannya.

Sakura terkejut. Paling? Wow. Baru kali ini dia mendengar kalimat seperti itu. Biasanya dia malah mendengar sepasang kekasih berkelahi hanya karena tidak mau kalah dalam "I love you more!", "No, I love you more!", "No, I love you more!", "Grrr! I've said it! I love you more!", "No! Me more!", dan seterusnya sampai berkelahi.

"Eh," tiba-tiba Sasuke melepas pelukannya. "Udah mau malem lho."

"Hah? Emang ini jam berapa?" tanya Sakura.

Sasuke memalingkan wajahnya pada jam tangannya. "Jam 6."

"Woh, ya udah kita pulang deh. Ntar aku dicariin kaasan." kata Sakura.

"Okee..." kata Sasuke, lalu menggandeng tangan Sakura, berjalan pulang.

(^O^)

"Sayang, tuh rumahmu di kanan lho." kata Sasuke, sambil menunjuk ke rumah Sakura yang berada di kanan mereka. Mengingatkan seperti itu karena daritadi Sakura sibuk mengoceh tentang banyak hal sampe ngakak lebar-lebar.

Tapi jujur, Sasuke malah suka ngeliatin Sakura ngakak lebar gitu. Keliatan Sakura emang anak yang ceria. Bumbu lezat untuk melengkapi hidupnya yang banyakan suram.

"Oh ya, ya ampun daritadi—BAH! BAASAMA MASIH DISINIIIII!" seru Sakura, sadar kalau mobil baasama dan jiisama nya masih ada di parkiran halaman rumahnya.

"Demi apa?" Sasuke udah siap menggantikan posisi ngakaknya Sakura.

"Sasuke-kuuun Sasuke-kuuuun bawa aku ke rumahmu aja deh, ah males deh kalo giniiiii." kata Sakura.

"Hahaha ga bisa gitu doong." kata Sasuke.

"Aaaah baasama cerewet sih suka nanya yang nggak-nggak sih~! Nenekmu gitu juga ga?" tanya Sakura.

"Hm? Nenek Uruchi..." Sasuke mengingat-ingat sosok neneknya yang penuh jenaka, dan asik. "Nggak."

"Curang." kata Sakura, sambil menggembungkan pipinya.

"Wek. Ya udah masuk sana, kan katanya ntar dicariin." kata Sasuke, sambil mendorong-dorong pelan punggung Sakura.

"Heh! Aaaaah temenin~" kata Sakura.

"Hah?" Sasuke sedikit bingung. "M-maksudnya aku ikut masuk..."

"Iyaaa. Mau yaaa?" pinta Sakura.

Kasihan. Tapi Sasuke tidak bisa menolak. Mata Sakura kalau sedang meminta itu seperti mata anjing yang ingin dipungut. Wajahnya juga baby face. Kalau menolak, pasti ngambek, dan ngambeknya nambah imut aja. Kalo digalakin nangis, nangisnya juga kasian banget. Jadinya...

"Ya udah." jawab Sasuke, pasrah.

"Iyey!" Sakura melompat-lompat bahagia. Dia pun langsung menarik tangan Sasuke, masuk ke rumahnya.

"Tadaima!" seru Sakura, menunjukkan sebagian dari kepalanya di pintu.

"Sakura ayo masuk daritadi ditunggu—"

Kata-kata ibunya Sakura terhenti. Sakura langsung masuk sepenuhnya ke dalam rumah dan menarik tangan Sasuke.

"H-halo..." sapa Sasuke gugup.

"Eh! Sasuke! Ayo ayo masuk~" kata ibunya Sakura. Sementara, Sasori—yang memang sedang duduk di ruang tamu, cuma bisa melongo.

Sakura dan Sasuke pun duduk di sofa triple, bersebelahan dengan Sasori. Tapi Sakura dan Sasuke duduknya malah impit-impitan, sampe dua-duanya kesempitan.

"Oooooh ini Uchiha yang tadi pacarnya Sakura itu yah?" tanya Chiyo, menunjuk ke Sasuke.

Ibunya Sakura dan Sasori sukses mangap kompakan. Ibunya Sakura langsung menoleh. Tapi Sakura langsung cepat-cepat memberi kode, 'ssstt.'

"I-iya, baasama..." jawab Sasuke. 'Bukan boongan lagi ini mah.'

"Oooh..." kata Ebizou.

"Namanya siapa tadi?" tanya Chiyo.

"Sasuke Uchiha." jawab Sasuke.

"Ooooh, anaknya Fugaku ya?" tanya Ebizou.

"Iya." jawab Sasuke.

"Kelas berapa? Sekolah dimana?" tanya Chiyo.

"Kelas 1 SMA, di SMA Konoha Gakuen, sama kayak Sakura." jawab Sasuke.

"Oooh. Trus, trus, berapa bersaudara?" tanya Ebizou.

"2 bersaudara." jawab Sasuke.

"Oooh, kakak atau adek?" tanya Ebizou.

"Kakak." jawab Sasuke. 'Ini maksudnya gue diwawancara apa ya?'

"Hnnn, cowok atau cewek? Namanya siapa?" tanya Chiyo.

"Cowok. Itachi Uchiha." jawab Sasuke.

"Oh. OH, berarti keluarga kamu yang Uchiha tertinggi itu ya?" tanya Ebizou.

"Hah? Iya, eh, paling tinggi kan Madara-jiisan. Baru keluarga aku." kata Sasuke.

"Oh. Trus trus, kenal Sakura udah berapa lama?" tanya Chiyo.

"11 tahun..." jawab Sasuke.

"Wooh. Udah pernah pacaran?" tanya Chiyo.

"Eeeeh... belom, baru pacaran sama Sakura." kata Sasuke, sukses membuat Sakura blushing

"Oh, trus, pacaran sama Sakura udah berapa lama?" tanya Ebizou.

"Eeeem..." Sasuke celingukan ke Sakura, balik ke Ebizou. Bingung mau jawab gimana. Gara-gara kelamaan, Sakura buru-buru injek kakinya Sasuke.

JEDHUG.

"SATU TAHUN!" sahut Sasuke—yang tepatnya meringis kesakitan.

"..." ibunya Sakura dan Sasori melongo kompakan. Satu tahun tanpa sepengetahuan mereka?

"KAASAN, SSSTT." Sakura memberi kode pada ibunya. Ibunya cuma ngangguk-ngangguk.

"Sakura kamu—"

"Psssstt." Sakura menaruh telunjuknya di mulut Sasuke.

"Oooh satu tahun? Lama juga ya." kata Chiyo.

"Awet yaaa sampe nikah hehe." kata Ebizou.

"Hehehe iyaa iyaa." kata Sakura sambil cengengesan dan memegang tangan Sasuke. Lalu dengan sengaja dia meremas tangan Sasuke.

"Adudududu iyaaa!" Sasuke meringis kesakitan.

Perkenalan yang gila.

(^O^)

"Haaa oke dadaaaah." kata Sakura sambil melambaikan tangan ke arah Chiyo dan Ebizou yang sudah di mobil.

Chiyo dan Ebizou pun melambaikan balik tangannya. Lalu mobilnya langsung melesat kembali ke rumah mereka.

"Duh." Sakura merasa kelelahan.

"Eh kamu, dikira udah 1 tahun beneran tau kita." kata Sasuke.

"Habisnya kamu mikirnya lama." kata Sakura.

"Eeeeh kalian berdua." panggil ibunya Sakura, tertuju pada putrinya dan Sasuke.

"Yaaa kaasaaaan." jawab Sakura, dengan nada malas.

"Sini. Kaasan mau nanya." kata ibunya Sakura.

Mata Sasuke membelalak. Another freaking interview. 'Mampus bisa putus gue... mampus... mampus...'

Sakura dan Sasuke pun langsung duduk di sofa lagi. Menghadap Sasori dan ibunya.

"Kalian bener jadian?" tanya ibunya Sakura.

Sasuke dan Sakura sekilas menatap satu sama lain. Lalu blushing.

"Iya atau nggak?" tanya ibunya lagi.

"Iya..." jawab Sakura, takut-takut.

"OH REALLY? SELAMAAATT!" seru ibunya lagi. Sasuke, Sakura, serta Sasori cuma bisa mangap kompakan.

"Kaasan seneeeeng kamu jadian sama Sasuke~" kata ibunya, sambil mengguncang-guncang tubuh Sakura.

"M-masa?" tanya Sakura, masih tidak percaya dengan nada bicara ibunya.

"Beneran lho, kaasan setuju." kata ibunya Sakura lagi.

Sakura tersenyum sambil mengunjukkan giginya. Senyum gila yang biasanya ia tunjukkan kalau lagi bercanda.

"Macacih?" tanya Sakura, dengan nada sok diimut-imutin.

"Iya ciiiiyn~" jawab ibunya.

"JIJAY BOOOK." sahut Sakura.

"Yeh. Yaaa tinggal kasih tau tousan mu dan taraa~" kata ibunya, sambil nyengar-nyengir. Sasori cuma bisa mendelik sambil sweatdrop.

"Ah, obasan, aku pulang dulu deh." kata Sasuke, sambil melirik ke jam dinding.

"Oh? Kok pulaaang~ ya udah deh, kalo mau main kesini kapan-kapan selalu kita bukain kok pintunya." kata ibunya Sakura.

"Ehehe iya..." kata Sasuke.

"Yaa yaa yaa kaasan iyaa sekarang Sasuke-kun pulang dulu yak~" kata Sakura, sambil mendorong Sasuke ke pintu rumah.

"Eeeeh Sakura, eeh..." Sasuke menghentikan langkahnya saat di depan pintu rumah.

"Yaa?" tanya Sakura.

"...nanti malem aku telpon bisa kan? Atau kamu telpon aku..." kata Sasuke.

"Eh, aku telpon kamu ngasih kabar singkat dari tousan ya, habis itu tutup dulu. 10 menit lagi kamu telpon aku." kata Sakura.

"Eh, oke..." kata Sasuke. Tapi masih ragu-ragu untuk meninggalkan Sakura.

"Kenapa?" tanya Sakura, keheranan.

Sasuke pun melirik ke kiri, ke kanan, lalu mencium dahi Sakura sekilas, lalu lari kea rah pagar rumah Sakura, dan dibukakan pagar oleh si satpam, dan berlari pulang.

(^O^)

Sasuke daritadi sedang tiduran di sofa double rumahnya, sambil membayangkan kejadian-kejadian tadi petang. Semua yang ia katakan, dan reaksinya... membuat ia merasa terkejut dan senang. Sampai-sampai ia tersenyum-senyum sendiri mengingatnya.

"Woi, woi, orang gila nih satu." Itachi menepuk-nepuk wajah Sasuke dengan bantal.

"Eh woi ah rese lo ih." Sasuke menempeleng Itachi.

"Ah lo lebih rese." Itachi menjambak rambut Sasuke.

"AH APAAN SIH LO." seru Sasuke sambil memukul pipi Itachi.

"Eeeh eeeh berantem aja sih kerjaannya." kata Mikoto, baru masuk dari halaman rumah.

"Lucu lho kaasan daritadi Sasuke senyam-senyum sendiri." kata Itachi, sambil duduk di sebelah Sasuke.

"Aaaaapa sih." kata Sasuke, sambil menutup sebagian wajahnya yang mulai memanas, dikira-kira mengeluarkan semburat merah.

"Ih? Ga biasanya lho kamu senyum." kata Mikoto.

"Ada apa sih?" tanya Fugaku, baru muncul dari ruang makan.

"Sasuke senyam-senyum sendiri~" kata Itachi. Sasuke hampir membentak Itachi atas ini semua, tapi...

Bzzztt.

Ponselnya bergetar, ada telpon masuk.

Segera saja ia angkat tanpa melihat nama penelpon.

"Halo?"

...

"Hah? Udah dibilang?"

"..."

"Papa kamu bilang apa?" Sasuke masih berbicara di telpon, tapi kali ini dia berdiri, dan berjalan ke arah lain. Perkataan tadi sukses membuat Fugaku, Mikoto, dan Itachi tersentak. Sasuke memanggil seseorang dengan sebutan 'kamu'. Biasanya dia memakai 'lo'.

"Ya baguslah."

"..."

"Aku? Belom. Paling bentar lagi."

Fugaku, Mikoto, dan Itachi sekarang mangap sama-sama. Sasuke pake 'aku'.

"Oh? Oke. Kalo gini udah bagus kan?"

"..."

"Iyaaa."

Nada bicara Sasuke tadi terkesan lembut. Fugaku makin mengkhawatirkan anaknya.

"Iya ntar malem aku telpon lagi, kamu tunggu aja ya oke? Daah." Sasuke pun menutup telpon. Lalu berbalik menghadap Fugaku, Mikoto, dan Itachi lagi...

"Loh? Kok pada mangap?" tanya Sasuke.

"Siapa tuh yang nelpon?" tanya Fugaku.

"Sakura. Kenapa?" tanya Sasuke lagi.

"Kamu jadian sama Sakura?" tanya Mikoto.

Mata Sasuke membulat. "Iya. Kok tau?"

Fugaku, Mikoto, dan Itachi mangap lebar-lebar.

"WUAH!" Mikoto menjadi sangat senang. "Anakku sudah punya pacar."

"Kaasaaaaaan." Sasuke menjadi malu mendengar kata-kata Mikoto.

"Ooooooh udah jadian sama Sakura~ pantes tadi pas mau keluar rumah kayak buru-buru gitu." kata Itachi.

"Hssshhh." Sasuke gedek mendengar godaan dari Itachi, cepat-cepat ia naik ke lantai atas, dan masuk ke kamarnya.

"Nyahaha malu dia." Itachi tertawa renyah.

Sementara itu, di kamar Sasuke, dia langsung menghempaskan badannya ke tempat tidur, sambil menatap langit-langit kamarnya. Masih kesal dengan perbuatan Itachi yang selalu menggodanya. Tapi tiba-tiba senyum kembali tersungging di wajahnya keitka...

Terbayang wajah Sakura di kepalanya.

Terbayang wajah kekasihnya yang baru, saat dulu waktu masih SD, lalu SMP... tambah cantik dan dewasa. Lalu SMA ini, makin cantik dan sukses membuatnya selalu nempel.

Dan dia teringat. Eh? Nelpon Sakura!

Dia langsung merogoh kantong celananya, menemukan ponselnya, membuka contacts, mencari nama Sakura...

"Sakura... Sakura... Sakura... yiha!" hatinya senang begitu menemukan nama Sakura di daftar kontaknya, lalu memencet tombol call.

Tuuut... tuuut...

"Halo?" Sakura langsung mengangkat telponnya.

"Sakuraaa~" sapa Sasuke di telpon.

"Eh? Sasuke-kun..." sapa Sakura balik. Nada bicaranya terdengar kaget.

"Kenapa?" tanya Sasuke.

"Dikira telponnya masih lama, taunya 10 menit kemudian telpon, hehe."

"Ooohaha." jawab Sasuke.

Lalu, hening. Tidak ada yang bicara. Krik... krik...

"Sakura?" panggil Sasuke.

"Y-ya?" jawab Sakura.

"Masih disitu?" tanya Sasuke.

"Eeeeh iya kok." kata Sakura.

"Kok diem aja?" tanya Sasuke.

"H-habis..." kata-kata Sakura terpotong.

"Kenapa?" tanya Sasuke.

"...a-aku ga tau mau ngomong apaan." kata Sakura.

Nyoooo~

"Gugup ya?" tanya Sasuke.

"Uhm... iya." jawab Sakura.

"Hahaha santai aja kali." kata Sasuke.

"Bukan gitu, maksudnya, erm... aku kan baru pertama kali terbuka gini soal pacaran. Kan dulu..." Sakura memotong kata-katanya.

"Aku tau." kata Sasuke.

"Ya, aku ga kebiasa aja, baru kali ini aku terang-terangan ngasih tau orang kalo aku pacaran, mereka kira baru sekali ini aku pacaran, padahal aku udah punya mantan, tapi tetep aja ga enak ngasih taunya. Secara dia kan dulu mintanya backstreet. Apalagi dulu aku ga pernah ngasih tau Sasori-nii, kaasan atau tousan, rasanya kayak baru." kata Sakura, panjang, lebar, penuh curhat.

"Santai aja. Aku juga baru sekali kan? Ga usah ragu, ujungnya jadi buruk ntar. Kamu tau kan kalo aku sayang sama kamu? Ya udah, ga usah dijadiin beban lah masalah dulu. Yang penting udah ada aku, kamu ga usah khawatir." kata Sasuke.

"S-serius?..." kata Sakura, terdengar shock.

"Ssstt. Sekarang kamu tenang, jangan mikirin yang aneh-aneh... asalkan kamu ngerti aja kalo aku sayang sama kamu, dan kamu mau bales itu, ya everything will be fine. Okay?" kata Sasuke.

"Ihihi... thanks Sasuke-kun..." kata Sakura.

"Sama-sama. I'll give everything for you. Termasuk nyawaku sekalipun." kata Sasuke.

"Astaga, kamu mati aku sama siapa dong." kata Sakura.

"...ga tau." kata Sasuke.

"Yeeee. Tapi thanks yaaaaa." kata Sakura.

"Iyaa sama-sama." balas Sasuke.

"Eh, aku tidur dulu ya, besok kan masih sekolah. Daaah~" kata Sakura.

"Daaah. I love you." kata Sasuke.

"Hihihi. I love you too." balas Sakura.

Lalu telpon pun ditutup.

(^O^)

"OHAYOOOOOOU!" seru Ino saat baru masuk kelas.

"INOOOOO!" sahut Tenten.

"TENTEEEEN!" sahut Ino.

"INOOOOO!" sahut Tenten lagi.

"TENTEEEEN!" sahut Ino lagi.

"INOOOOO!"

"TENTEEEEN!"

"INOOOOO!"

"TENTEEEEN!"

"INOOOOO!"

"TENTEEEEN!"

"HINATAAAAAAAA!" sahut Hinata tiba-tiba. Membuat Ino dan Tenten melirik ke arah Hinata.

"Salah ya...?" kata Hinata.

"Hahahahahahahaha~" Ino tertawa lepas.

"Eh, Sakura mana?" tanya Tenten.

"Ga tau, lah emang dia belom dating? Tumben agak siang." kata Ino.

"Ga tau deh, lo ga ketemu di luar?" tanya Tenten.

"Tadi sih—" Ino menoleh ke pintu, menemukan Sakura sedang jalan berdua dengan Sasuke.

"Ehm, tuan dan nyonya yang baru jadian nih langsung mesra." kata Ino, sukses membuat Sakura dan Sasuke langsung menoleh ke Ino.

"Yo tuan dan nona Uchiha. Mesra banget nihyeee." goda Tenten.

"Langgeng yaa..." kata Hinata.

"Makasiiiiiih." kata Sakura.

"Sayaaaang." panggil Sasuke lembut.

"Apaa?" jawab Sakura.

"WHAT? Ecie wooy wooy Sasuke sama Sakura udah sayang-sayang-an lho cicicie." goda Ino.

"Kayak lo sama Sai ga pernah ajaa~" kata Sakura.

"O... iya." kata Ino, dengan wajah polos.

"...dasar..." kata Tenten,

"...anak..." kata Hinata,

"...yang..." kata Sakura,

"...ANEEEEEH." sahut mereka bertiga.

"Macem lo ga pernah aneh aja." kata Ino, sambil sweatdrop.

(^O^)

Kelas matematika. Sakura udah semangat-semangatnya ngitung, sementara yang lain masih kebingungan. Tiba-tiba ponselnya bergetar...

'Astagaaa.' batin Sakura, jengkel.

Dia membuka ponselnya, lalu melihat apa yang masuk... 1 sms.

From: Sasuke Uchiha.

"Sayaaang T_T aku ngga ngerti~"

Lagi. Lagi. Dan lagi.

To: Sasuke Uchiha.

"Mau kubantu? Kan katanya boleh kerjasama kan -_-"

From: Sasuke Uchiha.

"Yok aaah bantuin aku. Dasar native teacher gilaaa Kabuto-sensei sedeng. Enakan guru lokal ya Kakashi-sensei T_T"

To: Sasuke Uchiha.

"Iyaa iyaa udah berenti ngambek, sini aku bantuin."

Sakura pun memasukkan ponselnya ke dalam kantong seragamnya, lalu mengangkat pulpen dan buku tulisnya, dan bergeser ke sebelah meja Sasuke.

"Ga ngertiiiii." keluh Sasuke.

"Nih ya, coba dari awal..." Sakura pun langsung menjelaskan dan mencoba mempraktekkan rumusnya.

"Sekarang coba kamu." suruh Sakura.

"Pertama gini dulu kan?" tanya Sasuke, sambil mencoba menirukan cara menghitung Sakura.

"Iya. Tuh, dari awal udah bisa. Lanjut..." kata Sakura.

Sasuke pun lanjut menulis. Ini... itu... ini...

"Salah!" sahut Sakura. "Kamu salah hitungnya. Nih."

Sakura pun membetulkan cara menghitung Sasuke. Segampang menyebutkan ABC.

"Habis itu gini." Sakura melanjutkan coret-coretannya, langsung ke hasil.

"Oooo iya ya." kata Sasuke.

"Anak-anak, saya minta kerjakan PR halaman 74 sampai 75 bagian B, di buku latihan." kata Kabuto.

"74 75..." Sasuke membuka buku cetaknya. Dan matanya membelalak.

"Kabuto gila Kabuto sedeng Kabuto sinting Kabuto buangsaaaaaaaat." dia langsung mengutuk guru native nya.

"Kenapa?" tanya Sakura.

Ternyata, dari halaman 74-75 bagian B itu, terdapat 20 soal dengan menggunakan rumus yang berbeda-beda. Pantes Sasuke ngamuk...

"Sabaar. Kita kerjain bareng aja kalo mau." kata Sakura.

"Kapan?" tanya Sasuke.

"Ntar malem? Ajak Naruto sama Sai juga, udah lama ga bareng." kata Sakura.

"Oke." kata Sasuke.

(^O^)

Gimana gimana? Terlalu pendek ya? -.- habisnya ini udah buruburu ntar jadi kelamaan updatenya kan gaenak. Chapter depan masih ada dan ga kalah seru kok :|

Jadi jangan lupa review~ kalo kalian mau gue update cepet. ;D canda. :p review yak!