Huwaks~ -mual2x-... Capek abis disuruh gendong orang... T_T -maklum, anak PMR...- Oke, ini dia terusan chapter 10!
DISCLAIMER: I do not own any Harvest Moon series characters, but I do own this story and Emily.
--- Chruch, 17 Summer ---
--- (Claire's POV) ---
"Ibu, ayah... Tolong doakan kami di atas sana..." pintaku di Chruch. Aku berdoa di Chruch. Ya, aku tahu ini bukan hari Minggu, tapi aku ingin meliburkan tokoku. Jack pasti lagi bolos pekerjaan pertaniannya ke toko Kai.
Oh ya, hari ini aku meliburkan tokoku karena hari ini panas sekali. Aku saja hanya memakai baju tipis dan rok pendek untuk melawan panas yang menyengat. Untuk penyegar, akhirnya kuputuskan untuk membawakan semangka dari ladang Jack. Aku lalu menuju Inn.
"Ann! Tolong ambilin selang air dong!" pintaku dari halaman belakang Inn.
"Nih!" Ann menyodorkan selang air yang mengalir dari keran. "Mau nyuci semangka ya?"
"Iya," jawabku sambil mengisi ember yang sudah berisi 4 buah semangka. "Hari ini panas, jadi aku mau bawain semangka ke Jack dan yang lain!"
"Sisain setengah dong!" ucap Ann. "Buat Fireworks Festival minggu depan!"
"Boleh, boleh." aku lalu meletakkan es batu ke dalam ember. "Tunggu kira-kira sejam, lalu nanti dipotong."
--- Sejam kemudian ---
Aku mengambil semangka yang sudah 'kurebus' di ember. Semangkanya jadi dingin sekali. "Oke, waktunya potong semangka! Ann, pinjam pisau daging dong!"
Ann menyodorkan pisau. "Beneran nih mau pakai pisau daging?"
"Memangnya kenapa?" tanyaku polos.
"Eee... Enggak..."
"Oh ya, Ann, tangkap nih!" operku ke Ann. Aku melemparkan 2 buah semangka.
"Oooups!" Ann nyaris menjatuhkan 2 semangka yang tadi kuoper. "Makasih, Claire!" sahutnya sambil menuju dalam Inn, bermaksud menaruh 2 semangka tadi ke kulkas.
Aku lalu memotong 2 semangka tadi menjadi banyak. Kutaruh ke piring, dan bergegas ke pantai. Pasti Kai, Gray, Jack dan Cliff lagi ada di tokonya Kai.
--- Beach ---
--- (Jack's POV) ---
Aku memakan es serutku yang sebagiannya sudah mencair. "Panas banget..."
Gray hanya bisa mengangguk sambil meneguk wine yang udah hangat. "Gilaaaa... Panasss...."
Cliff sibuk mengipasi dirinya dengan sayap Cain. Cainnya sendiri udah kayak burung panggang, nyaris rontok bulu-bulunya di lantai.
"Sabar semuanya... Claire bilang dia mau motongin semangka dari ladang gue..." ucapku pede, sambil mengelap keringat.
"Masa sih..." keluh Cliff yang akhirnya nyerah dan berusaha ngipasa dirinya sendiri dengan embusan tangannya.
"Sabar aja..." ucap Kai tabah. "Claire pasti bakalan nolongin kita dari neraka summer ini..."
--- (Claire's POV) ---
Wueh... Panas sekali... Aku berusaha menahan beban dari ranselku dan beratnya semangka yang sudah kupotong. Pantai kalau lagi Summer terasa panas... Harusnya aku pakai sunblock supaya enggak kepanasan gini...
"Hei, Claire!" ucap Kai sambil menyapaku. "Kamu bawa semangka buat kita ya?"
Kepalaku pening...
"Hei, kamu kenapa Claire?" tanya Kai sambil memegangkan semangka sambil membawa masuk ke tokonya. "Hei, semuanya! Claire bawa semangka buat kita, nih!"
Mulutku serasa tak bisa bersuara. Badanku mulai sempoyongan. Rasanya pusing sekali...
--- (Gray's POV) ---
Aku mengelap keringat dengan sapu tangan, merasa penat sekali. Sesekali kuteguk wine yang ada di dekatku. "Semangka dari mana tuh?"
"Kan aku udah bilang ini dari Claire, bodoh!" sindir Kai sambil meletakkan piring berisi semangka segar.
"Waaah! Ini kan dari ladang pertanianku! Kalian coba deh! Enak lho!" sahut Jack semangat, sambil mengambil satu potong semangka. "Mmmm, segar...."
"Anu..." ucap Cliff lirih. "Tapi Clairenya mana?"
BLANK. Semua bengong.
"CLAIRE?!" Kai dan aku segera berhamburan keluar tokonya. Kosong.
"Lho? Mana dia?" tanyaku.
"Apaan?" tanya Jack keluar toko dengan santainya, dia sudah menghabiskan satu potong semangka tadi.
Aku menarik bandana merah leher Jack. "DASAR BEGO! ADIK KAMU SUSAH-SUSAH BAWAIN SEMANGKA, KAMU CUEK AJA MAKAN SEMANGKA, HAH? MANA CLAIRE SEKARANG ENGGAK ADA TAHU!!" teriakku di kuping Jack.
"Apaan sih?" jawab Jack meler, masih tersepona dengan manisnya semangka.
"NYADAR DONG! ADIK KAMU HILANG!!!" bentakku kencang, membuat Won yang lagi ngantuk-ngantuk jadi kaget.
"APAAAAAA?!!!!" teriakan Jack bertepatan dengan ombak yang menyambarnya hingga basah.
--- (Claire's POV) ---
Eh? Ini dimana? Aku sadar dan aku sedang berbaring di bawah pohon.
"Kamu udah baikan?" tanya seseorang.
"... Skye?!" ucapku kaget. "Hei! Kembalikan setengah gajiku..." bentakanku menjadi lemas karena badanku yang masih sempoyongan. Skye membaringkan diriku lagi ke rerumputan yang sejuk karena bayangan bawah pohon.
"He he. Jangan memaksakan dirimu, gadis kecil." sahut Skye sambil menaruh saputangan basah dingin di kepalaku. "Padahal kamu tadi nyaris mau pingsan lho..."
"Masa?" tanyaku heran.
"He he, Iya. Untung aja Goddess memberiku kesempatan agar mengijinkan pangeran tampan sepertiku menolongmu." ucap Skye dengan logatnya yang sok romantic. "Kamu jadi suka dan tersepona sama aku enggak, gadis kecil?"
(Harvest Goddess
-HG-: Ohohohoho~~ Gue emang dewi paling kereeen~~
Anisha Asakura:
-nendang HG- KELUAR LO DARI CERITA CLAIRE-CHAN!!!
HG: Iiiih,
jaa'aatnyaaaa... Nanti aku enggak mau married ama kamu
loh...
Anisha Asakura: Kyaaaa~ Jangaaaannnnn)
"Iiih! Siapa yang naksir!" ucapku sambil menepuk lengan Skye. "Ha ha.... Kau kan cuma temanku..." Aku sendiri heran kenapa aku menyebut dia 'teman' ketimbang 'pencuri'. Rasanya lebih enak kalau manggil Skye dengan sebutan 'teman'...
"Masa?..." Skye ikut berbaring di sebelahku. "... Padahal kamu udah mencuri hatiku sejak kita ketemu lho."
Eh?
Skye langsung bangun, dan segera berlari pergi, meninggalkanku sendirian.
Hah? Apa maksudnya? Mencuri hati? Aku berusaha bangun sambil melihat saputangan basah yang dipakai Skye untuk mengompres tadi.
S K Y E
Terlihat jahitan yang sangat rapi di ujung saputangan itu. Aku harus mengembalikan saputangan ini.
"CLAIREEEEEEEEEEEEEEEEEE!" Tiba-tiba nongol Jack sambil meluk.
"Eh, copot, copot!!!!" latahku kaget.
"Ternyata kamu disini, Claire!" ucap Kai lega. "Kukira kamu ilang!"
"Claire enggak... Apa-apa kan?" tanya Cliff lirih.
"Enggak apa-apa..." jawabku sambil menggeleng.
"AAAAAHHH~~ TAPI KENAPA KAMU BISA PANAS KAYAK GINIII? KITA KE CLINIC, YAAAA?" pinta Jack manja, masih memelukku.
"Enggak mau! Enggak mau ke Clinic! Enggak mau ke dokter! Enggak mau ketemu Doctor!!!!!!" teriakku ketakutan.
"Enggak, Claire," Gray menarikku memaksaku bangun. "Kamu lagi panas gini, jadi kamu harus ke dokter."
"ENGGAK MAUUUUUU" aku berusaha melepaskan diri, tapi Kai, Jack, Cliff dan Gray menahanku. Satu nahan overall, satu megang ransel, satu megang tangan, yang satu lagi masih meluk aku (tau kan siapa?).
"GUYS! SERET CLAIRE KE CLINIC!!"
Aku langsung diangkat dan dibawa pergi ke Clinic. TIDAAAAAAAAAAAKKKKK...
--- Clinic ---
"Kalian berempat tunggu saja di ruang tunggu. Saya mau meriksa nona Claire dulu." ucap Doctor sambil menutup tirai.
Aku hanya bisa menurut. Aku masih agak benci atas tingkah Doctor dulu. (Baca Let's Baking Love! chapter 4 untuk informasi lanjut)
"Baringan di tempat tidur sana." tunjuk Doctor.
Aku lalu berbaring.
Doctor meletakkan punggung tangan kanannya ke keningku. Dia lalu memakai stetoskopnya, memeriksa detak jantungku. Lalu dia memeriksa pergelangan tanganku, sambil melihat jam tangannya. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa menit.
"Oke, nona Claire. Kau boleh bangun sekarang." suruh Doctor.
Aku lalu keluar dan menghampiri Jack.
"CLAIREEE~~ KAMU ENGGAK APA-APAAA???" tanya Jack khawatir.
"Tenang saja. Sepertinya nona Claire hanya pingsan karena dehidrasi sedang. Berikan istirahat yang cukup." Jawab Doctor.
"Makasih dok! Makasih!"jawab Jack sambil menarik tanganku keluar Clinic, disusul Gray, Kai dan Cliff.
Saat sampai diluar Clinic, Kai melingkarkan lengannya ke bahuku.
"Ke tokoku yuk!" ajak Kai. "Kita makan semangka yang tadi kamu bawa! Sekalian makan es serut!"
"Waah, asik!" aku langsung semangat.
--- Kai's Seaside Lodge, 02:00 pm---
Sudah mau sore, tapi panas belum juga mau pergi. Kami lalu memakan semangka yang masih segar dan dingin.
"Segaaarrr....." sahutku sambil melap mulutku dengan lap, karena kebasahan sari semangka.
"...." Cliff memakan semangka bagiannya tanpa bicara.
"Lumayan..." sahut Gray sambil mengigit buah semangka yang merah ranum itu. "Segar juga..."
"Aaah, semangka dari ladangku emang paling enak!!" ucap Jack nyombongin diri. "Mmmm, enak! Segerr!"
Beberapa saat kemudian, semua semangka sudah abis. "Oke waktunya tanding makan es serut!!" Kai lalu mengambil ice crusher dari lacinya, mengambil es batu dan meyerutnya menjadi: Es serut Jepang!
"Kami mau ikut! Kami mau ikut!" sorak empat suara.
"Oke, 4 porsi es serut Jepang, segera datang!!" Kai menyerut es dengan cepat, dan dalam sekejap, 4 mangkok es serut Jepang dengan sirup strawberry diatasnya selesai.
"Siap... Satu, dua, tiga... MULAI!" Kai memberi aba-aba.
Kami berempat mulai makan dengan cepat.
"Auuuh,..." Cliff mulai merasa ngilu saat merasakan es serutnya meleleh dan membuat kepalanya pening.
"Aduuuuuuuuhhh...." Gray mulai merasa shnyut-shnyut di kepalanya.
"Adaaaoooowwww...." oh, yang ini beda, Anisha Asakura kehantem pengserut pensil gede di kepalanya.
"Adadadaadadadadaaaaw....." Jack memegang kepalanya saking pening merasakan dinginnya dan giungnya makan es serut.
Aku yang sudah biasa makan yang manis-manis sudah terbiasa dengan efek 'giung' dari es serut Jepang segar.
"Siapa yang mau nambah?" sahut Kai, sudah siap dengan es serut baru.
"Aku! Aku!" sahutku sendirian, selagi yang lain masih terkena efek 'giung' dari es serut.
Kai lalu mengoperkan es serutnya, dan kulahap sampai habis.
"MINTA LAGI!" Jack mulai semangat.
"Aku juga!" sahut Gray.
"Aku jugaaa!!" teriak Cliff, masih terkena efek 'giung'.
Beberapa jam kemudian...
Gray udah terbaring di lantai sangking 'giung' karena 11 porsi es serut yang sudah dihabiskannya. "Nyerah..."
"Aku juga..." Cliff udah ajep-ajepan di lantai saking kepalanya 'giung'.
"Nyeraaaah, nyeraaaaahhhh!!!" teriak Jack tidak kuat sampai menggigit sendok yang dipegangnya. Badannya udah keringetan dingin,
"Tambah lagi!" sahutku semangat.
"Anu, Claire... Esnya udah habis..." Kai hanya bisa sweatdropped ngeliat hampir semua es batunya habis.
"Oke, aku selesai. Selamat berjuang~~" aku dengan santainya keluar toko Kai sambil meninggalkan kakak dan teman-temanku.
*******%***
Oke, chapter 10 selesai... Ditunggu updatenya yaa
