Disclaimer : Touken Ranbu milik Nitro

AN : mencoba menulis anmitsu/yasukiyo... maaf kalau ada karakter yang out of character


Minggu pagi, Kashuu menyelesaikan lari pagi dan mempertimbangkan berendam air panas di pemandian terbuka. Kashuu terdiam melihat Kogitsunemaru dan seluruh pedang Sanjo sudah memonopoli pemandian terbuka. Kashuu memutuskan untuk mundur namun Imano cepat-cepat mengajak Kashuu untuk bergabung.

"Wuah, Kashuu-kun, badanmu penuh merah-merah! Di gigit serangga ya?" seru Imano.

"Ya..." Kashuu memberi jawaban ambigu.

Tak mungkin dia membeberkan siapa pelakunya.

Apalagi pelakunya tersenyum di depannya sambil telanjang.

Kogitsunemaru menguap keenakan.

"Kogi, jangan tidur saat berendam." kata Mikazuki.

"Tidak kok..." Kogi kembali menguap.

"Iwatooshi, Ishikirimaru, tolong bantu Kogi keluar." kata Mikazuki yang tahu Kogi pasti akan tertidur di pemandian.

Kedua saudara sanjo itu membawa Kogi keluar ditemani Imano, meninggalkan Kashuu dan Mikazuki.

"Kashuu-kun, bisa tolong jelaskan kenapa kau tak di ranjang pagi ini?"

"Aku bukan kekasihmu. Aku hanya menghiburmu yang patah hati, kakek."

"Dingin sekali."

"Aku...tak menginginkan hubungan yang lebih dari teman seperjuangan."

"Begitu kah?"

"Ya."

Percakapan itu berhenti begitu saja.

"Bagaimana dengan partnermu?" tanya Mikazuki.

"Dia hanya teman."

"Dia partnermu."

"Dia hanya...teman. Teman yang dulu satu majikan denganku. Sekarang pun hanya teman."

"Begitu...tapi Kashuu-kun, rasa kesepian bisa menghancurkan seseorang."

"Aku hidup dalam tiga tahun bersama rasa kesepian. Aku masih hidup sekarang."

"Kashuu-kun, jangan bersikeras. Rasa kesepian tak membunuhmu dalam tiga tahun. Mereka membunuhmu setelah berpuluh-puluh tahun."

"Tak ada orang yang bisa memberiku apa yang kumau."

"Cinta? Kau harus lebih dulu mencintai diri sendiri sebelum orang lain."

"Kakek..." Kashuu mulai tak suka mendengarkan Mikazuki.

"Aku sudah lihat bagaimana cara kau bertarung. Dulu dan sekarang. Jauh berbeda."

"Seakan kau tak peduli kalau kau mati ataupun hancur berantakan. Apa yang terjadi padamu? Kau yang dulu setidaknya akan menolak untuk dihancur-" kata-kata Mikazuki terputus.

Bibir bertemu bibir. Ciuman itu tak berlangsung lama.

"Itu ciuman pertamaku. Kau puas sekarang?" tanya Kashuu dengan wajah merah.

Kashuu cepat-cepat keluar dari pemandian itu.

"...kebaikan hati tak selalu berakhir baik, Kashuu-kun." bisik Mikazuki dengan wajah penuh kemenangan.


"Sial..." Kashuu mengubur wajahnya kebantal.

'Memalukan...' batin Kashuu.

Smartphone kashuu berbunyi dan Kashuu menatap nama di layar itu. Yasusada memanggilnya. Kashuu berpikir sejenak. Lebih baik tak usah memikirkan Mikazuki. Yasusada mungkin butuh teman bicara.

"Halo?"

"Kiyomitsu?"

"Ada apa, Yasusada?"

"Bisa kita ketemu?"

"Sekarang?"

"Sekarang. Aku sudah di depan asramamu."

"Baiklah."

Kashuu terdiam sejenak, mengingat apa yang terjadi di pemandian.

"Sial..." Kashuu mengambil syal merah, berharap syal merahnya mampu menyembunyikan wajah malunya.

Yasusada menatap Kashuu heran.

"Ini kan tidak dingin, kenapa kamu pakai syal?"

"Aku sedikit...kedinginan..."

"Oh."

"Ada apa?"

"Aku...hanya butuh teman bicara..."

"Mau masuk?" tanya Kashuu.

"Tidak. Di luar saja."

Mereka pun berjalan keluar dan duduk di bangku taman dekat kolam ikan.

"Apa yang ingin kamu ceritakan...Yasusada?"

"...Ayahku...masuk rumah sakit..."

"Jadi?"

"Bisa kamu...menginap di rumahku?"

"Ha?!"

"Aku takut...sendirian..."

Itu bohong dan mereka berdua tahu akan hal itu hanya saja...Kashuu terdiam.

'Rumahku juga...'

"Ya sudah. Aku pinjam bajumu saja ya. Aku hanya akan bawa dalaman." kata Kashuu.


Rumah itu terlihat sederhana. Hanya rumah dua lantai dengan satu kamar master dan dua kamar untuk satu orang. Kashuu melihat tumpukan cucian piring dan baju yang belum dicuci. Kashuu menatap punggung Yasusada dengan curiga.

"Yasusada, jangan bilang kamu mau aku membantumu membereskan rumah?"

"Yep."

'Dasar setan berwujud malaikat!' kutuk Kashuu dalam hati.

"Kamu anggap aku ini siapamu?!" tanya Kashuu dengan kesal.

"...istriku."

"...YASUSADAAAA!"