Selamat pagi siang malam. Jumpa lagi dichap10. hehe. Tanpa basa basi dan asam asin. Mari kita balas reviewnya.
Answer Review :
-Hehe : Makasih telah memberi semangat*bunkuk 180 derajat.
-Nakamura Kumiko-chan : Sama ya. Hehe. Kalo sama yaw ajar. Kan nama ibunya Sakura yang aslikan masih mistery./ hehe. Ni udah update.
-HIkaRInoTsuBU mls login : nggak papa kok. Hehe nih udah update dan tentang kapan Zabuza menjadi baik. Adalah sejak diberitahu Kakashi kenapa Kakashi membiarkan Sakura mengejar Akatsuki(chap
-Argi Kartika 'KoNan' : Hehe. Fic ini penuh adegan pertarungan. Seperti : Sasuke vs Madara, Zetsu vs Kakashi(sedikit), Sakura vs Pein(sedikit), Shikamaru vs Hidan. Dan lainnya. Ok tetep review.
Makasih banyak bagi myang telah review fic kaku ini. Hehe
Arigatou.
Read and Enjoy it.
"Kakashi semoga kau selamat." kata Sakura.
Chapter10 : FIGHT.
Ditempat Naruto.
"Sudah sampai ?" kata Shikamaru.
"Ya. Ayo kita masuk dan susul Sakura." kata Naruto. Tiba-tiba...
"Tidak semudah itu."
Naruto, Shikamaru, Ino dan Couji terkejut mendengar suara tersebut. Suara yang dikeluarkan seseorang yang sekarang sudah ada didepannya. Dengan senjata kapak bertaring tiga miliknya.
"Hidan." kata Naruto.
"Hey, anak kecil." kata Orang yang bernama Hidan itu. "Kau datang untuk bertarung dan kalah lagi seperti dulu, anak kecil?" katanya lagi.
"Dulu aku mengalah karena Sakura terluka, Hidan." kata Naruto. "Tapi aku tidak akan mengalah lagi." tambah Naruto.
"Khu... Khu... Khu... Kalau begitu kalahkan aku kalau kau bisa." kata Hidan.
Naruto berkata pada 3 temannya. "Kalian susul Sakura. Pertarungan ini tidak ada hubungannya dengan kalian. Aku punya urusan penting dengannya." kata Naruto.
"Tidak Naruto. Aku yang akan disini." kata Shikamaru.
"Tapi..."
"Sakura membutuhkanmu. Sekarang kalian bertiga pergi ketempat Sakura." kata Shikamaru.
"Shikamaru ?" kata Ino. Couji menepuk bahu Ino.
"Sudahlah Ino. Percayalah pada Shikamaru." kata Couji.
"Cepat berangkat." kata Shikamaru.
"Baik." kata Naruto, Ino dan Couji.
"Aku serahkan padamu Shikamaru." kata Naruto.
"Hn." jawab Shikamaru.
Mereka bertiga pergi dari situ.
"Baiklah, kita selesaikan sekarang." kata Shikamaru sambil mengeluarkan pedang ANBU-nya.
"Hn." kata Hidan.
Ditempat Sasuke.
Door.
Door.
Door.
"Ayo Sasuke. Kenapa ? Kau mau membunthku atau tidak ?" tanya Madara.
"Diam kau." jawab Sasuke. Sasuke kesal, karena sudah 5 tembakan yang diarahkan tepat kearah Madara selalu gagal.
"Kalau kau tak mau membunuhku ya sudah. Akulah yang akan membunuhmu." kata Madara. Entah kapan ia mengeluarkan pisau dari Kaus kakinya.
Blep.
Pisau itu menancap didada kiri Sasuke.
"Ugh..." Sasuke kesakitan. Dilihatnya sebuah pisau menancap didada kirinya.
"Hahaha..." kata Madara sambil tertawa. "Kau kalah Sasuke." katanya lagi.
Ditempat Kakashi.
"Cepat kalian serang dari segala arah." perintah Kakashi.
"Baik." jawab anak buahnya.
Brak.
Dugh.
Ting.
"Ketua, sepertinya Zetsu terlalu kuat." kata salah seorang anak buahnya.
"Kalau begitu, incar jantungnya. Cepat!!!" perintah Kakashi.
"Baik. Ketua." jawab anak buahnya.
Kakashi dan anak buahnya menyerang dari segala arah.
"Hahaha... Perlawanan kayak gini, gak mempan!!!" kata Zetsu.
Kakashi melihat Zetsu sedang lengah.
"Sekarang!!!" perintah Kakashi.
CRASH.
"Akh....!!!" teriak Zetsu. Sebuah pedang menancap didadanya, tepatnya jantungnya. "Sialan kau Kakashi!!! Kau menyerang kelemahanku!!!"
"Hn. Seorang manusia terkuatpun pasti punya kelemahan. Jangan lupakan itu." kata Kakashi.
"Dasar kau....." perkataan Zetsu terhenti. Dia jatuh kebawah dan tewas akibat serangan serentak itu.
Kakashi memandang keatas.
"Aku selesai Sakura. Bagaimana denganmu?" kata Kakashi.
Ditempat Sakura.
Sakura terus menyusuri lorong lorong markas Akatsuki.
"Dimana kau, Sasuke ?" kata Sakura.
Dia menyusuri satu demi satu ruangan dimarkas itu. Dan dia berhenti sejenak untuk melepas lelah. Dia melihat sekeliling.
"Luas sekali markas ini." batinnya.
Tiba tiba.....
"Akh..... Apa ini ?" Sakura merasakan lehernya dicekik dari belakang. Benar, sebuah tali telah melilit leher Sakura. Tali itu dipegang oleh seorang perempuan berambut biru dan berjubah motif awan merah.
"Si...iapa ka...u?" tanya Sakura.
"Aku adalah dewa yang akan mencabut nyawamu, jika kau tidak menurut dengan perintahku." jawab perempuan itu. Kemudian perempuan itu mengeluarkan sebuah pisau belati lalu didekatkan kearah perut Sakura. Sakura pasrah menerima ancaman itu.
"Ikut aku!!!" kata perempuan itu.
Sakura hanya menurut mau dibawa kemana saja.
Setelah hampir 15 menit.
Akhirnya mereka tiba ditempat yang dituju. Sakura melihat seorang laki-laki tinggi berambut Orange, dengan beberapa peircing di mukanya.
"Kau sudah tiba, Konan?" kata Orang itu.
"Ya, Pein." jawab wanita bernama Pein itu.
"Konan? Pein?" batin Sakura.
"Ok. Sekarang kau berada disini dulu. Awas kalau kabur." kata Konan sambil melepaskan tali yang melilit leher Sakura.
"Sial. Kenapa jadi begini? Padahal sedikit lagi. Apa aku harus bertarung lagi? Tubuhku ini sudah tidak kuat untuk bertarung. Sial... Sial... Sial." batin Sakura kesal.
"Hey, kau berdiri." kata Pein yang sudah berada didepan Sakura. Sakura terkejut. Dia kemudian berdiri.
"Apa maumu ?" tanya Sakura.
"Hn. Kau putri dari Rin Haruno-kan?" tanya Pein balik. Sontak Sakura terkejut. Kenapa orang ini tahu nama ibunya? Tapi Sakura tidak ingin mengatakannya. Ia berpura-pura tidak kenal dengan ibunya.
"Aku tidak kenal." jawab Sakura singkat. "Ugh..." kata Sakura. Leher Sakura dicekik oleh Pein. Dan diangkat keatas.
"Kau pasti berbohong. Kau sangat mirip dengan Rin. Jangan heran kalau aku kenal Rin Karena akulah yang membunuhnya." kata Pein sambil terus mencekik leher Sakura. Sakura terkejut mendengar pekataan tersebut. Dia ingin menangis tetapi dia tahan karena keadaannya tidak memungkinkan. Dia tetap berpura-pura tidak tahu.
"Ugh... Sudah kubilang aku tidak tahu." jawab Sakura.
Dugh.
Pein memukul wajah Sakura mengakibatkan darah keluar dari bibir Sakura.
"Kalau kau berbohong lagi! akan kubunuh kau! Kau masih pedulikan dengan anak itu?" ancam Pein.
"Apa maumu?" tanya Sakura.
"Rin mempunyai kekuatan tenaga dalam yang kuat yang membuat staminanya tetap terjaga walaupun ia terluka parah. Dan saat kekuatannya itu akan kuambil. Ternyata kekuatannya hilang entah kenapa. Lalu saat itu juga kubunuh dia. Dan aku yakin kekuatan itu tidak hilang melainkan pindah keputrinya." kata Pein. Sakura terkejut mendengarnya.
"Apakah yang dikatakan manusia peircing ini benar? Berarti itu sebab kenapa aku tidak merasa lukaku ini menghambat gerakanku. Dan tetap menjaga Staminaku agar tidak habis, meski aku sudah kelelahan?" batin Sakura.
"Kalau itu benar adanya. Maka, aku tidak akan penah menyerahkan kekuatan itu." kata Sakura. Begitu mendengarnya Pein langsung menambah kekuatan Cekikannya pada leher Sakura.
"Jika kau tak mau. Maka, aku akan menyiksamu!!!" ancam Pein.
"Aku tidak takut!!!" jawab Sakura. Mendengar jawaban Sakura, Pein langsung melempar Sakura kearah dinding.
"Akh..." kata Sakura kesakitan. Dia baru saja mau berdiri. Tiba-tiba...
Dugh.
Lutut Pein menghajar dada Sakura. Lalu kemudian Pein mengangkat Sakura.
"Kuberi kesempatan, ya atau tidak?" tanya Pein.
Sakura hanya tersenyum kecil. Dengan lantang ia mengatakan "TIDAK."
Dugh.
Dugh.
Dugh 33X.
Pein memukul perut Sakura bertubi-tubi. Membuat Sakura muntah darah. Lalu Pein melemparnya kedinding dengan keras.
BRAK.
Dinding itu retak.
Karena Pein menganggap Sakura tahan dengan siksaan itu. Akhirnya Pein mengambil senjata Shotgun miliknya.
"Aku tidak punya pilihan lain selain membunuhmu." kata Pein sambil menodongkan senjatanya kekepala Sakura.
Crash.
"Akh..." kata Pein. Tangannya yang dipakai untuk menembak Sakura ditusuk pisau Sakura dan membuat senjatanya terjatuh.
"Ini senjata terakhirku. Jangan macam-macam, pisau ini pisau beracun. Kau akan mati." kata Sakura.
"Keparat kau! Akh..." cekikan Pein melonggar membuat Sakura terjatuh ketanah. Tubuh Pein sudah terinfeksi racun. "Kau, tak a...kan kubiarkan hi....." kata kata Pein terhenti, ia pingsan. Sakura mendekati Pein yang pingsan, meraba nadi leher Pein.
"Sudah tewas."
Ditempat Shikamaru.
"Rasakan!!!!!" teriak Hidan.
Ting.
Ting.
Shikamaru terus menangkis serangan Hidan yang bertubi-tubi.
Ting.
Ting.
"Hah, kau takkan bisa mengalahkanku, anak kecil." kata Hidan.
"Jangan pernah memanggilku anak kecil. Atau kau yang akan merasa seperti anak kecil?" kata Shikamaru.
Merasa tersindir, Hidan menyerang Shikamaru dengan kekuatan penuh.
"Hyaaaa....." teriak Hidan.
Tetapi serangan Hidan dapat ditangkis dengan mudah oleh Shikamaru.
"Dasar, Akatsuki lemah. Masa' tidak bisa menyerang anak kecil?" kata Shikamaru dengan nada mengejek.
"Kurang ajar!!!" kata Hidan.
Ting.
Ting.
Hidan semakin menjadi-njadi serangannya tetapi Shikamaru dengan sukses menangkisnya. Hingga membuat Hidan terpaksa menggunakan mantra ala dukunnya(?).
"Dengan terpaksa aku harus menggunakan teknik Kekaiku." kata Hidan. Hidan memasang kuda kuda, senjatanya diarahkan kearah Shikamaru. Hidan mengucapkan sebuah mantra ala dukun. "Kekai no jutsu." senjata Hidan bersinar. Shikamaru terkejut melihatnya.
"Hahaha. Kau akan mati!!!" kata Hidan. Senjatanya mengeluarkan sebuah sinar mirip Laser mengarah ke Shikamaru.
DUUUAAARRR.
Pohon dibelakang Shikamaru meledak.
"Hampir saja." kata Shikamaru.
Duar.
Duar.
Duar.
Duar.
Duar.
Shikamaru terus menghindar. Serangan-serangan Hidan yang bertubi-tubi membuat Shikamaru harus serba hati-hati, tidak boleh terlambat bergerak atau mati.
Ditempat Naruto.
"Eh? Kalian dengar itu?" kata Naruto.
"Apa?" tanya Couji.
"Sepertinya Shikamaru sudah bertarung. Kalau begitu kita lebih cepat lagi." kata Naruto.
"Baik." jawab Ino dan Couji.
Kembali ke Shikamaru.
"Hah... Hah... Hah..." Sikamaru kelelahan.
"Hahaha..." teriak Hidan. Dia mengarahkan senjatanya kearah Shikamaru. Kali ini dengan kekuatan Exstra. "Kau akan mati!!!" teriak Hidan.
Blarrr.....
Ledakan dashyat terjadi.
Ditempat Sasuke.
"Apa itu?" kata Sasuke sambil memegangi dadanya yang terluka.
"Sepertinya teman temanmu itu mulai memasuki markas ini." kata Madara. "Jadi tidak sabar membunuh mereka." katanya lagi.
"Kurang ajar kau!!!" kata Sasuke. Sasuke berusaha mencabut pisau belati yang menancap didada kirinya.
"Akkhh..." kata Sasuke. Akhirnya pisau itu tercabut juga.
"Hn. Kau kuat juga ya?" kata Madara.
"Awas kau!!!" kata Sasuke.
"Hn. Kalau begitu, kalau kau masih mampu, mari kita lanjutkan." kata Madara.
Ditempat Sakura.
"Eh teriakan siapa itu? Sepertinya suara Sasuke. Berasal dari ruangan itu. Baiklah aku akan kesana." kata Sakura. Dia berjalan kesuatu ruangan yang dicurigainya Sasuke ada disitu.
Berjalan pelan pelan. Akhirnya Sakura sampai didepan pintu ruangan itu.
Glek.
Sakura menelan ludah. Dia membuka pelan pelan pintu itu.
Kriet.
Sakura masuk. Dia melihat Sasuke terpojok, dia terluka dan tak bisa banyak bergerak. Sakura juga melihat seseorang yang berambut pirang abu-abu sedang mengambil pedang untuk dihunuskan kearah Sasuke. Sakura mendengar perkataan Sasuke.
..
"Apa yang akan kau lakukan, Madara?" kata Sasuke.
"Kau tak layak menjadi seorang Uchiha. Lebih baik kau mati." kata Madara.
...
"Madara? Jangan jangan ia akan menusukkan pedang itu kearah Sasuke. Ini harus dicegah." kata Sakura. Ia langsung berlari kearah Sasuke.
Sementara itu. Ditempat Shikamaru.
"Hahahahaha..... Ini akibatnya melawan aku." kata Hidan. Dia menuju tempat Shikamaru tadi. Asap tebal menutupi tempat itu. Setelah asap itu hilang, Hidan melihat Shikamaru tidak ada disitu.
"Apa dimana anak itu?" kata Hidan.
CRASH.
"Apa?" kata Hidan. Sebuah pedang menancap didadanya melalui sisi belakang. "K... Kau!"
"Hn. Mati kau Akatsuki."
"AKKHH....." Hidan tewas seketika.
Shikamaru mencabut pedangnya. Dan meninggalkan mayat Hidan.
"Saatnya menyusul mereka." kata Shikamaru.
Ditempat Kakashi.
Kakashi dan anak buahnya pergi meninggalkan mayat Zetsu.
Setelah pergi dari tempat itu. Mereka bertemu Naruto dkk.
"Hai Naruto." kata Kakashi.
"Kakashi?" kata Naruto.
"Oh, kau juga bersama Ino dan Couji?" tanya Kakashi.
"Eh? Kau kenal mereka." tanya Naruto.
"Yaiyalah. Akukan atasan mereka. Oh ya,(melirik Ino dan Couji) Shikamaru kemana? Biasanya kalian bersama?" kata Kakashi.
"Ia bertarung dengan Akatsuki didepan markas Akatsuki." jawab Ino.
"Oh begitu." kata Kakashi.
"Ohya Kakashi, Kenapa kau disini?" tanya Naruto.
"Aku membantu Sakura. Dia bertarung dengan Akatsuki. Dia sekarang mencari Sasuke." jawab Kakashi. "Kalau begitu ayo kita susul dia." kata Kakashi lagi.
"Baik." jawab Naruto, Ino dan Couji bersamaan.
Ditempat Sasuke.
"Mati kau!!!" kata Madara sambil menghunuskan pedangnya kearah Sasuke. Sasuke menutup mata dan pasrah dengan apa yang akan terjadi.
CRASH.
Madara terkejut melihat apa yang ada didepannya.
Sasuke yang masih menutup mata penasaran kenapa Madara belum menusuknya. Dia perlahan membuka mata. Terlihat seorang perempuan berambut pink tertembus pedang diperutnya.
"A...ku ti...dak ter...lambat...kan, Sa...suke?"
Sasuke terkejut. Dia mengenal perempuan ini.
"SAAAKUUURRRAAA!!!"
To be contunied
Chap10 selesai.
mind to Review ?
Please.
Arigatou.
